Friday, May 25, 2018

Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Oke, ini akan membuat orangtua mana pun frustrasi (dan menakutkan). Bayi yang biasanya selalu membuka mulut saat disendoki makanan dan makan dengan rakus tiba-tiba saja menutup mulut. Atau pada kasus tertentu, bayi akan menggeleng dan menangis setiap sesendok makanan diarahkan ke mulutnya. Seolah sendok itu adalah benda mengerikan, membuatnya ketakutan dan bahkan seolah trauma.

Tapi perlu Ibu ketahui, ini bisa menjadi hal yang normal. Yang perlu Ibu cari tahu adalah bagaimana cara menyesuaikan dengan kondisi barunya sehingga Ibu bisa tenang mengatasi bayi trauma sendok.

Bayi Menolak Sendok itu Normal

Bayi menolak sendok sebenarnya merupakan tonggak penting, tidak kalah pentingnya dengan gigi pertama atau langkah pertama. Kebanyakan bayi mengalami tahap perkembangan seperti ini sekitar umur 9-11 bulan, terutama ketika mereka tidak ingin memainkan peran pasif saat diberi makan. bayi ingin melakukan semuanya sendiri. Tetapi tentu saja, semua anak tersebut berkembang dengan tingkat yang berbeda. Beberapa anak bahkan tetap senang disuapi dengan sendok lebih lama, terutama bayi prematur dan bayi yang penundaan oral-motor.

Tetapi sebagian besar bayi akan menolak sendok setelah mereka berumur setahun.

Untuk mengatasi bayi trauma sendok, beberapa orangtua memutuskan untuk mengikuti metode BLW. Namun metode ini tidak selalu berhasil, terutama bagi orangtua yang mengendalikan banyak bidang kehidupan sang anak, terutama dalam hal makan. Ketika dibiarkan makan sendiri, bayi bisa saja makan kurang dari yang dia butuhkan. Atau, bayi bisa saja lebih memilih makanan tertentu sehingga gizi yang dia peroleh kurang, atau bahkan bayi malah lebih banyak bermain-main ketimbang memasukkan makanan itu ke mulutnya.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Menyikapi kekhawatiran itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata anak kecil itu  hebat dalam mengatur diri sendiri. Mereka akan tahu rasanya lapar dan mengontrol seberapa banyak makanan yang ingin mereka makan. Lalu, jika keseimbangan nutrisi adalah kekhawatiran terbesar Ibu, sebaiknya Ibu mencatat semua makanan yang dikonsumsi bayi selama satu minggu.

Cara Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Untuk mengatasi bayi yang menolak sendok, ada beberapa hal yang patut Ibu persiapkan. Di antaranya:
  • Jika bayi mendekati umur 9 bulan, maka Ibu harus bersiaplah untuk tonggak ini. Mulailah bekerja untuk membangun repertoar bayi, mulai dari makanan jari dan keterampilan dalam menggunakan alat sehingga ia mendapatkan cukup kalori dan nutrisi ketika periode trauma sendok itu datang. Sebagian besar bayi siap untuk makanan jari sedini mungkin pada usia 6 bulan.
  • Hindari teknik tekanan halus seperti mengalihkan perhatian bayi saat makan. Memainkan "pesawat" atau menggunakan TV atau bahkan buku mungkin bisa membantu untuk mencari kelengahan bayi sehingga Ibu bisa memasukkan sendok ke mulutnya. Namun sebenarnya, hal ini justru akan berkontribusi pada aksi trauma atau menolak sendok pada bayi. Pengalihan perhatian seperti ini akan membuat waktu makan menjadi lebih tegang dan mengajarkan anak untuk mengabaikan sinyal kenyang.
  • Biarkan bayi memandu proses pemberian makan dengan sendok. Jangan pernah menipu bayi untuk membuka mulutnya atau memasukkan sendok ke mulutnya tanpa dia sadari apa yang terjadi. Ini dapat menyebabkan keengganan makan dan rasa takut akan pengalaman makan.
  • Jangan pernah memegang tangan bayi saat dia mencoba meraih sendok . Keinginannya untuk memegang sendok dan melakukannya sendiri adalah langkah perkembangan yang fantastis.
  • Jika bayi menolak sendok, mungkin Ibu sebaiknya mencoba memberinya finger food, atau makanan yang biasa dia pegang dan makan sendiri. Atau, berilah dia makanan kering yang bisa dia makan dengan tangan. Kadang bayi yang baru belajar akan lebih antusias jika diberikan kesempatan mengeksplorasi kemampuannya. Siapkan tikar khusus sehingga Ibu tidak perlu repot untuk membersihkan karena pasti akan sangat berantakan.
  • Percayai bayi untuk memilih berapa banyak dan apa yang harus dimakan, bahkan jika kelihatannya dia membutuhkan bantuan Ibu. kadang-kadang anak malah akan marah jika usahanya makan sendiri diinterupsi oleh sang ibu.  Tentu saja, tidak ada salahnya memberi makan bayi dengan sendok dari waktu ke waktu; hanya saja pastikan saja itu tidak merusak kesenangan saat makan bagi siapa pun.
  • Buat struktur makan sehingga bayi memiliki kesempatan untuk duduk dan makan makanan setiap 2-3 jam di siang hari. Dengan cara ini, bahkan jika dia menolak pada salah satu jam makan, masih ada kesempatan makan lagi di jadwal selanjutnya. Perhatikan bahwa balita dan anak-anak prasekolah tidak perlu sering makan dan dapat menunggu 3-4 jam antara makan dan camilan.
Baca juga: Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok


No comments:

Post a Comment