Thursday, March 30, 2017

Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak

Apakah Mommy sering memberikan telur puyuh sebagai menu makanan sehat bayi?

Yap, ternyata itu tindakan bagus loh, Mom. Kenapa? Karena telur puyuh mengandung berbagai manfaat kesehatan untuk bayi dan anak. Selain itu telur puyuh juga dianggap sebagai alternatif yang sehat untuk anak-anak yang alergi terhadap telur ayam.

Telur puyuh dianggap sebagai makanan mukjizat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak pada segala usia. Tidak seperti telur ayam biasa, telur puyuh menunjukkan risiko yang lebih rendah yang berkaitan dengan alergi dan dengan demikian itu adalah alternatif yang lebih aman.
Mulai kapan bayi bisa diberikan telur puyuh?

Telur puyuh bisa diperkenalkan mulai umur 9 bulan. Mommy bisa mencoba mulai dari menawarkan hanya kuning telur. Setelah bayi berumur satu tahun, baru berikan telur utuh, dengan takaran satu butir per hari.  Anak-anak berusia antara 3 hingga 7 tahun bisa mengonsumsi telur puyuh 2-3 telur puyuh per hari, tergantung pada kapasitas pencernaan masing-masing. Anak-anak di atas 7 tahun dapat mengonsumsi sekitar 3-5 telur puyuh.

Manfaat kesehatan Telur Puyuh untuk Anak

Karena kandungan nutrisi penting, telur puyuh menawarkan banyak manfaat kesehatan untuk anak.

Meningkatkan Kekebalan & Memory
Telur puyuh dikenal mampu membantu anak untuk menumbuhkan sistem pertahanan yang kuat dan kekebalan. Telur ini membantu meningkatkan tingkat hemoglobin dan juga membantu tubuh anak untuk menyingkirkan racun dan setiap senyawa logam lainnya. telur puyuh juga bisa menjaga ginjal, hati dan kandung empedu anak.

Telur puyuh juga dikenal untuk meningkatkan aktivitas otak dan meningkatkan rasa memori. Memperkenalkan telur puyuh dalam makanan anak bisa membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan belajar di kelas.

Kaya Vitamin & Mineral:
Salah satu alasan utama mengapa dokter anak di seluruh dunia menyarankan orang tua untuk menawarkan telur puyuh untuk anak-anak mereka adalah karena telur ini kaya akan vitamin dan nutrisi yang sehat. Kandungan protein yang sangat tinggi dari telur puyuh akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Selain itu, telur puyuh juga tinggi vitamin B1 yang sangat penting bagi perkembangan awal anak. Bahkan, kandungan vitamin B1 telur puyuh lebih dari jumlah vitamin B1 yang tersedia di ayam.

Menyembuhkan batuk dan asma:
Apakah anak terus menerus menderita batuk dan asma? Maka sudah saatnya Mommy berkonsultasi dengan dokter anak dan meminta saran dokter dalam memperkenalkan telur puyuh untuk anak. Telur puyuh mengandung nutrisi penting yang akan membantu anak melawan masalah batuk dan asma yang berulang. Kandungan protein tinggi telur puyuh juga membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan.
manfaat telur puyuh untuk anak


Baca: Jamu untuk Mengatasi batuk pada Balita

Meningkatkan pembentukan Sel Darah Merah:
Makanan kaya zat besi alternatif seperti telur puyuh misalnya, bisa pembentukan sel-sel darah merah pada anak. Selain itu, kehadiran mineral penting seperti potasium dalam telur puyuh pada dasarnya bisa membantu anak untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sehat dari tulang, gigi dan kuku.

Mengurangi Kemungkinan Penyakit Terminal:
Telur puyuh memang makanan super untuk anak kecil karena telur puyuh bisa mengurangi potensi anak terkena penyakit terminal seperti penyakit jantung, arthritis dan bahkan kanker. Hal ini disebabkan oleh asupan kalium yang tinggi dari telur puyuh, sehingga mengurangi kemungkinan adanya penyakit ini.

Sebuah solusi gizi untuk anak yang alergi telur ayam :
Banyak anak menderita alergi terhadap telur ayam, sehingga tubuh mereka kekurangan vitamin B1. Telur puyuh merupakan alternatif untuk anak-anak dengan alergi ini. kenapa? Karena kehadiran protein yang disebut ovomucoid, telur puyuh tidak hanya mencegah kemungkinan alergi, tetapi juga pada saat yang sama itu akan membantu anak untuk melawan tanda-tanda formasi alergi potensial dalam tubuh.


Lalu bagaimana caranya memberikan telur puyuh pada bayi?
Mommy bisa mencampurkan kuning telur yang sudah direbus ke bubur bayi. Hindarkan mencampur kuning telur langsung pada saat pembuatan bubur karena bisa membuat bubur menjadi amis.
Baca

baca juga : Mengenalkan Kuning Telur pada Makanan Bayi 

Perhatian: Sebelum Memperkenalkan Telur Puyuh untuk anak

Meskipun anak memiliki kemungkinan alergi telur puyuh lebih kecil ketimbang terhadap telur ayam, maka dianjurkan untuk memperkenalkan telur puyuh )walaupun kuning saja) setelah umur 1 tahun. terutama jika orang tua memiliki riwayat alergi ini. konsultasi dengan dokter untuk mengetahui resiko-resiko yang kemungkinan terjadi.

No comments:

Post a Comment

My Blog List

Dapatkan Postingan terbaru Lewat Email