Saturday, September 16, 2017

5 Alasan Kenapa Bayi Tidak Membutuhkan Bantal Saat Tidur

Nyanyikan lagu pengantar tidur dan tepuklah bayi dengan lembut untuk membantunya tidur. Selain itu, jauhkan dia dari bantal!

Ada banyak manfaat bayi tidur tidak pakai bantal. Jadi, tidak seperti yang dipikirkan banyak orang, bantal ternyata tidak menjadi sebuah kebutuhan bagi bayi. Sebenarnya, ada baiknya Ibu tidak mengalasi kepalanya dengan bantal selama dua tahun pertamanya. Kenapa? berikut alasannya:

Bantal bisa menyebabkan bayi mati lemas:
Jika Ibu berpikir tidur bersandar di atas bantal akan membantu bayi Ibu tidur lebih nyenyak, Ibu salah. Kepala bayi yang masih lemas, bisa masuk ke bantal lembut sehingga meningkatkan kemungkinan mati akibat lemas. Selain itu, lubang hidung bayi yang kecil dan lembut bisa ditekan oleh bantal sehingga membatasi aliran udara saat bayi menggerakkan kepala dari satu sisi ke sisi yang lain.

Bantal juga bisa meningkatkan risiko SIDS:

Selain sesak napas, bantal meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS dengan berbagai cara. Jika bantal diisi dengan manik-manik spons atau thermocol, yang bisa keluar tanpa sengaja, bisa menyebabkan tersedak. Selain itu, bantal tapal kuda yang digunakan secara tradisional untuk menopang kepala bisa membatasi pergerakan pada bayi Ibu.

Baca juga : Bahaya Madu untuk Bayi di Bawah Satu tahun

Bantal juga bisa menyebabkan Panas yang Berlebih (overheating):

Bantal bayi yang paling mewah memiliki penutup yang biasanya terbuat dari poliester atau kain selain kapas. Hal ini bisa meningkatkan panas di bawah kepala dan menyebabkan fluktuasi suhu dalam tubuh. Keringat atau panas berlebih karena sarung bantal bisa mengakibatkan kondisi yang disebut hipertermia fatal dan mengancam nyawa.

Bantal bisa menyengat leher:
Sebagian besar bantal bayi berbulu dan tidak rata. Ini sebenarnya bisa menyengat leher bayi saat tidur berjam-jam.


Bantal dapat menyebabkan sindrom kepala datar:
Tidur di bantal lembut terlalu lama dapat menyebabkan sindrom kepala datar pada bayi karena tekanan konstan. Meskipun penting meletakkan bayi di bagian belakang untuk mengurangi gejala SIDS, hal ini dapat menyebabkan cacat struktural di kepala saat menggunakan bantal untuk tidur.

Bayi harus memiliki kontrol kepala dan leher untuk mengalihkan wajahnya dari bantal jika dia tidak bisa bernafas, jadi anak yang mengalami masalah perkembangan mungkin tidak siap untuk bantal bahkan setelah ulang tahunnya yang kedua.

Baca juga : Bayi Susah Tidur? Obati dengan Pala

Ikuti aturan tidur yang aman di bawah ini:
  • Selalu membuat bayi tidur di dengan punggung di bawah, bukan tertelungkup.
  • Hindari menggunakan bantal sampai usia dua tahun.
  • Bila Ibu memilih bantal untuk balita, pastikan bantal kokoh dan rata.
  • Jika kepala bayi dalam posisi tertentu terlalu lama atau lebih dari dua jam, coba ganti posisi untuk menghindari sindrom kepala datar karena tekanan.
  • Pastikan tempat tidur bayi diletakkan di samping tempat tidur Ibu dan jauh dari pemanas ruangan atau gadget elektronik lainnya. 
Hal yang sama juga berlaku dengan selimut. Sebaiknya hindarkan menggunakan selimut pada bayi sampai umurnya dua tahun, kecuali bayi selalu berada di bawah pengawasan Ibu. bayi yang aktif di malam hari, bisa dengan mudah terjebak dalam selimut sehingga bisa menyebabkan bayi jatuh, terantuk di tempat tidur dan bahkan frutrasi.

Untuk membuat bayi hangat di malam hari, maka disarankan untuk mengenakan piyama satu potong dengan kain katun.

baca juga : Berapa Lama Bayi Boleh Dibiarkan Menangis?

Tip Memilih Bantal untuk Bayi

Bila bayi sudah siap untuk tidur dengan menggunakan bantal (tentunya aman),  maka belilah bantal khusus untuk bayi, jangan menggunakan bantal dewasa. Bayi yang tidur dengan bantal dewasa bisa menghirup akumulasi debu dan kuman yang ada di bantal, sehingga bisa menyebabkan bayi sesak. Pilihlah bantal yang kecil dan kokoh,  tidak perlu lebih besar dari bantal berukuran 12 x 12 inchi. Pilih bantal dengan penutup yang dijahit dan diberi label hypoallergenic, bukan yang penuh dengan bulu.

No comments:

Post a Comment