Monday, May 8, 2017

Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Apakah belut aman untuk bayi?
Apakah bayi umur 6, 7, 8, 9 bulan (di bawah setahun) boleh makan belut?
Lalu bagaimana cara mengolah belut untuk Mpasi Bayi?

Belut merupakan ikan air tawar dengan ukuran panjang berkisar antara 3,7 cm  hingga 5 cm. Sebagian besar belut menghuni perairan dangkal atau bersembunyi di lapisan bawah laut. Beberapa di antaranya bisa ditemukan di kedalaman 4.000 m juga. Belut merupakan alternatif makanan yang sehat untuk bayi dan anak. Belut sangat populer di seluruh dunia dan dikonsumsi dan disiapkan dengan berbagai cara di berbagai negara. Terlepas dari rasanya yang khas, belut juga dimakan karena banyaknya manfaat kesehatan.

 

Nilai Gizi Belut 
Jumlah belut (segar, mentah): 1 fillet (Berat Total Eel (segar, mentah): 204 g)

Nutrients
Amount
Cholesterol
257 mg
Sodium
104 mg
Proteins
38 g
Water
139 g
Ash
2.9 g
Calories
Total Calories
375
Calories From Carbohydrates
0.2
Calories From Fat
215
Calories From Protein
161
Fats & Fatty Acids
Total Fat
23.8 g
Saturated Fat
4.8 g
Monounsaturated Fat
14.7 g
Polyunsaturated Fat
1.9 g
Total Omega-3 fatty acids
1332 mg
Total Omega-6 fatty acids
400 mg
Vitamins
Vitamin A
7093 IU
Vitamin C
3.7 mg
Vitamin E (Alpha Tocopherol)
8.2 mg
Thiamin
0.3 mg
Riboflavin
0.1 mg
Niacin
7.1 mg
Vitamin B6
0.1 mg
Folate
30.6 mcg
Vitamin B12
6.1 mcg
Pantothenic Acid
0.1 mg
Choline
133 mg
Minerals
Calcium
40.8 mg
Iron
1.0 mg
Magnesium
40.8 mg
Phosphorus
441 mg
Potassium
555 mg
Sodium
104 mg
Zinc
3.3 mg
Manganese
0.1 mg
Selenium
13.3 mcg



Nutrisi dan manfaat  Kesehatan Belut 

•    Belut tidak mengandung gula,  rendah sodium dan tinggi fosfor.
•    Belut sangat kaya akan Vitamin A, B1, B2, B12, D dan E, yang diperlukan untuk kesehatan umum tubuh.
•    Belut memiliki zat yang terbaik untuk meremajakan tubuh di musim panas.
•    Menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko terkena artritis.
•    Belut mampu meningkatkan penglihatan, perkembangan otak normal dan fungsi sistem saraf.
•    Penelitian telah menunjukkan bahwa belut mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe-2 secara signifikan.
•    Karena kandungan omega-3 tinggi, asupan belut yang tinggi dapat menunda perkembangan diabetes pada individu intoleran glukosa.
•    Belut membantu mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti kadar trigliserida tinggi.
•    Kulit, daging dan tulang belut dikupas dalam bentuk bubuk, agar lebih terkonsentrasi. Bentuk bubuk ini dikonsumsi sebagai suplemen makanan alami di Jepang dan beberapa bagian Eropa.
•    Bentuk bubuknya dikembangkan terutama untuk orang tua yang ingin hidup dengan kekuatan, vitalitas dan energi baru.
•    Pria Korea mengkonsumsi belut sebagai sumber stamina yang baik.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak



Tips
•    Orang Jepang menggunakan belut air tawar dan belut laut untuk menyiapkan makanan seperti Unadon dan Unajuu.
•    Belut asap adalah makanan lezat di Jerman, Belanda, Denmark dan Swedia.
•    Jellied belut adalah makanan tradisional London Timur.

Belut untuk Bayi

Apakah belut aman untuk bayi?
Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, belut aman untuk bayi. Manfaatnya juga banyak karena memiliki protein setara dengan ikan teri.

Secara umum, seperti halnya daging, belut bisa diberikan pada bayi mulai umur 6 bulan. Akan tetapi, banyak Ibu yang memilih untuk memberikan daging jenis lain dulu untuk bayi seperti ayam dan sapi. Setelah kedua jenis daging itu aman, baru mereka beralih ke belut (biasanya di umur 8 bulan).

Jika Ibu mau memberikan belut mulai awal-awal Mpasi (6 bulan), pastikan Ibu menggunakannya dengan porsi minim sebagai pengenalan, sekaligus untuk mengawasi apakah terjadi reaksi alergi pada tubuh bayi.

Cara mengolah belut untuk bayi
Ada banyak cara mengolah belut untuk bayi. Seperti halnya cara mengolah makanan bayi pada umumnya, Ibu bisa mengolahnya dengan direbus, dikukus bahkan digoreng.

Untuk bayi-bayi yang lebih muda, belut sebaiknya dipakai sebagai tambahan lauk untuk bubur tim.

Salah satu cara menyajikan belut untuk bayi adalah dengan dikukus. Kukus belut bersama halusan bawah putih dan daun salam. Setelah matang, maka ambil bagian dagingnya dan campurkan ke bubur tim.

Untuk anak yang lebih besar, belut bisa diolah dengan cara lain seperti ditumis, dipanggang, digoreng atau dikukus.

Baca juga : 4 Cara Memasak Makanan Bayi

Agar Belut tidak amis
Sebelum memasak belut untuk bayi, sebaiknya belut dibersihkan terlebih dahulu. Gosok permukaan tubuh belut dengan abu gosok agar lendirnya menghilang. Kemudian masukkan ke parutan timun dan diremas-remas selama 15 menit. Setelah itu, amis belut akan hilang.



No comments:

Post a Comment