Monday, October 2, 2017

Khasiat Lemon untuk Bayi

Lemon sangat bermanfaat dan sehat untuk orang dewasa, tapi bagaimana untuk bayi? Apakah lemon boleh untuk bayi 6 bulan?

Salah satu buah jeruk yang paling penting adalah lemon.  Ukurannya besar. Saat matang, lapisan luarnya berubah menjadi kuning dan di dalamnya ada banyak jus dengan sedikit biji.

Lemon dipercaya berasal dari India, tumbuh di sisi barat negara ini. Buah ini umumnya tumbuh pada ketinggian 4000 kaki di atas permukaan laut. Pohon lemon tumbuh setinggi 6 meter dan ditandai dengan daun oval yang berkembang dari warna kemerahan menjadi hijau gelap saat tumbuh. Buahnya oval dan kulitnya berwarna kuning. Dagingnya terdiri dari sekitar delapan sampai 10 segmen dan seringkali pahit.

Meski rasanya pahit, lemon mengandung sekitar 71% kebutuhan vitamin C sehari-hari. bagian yang sering digunakan adalah air atau jusnya. Lemon mengandung kandungan asam sitrat tertinggi di antara sayuran yang membantu metabolisme energi sel kita.

Umur Berapa Bayi Boleh Diberi Lemon?

Kebanyakan orang tua merasa ragu untuk memberi balita dan anak-anak mereka jus lemon karena rasanya yang asam. Selain itu, ada beberapa anak yang juga alergi dengan buah ini. Untuk itu, bayi hendaknya baru bisa diberi buah lemon saat umurnya delapan hingga sepuluh bulan, itu pun sebaiknya dalam bentuk jus yang tipis. Jangan tawarkan irisan lemon secara langsung karena kandungan asam askorbat dalam lemon dapat merusak email di gigi bayi dan menyebabkan gigi sensitif.

Rasa
Bayi secara alami tertarik pada makanan dengan rasa ringan dan manis, yang merupakan salah satu alasan dokter anak sering merekomendasikan pisang, sereal beras, persik, ubi jalar dan saus apel sebagai makanan pertama. Bayi mungkin ridak akan menyukai lemon jika Ibu menawarinya.

Alergi
Beberapa anak memiliki kepekaan terhadap asam dalam lemon, yang bisa mengakibatkan reaksi alergi. Saat pertama kali memperkenalkan lemon ke si kecil, pastikan untuk menyajikannya sendiri atau dengan makanan lain yang bisa  dinikmati anak. Lebih baik jika Ibu menunggu tiga hari jika ingin memberikan makanan baru setelah menyajikan lemon untuk anak, sehingga bisa mengantisipasi alergi.

Menurut Maple Avenue Pediatrics, terutama jika Ibu  memiliki riwayat keluarga alergi makanan, maka sebaiknya tunda pemberian lemon hingga anak berumur setahun.

Alergi ini bermanifestasi sebagai ruam popok atau ruam di sekitar mulut dan bibir. Jika Ibu melihat ini pada anak, segera bawa dia ke dokter. Selain itu, asam yang ditemukan dalam makanan sitrus dan dikenal sebagai asam sitrat, bisa sangat menyulitkan sistem pencernaan bayi dan juga dapat memperburuk refluks gastroesophageal, atau GER.

Baca juga : Jus Jeruk buat Bayi, Amankah?


Manfaat kesehatan lemon untuk Bayi dan Balita

Ada beberapa keuntungan memberi anak jus lemon. Yang menonjol di antara mereka adalah:

Rehidrasi tubuh selama musim panas: Selama musim yang panas, ada gunanya memberi jus lemon kepada anak-anak, untuk memasok tubuh dengan mineral dan vitamin yang diperlukan.

Menyembuhkan masalah pencernaan: Jika anak menderita masalah yang berkaitan dengan pencernaan, jus lemon bisa menyembuhkannya. Keasaman jus lemon mengandung khasiat yang bisa membantu membunuh cacingan. Selain itu, jika anak menderita konstipasi, biliousness atau dispepsia, jus lemon akan membantunya agar segera sembuh.

Scurvy: Penyakit mulut dan kulit ini terjadi saat ada kekurangan vitamin C dan asam askorbat dalam tubuh. Dengan memberi anaka dua sendok makan jus lemon yang diinfuskan dengan air, dua sampai tiga kali sehari, dia akan pulih sepenuhnya dari penyakit kudis.

Mengatasi diare: Jika bayi atau anak Ibu diare, Ibu harus berkonsentrasi untuk meningkatkan kadar air di tubuhnya. Tentu saja, Ibu akan memberinya obat rehidrasi oral, tapi Ibu juga bisa menambahkan satu sendok makan jus lemon yang diencerkan dalam segelas air. Tambahkan sedikit gula dan garam ke dalamnya dan biarkan dia menyesapnya perlahan.

Meningkatkan imunitas: Lemon kaya akan vitamin C, yang ideal untuk sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita dari mikroba yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Karena anak-anak sangat rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum berkembang, maka memberi anak jus lemon yang sudah diencerkan bisa meningkatkan kekebalan tubuh mereka.

Membantu mengendalikan muntah: Jika anak mengalami gangguan pencernaan kronik, gangguan saraf dan refluks perut, gejala ini dapat dikurangi secara signifikan dengan memberi 1/2 sendok teh jus lemon dengan satu sendok madu.

Membantu dalam pengobatan tonsilitis: sendok teh jus lemon dengan segelas air hangat dan satu sendok makan madu bisa membantu anak menyembuhkan amandel.

Baca juga : Alergi Makanan pada Bayi dan Balita

Resep limun

Selain dalam bentuk jus, Ibu juga bisa memberikan lemon untuk anak dalam bentuk limun. Sediakan sebutir lemon berukuran besar dengan 40 ml-50 ml jus. Tambahkan sekitar 50 gm gula dan dua gelas air, lalu aduk rata. Ibu bisa memberikannya langsung, atau mendinginkannya terlebih dahulu di kulkas.

Kandungan Gizi Lemon

Menurut United States Department of Agriculture’s National Nutrient Database for Standard Reference, berikut adalah komponen nutrisi yang terkandung dalam lemon.

Komponen Gizi Nilai per 100 g Komponen Gizi Nilai per 100 g  
air 88,98 gm Energi 29 kkal
Protein 1,10 gm Lipid total 0,30 gm
Karbohidrat 9,32 gm Serat 2,8 gm
Gula 2,50 gm Kalsium 26 mg
Besi 0,60 mg Magnesium 8 mg
Fosfor 16 mg Kalium 138 mg
Sodium 2 mg Seng 0,06 mg
Vitamin C 53 mg Thiamin 0,040 mg
Riboflavin 0,020 mg Niasin 0.100 mg
Vitamin B6 0,080 mg Folat 11 ug
Vitamin A 22 IU Vitamin E 0,15 mg

No comments:

Post a Comment