Tuesday, May 29, 2018

2:12 PM

Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Selamat, bayi Ibu memasuki umur 8 bulan. Yang artinya, ragam makanan yang bisa ia makan akan makin bertambah. Ada bahan makanan baru yang sudah bisa ia coba di bulan ini, contohnya telur. Lalu bahan makanan lainnya apalagi, terutama untuk kecerdasan otaknya? Nah, untuk Ibu yang mencari  bahan makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak, ikuti terus artikel ini.

Menyediakan makanan sehat adalah kewajiban Ibu, walaupun untuk memakannya atau tidak, tetaplah hak bayi. Namun kadang, ragam makanan juga bisa memancing selera makan si kecil, lho.

Nah, untuk Ibu yang mencari makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak, Ibu bisa memadukan makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak di artikel sebelumnya, dengan bahan-bahan berikut ini.


Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Sebelumnya baca dahulu Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Blueberry

Di umur 8 bulan, bayi sudah boleh makan blueberry dan raspberry. Buah ini penuh dengan flavonoid, sehingga bisa membantu meningkatkan memori, pembelajaran, dan pemikiran umum. Selain itu, kandungan flavonoid juga bisa memperlambat penurunan kemampuan mental yang berkaitan dengan usia. 

Minyak Zaitun

Makan minyak zaitun secara teratur dapat mengurangi kerusakan otak. Lemak tak jenuh tunggal dalam buah zaitun digunakan oleh semua sel dan bisa meningkatkan transportasi oksifen agar lebih banyak ke otak.

Brokoli

Brokoli adalah makanan super untuk otak bayi. Sayuran ini mengandung DHA, yang membantu agar para neuron terhubung. Brokoli juga memiliki sifat melawan kanker dan membuat sayur ini menjadi makanan otak bayi yang sangat baik.

Makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak

Kacang-kacangan.

Salah satu makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak adalah kacang. Jenis kacang yang bisa dicoba bayi umur 8 bulan adalah kacang polong. Kacang-kacangan  memiliki lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E, yang melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer dengan memadamkan unsur-unsur merusak sel otak yang disebut radikal bebas.

Ikan

Semua orang tahu ikan memiliki manfaat bagus untuk otak. Nah, mengonsumsi ikan secara teratur  memiliki efek pada ukuran otak (massa) dan dapat memperlambat proses penuaan otak. Minyak (lemak omega-3) hadir dalam ikan berlemak seperti salmon, tuna dan mackerel  akan mampu membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, konsentrasi, dan memori. Asam lemak  omega 3  juga bisa membantu membangun jaringan otak. Asam lemak omega 3 membantu pertumbuhan dan fungsi otak pada bayi. Konsumsi ikan secara teratur akan meningkatkan keterampilan mental anak.

Baca juga : Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Telur

Makanan lain yang biasanya mudah diberikan pada anak-anak adalah telur. Anak umur 8 bulan sudah boleh dikenalkan dengan kuning telur. Para peneliti telah menemukan bahwa memberikan telur pada bayi untuk sarapan akan memberi mereka asam omega-3 yang bisa melindungi otak mereka, serta vitamin E yang dapat membantu melawan depresi.

Seperti kita tahu, anak-anak memiliki pusat ingatan yang berkembang, yang terbentuk selama 6 tahun pertama kehidupan. Kolin adalah nutrisi penting dalam proses ini. Satu kuning telur memiliki sekitar 200 miligram kolin, yang memenuhi atau hampir memenuhi kebutuhan anak-anak hingga 8 tahun. Telur juga mengandung zat besi, folat, dan vitamin A dan D (jika ditingkatkan), yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini oleh sekelompok ilmuwan, “ Telur adalah sumber nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kami berhipotesis bahwa memperkenalkan telur lebih awal selama pemberian makanan tambahan akan meningkatkan nutrisi anak ... pengenalan telur secara dini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan pada anak-anak.”

Neurotransmitter mereka juga akan mendapat dorongan, jadi pastikan Ibu mengenalkan telur untuk si kecil.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak

Makanan Fermentasi.

Makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak yang tidak kalah sehatnya adalah makanan hasil fermentasi. Ada beberapa manfaat besar jika Ibu memberikan makanan hasil fermentasi pada bayi sejak dini. Sebagai pengenalan, salah satu jenis makanan yang bisa adalah tempe.  Ibu bisa menambahkan sejumlah kecil tempe ke menu makanan bayi. 

Makanan fermentasi yang lembut dan bergizi  akan bergerak melalui saluran pencernaan,  memperkenalkan probiotik - bakteri baik dan ragi yang telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan. Jaringan dukungan yang dibuat oleh probiotik melampaui usus, mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan perilaku bayi.

Baca juga : Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok


Friday, May 25, 2018

10:46 AM

Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Oke, ini akan membuat orangtua mana pun frustrasi (dan menakutkan). Bayi yang biasanya selalu membuka mulut saat disendoki makanan dan makan dengan rakus tiba-tiba saja menutup mulut. Atau pada kasus tertentu, bayi akan menggeleng dan menangis setiap sesendok makanan diarahkan ke mulutnya. Seolah sendok itu adalah benda mengerikan, membuatnya ketakutan dan bahkan seolah trauma.

Tapi perlu Ibu ketahui, ini bisa menjadi hal yang normal. Yang perlu Ibu cari tahu adalah bagaimana cara menyesuaikan dengan kondisi barunya sehingga Ibu bisa tenang mengatasi bayi trauma sendok.

Bayi Menolak Sendok itu Normal

Bayi menolak sendok sebenarnya merupakan tonggak penting, tidak kalah pentingnya dengan gigi pertama atau langkah pertama. Kebanyakan bayi mengalami tahap perkembangan seperti ini sekitar umur 9-11 bulan, terutama ketika mereka tidak ingin memainkan peran pasif saat diberi makan. bayi ingin melakukan semuanya sendiri. Tetapi tentu saja, semua anak tersebut berkembang dengan tingkat yang berbeda. Beberapa anak bahkan tetap senang disuapi dengan sendok lebih lama, terutama bayi prematur dan bayi yang penundaan oral-motor.

Tetapi sebagian besar bayi akan menolak sendok setelah mereka berumur setahun.

Untuk mengatasi bayi trauma sendok, beberapa orangtua memutuskan untuk mengikuti metode BLW. Namun metode ini tidak selalu berhasil, terutama bagi orangtua yang mengendalikan banyak bidang kehidupan sang anak, terutama dalam hal makan. Ketika dibiarkan makan sendiri, bayi bisa saja makan kurang dari yang dia butuhkan. Atau, bayi bisa saja lebih memilih makanan tertentu sehingga gizi yang dia peroleh kurang, atau bahkan bayi malah lebih banyak bermain-main ketimbang memasukkan makanan itu ke mulutnya.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Menyikapi kekhawatiran itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata anak kecil itu  hebat dalam mengatur diri sendiri. Mereka akan tahu rasanya lapar dan mengontrol seberapa banyak makanan yang ingin mereka makan. Lalu, jika keseimbangan nutrisi adalah kekhawatiran terbesar Ibu, sebaiknya Ibu mencatat semua makanan yang dikonsumsi bayi selama satu minggu.

Cara Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Untuk mengatasi bayi yang menolak sendok, ada beberapa hal yang patut Ibu persiapkan. Di antaranya:
  • Jika bayi mendekati umur 9 bulan, maka Ibu harus bersiaplah untuk tonggak ini. Mulailah bekerja untuk membangun repertoar bayi, mulai dari makanan jari dan keterampilan dalam menggunakan alat sehingga ia mendapatkan cukup kalori dan nutrisi ketika periode trauma sendok itu datang. Sebagian besar bayi siap untuk makanan jari sedini mungkin pada usia 6 bulan.
  • Hindari teknik tekanan halus seperti mengalihkan perhatian bayi saat makan. Memainkan "pesawat" atau menggunakan TV atau bahkan buku mungkin bisa membantu untuk mencari kelengahan bayi sehingga Ibu bisa memasukkan sendok ke mulutnya. Namun sebenarnya, hal ini justru akan berkontribusi pada aksi trauma atau menolak sendok pada bayi. Pengalihan perhatian seperti ini akan membuat waktu makan menjadi lebih tegang dan mengajarkan anak untuk mengabaikan sinyal kenyang.
  • Biarkan bayi memandu proses pemberian makan dengan sendok. Jangan pernah menipu bayi untuk membuka mulutnya atau memasukkan sendok ke mulutnya tanpa dia sadari apa yang terjadi. Ini dapat menyebabkan keengganan makan dan rasa takut akan pengalaman makan.
  • Jangan pernah memegang tangan bayi saat dia mencoba meraih sendok . Keinginannya untuk memegang sendok dan melakukannya sendiri adalah langkah perkembangan yang fantastis.
  • Jika bayi menolak sendok, mungkin Ibu sebaiknya mencoba memberinya finger food, atau makanan yang biasa dia pegang dan makan sendiri. Atau, berilah dia makanan kering yang bisa dia makan dengan tangan. Kadang bayi yang baru belajar akan lebih antusias jika diberikan kesempatan mengeksplorasi kemampuannya. Siapkan tikar khusus sehingga Ibu tidak perlu repot untuk membersihkan karena pasti akan sangat berantakan.
  • Percayai bayi untuk memilih berapa banyak dan apa yang harus dimakan, bahkan jika kelihatannya dia membutuhkan bantuan Ibu. kadang-kadang anak malah akan marah jika usahanya makan sendiri diinterupsi oleh sang ibu.  Tentu saja, tidak ada salahnya memberi makan bayi dengan sendok dari waktu ke waktu; hanya saja pastikan saja itu tidak merusak kesenangan saat makan bagi siapa pun.
  • Buat struktur makan sehingga bayi memiliki kesempatan untuk duduk dan makan makanan setiap 2-3 jam di siang hari. Dengan cara ini, bahkan jika dia menolak pada salah satu jam makan, masih ada kesempatan makan lagi di jadwal selanjutnya. Perhatikan bahwa balita dan anak-anak prasekolah tidak perlu sering makan dan dapat menunggu 3-4 jam antara makan dan camilan.
Baca juga: Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok


Tuesday, May 8, 2018

10:03 AM

Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Menambahkan rempah dan bumbu aromatik ke makanan bayi buatan sendiri adalah cara yang bagus untuk mengembangkan cita rasa lidah si kecil. Rempah ini bisa berupa umbi, biji, buah, kulit kayu atau bahkan akar tanaman. Bumbu dan rempah ini aman jadi Ibu tidak usah ragu untuk memasukkan rasa lezat yang pasti disukai si kecil. Selain itu, memperkenalkan variasi dari tahap awal adalah kunci untuk meningkatkan selera makan si kecil sehingga ia tidak tumbuh menjadi picky eater.

Segala sesuatu dari kayu manis, kunyit dan bawang putih dapat diberikan kepada bayi. Bumbu dan rempah ini tidak hanya untuk meningkatkan rasa, tetapi juga bagus untuk kesehatan.
Kiat untuk menambahkan bumbu dan rempah-rempah

Ketika menambahkan bumbu dan rempah-rempah, pastikan untuk memulai dengan sederhana dan cobalah untuk tidak menambahkan terlalu banyak sehingga mengalahkan rasa asli makanan. Mulailah dengan menambahkan satu ramuan atau bumbu ke puree bayi, pastikan dia menyukainya dan baru Ibu kombinasikan dengan bumbu lainnya.

Seperti yang kita tahu, Ibu harus menghindari menambahkan garam ke makanan bayi atau makanan keluarga yang akan dimakan bayi. Hingga sekitar 12 bulan, tubuh bayi hanya dapat mengelola sekitar 1 gram garam setiap hari dan jumlah itu sudah terpenuhi secara alami dari makanan, ASI dan formula. Sebagai gantinya, tingkatkan cita rasa makanan dengan bumbu dan rempah. Waspadai bumbu atau rempah-rempah yang sudah jadi juga karena terlalu tinggi garam dan gula.

Baca juga : Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi

Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Kapan Makanan Bayi bisa Diberi Tambahan Bumbu/Rempah?

Rempah-rempah memiliki jenis yang berbeda,  termasuk yang panas, yang aromatik, yang ringan dan banyak lagi. Jadi begitu bayi mendpaatkan Mpasi, maka Ibu bisa memasukkan sedikit bumbu ke dalam makanan bayi.

Bumbu ringan dan aromatik seperti kayu manis, ketumbar, mint, kapulaga, saffron, kunyit dan pala dapat diperkenalkan setelah 6 hingga 7 bulan dalam jumlah kecil. Tetapi sekarang pertanyaan utama muncul, bagaimana cara memperkenalkan rempah-rempah?

Menambahkan sejumput rempah-rempah ringan dalam makanan bayi seperti puree dan cerelac dapat memecahkan tujuan. Tunggu semua rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, lada hitam, adas bintang, biji mustard, biji fenugreek, dan jinten hingga si kecil berumur 9 bulan.

Bumbu dan Rempah-Rempah Apa yang Bisa Ditambahkan ke Makanan Bayi? 


Bayi bisa  menikmati berbagai macam bumbu dan rempah-rempah dari kayu manis dan pala, sampai jinten dan kunyit. Jadi jangan takut untuk memasukkan bumbu itu ke makanan bayi. Diambil dari beberapa sumber, berikut bumbu dan rempah yang bisa dimasukkan ke makanan bayi:

Kunyit
Kunyit adalah rempah-rempah ringan yang diperoleh dari akar tanaman kunyit. Kunyit kaya akan zat besi, vitamin B6, potassium, dan magnesium. Ini dapat dimasukkan dalam makanan bayi ketika periode Mpasi mereka telah dimulai, sekitar 7-8 bulan. Kunyit merupakan bumbu aromatik yang memberikan manfaat bagi bayi.

Baca selengkapnya di : Manfaat dan Cara Mengolah Kunyit untuk Bayi

Jinten
Jinten adalah biji penyedap  yang paling banyak dikonsumsi. Jinten bisa dimasukkan dalam makanan bayi ketika periode penyapihan mereka telah dimulai, sekitar usia 9 bulan. Jinten memberi manfaat seperti:
  • Membantu mengobati kolik
  • Merawat pencernaan
  • Melawan pilek dan batuk
  • Mencegah infeksi pada saluran gastrointestinal
  • Menghasilkan suara tidur pada bayi
  • Meningkatkan jumlah hemoglobin

Ketumbar
Ketumbar adalah ramuan serta bumbu. Daunnya dapat digunakan untuk menghias hidangan dan sup sementara bijinya digunakan untuk membumbui makanan seperti rempah-rempah lainnya. Ketumbar sudah bisa diberikan ketika bayi pada masa Mpasi, sekitar 8 bulan. Ini adalah bumbu aromatik yang membuat makanan bayi semakin beraroma.

Ketumbar juga memiliki manfaat lain seperti:
  • Membantu mencegah gangguan lambung
  • Memiliki sifat antimikroba
  • Membantu pencernaan
  • Bertindak sebagai antiseptik
  • Mengobati diare
  • Membantu dalam mengurangi masalah gas pada bayi

Fenugreek
Daun Fenugreek juga digunakan untuk menambah rasa di piring sedangkan bijinya digunakan sebagai bumbu masakan. Karena baunya menyengat, bijinya bisa diberikan setelah masa Mpasi, yaitu setelah umur 8 bulan.

Bawang Putih
Bawang putih merupaka bumbu umum yang selalu ada di setiap dapur. tentunya bisa ditambahkan sebagai bumbu makanan bayi, yaitu setelah si kecil berumur 7 hingga 8 bulan.

Bawang putih kaya akan Vitamin C, ini membantu bayi Anda dengan cara-cara berikut:
  • Membantu memperbaiki pencernaan
  • Mengatasi flu, batuk, dan infeksi umum
  • Mendukung sistem kekebalan tubuh
  • Membantu meredakan sakit perut
  • Mencegah infeksi perut
  • Memiliki sifat antimikroba

Jahe
Jahe adalah akar yang biasanya dianggap sebagai bumbu. Ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit tertentu. Jahe menjadi bumbu yang kuat, baik untuk diberikan setelah 8 bulan.

Jahe memiliki beberapa manfaat seperti:
  • Jahe menyembuhkan pilek dan batuk
  • Membantu sakit perut
  • Meningkatkan kekebalan
  • Memperbaiki pencernaan
  • Melawan penyakit
  • Mengobati masalah pernapasan



Daun Min
Daun min dianggap sebagai herbal, digunakan untuk menghias hidangan sedangkan bubuk min kering digunakan sebagai bumbu untuk membuat masakan beraroma. Bumbu ini dapat dimasukkan dalam makanan bayi ketika masa Mpasi, sekitar 7-8 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, mint memiliki aroma yang menyegarkan dan juga memiliki manfaat lain seperti:
  • Memperbaiki pencernaan
  • Membantu mengobati infeksi kulit
  • Mencegah kembung
  • Meningkatkan gerakan usus
  • Mencegah heat stroke
  • Meredakan sakit perut

Saffron
Saffron adalah rempah-rempah aromatik yang berasal dari bunga saffron. Diperkaya dengan Vitamin C, Vitamin B6, zat besi, magnesium, dan potassium, bumbu ini bisa diperkenalkan setelah bayi berumur sekitar 6-7 bulan.

saffron untuk makanan bayi
Menjadi bumbu aromatik, saffron memiliki aroma yang sangat menenangkan dan juga memberi manfaat seperti:
  • Melawan infeksi
  • Membantu pembentukan jaringan
  • Meningkatkan jumlah sel darah merah
  • Melindungi dan menjaga kesehatan mata
  • Memiliki sifat anti-inflamasi
  • Berfungsi sebagai tonik lambung

Kayu Manis
Kayu manis adalah rempah-rempah aromatik, yang diperoleh dari kulit kayu pohon kayu manis yang dikupas dan dikeringkan. Ini memiliki beberapa sifat obat . Kayu manis bubuk dapat diberikan setelah 6-7 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, itu menambah rasa ketika dimasukkan ke makanan bayi dan juga memberi manfaat berupa:
  • Memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi
  • Melawan infeksi
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Memperkuat imunitas
  • Membantu meringankan hidung tersumbat
  • Membantu pencernaan

Kapulaga
Kapulaga adalah rempah-rempah, mengandung biji aromatik dari tanaman keluarga jahe. Kapulaga kaya akan zat besi, magnesium, kalsium, dan vitamin C. Bubuk kapulaga dapat diberikan setelah 6-7 bulan. Menjadi bumbu aromatik, itu menambah rasa ketika dimasukkan ke makanan bayi, selain itu juga bermanfaat untuk:
  • Aromanya yang aromatik membantu mencegah pilek dan batuk
  • Memerangi kembung
  • Membantu pencernaan
  • Berisi sifat anti-inflamasi.
  • Membantu menyingkirkan cegukan
  • Menjaga kebersihan gigi

Pala
Pala adalah rempah-rempah diperkaya dengan protein, serat, magnesium, kalsium, dan zat besi. Buah ini harus diberikan ketika periode penyapihan bayi telah dimulai, sekitar 8-9 bulan. Beberapa manfaat pala di antaranya:

  • Berfungsi lebih baik dari sistem pencernaan
  • Membantu mengeluarkan kelebihan gas dan mengurangi rasa sakit
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan gerakan usus
  • Obati batuk dan pilek biasa
  • Menginduksi tidur yang nyenyak .
Baca juga : Bayi Susah Tidur? Obati dengan Pala


Bumbu yang Harus dihindarkan:

Dua buah bumbu yang harus dihindarkan dari bayia dalah cabai dan lada. Rasa pedas bisa membuat selera makanan si kecil terganggu, selain itu juga bisa membuatnya menderita gangguan pencernaan.
Tunggu sampai si kecil berumur lebih besar untuk memasukkan dua bumbu ini.