Sunday, December 3, 2017

Manfaat Yogurt untuk Makanan Bayi

Salah satu produk yang dihasilkan dari susu adalah yogurt. Ini merupakan makanan enak yang diproduksi oleh bakteri fermentasi susu. Umumnya yogurt dibuat dari susu sapi, tetapi ada juga yang berbahan dasar susu kerbau, kambing, biri-biri dan bahkan unta. Yogurt, selain sebagai perubah rasa, bisa menjadi makanan pertama bayi yang lezat, sehat dan juga bergizi tinggi. Protein yang dikandung yogurt merupakan protein hasil dari proses kultur sehingga mudah dicerna bayi.

Manfaat Yogurt untuk bayi
Yogurt mengandungi karbohidrat, protein, lemak, kalsium, fosforus, kalium dan iodin; beberapa merk juga ada yang diperkuat dengan nutrisi lain seperti asam lemak, vitamin D, besi, zink atau omega-3. Banyak juga merk yogurt mengandung probiotik, bakteria yang bermanfaat dalam usus manusia dan membantu pencernaan, mengurangkan tingkat keparahan penyakit tertentu dan membantu mengobati diare.

Satu studi yang diterbitkan dalam "Nutrition Research" edisi 2009 menemukan bahwa bayi yang diberi diet berbasis yogurt menunjukkan pengurangan output tinja dan durasi serangan diare yang lebih pendek. Peneliti dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa diet berbasis yogurt dapat membantu mengatasi diare ringan sampai sedang pada bayi.


Kapan Bayi Saya Bisa Makan Yogurt?
Sebagian besar dokter anak merekomendasikan untuk memulai memberi bayi yogurt sekitar usia 7-8 bulan. Beberapa dokter anak juga merekomendasikan yogurt sebagai makanan pertama yang hebat (dari 6 bulan +). Memilih yogurt dari susu utuh sangat bermanfaat bagi bayi karena kandungan lemak di dalamnya bagus untuk pertumbuhan bayi.

Ibu mungkin terkejut mengetahui bahwa semua yogurt, bahkan yogurt polos, mengandung gula. Gula yang terjadi secara alami pada produk susu disebut laktosa.

Baca juga : Resep Smooties Sayur dan Buah untuk Bayi

Mengapa Yogurt dan Keju itu boleh untuk Bayi Sebelum Usia 1 Tahun? 

Beda halnya dengan susu sapi, keju dan yogurt bisa diberikan pada bayi di bawah umur satu tahun. Hal ini tentu saja istimewa karena kedua produk ini merupakan produk olahan susu. Laktosa pada susu sapi akan dipecah dengan kultur yogurt atau keju dan protein. Kultur membuat yogurt dan keju lebih mudah dicerna. Banyak orang dengan intoleransi laktosa seringkali bisa makan makan keju dan / atau yogurt tanpa masalah. Hal yang sama sering terjadi pada beberapa orang dengan alergi protein susu (baik untuk kasein atau whey).


Yogurt Terbaik untuk Bayi

Jika bayi Ibu baru berusia sekurang-kurangnya 6 bulan dan dokter anak mengizinkan untuk membeli yogurt, Ibu boleh memberikan si kecil sejumlah kecil yogurt. Namun yang perlu Ibu ketahui, yogurt dewasa biasanya rendah lemak atau tanpa lemak, sementara yogurt bayi merupakan yogurt khusus yang berbahan susu utuh, biasanya organik dan dipasarkan khusus untuk bayi. Beberapa merk yogurt khusus bayi di antaranya adalah Yoplait baby, Petit Miam. Jika Ibu tidak menemukan merk yogurt khusus bayi, Ibu bisa memberikan merk lain tetapi pilih yang plain. Beberapa merk tersedia di pasaran, Chimory, Elle&Vire, Biokul.

Tambahkan gula merah atau madu sebagai pemanis (untuk anak di atas satu tahun). Bisa juga untuk tambahan Smooties dan dicampur puree buah.


Cara yang lezat untuk menyajikan yogurt untuk Bayi

Yogurt bisa diberikan langsung atau dicampur dengan buah. Jadi, selama bayi punya buah atau sayur favorit, maka Ibu bisa mencampurkan yogurt. Contohnya:
  • Yogurt dengan saus apel dan sejumput kayu manis
  • Yogurt dan Blueberry
  • Yogurt dengan buah persik dan pisang
  • Yoghurt dan alpukat tumbuk
  • Yoghurt dicampur dengan buah dan air untuk membuat smoothie bayi (campurkan dengan air agar tipis sehingga bisa meluncur dalammenggunakan air membuat campuran tipis yang mungkin meluncur melalui gelas sippy dengan mudah.
  • Yoghurt dicampur dengan ubi jalar dan kayu manis
  • Yogurt dan kacang hijau dan pir
  • Yoghurt dicampur dengan wortel dan buah persik
Baca juga : Berbagai Bahan dan Merk Makanan untuk Bayi

Perhatian

Walaupun yogurt lebih mudah dicerna dibanding susu sapi, tetapi alergi susu tetap menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Memberikan yogurt bayi dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi khususnya pada bayi yang memiliki alergi susu.

Alergi susu terjadi pada sekitar 2 sampai 3 persen dari semua bayi. Gejala alergi susu meliputi: diare , muntah, mudah tersinggung, bengkak dan ruam kulit. Untuk itu, terapkan aturan 4 hari saat memberikan yogurt.


No comments:

Post a Comment