Tuesday, April 25, 2017

Mengatasi Cradle Cap (Kerak Kepala) pada bayi

Kerak pada kepala bayi dan alis, terutama bayi berusia muda adalah hal yang normal. Mungkin Ibu sudah sering melihatnya dan juga berpikir bahwa itu adalah sebuah penyakit kulit yang berbahaya.

Kerak ini sering disebut cradle cap, merupakan sisik tebal pada kulit yang berwarna kekuningan, sering juga tampak seperti bercak berminyak. Cradle cap merupakan salah satu bentuk dermatitis seboroik atau kerak susu, biasanya tidak berbahaya tetapi tidak enak dipandang. Kerak ini juga tampak di alis dan dekat telinga bayi. Kulit kepala menjadi kering dan bisa mengelupas kemudian menyisakan serpihan dan tampak merah di kulit.

Fakta Pada Cradle Cap:

•    Cradle Cap adalah kondisi yang sangat umum, 50% bayi bisa mengalaminya.

•    Tenang saja, ini sama sekali tidak menular.

•    Sebagian besar anak-anak dengan Cradle Cap juga rentan terhadap ruam popok.

•    Tidak seperti eksim infantil, Cradle Cap tidak menyebabkan gatal. Namun, penting untuk membersihkan kerak, karena bisa menyebabkan infeksi jamur.

•    Jangan khawatir jika bayi memiliki Cradle Cap. Beberapa orang tua merasa bersalah karena tidak menjaga bayi mereka cukup bersih. Tapi, kebersihan bayi tidak ada kaitannya dengan kemungkinan mengalami cradle cap.

•    Menurut pengobatan China, makan makanan pedas, pedas, berminyak, dan berlemak secara berlebihan selama kehamilan bisa meningkatkan kemungkinan bayi mengalami Cradle Cap nanti. Makanan ini bisa membuat kondisi di rahim menjadi panas dan lembap. Oleh karena itu, untuk mencegah hal ini, penting bagi ibu hamil untuk makan makanan yang seimbang dan tidak pedas.

Penyebab Cap Cradle 

Jadi, apa yang menyebabkan cradle cap pada bayi?

•    Produksi sebum yang berlebihan dapat menyebabkan Cradle Cap. Sekresi ini seharusnya membuat kulit menjadi berminyak dan sehat. Saat minyak ini mengering, serpihan  menyumbut saluran minyak pada kulit kepala. Akibatnya, kelenjar sebaceous akan mengeluarkan lebih banyak minyakuntuk mendorong serpihan itu sehingga menyebabkan kerak kekuning-kuningan.

•    Jika tubuh anak panas maka juga akan berpengaruh pada bagian atas tubuh. Panas akan mengeringkan kelenjar sebaceous pada kulit kepala. Karena itu, anak-anak yang menderita Cradle Cap juga cenderung mengalami ruam popok secara bersamaan.

•    Infeksi jamur juga merupakan penyebab potensial Cradle Cap. Malassezia, adalah jamur yang tumbuh di sebum.

•    Kekurangan biotin adalah alasan lain untuk mengembangkan Cradle Cap.

•    Jika Ibu sering mencuci rambut bayi, kemungkinan besar ia akan mengembangkan Cradle Cap.

Apa Gejala Cap Cradle?

Berikut adalah beberapa gejala Cradle Cap yang paling terlihat pada bayi:

•    Sisik merata kekuningan atau kecoklatan pada kulit kepala.
•    Kulit berminyak.
•    Serpihan kulit berwarna keputihan atau kekuningan.
•    Kulit kepala kemerahan dan kering.
•     Perawatan Untuk Cradle Cap:

Satu hal yang perlu Ibu tahu adalah, cradle cap tidak perlu pengobatan khusus karena akan pecah dengan sendirinya. Tapi jika Ibu merasa keraknya terlalu tebal dan menganggu, ada sedikit saran untuk merawatnya:
Gunakan baby oil untuk cradle cap. Oleskan minyak zaitun atau petroleum jelly ke kulit kepala bayi lalu biarkan semalam. Cuci rambut bayi keesokan paginya dengan sampo bayi. Keringkan rambut dengan handuk lalu sisir secara lembut.

Jika kerak menempel kuat pada kepala kepala bayi, jangan coba-coba melepaskan Cradle Cap dengan menariknya karena bisa menyebabkan pendarahan dan infeksi. Konsultasikan dengan dokter.
Hubungi dokter jika cradle cap ini menyebar ke wajah, pipi, lipatan kulit atau bahkan area popok. Kasus cradle cap parah juga bisa menyebabkan retak dan pendarahan pada kulit. Kadang kerak ini juga mengindikasikan kekebalan tubuh yang lemah.

Pencegahan:
Meskipun tidak ada cara mutlak untuk menjaga Cradle Cap, Ibu mungkin bisa mengikuti panduan berikut:

•    Jaga rambut dan kulit kepala bayi tetap bersih dan kering.

•    Jika Ibu mengoleskan minyak pada  rambut bayi secara teratur, jangan lupa gunakan sampo bayi ringan sesudahnya.
•    Sisir perlahan rambut bayi setiap hari

No comments:

Post a Comment