Tuesday, March 13, 2018

Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi

Manfaat buah kiwi untuk bayi - Kiwi merupakan buah yang eksotis, berwarna hijau cerah dan tampak segar. Kandungan nutrisinya, terutam antioksidan baik untuk tubuh.begitu pun seratnya. Buah dengan serat tinggi bagus untuk pencernaan. Namun kiwi sedikit berasa asam, jadi apakah mungkin bisa diberikan untuk bayi? Bolehkah buah kiwi untuk bayi 7 bulan?

Artikel ini akan membahas mengenai manfaat buah kiwi untuk bayi, bagaimana buah tersebut bagus untuk mereka dan juga pengaruh sifat asam buah bagi kesehatan bayi.

Mengenalkan Buah Kiwi untuk Bayi


Kapan baiknya mengenalkan kiwi untuk bayi? Nah, perhatikan hal-hal berikut ya sebelum memutuskan memberikan manfaat buah kiwi untuk bayi. 
  • Lebih baik mengenalkan kiwi saat bayi berusia antara delapan dan sepuluh bulan karena sifatnya yang asam.
  • Jika bayi telah terindikasi mengalami alergi makanan atau ruam popok, maka mundurkan pengenalan buah kiwi hingga umur  10 dan 12 bulan.
  • Jika keluarga memiliki riwayat alergi makanan kiwi, maka mintalah saran dokter sebelum mengenalkan kiwi pada si kecil.
  • Meskipun sifat asamnya menyebabkan ruam mulut atau ruam popok, buah ini umumnya bukan pencetus alergi yang tinggi. Pada kenyataannya, buah kiwi sangat bergizi bagi bayi.

Fakta Nutrisi Kiwi


Buah kiwi, segar
1.00 2 inci
69.00 gram
Kalori: 42
GI: rendah
Gizi
Jumlah
vitamin C
63,96 mg
vitamin K
27,81 mcg
tembaga
0,09 mg
serat
2,07 g
vitamin E
1,01 mg (ATE)
kalium
215,28 mg
folat
17,25 mcg
mangan
0,07 mg

Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi

Selain rasa asam, kiwi memiliki berbagai macam nutrisi. Berikut manfaat buah kiwi untuk bayi..
  • Kiwi kaya akan vitamin C, vitamin A, potasium, serat, folat, dan antioksidan.
  • Satu porsi buah kiwi untuk bayi menyediakan 230% vitamin C per hari yang direkomendasikan, yang membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain, dan penyembuhan luka.
  • Kiwi bisa mengatasi sembelit memberikan  dan kaya akan antioksidan penangkal penyakit. Buah ini menawarkan 16% dari RDA untuk serat.
  • Buah kiwi kaya akan fitonutrien, yang memperbaiki DNA, dan melindungi beberapa jenis kanker.
  • Kiwi diyakini bisa mencegah asma, mengurangi lemak dalam darah, dan mengurangi bekuan darah pada tahap kehidupan selanjutnya.
  • Kiwi menyediakan 10% RDA untuk asam folat dan 10% RDA untuk Vitamin E.
  • Buah ini juga merupakan sumber kalsium, besi, kromium, tembaga, potassium, magnesium, dan seng .
 Baca juga: Manfaat Lobak untuk Bayi

Kapan Harus Menghindarkan Kiwi dari Makanan Bayi?


Sebaiknya Ibu tidak mengenalkan kiwi pada bayi jika bayi menunjukkan reaksi alergi terhadap pepaya, lateks, biji wijen, dan nanas karena reaksi alergi terhadap makanan ini cenderung dikaitkan dengan kiwi juga. Alergi terhadap kiwi juga biasa terlihat pada penderita demam (allergic rhinitis).

Beberapa buah seperti kiwi, jeruk, raspberry, dan stroberi dapat mengiritasi kulit di sekitar mulut bayi saat dia memakannya. Ini biasa terjadi saat dia mengalami eksim, tapi tidak berbahaya.

Gejala yang mengindikasikan alergi terhadap kiwi termasuk mulut yang sakit, pembengkakan bibir, lidah, wajah, atau muntah. Reaksi berat meliputi kesulitan bernapas dan mengi. Gejala bisa muncul sekitar dua jam setelah makan kiwi. Untuk memeriksa cara bayi bereaksi terhadap kiwi, lakukan mengenalkan makanan baru pada makanan sebelumnya dan jangan mencampurnya dengan beberapa makanan baru lainnya. Berikan hanya dalam jumlah kecil terlebih dahulu.

Cara Memilih Dan Menyimpan Kiwi Untuk Bayi?

Memilih kiwi organik selalu bagus. Namun, kiwi tidak termasuk buah-buahan yang terkontaminasi pestisida. Jangan pilih yang memiliki kulit yang memar, memiliki lekukan yang terlihat, lebih licin, atau memiliki bintik lembab. Pilih buah yang keras dan tunggu hingga matang dan lembut.
Tempatkan kiwi mentah ke dalam kantong kertas dengan pisang atau apel atau pir agar kiwi matang dalam dua hari. Kiwi dapat disimpan selama tiga sampai empat minggu di kulkas atau seminggu di luar kulkas.

Baca juga: Tekstur Makanan Bayi

Cara Membuat Puree Kiwi untuk Bayi

Manfaat buah kiwi untuk bayi

 

Seperti halnya buah lain, kiwi juga bisa diberikan dalam bentuk puree tunggal. cara membuat puree kiwi untuk bayi sangatlah sederhana, cukup dengan mengupas buah kiwi yang sudah matang, lalu haluskan dalam blender.

Buah kiwi sedikit asam, jadi selain puree tunggal, kiwi juga bisa dipadukan dengan buah lain agar rasanya menjadi lebih manis. Salah satunya adalah dengan pisang, atau bisa juga dengan apel, mangga, alpukat dan pir.

Membuat puree kombinasi ini sangatlah gampang, cukup kupas buah, bersihkan dan haluskan. Konsistensi bisa diatur dengan penambahan ASI/formula atau air. Hidangkan selagi segar dan tidak perlu dimasak.

Untuk puree yang sedikit lebih creamy, Ibu bisa menambahkan togurt alami dan beberapa tetes ekstrak vanily. 1 butir kiwi, cocok jika dikombinasikan dengan ½ cangkir yogurt. Cukup haluskan bersama-sama dan sajikan.

Selain puree, kiwi cocok dijadikan es loli karena warnanya yang hijau segar.  Caranya, puree kiwi dicampur dengan jus apel. Masukkan ke cetakan es lolu dan bekukan.

Pertanyaan Umum tentang Buah Kiwi

Apakah kiwi harus dikupas?
Jangan pernah menyajikan kiwi dengan kulit, terutama untuk bayi. Kulit susah dihaluskan, bisa membuat bayi tersedak. Ibu bisa memotong buah menjadi dua bagian, dan ambil dagingnya dengan sendok.

Bolehkah Bayi makan biji kiwi?
biji kiwi ukurannya kecil dan tidak menimbulkan bahaya tersedak. Namun ini tentu saja tergantung kemampuan bayi dalam mentolerir variasi tekstur makanan. Jika bayi masih belum bisa makan makanan kasar, maka hilangkanlah biji kiwi.

Bisakah puree kiwi dibekukan?
Tidak dianjurkan membekukan buah kiwi. Namun puree kiwi bisa dibekukan, hanya saja akan menjadi seperti pasir atau malah encer saat dicairkan.

Baca : Menyimpan dan Membekukan Makanan Bayi


No comments:

Post a Comment