Friday, December 29, 2017

Manfaat Ikan Tuna untuk Mpasi Bayi

Ikan bisa menjadi bagian sehat dari makanan bayi segera setelah dia diperkenalkan dengan Mpasi. Selain ikan kembung, Ibu bisa mencoba ikan tuna untuk Mpasi bayi. Nah, apa saja manfaat yang bisa Ibu dapatkan dengan memberi ikan tuna untuk bayi?

Kapan Mengenalkan Ikan tununa untuk Mpasi Bayi?

Masing-masing orangtua memiliki gagasan berbeda dalam mengenalkan tuna pada anak.  Berdasarkan chart makanan, ikan tuna dan ikan secara umum sudah oleh dikenalkan pada bayi mulai umur 8 bulan.  Namun sebelum memberikan jenis ikan ini, ada baiknya Ibu memeriksa riwayat alergi yang dimiliki keluarga. Alergi makanan bisa bersifat genetik. Karena itu, periksa apakah tidak ada anggota keluarga yang alergi terhadap ikan sebelum mulai memberikannya kepada anak.
Jika tidak ada alergi dalam keluarga,  Ibu bisa mengenalkan ikan tuna sejak bayi berusia 8 bulan.

Manfaat Kesehatan Ikan Tuna untuk Mpasi Bayi

Tuna menawarkan protein tanpa kandungan lemak jenuh tinggi. Ikan ini juga tinggi asam lemak omega-3 dan vitamin B. Omega-3 ditemukan pada ikan, membantu perkembangan otak pada bayi dan anak-anak. Asam lemak membantu melindungi jantung dengan menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Baca juga: Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Tuna merupakan makanan yang sarat akan gizi dan nutrisi. Selain itu,  tuna juga mengandung lemak jenuh rendah sehingga bisa dijadikan sumber protein yang sangat baik. Bila diberikan kepada anak secukupnya, makanan tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa, seperti:
 
Mencegah Obesitas: Obesitas pada masa kanak-kanak menjadi perhatian utama kebanyakan orang tua. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna mengurangi risiko obesitas sehingga meningkatkan respon insulin tubuh. Asam lemak omega-3 merangsang hormon yang disebut leptin, penting untuk menjaga metabolisme yang sehat dengan mengatur berat badan dan asupan makanan.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Sistem kekebalan tubuh adalah bagian penting tubuh dan merupakan bagian integral untuk melawan penyakit dan  infeksi. Selenium yang terkandung dalam tuna bertindak sebagai antioksidan yang bekerja untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Vitamin B: Tuna mengandung  Vitamin B yang membantu membangun dan memelihara sel darah merah dan meningkatkan energi. Vitamin larut air ini meningkatkan tingkat metabolisme tubuh, sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

Tingkat Energi: Vitamin B kompleks yang ditemukan dalam ikan tuna diketahui memberikan beragam manfaat kesehatan. Vitamin ini biasanya bekerja untuk memperbaiki metabolisme dan meningkatkan efisiensi sistem organ sehingga memberikan dorongan pada tingkat energi. Konsumsi ikan tuna secara teratur dapat memastikan anak menjadi energik, aktif, dan sehat.

Protein: Daging dan telur dianggap sebagai sumber protein tertinggi. Nah, bagaimana dengan ikan? Kandungan protein adalah salah satu nutrisi yang sangat penting bagi tuna. Ini sarat dengan protein dan karena itu membantu menjaga otot tetap kuat. Selain itu, protein juga baik untuk kulit, rambut, darah, dan kuku.

Baca juga: Menu Makanan Bayi Mpasi 6 Bulan - 8 Bulan

Tindakan Pencegahan

Saat mengenalkan ikan tuna untuk mpasi bayi, ada beberapa tindakan pencegahan yang harus dilakukan untuk memastikan pertumbuhan yang sehat. Beberapa yang penting tercantum di depan:
Masak secara menyeluruh: Meski Sushi rasanya enak untuk orang dewasa, ceritanya sedikit berbeda jika untuk anak-anak. Hindarkan memberi ikan mentah untuk  bayi dan anak. Pastikan tuna yang Ibu sajikan dimasak dengan benar untuk menghindari risiko bakteri. Selain itu, pastikan tidak ada tulang pada ikan untuk menghindari bahaya tersedak. Jika tidak bisa memberi tuna segar, Ibu bisa mencoba tuna kalengan untuk bayi.

Kombinasikan dengan sayur

Pastikan menyediakan makanan terbaik untuk bayi dengan menggabungkan tuna dengan potongan kecil sayuran yang sudah menjadi puree. Ini akan memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi dan mineral yang cukup. Apalagi jika bayi sudah nyaman dengan sayuran, maka akan mendorongnya untuk makan tuna juga.
'

Sajikan secara teratur

Sangat jelas bahwa bayi tidak bisa makan sekaleng tuna secara keseluruhan. Karena itu, hanya menawarkan ½ dari makanan bisa menjadi jumlah yang tepat. Seorang anak seberat 20 pon dapat dengan aman memiliki satu kaleng tuna setiap tiga minggu.
Amati tanda Alergi: Ibu tidak akan tahu apakah bayi menderita alergi tuna atau tidak sebelum Ibu memberikannya tuna untuk mpasi bayi.  Karena itu, setelah bayi memakan tuna maka amati gejala alergi seperti ruam atau pembengkakan pada bibir, lidah, atau wajah. Bayi yang napasnya bersuara dan an muntah dengan perut kram kemungkinan besar berhubungan dengan alergi makanan, khususnya setelah makan tuna. Jika demikian, sebaiknya segera hubungi dokter dan hindari tuna untuk anak lagi.

Merkuri 

Kekhawatiran terbesar memberi makan ikan tuna adalah paparan merkuri. Merkuri adalah logam yang ditemukan secara alami dan sebagai produk dari beberapa proses manufaktur. Bila partikel atau uap air raksa masuk ke air dan bersentuhan dengan bakteri, itu berubah menjadi zat yang bisa diserap oleh ikan yang hidup di air itu.

Federal Food and Drug Administration (FDA) menyarankan untuk menghindari hiu, ikan todak, raja makarel, tilefish.  Ikan tersebut memiliki kandungan merkuri tertinggi. Tapi untuk anak-anak, FDA mengatakan bahwa aman untuk konsumsi dua sampai tiga porsi makanan yang sesuai dengan dosis rendah merkuri per minggu.

Ada berbagai jenis tuna dan beberapa memiliki merkuri lebih banyak dibanding yang lain. Misalnya, albacore atau "tuna putih" memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi. Environmental Protection Agency (EPA) mencantumkan tuna kaleng sebagai pilihan ikan dengan kadar merkuri rendah.

Baca juga : Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Resep Ikan Tuna untuk Mpasi Bayi

Jika Ibu ingin menyiapkan mpasi sendiri, masukkan tuna ke dalam blender. Ibu bisa menghaluskannya dengan konsistensi seperti yoghurt. Pilihan lainnya adalah untuk mencampurkan tuna dengan alpukat, atau bubur bayi. Namun perlu diingat: Ibu hanya harus mencoba resep  kombinasi setelah masing-masing bahan aman diberikan.

Mash Tuna, Kentang, Tomat & Bayam

Bagus untuk Mpasi bayi umur 6-9 bulan, 9-12 bulan


Bahan:
  • 1 daun bawang, iris
  • 300 g kentang, kupas & potong bentuk kubus
  • Sedikit butter
  • 1 x 160 g tuna kalengan, tiriskan ikan dari minyaknya.
  • 50 g bayam bayi, cincang kasar
  • 1 tomat, cincang kasar
  • Keju keju Cheddar 50 gr, parut

Cara Memasak:
  • Masukkan daun bawang dan kentang ke dalam panci. Tutup dengan air. Rebus selama 15 menit hingga kentang empuk. Tiriskan dan haluskan.
  • Lelehkan mentega dalam panci, tambahkan bayam, aduk hingga layu. Tambahkan kentang, daun bawang dan sisa bahan lainnya.
  • Aduk merata sampai keju meleleh. Angkat dan dinginkan.



No comments:

Post a Comment