Thursday, June 8, 2017

Manfaat Stroberi untuk Makanan Bayi

Kapan sih bayi boleh makan stroberi?
Apa saja sih resep makanan bayi yang menggunakan stroberi?

Stroberi merupakan buah beri paling populer di dunia, dengan warna cerah, bentuknya yang indah dan kandungan gizi yang mengagumkan. Stoberi juga dikenal kaya akan vitamin dan flavonoid, yang sangat baik untuk kesehatan. Sayangnya, stroberi juga bisa menyebabkan alergi pada bayi. Oleh karena itu, orangtua harus tahu kapan bayi bisa makan stroberi dan bagaimana cara mengenalkan stroberi pada bayi.

Kapan Bayi Bisa Makan Stroberi? 

Stroberi dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi. Para ahli memiliki berbagai pendapat dan pedoman tentang kapan buah-buahan ini dapat diperkenalkan dalam makanan bayi. Beberapa merekomendasikan menunggu sampai bayi berusia minimal satu tahun sebelum memulai stroberi.


Namun, di AS, sebuah laporan dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa pedoman ini telah dimodifikasi untuk memungkinkan anak-anak mengonsumsi stroberi sejak usia enam bulan dan seterusnya. Sementara media lokal (kompas.com), merekomendasikan pemberian stroberi mulai dari umur 8-12 bulan.

Reaksi alergi terhadap stroberi umumnya termanifestasi seperti ruam dan gatal, terutama saat buah menyentuh kulit di sekitar mulut. Terkadang reaksi berat juga bisa terjadi, seperti misalnya pembengkakan di tenggorokan. Gejala lainnya termasuk gatal-gatal di tubuh dan memburuknya asma atau eksim.

Reaksi kulit dalam menanggapi keasaman buah juga bisa berkontribusi terhadap munculnya ruam popok pada beberapa bayi, tapi hal ini tidak dianggap sebagai reaksi alergi.

Bagaimana caranya mengenalkan stroberi pada bayi?

Setelah mengetahui kapan bisa bayi makan stroberi, pertanyaan selanjutnya adalah cara memberi makan stroberi pada bayi.

1. Carilah Tanda-Tanda Bahwa Bayi  Siap untuk makan Stroberi
Stroberi bisa diberikan kepada bayi sebagai makanan jari, namun Ibu harus memastikan anak siap. Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi siap makan makanan padat meliputi:
  • Memiliki kontrol kepala yang cukup
  • Mampu duduk dengan dukungan
  • Mampu menunjukkan gerakan mengunyah
  • Berat badan terlihat
  • Peningkatan nafsu makan
  • Penasaran dengan apa yang ibu makan 

2. Puree Stroberi
Sebelum mengenalkan bayi untuk makan buah stroberi secara utuh, cobalah memberikan buah ini dalam bentuk puree. Ibu harus memiliki buah yang benar-benar matang, berwarna merah gelap dan kulit buah segar. Karena stroberi memiliki rasa yang asam, Ibu bisa memadukannya dengan bahan lain seperti ASIP, susu formula, alpukat, pisang, mangga, kiwi, pepaya, pear atau yogurt. Catatan, semua buah ini tentunya saat dicampur itu sudah dalam keadaan mentah, artinya tidak perlu dimasak lagi.

3. Bubur Beras/Oatmeal Stroberi
Selain itu, stroberi juga bisa diolah bersama oatmeal, dijadikan tambahan nutrisi dalam bubur. Tapi pastikan stroberi tidak dimasak agar tidak kehilangan gizi. Puree stroberi atau cincangan buah stroberi cukup dipakai sebagai topping atau ditambahkan saat bubur beras atau oatmeal sudah dimasak. Bisa juga ditambahkan dengan susu formula.

3. Smootie Stroberi
Smootie juga merupakan cara bagus untuk memberikan stroberi pada bayi. Caranya, blender stroberi dengan susu formula cair, hingga halus. Rasa manis susu akan mengatasi asam stroberi.

4. Potong menjadi Potongan Kecil
Stroberi bisa menyebabkan tersedak pada bayi. Cara terbaik adalah memurnikannya atau memotongnya menjadi potongan-potongan kecil. Stroberi cenderung licin dan bisa meluncur ke tenggorokan bayi sebelum dikunyah sama sekali. Sebagai makanan jari, potong stroberi menjadi potongan berukuran kecil.

Tunggu Tiga Hari sebelum Memperkenalkan Makanan Baru Lainnya
Seperti makanan baru lainnya, orang tua harus mengenalkan stroberi dengan aturan 4 day wait rule.  Ini akan membantu Ibu untuk mengidentifikasi makanan apa yang mungkin menyebabkan reaksi alergi. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi, berkonsultasilah dengan dokter anak sebelum memperkenalkan stroberi kepada bayi.

Baca juga : 4 Day Wait Rule dalam Pemberian Makanan Bayi

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi 


Apa Manfaat Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi?

Stroberi memberi banyak nutrisi berharga bagi bayi, termasuk yang berikut ini:
  • Vitamin B, C dan K
  • Folat
  • serat makanan
  • kalium
  • Mangan
  • tembaga
  • magnesium
  • Asam lemak omega-3
  • Fenol
 Fenol adalah senyawa yang melindungi tubuh kita dari penyakit kronis seperti kanker. Senyawa ini juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh kita dan juga baik untuk kesehatan jantung.

Baca juga: Asam Lemak Omega 3 pada Makanan Bayi



Berapa Banyak Stroberi yang Bisa Saya Perkenalkan kepada Bayi?
Pakar kesehatan merekomendasikan memberi makan bayi usia 6 sampai 12 bulan antara 1/4 sampai 1/2 cangkir buah setiap hari.

Bagaimana Saya Memilih dan Menyimpan Stroberi?

•    Pilih stroberi
Stroberi tidak bertahan lama setelah dibeli, tapi Ibu juga sebaiknya jangan membeli buah yang hijau atau belum matang.  Buah-buahan ini mungkin hanya tersedia selama musim-musim tertentu jadi Ibu mungkin ingin mempertimbangkan untuk membekukannya. Cara terbaik adalah membekukannya secara utuh untuk menjaga kandungan vitamin buah daripada memotong, menumbuk, atau pureeing terlebih dahulu. Ibu juga bisa mempertimbangkan untuk membeli stroberi organik karena pestisida biasanya digunakan pada buah-buahan yang ditanam secara konvensional.

•    Simpan stroberi
Cuci buah-buahan dan pisahkan dengan "topi" hijau buah. Keringkan dengan menggunakan kertas. Tempatkan buah dalam satu lapisan di atas loyang dan masukkan ke dalam freezer. Bisa juga membekukannya dengan plastik khusus.

Warna dan tekstur stroberi akan berubah setelah pembekuan. Ini tidak dapat dihindari tapi Ibu bisa memercikkan jus lemon pada buah untuk mengurangi perubahan ini.

Apa Tanda Alergi Strawberry?
Tanda dan gejala alergi stroberi serupa, baik itu pada orang dewasa, anak-anak dan bayi. Stroberi bisa menimbulkan respons imun yang terlalu aktif, yang menyebabkan peningkatan pelepasan histamin. Histamines dapat menyebabkan tanda dan gejala reaksi alergi pada individu yang sensitif, terutama pada bayi yang sistem imunitasnya masih belum matang. Tanda awal alergi biasanya muncul saat kontak dengan alergen, dan ini termasuk:
  • Bintik merah pada kulit terutama bagian kulit yang bersentuhan dengan stroberi.
  • Mulut terasa kesemutan
  • Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Gejala selanjutnya bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menghasilkan gejala seperti:
  • Kram perut
  • mual
  • Muntah
  • diare

Beberapa individu mengalami anafilaksis, reaksi alergi parah yang mengancam jiwa yang menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah secara mendadak.

Apa Yang Dapat Saya Lakukan Jika Biji/Benih stroberi  Ditemukan pada kotoran bayi?
Jika Ibu menemukan biji stroberi pada kotoran bayi, bisa jadi bayi Ibu mengalami masalah ketika mencerna biji itu. kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik seiring dengan bertambahnya umur bayi.


No comments:

Post a Comment

My Blog List

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016
Klik gambar untuk sinopsis :)