Friday, September 6, 2019

1:04 PM

Ibu Bingung Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

Umur berapa bayi tumbuh gigi? - Tumbuh gigi merupakah salah satu tahap pertumbuhan bayi yang ditunggu orangtua. Bayi dengan gigi mungilnya akan tampak lucu saat tersenyum, tetapi tidak semua orangtua tahu kalau tumbuh gigi tersebut juga akan disertai rasa sakit.

Mengawali pembahasan tentang gigi pertama bayi, pada artikel ini kita akan memulai dari pertanyaan-pertanyaan kecil yang biasanya muncul di kalangan orangtua.

Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi?

Sebelum Ibu pusing membayangkan betapa hectic-nya si kecil saat tumbuh gigi nanti, Ibu sebaiknya paham dulu, umur berapa bayi tumbuh gigi. Hal ini penting lho, agar Ibu tidak panik jika gigi pertama si kecil tumbuh lebih cepat atau malah lebih lambat dibanding teman sebayanya.

Gigi pertama si kecil biasanya tumbuh mulai umur 6 bulan. Sementara masa normal untuk pertumbuhan gigi pertamanya adalah sekitar umu 3 bulan hingga 14 bulan. Lalu, jika bayi Ibu belum tumbuh gigi sekitar umur 8 bagaimana?

Tenang, Bu. Pertumbuhan gigi tersebut juga tergantung pada faktor keturunan. Umur 6 bulan tersebut merupakan umur perkiraan, tentu kenyataan pada masing-masing bayi akan sangat berbeda.

Nah, biasanya yang tumbuh pertama itu adalah gigi depan bagian bawah. Setelah 1-2 bulan, maka gigi depan bagian atasnya akan mengikuti. Keempat gigi seri ini merupakan pelopor lho, Bu, juga akan menjadi gigi-gigi yang pertama tanggal ketika umurnya cukup nanti.

Jumlah gigi susu bayi adalah 20 biji yang biasanya akan tumbuh lengkap saat umurnya mencapai 3 tahun.


Baca juga : Berapa Lama Bayi Boleh Dibiarkan Menangis?


gambar gusi bayi mau tumbuh gigi
gambar gusi bayi mau tumbuh gigi


Urutan Waktu Tumbuh Gigi Bayi

Biasanya,gigi bayi tumbuh secara berpasangan. Pertama, biasanya diawali dengan dua gigi depan bagian bawah. Sebulan berikutnya, baru sepasang gigi bagian atas menyusul.  Tetapi proses yang seperti ini tidak mutlak, pada masing-masing anak biasanya mengalami fase tumbuh gigi yang berbeda.

Nah, secara umum, garis waktu tumbuhnya gigi bayi adalah sebagai berikut:

• 6 bulan: gigi seri bawah
• 8 bulan: gigi seri atas
• 10 bulan: gigi seri bawah dan atas
• 14 bulan: geraham pertama
• 18 bulan: gigi taring
• 24 bulan: geraham kedua

Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi, Patutkah Ibu Panik?

Sebagian besar tumbuh gigi pertama bayi tergantung pada faktor genetik Ibu dan Ayah.. Jika salah satu orangtua mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi, maka si bayi juga memiliki kemungkinan untuk mengalami hal yang sama. Selain itu, garis waktu tumbuhnya gigi di atas pada masing-masing anak berbeda ya, Ibu.

Gigi pertama biasanya tumbuh dari umur 3-14 bulan, jadi jika bayi 9 bulan Ibu belum tumbuh gigi, itu masih bisa dikatakan normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Ibu juga tidak perlu memberinya suplemen kalsium berlebih, karena pertumbuhan gigi tidak selalu dipengaruhi oleh asupan kalsium. Meskipun menurut penelitian, kalsium memang dibutuhkan selama masa pertumbuhan. 
Konsultasikanlah pada dokter jika Ibu ingin memberikan asupan kalsium pada si kecil.

Bawalah anak ke dokter jika giginya belum tumbuh hingga umur 1.5 tahun. Dokter akan membantu Ibu untuk menemukan penyebabnya.

Semoga artikel ini bisa membantu penjawab keraguan Ibu tentang umur berapa bayi tumbuh gigi.

Baca juga: Tips Mencegah Makanan Bayi Berubah Warna Menjadi Cokelat



Sunday, February 24, 2019

2:40 PM

Tips Mencegah Makanan Bayi Berubah Warna Menjadi Cokelat

Puree yang Ibu buat berubah warna menjadi cokelat? Jangan bingung ya, Bu. Semua ada penjelasannya. 

Menyiapkan Mpasi itu memang gampang-gampang susah. Gampangnya, Ibu hanya perlu menghaluskan beberapa macam makanan, terutama buah. Susahnya, untuk beberapa bahan, halusan atau puree Ibu malah menjadi cokelat jika disimpan dalam jangka waktu tertentu.

Apakah Ibu pernah mengalaminya juga?

Pasti pernah. Jika Ibu membuat puree pisang, atau puree apel, maka perubahan warna ini kadang tidak terelakan. Hal ini umum terjadi pada bahan makanan bayi yang terbuat dari buah dan sayuran. Warnanya memang jadi tampak mencurigakan dan membuat Ibu ragu untuk memberikannya pada si kecil. Namun, satu hal yang perlu Ibu ketahui, perubahan warna puree menjadi cokelat atau istilahnya browning ini ternyata tidak mengindikasikan pertanda buruk. Puree buatan Ibu berubah warna menjadi cokelat adalah tanda bahwa belum ada tambahan pengawet seperti pada makanan bayi komersial (yang tujuannya untuk mencegah oksidasi). Setuju bukan?

Oksidasi 

Proses ini bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Browning terjadi ketika buah-buahan dan sayuran terkena oksigen atau udara, yang dikenal sebagai oksidasi, sehingga aspek murni makanan bayi akan mempercepat perubahan warna. Namun, asalkan Ibu memilih produk segar dan berkualitas yang tidak busuk, perubahan warna ini hampir selalu merupakan masalah estetika, bukan nutrisi. Perubahan warna ini memang membuat makanan menjadi tidak tampak menarik, tetapi Ibu jangan khawatir karena meskipun berubah cokelat, makanan itu masihlah sangat aman untuk dikonsumsi.

Namun biarpun begitu, perubahan warna pada puree ini bisa dicegah kok Bu. Nah, untuk itu, berikut beberapa tips dan trik untuk membuat makanan bayi Ibu terhindar dari oksidasi dan tahan lebih lama.

Baca juga : Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri

Tips Mencegah Makanan Bayi Berubah Warna Menjadi Cokelat


Tips Mencegah Makanan Bayi Berubah Warna Menjadi Cokelat.

Nah, sebagai tips agar puree buatan Ibu tidak berwarna cokelat dan segar lebih lama.
  • Tambahkan jus: Taburkan satu atau dua tetes jus jeruk - lemon, jeruk nipis, jeruk atau nanas - ke dalam purée agar tetap segar. Jus ini pada dasarnya adalah asam sitrat yang mencegah oksidasi.
  • Tambahkan yogurt: Mencampur purée buah dengan sedikit yogurt alami akan mengurangi kecoklatan dan menambah kalsium.
  • Bekukan:  setelah menyiapkan makanan bayi, segera masukkan ke freezer dan ambil saat hendak disajikan.
  • Tempat Makanan Kedap Udara : Simpan makanan bayi dalam wadah kedap udara. Udara yang terjaga akan mencegah terjadinya oksidasi.
  • Makanan seperti pisang dan alpukat tidak akan bisa membeku dengan baik, jadi sajikan dalam keadaan segar. Siapkan puree ini menjelang waktu makan, sehingga tidak ada waktu jeda yang akan membuat puree berubah menjadi kecokelatan.     

Kekhawatiran  tentang Jeruk 

Menambahkan sedikit jus jeruk ke makanan bayi adalah solusi yang paling banyak direkomendasikan untuk menjaga agar makanan tetap segar, tetapi buah jeruk tidak dianjurkan untuk bayi sampai mereka berusia setidaknya 10 hingga 12 bulan, dan beberapa bayi bereaksi negatif terhadap asam sitrat.

Namun, ada perbedaan besar antara memberikan buah grapefruit atau botol jus jeruk yang besar dan berair kepada bayi dibanding menambahkan satu atau dua tetes jus lemon ke dalam kumpulan makanan bayi buatan sendiri.

Jika Ibu khawatir tentang asupan asam sitrat bayi, maka sebaiknya bicarakan dengan dokter anak atau biarkan makanan berubah warna menjadi cokelat.

Baca juga: Khasiat Lemon untuk Makanan Bayi

Monday, January 28, 2019

10:38 AM

Menggunakan Kismis Untuk Meredakan Sembelit Pada Bayi

Air Kismis  Obat Rumahan untuk Sembelit pada Bayi 

Kismis memiliki manfaat luar biasa untuk bayi dan balita. Manfaat keseluruhan bisa Ibu lihat di artikel sebelumnya, Manfaat Kismis bagi Ibu dan Balita.

Salah satu dari manfaat itu berupa meredakkan sembelit.  Air kismis terkenal untuk memperkuat fungsi hati dan merupakan pencahar alami. Salah satu solusi rumah terbaik untuk bayi yang menderita sembelit adalah air kismis atau puree kismis. Air kismis bisa diberikan pada bayi yang sudah memulai makanan padat dan menderita sembelit.

Air kismis adalah perawatan rumah yang sangat baik dan aman untuk memperkuat sistem pencernaan.

Cara Membuat Air Kismis

Kismis organik yang dijemur dan tanpa penambah bahan kimia sangat membantu meringankan sembelit jika dikonsumsi dalam bentuk air kismis, terutama saat perut kosong. Air kismis akan membersihkan racun yang ada di dalam tubuh. Untuk membuat air kismis, Ibu membutuhkan bahan-bahan berikut:

Bahan: 

Kismis (1 sendok makan)
Air (2 sendok makan)

Resep: 

 
Untuk Bayi di atas 6 bulan (Di Bawah 1 tahun)

  • Ambil 1 sendok makan kismis atau anggur kering
  • Tambahkan air ke dalamnya dan bilas dengan baik
  • Rendam kismis semalaman dalam air matang / normal (2 sendok makan)
  • Saring air di pagi hari
  • Peras kismis yang bengkak
  • Tekan kismis dengan baik untuk mengekstrak jus
  • Keluarkan kismis, gunakan sekitar 1 hingga 2 sendok makan jus sebagai makanan pertama bayi di pagi hari.
  • Jumlah jus dapat ditingkatkan seiring waktu
Untuk Bayi di atas 1 tahun 

  • Bersihkan kismis, tambahkan air dan bilas dengan baik
  • Rendam kismis di dalam air semalaman
  • Pindahkan kismis yang basah ke dalam mangkuk bersama dengan air dan hancurkan dengan benar
  • Sekarang pindahkan kismis hancur ke saringan
  • Ekstrak jus dari kismis dan keluarkan kismis
  • Gunakan sekitar 1-2 sendok makan jus untuk bayi setelah 1 tahun
  • Kuantitas dapat ditingkatkan secara bertahap

Menggunakan Kismis Untuk Meredakan Sembelit Pada Bayi

Kismis mana yang terbaik untuk pengobatan ini? 

Pilihlah kismis kering hitam untuk sembelit. Kismis berwarna gelap adalah anggur organik yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Kismis kuning biasanya dicampur dengan sulfur dioksida.

Pada usia berapa Ibu bisa memberi air kismis untuk sembelit?

Ibu bisa mulai memberikan air kismis kepada bayi sekitar 7 bulan.
Sebelum itu, ibu menyusui dapat mengkonsumsi kismis.
Bolehkah saya memberikan air kismis bahkan ketika bayi tidak sembelit?
Boleh, tetapi lihat kesehatan perut bayi setelah memberikannya terlebih dahulu. Juga jika bayi memiliki kecenderungan diare, maka hindarkan kismis. Untuk bayi yang menderita sembelit, berikan air kismis sekali dalam 2 hari. Konsultasikan hal ini terlebih dahulu dengan dokter.

Apakah saya perlu merebusnya?

Jika Ibu sudah merendam semalaman, maka Ibu tidak perlu lagi merebusnya. Jika Ibu hanya merendam kurang dari 2 jam, maka Ibu bisa merebus kismis  selama 2 menit atau tambahkan air matang ke dalamnya dan biarkan selama beberapa saat.

Bagaimana Kismis membantu dalam Menghilangkan Sembelit?

• Buah-buahan kering ini adalah obat pencahar alami
• Mengandung serat dalam jumlah tinggi dan melunakkan feses
• Asam tartarat dari peningkatan rendaman akan menghilangkan limbah beracun di usus besar
• Menyeimbangkan bakteri baik dan bakteri jahat

Karena bayi berisiko mengalami kerusakan gigi dan kismis mengandung jumlah gula yang tinggi, terlalu banyak asupan kismis untuk bayi mungkin tidak disarankan oleh dokter bayi. Namun, air kismis benar-benar aman dan sehat. Ibu bisa memberikan ini secara teratur kepada bayi  untuk pencernaan dan buang air besar yang lebih baik.

Baca juga: Makanan untuk Bayi yang Sedang Demam

My Blog List