Monday, May 22, 2017

9:14 AM

Aneka Resep Makanan Bayi Umur 9 -12 Bulan

Memasuki usia 9 bulan, ibu bisa memberikan si kecil makanan dengan tekstur yang lebih kental dan kasar seperti nasi tim untuk melatihnya mengunyah. Pada umur ini, biasanya bayi sudah mulai tumbuh gigi, sehingga secara otomatis dia juga mulai belajar untuk mengunyah.

Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan optimal, si kecil perlu asupan gizi lengkap dan seimbang. Gizi lengkap dan seimbang tak hanya diperlukan untuk tumbuh kembang anak, tetapi bisa juga untuk menghindarikan mereka dari berbagai macam penyakit.

Selain variasi jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Hindari kekurangan atau kelebihan gizi tertentu dalam tubuh karena pada menganggu pertumbuhannya. Misalnya, kalau anak kekurangan lemak maka vitamin A, D, E dan K tidak akan tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh karena vitamin ini hanya larut dengan bantuan lemak.

Sebaliknya kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas yang bisa memicu penyakit degeneratif seperti gangguan jantung di kemudian hari.


Penting untuk diingat:
  • Hindari kacang, kecuali dalam teksur halus seperti selai.
  • Hati-hati mengonsumsi ikan, kecuali yakin betul tidak ada duri yang bisa tertelan oleh bayi.
  • Hindari daging berlemak dan garam yang dapat memicu terjadinya obesitas, tekanan darah tinggi dan jantung di kemudian hari (kecuali daging ayam rendah lemak bertekstur lembut dan daging sapi cincang yang mengandung zat besi
  • Jauhi makanan yang rasa asam dan pedas atau makanan yang memicu alergi pada usia ini. makanan tersebut bisa Ibu perkenalkan setelah usia 12 bulan.
 Baca Juga : Menu Makanan Bayi sesuai Umur Umur

 

Pola Makan Bayi Usia 9-10 Bulan

Diambil dari bonus majalah AyahBunda, berikut rekomendasi pola makan untuk bayi umur 9 bulan ke atas.

Waktu (pukul)    Menu
5.00 Pagi    ASI
7.00            Bubur Susu
9.00            Nasi Tim
10.00          ASI
12.00          Nasi Tim
14.00          ASI
16.00          Buah
17.00          Nasi tim
19.00          ASI
Tengah malam    ASI

 Baca juga : Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur

 
Rekomendasi menu makanan bayi 9 bulan ke atas

Varian Resep Makanan Bayi umur 9-12 tahun


Bubur Havermut Daging Panggang
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 50 gram havermut
  • 120 ml air
  • 3 sdm susu formula bubuk
Daging panggang:
  • 1 buah wortel, potong kecil
  • 2 sdm daging cincang
  • 2 sdm tahu cincang
  • 2 butir telur, kocok

Cara membuat:
•    Campur havermut dan air. Jerang di atas api kecil, masak sampai mengental. Angkat, tunggu hingga agak dingin. Tambahkan susu formula, aduk dan sisihkan.

Untuk daging panggang:
•    Panaskan oven hingga 180 derajat celsius
•    Campur wortel, daging, tahu dan telur, aduk rata
•    Siapkan mangkuk tahan panas, masukkan havermut, taruh campuran wortel di atasnya. Masukkan ke dalam oven dan panggang hingga matang, angkat.
•    Makanan bayi siap untuk disajikan


Bubur Kacang Merah Saus Mangga
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 100 gram kacang merah
  • 100 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • 100 ml susu formula cair
Saus:
  • 100 ml air
  • 50 g daging mangga, potong kecil
  • 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 2 sdt air jeruk manis

Cara membuat:
  • Rebus kacang merah sampai lunak. Angkat dan haluskan dengan blender
  • Jerang air dan daun pandan, masukkan kacang merah halus, masak sambil diaduk hingga mengental dan angkat. Tunggu hingga suhu ruangan, tuangi susu formula cair, aduk rata. Tuang ke mangkuk kecil, sajikan dengan saus mangga.
Saus: Jerang air dalam panci kecil, masukkan potongan mangga masak hingga lunak. Tuangi larutan maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk rata, angkat, tuangi air jeruk manis, aduk rata


Bunga Kol Saus Keju
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 150 gram bunga kol, potong sesuai kuntum
Saus keju:
  • 10 gram margarin
  • 1 sdm tepung maizeba
  • 150 ml air
  • 50 g keju cheddar parut
  • 2 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan dandang dan kukus bunga kol hingga lunak. Angkat, masukkan dalam piring kecil, sajikan dengan saus keju
Saus keju: lelehkan margarin dalam wajan, masukkan tepung maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Tambahkan air dan keju, aduk hingga keju meleleh dan susu mengental. Angkat, biarkan agak dingin baru bubuhi susu formula. Aduk rata


Kentang Panggang isi Ayam
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 100 gram kentang, kukus, haluskan
  • 75 ml air
  • 50 gram daging ayam, rebus, cincang halus
  • 2 sdm daun bayam, rebus, cincang halus
  • 1 butir telur ayam
Saus:
  • 2 sdt margarin
  • 1 sdm tepung terigu
  • 250 ml air
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan oven hingga 180 derajat celcius
  • Campur kentang halus, air dan dagang ayam, aduk rata
  • Siapkan wadah tahan pans, masukkan setengah bagian adonan kentang, ratakan. Tambahkan daun bayam cincang dan pecahkan telur di atasnya. Tutup kembali atasnya dengan sisa kentang
  • Masukkan ke dalam oven dan panggang selama 20 menit hingga matang. Angkat, hidangkan hangat dengan saus
Saus: panaskan margarin, masukkan tepung terigu dan aduk cepat. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mengental lalu angkat. Tunggu agak dingin dan tambahkan susu formula bubuk, aduk rata.


Pot Stroberi Susu
(untuk 4 porsi)

Bahan:
  • 150 ml air
  • ½ bungkus agar-agar putih
  • 50 gr stroberi, cincang
  • 2 putih telur, kocok kaku
Saus:
  • 50nml air
  • 1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 50 ml air
  • 1 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Jerang air, masukkan agar-agar bubuk, aduk hingga mendidih. Angkat, campur dengan stroberi cincang.
  • Campur kocokan putih telur dengan agar-agar stroberi, aduk rata
  • Siapkan pinggan tahan panas, tuangi adonan agar-agar stroberi. Biarkan hingga mengeras. Angkat, sajikan setelah dingin dengan saus susu.
  • Saus: jerang air, masukkan larutan tepung maizena, aduk hingga mengental, angkat. Biarkan hingga agak dingin dan tambahkan susu formula. Aduk rata


Puding Roti Isi Pisang
(untuk 4 porsi)

Bahan:
  • 100 gram roti tawar
  • 250 ml air
  • 100 gram pisang, potong-potong
  • 1 butir telur ayam, kocok
  • Margarin untuk mengoles
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan oven hingga 180 derajat celcius
  • Campur roti tawar dan air dalam mangkuk kecil, aduk sampai roti tawar hancur. Tambahkan ¾ bagian pisang dan telur kocok. Aduk rata
  • Siapkan loyang persegi ukuran kecil, olesi margarin dan tuang adonan roti. Susun sisa potongan pisang di atasnya, panggang 45 menit hingga matang. 
  • Angkat dan tunggu hingga dingin. bubuhi susu formula bubuk, aduk rata.


Talam Labu Kuning
(untuk 10 porsi)

Bahan:
Lapisan bawah:
  • 100 gram labu kuning, kukus, haluskan.
  • 2 sdm tepung sagu
  • 100 ml air
Lapisan atas:
  • 2 sdm tepung beras
  • 2 sendok teh tepung sagu
  • 3 sendok takar susu formula bubul

Cara memasak:
Lapisan bawah: campur labu kuning kukus dan tepung sagu. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Sisihkan. Panaskan mangkuk/cetakan kecil tahan panas dalam dandang, isi masing-masing  cetakan sampai ¾ bagian mangkuk. Kukus selama 10 menit sampai matang. Angkat dan sisihkan

Lapisan atas: campur tepung beras dan tepung sagu. Tuangi air sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata. Jerang di atas api kecil, aduk-aduk hingga mengental. Angkat dan tunggu hingga agak dingin. Bubuhi susu formula bubuk dan aduk. Tuang ke dalam mangkuk berisi lapisan bawah. Ratakan.



Tim Roti Sayur
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 40 gram roti tawar
  • 100 ml air
  • 50 gram wortel, parut
  • 50 gram tahu, potong kecil
  • 3 buah buncis, iris halus
  • 1 butir telur ayam
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Rendam roti tawar dalam air, aduk sampai lumat
  • Masukkan wortel, tahu, buncis dan telur ke dalam roti, aduk sampai tercampur rata
  • Masukkan campuran roti ke dalam mangkuk kecil tahan panas, rendam dalam loyang berisi air, kukus selama 20 menit hingga matang. Angkat, biarkan dingin, bubuhi suus formula bubuk, aduk rata




Thursday, May 18, 2017

12:05 PM

Khasiat Semangka untuk Makanan Bayi dan Balita

Umur berapa bayi boleh makan semangka? Bolehkah semangka diberikan pada bayi umur 6 bulan? Apakah bayi boleh makan semangka saat batuk? Apakah berbahaya jika semangka dicampur susu?

Berbagai macam pertanyaan itu pasti sering mampir di benak Ibu. Iya, semangka, buah yang banyak airnya ini pasti digemari bayi karena rasanya manis dan juga segar. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin dan antioksidan.

Manfaat Semangka
Kenapa Ibu harus memilih semangka? Karena harganya relatif murah dan gampang dibeli. Tapi bukan hanya karena itu, ada manfaat lain semangka untuk bayi.
  • Menjaga keseimbangan air: Buah ini bisa membantu menjaga tingkat hidrasi karena memiliki kandungan yang terdiri dari 93% air dan 7% daging. Komposisi ini bisa mencegah dehidrasi dan sangat baik selama musim panas. Buah ini mengandung elektrolit, yang membantu mengurangi kemungkinan terkena sengatan panas.
  • Baik untuk jantung: Kandungan lycopene semangka meningkat saat buahnya matang. Lycopene  adalah antioksidan yang baik untuk jantung dan mengurangi laju serangan asma. Semangka kaya akan karotenoid seperti neurosporena, lutein, phytofluene, phytoene, dan beta-carotene. Karotenoid membantu menjaga penglihatan tetap utuh dan menjaga kesehatan kardiovaskular.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Penting untuk menambah asupan vitamin C ke makanan bayi karena bisa membantu melawan infeksi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan membantu meningkatkan sel darah merah dan hemoglobin melalui penyerapan zat besi.
  • Meningkatkan penglihatan : Vitamin A sangat dianjurkan untuk penglihatan si kecil. Manfaat lainnya termasuk membuat kulit lebih sehat dan bercahaya, menguatkan gigi.
  • Perkembangan tulang: Semangka juga mengandung kalsium dan mangan yang membantu dalam perkembangan tulang. Kalsium penting untuk sekresi hormon. Magnesium membantu dalam membangun fungsi otot dan saraf pada bayi.
  • Vitamin B kompleks: Vitamin B kompleks mencakup berbagai vitamin yang memberikan berbagai manfaat. Vitamin ini membantu produksi sel darah merah, pengembangan sistem saraf, penguatan sistem kekebalan tubuh, fungsi otak dan perbaikan protein, dan regulasi metabolisme karbohidrat.
  •   Alat bantu pencernaan: Semangka kaya akan serat makanan sehingga bisa membantu menjaga agar saluran pencernaan tetap sehat, menyembuhkan sembelit dan buang air besar yang tidak teratur. 

Baca juga : Mengatasi Sembelit pada Bayi Mpasi

Semangka untuk Bayi
Saat mengenalkan makanan baru pada bayi, penting untuk menunggu sampai bayi bisa mengatasi teksturnya. Sebagian besar bayi sudah siap untuk makan semangka ketika berusia antara 8 dan 10 bulan. Jadi, untuk pertanyaan di atas, semangka tidak cocok untuk bayi 6 bulan karena teksturnya.

Sebelum memperkenalkan semangka, Ibu harus memperhatikan beberapa faktor. Apakah bayi sudah memiliki cukup gigi untuk mengunyah? Apakah bayi benar-benar mengunyah makanannya sebelum menelannya? Karena tekstur semangka susah hancur, maka sebaiknya jangan mengenalkannya terlalu dini.

Menyajikan semangka untuk bayi 

Semangka memiliki tekstur lembut dan berair yang mudah digigit dan ditelan. Tapi ingat, bayi  itu masih muda dan masih berusaha menemukan cara mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Pastikan Ibu  menyajikan semangka dalam potongan kecil untuk menghindari bahaya tersedak. Jika Ibu menyajikan potongan besar, bayi bisa meletakkan seluruh potongan di mulut dan menelannya tanpa mengunyah.

Ada berbagai cara untuk menyajikan semangka bayi. Jika bayi tidak memiliki masalah mengunyah, Ibu bisa memotong semangka menjadi potongan kecil. Pastikan Ibu memperhatikan bayi saat mereka makan. Jika menurut Ibu potongannya terlalu besar untuk mulut bayi maka kurangi ukurannya.

Untuk mengurangi risiko tersedak, bayi harus selalu duduk tegak sambil makan. Juga periksa setiap potong semangka dengan hati-hati sebelum disajikan. Pastikan tidak ada bijinya.

Memberikan semangka dalam bentuk potongan kecil seperti ini lebih baik daripada jus karena jus buah meningkatkan risiko rongga gigi pada bayi. Jus semangka juga membuat bayi kehilangan minat pada makanan padat di kemudian hari. Jika bayi tidak dapat makan potongan semangka padat yang kecil, cobalah dengan menumbuknya.

Cara Memilih Semangka

Semangka adalah buah yang paling tidak terkontaminasi dengan pestisida  jadi Ibu bisa leluasa memilih meskipun bukan semangka organik. Tapi ingatlah hal berikut ketika Ibu memilih semangka:
  • Semangka yang tumbuh penuh akan jadi lebih berat. Kulitnya tampak halus dan sedikit kusam di atas.
  • Ibu bisa tahu apakah semangka sudah matang atau belum dengan memberikan gumpalan yang bagus dengan jari. Semangka matang harus terdengar bergema ketika ditepuk.
  • Periksa apakah permukaan luar semangka ada luka, memar  dan bintik yang kendur, yang mengindikasikan buah busuk atau lebih matang.
  • Dalam semangka yang sudah matang, titik tanah atau underbelly berubah menjadi kuning atau lembut.
  •  Jangan membeli semangka beku atau kalengan. Hindari membeli semangka potong untuk bayi karena  memiliki risiko kontaminasi yang tinggi. 
Baca juga : Alpukat untuk Bayi


Cara Menyimpan Semangka

  • Cuci buah di bawah air mengalir. Simpan di tempat yang bersih dan kering jika tidak dipotong. Menurut Departemen Pertanian AS, kadar lycopene dan beta-karoten pada semangka meningkat saat disimpan dalam suhu kamar.
  • Potong buah menjadi potongan-potongan kecil, buang bijinya, lalu beri makan ke si kecil.
  • Simpan semangka potong di kulkas dalam wadah yang kedap udara atau bungkus dengan plastik food grade dari sisi yang telah dipotong.
  • Sajikan semangka dalam suhu kamar untuk mencegah demam.

Alergi Semangka pada Bayi 

Alergi makanan menjadi perhatian utama saat mengenalkan bayi pada makanan baru. Dokter umumnya menganjurkan menyusui eksklusif selama empat sampai enam bulan pertama, jika memungkinkan. Makanan komplementer biasanya dapat dikenalkan antara usia 4 dan 6 bulan.

Carilah tanda-tanda reaksi alergi terhadap buah. Untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan reaksi alergi dengan lebih baik, jangan perkenalkan semangka dan makanan baru lainnya pada saat bersamaan. Itu karena Ibu tidak akan tahu apakah gejala alergi bayi dipicu oleh semangka atau makanan lain.

Tanda-tanda reaksi alergi terhadap semangka bisa meliputi:
•    ruam
•    diare
•    Muntah
•    Sakit kepala
•    Pilek

Bayi mungkin juga mengalami ruam setelah makan semangka karena sifat asam dari makanan. Ini mungkin bukan alergi. Tetap saja, Ibu harus berbicara dengan dokter anak jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi.

Amankah Mencampur Semangka dengan Susu?

Kombinasi ini memang tidak beracun, tapi bisa menyebabkan beberapa ketidaknyamanan dan menyebabkan produksi gas lebih banyak dari biasanya. Untuk bayi, lebih baik hindari minum susu setelah makan semangka atau mencampur susu pada semangka.

Ketika Batuk, bolehkah Makan semangka?
Beberapa sumber menyebutkan bahwa semangka bagus dimakan ketika batuk karena mengandung banyak air. Namun ada juga yang menyarankan agar menghindari konsumsi buah atau sayur apa pun yang bisa menyebabkan pendinginan tubuh, termasuk semangka.

Namun yang pasti, hindari juga buah semangka ketika pilek. Bila tubuh terinfeksi dingin, dingin atau bahkan tidak peduli apa penyebabnya jangan makan semangka. Jika tidak dibatasi,  makanan akan memperparah gejala pilek. Bila dingin akan menyebabkan tubuh mengalami demam tinggi, haus, sakit tenggorokan, urin berwarna gelap.

Monday, May 15, 2017

12:28 PM

Mengapa Feses (BAB) bayi berwarna hijau?

Feses atau BAB bayi berwarna hijau dan berlendir setelah Mpasi? Apakah itu berbahaya?

Tidak usah khawatir, karena warna-warna feses pada bayi itu bisa beragam, terutama bayi di bawah satu tahun. seperti kita tahu, kotoran bayi merupakan indikator penting yang menunjukkan kesehatan bayi. Jika biasanya feses itu berwarna kekuningan, pada beberapa kasus, memang ada kotoran bayi yang berwarna hijau atau pun hitam. Para orang tua baru biasanya akan bingung akan hal ini.

Namun tidak perlu panik, Bu. Karena masing-masing jenis warna feses dan konsistensinya itu ada penyebab pastinya. Pada postingan kali ini, mari kita membahas secara spesifik tentang kotoran bayi yang berwarna hijau dan berlendir, terutama setelah beralih ke makanan padat.

Bagaimana warna dan konsistensi yang normal dari feses bayi itu?
Kotoran pertama bayi biasanya disebut mekonium, warnanya hitam dan sudah ada di  usus bayi saat lahir. Ketika proses menyusui berjalan dengan baik setelah beberapa hari, bayi Ibu biasanya beralih ke "tinja transisi". Tinja ini biasanya berwarna hijau gelap. Setelah sekitar lima hari, feses bayi harusnya berubah menjadi kuning. Konsistensi, mulai sekarang sampai bayi memulai Mpasi biasanya cair dengan kumuh di dalamnya.

Lengkapnya bisa baca di postingan terdahulu.

Baca Juga : Mengenali Jenis Kotoran/ Feses/Pup Bayi


Apa yang menyebabkan kotoran bayi berwarna hijau?

Sebelum Ibu khawatir, ingatlah bahwa kasus kotoran yang berwarna hijau pada bayi yang disusui kadangkala adalah hal normal. Namun, jika kotoran bayi berwarna hijau secara konsisten, tanpa bercampur dengan warna lain, hal itu bisa jadi indikasi bayi memiliki masalah, seperti:
  • Ketidakseimbangan foremilk / hindmilk: Istilah ini pertama kali ditemukan dalam artikel jurnal tahun 1988 (Lancet, 1988, 13 Agustus, 2 (8607): 382-4) yang membicarakan tentang pengalaman-pengalaman dari beberapa ibu yang menyusui setiap saat, lalu mengganti ke payudara lainnya setelah 10 menit meski bayi belum selesai di payudara yang pertama.  Hal ini diketahui menyebabkan tinja bayi berwarna hijau berbusa.
  • Sensitivitas: Kotoran berwarna hijau pada bayi bisa menjadi indikasi awal bahwa bayi Ibu sensitif terhadap salah satu jenis makanan yang Ibu konsumsi. Bahan makanan ini bisa berupa susu sapi atau apapun. Jika kotoran bayi terus saja berwarna hijau, cobalah Ibu hindari makanan-makanan yang rentan dengan alergi. Dalam jangka waktu tertentu, amati apakah ada perubahan pada warna dan konsistensi kotoran bayi.
  • Bila bayi yang sensitif atau alergi bereaksi terhadap obat dan makanan yang dikonsumsi sang Ibu, atau sesuatu yang dikonsumsi bayi secara langsung, maka kotorannya bisa berubah warna menjadi hijau dan berlendir. Kadang kotoran juga disertai dengan darah.
  • Infeksi Dasar: Kotoran warna hijau yang konsisten pada bayi dapat juga mengindikasikan bahwa bayi sedang menderita penyakit umum. Warna hijau pada kotoran ini bisa mengindikasikan adanya virus pada usus atau bahkan pilek. Penyakit apa pun bisa menyebabkan bayi Ibu memiliki tinja berwarna hijau dan mucus. Teruslah menyusui! Ini cara terbaik untuk membantu bayi sembuh.
  • Tumbuh gigi: Tumbuh gigi juga bisa menyebabkan tinja berwarna hijau karena air liur meningkat. Kelebihan air liur yang dihasilkan selama fase tumbuh gigi bisa menyebabkan gangguan perut. Gangguan perut diketahui menyebabkan kotoran hijau pada bayi.
  • Diet Ibu: Jika Ibu makan banyak sayuran hijau atau olahan dengan pewarna makanan hijau, maka bisa juga menyebabkan feses bayi berubah warna.pada perutnya. Hubungi dokter jika bayi semakin merasa tidak nyaman.
  • Sesuatu berwarna hijau dalam makanan Bayi : hal ini berlaku untuk bayi yang sudah mulai Mpasi. Tidak melulu sayuran hijau, makanan seperti minuman beraroma rasa anggur juga bisa mengubah warna tinja bayi.
  • Perubahan dalam makanan: Saat bayi Ibu berpindah dari ASI dan cairan lainnya ke padatan (bayi mulai Mpasi), perubahan ini  juga dapat memicu perubahan warna pada kotoran. Ini merupakan hal normal jadi tidak perlu dikhawatirkan. 

Kesimpulan 

Jika Ibu masih khawatir karena warna dan konsistensi kotoran bayi Ibu tidak biasa, maka konsultasilah dengan dokter. Dalam kebanyakan kasus, kotoran bayi yang berwarna hijau tidak perlu dikhawatirkan. Terutama jika bayi Ibu tetap lahap makan, sehat dan pertumbuhannya sesuai umurnya.

Wednesday, May 10, 2017

8:00 AM

50 Sumber Protein untuk Bayi Vegetarian

Sudah menjadi rahasia umum bahwa daging adalah sumber protein yang hebat, tetapi sebenarnya bukan hanya daging  yang mengandung protein tinggi.

Setiap bayi dibesarkan dengan cara-cara tertentu, salah satunya dengan menjauhkan mereka dari asupan makanan hewani. Ini tidak salah, asalkan asupan protein bayi terpenuhi. Bahkan kadang lebih sehat, karena bayi bisa terhindar dari paparan lemak dan kolesterol jahat berlebih sejak dini.

Baca juga : Sayur untuk Bayi 

Seperti kita tahu, protein itu sangat penting bagi bayi dan juga orang dewasa karena membantu meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan sel. Rambut dan kuku sebagian besar terbuat dari protein.
Tubuh membutuhkannya untuk membuat enzim, hormon dan bahan kimia tubuh lainnya. Protein juga merupakan blok bangunan penting dari tulang, otot, tulang rawan, kulit, dan darah. Protein itu butuh waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat, membantu  kita merasa kenyang lebih lama dan dengan kalori lebih sedikit.


Diambil dari pickyeaterblog.com, berikut 50 bahan makanan nabati non susu dan telur yang bisa dijadikan pilihan untuk sumber protein bayi vegetarian.




Monday, May 8, 2017

9:27 AM

Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Apakah belut aman untuk bayi?
Apakah bayi umur 6, 7, 8, 9 bulan (di bawah setahun) boleh makan belut?
Lalu bagaimana cara mengolah belut untuk Mpasi Bayi?

Belut merupakan ikan air tawar dengan ukuran panjang berkisar antara 3,7 cm  hingga 5 cm. Sebagian besar belut menghuni perairan dangkal atau bersembunyi di lapisan bawah laut. Beberapa di antaranya bisa ditemukan di kedalaman 4.000 m juga. Belut merupakan alternatif makanan yang sehat untuk bayi dan anak. Belut sangat populer di seluruh dunia dan dikonsumsi dan disiapkan dengan berbagai cara di berbagai negara. Terlepas dari rasanya yang khas, belut juga dimakan karena banyaknya manfaat kesehatan.

 

Nilai Gizi Belut 
Jumlah belut (segar, mentah): 1 fillet (Berat Total Eel (segar, mentah): 204 g)

Nutrients
Amount
Cholesterol
257 mg
Sodium
104 mg
Proteins
38 g
Water
139 g
Ash
2.9 g
Calories
Total Calories
375
Calories From Carbohydrates
0.2
Calories From Fat
215
Calories From Protein
161
Fats & Fatty Acids
Total Fat
23.8 g
Saturated Fat
4.8 g
Monounsaturated Fat
14.7 g
Polyunsaturated Fat
1.9 g
Total Omega-3 fatty acids
1332 mg
Total Omega-6 fatty acids
400 mg
Vitamins
Vitamin A
7093 IU
Vitamin C
3.7 mg
Vitamin E (Alpha Tocopherol)
8.2 mg
Thiamin
0.3 mg
Riboflavin
0.1 mg
Niacin
7.1 mg
Vitamin B6
0.1 mg
Folate
30.6 mcg
Vitamin B12
6.1 mcg
Pantothenic Acid
0.1 mg
Choline
133 mg
Minerals
Calcium
40.8 mg
Iron
1.0 mg
Magnesium
40.8 mg
Phosphorus
441 mg
Potassium
555 mg
Sodium
104 mg
Zinc
3.3 mg
Manganese
0.1 mg
Selenium
13.3 mcg



Nutrisi dan manfaat  Kesehatan Belut 

•    Belut tidak mengandung gula,  rendah sodium dan tinggi fosfor.
•    Belut sangat kaya akan Vitamin A, B1, B2, B12, D dan E, yang diperlukan untuk kesehatan umum tubuh.
•    Belut memiliki zat yang terbaik untuk meremajakan tubuh di musim panas.
•    Menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko terkena artritis.
•    Belut mampu meningkatkan penglihatan, perkembangan otak normal dan fungsi sistem saraf.
•    Penelitian telah menunjukkan bahwa belut mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe-2 secara signifikan.
•    Karena kandungan omega-3 tinggi, asupan belut yang tinggi dapat menunda perkembangan diabetes pada individu intoleran glukosa.
•    Belut membantu mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti kadar trigliserida tinggi.
•    Kulit, daging dan tulang belut dikupas dalam bentuk bubuk, agar lebih terkonsentrasi. Bentuk bubuk ini dikonsumsi sebagai suplemen makanan alami di Jepang dan beberapa bagian Eropa.
•    Bentuk bubuknya dikembangkan terutama untuk orang tua yang ingin hidup dengan kekuatan, vitalitas dan energi baru.
•    Pria Korea mengkonsumsi belut sebagai sumber stamina yang baik.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak



Tips
•    Orang Jepang menggunakan belut air tawar dan belut laut untuk menyiapkan makanan seperti Unadon dan Unajuu.
•    Belut asap adalah makanan lezat di Jerman, Belanda, Denmark dan Swedia.
•    Jellied belut adalah makanan tradisional London Timur.

Belut untuk Bayi

Apakah belut aman untuk bayi?
Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, belut aman untuk bayi. Manfaatnya juga banyak karena memiliki protein setara dengan ikan teri.

Secara umum, seperti halnya daging, belut bisa diberikan pada bayi mulai umur 6 bulan. Akan tetapi, banyak Ibu yang memilih untuk memberikan daging jenis lain dulu untuk bayi seperti ayam dan sapi. Setelah kedua jenis daging itu aman, baru mereka beralih ke belut (biasanya di umur 8 bulan).

Jika Ibu mau memberikan belut mulai awal-awal Mpasi (6 bulan), pastikan Ibu menggunakannya dengan porsi minim sebagai pengenalan, sekaligus untuk mengawasi apakah terjadi reaksi alergi pada tubuh bayi.

Cara mengolah belut untuk bayi
Ada banyak cara mengolah belut untuk bayi. Seperti halnya cara mengolah makanan bayi pada umumnya, Ibu bisa mengolahnya dengan direbus, dikukus bahkan digoreng.

Untuk bayi-bayi yang lebih muda, belut sebaiknya dipakai sebagai tambahan lauk untuk bubur tim.

Salah satu cara menyajikan belut untuk bayi adalah dengan dikukus. Kukus belut bersama halusan bawah putih dan daun salam. Setelah matang, maka ambil bagian dagingnya dan campurkan ke bubur tim.

Untuk anak yang lebih besar, belut bisa diolah dengan cara lain seperti ditumis, dipanggang, digoreng atau dikukus.

Baca juga : 4 Cara Memasak Makanan Bayi

Agar Belut tidak amis
Sebelum memasak belut untuk bayi, sebaiknya belut dibersihkan terlebih dahulu. Gosok permukaan tubuh belut dengan abu gosok agar lendirnya menghilang. Kemudian masukkan ke parutan timun dan diremas-remas selama 15 menit. Setelah itu, amis belut akan hilang.



Friday, May 5, 2017

10:51 AM

Manfaat kencur untuk Batuk pada Bayi dan Balita

Salah satu manfaat kencur untuk bayi adalah sebagai obat batuk. Saya sering menggunakan bahan ini untuk meredakan batuk, terutama batuk berdahak karena kencur bermanfaat sebagai pengencer dahak.
Namun untuk bayi, tentu sulit menggunakan bahan ini karena bayi biasanya tidak menyukai rasa kencur yang pedas.

Karena anak saya sudah bukan bayi lagi, saya bisa memberikan kencur ini sebagai obat batuk. Sebagai pengurai rasa pedas, saya gunakan madu.

Kencur saya parut, kemudian peras airnya. Karena hasil parutannya pasti sedikit, maka saya memeras dengan menggunakan saringan teh. Parutan kencur saya taruh di saringan, kemudian tekan-tekan dengan menggunakan sendok. Airnya akan jatuh ke dalam gelas.

Kemudian, saya peras jeruk nipis ke parutan kencur di saringan dan kembali ditekan-tekan. Terkadang saya tambahkan sedikit air agar ekstrak kencur yang didapat semakin banyak.

Campuran antara kencur, jeruk nipis kemudian ditambahkan madu. Pemberian madu tentunya hanya dianjurkan untuk bayi di atas umur setahun ya. Agar rasanya lebih bisa diterima, madu saya tambahkan dalam jumlah yang lebih banyak.

Saya tidak pernah menggunakan takaran pasti untuk memanfaatkan kencur sebagai obat batuk ini. namun untuk mendapatkan ekstrak kencur yang banyak, saya juga gunakan banyak kencur. Jamu ini kemudian saya berikan dua kali sehari. Biasanya dalam waktu dua hari, batuknya akan mereda.

Baca juga : Mengenali Batuk pada Bayi

Apakah Kencur aman untuk bayi  di bawah umur 6 bulan?

Menurut dr. Citra Roseno (seperti yang dimuat di website klikdokter.com),  kencur memang bagus untuk mengurangi gejala batuk, tetapi untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. Nutrisi dan obat alami terbaik untuk bayi usia hingga 6 bulan hanyalah Air Susu Ibu atau ASI eksklusif.

 Menurut beliau, batuk serta pilek pada bayi pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus akan sembuh sendiri (self limiting disease) dan umumnya akan berlangsung antara 3-14 hari tergantung daya tahan tubuh anak dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau orang yang sering berkontak dengan anak. Jika memang ada penderita flu di sekelilingnya, maka anak akan sangat potensial untuk sering mengalami batuk-pilek. Kemungkinan kedua penyebab batuk pilek pada bayi adalah alergi.

Jika selama 7-10 hari  semenjak sakit, tidak tampak adanya perbaikan gejala pada anak, bila memang anak juga sudah semakin sulit bernapas dan ingus atau dahak menjadi semakin kuning-kehijauan, atau jika pemberian ASI terganggu atau tidak dapat maksimal, maka disarankan agar memeriksakan buah hati ke dokter spesialis anak untuk pemeriksaan fisik dan terapi yang paling tepat.

Selain untuk batuk, minum perasan kencur juga bisa membantu anak untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan meningkatkan nafsu makan.


Baca juga : Menambah Nafsu makan anak dengan madu

Thursday, May 4, 2017

10:28 AM

Asam Lemak Omega-3 dalam Makanan Bayi

Asam lemak omega 3 merupakan zat penting yang dibutuhkan bayi. Bahkan, kebutuhan mereka akan Omega 3 sama seperti kebutuhan mereka akan kalsium untuk membangun tulang yang kuat dan sehat.
Bedanya, Omega-3 adalah lemak baik yang membantu mengembangkan otak, mata dan sistem syaraf.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan Omega-3 dengan DHA yang cukup ternyata mampu membaca dengan lebih baik, memiliki ingatan jangka pendek dan jangka panjang yang lebih baik, lebih sedikit mengalami masalah perilaku, tidak cepat cemas, tidak hiperaktif pada anak laki-laki dan tidak begitu agresi pada anak perempuan. Bila DHA tidak memadai di masa kanak-kanak dini, bisa terjadi masalah perkembangan emosional dan intelektual.

Kuncinya adalah Ibu perlu memberi mereka Omega-3 dengan DHA (asam dokosaheksaenoat) dan EPA (asam eicosapentaenoat) bersama-sama. Melalui beberapa proses magis dan sangat kompleks,  keduanya bekerja sama untuk memaksimalkan manfaat DHA.

Manfaat  EPA

EPA (Eicosapentaenoic Acid) merupakan zat alami yang telah mengalami pemurnian. Begitu EPA memasuki tubuh manusia, zat ini akan mengatur kerja hormon pmtaglandin yang berfungsi dalam metabolisme lemak, mengatur tekanan darah, dan denyut jantung.

Manfaat  DHA
DHA (Docosahexaenoic Acid) sangat berguna dalam pembentukan sel otak, ini diperkuat oleh hasil penelitian Prof. G. Ford yang menyimpulkan bahwa “pembentukan sel otak tidak lepas dari DHA”.

Baca juga : Solusi Gizi untuk umur 1-6 tahun (Susah Makan)



Makanan sumber Omega-3 dengan DHA dan EPA: 
Omega-3 identik dengan ikan, ikan dan ikan. Penelitian memang menunjukkan bahwa ikan memiliki kandungan Omega 3 tertinggi, tapi ternyata tidak hanya ikan. Ada bahan makanan lain yang bisa Ibu berikan ke bayi sebagai variasi (terutama bagi anak yang alergi ikan).

•    Ikan - memberi makan ikan kecil Ibu 2 kali seminggu akan cukup untuk mendapatkan jumlah Omega-3 yang direkomendasikan dengan DHA / EPA. Pilih ikan berkualitas tinggi dan rendah merkuri seperti salmon, ikan trout, halibut, tuna kalengan ringan, mackerel, kod. Bagi bayi, Ibu bisa mencampurkan ikan dalam puree mereka. untuk balita, Ibu bisa memberikan mereka ikan goreng atau mencampurkan dalam bahan makanan lain.

Baca juga : Kenapa Bayi harus Makan Ikan?




•    Suplemen Minyak Ikan - Jika anak Ibu tidak makan ikan, maka sangat direkomendasikan untuk memberikan anak suplemen yang mengandung DHA dan EPA. Ada beberapa jenis suplemen di toko makanan alami yang disesuaikan dengan anak-anak seperti minyak ikan, gummies atau tetes cair cair untuk bayi. Ibu perlu bereksperimen untuk melihat apa yang disukai bayi.

•    Minyak nabati khususnya yang berasal dari flaxseed, canola, dan kedelai. Jenis minyak tersebut kaya akan kandungan asam alfa-linoleic yaitu jenis Omega-3 yang oleh tubuh akan dirubah menjadi EPA dan DHA.

•    Kacang dan biji-bijian. Kacang merah, kedelai dan walnut adalah beberapa diantara sumber yang kaya akan kandungan Omega-3. Makanan yang dibuat dari kacang kedelai seperi tahu dan tempe juga merupakan sumber Omega-3 yang baik bagi si kecil.

•    Sayuran hijau. Beberapa jenis sayuran seperti bayam, bunga kol, dan brokoli diketahui mengandung Omega-3 dengan kadar yang cukup tinggi. Konsumsi jenis sayuran diatas dapat diberikan dalam bentuk jus atau dimasak seperti biasa.

•    Jenis makanan lain yang mengandung Omega-3 diantaranya adalah biji labu, oatmeal, cereal, dan minyak ikan cod. Beberapa jenis makanan yang terdapat di pasaran seperti margarin, yogurt, dan telur sudah diperkaya dengan penambahan Omega-3.

•    Rumput Laut - Jika Ibu membesarkan bayi Ibu dengan cara vegetarian atau vegan, varian menunya mungkin sedikit lebih sempit. Selain makanan di atas, Ibu bisa mencoba rumput laut sebagai salah satu sumber yang mungkin bukan berbasis hewan. Jika tidak bisa memberikan bayi rumput laut secara langsung, maka carilah suplemen terkonsentrasi dari rumput laut yang memasok DHA dan EPA

•    Tanaman Berbasis Omega-3 (rami, chia) tidak berguna karena tubuh tidak dapat secara efisien menggunakan Omega-3 jenis ini, yang disebut ALA (alpha-linoleic acid). Ini tidak mengandung DHA. Tubuh memang dapat mengubah ALA menjadi EPA, tapi ini adalah proses yang lambat, sulit, tidak lengkap dan rumit.

Berapa kebutuhan si  kecil
Ada begitu banyak grafik yang memuat kebutuhan anak terhadap Omega-3 ini. salah satunya, Ibu bisa mengikuti daftar ini:

•    Ibu hamil dan menyusui - dari 300-1000 mg per hari DHA gabungan dan EPA.
•    Bayi dari 6 sampai 24 bulan - 5 mg DHA per pon per hari berat badan
•    Anak-anak 2 sampai 4 - 150 mg per hari
•    Anak-anak 4 sampai 6 - 200 mg per hari.
•    Anak-anak 6 sampai 10 - 250 mg per hari.
•    10 sampai dewasa – bisa mengonsumsi hingga 1000 mg per hari.