Thursday, May 18, 2017

Khasiat Semangka untuk Makanan Bayi dan Balita

Umur berapa bayi boleh makan semangka? Bolehkah semangka diberikan pada bayi umur 6 bulan? Apakah bayi boleh makan semangka saat batuk? Apakah berbahaya jika semangka dicampur susu?

Berbagai macam pertanyaan itu pasti sering mampir di benak Ibu. Iya, semangka, buah yang banyak airnya ini pasti digemari bayi karena rasanya manis dan juga segar. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin dan antioksidan.

Manfaat Semangka
Kenapa Ibu harus memilih semangka? Karena harganya relatif murah dan gampang dibeli. Tapi bukan hanya karena itu, ada manfaat lain semangka untuk bayi.
  • Menjaga keseimbangan air: Buah ini bisa membantu menjaga tingkat hidrasi karena memiliki kandungan yang terdiri dari 93% air dan 7% daging. Komposisi ini bisa mencegah dehidrasi dan sangat baik selama musim panas. Buah ini mengandung elektrolit, yang membantu mengurangi kemungkinan terkena sengatan panas.
  • Baik untuk jantung: Kandungan lycopene semangka meningkat saat buahnya matang. Lycopene  adalah antioksidan yang baik untuk jantung dan mengurangi laju serangan asma. Semangka kaya akan karotenoid seperti neurosporena, lutein, phytofluene, phytoene, dan beta-carotene. Karotenoid membantu menjaga penglihatan tetap utuh dan menjaga kesehatan kardiovaskular.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Penting untuk menambah asupan vitamin C ke makanan bayi karena bisa membantu melawan infeksi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan membantu meningkatkan sel darah merah dan hemoglobin melalui penyerapan zat besi.
  • Meningkatkan penglihatan : Vitamin A sangat dianjurkan untuk penglihatan si kecil. Manfaat lainnya termasuk membuat kulit lebih sehat dan bercahaya, menguatkan gigi.
  • Perkembangan tulang: Semangka juga mengandung kalsium dan mangan yang membantu dalam perkembangan tulang. Kalsium penting untuk sekresi hormon. Magnesium membantu dalam membangun fungsi otot dan saraf pada bayi.
  • Vitamin B kompleks: Vitamin B kompleks mencakup berbagai vitamin yang memberikan berbagai manfaat. Vitamin ini membantu produksi sel darah merah, pengembangan sistem saraf, penguatan sistem kekebalan tubuh, fungsi otak dan perbaikan protein, dan regulasi metabolisme karbohidrat.
  •   Alat bantu pencernaan: Semangka kaya akan serat makanan sehingga bisa membantu menjaga agar saluran pencernaan tetap sehat, menyembuhkan sembelit dan buang air besar yang tidak teratur. 

Baca juga : Mengatasi Sembelit pada Bayi Mpasi

Semangka untuk Bayi
Saat mengenalkan makanan baru pada bayi, penting untuk menunggu sampai bayi bisa mengatasi teksturnya. Sebagian besar bayi sudah siap untuk makan semangka ketika berusia antara 8 dan 10 bulan. Jadi, untuk pertanyaan di atas, semangka tidak cocok untuk bayi 6 bulan karena teksturnya.

Sebelum memperkenalkan semangka, Ibu harus memperhatikan beberapa faktor. Apakah bayi sudah memiliki cukup gigi untuk mengunyah? Apakah bayi benar-benar mengunyah makanannya sebelum menelannya? Karena tekstur semangka susah hancur, maka sebaiknya jangan mengenalkannya terlalu dini.

Menyajikan semangka untuk bayi 

Semangka memiliki tekstur lembut dan berair yang mudah digigit dan ditelan. Tapi ingat, bayi  itu masih muda dan masih berusaha menemukan cara mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Pastikan Ibu  menyajikan semangka dalam potongan kecil untuk menghindari bahaya tersedak. Jika Ibu menyajikan potongan besar, bayi bisa meletakkan seluruh potongan di mulut dan menelannya tanpa mengunyah.

Ada berbagai cara untuk menyajikan semangka bayi. Jika bayi tidak memiliki masalah mengunyah, Ibu bisa memotong semangka menjadi potongan kecil. Pastikan Ibu memperhatikan bayi saat mereka makan. Jika menurut Ibu potongannya terlalu besar untuk mulut bayi maka kurangi ukurannya.

Untuk mengurangi risiko tersedak, bayi harus selalu duduk tegak sambil makan. Juga periksa setiap potong semangka dengan hati-hati sebelum disajikan. Pastikan tidak ada bijinya.

Memberikan semangka dalam bentuk potongan kecil seperti ini lebih baik daripada jus karena jus buah meningkatkan risiko rongga gigi pada bayi. Jus semangka juga membuat bayi kehilangan minat pada makanan padat di kemudian hari. Jika bayi tidak dapat makan potongan semangka padat yang kecil, cobalah dengan menumbuknya.

Cara Memilih Semangka

Semangka adalah buah yang paling tidak terkontaminasi dengan pestisida  jadi Ibu bisa leluasa memilih meskipun bukan semangka organik. Tapi ingatlah hal berikut ketika Ibu memilih semangka:
  • Semangka yang tumbuh penuh akan jadi lebih berat. Kulitnya tampak halus dan sedikit kusam di atas.
  • Ibu bisa tahu apakah semangka sudah matang atau belum dengan memberikan gumpalan yang bagus dengan jari. Semangka matang harus terdengar bergema ketika ditepuk.
  • Periksa apakah permukaan luar semangka ada luka, memar  dan bintik yang kendur, yang mengindikasikan buah busuk atau lebih matang.
  • Dalam semangka yang sudah matang, titik tanah atau underbelly berubah menjadi kuning atau lembut.
  •  Jangan membeli semangka beku atau kalengan. Hindari membeli semangka potong untuk bayi karena  memiliki risiko kontaminasi yang tinggi. 
Baca juga : Alpukat untuk Bayi


Cara Menyimpan Semangka

  • Cuci buah di bawah air mengalir. Simpan di tempat yang bersih dan kering jika tidak dipotong. Menurut Departemen Pertanian AS, kadar lycopene dan beta-karoten pada semangka meningkat saat disimpan dalam suhu kamar.
  • Potong buah menjadi potongan-potongan kecil, buang bijinya, lalu beri makan ke si kecil.
  • Simpan semangka potong di kulkas dalam wadah yang kedap udara atau bungkus dengan plastik food grade dari sisi yang telah dipotong.
  • Sajikan semangka dalam suhu kamar untuk mencegah demam.

Alergi Semangka pada Bayi 

Alergi makanan menjadi perhatian utama saat mengenalkan bayi pada makanan baru. Dokter umumnya menganjurkan menyusui eksklusif selama empat sampai enam bulan pertama, jika memungkinkan. Makanan komplementer biasanya dapat dikenalkan antara usia 4 dan 6 bulan.

Carilah tanda-tanda reaksi alergi terhadap buah. Untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan reaksi alergi dengan lebih baik, jangan perkenalkan semangka dan makanan baru lainnya pada saat bersamaan. Itu karena Ibu tidak akan tahu apakah gejala alergi bayi dipicu oleh semangka atau makanan lain.

Tanda-tanda reaksi alergi terhadap semangka bisa meliputi:
•    ruam
•    diare
•    Muntah
•    Sakit kepala
•    Pilek

Bayi mungkin juga mengalami ruam setelah makan semangka karena sifat asam dari makanan. Ini mungkin bukan alergi. Tetap saja, Ibu harus berbicara dengan dokter anak jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi.

Amankah Mencampur Semangka dengan Susu?

Kombinasi ini memang tidak beracun, tapi bisa menyebabkan beberapa ketidaknyamanan dan menyebabkan produksi gas lebih banyak dari biasanya. Untuk bayi, lebih baik hindari minum susu setelah makan semangka atau mencampur susu pada semangka.

Ketika Batuk, bolehkah Makan semangka?
Beberapa sumber menyebutkan bahwa semangka bagus dimakan ketika batuk karena mengandung banyak air. Namun ada juga yang menyarankan agar menghindari konsumsi buah atau sayur apa pun yang bisa menyebabkan pendinginan tubuh, termasuk semangka.

Namun yang pasti, hindari juga buah semangka ketika pilek. Bila tubuh terinfeksi dingin, dingin atau bahkan tidak peduli apa penyebabnya jangan makan semangka. Jika tidak dibatasi,  makanan akan memperparah gejala pilek. Bila dingin akan menyebabkan tubuh mengalami demam tinggi, haus, sakit tenggorokan, urin berwarna gelap.

No comments:

Post a Comment