Thursday, March 30, 2017

7:49 AM

Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak

Apakah Mommy sering memberikan telur puyuh sebagai menu makanan sehat bayi?

Yap, ternyata itu tindakan bagus loh, Mom. Kenapa? Karena telur puyuh mengandung berbagai manfaat kesehatan untuk bayi dan anak. Selain itu telur puyuh juga dianggap sebagai alternatif yang sehat untuk anak-anak yang alergi terhadap telur ayam.

Telur puyuh dianggap sebagai makanan mukjizat untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak pada segala usia. Tidak seperti telur ayam biasa, telur puyuh menunjukkan risiko yang lebih rendah yang berkaitan dengan alergi dan dengan demikian itu adalah alternatif yang lebih aman.
Mulai kapan bayi bisa diberikan telur puyuh?

Telur puyuh bisa diperkenalkan mulai umur 9 bulan. Mommy bisa mencoba mulai dari menawarkan hanya kuning telur. Setelah bayi berumur satu tahun, baru berikan telur utuh, dengan takaran satu butir per hari.  Anak-anak berusia antara 3 hingga 7 tahun bisa mengonsumsi telur puyuh 2-3 telur puyuh per hari, tergantung pada kapasitas pencernaan masing-masing. Anak-anak di atas 7 tahun dapat mengonsumsi sekitar 3-5 telur puyuh.

Manfaat kesehatan Telur Puyuh untuk Anak

Karena kandungan nutrisi penting, telur puyuh menawarkan banyak manfaat kesehatan untuk anak.

Meningkatkan Kekebalan & Memory
Telur puyuh dikenal mampu membantu anak untuk menumbuhkan sistem pertahanan yang kuat dan kekebalan. Telur ini membantu meningkatkan tingkat hemoglobin dan juga membantu tubuh anak untuk menyingkirkan racun dan setiap senyawa logam lainnya. telur puyuh juga bisa menjaga ginjal, hati dan kandung empedu anak.

Telur puyuh juga dikenal untuk meningkatkan aktivitas otak dan meningkatkan rasa memori. Memperkenalkan telur puyuh dalam makanan anak bisa membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan belajar di kelas.

Kaya Vitamin & Mineral:
Salah satu alasan utama mengapa dokter anak di seluruh dunia menyarankan orang tua untuk menawarkan telur puyuh untuk anak-anak mereka adalah karena telur ini kaya akan vitamin dan nutrisi yang sehat. Kandungan protein yang sangat tinggi dari telur puyuh akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Selain itu, telur puyuh juga tinggi vitamin B1 yang sangat penting bagi perkembangan awal anak. Bahkan, kandungan vitamin B1 telur puyuh lebih dari jumlah vitamin B1 yang tersedia di ayam.

Menyembuhkan batuk dan asma:
Apakah anak terus menerus menderita batuk dan asma? Maka sudah saatnya Mommy berkonsultasi dengan dokter anak dan meminta saran dokter dalam memperkenalkan telur puyuh untuk anak. Telur puyuh mengandung nutrisi penting yang akan membantu anak melawan masalah batuk dan asma yang berulang. Kandungan protein tinggi telur puyuh juga membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh secara keseluruhan.
manfaat telur puyuh untuk anak


Baca: Jamu untuk Mengatasi batuk pada Balita

Meningkatkan pembentukan Sel Darah Merah:
Makanan kaya zat besi alternatif seperti telur puyuh misalnya, bisa pembentukan sel-sel darah merah pada anak. Selain itu, kehadiran mineral penting seperti potasium dalam telur puyuh pada dasarnya bisa membantu anak untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sehat dari tulang, gigi dan kuku.

Mengurangi Kemungkinan Penyakit Terminal:
Telur puyuh memang makanan super untuk anak kecil karena telur puyuh bisa mengurangi potensi anak terkena penyakit terminal seperti penyakit jantung, arthritis dan bahkan kanker. Hal ini disebabkan oleh asupan kalium yang tinggi dari telur puyuh, sehingga mengurangi kemungkinan adanya penyakit ini.

Sebuah solusi gizi untuk anak yang alergi telur ayam :
Banyak anak menderita alergi terhadap telur ayam, sehingga tubuh mereka kekurangan vitamin B1. Telur puyuh merupakan alternatif untuk anak-anak dengan alergi ini. kenapa? Karena kehadiran protein yang disebut ovomucoid, telur puyuh tidak hanya mencegah kemungkinan alergi, tetapi juga pada saat yang sama itu akan membantu anak untuk melawan tanda-tanda formasi alergi potensial dalam tubuh.


Lalu bagaimana caranya memberikan telur puyuh pada bayi?
Mommy bisa mencampurkan kuning telur yang sudah direbus ke bubur bayi. Hindarkan mencampur kuning telur langsung pada saat pembuatan bubur karena bisa membuat bubur menjadi amis.
Baca

baca juga : Mengenalkan Kuning Telur pada Makanan Bayi 

Perhatian: Sebelum Memperkenalkan Telur Puyuh untuk anak

Meskipun anak memiliki kemungkinan alergi telur puyuh lebih kecil ketimbang terhadap telur ayam, maka dianjurkan untuk memperkenalkan telur puyuh )walaupun kuning saja) setelah umur 1 tahun. terutama jika orang tua memiliki riwayat alergi ini. konsultasi dengan dokter untuk mengetahui resiko-resiko yang kemungkinan terjadi.

Wednesday, March 22, 2017

1:12 PM

Penyebab Bayi Muntah setelah Menyusu

Muntah sangat umum terjadi pada bayi dan biasanya (tetapi tidak selalu) normal. Kebanyakan bayi berusia muda mengalami  muntah  karena sistem pencernaan mereka belum matang, sehingga memudahkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Kadang mereka juga muntah lewat hidung.

Sebelumnya, penting bagi ibu untuk bisa membedakan gumoh dan muntah. Tidak seperti halnya gumoh dimana bayi sendiri terlihat tidak menyadari, muntah memberikan suatu dorongan terhadap bayi dan biasanya menyebabkan bayi menjadi stress dan gelisah. Muntah biasanya terjadi setelah sesi menyusui dan yang dikeluarkan lebih banyak dari gumoh. Jika bayi biasa muntah (sekali atau lebih setiap hari), atau jika ibu menemukan adanya darah atau warna hijau terang pada muntah bayi, segera hubungi dokter anak
.
Bayi sering muntah ketika mereka meminum terlalu banyak susu dalam waktu cepat. Terutama jika bayi menyusu dengan sangat cepat dan agresif, atau ketika payudara Ibu sedang penuh. Jika bayi mudah terganggu saat menyusu (dia melepas payudara Ibu untuk melihat-lihat) atau rewel pada payudara, si bayi kemungkinan menelan udara dan mengalami muntah dengan frekuensi lebih sering.

Penyebab yang paling umum adalah karena ASI atau susu yang ditelan bayi, kembali ke kerongkongan atau yang disebut sebagai refluks, karena gangguan otot antara esofagus dan lambung bayi. Bayi kemungkinan mengalami refluks karena ukuran perutnya sangat kecil sehingga mudah penuh. Refluks juga terjadi karena katup pada esofagus belum matang untuk bekerja optimal.

Beberapa bayi juga mengalami muntah ketika mereka tumbuh gigi, mulai merangkak atau mulai MPASI.
Kebanyakan bayi yang sehat akan mengalami tahap ini di umur 4-6 bulan. Namun jika bayi Ibu mengalami peningkatkan berat badan yang baik dan frekuensi kencingnya cukup (6-8 kali berganti popok kain atau 5-6 popok sekali pakai) dan buang air minimal 3 kali dalam waktu 24 jam (biasanya untuk bayi berusia lebih dari 6 minggu akan semakin jarang BAB), maka urusan muntah  ini bukan masalah yang serius.

Selain itu, menurut situs Mayo Clinic, muntah pada bayi ini tidak perlu dicemaskan kecuali jika bayi tidak mendapat kenaikan berat padan atau merasa tidak nyaman.

Beberapa penyebab bayi muntah  secara berlebihan:
•    Kelebihan pasokan ASI atau let-down reflex-nya kuat sehingga bisa menyebabkan gejala refluks dan biasanya dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana.

•    Sensitif terhadap makanan juga bisa menyebabkan muntah secara berlebihan. Yang paling sering adalah produk susu sapi (pada makanan Ibu atau bayi).

•    Bayi dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) biasanya muntah banyak. GERD terjadi ketika isi lambung kembali  ke kerongkongan dan keluar lewat mulut menjadi gumoh atau muntah. Kandungan lambung tersebut dapat berupa air liur, minuman atau makanan yang tertelan, sekresi (pengeluaran) pankreas dan cairan empedu.

•    Posisi menyusui. Kebiasaan ibu menyusui pada posisi miring akan membuat bayi muntah. Ini di karenakan posisi bayi terlentang sehingga cairan masuk ke saluran pencernaan melainkan ke saluran napas. Sebaiknya posisi bayi dalam keadaan miring, kepala lebih tinggi dari kaki dan membentuk 45 derajat. Cairan yang masuk langsung turun kebawah.

•    Meskipun jarang terlihat pada bayi ASI, muntah berlebihan  pada bayi baru lahir dapat menjadi tanda stenosis pilorus, sebuah masalah perut yang membutuhkan pembedahan. Hal ini terjadi 4 kali lebih sering pada anak laki-laki dari pada anak perempuan, dan gejala biasanya muncul antara usia 3 dan 5 minggu.


Bagaimana caranya mengurangi frekuensi muntah pada bayi?
•    Bantu bayi agar bersendawa, baik itu bayi yang menyusu pada payudara ataupun botol. Khusus untuk bayi yang disusui dengan botol minimal, usahakan bayi bersendawa  setiap 3 hingga 5 menit selama menyusu.
•    Hindari menyusu ketika bayi berada dalam posisi tiduran
•    Tahan bayi dalam posisi tegak selama 20 hingga 30 menit setiap setelah sesi menyusui
•    Jika bayi menyusu dari botol, pastikan lubang pada dot tidak terlalu besar (yang membuat susu mengalir terlalu cepat) atau terlalu kecil (yang bisa membuat bayi frustasi sehingga dapat menelan lebih banyak udara). Dot dengan ukuran yang pas yaitu jika botol dibalikkan akan keluar beberapa tetes susu kemudian berhenti
•    Ciptakan suasana tenang, hening dan menyenangkan dalam setiap sesi menyusui bayi.
•    Hindari interupsi, suara ribut tiba-tiba, cahaya terang, dan gangguan lainnya selama menyusui bayi
•    Jangan langsung bermain yang membuat bayi terlalu bersemangat segera setelah menyusui
•    Usahakan untuk menyusui bayi sebelum ia memberi tanda terlalu lapar
•    Naikkan bagian kepala crib dengan blok (jangan gunakan bantal) dan tidurkan bayi dengan terlentang. Hal ini akan membantu kepala bayi berada dalam posisi lebih tinggi dari perutnya dan menghindari bayi dari tersedak apabila ia muntah ketika tidur.
•    Jauhkan bayi dari paparan asap tembakau, lingkungan dengan asap rokok merupakan  faktor yang signifikan untuk refluks.
•    Mengurangi atau menghilangkan kafein. kafein yang berlebihan dalam makanan ibu juga akan berkontribusi untuk refluks.

Cara Menyendawakan bayi

1.    Gendong  bayi dalam posisi tegak menghadap tubuh ibu. posisikan agar kepalanya tepat di bahu Ibu, sangga punggung dan kepala bayi dengan baik. Kemudian tepuk-tepuk punggungnya secara perlahan.


2.    Dudukkan bayi diatas pangkuan ibu, sangga dada dan kepala bayi dengan tangan ibu sementara tangan ibu yang lain menepuk-nepuk lembut punggung bayi. Bisa juga dengan memutar-mutar tangan ibu di punggungnya.


3.    Telungkupkan bayi pada pangkuan ibu, sangga kepalanya sehingga berada dalam posisi lebih tinggi dari dadanya, lalu tepuk lembut atau putar-putar tangan ibu di punggungnya.



Kapan Ibu harus Khawatir dengan bayi muntah?
Di bulan-bulan pertama bayi, muntah lebih sering disebabkan oleh masalah ringan seperti perut bayi yang terlalu penuh. Namun penyebabnya bisa jadi lebih serius jika muntah itu disertai oleh gejala lain. ibu harus menghubungi dokter jika bayi mengalami muntah dan juga gejala berikut:

•    Tanda-tanda dehidrasi, termasuk mulut kering, kurangnya air mata, dan kuantitas popok basah lebih sedikit dari biasanya (kurang dari enam popok sehari).
•    Demam.
•    Menolak menyusu atau minum susu formula.
•    Muntah selama lebih dari 12 jam, atau muntah dengan kekuatan besar.
•    Mengantuk atau mudah marah.

•    Sesak napas.
•    Perut bengkak.
•    Terdapat darah atau empedu (zat hijau) di muntahannya.
•    Muntah yang hebat persisten pada bayi baru lahir dalam setengah jam setelah makan

Bayi Muntah lewat Hidung
Seperti yang disampaikan oleh dr. Muzal Kadim, SpA (dilansir dari yahbunda.co. id) muntah yang disebabkan oleh GERD kadang keluar lewat hidung. Kondisi ini seringnya tidak membahayakan karena antara mulut dan hidung (juga telinga) memiliki satu saluran. Tekanan muntah yang kuat akan membuat muntahan melewati jalur menuju mulut dan kemudian berlanjut hingga ke hidung (terutama pada makanan cair seperti susu).

Berbahayakah? Tidak, yang penting saat terjadi muntah atau gumoh yang banyak, letakkan bayi dalam posisi tidur miring atau posisi duduk agar dia tidak tersedak sehingga muntahan masuk ke dalam saluran napas.

GERD juga merupakan hal yang normal, asalkan bayi tidak menolak makan atau  minum dan berat badannya tetap naik. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi muntahnya antara lain dengan posisi bayi saat menyusu. Sebaiknya bayi menyusu pada posisi setengah duduk (jangan sambil tiduran) dan disendawakan sesudahnya.  


Monday, March 20, 2017

8:29 AM

Puree Bayam untuk Makanan Bayi, Manfaat dan Cara Pembuatannya

Apakah Ibu berencana memberikan bayam sebagai makanan untuk bayi?

Bayam sangat mudah ditemukan dan sehat. Bayam merupakan salah satu sayuran  yang sangat populer di dunia. Beberapa manfaat kesehatan dari bayam termasuk sumber vitamin esensial dan mineral, menyembuhkan gangguan lambung, melindungi hati, membunuh cacing usus, menyembuhkan gangguan kemih dan juga bermanfaat sebagai pencahar alami.

Bayam sangat populer di Asia, bahkan menempati peringkat pertama untuk herbal dengan nilai gizi terbanyak pada daunnya. Sayur berbentuk daun bulat selebar 2-10 cm, dan tanamannya bisa tumbuh setinggi 40-50 cm.

Bayam diyakini berasal di Persia atau Iran. Dari Persia, bayam dibawa ke negara-negara Asia timur termasuk India dan Cina selama abad ke-6 Masehi. Kemudian, di 13 th dan 14 abad th, bayam menyebar ke Eropa. Nama bayam diyakini berasal dari "espinache" yang pada gilirannya berasal dari kata Arab "asabinakh" yang secara harfiah berarti "tangan hijau". Karena pertumbuhannya di awal musim semi, bayam menjadi ramuan yang ramah di Inggris dan negara-negara Eropa lainnya. Bayam diperkenalkan di Amerika oleh wisatawan Eropa di suatu tempat antara 1600-an dan 1700-an.

Nutrisi pada Bayam

Menurut database Nasional Gizi dari Departemen Pertanian AS, gizi bayam termasuk:


Nutrisi Nilai per 100 g makanan Nilai per 100 g
air 91,4 g Energi 23 kkal
protein 2.86 g total Lipid 0,39 g
karbohidrat 3.63 g Serat 2.2 g
gula 0.42 g Kalsium 99 mg
Besi 2.71 mg Magnesium 79 mg
fosfor 49 mg Kalium 558 mg
Sodium 79 mg Seng 0.53 mg
vitamin C 28 mg thiamin 0.078 mg
riboflavin 0,189 mg niacin 0,724 mg
Vitamin B-6 0,195 mg folat 195 ug
vitamin A 9377 IU vitamin E 2 mg
vitamin K 482 ug


Manfaat kesehatan bayam untuk bayi 

Bayam adalah ramuan juara yang mengandung banyak vitamin dan mineral yang ideal untuk pertumbuhan bayi. Tidak heran, Popeye digambarkan menjadi lebih kuat saat ia makan bayam! Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari bayam.

Sumber mineral penting: salah satu alasan yang baik mengapa bayi harus diberikan bayam adalah bahwa bayam merupakan salah satu sumber terbaik dari mineral penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Bayam mengandung kalsium dan magnesium dalam jumlah yang tinggi, yang sangat penting untuk perkembangan tulang. Selain itu, bayam juga mengandung zat besi dan kalium. Besi ini berguna untuk produksi hemoglobin dan kalium sangat penting untuk perkembangan otak.

Sumber vitamin esensial: Terlepas dari mineral, vitamin juga penting bagi pertumbuhan bayi. Bayam mengandung berbagai vitamin seperti vitamin C, vitamin A, thiamin, riboflavin, folat, niacin, vitamin E dan vitamin K. Setiap vitamin ini memainkan peran penting dalam meningkatkan fungsi tubuh pada bayi. Misalnya, vitamin A penting untuk meningkatkan kemampuan mata, vitamin C sangat penting untuk membangun sistem kekebalan yang kuat, dll

Pencahar alami: Sebagai sayuran daun, bayam mengandung sejumlah serat makanan.  Serat makanan ini baik untuk menjaga sistem pencernaan agar tetap bersih. Serat bagus untuk perut karena bisa menyerap air dan menambahkan massal untuk tinja. Jadi dengan memberikan bayam untuk bayi, buang air besar bayi akan lebih lancar sehingga menghindarkan bayi dari sembelit.

Menyembuhkan gangguan kemih: Gangguan kencing atau infeksi saluran kemih seringkali terjadi pada anak-anak. Penyebab infeksi adalah infeksi bakteri atau virus. Bayam memiliki sifat antimikroba yang baik, sehingga menghilangkan infeksi mikroba, membantu dalam mengurangi gangguan kemih.

Obat untuk gangguan lambung: gangguan lambung juga bisa terjadi pada bayi karena lambung dan usus mereka belum sepenuhnya berkembang. Cairan lambung bayi belum sekuat milik orang dewasa sehingga bayi sering mengalami gangguan pencernaan atau masalah lambung.

Melindungi hati:
Penelitian menunjukkan bahwa biokimia yang ditemukan dalam bayam mampu untuk memberikan perlindungan pada hati. Hati adalah organ penting untuk menyusun pertahanan tubuh, namun hati juga bisa terkena infeksi khususnya organ pada bayi yang belum sekuat orang dewasa. Dengan konsumsi bayam, bisa membantu melindungi hati bayi dari infeksi.

Membunuh cacing: cacing usus bisa menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi anak-anak dan bayi. Cacing adalah cacing parasit yang menyerang dan menetap di usus, jauh dari jangkauan asam lambung dan makan dari makanan dalam usus. Dengan memberikan bayam untuk bayi secara teratur, Ibu bisa memastikan bahwa hama usus ini dihilangkan, karena bayam memiliki sifat obat cacing yang baik.

Bayam untuk bayi.
Walaupun memiliki sederet kelebihan, tapi bayam tidak dianjurkan untuk diberikan di awal-awal Mpasi.  Tubuh bayi masih terlalu muda sehingga akan mengalami kesulitan dalam menyerap zat besi dan kalsium. Meskipun Ibu memang bisa membantu meningkatkan penyerapan  besi tersebut dengan menyajikan bayam bersama makanan yang mengandung vitamin C.

baca juga : Menu Makanan Bayi Rumahan Sesuai Umur

Ada juga beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa oksalat dalam bayam bisa menghambat penyerapan kalsium dari susu, sehingga sebaiknya jangan disajikan secara bersama-sama.


Bayam  sebaiknya diberikan saat bayi berumur 8-10 bulan. Untuk memberikan bayam, maka Ibu harus memperhatikan beberapa hal berikut:

Jenis bayam: Untuk memilih jenis bayam yang cocok, maka lihatlah tekstur. Pilih bayam dengan warna hijau gelap (tapi ada juga jenis bayam yang warna hijau cerah). Usahakan jangan pilih bayam daunnya berwarna kekuningan dan  berisi bercak-bercak seperti air mata. bayam segar terlihat dari daunnya yang segar, hijaunya yang cerah dan juga menarik.

Bersihkan bayam: Sebelum memasak bayam, cuci terlebih dahulu dalam air mengalir. Perhatikan kotoran-kotoran yang mungkin menempel dan juga ulat,

Rebus vs kukus: Selalu ada perdebatan apakah mengukus lebih baik atau merebus. Merebus adalah proses yang relatif mudah dibandingkan mengukus karena mengukus membutuhkan alat khusus. Tapi merebus bisa memisahkan nutrisi yang pada akhirnya akan larut dalam air. Sementara mengukus bisa mempertahankan nutrisi dalam makanan.

Baca juga : 4 cara Memasak Makanan Bayi

Bayam yang sudah direbus atau dikukus kemudian dihaluskan, bisa ditambahkan ke bubur saring bayi. 


Penyimpanan
Sebaiknya memberikan bayam dalam keadaan segar. Jika Ibu memasak dalam jumlah besar untuk dicampurkan dengan bubur tim saring, maka campurkanlah menjelang penyajian. Simpan bubur dan sayur matang secara terpisah di lemari es.

Makanan yang baik untuk dicampurkan dengan Bayam
•    Wortel
•    ubi
•    kacang polong
•    Kentang
•    Ubi jalar
•    Labu
•     zucchini
•    kacang-kacangan
•    Ayam

Thursday, March 16, 2017

9:45 AM

Makanan untuk Bayi umur 4 – 6 Bulan

Apakah Ibu sedang mencari jenis makanan bayi yang sehat untuk bayi umur 4 bulan?

Meskipun banyak pihak merekomendasikan agar bayi baru diberi makan mulai umur 6 bulan, tetapi pada beberapa kasus, ada juga yang memberikan bayi mereka makanan padat lebih dini mulai dari umur 4 bulan.  Tentu kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan karena bisa jadi sang Ibu sudah berkonsultasi ke dokter.
Sebenarnya, menunggu sampai bayi  berumur sekitar enam bulan untuk memperkenalkan makanan padat dapat membantu untuk melindungi kesehatannya. Hal ini juga bisa mencegah bayi terkena infeksi karena makanna karena di umur itu, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih kuat.

Bayi yang lebih muda akan mendorong makanan keluar dari mulut mereka. Hal ini disebut refleks dorong lidah. Bayi mungkin kehilangan refleks ini sekitar empat bulan, tapi itu tidak sellau berarti dia siap untuk makanan padat. Bayi akan merasa jauh lebih mudah untuk menjaga makanan di mulutnya, dan mengunyahnya, dari usia enam bulan.

Namun, jika Ibu merasa bayi sudah siap untuk memulai makanan padat sebelum enam bulan, Ibu bisa mulai memperkenalkan sejumlah makanan bayi yang sederhana. Tapi sebaiknya, Ibu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

baca juga : Kapan Bayi Siap untuk Mpasi Pertamanya?

Jadi jika Ibu yakin akan memberi bayi mulai umur 4 bulan, berikut daftar makanan yang bisa Ibu berikan.

Sereal
Bisa dimulai dengan sereal beras (bubur tepung beras) dan oatmeal. Sereal ini merupakan bahan makanan yang memiliki potensi alergi rendah, sehingga banyak Ibu mulai memberikan sereal untuk bayi mereka.

Baca juga : Cara membuat tepung beras untuk Mpasi

Buah-buahan
Baru bisa disajikan mentah setelah berusia 8 bulan, untuk bayi lebih muda, maka sebaiknya diberikan dalam bentuk puree. Khusus untuk bayi 4 bulan, bisa dimulai dengan apel, pir, pisang dan alpukat. Pisang dan alpukat tidak perlu dimasak lagi. Tetapi usahakan memberikannya dalam tekstur sangat halus mendekati cair agar tidak membuat bayi tersedak.


Sayuran
Ibu juga bisa memberikan sayuran, tetapi harus dalam kondisi matang dan tekstur sangat halus. Contoh sayur yang bisa diberikan adalah ubi jalar, labu. Kukus terlebih dahulu, baru kemudian dihaluskan. Tambahkan ASI atau susu formula untuk membuat teksturnya lembut dan cair.

Baca juga : Puree buah dan sayur

Protein
Belum bisa diberikan protein jenis apa pun.

Produk SUSU
Selain susu formula, jangan berikan bayi umur 4 bulan anda produk susu seperti keju ataupun yogurt.






Porsi makan Bayi 4 - 6 bulan
Bayi mungkin hanya akan makan 1/2 sendok makan  untuk pertama kalinya. Jangan paksa bayi untukmenghabiskan makanannya. Porsi akan meningkat ketika umurnya lebih tua. Selain itu, penting juga untuk diingat bahwa ASI dan / atau susu formula yang menyediakan untuk total nutrisi bayi di usia ini.

Wednesday, March 15, 2017

4:00 AM

Menyusui: Apakah Bayi Saya Mendapat cukup ASI?


Tanda bayi kenyang minum ASI

Ketika Ibu pertama kali mulai menyusui, Ibu mungkin khawatir bayi tidak mendapatkan cukup ASI. Ibu juga tidak bisa menyebutkan secara jelas, seberapa banyak si bayi sudah minum ASI.

Membingungkan bukan? Ketika jumlah minum seharian mereka hanya diketahui oleh sang bayi dan sang bayi sendiri belum bisa mengatakannya secara langsung. Padahal, bayi memberitahu Ibu loh, hanya saja lewat hal popok yang basah, lewat kotoran / feses/ pup di popok dan juga lewat suara mereka saat menelan ASI.

Namun kadang Ibu baru kurang percaya diri dan membutuhkan kepastikan bahwa si bayi mendapatkan cukup susu. Apalagi jika si bayi selalu meminta dan meminta, maka Ibu bisa jadi berpikir bahwa produksi ASI tidak cukup.

Nah, untuk tahu apakah bayi Ibu sudah mendapat cukup ASI atau tidak, mari kita mulai bahasan ini dengan posisi menyusui dan pelekatan.

Apa itu pelekatan?

Pelekatan itu adalah letak mulut bayi pada payudara ibu ketika sedang menyusu. Ini penting sekali, karena pelekatan yang baik akan memudahkan bayi menyusu. Bagi Ibu, pelekatan yang baik juga mengurangi resiko puting lecet selama menyusui.

Diambil dari kemangmedicalcare.com, berikut posisi menyusui yang baik untuk Ibu.

1.    Carilah posisi ternyaman.

2.    Kemudian dekap/gendong bayi sehingga wajah bayi menghadap ke payudara ibu, hidung bayi sejajar dengan puting ibu;

3.    Tubuh bayi juga menghadap ke badan ibu (perut bayi menempel ke perut Ibu), sehingga kepala dan badan bayi berada dalam 1 garis lurus (kepala bayi tidak menengok ke kiri atau ke kanan);

4.    kepala bayi lebih rendah daripada payudara ibu, sehingga kepala bayi mendongak keatas dan tidak menunduk kebawah, dalam posisi seperti ini, dagu bayi dan hidungnya yang akan menempel ke payudara ibu;

5.    leher dan bahu bayi ditopang serta badan didekap erat ke badan ibu.

Pelekatan:

1.    Usahakan agar bayi memasukkan payudara ibu ke dalam mulutnya dari arah bawah, sehingga ketika sedang menyusu lebih banyak terlihat areola ibu pada bagian atas bibir atas dibandingkan dengan areola pada bagian bawah bibir bawah bayi;

2.    Mulut bayi terbuka lebar seolah-olah sedang menguap atau menangis, sehingga tidak saja puting ibu yang masuk ke dalam mulut bayi tetapi juga sebagian besar areola, karena pabrik-pabrik ASI banyak yang terletak dibawah areola;

3.    Bibir bayi, baik yang atas maupun yang bawah, terlipat keluar (dower) dan tidak terlipat kedalam ketika sedang menyusu;

4.    Dagu bayi menempel pada payudara ibu, dan terlihat juga lipatan pada bagian dagu yang menandakan bahwa bayi sedang membuka mulut dengan lebar.



Lalu, bagaimana tanda-tanda bahwa bayi melekat dengan baik?

•    Mulut bayi terbuka lebar dan penuh dengan payudara Ibu. kadang puting bahkan tidak terlihat.

•    Dagu bayi menyentuh payudara Ibu, bibir bawah mereka bergulung (Ibu tidak selalu bisa melihat ini) dan hidung bayi tidak tergencet  payudara.

•    Payudara/puting Ibu tidak merasa sakit saat bayi menyusu, meskipun awal-awalnya sedikit terasa perih. Tapi kelamaan, rasa sakit itu berkurang.

•    Area gelap sekitar puting (areola) tepat berada di atas bibir atas bayi, dan juga di bawah bibir bawah bayi.

Tanda-tanda bayi  mendapatkan cukup ASI/Susu

•    bayi mulai minum dengan tegukan cepat yang diikuti  tegukan lama, lalu tegukan berirama dengan sesekali jeda untuk menelan.
•    Ibu dapat mendengar dan melihat bayi menelan.
•    Selama menghisap, pipi bayi tetap bulat.
•    Bayi tampak tenang dan santai selama menyusui.
•    Bayi mengakhiri sesi minum dan melepas payudara dengan sendirinya.
•    Mulut mereka tampak lembab setelah menyusu. Kadang sisa-sisa susu tampak di sudut bibir.
•    Bayi tampak puas setelah menyusu. 
•    Payudara terasa lebih lembut setelah menyusu.
•    Ibu mungkin merasa mengantuk dan santai setelah menyusui.

Tanda-tanda lain bahwa bayi menyusu dengan baik 

•    Peningkatan berat badan bayi terjadi secara berangsur-angsur setelah minggu pertama. Kehilangan berat badan lahir untuk bayi dalam dua minggu pertama setelah kelahiran juga normal. Sebagai pedoman kasar: Bayi harus mendapatkan sekitar 6 sampai 8 ons per seminggu selama empat bulan pertama, kemudian sekitar 4 sampai 6 ons per minggu pada umur  4 sampai 7 bulan.

•    Dari hari kelima dan seterusnya, popok seharusnya lebih sering basah, setidaknya dalam 24 jam, ada 6 sampai 8 popok kain yang basah keras. Jika menggunakan popok sekali pakai, setidaknya harus ada 5 popok basah dalam waktu 24 jam. Dalam 48 jam pertama, ketika bayi hanya mengonsumsi kolostrum, bayi mungkin baru memiliki dua atau tiga popok basah per hari. Urin harus tidak berbau dan jelas / sangat pucat. Urin yang gelap dan pekat menunjukkan bahwa bayi membutuhkan lebih banyak ASI.

•    Pada bulan pertama, bayi setidaknya akan pup 3 kali sehari dengan tekstur sewarna mustard kekuningan, dimulai dalam waktu lima sampai tujuh hari setelah lahir. saat berusia sebulan, bayi juga mungkin akan pup lebih jarang atau tidak pup selama beberapa hari. Setelah bayi mendapat makanan pendamping ASI, bayi biasanya akan BAB setidaknya 1 kali sehari.


Baca juga : Mengenali Jenis Kotoran / Pup/ Feses pada Bayi

Apa tanda-tanda bahwa bayi saya tidak mendapatkan cukup ASI?

Perhatikan tanda-tanda ini jika Ibu khawatir tentang asupan susu bayi Ibu:

•    Berat badan bayi terus turun. Jika beratnya tidak meningkat setelah lima hari, atau jika ia mulai kehilangan berat badan lagi setiap waktu setelah itu, konsultasikanlah ke dokter.

•    Bayi  membasahi kurang dari enam popok dalam waktu 24 jam setelah lima hari setelah kelahirannya.

•    Pup bayi kecil dan gelap setelah lima hari kelahirannya.

•    Urin bayi sangat gelap, seperti warna jus apel. (Jika urin pucat atau jelas, dia mendapatkan cukup cairan. Jika lebih terkonsentrasi, mungkin menjadi tanda bahwa  asupan cairannya rendaha)

•    Bayi sering rewel atau lesu. Dia bisa tertidur segera setelah diminta menyusu tapi  kemudian rewel ketika Ibu lepaskan dari payudara.

•     Mulut dan mata bayi tampak kering.

•     Bayi tampak tidak puas, bahkan jika menyusui secara konsisten dalam waktu lebih dari satu jam.

•     Payudara Ibu tidak merasa lebih lembut setelah menyusui.

•    Ibu jarang mendengar bayi menelan saat menyusu. (beberapa bayi memang penyusu dengan sangat pelan. Jadi jika tanda-tanda lainnya positif, bagian ini bisa diabaikan.)

Apa yang terjadi jika bayi  tidak mendapatkan cukup ASI?

Meskipun sebagian besar ibu  bisa memenuhi kebutuhan bayi dengan ASI mereka, kadang-kadang ada juga bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI.  Lalu, ketika masalah itu tidak ditangani, bayi bisa menderita dehidrasi dan gagal tumbuh.

Jika Ibu khawatir bahwa bayi tidak mendapatkan cukup susu, hubungi dokter anak atau konsultasi dengan konsultan laktasi.

Beberapa Ibu juga mengatasinya dengan pemberian susu formula. Hal ini tentu tergantung dengan kondisi, karena pemberian formula lewat botol malah bisa semakin mengurangi keinginan bayi untuk menyusu langsung. Namun untuk kasus-kasus serius, biasanya pemberian susu formula ini sangat dianjurkan.

Seberapa sering bayi  akan menyusu?

Ada rentang yang sangat luas dari apa yang dianggap normal. Beberapa bayi suka menyusui sepanjang waktu - bukan hanya untuk makanan, tetapi juga untuk kesenangan – sementara bayi yang lain menyusu hanya ketika mereka lapar.  Bayi mungkin terlalu mengantuk untuk menyusu dalam 24 jam pertama mereka. Tapi setelah itu, inilah yang khas:

Baca juga : Pentingnya interval waktu 2 Jam pemberian ASI bagi NB

1-7 minggu
    Setiap 2 sampai 3 jam
    8 sampai 12 kali sehari
Jumlah ini tampak banyak dan membuat Ibu bertanya-tanya apakah bayi mendapatkan cukup susu setiap menyusu. Namun Ibu perlu ingat bahwa perut bayi masih kecil, sehingga mereka hanya minum secukupnya dan dalam waktu sering.

2 sampai 5 bulan
    Setiap 2, 5 sampai 3,5 jam
    7-9 kali sehari
Saat ini bayi sudah tumbuh lebih besar dan menjadi lebih efisien dalam menyusui.

6 bulan dan seterusnya
    Setiap 5 sampai 6 jam
    4 sampai 5 kali sehari


Monday, March 13, 2017

9:54 AM

Puree Sawo untuk Makanan Bayi

Makanan bayi sehat - Apakah Ibu terpikir untuk memberikan bayi puree sawo?

Iyah, buah ini bercita rasa manis bisa diberikan diberikan pada bayi setelah bayi berusia 7 bulan.
Manfaat kesehatan buah sawo untuk bayi dan balita.

1.    Memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga bagus untuk pencernaan dan mencegah sembelit .
2.    Buah ini kaya akan vitamin A dan vitamin C.
3.    Buah ini merupakan sumber yang sangat baik dari zat besi, tembaga dan kalium.
4.    Buah sawo efektif jika digunakan sebagai obat rumahan untuk melawan flu dan batuk.
5.    Buah ini membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang baik untuk bayi .


Jangan terlalu sering memberikan buah ini pada bayi, konsumsi berlebihan  bisa menyebabkan panas dalam.


Cara membuat puree sawo

Bahan
        butir sawo matang


Cara pembuatan:

Bersihkan sawo, kalau perlu bisa dikupas kulitnya. Potong sawo menjadi setengah dan hilangkan bijinya

potong sawo menjadi dua bagian

Baca Juga : Cara Membuat Puree Jambu Biji untuk Bayi

Haluskan dengan garpu atau campuran dalam blender.

haluskan dengan sendok, garpu atau blender

Tambahkan sedikit ASI atau susu formula  dapat ditambahkan untuk meningkatkan rasa.






Thursday, March 9, 2017

9:19 AM

Puree Jambu Biji untuk Makanan Bayi

Ibu pernah memberikan jambu biji untuk anak?

Jambu biji merupakan salah satu buah yang menawarkan banyak manfaat kesehatan. Konsumsi jambu biji secara teratur baik untuk kesehatan mata karena kandungan vitamin A-nya. Jambu biji juga kaya vitamin C sehingga membantu mencegah penyakit kudis dan memberikan pertolongan ketika bayi flu dan sembelit. Jambu biji merupakan gudang antioksidan seperti vitamin A, C dan E, dan likopen (dalam varietas jambu merah muda) . Selain itu juga bisa melawan penuaan dan kanker. Jambu biji juga mengandung folat, asam pantotenat, thiamin, riboflavin, vitamin B3, B6, dan K, yang baik untuk perkembangan otak. Jambu biji juga kaya serat yang bisa meningkatkan kesehatan pencernaan.

Manfaat khusus Jambu Biji untuk Bayi

1.    Rasa manis jambu biji akan disukai oleh bayi.
2.    Jambu biji bisa memberi bayi cukup vitamin C dan nutrisi penting lainnya untuk apat meningkatkan kekebalan tubuhnya.
3.    Jambu biji mencegah sembelit.
4.    Bisa diberikan pada bayi mulai umur 8 bulan.

Tips untuk menyajikan Jambu biji untuk bayi:
Jambu biji mengandung biji-biji kecil, yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan halus bayi. Pertimbangkan hal berikut ketika Ibu mau memberikan jambu biji untuk makanan bayi.

Ketika Ibu pertama kali memperkenalkan jambu biji untuk bayi, maka lakukanlah dengan perlahan.  Tunggu beberapa hari dan awasi kondisi anak untuk mengantisipasi alergi. Jika Ibu bilah si bayi mengalami rasa tidak nyaman setelah konsumsi jambu biji, maka jangan memberinya buah ini untuk sementara waktu. Jika reaksi terus berulang pada pemberian selanjutnya, maka sebagiknya ditunda hingga bayi lebih besar.

Batasi konsumsi jambu biji bayi. Dalam seminggu berikan sekali hingga dua kali dalam seminggu. Asal alami jambu biji dapat menyebabkan ruam popok.

Cara Membuat puree jambu biji
Gunakan jambu yang matang. Pilih buah yang segar dan matang. Kupas dan potong-potong.


Pilih Jambu yang segar


2.    Gunakan sendok untuk menghilangkan biji.


Potong tipis-tipis


Cara menghilangkan biji


Hasil jambu yang bijinya sudah dihilangkan


potong kecil-kecil
Rebus buah selama 5 menit sampai matang. Untuk memastikan buah sudah matang, tusuk saja dengan pisau.


rebus jambu

 Haluskan buah yang sudah matang dengan blender atau alat lainnya. Ibu bisa menambahkan air bersih untuk membuat tekstur yang pas. Kemudian sajikan.




Resep Jambu Biji untuk Bayi: 

Berikut adalah dua resep jambu mudah bagi bayi. Lihat di sini bagaimana cara menghaluskan jambu biji.

Puree Jambu-Kiwi



Bahan: 
•    Sebutir jambu
•    Sebutir Kiwi
Cara:
1.    Haluskan setengah jambu seperti yang disebutkan di atas.
2.    Kupas dan parut setengah kiwi secara terpisah.
3.    Masukan bubur kiwi melalui saringan untuk menghilangkan semua bijinya.
4.    Campur jambu dan kiwi, haluskan bersama-sama dan biarkan bayi menikmati rasa baru yang lezat.

Baca Juga :  Cara Membuat Puree Apel untuk Bayi

Puree Jambu Biji dan Pear




Bahan:
•    Sebuah jambu
•    Sebutir pear 

Cara:
1.    Haluskan setengah jambu seperti yang disebutkan di atas.
2.    Kupas dan parut ¼ Pear secara terpisah.
3.    Saring puree pear untuk menghilangkan biji.
4.    Campur puree  dari dua buah bersama-sama dan sajikan.

My Blog List

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016
Klik gambar untuk sinopsis :)