Tuesday, October 2, 2018

8:07 AM

Kenali Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa pada bayi bisa terjadi kapan saja. kenali ciri-ciri bayi terkena intoleransi laktosa agar Ibu bisa mengetahuinya sejak awal.

Ibu mungkin tahu bahwa laktosa adalah gula yang biasa ditemukan dalam produk susu, termasuk ASI. Jenis makanan ini bisa membangun perkembangan untuk si kecil, untuk itu intoleransi laktosa pada bayi bisa menjadi sebuah mimpi buruk dan membuat kesehatan pencernaan mereka menjadi buruk.

Apa Itu Intoleransi Laktosa?


Intoleransi laktosa adalah gangguan di mana seseorang tidak dapat mencerna laktosa yang ada dalam produk susu. Padahal laktosa adalah karbohidrat penting untuk bayi. Laktosa ini harus dipecah oleh enzim laktase.

Jadi, jika tubuh bayi tidak dapat menghasilkan laktase yang cukup, ia tidak akan dapat memecah laktosa atau mendapatkan energi dari produk susu.

Hal ini sering menyebabkan perut kembung yang parah, kolik dan bahkan diare jika dibiarkan tidak terkendali.

Jenis Intoleransi Laktosa


Biasanya, intoleransi laktosa ada tiga jenis, yaitu:
  • Intoleransi laktosa kongenital: Jenis intoleransi ini terjadi karena kekurangan enzim laktase, yang pada dasarnya memetabolisme laktosa yang dikonsumsi bayi.
  • Intoleransi laktosa primer: Jenis intoleransi khusus ini terjadi ketika bayi lahir dengan tingkat laktase rendah.
  • Intoleransi laktosa sekunder: Ini terjadi jika bayi sudah menderita penyakit tertentu seperti sembelit atau diare dan ia mengembangkan intoleransi laktosa transien.

Jenis-jenis intoleransi ini kadang-kadang sulit untuk diidentifikasi secara langsung , sehingga Ibu harus benar-benar memperhatikan si kecil.

Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Ibu perlu mengetahui ciri ciri bayi terkena intoleransi laktosa  untuk memastikan apakah si kecil memang menderita hal ini atau tidak.

Biasanya ciri-ciri intoleransi ini berbeda pada setiap bayi.  Namun secara umum, ada kondisi-kondisi yang bisa dijadikan ciri ciri bayi terkena intoleransi laktosa.

•    Perut kembung,
•    Sakit perut
•    Diare,
•    Angin yang terperangkap di perut bayi,
•    BAB berair,
•    Kolik,
•    Sering menangis atau tidak nyaman,
•    Pergerakan perut menimbulkan suara bising,
•    Muntah

Setiap atau sebagian besar dari ciri-ciri ini bisa terjadi beberapa menit atau beberapa jam setelah bayi mengonsumsi susu atau produk susu. Namun, karena beberapa ciri di atas seringkali muncul bertepatan dengan masalah kesehatan, misalnya demam, maka orangtua kadang sulit untuk mengidentifikasi gejalanya sebagai gejala intoleransi laktosa.

Tetapi jika Ibu menduga bahwa si kecil mengalami intoleransi laktosa, Ibu harus membawanya ke dokter anak tanpa penundaan. Dokter dapat melakukan tes tertentu sebagai bagian dari pemeriksaan.
Tes untuk Memeriksa Intoleransi Laktosa pada Bayi

Umumnya, dokter melakukan tes Dimona atau tes napas hidrogen. Tetapi terkadang, itu tidak layak untuk dilakukan pada bayi. Karena itu, dokter biasanya lebih suka menjalankan tes tinja.

Jika tinja terlalu asam, yang berarti tingkat pH kurang dari 5,5, maka bayi memiliki kemungkinan menderita intoleransi laktosa.

Di sisi lain, jika tinja tidak terlalu asam, gejala-gejala di atas yang muncul pada bayi, bisa jadi disebabkan oleh kondisi medis yang lain.

Kenali Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Cara Merawat Intoleransi Laktosa pada Bayi


Umumnya, dokter akan mendiagnosa bayi dengan intoleransi laktosa jika mendeteksi tidak hanya satu tetapi setidaknya dua atau tiga gejala. Hal ini terutama berlaku untuk intoleransi laktosa kongenital.

1. Intoleransi Laktosa Kongenital

Kurangnya penambahan berat badan, muntah terus menerus, diare dan kolik dapat dianggap sebagai gejala intoleransi laktosa.

Sekarang, jika gejala-gejala ini lebih dibuktikan oleh tes tinja, maka Ibu harus berhenti memberikan produk susu dengan segera pada bayi.

Ada beberapa formula susu bebas laktosa yang tersedia di pasar yang dapat Ibu coba. Tetapi jangan berhenti memberinya ASI, kecuali dokter meminta lain. Dalam kasus langka dan akut, dokter mungkin meminta Ibu untuk berhenti menyusui untuk memeriksa apakah gejalanya kambuh kembali.

2. Intoleransi Laktosa Primer

Dalam kasus intoleransi laktosa primer pada bayi, dokter mungkin merekomendasikan memberikan produk bebas laktosa selama beberapa waktu sebagai periode percobaan. Periode ini bisa berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada tingkat keparahan kondisi.

3. Intoleransi Laktosa Sekunder


Jika seorang bayi menderita intoleransi laktosa sekunder, ia bisa saja mengalami diare berat atau muntah. Pada titik ini, Ibu mungkin disarankan untuk menghentikan produk-produk berbasis laktosa untuk sementara waktu sampai si kecil sembuh.

Begitu ia pulih, Ibu bisa mulai memberinya produk susu atau produk berbasis susu. Biasanya periode penghentian ini membantu bayi untuk menambah berat badan dan menjadi lebih baik dan mereka dapat mencerna produk berbasis laktosa dalam jangka panjang.

Terlepas dari jenis intoleransi laktosa apa yang diderita bayi, ingatlah bahwa itu dapat terjadi kapan saja. Intoleransi laktosa tidak hanya terjadi pasa masa ekslusif susu atau ASI, bisa juga pada masa MPASI.

Namun, seorang anak dengan intoleransi laktosa bawaan dan primer akan memiliki masalah dengan produk susu dan produk berbasis susu sejak lahir. Untuk anak dengan intoleransi laktosa sekunder, kondisinya bisa membaik seiring waktu.


Monday, July 23, 2018

9:51 AM

Cara Membuat Jus Prune untuk Bayi Sembelit

Memanfaatkan jus prune dan cara membuat jus prune untuk bayi sembelit

Salah satu cara mengamati kesehatan bayi adalah dengan mengamati isi popoknya. BAB yang lancar, dengan tekstur dan konsistensi yang tepat menunjukkan bahwa si kecil mengonsumsi makanan yang tepat dan juga memiliki kesehatan yang baik. Beda halnya jika si kecil menderita masalah ketika BAB, entah itu sembelit atau pun ada darah di kotorannya.

Salah satu masalah tersebut adalah konstipasi atau sembelit. Sembelit terjadi bisa karena beberapa faktor, di antaranya makanan yang kurang serat, kurang air, masalah pencernaan atau bahkan alergi. Apa pun penyebabnya, sembelit itu bisa menyakiti bayi.

Ada beberapa cara untuk membantu bayi dalam mengatasi sembelit, Ibu bisa membacanya di artikel : Mengatasi Susah BAB (Sembelit) pada Bayi Mpasi. Salah satunya adalah konsumsi buah yang mengandung serat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas salah satu buah tersebut, yaitu prune dan cara membuat jus prune untuk bayi sembelit.

Prune merupakan buah plum yang dikeringkan, merupakan buah yang sudah dikenal lama untuk obat alami sembelit. Prune kaya serat tidak larut serta sorektorol pencahar alami. Banyak orang dewasa menggunakan jus prune untuk meredakan sembelit, tetapi bagaimana untuk bayi?

Cara Membuat Jus Prune (Plum) untuk Bayi Sembelit


Memanfaatkan Jus Prune untuk Bayi Sembelit

Jus prune membantu memperlancar buang air besar dan mengatasi kondisi stress akibat  sembelit (sebagai bonus, prunes juga kaya akan zat besi, kalium dan banyak vitamin lain).  Prunes mengandung Sorbitol dalam jumlah besar, termasuk serat larut dan tidak larut, dan polifenol. Semua senyawa yang efektif ini memiliki sifat laksatif. Sorbitol yang ada dalam jus prune membantu meningkatkan kandungan cairan usus bayi. Hal itu akan membuat tinja lunak dan mendorong BAB dengan baik.

Menggunakan jus prune untuk bayi sembelit sangat handal dan lebih aman daripada menggunakan obat. Beberapa orang tua menemukan bahwa jus prune bahkan lebih efektif daripada obat yang mengandung psyllium dan tanpa risiko efek samping yang berbahaya.

Baca juga: Manfaat Kismis untuk Bayi dan Balita

Berapa banyak jus prune yang harus saya berikan kepada bayi saya?

Jumlah jus prune yang bisa Ibu berikan kepada bayi tergantung pada usianya. Untuk bayi di bawah 6 bulan dan belum mulai Mpasi, maka jangan memberikan jus prune untuk bayi sembelit, kecuali jika dokter sudah menyetujuinya. Mengenalkan jus prune sebelum Mpasi bisa saja membuat masalah lebih buruk.

momtastic.com menyebutkan bahwa untuk bayi di bawah 6 bulan, Ibu bisa memberikan 1 sendok makan jus prune yang diencerkan dalam 2-3 ons air (30-60 ml).  Sementara untuk bayi di atas 6 bulan, Ibu bisa memberinya jus prune murni tanpa pengenceran. Mulai beri bayi 6 bulan dengan 2 ons (60 ml) sehari tanpa menambahkan air.  Jika si kecil tidak memiliki masalah, Ibu bisa memberikannya 2-4 oz jus prune (60 ml -120 ml). Setelah 8 bulan, si kecil bisa diberikan hingga 6 ons jus setiap harinya.

Namun karena rasa jus prune begitu kuat, kadang ada beberapa bayi yang tidak menyukainya. Jika jus prune murni ditolak oleh si kecil, maka cobalah untuk mengencerkannya. Atau, untuk membuat rasa jus lebih enak, Ibu bisa menambahkan beberapa jus alami lain seperti apel dan pir. Ada beberapa Ibu yang bahkan mencampurkan jus prune dengan oatmeal.

Jangan memberi berlebihan karena sistem pencernaan bayi masih berkembang. Terlalu banyak jus prune bisa menyebabkan iritasi lambung dan diare.

Jus Prune (Plum) untuk Bayi Sembelit

Cara Membuat Jus Prune untuk Bayi Sembelit


Jus prune biasanya tersedia di pasaran dalam kemasan botolan.  Namun jika Ibu memilih untuk membuat sendiri, ada dua metode untuk membuat jus prune bagi si kecil.

Metode 1.

  • Rendam buah prune dalam air selama satu hari penuh hingga daging buahnya lunak.
  • Hilangkan lubang dari plum yang lunak, lalu masukkan ke dalam blender.
  • Tambahkan sedikit jus apel atau pisang matang untuk meningkatkan rasa jus.

Metode 2:
Cara lain untuk menyiapkan jus prune buatan sendiri adalah merebus buah dalam air.
  • Masukkan prune  ke dalam panci berisi air.
  • Letakkan panci di atas api sedang dan rebus air.
  • Sekarang keluarkan plum dan tiriskan.
  • Setelah prune mendingin hingga suhu kamar, perlahan-lahan buang bijinya dan haluskan dengan menggunakan blender.
  • Blender untuk mendapatkan pasta yang halus dan tambahkan apel atau jus buah lainnya untuk meningkatkan rasa.

Sembelit biasanya menimbulkan rasa sakit pada bayi. Jika sembelit tidak juga berhenti setelah konsumsi jus prune, maka sebaiknya Ibu memeriksakan si kecil ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.


Friday, June 22, 2018

10:22 AM

Manfaat Kismis untuk Balita dan Bayi

Pernahkah Ibu memberikan kismis untuk bayi? Berikut manfaat kismis untuk balita dan bayi yang perlu Ibu ketahui.

Kismis terbuat dari buah anggur terbaik dan termanis, yang dikeringkan dan bisa ditemukan dengan mudah pada roti atau jajanan. Sebagai sumber karbohidrat, kismis juga menawarkan zat besi yang penuh dengan manfaat untuk kesehatan bayi. Rasanya yang manis bisa menjadi alternatif permen dan cokelat.

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Kismis?

Sebelum memberikan kismis untuk si kecil, Ibu sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
  • Ibu tidak boleh memberikan kismis sampai bayi berusia setidaknya 7 hingga 9 bulan. Beberapa sumber juga menyebut bahwa Ibu harus menunggu si kecil berusia 8 bulan.
  • Ibu akan tahu bahwa dia siap untuk menyantap kismis ketika si kecil mulai meraih sendok ketika diberi makanan.
  • Bagian belakang atau gigi geraham umumnya muncul setelah satu setengah tahun.
  • Bayi dengan masalah fisik dan keterlambatan perkembangan merasa sulit menelan atau mengunyah. Ibu tidak harus menawarkan kismis untuk bayi dalam kasus ini. 
Baca juga: Manfaat Zucchini untuk Bayi 
manfaat kismis untuk balita dan bayi

Efek Samping Makan Kismis

Kismis manis dan kenyal, yang menimbulkan efek kesehatan yang buruk. Beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, di antaranya:
  •  Kismis cenderung menempel pada gigi dan menimbulkan pembentukan bakteri. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempengaruhi email.
  • Disarankan untuk memberikan kismis diberikan sebagai bagian dari makanan utama. Dengan begitu, akan membantu makanan lain untuk mengeluarkan kismis dari gigi.
  • Ibu tidak boleh menawarkan kismis pada si kecil saat tidur karena akan meningkatkan bahaya tersedak.
  • Biasakan si kecil untuk menyikat sebelum tidur untuk memastikan semua residu kismis dihilangkan.
  • Jangan memberi makan kismis jika Ibu berada dalam mobil yang bergerak karena bayi mungkin mulai tersedak. Ingat, bayi kecil tidak membuat suara tercekik saat tersedak dan Ibu mungkin tidak akan menyadarinya.
  • Pastikan bahwa si kecil tidak mengonsumsi lebih dari satu kismis pada satu waktu. Buat bayi duduk di suatu tempat dan berikan kismis satu per satu.
 Baca juga: Mengatasi Sembelit pada Bayi

Manfaat Kismis untuk Balita dan Bayi

Selain efek samping seperti di atas, kismis juga memiliki manfaat untuk kesehatan si kecil. berikut manfaat kismis untuk otak dan kesehatan balita dan bayi secara keseluruhan.
  • Kismis kaya akan mineral seperti kalium, fosfor, besi, kalsium, dan magnesium yang membantu perkembangan mental dan fisik bayi dan balita.
  • Kismis mengurangi kemungkinan asidosis dengan mengurangi kadar asam dalam tubuh. Hal ini bisa membantu memastikan kesehatan yang baik.
  • Kismis adalah obat pencahar alami yang membantu mengatasi sembelit. Asupan kismis secara teratur membantu meningkatkan gerakan usus dan meningkatkan sistem pencernaan bayi. Ibu bisa memberikan kismis pada bayi setelah merebusnya dalam air dan kemudian menghancurkannya untuk membuat pasta yang halus.
  • Kismis sangat membantu selama demam. Sama seperti kurma, kismis juga bisa bertindak sebagai tonik saat demam.
  • Kismis sangat bermanfaat dalam mengobati cedera otak. Buah-buahan kering ini membantu melindungi sistem saraf pusat. Terlepas dari ini, kismis juga membantu meningkatkan memori.
  • Kismis mengandung sifat antimikroba. 

efek samping makan kismis

Sementara menurut Departemen Pertanian AS, nutrisi yang didapat dari kismis adalah sebagai berikut:
 
Gizi Nilai per 100 g Gizi Nilai per 100 g
air 15,43 g Energi 299 kkal
Protein 3,07 g Total Lipid 0,46 g
Karbohidrat 79,18 g Serat 3,7 g
Gula 59,19 g Kalsium 50 mg
Besi 1,88 mg Magnesium 32 mg
Phosphorous 101 mg Kalium 749 mg
Sodium 11 mg Seng 0,22 mg
Vitamin C 2,3 mg Thiamin 0,106 mg
Riboflavin 0,125 mg Niasin 0,766 mg
Vitamin B-6 0,174 mg Folat 5 ug
Vitamin E 0,12 mg Vitamin K 3,5 ug

Tips Memberikan Kismis 

Kismis juga tinggi kandungan gula, karena itu jangan memberikan bayi buah ini dalam porsi berlebih untuk menghindari kerusakan gigi.
  • Hindarkan jus kismis karena bisa meningkatkan kemungkinan gigi berlubang. Sebaiknya tawarkan jus ini pada bayi hanya dalam kondisi ekstrem seperti demam.
  • Menghancurkan kismis menjadi potongan kecil adalah cara terbaik untuk membuat kismis lebih mudah untuk bayi.
  • Selain dalam bentuk hancuran, Ibu juga bisa memberi kismis pada bayi lewat jus apel, oatmeal, puding, kue dan masakan lain.
Baca juga: Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Wednesday, June 20, 2018

6:00 PM

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan Cara Memasak

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan cara memasak zucchini untuk bayi.

 Zucchini atau labu italia merupakan salah satu jenis labu musim panas (summer squash) yang bagus untuk bayi dan bisa diolah menjadi Mpasi yang sehat.  Jenis sayur ini sangat serbaguna, mengandung banyak mineral penting, bukan jenis makanan yang menimbulkan reaksi alergi, dan tidak juga menyebabkan sembelit. Untuk itulah, penting untuk Ibu menambahkan sayur ini pada makanan bayi.

Zucchini bisa didapatkan dengan mudah di swalayan. Bentuknya mirip mentimun, tetapi memiliki tekstur kulit yang berbeda. Zucchini memiliki rasa yang segar dengan cita rasa manis. Lalu, kapan sih sayur ini bisa dikenalkan pada bayi?

Kapan Mengenalkan Zucchini pada Bayi?

Ibu sudah bisa mengenalkan sayur ini sejak umur 6 bulan. Namun mengingat kulitnya sedikit keras, ada baiknya Ibu menunggu hingga umur 8 bulan untuk mengenalkan zucchini, terutama jika si kecil rentan terhadap gangguan pencernaan. Atau, Ibu bisa mengupas kulitnya agar mengurangi komplikasi kesehatan.

Walau zucchini bukan alergen umum, tetapi memastikan bahwa jenis makanan ini aman adalah prioritas. Tetap gunakan aturan 4 day wait rule, untuk memantau gejala alergi.

Baca juga: Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Kandungan Gizi Zucchini

Zucchini mengandung beta karoten, kalium, folat, dan vitamin C yang berguna bagi kesehatan. Selain itu, zucchini jarang menimbulkan komplikasi pencernaan seperti sembelit atau alergi. Rasanya yang lembut bisa ditambahkan pada apa saja tanpa mengubah rasa makanan itu.
Berikut kandungan gizi zucchini:

(1/2 cangkir direbus & dikeringkan dengan kulit)

VITAMIN:

Vitamin A - 1340 mg
Vitamin C - 5,5 mg
Asam pantotenat - 0,3 mg
Niasin - 0,05 mg
Riboflavin - .04 mg
Tiamin - .04 mg
Folat - 20 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.   

MINERAL:

Kalium - 304 mg
Fosfor - 48 mg
Magnesium - 26 mg
Kalsium - 16 mg
Sodium - 287 mg
Setrika - .42 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, tembaga, mangan dan lainnya.

Baca juga: Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Cara Memasak Zucchini untuk Bayi

Zucchini tidak perlu dikupas, karena kandungan gizinya justru paling banyak terdapat pada kulitnya. Selain kulit, bijinya juga lembut, bisa dihaluskan dengan mudah dan tidak perlu dibuang.

Berikut cara memasak zucchini untuk bayi:

Langkah 1
Zucchini merupakan labu musim panas yang dipetik saat buahnya belum matang sempurna. Zucchini memiliki bentuk yang mirip dengan mentimun . Warnanya bervariasi, dari hijau, hijau pucat atau kuning - biasanya bergaris dan kadang-kadang rintik.

Pilihlah sayur yang kecil (5 hingga 6 inci atau lebih) karena memiliki tekstur dan rasa yang lebih bagus daripada sayur berukuran besar. Hindarkan membeli zucchini yang berbintik, pilih yang kulitnya mengkilap dan bebas noda.

Sayur ini bisa disimpan dalam kulkas selama 3 hari dengan menggunakan kantung plastik. Karena zucchini adalah sayur yang lembut, maka pastikan permukaannya benar-benar kering ketika disimpan di kulkas. Sayur beku yang dicairkan bisa menjadi sangat lembek karena mengandung banyak air.


Langkah 2
Bagilah zucchini menjadi dua bagian lebar dengan pisau. Ibu bisa memasak setengah bagiannya dalam satu waktu karena zucchini matang bisa disimpan selama dua hari. Setengahnya bisa disimpan dalam keadaan mentah.

Langkah 3
Potong ujung zucchini. Cuci sayuran secara menyeluruh di bawah aliran air dingin yang mengalir deras.

Langkah 4
Potong zucchini menjadi irisan tipis.

Langkah 5
Isi panci kecil dengan air dingin dan didihkan dengan api besar.

Langkah 6
Tambahkan irisan zucchini ke dalam panci. Tunggu sampai air mendidih kembali, lalu kecilkan nyala api ke sedang.

Langkah 7
Rebus zucchini sampai empuk, biasanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Langkah 8
Tiriskan air dan masukkan zucchini yang sudah matang ke dalam food processor. Haluskan sayur dan sesuaikan konsistensinya. Jika puree tampak terlalu tebal, tambahkan air dingin secara bertahap, 1 sendok teh setiap kali, sampai konsistensi yang benar.

Langkah 9
Biarkan puree dingin sebelum memberikannya kepada bayi. Simpan sisa makanan dalam wadah tertutup di kulkas hingga dua hari.

Selain direbus, zucchini juga bisa dikukus. Atau jika Ibu mau, Ibu juga bisa menumis zucchini bersama labu kuning dengan sedikit minyak zaitun dan rempah-rempah. Puree zucchini bagus jika dikombinasikan dengan ubi, kentang, wortel, butternut squash dan ayam.

Baca juga:  Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi


Monday, June 11, 2018

1:44 PM

Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi

Ibu berencana memberi Mpasi pisang untuk si kecil?

Itu rencana yang bagus, Bu. Seperti kita tahu, pisang merupakan pilihan Mpasi pertama yang bagus. buah ini kaya akan gizi dan sangat mudah dicerna perut si kecil. Untuk memberikannya, Ibu bisa mulai dengan membuat puree pisang. Nah, pada artikel ini, kita akan membahas 5 cara mudah menyiapkan puree pisang  serta cara membuat puree pisang untuk bayi.

5 Langkah Mudah Untuk Cara Mempersiapkan Pure Pisang Untuk Bayi:

Membuat pure pisang untuk bayi sangat mudah disiapkan, selain itu juga multiguna.
•    Ibu bisa  menambahkan pure pisang ke sereal harian si kecil. Ini akan menambah rasa ekstra pada makanan sehari-hari.
•    Pure pisang adalah hidangan cepat saji sekligus lezat.

1. Memilih Pisang – Segar dan Matang

Cara membuat puree pisang untuk bayi
Ada beberapa jenis pisang yang tersedia di pasaran. Biasanya, para Ibu sering memberi bayi pisang ambon. Selain itu, Ibu juga bisa memberi si kecil pisang kepok, pisang emas dan pisang susu. Sebenarnya, pisang apa pun bisa untuk bayi, asalkan matang, segar dan tidak asam. Pilihlah pisang yang bebas noda dan berwarna kuning. Jangan memilih pisang yang hijau karena belum matang. Pisang dengan bintik-bintik juga menandakan sudah kelewat matang, jadi usahakan jangan memilih jenis pisang ini.

 Baca juga: Manfaat Mpasi Jagung untuk Bayi

2. Mencuci, Mengupas dan Mengiris Pisang:

Ibu bisa langsung mengupas kulit pisang dan kemudian melumatnya.  Tetapi sangat penting untuk membersihkannya dengan baik sebelum Ibu menjadikannya puree.
  • Pertama-tama, Ibu bisa mencampur air dan cuka dalam mangkuk dengan perbandingan 3: 1. Gunakan campuran itu untuk membersihkan pisang (yang masih berkulit). Cuka membantu menghilangkan bakteri pada kulit pisang.
  • Bersihkan setiap pisang di bawah air keran (air dingin) dan keringkan. Sekarang kupas kulitnya.
  • Setelah dikupas, pisang biasanya tidak akan bertahan lama. Jadi usahakan membuat puree menjelang waktu makan.  hal ini akan membuat kesegarannya terjaga.

3. Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi 

Cara membuat puree pisang untuk bayi sangatlah mudah. Hancurkan potongan pisang menggunakan sendok hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
  • Ibu bisa menambahkan air ke pisang yang sudah dihaluskan, tetapi lakukan hal ini hanya untuk bayi yang lebih tua.
  • Untuk bayi, tambahkan ASI untuk membuat puree tipis dan ASI jauh lebih baik dari air.
  • Ibu bisa  membuat 8 ons pure dengan satu pisang segar berukuran sedang.

4. Sajikan Puree Pisang dalam Rasa Berbeda Lainnya:

Puree pisang  rasanya terlalu enak, tetapi juga bisa ditambahkan ke pure buah lainnya agar lebih enak dan lezat.
  • Ibu bisa mencoba pure pisang dengan pure buah Avocado. Rasanya benar-benar enak karena kedua buahnya sangat halus dan bisa bercampur dengan sangat baik.
  • Selain itu, cobalah dengan peach, plum, pir, stroberi, ceri, blueberry dan yogurt.
Sebelum memberikan untuk bayi, pastikan Ibu mencicipi terlebih dahulu puree itu. adakalanya jenis pisang tertentu berubah rasa menjadi sedikit asam setelah dibuat puree. Ini bisa membuat bayi terkena sembelit karena lambung mudanya tidak cukup kuat untuk mencerna asam dalam pisang.

Baca juga: Buah Bit untuk Bayi dan Cara Membuatnya 

5. Mendinginkan Sisa Puree Pisang

Sebenarnya, Ibu bisa mendinginkan puree sisa dalam wadah kedap udara hingga 3 hari. Tetapi sangat dianjurkan untuk membuat puree segar dan lezat untuk bayi. Makanan segar buatan sendiri selalu lebih enak dan lebih baik untuk kesehatan bayi.

Thursday, June 7, 2018

8:24 AM

Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Mpasi daging ayam sudah bisa diberikan untuk bayi sejak awal. Bahkan menu tunggal Mpasi ayam sangat cocok jika disajikan bersama dengan bubur beras atau oatmeal. Ayam memiliki beberapa manfaat gizi karena rendah lemak dan tinggi protein yang berguna bagi perkembangan si kecil. ayam juga bisa diolah menjadi finger food, bisa menambah rasa dan juga membuat selera makan si kecil bisa menjadi lebih baik.

Namun, kapan ayam bisa dijadikan menu Mpasi bagi si kecil? simak artikel berikut ya, Bu.

Kapan Bayi Bisa Makan Ayam? 

Mpasi daging ayam sudah bisa diberikan pada umur 6 bulan, yaitu ketika makanan padat diperkenalkan dalam makanan mereka. Ibu bisa memulai dengan menu tunggal Mpasi ayam yang sudah dicampur dengan bubur beras atau oat.Usahakan masing-masing porsi tersebut tidak lebih dari dua sendok makan. ibu bisa menambah porsi secara bertahap sesuai dengan umur bayi.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi Bayi

Manfaat Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Ayam bisa menjadi bahan Mpasi yang terbaik karena mengandung nilai gizi bagus. Berikut manfaat mpasi daging ayam yang bisa dirasakan oleh si kecil:
  • Pertumbuhan otot yang sehat: 100g ayam mengandung 18.6g protein, yang terkonsentrasi selama proses memasak dan mengalami peningkatan kuantitas. Protein sangat penting untuk pertumbuhan bayi karena memfasilitasi pertumbuhan otot. Selain itu, protein dari sumber itu mudah dicerna dan mudah diserap oleh tubuh.
  • Memperbaiki sistem peredaran darah: Ayam mengandung zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan sel darah merah. Ayam juga kaya potassium, yang menjaga pembuluh darah dalam kondisi baik.
  • Bagus untuk tulang: 100g ayam mengandung 15mg kalsium dan 182mg fosfor. Kedua mineral ini memainkan peran penting dalam pembentukan tulang yang kuat.
  • Vitamin memfasilitasi perkembangan otak: Ayam kaya akan vitamin termasuk C dan A. selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin B12, juga disebut cobalamin, yang sangat penting untuk perkembangan otak pada bayi.
  • Mikronutrien untuk kekebalan tubuh: Ayam mengandung zat gizi mikro seperti seng dan magnesium, yang memainkan peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh yang sehat. 
Baca juga: Menu Makanan Bayi Mpasi 6-8 Bulan

Mpasi Daging Ayam untuk Bayi


Nilai Unit Nutrien Per 100g
Energi 215Kcal
Protein 18.6g
Lemak 15.06g
Kalsium 15mg
Besi 0,9 mg
Magnesium 20mg
Fosfor 147mg
Kalium 189mg
Sodium 70mg
Seng 1.31mg
Vitamin C 1.6mg
Vitamin B1 (Thiamin) 0,06mg
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,12mg
Vitamin B3 (Niacin) 6,801mg
Vitamin B6 0,35mg
Vitamin B9 (Folat) 6μg
Vitamin B12 0,31μg
Vitamin A 41μg
Vitamin D 0,2 μg
Vitamin E 0,3 mg
Vitamin K 1,5 μg

Bagaimana Cara Memilih Dan Menyimpan Ayam? 

  • Pilih: Selalu beli ayam segar dari toko yang higienis. Beberapa Ibu juga lebih memilih ayam kampung dari pada ayam boiler. Itu adalah hak setiap Ibu. Setiap daging, termasuk ayam, rentan terhadap kontaminasi bakteri, oleh karena itu, usahakan agar jangan memberi ayam yang dibekukan karena bisa mengandung patogen yang membahayakan bayi.
  • Pilih ayam organik segar yang hanya diberi makanan alami, yang bebas dari antibiotik dan hormon. Jangan pernah membeli ayam asin atau dikemas, yang diproses dengan pengawet.
  • Penyimpanan: Beli sebanyak yang Ibu butuhkan untuk masakan bayi. Jangan membekukan sisa ayam atau makanan bayi yang mengandung ayam karena bakteri dapat merambat dengan mudah di dalamnya.

Bagaimana Cara Mengolah Ayam Untuk Bayi? 

Berikut ini adalah cara terbaik memasak ayam untuk bayi:
  • Panggang: Panaskan oven hingga 375ºF (190ºC). Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil sehingga matangnya merata. 1 lb atau 453g ayam membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk dimasak dengan benar. Untuk bayi, Ibu bisa menghaluskan ayam dengan air setelah dipanggang. Untuk bayi berusia 12 bulan atau lebih, Ibu dapat mencabik-cabik ayam menjadi potongan-potongan kecil.
  • Blanzir: Potong irisan tipis ayam tanpa tulang dan letakkan di panci dengan air yang cukup untuk merendamnya. Didihkan air, lalu didihkan selama 20 menit atau sampai ayam benar-benar empuk. Haluskan irisan ayam dengan air atau saring air yang kaya nutrisi untuk digunakan dalam makanan bayi lainnya.
  • Rebus: Merebus mungkin adalah cara memasak ayam yang terbaik karena melunakkan daging agar mudah dihaluskan dan membunuh patogen. Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil dan rendam seluruhnya dalam air dalam panci mendidih. Rebus selama 30 menit atau lebih dan kemudian haluskan ayam.
Baca juga: Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Tuesday, May 29, 2018

2:12 PM

Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Selamat, bayi Ibu memasuki umur 8 bulan. Yang artinya, ragam makanan yang bisa ia makan akan makin bertambah. Ada bahan makanan baru yang sudah bisa ia coba di bulan ini, contohnya telur. Lalu bahan makanan lainnya apalagi, terutama untuk kecerdasan otaknya? Nah, untuk Ibu yang mencari  bahan makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak, ikuti terus artikel ini.

Menyediakan makanan sehat adalah kewajiban Ibu, walaupun untuk memakannya atau tidak, tetaplah hak bayi. Namun kadang, ragam makanan juga bisa memancing selera makan si kecil, lho.

Nah, untuk Ibu yang mencari makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak, Ibu bisa memadukan makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak di artikel sebelumnya, dengan bahan-bahan berikut ini.


Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Sebelumnya baca dahulu Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Blueberry

Di umur 8 bulan, bayi sudah boleh makan blueberry dan raspberry. Buah ini penuh dengan flavonoid, sehingga bisa membantu meningkatkan memori, pembelajaran, dan pemikiran umum. Selain itu, kandungan flavonoid juga bisa memperlambat penurunan kemampuan mental yang berkaitan dengan usia. 

Minyak Zaitun

Makan minyak zaitun secara teratur dapat mengurangi kerusakan otak. Lemak tak jenuh tunggal dalam buah zaitun digunakan oleh semua sel dan bisa meningkatkan transportasi oksifen agar lebih banyak ke otak.

Brokoli

Brokoli adalah makanan super untuk otak bayi. Sayuran ini mengandung DHA, yang membantu agar para neuron terhubung. Brokoli juga memiliki sifat melawan kanker dan membuat sayur ini menjadi makanan otak bayi yang sangat baik.

Makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak

Kacang-kacangan.

Salah satu makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak adalah kacang. Jenis kacang yang bisa dicoba bayi umur 8 bulan adalah kacang polong. Kacang-kacangan  memiliki lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E, yang melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer dengan memadamkan unsur-unsur merusak sel otak yang disebut radikal bebas.

Ikan

Semua orang tahu ikan memiliki manfaat bagus untuk otak. Nah, mengonsumsi ikan secara teratur  memiliki efek pada ukuran otak (massa) dan dapat memperlambat proses penuaan otak. Minyak (lemak omega-3) hadir dalam ikan berlemak seperti salmon, tuna dan mackerel  akan mampu membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, konsentrasi, dan memori. Asam lemak  omega 3  juga bisa membantu membangun jaringan otak. Asam lemak omega 3 membantu pertumbuhan dan fungsi otak pada bayi. Konsumsi ikan secara teratur akan meningkatkan keterampilan mental anak.

Baca juga : Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Telur

Makanan lain yang biasanya mudah diberikan pada anak-anak adalah telur. Anak umur 8 bulan sudah boleh dikenalkan dengan kuning telur. Para peneliti telah menemukan bahwa memberikan telur pada bayi untuk sarapan akan memberi mereka asam omega-3 yang bisa melindungi otak mereka, serta vitamin E yang dapat membantu melawan depresi.

Seperti kita tahu, anak-anak memiliki pusat ingatan yang berkembang, yang terbentuk selama 6 tahun pertama kehidupan. Kolin adalah nutrisi penting dalam proses ini. Satu kuning telur memiliki sekitar 200 miligram kolin, yang memenuhi atau hampir memenuhi kebutuhan anak-anak hingga 8 tahun. Telur juga mengandung zat besi, folat, dan vitamin A dan D (jika ditingkatkan), yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini oleh sekelompok ilmuwan, “ Telur adalah sumber nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kami berhipotesis bahwa memperkenalkan telur lebih awal selama pemberian makanan tambahan akan meningkatkan nutrisi anak ... pengenalan telur secara dini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan pada anak-anak.”

Neurotransmitter mereka juga akan mendapat dorongan, jadi pastikan Ibu mengenalkan telur untuk si kecil.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak

Makanan Fermentasi.

Makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak yang tidak kalah sehatnya adalah makanan hasil fermentasi. Ada beberapa manfaat besar jika Ibu memberikan makanan hasil fermentasi pada bayi sejak dini. Sebagai pengenalan, salah satu jenis makanan yang bisa adalah tempe.  Ibu bisa menambahkan sejumlah kecil tempe ke menu makanan bayi. 

Makanan fermentasi yang lembut dan bergizi  akan bergerak melalui saluran pencernaan,  memperkenalkan probiotik - bakteri baik dan ragi yang telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan. Jaringan dukungan yang dibuat oleh probiotik melampaui usus, mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan perilaku bayi.

Baca juga : Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok


Friday, May 25, 2018

10:46 AM

Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Oke, ini akan membuat orangtua mana pun frustrasi (dan menakutkan). Bayi yang biasanya selalu membuka mulut saat disendoki makanan dan makan dengan rakus tiba-tiba saja menutup mulut. Atau pada kasus tertentu, bayi akan menggeleng dan menangis setiap sesendok makanan diarahkan ke mulutnya. Seolah sendok itu adalah benda mengerikan, membuatnya ketakutan dan bahkan seolah trauma.

Tapi perlu Ibu ketahui, ini bisa menjadi hal yang normal. Yang perlu Ibu cari tahu adalah bagaimana cara menyesuaikan dengan kondisi barunya sehingga Ibu bisa tenang mengatasi bayi trauma sendok.

Bayi Menolak Sendok itu Normal

Bayi menolak sendok sebenarnya merupakan tonggak penting, tidak kalah pentingnya dengan gigi pertama atau langkah pertama. Kebanyakan bayi mengalami tahap perkembangan seperti ini sekitar umur 9-11 bulan, terutama ketika mereka tidak ingin memainkan peran pasif saat diberi makan. bayi ingin melakukan semuanya sendiri. Tetapi tentu saja, semua anak tersebut berkembang dengan tingkat yang berbeda. Beberapa anak bahkan tetap senang disuapi dengan sendok lebih lama, terutama bayi prematur dan bayi yang penundaan oral-motor.

Tetapi sebagian besar bayi akan menolak sendok setelah mereka berumur setahun.

Untuk mengatasi bayi trauma sendok, beberapa orangtua memutuskan untuk mengikuti metode BLW. Namun metode ini tidak selalu berhasil, terutama bagi orangtua yang mengendalikan banyak bidang kehidupan sang anak, terutama dalam hal makan. Ketika dibiarkan makan sendiri, bayi bisa saja makan kurang dari yang dia butuhkan. Atau, bayi bisa saja lebih memilih makanan tertentu sehingga gizi yang dia peroleh kurang, atau bahkan bayi malah lebih banyak bermain-main ketimbang memasukkan makanan itu ke mulutnya.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Menyikapi kekhawatiran itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata anak kecil itu  hebat dalam mengatur diri sendiri. Mereka akan tahu rasanya lapar dan mengontrol seberapa banyak makanan yang ingin mereka makan. Lalu, jika keseimbangan nutrisi adalah kekhawatiran terbesar Ibu, sebaiknya Ibu mencatat semua makanan yang dikonsumsi bayi selama satu minggu.

Cara Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Untuk mengatasi bayi yang menolak sendok, ada beberapa hal yang patut Ibu persiapkan. Di antaranya:
  • Jika bayi mendekati umur 9 bulan, maka Ibu harus bersiaplah untuk tonggak ini. Mulailah bekerja untuk membangun repertoar bayi, mulai dari makanan jari dan keterampilan dalam menggunakan alat sehingga ia mendapatkan cukup kalori dan nutrisi ketika periode trauma sendok itu datang. Sebagian besar bayi siap untuk makanan jari sedini mungkin pada usia 6 bulan.
  • Hindari teknik tekanan halus seperti mengalihkan perhatian bayi saat makan. Memainkan "pesawat" atau menggunakan TV atau bahkan buku mungkin bisa membantu untuk mencari kelengahan bayi sehingga Ibu bisa memasukkan sendok ke mulutnya. Namun sebenarnya, hal ini justru akan berkontribusi pada aksi trauma atau menolak sendok pada bayi. Pengalihan perhatian seperti ini akan membuat waktu makan menjadi lebih tegang dan mengajarkan anak untuk mengabaikan sinyal kenyang.
  • Biarkan bayi memandu proses pemberian makan dengan sendok. Jangan pernah menipu bayi untuk membuka mulutnya atau memasukkan sendok ke mulutnya tanpa dia sadari apa yang terjadi. Ini dapat menyebabkan keengganan makan dan rasa takut akan pengalaman makan.
  • Jangan pernah memegang tangan bayi saat dia mencoba meraih sendok . Keinginannya untuk memegang sendok dan melakukannya sendiri adalah langkah perkembangan yang fantastis.
  • Jika bayi menolak sendok, mungkin Ibu sebaiknya mencoba memberinya finger food, atau makanan yang biasa dia pegang dan makan sendiri. Atau, berilah dia makanan kering yang bisa dia makan dengan tangan. Kadang bayi yang baru belajar akan lebih antusias jika diberikan kesempatan mengeksplorasi kemampuannya. Siapkan tikar khusus sehingga Ibu tidak perlu repot untuk membersihkan karena pasti akan sangat berantakan.
  • Percayai bayi untuk memilih berapa banyak dan apa yang harus dimakan, bahkan jika kelihatannya dia membutuhkan bantuan Ibu. kadang-kadang anak malah akan marah jika usahanya makan sendiri diinterupsi oleh sang ibu.  Tentu saja, tidak ada salahnya memberi makan bayi dengan sendok dari waktu ke waktu; hanya saja pastikan saja itu tidak merusak kesenangan saat makan bagi siapa pun.
  • Buat struktur makan sehingga bayi memiliki kesempatan untuk duduk dan makan makanan setiap 2-3 jam di siang hari. Dengan cara ini, bahkan jika dia menolak pada salah satu jam makan, masih ada kesempatan makan lagi di jadwal selanjutnya. Perhatikan bahwa balita dan anak-anak prasekolah tidak perlu sering makan dan dapat menunggu 3-4 jam antara makan dan camilan.
Baca juga: Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok


Tuesday, May 8, 2018

10:03 AM

Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Menambahkan rempah dan bumbu aromatik ke makanan bayi buatan sendiri adalah cara yang bagus untuk mengembangkan cita rasa lidah si kecil. Rempah ini bisa berupa umbi, biji, buah, kulit kayu atau bahkan akar tanaman. Bumbu dan rempah ini aman jadi Ibu tidak usah ragu untuk memasukkan rasa lezat yang pasti disukai si kecil. Selain itu, memperkenalkan variasi dari tahap awal adalah kunci untuk meningkatkan selera makan si kecil sehingga ia tidak tumbuh menjadi picky eater.

Segala sesuatu dari kayu manis, kunyit dan bawang putih dapat diberikan kepada bayi. Bumbu dan rempah ini tidak hanya untuk meningkatkan rasa, tetapi juga bagus untuk kesehatan.
Kiat untuk menambahkan bumbu dan rempah-rempah

Ketika menambahkan bumbu dan rempah-rempah, pastikan untuk memulai dengan sederhana dan cobalah untuk tidak menambahkan terlalu banyak sehingga mengalahkan rasa asli makanan. Mulailah dengan menambahkan satu ramuan atau bumbu ke puree bayi, pastikan dia menyukainya dan baru Ibu kombinasikan dengan bumbu lainnya.

Seperti yang kita tahu, Ibu harus menghindari menambahkan garam ke makanan bayi atau makanan keluarga yang akan dimakan bayi. Hingga sekitar 12 bulan, tubuh bayi hanya dapat mengelola sekitar 1 gram garam setiap hari dan jumlah itu sudah terpenuhi secara alami dari makanan, ASI dan formula. Sebagai gantinya, tingkatkan cita rasa makanan dengan bumbu dan rempah. Waspadai bumbu atau rempah-rempah yang sudah jadi juga karena terlalu tinggi garam dan gula.

Baca juga : Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi

Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Kapan Makanan Bayi bisa Diberi Tambahan Bumbu/Rempah?

Rempah-rempah memiliki jenis yang berbeda,  termasuk yang panas, yang aromatik, yang ringan dan banyak lagi. Jadi begitu bayi mendpaatkan Mpasi, maka Ibu bisa memasukkan sedikit bumbu ke dalam makanan bayi.

Bumbu ringan dan aromatik seperti kayu manis, ketumbar, mint, kapulaga, saffron, kunyit dan pala dapat diperkenalkan setelah 6 hingga 7 bulan dalam jumlah kecil. Tetapi sekarang pertanyaan utama muncul, bagaimana cara memperkenalkan rempah-rempah?

Menambahkan sejumput rempah-rempah ringan dalam makanan bayi seperti puree dan cerelac dapat memecahkan tujuan. Tunggu semua rempah-rempah seperti bawang putih, jahe, lada hitam, adas bintang, biji mustard, biji fenugreek, dan jinten hingga si kecil berumur 9 bulan.

Bumbu dan Rempah-Rempah Apa yang Bisa Ditambahkan ke Makanan Bayi? 


Bayi bisa  menikmati berbagai macam bumbu dan rempah-rempah dari kayu manis dan pala, sampai jinten dan kunyit. Jadi jangan takut untuk memasukkan bumbu itu ke makanan bayi. Diambil dari beberapa sumber, berikut bumbu dan rempah yang bisa dimasukkan ke makanan bayi:

Kunyit
Kunyit adalah rempah-rempah ringan yang diperoleh dari akar tanaman kunyit. Kunyit kaya akan zat besi, vitamin B6, potassium, dan magnesium. Ini dapat dimasukkan dalam makanan bayi ketika periode Mpasi mereka telah dimulai, sekitar 7-8 bulan. Kunyit merupakan bumbu aromatik yang memberikan manfaat bagi bayi.

Baca selengkapnya di : Manfaat dan Cara Mengolah Kunyit untuk Bayi

Jinten
Jinten adalah biji penyedap  yang paling banyak dikonsumsi. Jinten bisa dimasukkan dalam makanan bayi ketika periode penyapihan mereka telah dimulai, sekitar usia 9 bulan. Jinten memberi manfaat seperti:
  • Membantu mengobati kolik
  • Merawat pencernaan
  • Melawan pilek dan batuk
  • Mencegah infeksi pada saluran gastrointestinal
  • Menghasilkan suara tidur pada bayi
  • Meningkatkan jumlah hemoglobin

Ketumbar
Ketumbar adalah ramuan serta bumbu. Daunnya dapat digunakan untuk menghias hidangan dan sup sementara bijinya digunakan untuk membumbui makanan seperti rempah-rempah lainnya. Ketumbar sudah bisa diberikan ketika bayi pada masa Mpasi, sekitar 8 bulan. Ini adalah bumbu aromatik yang membuat makanan bayi semakin beraroma.

Ketumbar juga memiliki manfaat lain seperti:
  • Membantu mencegah gangguan lambung
  • Memiliki sifat antimikroba
  • Membantu pencernaan
  • Bertindak sebagai antiseptik
  • Mengobati diare
  • Membantu dalam mengurangi masalah gas pada bayi

Fenugreek
Daun Fenugreek juga digunakan untuk menambah rasa di piring sedangkan bijinya digunakan sebagai bumbu masakan. Karena baunya menyengat, bijinya bisa diberikan setelah masa Mpasi, yaitu setelah umur 8 bulan.

Bawang Putih
Bawang putih merupaka bumbu umum yang selalu ada di setiap dapur. tentunya bisa ditambahkan sebagai bumbu makanan bayi, yaitu setelah si kecil berumur 7 hingga 8 bulan.

Bawang putih kaya akan Vitamin C, ini membantu bayi Anda dengan cara-cara berikut:
  • Membantu memperbaiki pencernaan
  • Mengatasi flu, batuk, dan infeksi umum
  • Mendukung sistem kekebalan tubuh
  • Membantu meredakan sakit perut
  • Mencegah infeksi perut
  • Memiliki sifat antimikroba

Jahe
Jahe adalah akar yang biasanya dianggap sebagai bumbu. Ini juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit tertentu. Jahe menjadi bumbu yang kuat, baik untuk diberikan setelah 8 bulan.

Jahe memiliki beberapa manfaat seperti:
  • Jahe menyembuhkan pilek dan batuk
  • Membantu sakit perut
  • Meningkatkan kekebalan
  • Memperbaiki pencernaan
  • Melawan penyakit
  • Mengobati masalah pernapasan



Daun Min
Daun min dianggap sebagai herbal, digunakan untuk menghias hidangan sedangkan bubuk min kering digunakan sebagai bumbu untuk membuat masakan beraroma. Bumbu ini dapat dimasukkan dalam makanan bayi ketika masa Mpasi, sekitar 7-8 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, mint memiliki aroma yang menyegarkan dan juga memiliki manfaat lain seperti:
  • Memperbaiki pencernaan
  • Membantu mengobati infeksi kulit
  • Mencegah kembung
  • Meningkatkan gerakan usus
  • Mencegah heat stroke
  • Meredakan sakit perut

Saffron
Saffron adalah rempah-rempah aromatik yang berasal dari bunga saffron. Diperkaya dengan Vitamin C, Vitamin B6, zat besi, magnesium, dan potassium, bumbu ini bisa diperkenalkan setelah bayi berumur sekitar 6-7 bulan.

saffron untuk makanan bayi
Menjadi bumbu aromatik, saffron memiliki aroma yang sangat menenangkan dan juga memberi manfaat seperti:
  • Melawan infeksi
  • Membantu pembentukan jaringan
  • Meningkatkan jumlah sel darah merah
  • Melindungi dan menjaga kesehatan mata
  • Memiliki sifat anti-inflamasi
  • Berfungsi sebagai tonik lambung

Kayu Manis
Kayu manis adalah rempah-rempah aromatik, yang diperoleh dari kulit kayu pohon kayu manis yang dikupas dan dikeringkan. Ini memiliki beberapa sifat obat . Kayu manis bubuk dapat diberikan setelah 6-7 bulan.

Menjadi bumbu aromatik, itu menambah rasa ketika dimasukkan ke makanan bayi dan juga memberi manfaat berupa:
  • Memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi
  • Melawan infeksi
  • Meningkatkan fungsi otak
  • Memperkuat imunitas
  • Membantu meringankan hidung tersumbat
  • Membantu pencernaan

Kapulaga
Kapulaga adalah rempah-rempah, mengandung biji aromatik dari tanaman keluarga jahe. Kapulaga kaya akan zat besi, magnesium, kalsium, dan vitamin C. Bubuk kapulaga dapat diberikan setelah 6-7 bulan. Menjadi bumbu aromatik, itu menambah rasa ketika dimasukkan ke makanan bayi, selain itu juga bermanfaat untuk:
  • Aromanya yang aromatik membantu mencegah pilek dan batuk
  • Memerangi kembung
  • Membantu pencernaan
  • Berisi sifat anti-inflamasi.
  • Membantu menyingkirkan cegukan
  • Menjaga kebersihan gigi

Pala
Pala adalah rempah-rempah diperkaya dengan protein, serat, magnesium, kalsium, dan zat besi. Buah ini harus diberikan ketika periode penyapihan bayi telah dimulai, sekitar 8-9 bulan. Beberapa manfaat pala di antaranya:

  • Berfungsi lebih baik dari sistem pencernaan
  • Membantu mengeluarkan kelebihan gas dan mengurangi rasa sakit
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Meningkatkan gerakan usus
  • Obati batuk dan pilek biasa
  • Menginduksi tidur yang nyenyak .
Baca juga : Bayi Susah Tidur? Obati dengan Pala


Bumbu yang Harus dihindarkan:

Dua buah bumbu yang harus dihindarkan dari bayia dalah cabai dan lada. Rasa pedas bisa membuat selera makanan si kecil terganggu, selain itu juga bisa membuatnya menderita gangguan pencernaan.
Tunggu sampai si kecil berumur lebih besar untuk memasukkan dua bumbu ini.


Tuesday, April 24, 2018

11:40 AM

Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok

Salah satu langkah pertama dalam cara agar anak makan sendiri adalah mengajarkan bayi makan dengan sendok. Hal ini mungkin sulit bagi bayi yang baru memulai Mpasi, mengingat kemampuannya yang terbatas. Namun bersabarlah, Bu. Dengan bertambahnya umur bayi, maka kemampuannya juga meningkat.

Perkembangan setiap bayi berbeda-beda. Namun pada dasarnya, bayi mulai mengembangkan koordinasi tangan-mata yang mereka butuhkan untuk makan sendiri dengan sendok ketika mereka berusia antara 8 dan 11 bulan. Jika bayi mencoba mengambil sendok Ibu atau meniru Ibu ketika Ibu sedang makan, maka dia sudah siap dengan keterampilan baru ini.

Beberapa bayi mungkin belum siap makan dengan sendok pada satu tahun pertamanya. Jadi bersiaplah untuk memberinya banyak semangat. Gunakan  sendok yang dibuat khusus untuk bayi karena ini lebih kecil dan lebih mudah untuk digenggamnya.

Berikut langkah-langkah mengajarkan bayi makan dengan sendok.

Langkah 1

Siapkan makanan yang mudah untuk bayi makan dengan sendok, seperti sereal bayi atau pisang yang dihaluskan. Jika makanannya terlalu encer, kentalkan dengan serealia agar makanan tidak cepat menetes dari sendok.

Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok

Langkah 2

Beri bayi sendok kosong dan pegang satu sendok lainnya di tangan Ibu. Bawalah sendok ke mulut Ibu untuk menunjukkan cara menggunakannya. Biarkan si kecil berlatih dengan sendoknya beberapa kali atau berikan sendok Ibu jika ia meraihnya.

Baca juga: Ketika Bayi Sudah Mulai Menggunakan Sendok dan Garpu

Langkah 3
Tempatkan makanan di depan anak dan biarkan dia mencelupkan sendok ke dalamnya. Jika dia kesulitan, maka bantulah dengan menyendok sedikit makanan dengan sendok Ibu lalu tukar sendok si kecil dengan sendok yang sudah berisi makanan tersebut.

Langkah 4

Pujilah dia ketika dia menggunakan sendok dengan benar dan tetap tenang ketika dia melewatkan atau menjatuhkan makanan. Biarkan dia mengambil sendok berikutnya dan terus berlatih untuk sisa makanan. Pastikan dia cukup makan. Jika sebagian besar makanannya berakhir di nampan atau lantai, suapi dia makanan di antara upayanya untuk memberi makan dirinya sendiri.

Tips

Gunakan alas berupa koran atau tikar agar mudah dibersihkan. Untuk mengurangi kekacauan, sebaiknya taruh hanya sedikit makanan di hadapan bayi, alih-alih semangkuk penuh. Ambil alih sendok jika bayi tampak mulai bermain daripada menggunakannya untuk makan.

Baca juga: Peralatan untuk Menyiapkan Makanan Bayi

Monday, April 2, 2018

10:16 AM

Manfaat Mpasi Jagung untuk Bayi

Mpasi jagung untuk bayi terdengar bagus, terutama jagung manis. Rasanya yang manis dan warnanya yang cantik akan membuat bubur jagung bayi Ibu menjadi primadona bagi si kecil. akan tetapi, apakah mpasi jagung benar-benar memberi manfaat gizi yang cukup untuk bayi?

Jagung bisa menjadi makanan jari yang bagus untuk bayi, walaupun mungkin bukan jenis makanan terbaik untuk si kecil.  pada artikel berikut, akan dijelaskan mengenai mpasi jagung , manfaat mpasi jagung untuk bayi, nilai gizi jagung, pengaruh mpasi jagung pada bayi, dan beberapa resep bubur jagung dan mpasi jagung lainnya.

Mpasi Jagung untuk Bayi, Bolehah?

Jagung aman untuk bayi, tetapi Ibu tidak bisa memberikannya sebagai makanan padat pertama si kecil. Jagung mengandung banyak protein dan karbohidrat, menjadikannya makanan yang bagus untuk energi.

Namun jagung tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup. Jika dibandingkan mayoritas sauran lainnya, nilai gizi jagung masih di bawah standar. Namun jagung bisa dijadikan finger food yang bagus untuk bayi.

Berikut kandungan gizi jagung: 

Nilai gizi per 100 g (3,5 oz)
Energi360 kJ (86 kkal)
Karbohidrat18,7 g
Protein3,27 g
Lemak1,35 g
Vitamin
Vitamin A equiv9 μg
lutein zeaxanthin644 μg
Tiamin (B1)0,155 mg
Riboflavin (B2)0,055 mg
Niasin (B3)1,77 mg
Asam pantotenat (B5)0,717 mg
Vitamin B60,093 mg
Folat (B9)42 μg
Vitamin C6,8 mg
Mineral
Besi0,52 mg
Magnesium37 mg
Mangan0,163 mg
Fosfor89 mg
Kalium270 mg
Seng0,46 mg

Baca juga: Buah Bit untuk Bayi

Mpasi Jagung untuk Bayi, Kapan?

Menurut American Academy for Pediatrics (AAP), jagung dapat diperkenalkan setelah usia enam bulan ketika bayi mulai makan makanan padat. Namun, jika Ibu khawatir tentang alergi, tunggulah sampai dia berumur satu tahun. Selain itu, jagung juga sulit dicerna, sehingga disarankan untuk menunda sampai sistem pencernaan si kecil bagus.

Mpasi Jagung untuk Bayi

Selama tahun pertama kehidupan bayi, penting bagi bayi untuk mendapat nutirisi yang dibutuhkan. Jagung sebagaian besar terdiri dari karbohidrat tepung dan dianggap sebagai makanan dengan kalori kosong. menggantikan jagung dengan sayur lain yang lebih bergizi seperti brokoli, bayam, wortel dan juga tomat jauh lebih bagus.

Selain itu, jagung sulit dicerna. Makanan ini cenderung melewati sistem pencernaan dengan bentuk yang sama dengan yang masuk ke sistem.

Berikut berbagai cara yang bisa Ibu lakukan ketika ingin memberi Mpasi jagung untuk bayi.
  • Untuk bayi, berikan dalam bentuk puree atau bubur jagung bayi.
  • Ibu bisa memberikan dalam bentuk krim ketika anak sudah berumur 18-24 bulan.
  • Begitu si kecil berumur dua tahun atau lebih dan belajar menggunakan giginya yang baru tumbuh untuk mengunyah, Ibu bisa memberinya jagung matang yang dipipil.
 Baca juga: Penambahan Berat Badan Bayi Normal Setiap Bulan



Manfaat Mpasi Jagung Untuk Bayi

 Jagung menawarkan manfaat tertentu untuk bayi, yaitu:

1. Membantu Menambahan berat badan:
Sekitar 100gm jagung mengandung sekitar 350 kalori. Jika bayi  kurus, diet jagung bisa membantunya menambah berat badan. Bahkan bayi dengan berat badan normal dapat diberikan  jagung untuk menjaga berat badannya, terutama jika berhenti ASI.

2. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh:
Jagung kaya akan B kompleks. Thiamin mendukung saraf dan perkembangan otak; niacin meningkatkan metabolisme, terutama gula, protein, dan asam lemak; dan folat membantu perkembangan sel baru.

3. Otot dan fungsi saraf:
Jagung mengandung fosfor, kalium, magnesium, dan zat besi. Fosfor mendukung kesehatan tulang; Kalium dan magnesium diperlukan untuk fungsi otot dan saraf. Besi meningkatkan perkembangan otak.

4. Melindungi sel darah:
Kehadiran antioksidan (melalui vitamin E) membuat jagung baik untuk melindungi sel dari kerusakan. Ini mengandung senyawa fenolik asam ferulic, yang merupakan agen anti-karsinogenik. Antioksidan mencegah kerusakan jaringan dan DNA di dalam tubuh.

5. Meningkatkan pencernaan:
Kehadiran serat membuat jagung menjadi pencahar yang baik. Jika bayi sering mengalami masalah konstipasi, beberapa produk jagung seperti biji jagung dan tepung jagung dapat membantu mengatasi masalah sembelit.

Biji jagung adalah obat pencahar alami dan dapat digunakan untuk meredakan sembelit. Tepung jagung juga bagus, tetapi Ibu harus membeli tepung jagung utuh dan tidak disempurnakan.

6. Penglihatan dan kulit yang baik:
Jagung kuning kaya akan vitamin A, sumber beta-karoten yang memberi penglihatan lebih baik. Beta-karoten, yang bukan merupakan bagian dari vitamin A, bertindak sebagai antioksidan yang baik untuk kulit bayi.

Pengaruh Mpasi Jagung Pada Bayi

Gula alami dalam jagung bisa berubah menjadi tepung kanji dengan cepat. karena itu, jagung dianggap tidak begitu bermanfaat bagi bayi. Efek buruknya termanifestasi dalam dua cara:
1.    Alergi
2.    Intoleransi  

1. Alergi
Alergi disebabkan karena protein yang ada di dalam jagung. Protein transfer lipid (LTP) adalah penyebab utama alergi karena tetap ada dalam jagung bahkan setelah dilakukan pemrosesan atau pemanasan dan pasca pencernaan. Alergen potensial lainnya adalah protein penyimpanan dan serbuk sari jagung.

Jagung atau pun produk berbasis jagung bisa memicu alergi seperti eksim dan rinitis alergi. Namun, jagung tidak termasuk dalam delapan alergen makanan teratas dari Food Allergen Labeling dan Consumer Protection Act of 2004.

Gejala Alergi Jagung Pada Bayi
Jika Ibu mengamati gejala-gejala ini pada bayi, maka hentikan pemberian jagung :
  • Hives atau ruam kulit
  • Mual, kram perut, gangguan pencernaan, muntah, atau diare
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Bersin
  • Sakit kepala
  • Asma dan dalam kasus yang lebih buruk anafilaksis
Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Jagung?
  • Cara pertama yang jelas untuk menangani alergi adalah menghindari produk-produk turunan jagung dan jagung.
  • Beri bayi makanan rumahan karena makanan instan bisa saja mengandung jagung dalam bentuk apa pun.
  • Jika reaksinya parah, bawa bayike dokter untuk pengobatan lebih lanjut.
Baca juga : Mengenali Jenis Ruam pada Bayi dan Anak

2. Intoleransi
Intoleransi berbeda dari alergi karena mencerminkan dalam bentuk masalah pencernaan. Bayi bisa menunjukkan gejala di bawah ini jika ia tidak tahan terhadap jagung:
  • Kembung
  • Gas
  • Sakit perut
  • Diare
Intoleransi bisa berumur pendek bila dibandingkan dengan alergi.

Resep Jagung Untuk Bayi

Berikut beberapa resep untuk bayi Anda untuk memiliki jagung dengan cara yang paling lezat:

 

 1. Puree Jagung

Bahan :
  • Satu tongkol jagung manis
  • Satu sendok teh air, ASI atau susu formula
Cara membuat:
  • Pipil jagung dari tongkolnya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menjalankan pisau di seluruh bijinya.
  • Masukkan biji jagung ke dalam air mendidih dan biarkan mendidih sampai lunak.
  • Buatlah puree dengan mencampurkan jagung dengan sedikit air atau susu. Tambahkan lebih banyak air jika Ibu ingin konsistensi yang lebih berair.

 2. Bubur Jagung dan Labu

Resep Bubur Jagung Bayi

Bahan:
  • 1 gelas air
  • 1 cangkir susu
  • 1 cangkir labu kuning
  • Tepung jagung kuning (sesuai kebutuhan)
  • Air seperlunya
  •  Satu sendok gula cokelat
  •  ½ sendok teh jahe bubuk (opsional)
  • Sedikit garam
Cara memasak:
  • Tambahkan air, susu, dan labu dalam panci.
  • Dalam mangkuk lain, campurkan tepung jagung dengan air. Pastikan tercampur rata.
  • Tambahkan pasta jagung dan gula ke dalam campuran labu, aduk sampai campuran mengental.
  •  Tambahkan jahe dan garam.
  • Biarkan selama tiga sampai lima menit.
  •  Sajikan bubur jagung hangat untuk bayi ..

 

3. Wortel, Kentang, dan Jagung Manis

Bahan:
  • 1 wortel, cincang halus
  • 1 kentang
  • 1  sdm kacang polong
  • 2 sendok makan biji jagung manis
  • 4 sendok makan air
  • 1 sendok makan minyak zaitun
Cara memasak:
  • Tumis wortel dalam wajan yang sudah diminyaki hingga lembut.
  • Tambahkan kentang, kacang polong, jagung manis, dan air.
  •  Biarkan campuran mendidih dan kemudian didihkan selama 15 menit.




 

4. Jagung, Apel dan Ubi Jalar

Bahan:
  • 2 cangkir biji jagung
  • 1 apel dikupas
  • 1 ubi jalar
Cara Memasak:
  • Masak jagung dan kukus apel dan ubi jalar.
  • Haluskan ketiganya.
  •  Tambahkan ASI atau susu formula untuk membuatnya berair.

5.  Bubur Jagung dan Kembang Kol
Bahan:
  • 2 cangkir biji jagung
  • 1 cangkir kembang kol cincang
  • 1 cangkir yogurt
  • Lada (opsional)
Cara memasak:
  •  Masak jagung dan kukus kembang kol.
  • Haluskan keduanya dalam blender.
  • Campurkan yogurt dan lada untuk tambahan rasa.

6. Sup Jagung Manis

Bahan:
  • Jagung manis segar
  • Satu sendok makan masing-masing wortel, kacang, brokoli, dan daun bawang yang dicincang halus
  • Garam secukupnya
Cara memasak:
  •  Masak tongkol jagung dan pipil biji setelah dingin.
  • Haluskan biji jagung sesuai kebutuhan.
  • Masak sayuran lain dalam panci yang sudah diolesi mentega.
  • Masak selama dua menit, lalu tambahkan puree jagung sedikit garam, dan didihkan.
  • Tambahkan air untuk mengatur sup ke konsistensi yang diinginkan.
  •  Tambahkan sisa biji jagung dan didihkan.

Pertanyaan lain :

Apa Sirup Jagung Bagus untuk Bayi?

Hindari penggunaan sirup jagung untuk bayi karena mengandung fruktosa tinggi, karena ini adalah pemanis buatan. Sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) tidak bermanfaat, tetapi digunakan dalam formula untuk mempermanis produk.

Selain membuat bayi kelebihan berat badan, HFCS juga bisa mengatur rasa sehingga membuat bayi kecanduan makanan manis.

Bolehkah bayi makan cornflake?

Bayi satu tahun ke atas bisa makan cornflakes untuk sarapan mereka. Tetapi pilih merek yang memiliki kadar garam rendah.
Juga, jika bayi menyukai rice flake, oat flake atau oatmeal, pertimbangkan untuk memberi cornflake karena lebih baik daripada biji jagung.

Apakah tepung maizena baik untuk bayi?

Makanan bertepung, termasuk tepung maizena, tidak dianjurkan untuk bayi yang belum tumbuh gigi. Makanan ini biasanya diberikan kepada bayi karenabisa ditelan tanpa dikunyah. Namun, orang tua perlu memperhatikan bahwa dengan menelannya secara langsung, makanan tidak akan tercampur dengan air liur. Selain itu, pencernaan bayi juga belum cukup berkembang untuk mencerna maizena.

Bisakah  menggunakan tepung maizena untuk mengobati ruam popok?

Hindari penggunaan tepung maizena untuk ruam popok. Maizena dan juga kanji biasanya digunakan untuk bedan ruam secara tradisional. Selain itu, maizena juga dibuat pasta dengan  mencampur petroleum jelly lalu dioleskan pada bagian ruam.  Tetapi penggunaannya tidak bagus karena malah meningkatkan pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, gunakan bedak bayi.

Friday, March 23, 2018

11:03 AM

Buah Bit untuk Bayi & Cara Mengolahnya

Buah bit untuk bayi - Buah bit adalah adalah sayuran akar yang dikenal sangat baik untuk berbagai manfaat kesehatannya. Beberapa manfaat kesehatan untuk bayi termasuk penyembuhan untuk anemia, meningkatkan pencernaan, perlindungan hati atau hepatoprotektif, agen pembersihan untuk tubuh dan peningkatan aktivitas otak dan pengembangan.

Bit dikenal dengan beberapa nama lain seperti beetroot, bit meja, bit taman, bit merah, dll. Bit atau beet, dikenal dari zaman Yunani dan Romawi dan diyakini bermanfaat sebagai obat untuk demam dan pemurnian darah.Umumnya, bit direbus, dipanggang, dipanggang atau dimasak seperti sayuran lainnya dan juga ditambahkan ke beberapa salad.

Diyakini bahwa buah bit ini mungkin berasal di Timur Tengah di Tigris. Dari sana menyebar ke wilayah Mediterania, Turki, Iran, Eropa, Rusia dan di beberapa bagian Asia Tenggara juga. Setelah penemuan Amerika, bit juga diperkenalkan ke Benua Amerika, terutama di Amerika Selatan.

buah bit untuk bayi


Buah Bit untuk Bayi

Pertanyaan pertama yang pasti terbayang di benak orangtua adalah: kapan buah bit bisa diberikan pada bayi.

Periode ideal dan yang direkomendasikan untuk memperkenalkan bit pada bayi adalah antara 8-10 bulan. Bebebarapa sumber memang menyebut pemberian bit bisa dilakukan sejak umur 6 bulan. Namun mengingat, tingginya kandungan nitrat dalam buah bit, maka sebaiknya Ibu memundurkan mengenalkan bit pada bayi. Nitrat tidak mudah dicerna dan dapat menyebabkan kondisi yang disebut 'sindrom baby-blue' atau methemoglobinemia.  Untuk itu, berikan dia dalam porsi kecil (tidak lebih dari 1-2 sendok teh) setidaknya mulai umur 8-10 bulan.

Hindari bit jika bayi mengalami diare, karena mereka memiliki efek pencahar ringan.
Konsultasikan dengan dokter  sebelum memperkenalkan mereka, jika bayi menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Beberapa dokter anak menyarankan untuk tidak memberi makan bit  segar untuk bayi karena tingkat nitrat yang tinggi.  Alergi bit sangat jarang. Namun, periksa dengan dokter sebelum  mencobanya pada si kecil.

Catatan: Jangan khawatir jika kotoran bayi berwarna merah muda. Itu adalah kondisi normal setelah makan makanan yang mengandung bit.

Baca juga: Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri

Manfaat Buah Bit untuk Bayi

Bit memainkan peran penting dalam menanamkan kesehatan keseluruhan bayi Ibu Berikut beberapa manfaat kesehatan bit untuk bayi yang harus Ibu ketahui:
  • Kesehatan keseluruhan: Bit mampu mengurangi risiko bayi mengembangkan penyakit seperti rabun senja, glositis, beri-beri, sakit kuning, dll. Bit penuh dengan mineral dan vitamin seperti vitamin A, kalsium, folat, magnesium, kalium, dan banyak lagi . Mereka juga mengandung lipid dan protein.
  • Tingkatkan kekebalan: Antioksidan yang ada dalam bit meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu pencernaan: Bit kaya serat sehingga memudahkan proses pencernaan. Bit bisa menjadi alternatif bagi bayi sembelit dan juga membantu menenangkan sistem pencernaan yang bermasalah.
  • Aktivitas otak: Karena bit adalah sumber zat besi yang baik, maka bisa risiko anemia dan membantu perkembangan otak selama bulan-bulan awal. Ini meningkatkan sirkulasi darah di otak dan meningkatkan aktivitas. Betaine, zat yang hadir dalam bit, cenderung menenangkan pikiran bayi dan meningkatkan mood si kecil.
  • Pembersih alami: Bit bertindak sebagai pembersih alami terutama untuk organ seperti kantung empedu dan ginjal.
Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

 

Cara Mengolah Buat Bit untuk Bayi


Bit bukan salah satu dari makanan yang paling sangat terkontaminasi dengan pestisida, sehingga pembelian organik tidak begitu dianjurkan dan menjadi pilihan pribadi.

Ketika Ibu memilih bit untuk makanan bayi, cobalah untuk membeli bit segar. Bit berukuran sedang lebih empuk dan enak dibandingkan dengan bit besar. Banyak yang menyarankan agar memilih bit yang diamaternya tidak lebih dari  3-4 inci. Semakin besar ukuran, rasanya menjadi lebih tidak enak.

Pilih bit yang tidak memar atau tidak bercacat. Bit bisa berwarna merah, kuning dan tentu saja, warna ungu yang paling terkenal. Jika memungkinkan, belilah bit yang masih memiliki bagian atasnya yang hijau, atau memungkinkan berdaun karena akan tetap segar. Jangan melihat kotoran yang menempel pada bit sebagai sesuatu yang negative karena bagaimana pun, bit adalah sebuah umbi.

Untuk menyimpan bit, potong bagian hijau dan kemudian tempatkan dalam wadah kedap udara atau tas freezer dan letakkan di "rak sayuran" atau bagian belakang lemari es. Bit akan tetap segar selama sekitar 1 minggu asalkan tetap dingin.

Cara mengolah buah bit untuk bayi terbaik adalah dengan mengukus atau merebus. Memanggang juga merupakan cara memasak yang mudah. Bit kukus lebih mudah dibuat menjadi pure dan mengandung vitamin A beta karoten yang lebih banyak.

Jika Ibu khawatir dengan kandungan nitrat pada bit, maka merebus atau mengukus akan mampu mengurangi kandungan nitratnya. Bahkan ketika Ibu hendak memberi si kecil jus bit, maka kukuslah terlebih dahulu.

Bit harus dikupas sebelum dimakan. Bahkan orang dewasa pun tidak boleh memakan kulit bit karena tidak mudah dicerna. Potong-potong bit, baru mulai dimasak.
  •  Rebus air dalam panci sedang.
  • Tambahkan irisan bit dan masak hingga empuk (hampir 15 menit).
  • Tiriskan bit. Untuk menghentikan proses memasak, bilas dengan air dingin.
  • Haluskan bit yang sudah matang dalam blender hingga halus. Tambahkan air jika diperlukan.
Jika Ibu  lebih suka memanggang bit, cukup bungkus irisan bit dalam foil dan masak selama satu jam pada 360ºF atau 180ºC.

Sajikan irisan bit yang dicampur dengan kismis, saus apel, ubi jalar, ayam, beras merah, dll. Biasanya sekitar sepuluh bulan, bayi akan siap untuk makanan jari, dan Ibu a dapat menyajikan potongan bit yang dimasak kecil.

Ibu juga bisa menyimpan bit matang selama tiga haru dalam wadah bebas BPA di kulkas. Namun, disarankan untuk memberikan makanan yang baru disiapkan untuk bayi. Bekukan selama tiga bulan.

Buang air rebusan bit karena nitrat mungkin masuk ke dalam air selama proses memasak.

cara mengolah buah bit untuk bayi

Baca juga: Makanan untuk Bayi yang sedang Demam



Makanan Baik untuk dicampuran Dengan Bit
•    Apel
•    Kentang
•    Kacang polong
•    Summer Squash - zucchini atau kuning / berleher bengkok
•    Beras merah
•    kacang-kacangan
•    Ayam
•    Babi
•    Tahu - bit berubah menjadi warna ungu yang indah.

Beberapa Oalahan Buah Bit untuk Bayi


1. Kentang Ungu
Bahan:
  •  2 bit berukuran sedang
  • 1 wortel berukuran sedang
  • 2 kentang
  •  air
Cara memasak:
  • Cuci dan kupas wortel, bit, dan kentang. Potong menjadi irisan.
  • Kukus atau rebus dengan air sampai lunak. Setelah matang, haluskan dengan food processor. Tambahkan garam secukupnya.

2. Bit Panggang
Bahan:
  • 5 bit (ukuran sedang)
  • 1 sdm minyak zaitun
Cara Memasak:
  •  Bersihkan bit, kupas, dan iris.
  •  Olesi minyak zaitun di irisan bit dan taruh di atas loyang.
  • Panggang dengan suhu 350ºC selama sekitar sepuluh hingga 20 menit.
  • Taburkan sedikit garam sebelum disajikan.

3. Sup Bit
olahan buah bit untuk bayi

Bahan:
  •  3 bit (dikupas dan dipotong dadu)
  • 1 kentang (potong dadu)
  • 1 bawang mewah ukuran kecil (cincang / opsional)
  • 16 fl oz (2 cangkir) kaldu sayuran / kaldu buatan sendiri.
  • Yogurt 2oz (1/4 cangkir)
Cara memasak:
  • Masukkan semua bahan dalam panci (kecuali yogurt). Tambahkan air dan didihkan.
  • Masak sayuran masak sampai lunak dan kemudian buatlah puree/halusan.
  • Tambahkan yogurt segar dan sajikan.

4. Baby's Bit Mash
Bahan:
  • 2 bit  (dikupas dan dipotong)
  • 1 apel (dikupas dan dipotong)
  • 1 kentang (dikupas dan dipotong)
Cara memasak:
  • Kukus semua bahan sampai empuk (tambahkan apel di ujungnya).
  • Haluskan bahan-bahan, tambahkan air untuk mencapai konsistensi yang diinginkan.
  
5. Bubur Bit Apel
Bahan:
  • 1 bit (kupas, parut)
  • 1 apel (parut)
  • sedikit jahe segar (parut)
  • ¼ cangkir gandum
  • ½ gelas susu
Cara memasak:
  • Campur semua bahan dalam panci dan masak selama lima menit.
  • Tetap aduk sampai sayuran berubah menjadi lembut. Tambahkan lebih banyak susu ke bubur bit jika diperlukan.

 6. Jus Buah Delima dan Bit
Bahan:
  • 1 bit (dikupas, dipotong, dikukus)
  • 1 mangkok biji delima
Cara memasak:
  •  Campurkan bit kukus dan biji delima dalam blender.
  • Saring melalui saringan halus sebelum disajikan. .


My Blog List

Blog Archive