Friday, March 23, 2018

11:03 AM

Buah Bit untuk Bayi & Cara Mengolahnya

Buah bit untuk bayi - Buah bit adalah adalah sayuran akar yang dikenal sangat baik untuk berbagai manfaat kesehatannya. Beberapa manfaat kesehatan untuk bayi termasuk penyembuhan untuk anemia, meningkatkan pencernaan, perlindungan hati atau hepatoprotektif, agen pembersihan untuk tubuh dan peningkatan aktivitas otak dan pengembangan.

Bit dikenal dengan beberapa nama lain seperti beetroot, bit meja, bit taman, bit merah, dll. Bit atau beet, dikenal dari zaman Yunani dan Romawi dan diyakini bermanfaat sebagai obat untuk demam dan pemurnian darah.Umumnya, bit direbus, dipanggang, dipanggang atau dimasak seperti sayuran lainnya dan juga ditambahkan ke beberapa salad.

Diyakini bahwa buah bit ini mungkin berasal di Timur Tengah di Tigris. Dari sana menyebar ke wilayah Mediterania, Turki, Iran, Eropa, Rusia dan di beberapa bagian Asia Tenggara juga. Setelah penemuan Amerika, bit juga diperkenalkan ke Benua Amerika, terutama di Amerika Selatan.

buah bit untuk bayi


Buah Bit untuk Bayi

Pertanyaan pertama yang pasti terbayang di benak orangtua adalah: kapan buah bit bisa diberikan pada bayi.

Periode ideal dan yang direkomendasikan untuk memperkenalkan bit pada bayi adalah antara 8-10 bulan. Bebebarapa sumber memang menyebut pemberian bit bisa dilakukan sejak umur 6 bulan. Namun mengingat, tingginya kandungan nitrat dalam buah bit, maka sebaiknya Ibu memundurkan mengenalkan bit pada bayi. Nitrat tidak mudah dicerna dan dapat menyebabkan kondisi yang disebut 'sindrom baby-blue' atau methemoglobinemia.  Untuk itu, berikan dia dalam porsi kecil (tidak lebih dari 1-2 sendok teh) setidaknya mulai umur 8-10 bulan.

Hindari bit jika bayi mengalami diare, karena mereka memiliki efek pencahar ringan.
Konsultasikan dengan dokter  sebelum memperkenalkan mereka, jika bayi menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Beberapa dokter anak menyarankan untuk tidak memberi makan bit  segar untuk bayi karena tingkat nitrat yang tinggi.  Alergi bit sangat jarang. Namun, periksa dengan dokter sebelum  mencobanya pada si kecil.

Catatan: Jangan khawatir jika kotoran bayi berwarna merah muda. Itu adalah kondisi normal setelah makan makanan yang mengandung bit.

Baca juga: Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri

Manfaat Buah Bit untuk Bayi

Bit memainkan peran penting dalam menanamkan kesehatan keseluruhan bayi Ibu Berikut beberapa manfaat kesehatan bit untuk bayi yang harus Ibu ketahui:
  • Kesehatan keseluruhan: Bit mampu mengurangi risiko bayi mengembangkan penyakit seperti rabun senja, glositis, beri-beri, sakit kuning, dll. Bit penuh dengan mineral dan vitamin seperti vitamin A, kalsium, folat, magnesium, kalium, dan banyak lagi . Mereka juga mengandung lipid dan protein.
  • Tingkatkan kekebalan: Antioksidan yang ada dalam bit meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu pencernaan: Bit kaya serat sehingga memudahkan proses pencernaan. Bit bisa menjadi alternatif bagi bayi sembelit dan juga membantu menenangkan sistem pencernaan yang bermasalah.
  • Aktivitas otak: Karena bit adalah sumber zat besi yang baik, maka bisa risiko anemia dan membantu perkembangan otak selama bulan-bulan awal. Ini meningkatkan sirkulasi darah di otak dan meningkatkan aktivitas. Betaine, zat yang hadir dalam bit, cenderung menenangkan pikiran bayi dan meningkatkan mood si kecil.
  • Pembersih alami: Bit bertindak sebagai pembersih alami terutama untuk organ seperti kantung empedu dan ginjal.
Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

 

Cara Mengolah Buat Bit untuk Bayi


Bit bukan salah satu dari makanan yang paling sangat terkontaminasi dengan pestisida, sehingga pembelian organik tidak begitu dianjurkan dan menjadi pilihan pribadi.

Ketika Ibu memilih bit untuk makanan bayi, cobalah untuk membeli bit segar. Bit berukuran sedang lebih empuk dan enak dibandingkan dengan bit besar. Banyak yang menyarankan agar memilih bit yang diamaternya tidak lebih dari  3-4 inci. Semakin besar ukuran, rasanya menjadi lebih tidak enak.

Pilih bit yang tidak memar atau tidak bercacat. Bit bisa berwarna merah, kuning dan tentu saja, warna ungu yang paling terkenal. Jika memungkinkan, belilah bit yang masih memiliki bagian atasnya yang hijau, atau memungkinkan berdaun karena akan tetap segar. Jangan melihat kotoran yang menempel pada bit sebagai sesuatu yang negative karena bagaimana pun, bit adalah sebuah umbi.

Untuk menyimpan bit, potong bagian hijau dan kemudian tempatkan dalam wadah kedap udara atau tas freezer dan letakkan di "rak sayuran" atau bagian belakang lemari es. Bit akan tetap segar selama sekitar 1 minggu asalkan tetap dingin.

Cara mengolah buah bit untuk bayi terbaik adalah dengan mengukus atau merebus. Memanggang juga merupakan cara memasak yang mudah. Bit kukus lebih mudah dibuat menjadi pure dan mengandung vitamin A beta karoten yang lebih banyak.

Jika Ibu khawatir dengan kandungan nitrat pada bit, maka merebus atau mengukus akan mampu mengurangi kandungan nitratnya. Bahkan ketika Ibu hendak memberi si kecil jus bit, maka kukuslah terlebih dahulu.

Bit harus dikupas sebelum dimakan. Bahkan orang dewasa pun tidak boleh memakan kulit bit karena tidak mudah dicerna. Potong-potong bit, baru mulai dimasak.
  •  Rebus air dalam panci sedang.
  • Tambahkan irisan bit dan masak hingga empuk (hampir 15 menit).
  • Tiriskan bit. Untuk menghentikan proses memasak, bilas dengan air dingin.
  • Haluskan bit yang sudah matang dalam blender hingga halus. Tambahkan air jika diperlukan.
Jika Ibu  lebih suka memanggang bit, cukup bungkus irisan bit dalam foil dan masak selama satu jam pada 360ºF atau 180ºC.

Sajikan irisan bit yang dicampur dengan kismis, saus apel, ubi jalar, ayam, beras merah, dll. Biasanya sekitar sepuluh bulan, bayi akan siap untuk makanan jari, dan Ibu a dapat menyajikan potongan bit yang dimasak kecil.

Ibu juga bisa menyimpan bit matang selama tiga haru dalam wadah bebas BPA di kulkas. Namun, disarankan untuk memberikan makanan yang baru disiapkan untuk bayi. Bekukan selama tiga bulan.

Buang air rebusan bit karena nitrat mungkin masuk ke dalam air selama proses memasak.

cara mengolah buah bit untuk bayi

Baca juga: Makanan untuk Bayi yang sedang Demam



Makanan Baik untuk dicampuran Dengan Bit
•    Apel
•    Kentang
•    Kacang polong
•    Summer Squash - zucchini atau kuning / berleher bengkok
•    Beras merah
•    kacang-kacangan
•    Ayam
•    Babi
•    Tahu - bit berubah menjadi warna ungu yang indah.

Beberapa Oalahan Buah Bit untuk Bayi


1. Kentang Ungu
Bahan:
  •  2 bit berukuran sedang
  • 1 wortel berukuran sedang
  • 2 kentang
  •  air
Cara memasak:
  • Cuci dan kupas wortel, bit, dan kentang. Potong menjadi irisan.
  • Kukus atau rebus dengan air sampai lunak. Setelah matang, haluskan dengan food processor. Tambahkan garam secukupnya.

2. Bit Panggang
Bahan:
  • 5 bit (ukuran sedang)
  • 1 sdm minyak zaitun
Cara Memasak:
  •  Bersihkan bit, kupas, dan iris.
  •  Olesi minyak zaitun di irisan bit dan taruh di atas loyang.
  • Panggang dengan suhu 350ºC selama sekitar sepuluh hingga 20 menit.
  • Taburkan sedikit garam sebelum disajikan.

3. Sup Bit
olahan buah bit untuk bayi

Bahan:
  •  3 bit (dikupas dan dipotong dadu)
  • 1 kentang (potong dadu)
  • 1 bawang mewah ukuran kecil (cincang / opsional)
  • 16 fl oz (2 cangkir) kaldu sayuran / kaldu buatan sendiri.
  • Yogurt 2oz (1/4 cangkir)
Cara memasak:
  • Masukkan semua bahan dalam panci (kecuali yogurt). Tambahkan air dan didihkan.
  • Masak sayuran masak sampai lunak dan kemudian buatlah puree/halusan.
  • Tambahkan yogurt segar dan sajikan.

4. Baby's Bit Mash
Bahan:
  • 2 bit  (dikupas dan dipotong)
  • 1 apel (dikupas dan dipotong)
  • 1 kentang (dikupas dan dipotong)
Cara memasak:
  • Kukus semua bahan sampai empuk (tambahkan apel di ujungnya).
  • Haluskan bahan-bahan, tambahkan air untuk mencapai konsistensi yang diinginkan.
  
5. Bubur Bit Apel
Bahan:
  • 1 bit (kupas, parut)
  • 1 apel (parut)
  • sedikit jahe segar (parut)
  • ¼ cangkir gandum
  • ½ gelas susu
Cara memasak:
  • Campur semua bahan dalam panci dan masak selama lima menit.
  • Tetap aduk sampai sayuran berubah menjadi lembut. Tambahkan lebih banyak susu ke bubur bit jika diperlukan.

 6. Jus Buah Delima dan Bit
Bahan:
  • 1 bit (dikupas, dipotong, dikukus)
  • 1 mangkok biji delima
Cara memasak:
  •  Campurkan bit kukus dan biji delima dalam blender.
  • Saring melalui saringan halus sebelum disajikan. .


Thursday, March 15, 2018

7:43 AM

Makanan untuk Bayi yang Sedang Demam

Bayi Ibu sedang panas/demam? Berikut makanan untuk bayi yang sedang demam dan juga makanan yang dilarang saat anak panas.

Demam adalah alasan paling umum mengapa orang tua membawa bayinya ke dokter. Jika bayi mengalami peningkatan suhu, wajar jika Ibu ingin melakukan apapun agar membantunya merasa lebih baik. Dengan memilih makanan terbaik untuk memberi makan bayi saat ia demam, Ibu bisa membuatnya lebih nyaman dan mempercepat penyembuhannya.

Sekilas Tentang Demam

Demam itu sendiri bukanlah penyakit; Ini cara tubuh melawan infeksi atau penyakit. Demam biasanya disebabkan karena berbagai infeksi seperti bakteri, virus, jamur atau kekebalan yang dimediasi.

Jangan panik jika anak Ibu demam, tapi ingatlah untuk tetap memerhatikan perilaku dan aktivitasnya untuk memantau tingkat keparahan penyakitnya. Setiap perubahan drastis dalam perilaku anak dapat segera dibawa ke dokter.

Gejala umum saat demam adalah:
  •     Peningkatan suhu tubuh
  •     Kehilangan selera makan
  •     Kekurangan minat
  •     Lemas
  •     Berkeringat dingin
Dalam beberapa kasus bahkan bisa ada muntah, diare, batuk & pilek tergantung infeksi. Hal yang paling penting untuk merawat semua kondisi ini dengan nutrisi yang baik untuk meringankan gejala dan membuat anak merasa nyaman.

Makanan untuk Bayi yang sedang Demam


Memberikan banyak ASI atau susu formula sangat dianjurkan jika bayi berumur di bawah setahun. ASI akan membantu mencegah si kecil mengalami dehidrasi dan memberinya nutrisi yang dibutuhkan. ASI secara khusus memberi manfaat pada bayi karena mengandung antibodi, mudah dicerna dan tindakan menyusui juga menghiburnya.

Mendorong anak untuk minum banyak cairan sangat penting saat ia menderita demam. Tubuh bisa cepat mengalami dehidrasi, terutama jika demam disertai diare atau muntah. Tawarkan cairan pada bayi sepanjang hari sekitar 1 atau 2 oz (30-60 ml)  setiap setengah jam. Cairan seperti air, minuman elektrolit, dan kaldu hangat  adalah pilihan bagus. Perhatikan baik-baik asupan cairan anak dan pastikan untuk memberi tahu dokter jika anak tidak cukup minum.
Makanan untuk Bayi yang Sedang Demam
Baca juga: Bahan Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Jika bayi sudah Mpasi, tawarkan padatan lain sesuai usia. Pilihlah makanan yang memiliki kalori tinggi, protein tinggi, rendah lemak, dan juga banyak mengandung cairan.

Dua atau 3 hari pertama, makanan untuk bayi yang sedang demam sebaiknya berupa makanan tinggi cairan seperti  sup ayam, air madu/gula, jus, susu (hanya jika tidak ada diare). Berikan makanan kecil secara berkala, setiap 2 jam yang dapat ditingkatkan secara bertahap sampai setiap 4 jam.

Sup ayam terbukti menjadi obat untuk penyakit terutama demam selama beberapa dekade. Para ilmuwan telah menentukan bahwa kombinasi antara ayam, kaldu dan sayuran bergizi yang ditemukan dalam sup ayam dapat memiliki efek penyembuhan pada tubuh. Sup ayam juga telah terbukti mengurangi peradangan di tubuh dengan menghambat produksi sel darah putih. Kehangatan sup mungkin juga memberi efek menenangkan pada anak yang sakit.  Asupan protein juga harus ditingkatkan, jadi penting untuk memberi nilai protein bergizi tinggi seperti susu, telur dan daging.

Selain itu, makanan untuk bayi yang sedang demam yang bagus adalah buah dan sayur. Buah dan sayuran penuh dengan vitamin yang akan sangat bermanfaat bagi anak saat dia melawan sumber demam. Cobalah buah antioksidan yang tinggi vitamin C, seperti jeruk dan buah sitrus lainnya.

Vitamin C sangat membantu dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh. Wortel adalah pilihan makanan yang baik untuk balita yang melawan infeksi, karena bahan makanan ini mengandung beta-karoten. Tubuh mengubah beta-karoten menjadi vitamin A, yang pada gilirannya, membantu  sel-sel putih dalam pertempuran melawan bakteri dan virus.

Sebagian besar anak-anak yang menderita demam akan mengalami penurunan nafsu makan, jadi Ibu mungkin perlu menawari mereka beberapa makanan kecil sepanjang hari. Tawarkan makanan yang tidak terlalu berat, berminyak atau pedas. Pilihan terbaik adalah dengan menawarkan makanan yang disuakai dan mudah dicerna seperti kentang tumbuk, mie atau nasi. Makanan ini biasanya mengandung kalori tinggi, yang dibutuhkan balita untuk membantu tubuhnya untuk melawan infeksi.

Baca juga: Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Makanan untuk bayi yang sedang demam
  • Jus buah
  • Air gula / air madu
  • Susu
  • Air kelapa
  • Telur
  • Jus sayuran
  • Sup
  • Sereal olahan
  • Daging lembut
  • Ikan panggang
  • Buttermilk dengan sedikit garam
  • Sayuran (daun)  rebus
  • Sayuran (wortel, kacang, labu, ubi jalar dll) rebus
  • Buah kering atau kacang kering dicampur dengan susu
  • Buah jeruk dan kuning (buah sitrus)

Makanan yang Dilarang Saat Anak Panas

  • Mentega
  • Minyak sayurMakanan berserat yang bisa menyebabkan iritasi
  • Gorengan
  • Kue kering
  • Olahan berbumbu
  • Minuman dengan aroma kuat
  • Sup krim

Beberapa hal yang perlu diingat:
  • Jangan memaksa anak untuk makan jika dia tidak menyukainya, hentikan dan coba lagi beberapa saat kemudian.
  • Pastikan mereka banyak istirahat.
  • Mandikan anak dengan air hangat cenderung panas sebagai kompres alami.
  • Kenakan pakaian yang ringan dan longgar.
  • Jaga agar kamar anak lapang, berventilasi baik dan pertahankan suhu yang tepat, jangan terlalu dingin atau terlalu panas.
  • Jika demam secara konsisten melonjak di atas 102-103 selama 2-3 hari Ibu harus segera menghubungi dokter anak.
Baca juga: Makanan untuk Bayi yang sedang Diare

Tuesday, March 13, 2018

11:04 AM

Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi

Manfaat buah kiwi untuk bayi - Kiwi merupakan buah yang eksotis, berwarna hijau cerah dan tampak segar. Kandungan nutrisinya, terutam antioksidan baik untuk tubuh.begitu pun seratnya. Buah dengan serat tinggi bagus untuk pencernaan. Namun kiwi sedikit berasa asam, jadi apakah mungkin bisa diberikan untuk bayi? Bolehkah buah kiwi untuk bayi 7 bulan?

Artikel ini akan membahas mengenai manfaat buah kiwi untuk bayi, bagaimana buah tersebut bagus untuk mereka dan juga pengaruh sifat asam buah bagi kesehatan bayi.

Mengenalkan Buah Kiwi untuk Bayi


Kapan baiknya mengenalkan kiwi untuk bayi? Nah, perhatikan hal-hal berikut ya sebelum memutuskan memberikan manfaat buah kiwi untuk bayi. 
  • Lebih baik mengenalkan kiwi saat bayi berusia antara delapan dan sepuluh bulan karena sifatnya yang asam.
  • Jika bayi telah terindikasi mengalami alergi makanan atau ruam popok, maka mundurkan pengenalan buah kiwi hingga umur  10 dan 12 bulan.
  • Jika keluarga memiliki riwayat alergi makanan kiwi, maka mintalah saran dokter sebelum mengenalkan kiwi pada si kecil.
  • Meskipun sifat asamnya menyebabkan ruam mulut atau ruam popok, buah ini umumnya bukan pencetus alergi yang tinggi. Pada kenyataannya, buah kiwi sangat bergizi bagi bayi.

Fakta Nutrisi Kiwi


Buah kiwi, segar
1.00 2 inci
69.00 gram
Kalori: 42
GI: rendah
Gizi
Jumlah
vitamin C
63,96 mg
vitamin K
27,81 mcg
tembaga
0,09 mg
serat
2,07 g
vitamin E
1,01 mg (ATE)
kalium
215,28 mg
folat
17,25 mcg
mangan
0,07 mg

Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi

Selain rasa asam, kiwi memiliki berbagai macam nutrisi. Berikut manfaat buah kiwi untuk bayi..
  • Kiwi kaya akan vitamin C, vitamin A, potasium, serat, folat, dan antioksidan.
  • Satu porsi buah kiwi untuk bayi menyediakan 230% vitamin C per hari yang direkomendasikan, yang membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain, dan penyembuhan luka.
  • Kiwi bisa mengatasi sembelit memberikan  dan kaya akan antioksidan penangkal penyakit. Buah ini menawarkan 16% dari RDA untuk serat.
  • Buah kiwi kaya akan fitonutrien, yang memperbaiki DNA, dan melindungi beberapa jenis kanker.
  • Kiwi diyakini bisa mencegah asma, mengurangi lemak dalam darah, dan mengurangi bekuan darah pada tahap kehidupan selanjutnya.
  • Kiwi menyediakan 10% RDA untuk asam folat dan 10% RDA untuk Vitamin E.
  • Buah ini juga merupakan sumber kalsium, besi, kromium, tembaga, potassium, magnesium, dan seng .
 Baca juga: Manfaat Lobak untuk Bayi

Kapan Harus Menghindarkan Kiwi dari Makanan Bayi?


Sebaiknya Ibu tidak mengenalkan kiwi pada bayi jika bayi menunjukkan reaksi alergi terhadap pepaya, lateks, biji wijen, dan nanas karena reaksi alergi terhadap makanan ini cenderung dikaitkan dengan kiwi juga. Alergi terhadap kiwi juga biasa terlihat pada penderita demam (allergic rhinitis).

Beberapa buah seperti kiwi, jeruk, raspberry, dan stroberi dapat mengiritasi kulit di sekitar mulut bayi saat dia memakannya. Ini biasa terjadi saat dia mengalami eksim, tapi tidak berbahaya.

Gejala yang mengindikasikan alergi terhadap kiwi termasuk mulut yang sakit, pembengkakan bibir, lidah, wajah, atau muntah. Reaksi berat meliputi kesulitan bernapas dan mengi. Gejala bisa muncul sekitar dua jam setelah makan kiwi. Untuk memeriksa cara bayi bereaksi terhadap kiwi, lakukan mengenalkan makanan baru pada makanan sebelumnya dan jangan mencampurnya dengan beberapa makanan baru lainnya. Berikan hanya dalam jumlah kecil terlebih dahulu.

Cara Memilih Dan Menyimpan Kiwi Untuk Bayi?

Memilih kiwi organik selalu bagus. Namun, kiwi tidak termasuk buah-buahan yang terkontaminasi pestisida. Jangan pilih yang memiliki kulit yang memar, memiliki lekukan yang terlihat, lebih licin, atau memiliki bintik lembab. Pilih buah yang keras dan tunggu hingga matang dan lembut.
Tempatkan kiwi mentah ke dalam kantong kertas dengan pisang atau apel atau pir agar kiwi matang dalam dua hari. Kiwi dapat disimpan selama tiga sampai empat minggu di kulkas atau seminggu di luar kulkas.

Baca juga: Tekstur Makanan Bayi

Cara Membuat Puree Kiwi untuk Bayi

Manfaat buah kiwi untuk bayi

 

Seperti halnya buah lain, kiwi juga bisa diberikan dalam bentuk puree tunggal. cara membuat puree kiwi untuk bayi sangatlah sederhana, cukup dengan mengupas buah kiwi yang sudah matang, lalu haluskan dalam blender.

Buah kiwi sedikit asam, jadi selain puree tunggal, kiwi juga bisa dipadukan dengan buah lain agar rasanya menjadi lebih manis. Salah satunya adalah dengan pisang, atau bisa juga dengan apel, mangga, alpukat dan pir.

Membuat puree kombinasi ini sangatlah gampang, cukup kupas buah, bersihkan dan haluskan. Konsistensi bisa diatur dengan penambahan ASI/formula atau air. Hidangkan selagi segar dan tidak perlu dimasak.

Untuk puree yang sedikit lebih creamy, Ibu bisa menambahkan togurt alami dan beberapa tetes ekstrak vanily. 1 butir kiwi, cocok jika dikombinasikan dengan ½ cangkir yogurt. Cukup haluskan bersama-sama dan sajikan.

Selain puree, kiwi cocok dijadikan es loli karena warnanya yang hijau segar.  Caranya, puree kiwi dicampur dengan jus apel. Masukkan ke cetakan es lolu dan bekukan.

Pertanyaan Umum tentang Buah Kiwi

Apakah kiwi harus dikupas?
Jangan pernah menyajikan kiwi dengan kulit, terutama untuk bayi. Kulit susah dihaluskan, bisa membuat bayi tersedak. Ibu bisa memotong buah menjadi dua bagian, dan ambil dagingnya dengan sendok.

Bolehkah Bayi makan biji kiwi?
biji kiwi ukurannya kecil dan tidak menimbulkan bahaya tersedak. Namun ini tentu saja tergantung kemampuan bayi dalam mentolerir variasi tekstur makanan. Jika bayi masih belum bisa makan makanan kasar, maka hilangkanlah biji kiwi.

Bisakah puree kiwi dibekukan?
Tidak dianjurkan membekukan buah kiwi. Namun puree kiwi bisa dibekukan, hanya saja akan menjadi seperti pasir atau malah encer saat dicairkan.

Baca : Menyimpan dan Membekukan Makanan Bayi