Wednesday, February 28, 2018

Khasiat Lobak untuk Bayi

Khasiat Lobak untuk bayi - Salah satu jenis sayuran akar yang baik sering dikonsumsi adalah lobak. Beragam manfaatnya dikenal  baik untuk kesehatan. Lalu, apakah lobak baik untuk bayi? Bagaimana cara membuat puree lobak untuk bayi?

Lobak merupakan sayur yang tumbuh di iklim sedang. Akar lobak biasanya digunakan sebagai sayur, salad dan olahan lain. namun sayuran di atas akar lebih bergizi dan menjadi gudang antioksidan, vitamin dan mineral. Di pasaran, lobak ada yang berwarna putih dan juga merah. Bagusnya, kedua jenis lobak ini untuk bayi.

Kandungan Gizi Lobak

Jika Ibu berniat menggunakan lobak sebagai salah satu bahan Mpasi si kecil, maka itu adalah pilihan yang tepat. Lobak memiliki beragam manfaat seperti:
  • Akar lobak adalah sumber vitamin C yang kaya.
  • Daun hijau lobak kaya akan vitamin A, C, K, kalsium, dan folat. Selain itu, juga mengandung sejumlah lutein tinggi.
  • 100 gram lobak mentah mengandung 28 kkal energi, 0,90 gram protein, 0,10 gram lemak lipid, 6,43 gram karbohidrat, 1,8 gram serat makanan, 3,80 gram gula. Ini juga mengandung vitamin A, B-6, B12, C, D, E, thiamin, riboflavin, niasin, folat.

Khasiat Lobak untuk Bayi

Khasiat Lobak untuk Bayi

Cara terbaik adalah mengenalkan lobak untuk makanan bayi saat ia berusia sekitar enam sampai tujuh bulan. Tetapi beberapa sumber merekomendasikan untuk menunggu hingga bayi berumur 8 bulan karena dikhawatirkan menimbulkan rasa panas dan kembung pada perut.

Pada saat itu, Ibu mungkin sudah mengenalkannya pada makanan padat. Lobak penuh dengan vitamin dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi pada usia ini. .
  • Karbohidrat yang ada di lobak akan membantu mencegah konstipasi atau ketidaknyamanan usus pada bayi. Ini juga akan memastikan sistem pencernaan bayi bekerja dengan baik.
  • Vitamin C akan membantu membangun dan memperkuat sistem kekebalan bayi. Vitamin ini juga akan membantu bayi menyerap zat besi dari makanannya.
  • Besi yang ada di lobak membantu perkembangan otak bayi.
  • Kandungan seng yang ada pada lobak meningkatkan fungsi otak dan sistem kekebalan bayi
Baca juga: Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri

Bisakah Lobak Menyebabkan Masalah Kesehatan Bagi Bayi? 

Meski tidak umum, terkadang makan lobak bisa menyebabkan gas pada bayi.
Si kecil mungkin tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas, mengalami ketidaknyamanan di perutnya dan menderita perut kembung. Cara terbaik untuk melihat reaksinya adalah mengenalkan lobak selama satu atau dua hari dan lihat apakah ada reaksi alergi atau gas pada si kecil. Jika tidak ada ketidaknyamanan, Ibu bisa terus memberikan lobaknya. Jika dia merasa tidak nyaman setelah makan lobak, hentikan hal yang sama dan bicarakan dengan dokternya.

Apakah Lobak Menyebabkan Alergi Makanan?

Jika Ibu memiliki riwayat alergi makanan dalam keluarga, kemungkinan bayi juga rentan dengan alergi lobak. Bicarakan dengan dokter bayi sebelum mengenalkan lobak. Jenis alergi lobak yang biasa terjadi pada bayi di antaranya bersin, batuk, pilek atau gatal. Jika Ibu melihat bayi mengalami gejala ini, berhentilah memberikannya lobak dan hubungi dokter.

Selain potensi alergi, lobak merupakan sayuran dengan nitrat tinggi seperti bit, wortel, sawi, bayam. Karenanya bagi bayi di bawah usia 6 bulan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya methemoglobinemia (kekurangan oksigen yang ditandai dengan kebiruan pada bayi).

Baca juga: Mpasi Buah Naga untuk Bayi 

Cara Mengenalkan Lobak untuk Bayi?

Pilih lobak bayi atau yang bulat kecil karena lebih manis dibanding yang lebih besar. Cuci lobak, kupas dan masak di pressure cooker dengan air. Setelah dingin bisa memadukannya menjadi pure atau sebagai finger food.  Selain dalam bentuk puree tunggal, Ibu juga bisa memadukan dengan bahan makanan lainnya seperti ubi, apel, kentang, bubur, ayam, dan juga pir.

Apakah lobak perlu dikupas?
Lobak yang kecil dan muda tidak perlu dikupas. Tetapi untuk lobak besar, Ibu harus mengupas karena dikhawatirkan kulit yang tua susah dicerna bayi.

No comments:

Post a Comment