Monday, May 15, 2017

Mengapa Feses (BAB) bayi berwarna hijau?

Feses atau BAB bayi berwarna hijau dan berlendir setelah Mpasi? Apakah itu berbahaya?

Tidak usah khawatir, karena warna-warna feses pada bayi itu bisa beragam, terutama bayi di bawah satu tahun. seperti kita tahu, kotoran bayi merupakan indikator penting yang menunjukkan kesehatan bayi. Jika biasanya feses itu berwarna kekuningan, pada beberapa kasus, memang ada kotoran bayi yang berwarna hijau atau pun hitam. Para orang tua baru biasanya akan bingung akan hal ini.

Namun tidak perlu panik, Bu. Karena masing-masing jenis warna feses dan konsistensinya itu ada penyebab pastinya. Pada postingan kali ini, mari kita membahas secara spesifik tentang kotoran bayi yang berwarna hijau dan berlendir, terutama setelah beralih ke makanan padat.

Bagaimana warna dan konsistensi yang normal dari feses bayi itu?
Kotoran pertama bayi biasanya disebut mekonium, warnanya hitam dan sudah ada di  usus bayi saat lahir. Ketika proses menyusui berjalan dengan baik setelah beberapa hari, bayi Ibu biasanya beralih ke "tinja transisi". Tinja ini biasanya berwarna hijau gelap. Setelah sekitar lima hari, feses bayi harusnya berubah menjadi kuning. Konsistensi, mulai sekarang sampai bayi memulai Mpasi biasanya cair dengan kumuh di dalamnya.

Lengkapnya bisa baca di postingan terdahulu.

Baca Juga : Mengenali Jenis Kotoran/ Feses/Pup Bayi


Apa yang menyebabkan kotoran bayi berwarna hijau?

Sebelum Ibu khawatir, ingatlah bahwa kasus kotoran yang berwarna hijau pada bayi yang disusui kadangkala adalah hal normal. Namun, jika kotoran bayi berwarna hijau secara konsisten, tanpa bercampur dengan warna lain, hal itu bisa jadi indikasi bayi memiliki masalah, seperti:
  • Ketidakseimbangan foremilk / hindmilk: Istilah ini pertama kali ditemukan dalam artikel jurnal tahun 1988 (Lancet, 1988, 13 Agustus, 2 (8607): 382-4) yang membicarakan tentang pengalaman-pengalaman dari beberapa ibu yang menyusui setiap saat, lalu mengganti ke payudara lainnya setelah 10 menit meski bayi belum selesai di payudara yang pertama.  Hal ini diketahui menyebabkan tinja bayi berwarna hijau berbusa.
  • Sensitivitas: Kotoran berwarna hijau pada bayi bisa menjadi indikasi awal bahwa bayi Ibu sensitif terhadap salah satu jenis makanan yang Ibu konsumsi. Bahan makanan ini bisa berupa susu sapi atau apapun. Jika kotoran bayi terus saja berwarna hijau, cobalah Ibu hindari makanan-makanan yang rentan dengan alergi. Dalam jangka waktu tertentu, amati apakah ada perubahan pada warna dan konsistensi kotoran bayi.
  • Bila bayi yang sensitif atau alergi bereaksi terhadap obat dan makanan yang dikonsumsi sang Ibu, atau sesuatu yang dikonsumsi bayi secara langsung, maka kotorannya bisa berubah warna menjadi hijau dan berlendir. Kadang kotoran juga disertai dengan darah.
  • Infeksi Dasar: Kotoran warna hijau yang konsisten pada bayi dapat juga mengindikasikan bahwa bayi sedang menderita penyakit umum. Warna hijau pada kotoran ini bisa mengindikasikan adanya virus pada usus atau bahkan pilek. Penyakit apa pun bisa menyebabkan bayi Ibu memiliki tinja berwarna hijau dan mucus. Teruslah menyusui! Ini cara terbaik untuk membantu bayi sembuh.
  • Tumbuh gigi: Tumbuh gigi juga bisa menyebabkan tinja berwarna hijau karena air liur meningkat. Kelebihan air liur yang dihasilkan selama fase tumbuh gigi bisa menyebabkan gangguan perut. Gangguan perut diketahui menyebabkan kotoran hijau pada bayi.
  • Diet Ibu: Jika Ibu makan banyak sayuran hijau atau olahan dengan pewarna makanan hijau, maka bisa juga menyebabkan feses bayi berubah warna.pada perutnya. Hubungi dokter jika bayi semakin merasa tidak nyaman.
  • Sesuatu berwarna hijau dalam makanan Bayi : hal ini berlaku untuk bayi yang sudah mulai Mpasi. Tidak melulu sayuran hijau, makanan seperti minuman beraroma rasa anggur juga bisa mengubah warna tinja bayi.
  • Perubahan dalam makanan: Saat bayi Ibu berpindah dari ASI dan cairan lainnya ke padatan (bayi mulai Mpasi), perubahan ini  juga dapat memicu perubahan warna pada kotoran. Ini merupakan hal normal jadi tidak perlu dikhawatirkan. 

Kesimpulan 

Jika Ibu masih khawatir karena warna dan konsistensi kotoran bayi Ibu tidak biasa, maka konsultasilah dengan dokter. Dalam kebanyakan kasus, kotoran bayi yang berwarna hijau tidak perlu dikhawatirkan. Terutama jika bayi Ibu tetap lahap makan, sehat dan pertumbuhannya sesuai umurnya.

No comments:

Post a Comment