Friday, June 22, 2018

10:22 AM

Manfaat Kismis untuk Balita dan Bayi

Pernahkah Ibu memberikan kismis untuk bayi? Berikut manfaat kismis untuk balita dan bayi yang perlu Ibu ketahui.

Kismis terbuat dari buah anggur terbaik dan termanis, yang dikeringkan dan bisa ditemukan dengan mudah pada roti atau jajanan. Sebagai sumber karbohidrat, kismis juga menawarkan zat besi yang penuh dengan manfaat untuk kesehatan bayi. Rasanya yang manis bisa menjadi alternatif permen dan cokelat.

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Kismis?

Sebelum memberikan kismis untuk si kecil, Ibu sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
  • Ibu tidak boleh memberikan kismis sampai bayi berusia setidaknya 7 hingga 9 bulan. Beberapa sumber juga menyebut bahwa Ibu harus menunggu si kecil berusia 8 bulan.
  • Ibu akan tahu bahwa dia siap untuk menyantap kismis ketika si kecil mulai meraih sendok ketika diberi makanan.
  • Bagian belakang atau gigi geraham umumnya muncul setelah satu setengah tahun.
  • Bayi dengan masalah fisik dan keterlambatan perkembangan merasa sulit menelan atau mengunyah. Ibu tidak harus menawarkan kismis untuk bayi dalam kasus ini. 
Baca juga: Manfaat Zucchini untuk Bayi 
manfaat kismis untuk balita dan bayi

Efek Samping Makan Kismis

Kismis manis dan kenyal, yang menimbulkan efek kesehatan yang buruk. Beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, di antaranya:
  •  Kismis cenderung menempel pada gigi dan menimbulkan pembentukan bakteri. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempengaruhi email.
  • Disarankan untuk memberikan kismis diberikan sebagai bagian dari makanan utama. Dengan begitu, akan membantu makanan lain untuk mengeluarkan kismis dari gigi.
  • Ibu tidak boleh menawarkan kismis pada si kecil saat tidur karena akan meningkatkan bahaya tersedak.
  • Biasakan si kecil untuk menyikat sebelum tidur untuk memastikan semua residu kismis dihilangkan.
  • Jangan memberi makan kismis jika Ibu berada dalam mobil yang bergerak karena bayi mungkin mulai tersedak. Ingat, bayi kecil tidak membuat suara tercekik saat tersedak dan Ibu mungkin tidak akan menyadarinya.
  • Pastikan bahwa si kecil tidak mengonsumsi lebih dari satu kismis pada satu waktu. Buat bayi duduk di suatu tempat dan berikan kismis satu per satu.
 Baca juga: Mengatasi Sembelit pada Bayi

Manfaat Kismis untuk Balita dan Bayi

Selain efek samping seperti di atas, kismis juga memiliki manfaat untuk kesehatan si kecil. berikut manfaat kismis untuk otak dan kesehatan balita dan bayi secara keseluruhan.
  • Kismis kaya akan mineral seperti kalium, fosfor, besi, kalsium, dan magnesium yang membantu perkembangan mental dan fisik bayi dan balita.
  • Kismis mengurangi kemungkinan asidosis dengan mengurangi kadar asam dalam tubuh. Hal ini bisa membantu memastikan kesehatan yang baik.
  • Kismis adalah obat pencahar alami yang membantu mengatasi sembelit. Asupan kismis secara teratur membantu meningkatkan gerakan usus dan meningkatkan sistem pencernaan bayi. Ibu bisa memberikan kismis pada bayi setelah merebusnya dalam air dan kemudian menghancurkannya untuk membuat pasta yang halus.
  • Kismis sangat membantu selama demam. Sama seperti kurma, kismis juga bisa bertindak sebagai tonik saat demam.
  • Kismis sangat bermanfaat dalam mengobati cedera otak. Buah-buahan kering ini membantu melindungi sistem saraf pusat. Terlepas dari ini, kismis juga membantu meningkatkan memori.
  • Kismis mengandung sifat antimikroba. 

efek samping makan kismis

Sementara menurut Departemen Pertanian AS, nutrisi yang didapat dari kismis adalah sebagai berikut:
 
Gizi Nilai per 100 g Gizi Nilai per 100 g
air 15,43 g Energi 299 kkal
Protein 3,07 g Total Lipid 0,46 g
Karbohidrat 79,18 g Serat 3,7 g
Gula 59,19 g Kalsium 50 mg
Besi 1,88 mg Magnesium 32 mg
Phosphorous 101 mg Kalium 749 mg
Sodium 11 mg Seng 0,22 mg
Vitamin C 2,3 mg Thiamin 0,106 mg
Riboflavin 0,125 mg Niasin 0,766 mg
Vitamin B-6 0,174 mg Folat 5 ug
Vitamin E 0,12 mg Vitamin K 3,5 ug

Tips Memberikan Kismis 

Kismis juga tinggi kandungan gula, karena itu jangan memberikan bayi buah ini dalam porsi berlebih untuk menghindari kerusakan gigi.
  • Hindarkan jus kismis karena bisa meningkatkan kemungkinan gigi berlubang. Sebaiknya tawarkan jus ini pada bayi hanya dalam kondisi ekstrem seperti demam.
  • Menghancurkan kismis menjadi potongan kecil adalah cara terbaik untuk membuat kismis lebih mudah untuk bayi.
  • Selain dalam bentuk hancuran, Ibu juga bisa memberi kismis pada bayi lewat jus apel, oatmeal, puding, kue dan masakan lain.
Baca juga: Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Wednesday, June 20, 2018

6:00 PM

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan Cara Memasak

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan cara memasak zucchini untuk bayi.

 Zucchini atau labu italia merupakan salah satu jenis labu musim panas (summer squash) yang bagus untuk bayi dan bisa diolah menjadi Mpasi yang sehat.  Jenis sayur ini sangat serbaguna, mengandung banyak mineral penting, bukan jenis makanan yang menimbulkan reaksi alergi, dan tidak juga menyebabkan sembelit. Untuk itulah, penting untuk Ibu menambahkan sayur ini pada makanan bayi.

Zucchini bisa didapatkan dengan mudah di swalayan. Bentuknya mirip mentimun, tetapi memiliki tekstur kulit yang berbeda. Zucchini memiliki rasa yang segar dengan cita rasa manis. Lalu, kapan sih sayur ini bisa dikenalkan pada bayi?

Kapan Mengenalkan Zucchini pada Bayi?

Ibu sudah bisa mengenalkan sayur ini sejak umur 6 bulan. Namun mengingat kulitnya sedikit keras, ada baiknya Ibu menunggu hingga umur 8 bulan untuk mengenalkan zucchini, terutama jika si kecil rentan terhadap gangguan pencernaan. Atau, Ibu bisa mengupas kulitnya agar mengurangi komplikasi kesehatan.

Walau zucchini bukan alergen umum, tetapi memastikan bahwa jenis makanan ini aman adalah prioritas. Tetap gunakan aturan 4 day wait rule, untuk memantau gejala alergi.

Baca juga: Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Kandungan Gizi Zucchini

Zucchini mengandung beta karoten, kalium, folat, dan vitamin C yang berguna bagi kesehatan. Selain itu, zucchini jarang menimbulkan komplikasi pencernaan seperti sembelit atau alergi. Rasanya yang lembut bisa ditambahkan pada apa saja tanpa mengubah rasa makanan itu.
Berikut kandungan gizi zucchini:

(1/2 cangkir direbus & dikeringkan dengan kulit)

VITAMIN:

Vitamin A - 1340 mg
Vitamin C - 5,5 mg
Asam pantotenat - 0,3 mg
Niasin - 0,05 mg
Riboflavin - .04 mg
Tiamin - .04 mg
Folat - 20 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.   

MINERAL:

Kalium - 304 mg
Fosfor - 48 mg
Magnesium - 26 mg
Kalsium - 16 mg
Sodium - 287 mg
Setrika - .42 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, tembaga, mangan dan lainnya.

Baca juga: Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Cara Memasak Zucchini untuk Bayi

Zucchini tidak perlu dikupas, karena kandungan gizinya justru paling banyak terdapat pada kulitnya. Selain kulit, bijinya juga lembut, bisa dihaluskan dengan mudah dan tidak perlu dibuang.

Berikut cara memasak zucchini untuk bayi:

Langkah 1
Zucchini merupakan labu musim panas yang dipetik saat buahnya belum matang sempurna. Zucchini memiliki bentuk yang mirip dengan mentimun . Warnanya bervariasi, dari hijau, hijau pucat atau kuning - biasanya bergaris dan kadang-kadang rintik.

Pilihlah sayur yang kecil (5 hingga 6 inci atau lebih) karena memiliki tekstur dan rasa yang lebih bagus daripada sayur berukuran besar. Hindarkan membeli zucchini yang berbintik, pilih yang kulitnya mengkilap dan bebas noda.

Sayur ini bisa disimpan dalam kulkas selama 3 hari dengan menggunakan kantung plastik. Karena zucchini adalah sayur yang lembut, maka pastikan permukaannya benar-benar kering ketika disimpan di kulkas. Sayur beku yang dicairkan bisa menjadi sangat lembek karena mengandung banyak air.


Langkah 2
Bagilah zucchini menjadi dua bagian lebar dengan pisau. Ibu bisa memasak setengah bagiannya dalam satu waktu karena zucchini matang bisa disimpan selama dua hari. Setengahnya bisa disimpan dalam keadaan mentah.

Langkah 3
Potong ujung zucchini. Cuci sayuran secara menyeluruh di bawah aliran air dingin yang mengalir deras.

Langkah 4
Potong zucchini menjadi irisan tipis.

Langkah 5
Isi panci kecil dengan air dingin dan didihkan dengan api besar.

Langkah 6
Tambahkan irisan zucchini ke dalam panci. Tunggu sampai air mendidih kembali, lalu kecilkan nyala api ke sedang.

Langkah 7
Rebus zucchini sampai empuk, biasanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Langkah 8
Tiriskan air dan masukkan zucchini yang sudah matang ke dalam food processor. Haluskan sayur dan sesuaikan konsistensinya. Jika puree tampak terlalu tebal, tambahkan air dingin secara bertahap, 1 sendok teh setiap kali, sampai konsistensi yang benar.

Langkah 9
Biarkan puree dingin sebelum memberikannya kepada bayi. Simpan sisa makanan dalam wadah tertutup di kulkas hingga dua hari.

Selain direbus, zucchini juga bisa dikukus. Atau jika Ibu mau, Ibu juga bisa menumis zucchini bersama labu kuning dengan sedikit minyak zaitun dan rempah-rempah. Puree zucchini bagus jika dikombinasikan dengan ubi, kentang, wortel, butternut squash dan ayam.

Baca juga:  Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi


Monday, June 11, 2018

1:44 PM

Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi

Ibu berencana memberi Mpasi pisang untuk si kecil?

Itu rencana yang bagus, Bu. Seperti kita tahu, pisang merupakan pilihan Mpasi pertama yang bagus. buah ini kaya akan gizi dan sangat mudah dicerna perut si kecil. Untuk memberikannya, Ibu bisa mulai dengan membuat puree pisang. Nah, pada artikel ini, kita akan membahas 5 cara mudah menyiapkan puree pisang  serta cara membuat puree pisang untuk bayi.

5 Langkah Mudah Untuk Cara Mempersiapkan Pure Pisang Untuk Bayi:

Membuat pure pisang untuk bayi sangat mudah disiapkan, selain itu juga multiguna.
•    Ibu bisa  menambahkan pure pisang ke sereal harian si kecil. Ini akan menambah rasa ekstra pada makanan sehari-hari.
•    Pure pisang adalah hidangan cepat saji sekligus lezat.

1. Memilih Pisang – Segar dan Matang

Cara membuat puree pisang untuk bayi
Ada beberapa jenis pisang yang tersedia di pasaran. Biasanya, para Ibu sering memberi bayi pisang ambon. Selain itu, Ibu juga bisa memberi si kecil pisang kepok, pisang emas dan pisang susu. Sebenarnya, pisang apa pun bisa untuk bayi, asalkan matang, segar dan tidak asam. Pilihlah pisang yang bebas noda dan berwarna kuning. Jangan memilih pisang yang hijau karena belum matang. Pisang dengan bintik-bintik juga menandakan sudah kelewat matang, jadi usahakan jangan memilih jenis pisang ini.

 Baca juga: Manfaat Mpasi Jagung untuk Bayi

2. Mencuci, Mengupas dan Mengiris Pisang:

Ibu bisa langsung mengupas kulit pisang dan kemudian melumatnya.  Tetapi sangat penting untuk membersihkannya dengan baik sebelum Ibu menjadikannya puree.
  • Pertama-tama, Ibu bisa mencampur air dan cuka dalam mangkuk dengan perbandingan 3: 1. Gunakan campuran itu untuk membersihkan pisang (yang masih berkulit). Cuka membantu menghilangkan bakteri pada kulit pisang.
  • Bersihkan setiap pisang di bawah air keran (air dingin) dan keringkan. Sekarang kupas kulitnya.
  • Setelah dikupas, pisang biasanya tidak akan bertahan lama. Jadi usahakan membuat puree menjelang waktu makan.  hal ini akan membuat kesegarannya terjaga.

3. Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi 

Cara membuat puree pisang untuk bayi sangatlah mudah. Hancurkan potongan pisang menggunakan sendok hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
  • Ibu bisa menambahkan air ke pisang yang sudah dihaluskan, tetapi lakukan hal ini hanya untuk bayi yang lebih tua.
  • Untuk bayi, tambahkan ASI untuk membuat puree tipis dan ASI jauh lebih baik dari air.
  • Ibu bisa  membuat 8 ons pure dengan satu pisang segar berukuran sedang.

4. Sajikan Puree Pisang dalam Rasa Berbeda Lainnya:

Puree pisang  rasanya terlalu enak, tetapi juga bisa ditambahkan ke pure buah lainnya agar lebih enak dan lezat.
  • Ibu bisa mencoba pure pisang dengan pure buah Avocado. Rasanya benar-benar enak karena kedua buahnya sangat halus dan bisa bercampur dengan sangat baik.
  • Selain itu, cobalah dengan peach, plum, pir, stroberi, ceri, blueberry dan yogurt.
Sebelum memberikan untuk bayi, pastikan Ibu mencicipi terlebih dahulu puree itu. adakalanya jenis pisang tertentu berubah rasa menjadi sedikit asam setelah dibuat puree. Ini bisa membuat bayi terkena sembelit karena lambung mudanya tidak cukup kuat untuk mencerna asam dalam pisang.

Baca juga: Buah Bit untuk Bayi dan Cara Membuatnya 

5. Mendinginkan Sisa Puree Pisang

Sebenarnya, Ibu bisa mendinginkan puree sisa dalam wadah kedap udara hingga 3 hari. Tetapi sangat dianjurkan untuk membuat puree segar dan lezat untuk bayi. Makanan segar buatan sendiri selalu lebih enak dan lebih baik untuk kesehatan bayi.

Thursday, June 7, 2018

8:24 AM

Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Mpasi daging ayam sudah bisa diberikan untuk bayi sejak awal. Bahkan menu tunggal Mpasi ayam sangat cocok jika disajikan bersama dengan bubur beras atau oatmeal. Ayam memiliki beberapa manfaat gizi karena rendah lemak dan tinggi protein yang berguna bagi perkembangan si kecil. ayam juga bisa diolah menjadi finger food, bisa menambah rasa dan juga membuat selera makan si kecil bisa menjadi lebih baik.

Namun, kapan ayam bisa dijadikan menu Mpasi bagi si kecil? simak artikel berikut ya, Bu.

Kapan Bayi Bisa Makan Ayam? 

Mpasi daging ayam sudah bisa diberikan pada umur 6 bulan, yaitu ketika makanan padat diperkenalkan dalam makanan mereka. Ibu bisa memulai dengan menu tunggal Mpasi ayam yang sudah dicampur dengan bubur beras atau oat.Usahakan masing-masing porsi tersebut tidak lebih dari dua sendok makan. ibu bisa menambah porsi secara bertahap sesuai dengan umur bayi.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi Bayi

Manfaat Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Ayam bisa menjadi bahan Mpasi yang terbaik karena mengandung nilai gizi bagus. Berikut manfaat mpasi daging ayam yang bisa dirasakan oleh si kecil:
  • Pertumbuhan otot yang sehat: 100g ayam mengandung 18.6g protein, yang terkonsentrasi selama proses memasak dan mengalami peningkatan kuantitas. Protein sangat penting untuk pertumbuhan bayi karena memfasilitasi pertumbuhan otot. Selain itu, protein dari sumber itu mudah dicerna dan mudah diserap oleh tubuh.
  • Memperbaiki sistem peredaran darah: Ayam mengandung zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan sel darah merah. Ayam juga kaya potassium, yang menjaga pembuluh darah dalam kondisi baik.
  • Bagus untuk tulang: 100g ayam mengandung 15mg kalsium dan 182mg fosfor. Kedua mineral ini memainkan peran penting dalam pembentukan tulang yang kuat.
  • Vitamin memfasilitasi perkembangan otak: Ayam kaya akan vitamin termasuk C dan A. selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin B12, juga disebut cobalamin, yang sangat penting untuk perkembangan otak pada bayi.
  • Mikronutrien untuk kekebalan tubuh: Ayam mengandung zat gizi mikro seperti seng dan magnesium, yang memainkan peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh yang sehat. 
Baca juga: Menu Makanan Bayi Mpasi 6-8 Bulan

Mpasi Daging Ayam untuk Bayi


Nilai Unit Nutrien Per 100g
Energi 215Kcal
Protein 18.6g
Lemak 15.06g
Kalsium 15mg
Besi 0,9 mg
Magnesium 20mg
Fosfor 147mg
Kalium 189mg
Sodium 70mg
Seng 1.31mg
Vitamin C 1.6mg
Vitamin B1 (Thiamin) 0,06mg
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,12mg
Vitamin B3 (Niacin) 6,801mg
Vitamin B6 0,35mg
Vitamin B9 (Folat) 6μg
Vitamin B12 0,31μg
Vitamin A 41μg
Vitamin D 0,2 μg
Vitamin E 0,3 mg
Vitamin K 1,5 μg

Bagaimana Cara Memilih Dan Menyimpan Ayam? 

  • Pilih: Selalu beli ayam segar dari toko yang higienis. Beberapa Ibu juga lebih memilih ayam kampung dari pada ayam boiler. Itu adalah hak setiap Ibu. Setiap daging, termasuk ayam, rentan terhadap kontaminasi bakteri, oleh karena itu, usahakan agar jangan memberi ayam yang dibekukan karena bisa mengandung patogen yang membahayakan bayi.
  • Pilih ayam organik segar yang hanya diberi makanan alami, yang bebas dari antibiotik dan hormon. Jangan pernah membeli ayam asin atau dikemas, yang diproses dengan pengawet.
  • Penyimpanan: Beli sebanyak yang Ibu butuhkan untuk masakan bayi. Jangan membekukan sisa ayam atau makanan bayi yang mengandung ayam karena bakteri dapat merambat dengan mudah di dalamnya.

Bagaimana Cara Mengolah Ayam Untuk Bayi? 

Berikut ini adalah cara terbaik memasak ayam untuk bayi:
  • Panggang: Panaskan oven hingga 375ºF (190ºC). Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil sehingga matangnya merata. 1 lb atau 453g ayam membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk dimasak dengan benar. Untuk bayi, Ibu bisa menghaluskan ayam dengan air setelah dipanggang. Untuk bayi berusia 12 bulan atau lebih, Ibu dapat mencabik-cabik ayam menjadi potongan-potongan kecil.
  • Blanzir: Potong irisan tipis ayam tanpa tulang dan letakkan di panci dengan air yang cukup untuk merendamnya. Didihkan air, lalu didihkan selama 20 menit atau sampai ayam benar-benar empuk. Haluskan irisan ayam dengan air atau saring air yang kaya nutrisi untuk digunakan dalam makanan bayi lainnya.
  • Rebus: Merebus mungkin adalah cara memasak ayam yang terbaik karena melunakkan daging agar mudah dihaluskan dan membunuh patogen. Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil dan rendam seluruhnya dalam air dalam panci mendidih. Rebus selama 30 menit atau lebih dan kemudian haluskan ayam.
Baca juga: Manfaat Belut untuk Makanan Bayi