Thursday, January 25, 2018

10:41 AM

Oatmeal untuk Mpasi 6 Bulan Bayi

Oatmeal untuk Bayi - Ibu pasti sudah tidak asing lagi dengan oatmeal. Makanan yang kaya serat, terbuat dari gandum. Jika Ibu sedang memikirkan makanan terbaik untuk mpasi bayi 6 bulan, maka cobalah oatmeal. Oatmeal sangat ringan, bahkan dibandingkan dengan nasi, sehingga bisa dicerna dengan mudah dan memberi banyak energi. Untuk itu, Mpasi oatmeal 6 bulan merupakan pilihan yang tepat.

Oatmeal untuk Bayi

Oatmeal merupakan salah satu sereal yang dianjurkan untuk menjadi makanan pertama bayi. Oatmeal sudah bisa diberikan untuk Mpasi mulai umur 4 bulan. Namun karena rekomendasi pemberian makanan padat baru dimulai pada umur 6 bulan, untuk itu Ibu bisa memberi oatmeal pada umur 6 bulan.

Mpasi oatmeal  6 bulan sangat bagus bagi bayi dibandingkan dengan beras. Kandungan seratnya yang lebih tinggi membuat bayi aman dari sembelit, selain itu rasa oatmeal lebih ringan dibanding beras sehingga bayi akan menyukainya. Selain itu, oatmeal juga memiliki reaksi alergi paling sedikit pada bayi dibandingkan dengan sereal dan makanan pokok lainnya.

Baca juga: Jenis Beras yang Bagus untuk  Bayi

Kandungan Gizi pada Oatmeal


Oatmeal (satu cangkir, teratur, tidak diperkaya & dimasak) Protein - 5.94g
 
VITAMIN

Vitamin A - 0 IU
Vitamin C - 0 mg
Vitamin B1 (tiamin) - .17 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .04 mg
Niacin - .53 mg
Folat - 14 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.
MINERAL
Kalium - 164 mg
Fosfor - 162 mg
Magnesium - 84 mg
Kalsium - 21 mg
Sodium - 9 mg
Besi - 2,11 mg
Selenium - 12 mg
Juga mengandung sejumlah kecil seng, mangan dan tembaga.

 

Manfaat Oatmeal untuk Bayi


Berikut adalah sekilas beberapa manfaat kesehatan yang didapat jika bayi diberikan Mpasi oatmeal.

Tinggi Mineral
Menurut USDA, oatmeal mengandung mineral penting. Mineral ini termasuk kalsium, besi, fosfor, magnesium, kalium, sodium dan seng. Masing-masing mineral ini menawarkan manfaat perkembangan yang berbeda bagi bayi. Misalnya kalsium dan fosfor berguna untuk membangun tulang. Besi berguna untuk meningkatkan produksi hemoglobin, magnesium membantu dalam pembangkit energi, memiliki peran dalam kesehatan tulang dan gigi, bertindak sebagai pencahar, dll. Kalium dan natrium dikenal sebagai elektrolit yang memfasilitasi aktivitas listrik di otak, sumsum tulang belakang dan pada semua otot.

Oatmeal untuk Mpasi 6 Bulan Bayi

Pasokan vitamin yang baik
Oat juga mengandung vitamin tinggi seperti thiamin, niasin, riboflavin, folat, vitamin B-6, vitamin K dan vitamin E. Vitamin ini juga mempromosikan berbagai aktivitas di tubuh dan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sumber antioksidan yang baik
Terlepas dari vitamin dan mineral, gandum juga tinggi antioksidan. Dalam diet anak-anak antioksidan paling sedikit dibicarakan. Tapi, kehadiran antioksidan dalam makanan tetap dibutuhkan. Aktivitas antioksidan mengurangi risiko serangan radikal bebas di dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan yang baik dalam jangka panjang. Hal ini penting dalam makanan bayi.

Tinggi energi
Untuk 100g oatmeal, energi yang diberikannya hampir 400 kkal. Jumlah ini jauh lebih tinggi tinggi bila dibandingkan dengan makanan lain. Makanan energi tinggi sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat.

Mudah dicerna
Meskipun oatmeal menyediakan energi dalam jumlah yang baik, makanan ini sangat mudah dicerna. Setiap makanan yang mudah dicerna sangat baik untuk bayi, karena sistem pencernaan mereka bisa mengolahnya dengan lebih mudah.  Hal ini menjadikannya makanan yang ideal karena memiliki energi tinggi dan mudah dicerna.

Pencahar Alami
Oatmeal tinggi serat makanan. Jumlah serat makanan sebanding dengan gandum. Serat makanan ini umumnya tidak dicerna, tetapi menyerap air di usus besar dan membuat tekstur kotoran menjadi lebih lembut sehingga mudah untuk dibuang. Gerakan usus yang bebas dan teratur juga akan mendorong nafsu makan pada bayi.

Baca juga: Mengatasi Susah BAB (Sembelit) Bayi


Merk Oatmeal Untuk Bayi

Oatmeal didapat dengan menggiling gandum, tetapi karena negara kita tidak menghasilkan biji gandum, Ibu bisa membeli oatmeal yang sudah jadi. Merk oatmeal yang banyak di pasaran adalah Quaker, dengan dua jenis. Ada yang instan(warna merah) ada pula yang berwarna biru (harus dimasak). Kedua merk Quaker ini bisa diberikan pada bayi tetapi lebih disarankan yang biru.
Selain Quaker, ada juga merk Heinz, Gerber, Lil’Bits, HappyBaby, dan lainnya. Apa pun merknya bisa, asalkan komposisinya murni gandum utuh. Perhatian cara memasak di label kemasan dengan teliti, begitu juga tanggak kedaluwarsanya.



Cara membuat Bubur Oatmeal untuk Mpasi Bayi

Seperti halnya beras, Ibu bisa menghaluskan oatmeal sebelum dimasak hingga menjadi tepung. Tepung oatmeal ini harus disimpan dalam wadah tertutup agar kedap udara. Selain itu, Ibu bisa juga memasak oatmeal terlebih dahulu, baru kemudian dihaluskan.

Saat memasak bubur oatmeal ini, gunakan ¼ hingga 1/3 cangkir oatmeal bersama 1-2 cangkir air. Aduk terus bubur agar tidak mengental. Tunggu hingga dingin, baru cairkan lagi dengan ASI atau susu formula. Penggunaan susu sangat baik, terutama bagi bayi yang baru Mpasi karena rasanya yang akrab di lidah bayi.

Selain susu, Ibu juga bisa memasak oatmeal dengan menggunakan kaldu.

Untuk pemberian pertama, baiknya Ibu memberikan bubur oatmeal tunggal, jangan dicampur dengan bahan lain. Setelah bayi lulus tes alergi oatmeal dan bahan lain, baru berikan bubur plus puree bahan lainnya.

Oatmeal bisa dikombinasikan dengan banyak jenis makanan, baik itu buah, sayur, daging, telur puyuh,  produk olahan susu seperti keju dan bahkan karbohidrat lain. yang perlu Ibu pastikan adalah bahan itu sudah lulus uji alergi dan sudah boleh diberikan pada bayi, sesuai dengan chart makanan yang ada.

Tambah EVOO dan alpukat juga bagus untuk meningkatkan asupan lemak untuk bayi.

Baca juga: Makanan untuk Bayi Umur 4-6 Bulan

Thursday, January 18, 2018

9:22 AM

Manfaat Asparagus untuk Bayi

Apa Ibu kehabisan ide sayur untuk dikenalkan untuk bayi? Kalau Ibu mau, cobalah asparagus. Salah satu jenis sayur ini sangat sehat, sehingga bagus untuk bayi. Artikel berikut akan mengupas manfaat asparagus untuk bayi, resep asparagus dan juga cara mengolah asparagus untuk bayi.

Kapan Bisa Mengenalkan Asparagus untuk Bayi?

Asparagus adalah sayuran yang sangat sehat sehingga Ibu bisa mulai bisa memberikannya setelah tahap penyapihan awal usai. Asparagus kaya akanVitamin C , vitamin B, serat, dan bahkan asam folat. Semua ini sangat penting untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan.

Mengenalkan asparagus sebagai makanan atau sayur mpasi bayi 6 bulan mungkin bukan pilihan yang baik. Sama seperti kembang kol dan brokoli, asparagus juga bisa menyebabkan perut kembung. Karena perut bayi masih cukupsensitif, dia mungkin akan sulit mencerna asparagus. Gas bisa menyebabkan kolik, yang akan membuat bayi tidak nyaman dan rewel.

Waktu terbaik untuk mengenalkan asparagus pada bayi  adalah saat berusia antara 8-10 bulan. Pada saat itu Ibu pasti sudah mengenalkan makanan lain ke bayi dan mengenalkan asparagus akan lebih mudah pada perut si kecil. Jika bayi menderita masalah pencernaan, kenalkan asparagus setelah si kecil berulang tahun yang pertama.

Kandungan Gizi Asparagus


Berikut adalah sekilas grafik gizi untuk asparagus:


PARAGUS, COOKED 1 CUP = 180 GRAMS [1]
NUTRIENTDRI/DV
Vitamin K101%
Folate67%
Copper33%
Vitamin B124%
Selenium20%
Vitamin B219%
Vitamin C18%
Vitamin E18%
Manganese14%
Phosphorus14%
Fiber14%
Potassium12%
Vitamin B312%
Choline11%
Zinc10%
Vitamin A10%
Iron9%
Protein9%
pantothenic acid8%
Vitamin B68%
Magnesium6%
Calcium4%
Baca juga: Durian untuk Bayi, Bolehkah?

 Manfaat Asparagus Bayi

Manfaat asparagus pada bayi meliputi kandungan serat makanan, yang akan mengatur pergerakan usus bayi dan mencegah sembelit. Sayur ini juga mengandung  vitamin B kompleks yang membantu fungsi metabolisme bayi.

Kandungan Vitamin A, C dan E yang ditemukan di asparagus akan membantu membuat sistem kekebalan tubuh bayi kuat dan melawan kemungkinan infeksi. Hal ini juga baik untuk mencegah kanker di tahun-tahun berikutnya.

Vitamin K dalam asparagus membantu menguatkan tulang bayi. Selain itu, juga bagus untuk membantu menjaga ancaman penyakit Alzheimer.

Manfaat Asparagus untuk Bayi


Cara Mengolah Asparagus untuk Bayi

Asparagus yang tersedia di pasaran biasanya berupa asparagus batangan. Untuk mendapatkan manfaat asparagus untuk bayi, maka pilihlah batang dan warna yang masih segar. Perhatikan pula kuntumnya, cari kuntum bunganya utuh, tidak sobek. Kini tersedia varietas asparagus mini (baby asparagus).

Bagian bawah asparagus biasanya bertekstur keras dan berkayu. Bagian yang bisa diberikan pada bayi adalah sepanjang 10 cm dari  pucuknya yang seperti kuntum bunga. Sementara itu, bagian batang yang keras bisa dikupas dan dimasak bagian dalamnya sebagai kaldu sayur.

Asparagus ini bisa dikukus atau dipanggang. Untuk anak yang lebih tua, bisa diolah menjadi finger food. Untuk bayi yang lebih muda, bisa dicincang untuk ditambahkan ke bubur bayi, isian nuget atau sup krim. Atau untuk anak di atas satu tahun, asparagus bisa digoreng sebagai tempura.

Baca juga: Aneka Resep Masakan Bayi umur 9-12 Bulan

Lima Ide Resep Untuk Asparagus Untuk Bayi:

Ingatlah untuk berbicara dengan dokter bayi sebelum menambahkan asparagus ke makanan bayi.
Berikut adalah lima ide resep yang akan membantu Ibu mempersiapkan asparagus untuk bayi dengan cara yang lezat, sehat dan mudah:

Asparagus dan Apple Puree:

Bahan:
  •  ½ buah apel (diiris)
  • 4 batang asparagus
  • 4 cangkir stok sayuran lain
Cara Memasak:
  • Kukus semua bahan hingga matang, pastikan apel dan asparagus empuk.
  • Setelah dingin, puree semua bahan hingga halus.

Sup Krim Asparagus

 Bahan:
  • 1 sdm yogurt
  • 3 batang asparagus yang dimasak (cincang)
  •  2 sdm keju krim
Cara Memasak:
  • Campur keju krim dan yogurt, lalu tambahkan asparagus yang dimasak.
  • Ibu bisa menggunakan resep ini sebagai saus, atau mengoleskan ke roti.

Asparagus dan Telur:

Bahan:
  • 2 butir telur
  • 2 sdm keju krim
  • 2 batang asparagus matang (cincang)
  • 1 sdm mentega
Cara Memasak:
  • Panaskan mentega di wajan. Kocok telur dan tambahkan ke dalam panci, aduk rata.
  • Tambahkan keju krim dan asparagus.
  • Masak sampai adonan mengeras.


Thursday, January 11, 2018

12:11 PM

Durian untuk Bayi, Bolehkah?

Durian, si raja buah menjadi favorit banyak orang dewasa. Namun bagaimana untuk bayi? Apakah bayi boleh makan durian?

Durian merupakan buah yang sarat akan manfaat. Selain rasanya yang enak dan membuat ketagihan, durian juga memiliki beberapa manfaat bagi tubuh.

Dari banyaknya manfaat, harusnya durian itu bisa menjadi makanan sehat untuk bayi. Namun apakah demikian adanya?


Dilansir dari health.detik.com, durian termasuk buah yang bisa diberikan untuk bayi. Hanya saja, pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh para Ibu selanjutnya adalah, seberapa banyak buah yang boleh dimakan oleh bayi dan pada umur berapa anak boleh makan durian?

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Durian?

Dari babyment.com, durian baru dianjurkan untuk dikenalkan pada bayi umur setahun. Ibu bisa mengenalkan rasa durian pada umur ini tetapi dengan asupan yang terbatas.  Untuk bayi di bawah umur 12 bulan, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi durian karena kandungan gulanya. Gula pada durian memang termasuk gula buah atau fruktosa yang jauh lebih sehat daripada sukrosa, tetapi kandungannya yang tinggi bisa membawa pengaruh buruk bagi bayi. Seperti kita tahu, asupan gula terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah pada gigi bayi, menyebabkan obesitas, memperberat beban ginjak dan juga bisa mengembangkan  resiko diabetes. Itulah sebabnya bayi di bawah setahun dianjurkan untuk menghindari gula dan garam.

baca juga: Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi 


Durian juga mengandung alkohol dan berserabut. Durian yang dikenal  bersifat ‘panas’ bisa menyebabkan gas. Selain itu, durian juga bisa merangsang asam lambung. Memberikan secara berlebih, terutama pada bayi dengan kondisi pencernaan yang belum sempurna akan menjadi sangat riskan. Bayi bisa panas dalam, menderita sakit perut dan pada akhirnya sembelit.

Baca juga: 7 Hal Umum Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Manfaat Durian untuk Bayi

Durian mengandung banyak nutrisi yang penting untuk bayi. Nutrisi itu termasuk:  lemak, protein, karbohidrat, vitamin C, Vitamin B2, vitamin B1, kalsium, serat, asam folat, zinc, magnesium, dan besi. Selain itu, mengenalkan durian juga  bagus untuk memperkaya varian rasa yang dikenal si kecil. Seperti kita tahu, di masa depannya, akan semakin banyak jenis makanan yang menawarkan rasa durian. Terbiasa dengan rasa ‘aneh’ itu sejak kecil akan memudahkannya untuk menerima makanan tersebut.

Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter jika Ibu ingin mengenalkan durian pada bayi. Pastikan Ibu mengawasi si kecil saat mengkonsumsi buah ini. Pilihlah daging buahnya yang sudah matang sempurna dan lembut. Pastikan bayi tidak memakan biji muda durian  karena bagian ini mengandung cyclopropene atau siklopropena yang bisa berefek racun untuk tubuh.


Baca juga: Manfaat Buah Melon untuk Bayi dan Balita

Saturday, January 6, 2018

9:50 AM

Manfaat buah melon untuk Bayi dan Balita

Melon adalah salah satu buah manis untuk bayi. Tanaman ini diperkirakan berasal dari India atau Afrika dan tumbuh subur di Indonesia. Ada beberapa jenis melon yang beredar di Indonesia. Umumnya, Sky Rocket Melon yang daging buahnya berwarna putih dan Rock Melon yang berwarna kuning oranye. Melon oranye rasanya biasanya lebih manis dan bagi beberapa bayi bisa digunakan untuk menghilangkan sembelit. Simak  artikel ini lebih lanjut untuk mengetahui manfaat buah melon untuk bayi dan balita.

Buah melon untuk Bayi dan Balita

 Bolehkah Bayi Makan Melon?


Tentu saja boleh. Idealnya, melon baru diperkenalkan ketika bayi berumur 8 -10 bulan. Namun ada pula beberapa Ibu yang sudah memberikan buah melon pada bayi 6 bulan. Namun perlu diketahui bahwa melon terkadang bisa menyebabkan ruam. Jadi jika ada riwayat alergi buah pada keluarga, sebaiknya Ibu berhati-hati.

Manfaat Melon untuk Bayi dan Balita


Melon mengandung vitamin A, vitamin C dan bahkan kalsium. Berikut kandungan yang tersedia dalam 1 cangkir buah melon.

Melon (1 cangkir mentah)

VITAMIN:
Vitamin A - 5276 IU
Vitamin C - 57,3 mg
Vitamin B1 (tiamin) - 0,06 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .03 mg
Niacin - 1,14 mg
Folat - 33 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil
MINERAL:
Kalium - 417 mg
Fosfor - 23 mg
Magnesium - 19 mg
Kalsium - 14 mg
Sodium - 25 mg
Besi - .33 mg
Juga mengandung sejumlah kecil mangan, tembaga dan seng.
Baca juga: Semangka untuk Bayi

Berikut merupakan manfaat yang diberikan melon untuk bayi dan balita Ibu:

melon untuk bayi

Salah satu sumber vitamin yang baik: Melon adalah sumber vitamin esensial seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, thiamin, niacin, folat, asam pantotenat, dan sebagainya. Masing-masing vitamin ini memiliki peran penting dalam tubuh.

Bagus untuk penglihatan: Melon mengandung zea-xanthin, karotenoid. Karotenoid ini sangat membantu dalam melindungi terhadap radiasi UV yang berbahaya yang masuk ke mata anak-anak dan orang dewasa. Pada orang tua, zat ini memberikan perlindungan terhadap Age Related Macular Disease.

Suplai antioksidan: Seperti buah-buahan lain, melon juga merupakan sumber antioksidan yang baik. Antioksidan ini berfungsi sebagai agen penetral untuk radikal bebas yang sering diproduksi selama metabolisme. Diet yang kaya akan antioksidan sangat penting untuk mencegah datangnya penyakit.

Memiliki khasiat antiinflamasi: melon juga memiliki khasiat anti inflamasi. Inflamasi dapat terjadi karena rangsangan yang berbahaya, kerusakan sel dan akibat iritasi. Beberapa peradangan ini dapat dikurangi dengan konsumsi melon.


Cara Memilih Buah Melon

Melon merupakan salah satu buah yang bebas pestisida, jadi aman untuk bayi. Memilih melon tidak susah,ciumi buahnya dan pilihnya melon yang memiliki aroma segar. Untuk melon yang sudah dipotong, Ibu bisa memilih yang warnanya cerah dan segar. Jangan pula memilih yang terlalu lembek karena biasanya sudah terlalu matang dan hampir busuk. Aroma manis akan tercium dari melon yang segar.

Cara Menyimpan Buah Melon

Melon yang belum dibuka bisa disimpan dalam suhu kamar. jangan membeli ukuran bisa jika hanya akan diberikan pada bayi. Pilih ukuran kecil, kupas dan potong. Melon yang sudah dipotong harus masuk kulkas. Ibu bisa menempatkannya pada wadah dan juga plastik.

Resep Makanan Bayi dari Buah Melon

Untuk bayi umur 8 tahun, Ibu sudah bisa memberikannya dalam keadaan mentah, baik untuk finger food atau pun puree.

puree melon untuk bayi

Untuk membuat puree melon, Ibu cukup mengupas dan memotong melon dalam bentuk dadu. Masukkan ke blender dan haluskan. Ibu tidak perlu menambahkan air karena melon mengandung banyak air. Jika Ibu pikir teksturnya terlalu cair, Ibu bisa menambahkan sereal, gandum, atau makanan lain.

Ibu juga mengkombinasikan melon dengan buah lainnya seperti pisang, alpukat, bluberi, persik, wortel (matang), zucchini (matang), ayam dan juga yogurt.



Thursday, January 4, 2018

9:30 AM

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan pengobatan Rumahan

Bayi hanya bisa bernafas dengan hidung, jadi ketika hidungnya mampet, maka ia akan kesulitan untuk menghirup udara. Salah satu cara mengeluarkan dahak pada bayi adalah dengan obat, tetapi pemberian obat itu rumit, karena harus ke dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat. Selain itu, obatnya kadang tidak efektif.

Nah, agar Ibu bisa membantu bayi melegakan saluran pernapasannya di rumah, maka Ibu bisa mencoba beberapa cara berikut. Pengobatan rumah yang akan menjadi pertolongan pertama untuk bayi sesak dalam mengeluarkan dahaknya.


Langkah 1
Jalankan shower dengan air panas untuk membuat kamar mandi beruap. Bawa bayi ke kamar mandi beruap, tinggal di sana selama sekitar 10 sampai 15 menit. Awasi bayi setiap saat selama berada di kamar mandi. Uap bisa membantu membersihkan saluran pernapasan yang tersumbat dahak sehingga bayi mudah meludahkan dahaknya.


Langkah 2
Mandikan bayi dengan air hangat yang menenangkan. Pastikan suhu air tidak panas agar tidak membuatnya melepuh. Air hangat bisa melonggarkan dahak, sehingga memudahkan bayi untuk meludahkannya.


Langkah 3
Jalankan vaporizer di kamar bayi untuk membuat uap. Awasi bayi saat alat penguap sedang berjalan, pastikan tidak ada anggota badan bayi terkena uap. Vaporizers melembabkan udara dengan uap dan beberapa perangkat mengandung reservoir untuk melepaskan inhalansara dekongestan alami, seperti kayu putih. Uap akan melonggarkan lendir bayi, sehingga membuatnya bisa meludahkannya dengan lebih mudah.


Baca juga : Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Anak


Langkah 4
Gosok dada bayi dengan balsem gosok khusus bayi (baby chest rub) atau bisa juga dengan minyak telon, Ibu bisa membelinya di apotek setempat. Pijatkan balsam ke dada dan juga aromaterapi, kombinasikan dengan pijatan lembut. Cara mengeluarkan dahak bayi yang satu ini sangat efektif untuk melonggarkan dahak bayi.


Langkah 5
Teteskan satu atau dua tetes semprotan garam bayi yang bisa Ibu  beli di apotek setempat ke lubang hidung bayi. Masukkan cairan itu ke dalam alat penetes, sementara bayi berbaring. Lakukan pada satu lubang hidung pada satu waktu. Cairan ini akan membantu mengencerkan dahak keras. Bersihkan lendir yang keluar dengan perlahan dengan menggunakan bulb syringe.


Baca juga : Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak 

Jika salah satu cara mengeluarkan dahak pada bayi di atas tidak berhasil, Ibu bisa mengkombinasikannya. Namun sekali lagi, cara tersebut merupakan pengobatan rumahan yang aman.

Tetap pantau kondisi bayi. Jika bayi  mengalami demam, muntah berkembang menjadi diare atau jika dia mengalami kesulitan bernafas, hubungi dokter.



Tuesday, January 2, 2018

10:19 AM

Bahan Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Memilih makanan untuk anak kadang menjadi perkara sulit, terutama ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan. Tidak hanya yang sehat, pada musim-musim pancaroba yang membuat cuaca tidak menentu, Ibu pun diharuskan memilih bahan makanan untuk daya tahan tubuh anak.

Untuk memudahkan Ibu, berikut daftar makanan super yang harus diolah dalam makanan anak untuk memenuhi semua kebutuhan nutrisi, membantu pertumbuhan dan perkembangan dan tentu saja meningkatkan kekebalan tubuh.

Telur
Direbus atau pun orak - arik, telur sangat serbaguna. Telur adalah sumber protein kelas satu. Bahkan kuning telur adalah gudang vitamin dan mineral vital yang penting untuk dikonsumsi anak Ibu. Ibu mendapatkan banyak antioksidan dari kuning telur juga.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak


Salmon
Banyak alasan untuk memenuhi piring anak dengan ikan. Salmon kaya akan asam lemak omega 3 yang membantu dalam perkembangan otak, penglihatan dan juga memiliki sejumlah manfaat kesehatan lainnya. Selain itu, salmon juga merupakan makanan untuk daya tubuh anak.

Baca juga: Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Kacang-kacangan
Sertakan semua varian  kacang pada anak. Pistachio, kenari, kismis, kurma, buah ara kering dll. Tawarkan anak segenggam kacang-kacangan yang sudah lulus tes alergi. Jika anak menolak mengunyahnya, beri mereka buah kering atau kacang chicki sebagai camilan.

Berry
Ukuran tidak masalah. Buah berry berwarna-warni kecil dan imut ini sangat tinggi kandungan nutrisinya. Tambahkan berry ke piring salad anak atau ke dalam jusnya. Berry juga memiliki manfaat tersembunyi lainnya

Baca juga : Manfaat Stroberi untuk Makanan Bayi

Tiram
Zinc sangat penting dalam membantu meningkatkan kekebalan tubuh, membangun protein, berfungsinya sel dan juga memperbaiki DNA. Tiram menawarkan seng dengan jumlah  berlimpah.

Baca juga: Kerang untuk Makanan Bayi
 


Buah Berwarna
Jangan hanya membatasi menu buah anak dengan apel, pisang dan jeruk. Ingat, warna buah semakin gelap dan dalam memiliki nutrisi yang semakin baik.  Jadi silakan pilih dari berbagai buah beri, melon, delima, persik dan banyak lagi.

Baca juga : Buah Delima untuk Makanan Bayi

Sayuran hijau
Bayam dan fenugreek adalah sumber asam folat dan seng yang kaya dan juga memberi jejak vitamin. Cobalah sayuran lainnya juga. Sayuran hijau merupakan makanan untuk daya tahan tubuh anak yang membantu  dalam perbaikan DNA juga.

Baca juga : Sayur untuk Makanan Bayi

Sayuran Keluarga Kubis
Jangan lupakan keluarga kubis yang meliputi kembang kol, brokoli, kol merah. Selain memiliki sifat anti-kanker, sayur ini juga dikenal untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Baca juga : Manfaat Kubis Merah untuk Makanan Bayi

Sayuran berwarna
Penting bagi anak untuk mengonsumsi sayuran berwarna-warni lain. Jangan hanya membatasi makanan anak hanya dengan sayuran hijau. Ibu harus lebih kreatif dalam mengolah makanan untuk daya tahan tubuh anak dengan memasukkan wortel, bit,  tomat, kentang manis. Buah-buahan ini kaya sumber antioksidan.

Biji-bijian utuh
Alih-alih menawarkan anak dengan roti-rotian yang hanya terbuat dari tepung gandum atau tepung beras, cobalah dengan memberikan anak biji-bijian utuh seperti gandum. Hal ini memastikan asupan serat dan nutrisi lebih baik.

Yoghurt
Jika yogurt polos tidak menarik minat anak, maka Ibu bisa memberinya rasa. Yoghurt penuh dengan probiotik. Bakteri yang baik berjuang dan menghentikan kolonisasi bakteri jahat di perut dan membantu menjaga anak dari infeksi perut dan dalam keadaan sehat.

Baca juga : Manfaat Yogurt untuk Makanan Bayi

Bawang putih & bawang merah
Meskipun bahan makanan untuk daya tahan tubuh anak satu ini membuat bau mulut, tapi bawang putih dan bawang dapat membantu melawan bakteri H.pylori di perut.  Mintalah bayi untuk membilas mulut atau sikat sesudahnya. Dengan cara ini Ibu juga menanamkan kebiasaan oral yang baik.

Demikianlah daftar makanan untuk daya tubuh anak yang bisa Ibu coba. Mengombinasikan dua atau lebih banyak bahan akan lebih bagus, sehingga kekebalan tubuh anak akan terjaga dan dia tidak gampang sakit.

My Blog List