Wednesday, November 1, 2017

Perkembangan Bayi: Sudahkah bayi Ibu mulai berjalan?

Senang sekali melihat perkembangan bayi Ibu sejak lahir hingga merangkak. Bahkan langkah-langkah goyah dan kecil bayi bisa membuat Ibu menangis. Namun, bayi mengalami serangkaian tahap perkembangan sebelum mencapai tonggak penting ini. Percaya atau tidak, bayi telah bersiap untuk berjalan tepat setelah kelahiran. Gerakan kecil dari anggota badan dan tangan yang dia buat saat berbaring telentang, pada minggu-minggu awal, sebenarnya adalah latihan untuk mengembangkan kekuatan dan koordinasi otot. Setelah mendapatkan beberapa kekuatan selama periode waktu tertentu, bayi akan mulai melakukan gerakan lain seperti menguasai seni berguling, duduk tanpa banyak bantuan, merangkak, berdiri, dan akhirnya berjalan.

Bagaimana Tahap Perkembangan Bayi hingga Berjalan?


Ibu mungkin tidak tahu, tapi dibutuhkan banyak latihan, kesabaran dan kepercayaan diri dari si kecil untuk mulai berjalan dengan kedua kakinya. Inilah perkembangan kecil yang terjadi pada bayi  sebelum dia bisa meletakkan kakinya di tanah:

Pada umur 6 minggu: Minggu ini menandai salah satu tahap perkembangan penting pada bayi yang mungkin Ibu lewatkan. Si kecil mulai mengendalikan gerakan kepala, meski tidak sepenuhnya. Jika Ibu memegang tegak lurus bayi dengan menopang perut dan punggung, dia akan bisa berusaha meluruskan kepalanya, meskipun sebentar.

Pada usia 3 bulan: Pada tahap ini, bayi akan dapat menahan kepala tegak pada suspensi ventral 90 ° saat Ibu memeluknya.

Pada usia 6 bulan: Bayi akan bisa menopang kepalanya dengan baik saat didudukkan. Hal ini juga terjadi ketika bayi belajar duduk, meski dengan beberapa bantuan dan mampu mengangkat kepalanya tegak. Saat terbaring telungkup, dia akan bisa mengangkat lengan bawahnya. Hal ini adalah pertanda bahwa bayi mungkin akan segera merangkak.

Pada usia 9 bulan: Pada saat ini bayi pasti sudah mencapai dua tonggak sejarah - duduk tanpa bantuan dan merangkak.  Pada umur ini, kebanyakan bayi cenderung bertahan dengan bantuan. Beberapa bahkan mungkin mulai mengambil langkah-langkah kecil sambil berpegangan pada sofa atau kursi, Namun, tahap ini mungkin berbeda dari satu bayi ke bayi lainnya. Beberapa bayi mungkin tidak pernah merangkak dan melewati fase ini. Sementara itu, bayi lain mungkin bertahan dalam fase merangkak sebelum mendapatkan cukup kekuatan otot dan kepercayaan diri untuk mulai berjalan.

Pada 10 bulan: Akan ada pengulangan aktivitas di bulan sebelumnya dengan beberapa kemajuan. Bayi mungkin bisa bertahan lebih lama tanpa bantuan dan membutuhkan sekitar dua langkah sebelum membutuhkan pertolongan.

Pada usia 12 bulan: Pada saat bayi erayakan ulang tahunnya yang pertama, dia harus bisa berdiri dan berjalan, meskipun dengan bantuan dari Ibu. Beberapa bayi mungkin baru saja mulai berjalan sendiri pada saat ini.

Pada usia 18 bulan: Pada saat ini anak pasti sudah menguasai seni berjalan dan akan bisa berjalan dengan baik, berlari, duduk di atas kursi dan bahkan menaiki tangga sambil memegang pagar.

Pada usia 2 tahun: Anak akan bisa naik turun tangga sendirian sambil mempertahankan dua kaki satu demi satu.

Pada usia 3 tahun: Pada saat ini anak akan bisa menaiki tangga, satu kaki per langkah, dan menahan jari-jari kaki saat Ibu mengejarnya.


Sulit untuk memastikan periode waktu atau bulan tertentu untuk menunjukkan kapan anak bisa mulai berjalan. Namun, seringkali, anak-anak cenderung berjalan sendiri antara 11 sampai 15 bulan tergantung pada kecepatan perkembangannya. Beberapa anak mungkin menunjukkan keterlambatan dalam proses namun pada akhirnya akan mulai berjalan pada akhir tahun pertama.

Baca juga: Cara Merawat Tali Pusar Bayi baru Lahir

Lalu, bagaimana jika anak sudah bisa berjalan sebelum umur 12 bulan? Nah, dari lifestyle.kompas.com, berikut diambil berbagai kriteria penggolongan keterlambatan berjalan pada bayi beserta intervensinya.

Bisa berjalan usia 8 bulan-12 bulan : Kemampuan berjalan sangat baik dan sangat cepat, biasanya anak demikian motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya sangat baik. Pada kelompok ini mungkin tidak perlu intervensi atau stimulasi karena anak akan belajar berjalan sendiri dengan baik tanpa bantuan.

Bisa berjalan usia 12 bulan-15 bulan : Kemampuan berjalan biasa dan rata-rata anak seusia. Biasanya anak demikian motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya normal. Pada kelompok ini mungkin intervensi atau stimulasi ringan akan lebih baik.

Bisa berjalan usia 15 bulan-18 bulan : Kemampuan berjalan normal tetapi kurang optimal. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya kurang begitu baik. Pada kelompok ini perlu intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis lebih baik

Bisa berjalan usia 18 bulan-24 bulan : Kemampuan berjalan terlambat ringan. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya tidak baik. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal. Sebaiknya dilakukan oleh arahan tenaga profesional seperti Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi

Bisa berjalan usia 24 bulan-32 bulan : Kemampuan berjalan terlambat berat . Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya buruk. Dalam keadaan seperti ini, biasanya disertai gangguan neurologis atau susunan saraf pusat. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal. Stimulasi seperti tersebut harus dilakukan oleh arahan tenaga profesional seperti Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi

Belum bisa berjalan sampai usia 32 bulan : Kemampuan berjalan terlambat sangat berat . Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya sangat buruk. Dalam keadaan seperti ini, biasanya disertai gangguan neurologis atau susunan saraf pusat yang sangat berat seperti penderita Cerebral palsy. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal. Stimulasi seperti tersebut harus dilakukan oleh arahan tenaga profesional seperti Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi.

Lalu, apa saja alasan yang membuat anak belum bisa jalan?

Kelainan neurologis: Kelainan neurologis tertentu seperti cerebral palsy atau sindrom Down dapat menunda fase berjalan.

Kekurangan vitamin D: Sama halnya dengan kalsium, Vitamin D berperan penting dalam perkembangan tulang bayi; Ketiadaan vitamin D juga bisa menjadi alasan yang mungkin untuk menunda proses berjalan pada bayi.

Rickets: Ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara penyakit Ricket dan keterlambatan berjalan. jika kondisinya belum berkembang ke stadium lanjut maka bisa terjadi reversibel dan perawatan tepat waktu dapat membantu anak berjalan tegak. Ricket merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi karena kekurangan zat kapur, fosfor, dan vitamin D. Anak yang menderita penyakit ini maka tulangnya akan  melunak dan melemah.

Keterlambatan kemampuan motorik dan motorik yang lamban: Terkadang orang tua gagal menangkap isyarat awal keterlambatan kemampuan berjalan pada bayi. Tanda-tanda ini berupa tertundanya perkembangan keterampilan motorik kasar dan halus. Sederhananya ini berarti bahwa pada usia enam bulan, anak seharusnya bisa memungut barang dengan telapak tangannya. Pada bulan kesembilan dia harus bisa menjemput barang dengan ibu jari dan jemarinya. Jika keterampilan bagus dan motorik berkembang dengan normal, maka pendekatan wait and watch akan berjalan dengan baik, jika tidak, sebaiknya mencari bantuan profesional.

Ketidakmatangan Persyarafan: Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarat belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik. Pada usia ± 5 tahun, syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan, dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik. Otot-otot besar yang mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari-jari tangan untuk menyusun puzzle , memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat, dan sebagainya.

Gangguan sensoris: Pada kasus tertentu, anak sering mengalami sensitif pada telapak tangan dan kaki. Sehingga hal ini mengakibatkan anak sering jinjit. Selama ini, jalan jinjit atau Tip Toe masih belum diketahui penyebabnya. Meskipun bukan karena kelainan anatomis. Selama ini, orangtua menganggap hal itu adalah memang perilaku anak. Pada anak dengan gangguan sensoris raba biasanya disetai gangguan sensoris suara dan cahaya. Gangguan sensoris suara biasanya anak takut dan tidak nyaman ketika mendengar suara dengan frekuensi tertentu seperti suara blender, suara bayi menangis, suara gergaji listrik. Gangguan sensoris cahaya biasanya anak sangat sensitif terhadap cahaya terang dan sinar matahari.

Muscular dystrophy: Ini adalah penyakit neuromuskular herediter dan bersifat progresif. Ini adalah salah satu penyebab paling sering tertunda berjalan pada anak-anak dan perlu segera mendapat perawatan medis.

Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit Bayi


Tip apa saja agar Bayi bisa cepat berjalan?

Kebanyakan bayi membutuhkan sekitar 1.000 jam latihan sejak mereka berdiri tegak sampai mereka bisa berjalan sendiri. Berikut beberapa tip untuk membantu mempersiapkan anak dalam melakukan beberapa langkah pertama tersebut:

Sejak lahir:
Kebutuhan paling penting untuk berjalan adalah otot punggung yang kuat, yang dilatih bayi dengan mengangkat kepala saat berbaring di perut mereka. Jadi pastikan Ibu menelungkupkan si kecil sewaktu terjaga. Tempatkan mainan dan benda menarik di luar jangkauan si bayi untuk memberinya motivasi.

Begitu dia bisa duduk:
Bantu dia melatih keseimbangan dan mobilitasnya dengan memindahkan bola secara bolak-balik dari sisi kanan dan kirinya. Atau pegang mainan di depannya dan pindahkan dari sisi ke sisi agar mendorongnya untuk bersandar. Saat dia menekuk ke depan atau merangkak, dia akan meningkatkan lebih banyak kekuatan di leher, punggung, kaki dan lengannya, serta kontrol pinggulnya. Hal ini akan memungkinkannya mengangkat tubuh ke posisi berdiri.

Begitu dia bisa berdiri:
Biarkan dia berjalan di depan Ibu saat Ibu memegang tangannya dan lepaskan satu tangan secara berkala agar dia bisa bereksperimen dengan keseimbangan. Atau berdiri beberapa meter darinya dan menghiburnya saat dia berdiri sendiri. Tawarkan banyak dorongan dan pujian.

Begitu dia bisa melangkah:
Setelah dia berhasil berdiri, dia mungkin mulai berpegangan pada sembarang benda di rumah. Bantu dia dengan mengatur perabotan agar kokoh sehingga dia bisa berjalan melintasi ruangan dengan aman.
Dia mungkin belum bisa duduk dari posisi berdir.Dekatilah anak sehingga Ibu dapat membantu meringankan pantatnya dengan tangan. Dengan demikian maka dia akan bisa duduk tanpa menyakiti bagian bawah tubuhnya.

Tindakan pengamanan
Bayi bisa berkeliling lebih cepat dari perkiraan Ibu. maka perhatikan beberapa hal berikut sebagai tindakan pengamanan.
  • Singkirkan meja rendah dengan sudut tajam yang sulit ditutup untuk mencegah cedera.
  • Gunakan furnitur yang mudah diganti.
  • Bayi akan suka menjelajahi rumah sehingga perhatikan barang-barang yang ada di rumah. singkirkan kabel, tutup stop kontak dengan lakban, eratkan karpet yang kendor dan jika Ibu memiliki balita lain, pastikan tidak ada mainan yang berserakan.
  • Pasang gerbang keselamatan di bagian atas dan bawah tangga, dan awasi bayi kapan pun dia di tangga.
  • Menyingkirkan barang-barang rumah rumah tangga yang berpotensi berbahaya dan simpan di tempat aman.
 

No comments:

Post a Comment