Wednesday, July 19, 2017

9:35 AM

Manfaat Daun Kelor untuk Makanan Bayi dan Balita


Apakah daun kelor bisa digunakan untuk Mpasi bayi?
Apakah efek samping makan daun kelor?
Bagaimana cara memasak daun kelor untuk bayi dan anak?
Apa saja manfaat daun kelor untuk mpasi?


Kaya akan vitamin dan nutrisi, daun kelor menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi anak. Sayur ini adalah antioksidan yang baik dan juga bisa membantu anak  menyingkirkan semua racun. Selain itu kelor bisa melawan peradangan dan infeksi pada anak. Hal ini dikenal untuk meningkatkan energi, melawan kemungkinan kanker, mendetoksifikasi sistem tubuh anak, meningkatkan kekebalan tubuh, menyembuhkan infeksi ringan, dan memperbaiki kulit disertai banyak manfaat lainnya. Daun kelor biasanya dianggap aman dan juga bisa dimakan oleh anak-anak.

Memberi Daun kelor pada bayi dan Anak: 

Daun kelor merupakan sayur bergizi tinggi sehingga bagus untuk pemenuhan gizi buruk. Dikutip dari http://moringamavens.com, bayi di atas 6 bulan bisa diberikan daun kelor tetapi dalam bentuk serbuk. Hal ini sesuai dengan rekomendasi organisasi kesehatan dunia. Ibu dapat menambahkan sekitar 10 - 15gram serbuk daun kelor ke setiap 100 g susu formula untuk memperkuat dan meningkatkan nilai gizi susu.

Lalu untuk daun kelor yang bukan bubuk bagaimana? Adakah efek samping pemberian daun kelor untuk bayi?
Sampai saat ini, belum ada sumber pasti yang merekomendasikan daun kelor untuk Mpasi bayi.  Daun kelor mengandung serat yang tinggi, tetapi masih sangat sulit dicerna oleh bayi. Selain itu, rasa daunnya yang juga pahit, sehingga sulit diberikan pada bayi.


Untuk amannya, Ibu sebaiknya menunggu hingga bayi berumur satu tahun untuk memberikan daun kelor. Ibu bisa menambahkan beberapa helai daun kelor pada sup atau menghaluskan daun matang untuk ditambahkan pada makanan bayi. Atau, daun kelor bisa juga diolah menjadi sayur bening sebagai pengganti bayam.

Bagaimana caranya mengurangi rasa pahit pada daun kelor?
Ibu bisa memanfaatkan kapur sirih. Rebus daun kelor bersama kapur sirih hingga mendidih, setelah itu saring. Daun kelor siap untuk diolah lebih lanjut.

Untuk 1 poundnya, kelor mengandung:
•    3 kali zat besi dari bayam
•    4 kali kalsium yang ditemukan dalam susu
•    3 kali potasium pisang
•    2 kali protein yang ditemukan dalam yogurt dan jumlah protein yang hampir sama ditemukan pada telur
•    7 kali vitamin C jeruk

Baca juga : Bayam untuk Makanan Bayi



Manfaat Kesehatan Kelor 

Daun kelor menawarkan berbagai manfaat kesehatan bagi anak Ibu. Beberapa manfaat tercantum di bawah ini:

Meningkatkan Energ.
Dikemas dengan vitamin dan nutrisi, daun kelor pasti akan meningkatkan tingkat energi anak Anak yang sedang tumbuh membutuhkan banyak energi. Energi dibutuhkan untuk menopang pertumbuhannya.

Meningkatkan Imunitas.
Daun kelor dikenal dengan potensinya untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dan akan bisa membantu tubuh untuk melawan bakteri biasa.

Meningkatkan Metabolisme
Selama tahap pertumbuhan, metabolisme anak berada pada masa puncaknya. Namun, ketika anak sakit atau menghadapi komplikasi fisik atau emosional, tingkat metabolisme turun seketika. Ibu bisa memberinya daun kelor karena bahan ini adalah sumber sayuran kaya mineral, sehingga bisa memastikan metabolisme anak Ibu tetap baik. Daun kelor juga bisa memastikan bahwa anak memperoleh berat dan tinggi badan yang diperlukan selama tahap pertumbuhan.

Mengembangkan Struktur Sel
Daun kelor adalah salah satu dari sedikit sumber nabati yang mengandung asam amino. Komponen protein ini di daun kelor menjadikannya sumber makanan yang ideal untuk memastikan perkembangan sel yang kuat pada anak Ibu.

Ginjal Sehat & Hati
Daun kelor memiliki potensi detoksifikasi yang hebat sehingga akan berdampak positif pada ginjal dan hati anak Ibu. Mengingat jumlah junk food yang biasanya dikonsumsi anak masa kini, detoksifikasi alami seperti daun kelor adalah pilihan yang baik.

Melawan Infeksi
Daun kelor dikenal secara global karena sifat anti-inflamasinya. Zat ini terdapat lebih banyak dalam bubuk daun kelor. Jika anak menderita  batuk dan demam atau adanya infeksi ringan maka pemberian bubuk daun kelor pasti akan membantu dalam jangka panjang.

Meningkatkan kesehatan Mata
Jika anak Ibu terus-menerus terpapar media audio-video elektronik maka ada kemungkinan besar dia menderita gangguan mata. Namun, kabar baiknya adalah sumber nabati yang baik dan aman seperti daun kelor benar-benar dapat meningkatkan penglihatan anak. Sumber vitamin A yang baik, bubuk daun kelor dapat membantu anak menjaga penglihatannya yang berharga.

Sembuhkan luka
Apakah anak Ibu seorang yang aktif dan menyukai olahraga? Tapi Ibu takut anak akan terluka? Jangan khawatir, Ibu cukup mengoleskan bubuk daun kelor pada luka anak. Luka akan lebih cepat sembuh. Hal yang sama juga berlaku untuk bekas luka.

Bagus untuk Kulit
Kaya vitamin A, C dan E, daun kelor adalah sumber makanan yang fantastis untuk meningkatkan kesehatan kulit anak secara keseluruhan. Daun kelor akan membantu menghilangkan ruam dan iritasi. Oleskan bubuk daun kelor pada kulit, bisa juga digunakan sebagai masker.

Mengobati Mood Swings
Anak mengalami berbagai reaksi kimia secara teratur. Fase proses pertumbuhan konstan ini dapat mengurangi kesehatan emosionalnya. Konsumsi daun kelor bisa membantu untuk mengurangi mood swings. Selain itu, daun kelor juga bisa mengurangi potensi depresi pada anak.

Memperbaiki Rambut
Daun kelor mengandung vitamin dan asam amino tepat yang dibutuhkan untuk pembentukan protein keratin. Protein ini merupakan komponen yang sangat penting untuk memastikan pertumbuhan rambut anak-anak. Selain itu, daun kelor juga kaya akan vitamin A, bubuk daun kelor akan membantu dalam proses pertumbuhan rambut. Hal ini juga mengurangi potensi ketombe pada anak.

Baca juga : Mengurangi Kutu dan Telur Kutu pada Bayi dan Anak


Monday, July 17, 2017

10:06 AM

Manfaat Kentang untuk Makanan Bayi (plus Resep Mpasi Kentang)

Bolehkah bayi 6 bulan makan kentang?
Apa saja sih manfaat kentang untuk bayi umur 7, 8,9,10 bulan?
Bolehkah bayi makan kentang setiap hari?
Resep Mpasi kentang untuk bayi.

Kentang adalah sayuran paling populer dan tersedia secara luas di hampir seluruh belahan dunia. Manfaat kentang untuk bayi meliputi perbaikan kesehatan gastrointestinal, perlindungan hati, khasiat antivirus, perlindungan kulit dan penyembuhan luka bakar kulit. Tanaman itu sendiri dapat tumbuh dalam berbagai kondisi cuaca dan karenanya, kentang bisa didapatkan dengan mudah.

Kentang adalah makanan bayi yang tinggi akan pati
Kentang diyakini berasal dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan antara 8000 dan 5000 SM. Orang-orang Spanyol yang pertama kali menamai umbi ini. Nama yang mereka berikan adalah 'patata' atau 'batata' yang kemudian ditransformasikan menjadi kentang dalam bahasa Inggris.

Pada awal abad ke -20, kentang telah menjadi salah satu sayuran yang sangat populer di dunia barat dan pada pertengahan abad ke -20, kentang juga memasuki sebagian besar negara dunia ketiga. Saat ini, konsumen kentang terbesar di dunia adalah China yang memproduksi 74 juta ton pada tahun 2010. Produsen tertinggi kedua adalah India dengan produksi 36 juta ton. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan tahun 2008 sebagai 'Tahun Internasional Kentang' untuk menciptakan kesadaran tentang kentang di negara-negara berkembang sebagai tanaman dengan potensi aspek komersial.


Umur berapa Bayi boleh makan kentang?

Kentang adalah salah satu sayuran sederhana yang bisa dengan senang hati diperkenalkan pada makanan awal bayi Anda. Kentang mudah dicerna dan menyuplai energi agar bayi bisa aktif. Namun karena kandungan kalori tinggi dan kandungan nutrisi yang rendah, lebih baik mengenalkan kentang kepada anak Anda antara usia 8-10 bulan. Kentang biasanya tidak menimbulkan risiko alergi sehingga Ibu bisa juga mengenalkannya sejak usia 7 bulan. Banyak orang tua memilih untuk menunggu sampai usia 10 bulan untuk mengenalkan kentang pada bayi sehingga bayi mendapatkan lebih banyak nutrisi dari makanan padat lainnya.


Baca juga : Ubi Jalar untuk Makanan Bayi

Gizi pada Kentang
Nilai gizi Kentang Putih sebenarnya tidak terlalu tinggi. Kentang mengandung sejumlah vitamin A dan Vitamin C, serta potassium, komponen pati mereka tinggi. Karbohidrat menyumbang 252 kalori dalam 1 kentang putih panggang.

Kentang Putih: (1 ukuran sedang - dipanggang)

VITAMIN:
Vitamin A - 0 IU
Vitamin C - 20 mg
Niacin - 2,17 mg
Folat - 14 mcg
Vitamin B1 (tiamin) - .16 mgMengandung beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.     MINERAL:
Kalium - 610 mg
Fosfor - 78 mg
Magnesium - 39 mg
Kalsium - 8 mg
Sodium - 8 mg
Selenium - 5,7 mg
Besi - .55 mg
Berisi seng, mangan dan lainnya

Bolehkah Bayi Makan Kentang Setiap hari?
Untuk orang dewasa, kentang aman untuk dimakan setiap hari, tetapi harus dicampur dengan bahan makanan lain agar mendapat nilai gizi yang seimbang. Namun pada beberapa bayi, kentang bisa menyebabkan gas. Jadi, sebaiknya Ibu tidak memberikan puree kentang setiap hari dan memberikan pada bayi dua kali seminggu. Kentang juga tidak akan menyebabkan sembelit pada bayi. 

Manfaat kesehatan kentang 

Memperkenalkan kentang pada bayi Anda memiliki manfaat kesehatan seperti:

Persediaan vitamin dan mineral: Kentang memasok jumlah vitamin dan mineral yang cukup walaupun tidak sebanding dengan sayuran lainnya.

Penting untuk kesehatan gastrointestinal: Kentang mengandung gula alkalin tinggi, gula ini dapat membantu menurunkan kadar asam dalam tubuh. Hal ini berlaku untuk bayi dan balita karena pada beberapa kasus, mereka masih rentan dengan keasaman. Selain itu, kentang dapat membantu mencegah fermentasi dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri ramah.

Melindungi hati: Studi sekarang menunjukkan bahwa kentang itu baik untuk hati. Kulit kentang khususnya telah diketahui sangat efektif dalam melindungi hati dari kerusakan kimia. Mengkonsumsi kentang dengan kulitnya utuh bisa sangat membantu hati.

Sifat antiviral: Studi telah menunjukkan bahwa kentang, khususnya, kentang fleshed merah mengandung biokimia yang disebut anthocyanin. Antosianin ini menghentikan pertumbuhan virus influenza.

Perlindungan kulit: Kentang juga bisa digunakan untuk perlindungan kulit. Vitamin C, pati dan enzim yang ada dalam kentang sangat membantu dalam memberi nutrisi pada jaringan kulit. Jus kentang dengan alkalinitasnya memiliki tindakan antiseptik melawan kulit mati, membuat kulit sehat dan bercahaya.

Menyembuhkan luka bakar pada kulit: Selain memberi cahaya sehat ke kulit, kentang juga sangat berguna dalam penyembuhan luka bakar minimal 1 derajat. Potongan kentang yang baru diiris bisa langsung ditempelkan pada luka bakar selama paling sedikit 15 menit sampai 1 jam. Selain luka bakar, irisan kentang juga bisa digunakan untuk peradangan yang disebabkan oleh gigitan serangga dan dermatitis.

Cara Mengolah kentang untuk bayi

Memilih kentang : Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang berpotensi terkontiminasi dengan pestisida, jadi jika Ibu mau, pilihkan yang organik. Carilah kentang yang kencang dan bebas dari retakan, noda, atau titik-titik lunak. Hindari kentang yang sudah mulai bertunas karena itu berarti sudah tua. Satu kentang medium menghasilkan sekitar lima ons pure.

Bersihkan dan kupas: Saat Ibu mulai memberi kentang pada bayi, bersihkan dan kupas lapisan luar kentang. Dengan membersihkan dan mengelupas, Ibu menghilangkan kotoran dan juga residu pestisida apa pun di permukaan.

Usahakan untuk Mengukus: Selama tahap awal, beri hanya kentang kukus yang dipotong kecil-kecil. Ibu juga bisa mencoba menumbuk kentang. Jangan merebus kentang atau sayuran apa pun. Merebus akan mengurangi kandungan  vitamin dan mineral penting

Berikan hanya sejumlah kecil kentang: Kentang mengandung jumlah pati yang lebih tinggi dan jumlah vitamin dan mineral yang relatif rendah. Jadi, Ibu bisa menambahkan hanya beberapa sendok teh kentang ke dalam makanan bayi sebagai perkenalan.

Ide makanan bayi dengan kentang:
  •  Sebagai makanan jari (fingerfood), potong kentang dengan ukuran kecil kemudian kukus.
  • Haluskan kentang kukus bersama ubi jalar.
  • Haluskan kentang dan campur dengan susu formula, tambahkan sedikit bawang putih cincang yang sudah dipanggang/ditumis dengan mentega.
  • Haluskan kentang dan campur dengan kaldu ayam, tambahkan tumisan bawang putih sebagai perasa (untuk bayi yang lebih tua)
  • Haluskan kentang hangat dan campur dengan keju parut.
  • Campur puree kentang dengan butternut squash, wortel, Kacang hijau, Kacang polong, kacang-kacangan, daging ayam, daging sapi, ikan atau babi.
Baca juga : Manfaat brokoli untuk Makanan Bayi

Resep Mpasi dengan Menggunakan Kentang


Pure Kentang

Bahan:
Kentang - 1 ukuran sedang (varietas segar & putih)
Susu Formula - 1 scoop
Air - 3 sampai 4 tblspn

Metode:

Ambil kentang segar dan tegas. Kupas dan kubus itu. Cuci dengan baik di air dingin. Potong kentang kecil-kecil, lalu kukus. Angkat setelah matang, lalu dinginkan.
Haluskan kentang dengan blender, campur dengan susu formula cair hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
Suapkan pada bayi.

Puree kentang Putih dan Brokoli/Wortel
Bahan:
•    Brokoli kukus /Wortel Kukus
•    Kentang
Petunjuk:
Langkah 1: Rebus, kukus atau panggang kentang sampai empuk.
Langkah 2: Haluskan sesuai kebutuhan, tambahkan air/susu formula/ASIP.
Langkah 3: Tambahkan brokoli kukus/wortel kukus dan aduk hingga rata

Kentang Putih dan Squash
Bahan:
•    3 kentang putih sedang
•    1 butternut kecil atau acorn squash
Petunjuk:
1. Kukus atau panggang squash dan kentang bersama sampai empuk.
2. Haluskan sesuai kebutuhan, tambahkan air/suus formula/ASIP sesuai kebutuhan.
3.Ibu juga bisa memotong atau dadu untuk makanan jari



Wednesday, June 21, 2017

9:46 AM

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberi Bayi Es Krim

Semua orang suka es krim, apalagi anak-anak. Namun untuk bayi, barangkali Ibu berpikir, apakah bayi saya boleh makan es krim? Lalu umur berapakah bayi boleh diberikan es krim? Apakah es krim bisa membuat anak batuk dan pilek?  Amankan es krim pabrikan jika diberikan untuk bayi? Atau, adakah  resep es krim yang aman untuk bayi?

Percaya atau tidak, makanan terlarang itu biasanya enak. Tidak hanya makanan berminyak dan berkolesterol, bahkan mie instan saja enak. Juga es krim. Untuk orang dewasa, es krim bisa jadi tidak masalah. Namun bagaimana untuk bayi?

Kapan Bayi Bisa Makan Es Krim?
Es krim merupakan produk dari susu. Meski terbuat dari susu dan krim utuh, dipasteurisasi untuk menghilangkan bakteri, bayi masih bisa peka terhadap protein susu dan bahan lainnya. Karena itu, es krim baru boleh diberikan pada bayi setelah usia 12 bulan.

Bayi biasanya mulai terpapar produk susu pada umur setahun, sehingga memungkinkan juga untuk diberikan es krim. Namun menurut beberapa asosiasi seperti Australian Guide to Healthy Eating, makanan dan minuman discretionary seperti es krim perlu dihindari untuk bayi karena merupakan sumber nutrisi yang buruk.


Mengapa Susu harus dihindari oleh bayi di bawah setahun
?
Mengenalkan makanan bergizi dan membangun rasa dari berbagai  varian makanan sehat sangat penting untuk dilakukan pada 12 bulan pertama bayi. Namun untuk es krim, sebaiknya ditunda karena beberapa hal berikut:

1. Pengawet
Hampir semua es krim yang dijual di pasaran mengandung bahan pengawet, lemak, gula, bahan buatan, dan pewarna makanan.

2. Produk Susu Harian
Es krim dibuat dengan menggunakan susu, dan Ibu sebaiknya tidak mengenalkan susu utuh pada bayi sampai dia berumur satu tahun. Bayi bisa memiliki masalah sensitivitas karena susu dan krim utuh.

3. Kemungkinan mengandung bakteri

Ketika Ibu membeli es krim dari toko atau pun membuatnya di rumah, ada kemungkinan es krim akan terkena bakteri. Paparan bakteri semacam ini bisa menyebabkan infeksi karena sistem kekebalan tubuh bayi masih lemah. Pada kasus yang parah, infeksi mungkin memerlukan perhatian medis segera.

4. Kandungan Telur
 Beberapa es krim mengandung telur sebagai bahan utama. Putih telur mengandung empat protein yang dapat menyebabkan rentang alergi mulai dari yang ringan hingga berat pada bayi di bawah usia 12 bulan.


baca juga : Manfaat Telur Puyuh bagi Bayi

5. Masalah pencernaan
Seluruh susu dan bahan lain dalam es krim sulit dicerna oleh bayi. Es krim dapat menyebabkan penumpukan gas dan rasa sakit kronis pada masalah perut atau kolik.

Tips Mengenalkan Es Krim Untuk Bayi
Konsultasi dengan dokter anak sebelum memperkenalkan es krim untuk pertama kalinya bagi bayi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat:

1. Katakan 'tidak' kepada pedagang kaki lima
Sebagian besar es krim komersial mengalami proses pasteurisasi dengan pemanasan yang bisa membunuh bakteri, tapi hati-hati dengan tempat di mana Ibu membelinya. Jangan pernah membeli es krim dari pedagang kaki lima karena tidak pernah bisa memastikan kondisi sanitasi dan penyimpanan di tempat seperti itu.

Bakteri mungkin terbentuk dalam kondisi penyimpanan yang tidak tepat. Air yang digunakan oleh penjual es krim lokal mungkin bukan kualitas terbaik. Kualitas air yang buruk bisa menyebabkan infeksi gastrointestinal pada si kecil.

Selain itu, seperti yang diambil dari tribunnews.com, Es krim yang dibuat dan dijual keliling di pinggir jalan sama sekali tidak dianjurkan meski anak sudah cukup umur untuk makan es krim. Ibu juga tidak bisa memastikan tingkat keamanan dan keselamatan bayi jika coba-coba memberinya es krim ini, beberapa alasan di antaranya:

Hindari memberikan anak es krim dari mesin. Es krim yang diolah dari mesin bisa terkontaminasi oleh Listeria, sejenis bakteri yang ada di dalam makanan yang terkontaminasi yang memproduksi racun makanan jika tabung pada mesin tidak dijaga kebersihannya dengan sempurna.

Es krim yang dibuat dan dijual keliling mungkin mengandung bakteri karena kondisinya tidak higienis, di mana mereka membuat es krim atau kualitas air dan bahan yang buruk, terutama pewarna dan pengawet kelas rendah yang digunakan. Hal ini bisa menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan bisa berbahaya.

Es krim yang disimpan ke dalam truk berjalan mungkin tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang tepat. Ini akan menghasilkan bakteri berbahaya dalam es krim.

2. Pastikan bahannya
Bacalah daftar bahan dengan hati-hati sebelum menawarkan es krim kepada si kecil. Bahan tertentu bisa menyebabkan reaksi alergi. Beberapa bahan umum dalam es krim bisa menyebabkan alergi, seperti kacang-kacangan, kacang tanah, stroberi, telur dan pewarna. Hindari es krim yang terbuat dari susu mentah karena bisa membawa bakteri.

Pilih es krim yang lebih sederhana tanpa terlalu banyak bahan tambahan.

3. Jangan berlebihan
Mulailah dengan satu suapan kecil, jangan terlalu banyak.  Kandungan gula bisa berbahaya bagi bayi karena bisa menyebabkan kerusakan gigi potensial dan kelebihan berat badan dalam jangka panjang. Tawarkan hanya satu sendok atau dua sekaligus dan tidak lebih dari sekali dalam satu atau dua minggu.

4. Tawarkan dia alternatif
Jika bayi menyukai es krim, Ibu bisa memberinya makanan penutup seperti smoothies buah buatan sendiri, yogurt rasa, custard buah, irisan buah segar, purees buah dingin, permen, buah, dan jeli. Dinginkan makanan itu sebelum disajikan untuk memberi nuansa es krim.

Makan Es Krim Membuat bayi dan anak pilek?
Ternyata, Ibu tidak perlu khawatir si kecil akan terkena flu atau batuk setelah makan es krim. Menurut riset G.J. Connet dan B.W. Lee dari University of Singapore menemukan, penyakit infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak, seperti hidung tersumbat, pilek, dan radang tenggorokan baru akan muncul bila daya tahan saluran pernapasan terhadap udara dingin atau rendah menurun.

Dengan kata lain, pilek dan hidung tersumbat akibat makan es krim hanya akan timbul jika balita makan es krim dalam kondisi badan tidak sehat, dan dalam jumlah berlebihan.

Resep es krim vanilla buatan sendiri (12+ bulan)
Waktu persiapan: 5 menit + waktu pembekuan
Bahan-bahan:
  • 1 pisang matang (dikupas)
  • 5 stroberi (dikuliti, dipotong)
  • 1 sdm alpukat (diaduk)
  • 1/3 cangkir santan (tanpa pemanis)
  • 1 sendoh teh minyak kelapa
  • 1 sendok teh ekstrak vanili (opsional) 
Cara membuat:
  • Masukkan semua bahan ke blender dan buat pure.
  • Pindahkan ke wadah lain lalu dan bekukan selama satu jam. Keluarkan dari freezer dan aduk rata.
  • Tempatkan kembali ke freezer. Lanjutkan proses sampai mencapai konsistensi yang diinginkan.
 Baca juga : Stroberi untuk Bayi

Catatan: Gantikan stroberi dengan beberapa buah lain seperti mangga, jika bayi belum mencobanya lebih awal atau alergi terhadap buahnya.

Ibu juga bisa menggunakan kombinasi bahan lainnya untuk membuat es krim bergizi. Cobalah beberapa sayuran yang bercita rasa dan tekstur manis saat dimasak, seperti kentang tumbuk, wortel rebus dan jagung manis.

2. Es Krim Pisang 

Waktu persiapan: 5 menit + waktu pembekuan
Bahan-bahan:
  • 1 buah pisang matang yang sudah dibekukan
  • 1 sendok teh bubuk kakao
Cara membuat:

  • Masukkan pisang ke dalam blender, tambahkan bubuk kakao dan hancurkan.
  • Menambahkan selai almond butter atau selai kacang akan membuatnya menjadi makanan ringan yang sehat.
Catatan: Pisang beku sangat cocok untuk menenangkan gigi bayi yang sedang tumbuh gigi.

Thursday, June 8, 2017

10:51 AM

Manfaat Stroberi untuk Makanan Bayi

Kapan sih bayi boleh makan stroberi?
Apa saja sih resep makanan bayi yang menggunakan stroberi?

Stroberi merupakan buah beri paling populer di dunia, dengan warna cerah, bentuknya yang indah dan kandungan gizi yang mengagumkan. Stoberi juga dikenal kaya akan vitamin dan flavonoid, yang sangat baik untuk kesehatan. Sayangnya, stroberi juga bisa menyebabkan alergi pada bayi. Oleh karena itu, orangtua harus tahu kapan bayi bisa makan stroberi dan bagaimana cara mengenalkan stroberi pada bayi.

Kapan Bayi Bisa Makan Stroberi? 

Stroberi dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi. Para ahli memiliki berbagai pendapat dan pedoman tentang kapan buah-buahan ini dapat diperkenalkan dalam makanan bayi. Beberapa merekomendasikan menunggu sampai bayi berusia minimal satu tahun sebelum memulai stroberi.


Namun, di AS, sebuah laporan dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa pedoman ini telah dimodifikasi untuk memungkinkan anak-anak mengonsumsi stroberi sejak usia enam bulan dan seterusnya. Sementara media lokal (kompas.com), merekomendasikan pemberian stroberi mulai dari umur 8-12 bulan.

Reaksi alergi terhadap stroberi umumnya termanifestasi seperti ruam dan gatal, terutama saat buah menyentuh kulit di sekitar mulut. Terkadang reaksi berat juga bisa terjadi, seperti misalnya pembengkakan di tenggorokan. Gejala lainnya termasuk gatal-gatal di tubuh dan memburuknya asma atau eksim.

Reaksi kulit dalam menanggapi keasaman buah juga bisa berkontribusi terhadap munculnya ruam popok pada beberapa bayi, tapi hal ini tidak dianggap sebagai reaksi alergi.

Bagaimana caranya mengenalkan stroberi pada bayi?

Setelah mengetahui kapan bisa bayi makan stroberi, pertanyaan selanjutnya adalah cara memberi makan stroberi pada bayi.

1. Carilah Tanda-Tanda Bahwa Bayi  Siap untuk makan Stroberi
Stroberi bisa diberikan kepada bayi sebagai makanan jari, namun Ibu harus memastikan anak siap. Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi siap makan makanan padat meliputi:
  • Memiliki kontrol kepala yang cukup
  • Mampu duduk dengan dukungan
  • Mampu menunjukkan gerakan mengunyah
  • Berat badan terlihat
  • Peningkatan nafsu makan
  • Penasaran dengan apa yang ibu makan 

2. Puree Stroberi
Sebelum mengenalkan bayi untuk makan buah stroberi secara utuh, cobalah memberikan buah ini dalam bentuk puree. Ibu harus memiliki buah yang benar-benar matang, berwarna merah gelap dan kulit buah segar. Karena stroberi memiliki rasa yang asam, Ibu bisa memadukannya dengan bahan lain seperti ASIP, susu formula, alpukat, pisang, mangga, kiwi, pepaya, pear atau yogurt. Catatan, semua buah ini tentunya saat dicampur itu sudah dalam keadaan mentah, artinya tidak perlu dimasak lagi.

3. Bubur Beras/Oatmeal Stroberi
Selain itu, stroberi juga bisa diolah bersama oatmeal, dijadikan tambahan nutrisi dalam bubur. Tapi pastikan stroberi tidak dimasak agar tidak kehilangan gizi. Puree stroberi atau cincangan buah stroberi cukup dipakai sebagai topping atau ditambahkan saat bubur beras atau oatmeal sudah dimasak. Bisa juga ditambahkan dengan susu formula.

3. Smootie Stroberi
Smootie juga merupakan cara bagus untuk memberikan stroberi pada bayi. Caranya, blender stroberi dengan susu formula cair, hingga halus. Rasa manis susu akan mengatasi asam stroberi.

4. Potong menjadi Potongan Kecil
Stroberi bisa menyebabkan tersedak pada bayi. Cara terbaik adalah memurnikannya atau memotongnya menjadi potongan-potongan kecil. Stroberi cenderung licin dan bisa meluncur ke tenggorokan bayi sebelum dikunyah sama sekali. Sebagai makanan jari, potong stroberi menjadi potongan berukuran kecil.

Tunggu Tiga Hari sebelum Memperkenalkan Makanan Baru Lainnya
Seperti makanan baru lainnya, orang tua harus mengenalkan stroberi dengan aturan 4 day wait rule.  Ini akan membantu Ibu untuk mengidentifikasi makanan apa yang mungkin menyebabkan reaksi alergi. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi, berkonsultasilah dengan dokter anak sebelum memperkenalkan stroberi kepada bayi.

Baca juga : 4 Day Wait Rule dalam Pemberian Makanan Bayi

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi 


Apa Manfaat Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi?

Stroberi memberi banyak nutrisi berharga bagi bayi, termasuk yang berikut ini:
  • Vitamin B, C dan K
  • Folat
  • serat makanan
  • kalium
  • Mangan
  • tembaga
  • magnesium
  • Asam lemak omega-3
  • Fenol
 Fenol adalah senyawa yang melindungi tubuh kita dari penyakit kronis seperti kanker. Senyawa ini juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh kita dan juga baik untuk kesehatan jantung.

Baca juga: Asam Lemak Omega 3 pada Makanan Bayi



Berapa Banyak Stroberi yang Bisa Saya Perkenalkan kepada Bayi?
Pakar kesehatan merekomendasikan memberi makan bayi usia 6 sampai 12 bulan antara 1/4 sampai 1/2 cangkir buah setiap hari.

Bagaimana Saya Memilih dan Menyimpan Stroberi?

•    Pilih stroberi
Stroberi tidak bertahan lama setelah dibeli, tapi Ibu juga sebaiknya jangan membeli buah yang hijau atau belum matang.  Buah-buahan ini mungkin hanya tersedia selama musim-musim tertentu jadi Ibu mungkin ingin mempertimbangkan untuk membekukannya. Cara terbaik adalah membekukannya secara utuh untuk menjaga kandungan vitamin buah daripada memotong, menumbuk, atau pureeing terlebih dahulu. Ibu juga bisa mempertimbangkan untuk membeli stroberi organik karena pestisida biasanya digunakan pada buah-buahan yang ditanam secara konvensional.

•    Simpan stroberi
Cuci buah-buahan dan pisahkan dengan "topi" hijau buah. Keringkan dengan menggunakan kertas. Tempatkan buah dalam satu lapisan di atas loyang dan masukkan ke dalam freezer. Bisa juga membekukannya dengan plastik khusus.

Warna dan tekstur stroberi akan berubah setelah pembekuan. Ini tidak dapat dihindari tapi Ibu bisa memercikkan jus lemon pada buah untuk mengurangi perubahan ini.

Apa Tanda Alergi Strawberry?
Tanda dan gejala alergi stroberi serupa, baik itu pada orang dewasa, anak-anak dan bayi. Stroberi bisa menimbulkan respons imun yang terlalu aktif, yang menyebabkan peningkatan pelepasan histamin. Histamines dapat menyebabkan tanda dan gejala reaksi alergi pada individu yang sensitif, terutama pada bayi yang sistem imunitasnya masih belum matang. Tanda awal alergi biasanya muncul saat kontak dengan alergen, dan ini termasuk:
  • Bintik merah pada kulit terutama bagian kulit yang bersentuhan dengan stroberi.
  • Mulut terasa kesemutan
  • Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Gejala selanjutnya bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menghasilkan gejala seperti:
  • Kram perut
  • mual
  • Muntah
  • diare

Beberapa individu mengalami anafilaksis, reaksi alergi parah yang mengancam jiwa yang menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah secara mendadak.

Apa Yang Dapat Saya Lakukan Jika Biji/Benih stroberi  Ditemukan pada kotoran bayi?
Jika Ibu menemukan biji stroberi pada kotoran bayi, bisa jadi bayi Ibu mengalami masalah ketika mencerna biji itu. kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik seiring dengan bertambahnya umur bayi.


Monday, June 5, 2017

1:35 PM

Manfaat Tomat untuk Mpasi Bayi

Apakah manfaat tomat bagi bayi? Bagaimana cara membuat puree tomat untuk bayi? Lalu, apakah bayi itu boleh mendapat Mpasi tomat di umur 6 bulan?

Tomat merupakan buah yang sangat mudah ditemui di pasar. Manfaat kesehatannya untuk bayi meliputi suplai vitamin A, sumber antioksidan yang baik, membantu membangun tulang yang kuat, memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperbaiki asidosis dan mengurangi kemungkinan toksisitas timbal pada anak-anak.

Manfaat Kesehatan Tomat untuk Bayi 

Tomat diyakini berasal dari Peru, Amerika Selatan dan dikonsumsi oleh suku Aztec dan Maya. Selama invasi Spanyol abad ke- 16 di Amerika Selatan, orang-orang Spanyol menemukan tomat dan membawanya ke Eropa bersama mereka. Baru pada akhir abad ke 18 , orang Eropa benar-benar makan tomat. Selama abad 16 dan 18 di Eropa, diyakini bahwa tomat beracun dan juga bisa menyebabkan kanker. Baru setelah tahun 1860-an orang keluar dari takhayul dan mulai makan tomat.

Sebagian besar orang menganggap tomat sebagai sayuran, tapi sebenarnya tomat itu buah seperti halnya seperti terong, zucchini dan labu. Tapi, bahan itu dianggap sayuran karena dikonsumsi dalam makanan utama, bukan sebagai makanan penutup atau sebagai buah biasa. Wawasan ini digunakan dalam putusan Mahkamah Agung pada tahun 1893 di Amerika Serikat saat pajak dikenakan pada sayuran impor. ( Morganelli, Biografi Tomat ).


Belakangan ini, karena penggunaan kulinernya yang tinggi, ada permintaan besar untuk tomat di seluruh dunia. Banyak negara tropis mulai memproduksi tomat dan beberapa produsen tomat terbesar di dunia termasuk China, Amerika Serikat, India, Turki, Italia, Mesir dan Spanyol.

Nutrisi dalam tomat
Database Gizi Nasional dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mencantumkan nutrisi yang terdapat pada tomat sebagai berikut :


Komponen Gizi Nilai per 100 g Komponen Gizi Nilai per 100 g
air 94,78 g Energi 16 kkal
Protein 1,16 g Lipid total 0,19 g
Karbohidrat 3,18 g Serat 0,9 g
Kalsium 5 mg Besi, Fe 0,47 mg
Magnesium 8 mg Fosfor 29 mg
Kalium 212 mg Sodium 42 mg
Seng 0,14 mg Vitamin C 16 mg
Thiamin 0,046 mg Riboflavin 0,034 mg
Niasin 0,593 mg Vitamin B-6 0,060 mg
Folat 29 ug Vitamin A 1496 IU

Apakah tomat aman untuk diberikan kepada bayi?
Tomat adalah sayuran yang aman untuk dimasukkan ke dalam makanan bayi. Usia yang tepat untuk mengenalkannya sekitar 8-10 bulan. Dalam kebanyakan kasus, tomat tidak menyebabkan reaksi alergi, tapi berada di sisi yang lebih aman, lihat saja ruam pada kulit bayi.

Kandungan alkalin tinggi pada tomat mungkin keras untuk perut bayi. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dan bahkan ruam di sekitar mulut sehingga tidak dianjurkan untuk bayi yang lebih muda.

Baca juga : Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Manfaat kesehatan tomat untuk bayi
Sumber vitamin A yang bagus: Warna merah dan oranye pada tomat sebenarnya adalah karotenoid seperti alfa-karoten dan beta-karoten. Karotenoid ini membentuk vitamin A dalam tubuh. Seperti kita ketahui, vitamin A sangat penting untuk perkembangan mata.

Sumber antioksidan yang hebat: Selain menjadi sumber karotenoid yang sangat bagus, tomat juga merupakan sumber antioksidan yang hebat. Antioksidan sangat penting bagi bayi karena bayi memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Metabolisme meningkatkan jumlah radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan DNA. Hanya antioksidan yang bisa melawannya dan menetralisirnya. Untuk itu, memberi tomat kepada bayi secara teratur bisa meningkatkan jumlah antioksidan.

Membantu membangun tulang agar lebih kuat: Tomat mengandung kalsium dan vitamin K dalam jumlah tinggi. Jumlah kalsium dan vitamin K yang terkandung dalam tomat menjadikannya salah satu sayuran yang mampu memperkuat tulang. Hal ini sangat penting pada bayi, yang memiliki tulang lemahdan perlu diperkuat seiring berjalannya waktu.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Bahan biokimia pada tomat bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penguatan sistem kekebalan tubuh sangat penting, terutama pada bayi. Semakin kuat sistem kekebalan tubuh, semakin rendah bayi jatuh sakit.

Obat untuk asidosis: Meskipun, diperkirakan bahwa tomat mengandung sejumlah asam dalam jumlah besar, pada kenyataannya, tomat bereaksi dengan asam dalam tubuh sehingga meningkatkan alkalinitas dalam tubuh. Ada kemungkinan besar bayi menderita asidosis ( terlalu banyak asam dalam darah dan cairan tubuh lainnya).  Dalam kondisi seperti itu, disarankan untuk memberi jus tomat kepada bayi dengan cepat.

Mengurangi risiko keracunan timbal pada anak-anak: Tomat juga bisa mencegah toksisitas timah. Meskipun di negara maju seperti AS, Inggris dan Kanada, jumlah timbal dalam produk rumah tangga telah dihilangkan sehingga mengurangi paparan manusia terhadap timbal, tapi masih ada kasus toksisitas timah dari sumber yang tidak biasa. Tomat memiliki jumlah vitamin C. Sebuah tomat berukuran sedang mengandung 47% nilai vitamin C. yang dianjurkan setiap hari. Asupan vitamin C yang memadai membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu, vitamin C yang tinggi dalam mengurangi toksisitas timbal pada anak-anak.

Baca juga : Puree Jambu Biji untuk Bayi

Memilih Tomat
Warna dan tekstur tomat: Warna tomat berkisar dari warna hijau, kuning, oranye dan merah cerah. Tomat yang bagus tentunya adalah yang warna oranye atau merah. Kulitnya juga harus tegas, tanpa bintik lunak, retakan dan lubang.

Bagaimana cara menyimpannya? Jika Ibu memilih tomat berwarna oranye atau merah yang sudah matang, maka Ibu bisa menyimpannya di lemari es. Jika Ibu memilih tomat berwarna hijau atau kuning, maka lebih baik menyimpannya pada suhu kamar, karena perlu dipanggang lebih lanjut. Tutup tomat agar terhidar dari lalat.

Saat menyimpan tomat di kulkas, pastikan tidak ada kelembaban yang tersimpan di sekitar buahnya. Begitu Ibu membeli tomat dan sampai di rumah, biarkan tomat bernafas. Meninggalkan di tempat terbuka untuk beberapa waktu akan mengurangi kadar air dan tomat siap untuk disimpan.

Membuat Puree Tomat untuk Bayi

Bahan:
Tomat matang

Cara membuat:
  • Cuci bersih tomat
  • Celup dalam air panas untuk memudahkan mengupas kulit. Belah, kemudian buang bijinya.
  • Haluskan dengan menggunakan blender atau grinder
  • Masukkan ke mangkuk, kemudian kukus kurang lebih 5 menit.
  • Tuangkan dalam mangkok bayi, puree siap untuk dihidangkan. Bisa ditambahkan kaldu untuk mengencerkan.
  • Untuk bayi di atas 1 tahun, bisa ditambahkan gula dan garam secukupnya

Monday, May 22, 2017

9:14 AM

Aneka Resep Makanan Bayi Umur 9 -12 Bulan

Memasuki usia 9 bulan, ibu bisa memberikan si kecil makanan dengan tekstur yang lebih kental dan kasar seperti nasi tim untuk melatihnya mengunyah. Pada umur ini, biasanya bayi sudah mulai tumbuh gigi, sehingga secara otomatis dia juga mulai belajar untuk mengunyah.

Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan optimal, si kecil perlu asupan gizi lengkap dan seimbang. Gizi lengkap dan seimbang tak hanya diperlukan untuk tumbuh kembang anak, tetapi bisa juga untuk menghindarikan mereka dari berbagai macam penyakit.

Selain variasi jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Hindari kekurangan atau kelebihan gizi tertentu dalam tubuh karena pada menganggu pertumbuhannya. Misalnya, kalau anak kekurangan lemak maka vitamin A, D, E dan K tidak akan tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh karena vitamin ini hanya larut dengan bantuan lemak.

Sebaliknya kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas yang bisa memicu penyakit degeneratif seperti gangguan jantung di kemudian hari.


Penting untuk diingat:
  • Hindari kacang, kecuali dalam teksur halus seperti selai.
  • Hati-hati mengonsumsi ikan, kecuali yakin betul tidak ada duri yang bisa tertelan oleh bayi.
  • Hindari daging berlemak dan garam yang dapat memicu terjadinya obesitas, tekanan darah tinggi dan jantung di kemudian hari (kecuali daging ayam rendah lemak bertekstur lembut dan daging sapi cincang yang mengandung zat besi
  • Jauhi makanan yang rasa asam dan pedas atau makanan yang memicu alergi pada usia ini. makanan tersebut bisa Ibu perkenalkan setelah usia 12 bulan.
 Baca Juga : Menu Makanan Bayi sesuai Umur Umur

 

Pola Makan Bayi Usia 9-10 Bulan

Diambil dari bonus majalah AyahBunda, berikut rekomendasi pola makan untuk bayi umur 9 bulan ke atas.

Waktu (pukul)    Menu
5.00 Pagi    ASI
7.00            Bubur Susu
9.00            Nasi Tim
10.00          ASI
12.00          Nasi Tim
14.00          ASI
16.00          Buah
17.00          Nasi tim
19.00          ASI
Tengah malam    ASI

 Baca juga : Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur

 
Rekomendasi menu makanan bayi 9 bulan ke atas

Varian Resep Makanan Bayi umur 9-12 tahun


Bubur Havermut Daging Panggang
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 50 gram havermut
  • 120 ml air
  • 3 sdm susu formula bubuk
Daging panggang:
  • 1 buah wortel, potong kecil
  • 2 sdm daging cincang
  • 2 sdm tahu cincang
  • 2 butir telur, kocok

Cara membuat:
•    Campur havermut dan air. Jerang di atas api kecil, masak sampai mengental. Angkat, tunggu hingga agak dingin. Tambahkan susu formula, aduk dan sisihkan.

Untuk daging panggang:
•    Panaskan oven hingga 180 derajat celsius
•    Campur wortel, daging, tahu dan telur, aduk rata
•    Siapkan mangkuk tahan panas, masukkan havermut, taruh campuran wortel di atasnya. Masukkan ke dalam oven dan panggang hingga matang, angkat.
•    Makanan bayi siap untuk disajikan


Bubur Kacang Merah Saus Mangga
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 100 gram kacang merah
  • 100 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • 100 ml susu formula cair
Saus:
  • 100 ml air
  • 50 g daging mangga, potong kecil
  • 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 2 sdt air jeruk manis

Cara membuat:
  • Rebus kacang merah sampai lunak. Angkat dan haluskan dengan blender
  • Jerang air dan daun pandan, masukkan kacang merah halus, masak sambil diaduk hingga mengental dan angkat. Tunggu hingga suhu ruangan, tuangi susu formula cair, aduk rata. Tuang ke mangkuk kecil, sajikan dengan saus mangga.
Saus: Jerang air dalam panci kecil, masukkan potongan mangga masak hingga lunak. Tuangi larutan maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk rata, angkat, tuangi air jeruk manis, aduk rata


Bunga Kol Saus Keju
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 150 gram bunga kol, potong sesuai kuntum
Saus keju:
  • 10 gram margarin
  • 1 sdm tepung maizeba
  • 150 ml air
  • 50 g keju cheddar parut
  • 2 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan dandang dan kukus bunga kol hingga lunak. Angkat, masukkan dalam piring kecil, sajikan dengan saus keju
Saus keju: lelehkan margarin dalam wajan, masukkan tepung maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Tambahkan air dan keju, aduk hingga keju meleleh dan susu mengental. Angkat, biarkan agak dingin baru bubuhi susu formula. Aduk rata


Kentang Panggang isi Ayam
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 100 gram kentang, kukus, haluskan
  • 75 ml air
  • 50 gram daging ayam, rebus, cincang halus
  • 2 sdm daun bayam, rebus, cincang halus
  • 1 butir telur ayam
Saus:
  • 2 sdt margarin
  • 1 sdm tepung terigu
  • 250 ml air
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan oven hingga 180 derajat celcius
  • Campur kentang halus, air dan dagang ayam, aduk rata
  • Siapkan wadah tahan pans, masukkan setengah bagian adonan kentang, ratakan. Tambahkan daun bayam cincang dan pecahkan telur di atasnya. Tutup kembali atasnya dengan sisa kentang
  • Masukkan ke dalam oven dan panggang selama 20 menit hingga matang. Angkat, hidangkan hangat dengan saus
Saus: panaskan margarin, masukkan tepung terigu dan aduk cepat. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mengental lalu angkat. Tunggu agak dingin dan tambahkan susu formula bubuk, aduk rata.


Pot Stroberi Susu
(untuk 4 porsi)

Bahan:
  • 150 ml air
  • ½ bungkus agar-agar putih
  • 50 gr stroberi, cincang
  • 2 putih telur, kocok kaku
Saus:
  • 50nml air
  • 1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 50 ml air
  • 1 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Jerang air, masukkan agar-agar bubuk, aduk hingga mendidih. Angkat, campur dengan stroberi cincang.
  • Campur kocokan putih telur dengan agar-agar stroberi, aduk rata
  • Siapkan pinggan tahan panas, tuangi adonan agar-agar stroberi. Biarkan hingga mengeras. Angkat, sajikan setelah dingin dengan saus susu.
  • Saus: jerang air, masukkan larutan tepung maizena, aduk hingga mengental, angkat. Biarkan hingga agak dingin dan tambahkan susu formula. Aduk rata


Puding Roti Isi Pisang
(untuk 4 porsi)

Bahan:
  • 100 gram roti tawar
  • 250 ml air
  • 100 gram pisang, potong-potong
  • 1 butir telur ayam, kocok
  • Margarin untuk mengoles
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan oven hingga 180 derajat celcius
  • Campur roti tawar dan air dalam mangkuk kecil, aduk sampai roti tawar hancur. Tambahkan ¾ bagian pisang dan telur kocok. Aduk rata
  • Siapkan loyang persegi ukuran kecil, olesi margarin dan tuang adonan roti. Susun sisa potongan pisang di atasnya, panggang 45 menit hingga matang. 
  • Angkat dan tunggu hingga dingin. bubuhi susu formula bubuk, aduk rata.


Talam Labu Kuning
(untuk 10 porsi)

Bahan:
Lapisan bawah:
  • 100 gram labu kuning, kukus, haluskan.
  • 2 sdm tepung sagu
  • 100 ml air
Lapisan atas:
  • 2 sdm tepung beras
  • 2 sendok teh tepung sagu
  • 3 sendok takar susu formula bubul

Cara memasak:
Lapisan bawah: campur labu kuning kukus dan tepung sagu. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Sisihkan. Panaskan mangkuk/cetakan kecil tahan panas dalam dandang, isi masing-masing  cetakan sampai ¾ bagian mangkuk. Kukus selama 10 menit sampai matang. Angkat dan sisihkan

Lapisan atas: campur tepung beras dan tepung sagu. Tuangi air sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata. Jerang di atas api kecil, aduk-aduk hingga mengental. Angkat dan tunggu hingga agak dingin. Bubuhi susu formula bubuk dan aduk. Tuang ke dalam mangkuk berisi lapisan bawah. Ratakan.



Tim Roti Sayur
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 40 gram roti tawar
  • 100 ml air
  • 50 gram wortel, parut
  • 50 gram tahu, potong kecil
  • 3 buah buncis, iris halus
  • 1 butir telur ayam
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Rendam roti tawar dalam air, aduk sampai lumat
  • Masukkan wortel, tahu, buncis dan telur ke dalam roti, aduk sampai tercampur rata
  • Masukkan campuran roti ke dalam mangkuk kecil tahan panas, rendam dalam loyang berisi air, kukus selama 20 menit hingga matang. Angkat, biarkan dingin, bubuhi suus formula bubuk, aduk rata




Thursday, May 18, 2017

12:05 PM

Khasiat Semangka untuk Makanan Bayi dan Balita

Umur berapa bayi boleh makan semangka? Bolehkah semangka diberikan pada bayi umur 6 bulan? Apakah bayi boleh makan semangka saat batuk? Apakah berbahaya jika semangka dicampur susu?

Berbagai macam pertanyaan itu pasti sering mampir di benak Ibu. Iya, semangka, buah yang banyak airnya ini pasti digemari bayi karena rasanya manis dan juga segar. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin dan antioksidan.

Manfaat Semangka
Kenapa Ibu harus memilih semangka? Karena harganya relatif murah dan gampang dibeli. Tapi bukan hanya karena itu, ada manfaat lain semangka untuk bayi.
  • Menjaga keseimbangan air: Buah ini bisa membantu menjaga tingkat hidrasi karena memiliki kandungan yang terdiri dari 93% air dan 7% daging. Komposisi ini bisa mencegah dehidrasi dan sangat baik selama musim panas. Buah ini mengandung elektrolit, yang membantu mengurangi kemungkinan terkena sengatan panas.
  • Baik untuk jantung: Kandungan lycopene semangka meningkat saat buahnya matang. Lycopene  adalah antioksidan yang baik untuk jantung dan mengurangi laju serangan asma. Semangka kaya akan karotenoid seperti neurosporena, lutein, phytofluene, phytoene, dan beta-carotene. Karotenoid membantu menjaga penglihatan tetap utuh dan menjaga kesehatan kardiovaskular.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Penting untuk menambah asupan vitamin C ke makanan bayi karena bisa membantu melawan infeksi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan membantu meningkatkan sel darah merah dan hemoglobin melalui penyerapan zat besi.
  • Meningkatkan penglihatan : Vitamin A sangat dianjurkan untuk penglihatan si kecil. Manfaat lainnya termasuk membuat kulit lebih sehat dan bercahaya, menguatkan gigi.
  • Perkembangan tulang: Semangka juga mengandung kalsium dan mangan yang membantu dalam perkembangan tulang. Kalsium penting untuk sekresi hormon. Magnesium membantu dalam membangun fungsi otot dan saraf pada bayi.
  • Vitamin B kompleks: Vitamin B kompleks mencakup berbagai vitamin yang memberikan berbagai manfaat. Vitamin ini membantu produksi sel darah merah, pengembangan sistem saraf, penguatan sistem kekebalan tubuh, fungsi otak dan perbaikan protein, dan regulasi metabolisme karbohidrat.
  •   Alat bantu pencernaan: Semangka kaya akan serat makanan sehingga bisa membantu menjaga agar saluran pencernaan tetap sehat, menyembuhkan sembelit dan buang air besar yang tidak teratur. 

Baca juga : Mengatasi Sembelit pada Bayi Mpasi

Semangka untuk Bayi
Saat mengenalkan makanan baru pada bayi, penting untuk menunggu sampai bayi bisa mengatasi teksturnya. Sebagian besar bayi sudah siap untuk makan semangka ketika berusia antara 8 dan 10 bulan. Jadi, untuk pertanyaan di atas, semangka tidak cocok untuk bayi 6 bulan karena teksturnya.

Sebelum memperkenalkan semangka, Ibu harus memperhatikan beberapa faktor. Apakah bayi sudah memiliki cukup gigi untuk mengunyah? Apakah bayi benar-benar mengunyah makanannya sebelum menelannya? Karena tekstur semangka susah hancur, maka sebaiknya jangan mengenalkannya terlalu dini.

Menyajikan semangka untuk bayi 

Semangka memiliki tekstur lembut dan berair yang mudah digigit dan ditelan. Tapi ingat, bayi  itu masih muda dan masih berusaha menemukan cara mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Pastikan Ibu  menyajikan semangka dalam potongan kecil untuk menghindari bahaya tersedak. Jika Ibu menyajikan potongan besar, bayi bisa meletakkan seluruh potongan di mulut dan menelannya tanpa mengunyah.

Ada berbagai cara untuk menyajikan semangka bayi. Jika bayi tidak memiliki masalah mengunyah, Ibu bisa memotong semangka menjadi potongan kecil. Pastikan Ibu memperhatikan bayi saat mereka makan. Jika menurut Ibu potongannya terlalu besar untuk mulut bayi maka kurangi ukurannya.

Untuk mengurangi risiko tersedak, bayi harus selalu duduk tegak sambil makan. Juga periksa setiap potong semangka dengan hati-hati sebelum disajikan. Pastikan tidak ada bijinya.

Memberikan semangka dalam bentuk potongan kecil seperti ini lebih baik daripada jus karena jus buah meningkatkan risiko rongga gigi pada bayi. Jus semangka juga membuat bayi kehilangan minat pada makanan padat di kemudian hari. Jika bayi tidak dapat makan potongan semangka padat yang kecil, cobalah dengan menumbuknya.

Cara Memilih Semangka
 
Semangka adalah buah yang paling tidak terkontaminasi dengan pestisida  jadi Ibu bisa leluasa memilih meskipun bukan semangka organik. Tapi ingatlah hal berikut ketika Ibu memilih semangka:
  • Semangka yang tumbuh penuh akan jadi lebih berat. Kulitnya tampak halus dan sedikit kusam di atas.
  • Ibu bisa tahu apakah semangka sudah matang atau belum dengan memberikan gumpalan yang bagus dengan jari. Semangka matang harus terdengar bergema ketika ditepuk.
  • Periksa apakah permukaan luar semangka ada luka, memar  dan bintik yang kendur, yang mengindikasikan buah busuk atau lebih matang.
  • Dalam semangka yang sudah matang, titik tanah atau underbelly berubah menjadi kuning atau lembut.
  •  Jangan membeli semangka beku atau kalengan. Hindari membeli semangka potong untuk bayi karena  memiliki risiko kontaminasi yang tinggi. 
Baca juga : Alpukat untuk Bayi

Cara Menyimpan Semangka

  • Cuci buah di bawah air mengalir. Simpan di tempat yang bersih dan kering jika tidak dipotong. Menurut Departemen Pertanian AS, kadar lycopene dan beta-karoten pada semangka meningkat saat disimpan dalam suhu kamar.
  • Potong buah menjadi potongan-potongan kecil, buang bijinya, lalu beri makan ke si kecil.
  • Simpan semangka potong di kulkas dalam wadah yang kedap udara atau bungkus dengan plastik food grade dari sisi yang telah dipotong.
  • Sajikan semangka dalam suhu kamar untuk mencegah demam.

Alergi Semangka pada Bayi 

Alergi makanan menjadi perhatian utama saat mengenalkan bayi pada makanan baru. Dokter umumnya menganjurkan menyusui eksklusif selama empat sampai enam bulan pertama, jika memungkinkan. Makanan komplementer biasanya dapat dikenalkan antara usia 4 dan 6 bulan.

Carilah tanda-tanda reaksi alergi terhadap buah. Untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan reaksi alergi dengan lebih baik, jangan perkenalkan semangka dan makanan baru lainnya pada saat bersamaan. Itu karena Ibu tidak akan tahu apakah gejala alergi bayi dipicu oleh semangka atau makanan lain.

Tanda-tanda reaksi alergi terhadap semangka bisa meliputi:
•    ruam
•    diare
•    Muntah
•    Sakit kepala
•    Pilek

Bayi mungkin juga mengalami ruam setelah makan semangka karena sifat asam dari makanan. Ini mungkin bukan alergi. Tetap saja, Ibu harus berbicara dengan dokter anak jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi.

Amankah Mencampur Semangka dengan Susu?

Kombinasi ini memang tidak beracun, tapi bisa menyebabkan beberapa ketidaknyamanan dan menyebabkan produksi gas lebih banyak dari biasanya. Untuk bayi, lebih baik hindari minum susu setelah makan semangka atau mencampur susu pada semangka.

Ketika Batuk, bolehkah Makan semangka?
Beberapa sumber menyebutkan bahwa semangka bagus dimakan ketika batuk karena mengandung banyak air. Namun ada juga yang menyarankan agar menghindari konsumsi buah atau sayur apa pun yang bisa menyebabkan pendinginan tubuh, termasuk semangka.

Namun yang pasti, hindari juga buah semangka ketika pilek. Bila tubuh terinfeksi dingin, dingin atau bahkan tidak peduli apa penyebabnya jangan makan semangka. Jika tidak dibatasi,  makanan akan memperparah gejala pilek. Bila dingin akan menyebabkan tubuh mengalami demam tinggi, haus, sakit tenggorokan, urin berwarna gelap.

Monday, May 15, 2017

12:28 PM

Mengapa Feses (BAB) bayi berwarna hijau?

Feses atau BAB bayi berwarna hijau dan berlendir setelah Mpasi? Apakah itu berbahaya?

Tidak usah khawatir, karena warna-warna feses pada bayi itu bisa beragam, terutama bayi di bawah satu tahun. seperti kita tahu, kotoran bayi merupakan indikator penting yang menunjukkan kesehatan bayi. Jika biasanya feses itu berwarna kekuningan, pada beberapa kasus, memang ada kotoran bayi yang berwarna hijau atau pun hitam. Para orang tua baru biasanya akan bingung akan hal ini.

Namun tidak perlu panik, Bu. Karena masing-masing jenis warna feses dan konsistensinya itu ada penyebab pastinya. Pada postingan kali ini, mari kita membahas secara spesifik tentang kotoran bayi yang berwarna hijau dan berlendir, terutama setelah beralih ke makanan padat.

Bagaimana warna dan konsistensi yang normal dari feses bayi itu?
Kotoran pertama bayi biasanya disebut mekonium, warnanya hitam dan sudah ada di  usus bayi saat lahir. Ketika proses menyusui berjalan dengan baik setelah beberapa hari, bayi Ibu biasanya beralih ke "tinja transisi". Tinja ini biasanya berwarna hijau gelap. Setelah sekitar lima hari, feses bayi harusnya berubah menjadi kuning. Konsistensi, mulai sekarang sampai bayi memulai Mpasi biasanya cair dengan kumuh di dalamnya.

Lengkapnya bisa baca di postingan terdahulu.

Baca Juga : Mengenali Jenis Kotoran/ Feses/Pup Bayi


Apa yang menyebabkan kotoran bayi berwarna hijau?

Sebelum Ibu khawatir, ingatlah bahwa kasus kotoran yang berwarna hijau pada bayi yang disusui kadangkala adalah hal normal. Namun, jika kotoran bayi berwarna hijau secara konsisten, tanpa bercampur dengan warna lain, hal itu bisa jadi indikasi bayi memiliki masalah, seperti:
  • Ketidakseimbangan foremilk / hindmilk: Istilah ini pertama kali ditemukan dalam artikel jurnal tahun 1988 (Lancet, 1988, 13 Agustus, 2 (8607): 382-4) yang membicarakan tentang pengalaman-pengalaman dari beberapa ibu yang menyusui setiap saat, lalu mengganti ke payudara lainnya setelah 10 menit meski bayi belum selesai di payudara yang pertama.  Hal ini diketahui menyebabkan tinja bayi berwarna hijau berbusa.
  • Sensitivitas: Kotoran berwarna hijau pada bayi bisa menjadi indikasi awal bahwa bayi Ibu sensitif terhadap salah satu jenis makanan yang Ibu konsumsi. Bahan makanan ini bisa berupa susu sapi atau apapun. Jika kotoran bayi terus saja berwarna hijau, cobalah Ibu hindari makanan-makanan yang rentan dengan alergi. Dalam jangka waktu tertentu, amati apakah ada perubahan pada warna dan konsistensi kotoran bayi.
  • Bila bayi yang sensitif atau alergi bereaksi terhadap obat dan makanan yang dikonsumsi sang Ibu, atau sesuatu yang dikonsumsi bayi secara langsung, maka kotorannya bisa berubah warna menjadi hijau dan berlendir. Kadang kotoran juga disertai dengan darah.
  • Infeksi Dasar: Kotoran warna hijau yang konsisten pada bayi dapat juga mengindikasikan bahwa bayi sedang menderita penyakit umum. Warna hijau pada kotoran ini bisa mengindikasikan adanya virus pada usus atau bahkan pilek. Penyakit apa pun bisa menyebabkan bayi Ibu memiliki tinja berwarna hijau dan mucus. Teruslah menyusui! Ini cara terbaik untuk membantu bayi sembuh.
  • Tumbuh gigi: Tumbuh gigi juga bisa menyebabkan tinja berwarna hijau karena air liur meningkat. Kelebihan air liur yang dihasilkan selama fase tumbuh gigi bisa menyebabkan gangguan perut. Gangguan perut diketahui menyebabkan kotoran hijau pada bayi.
  • Diet Ibu: Jika Ibu makan banyak sayuran hijau atau olahan dengan pewarna makanan hijau, maka bisa juga menyebabkan feses bayi berubah warna.pada perutnya. Hubungi dokter jika bayi semakin merasa tidak nyaman.
  • Sesuatu berwarna hijau dalam makanan Bayi : hal ini berlaku untuk bayi yang sudah mulai Mpasi. Tidak melulu sayuran hijau, makanan seperti minuman beraroma rasa anggur juga bisa mengubah warna tinja bayi.
  • Perubahan dalam makanan: Saat bayi Ibu berpindah dari ASI dan cairan lainnya ke padatan (bayi mulai Mpasi), perubahan ini  juga dapat memicu perubahan warna pada kotoran. Ini merupakan hal normal jadi tidak perlu dikhawatirkan. 

Kesimpulan 

Jika Ibu masih khawatir karena warna dan konsistensi kotoran bayi Ibu tidak biasa, maka konsultasilah dengan dokter. Dalam kebanyakan kasus, kotoran bayi yang berwarna hijau tidak perlu dikhawatirkan. Terutama jika bayi Ibu tetap lahap makan, sehat dan pertumbuhannya sesuai umurnya.

Wednesday, May 10, 2017

8:00 AM

50 Sumber Protein untuk Bayi Vegetarian

Sudah menjadi rahasia umum bahwa daging adalah sumber protein yang hebat, tetapi sebenarnya bukan hanya daging  yang mengandung protein tinggi.

Setiap bayi dibesarkan dengan cara-cara tertentu, salah satunya dengan menjauhkan mereka dari asupan makanan hewani. Ini tidak salah, asalkan asupan protein bayi terpenuhi. Bahkan kadang lebih sehat, karena bayi bisa terhindar dari paparan lemak dan kolesterol jahat berlebih sejak dini.

Baca juga : Sayur untuk Bayi 

Seperti kita tahu, protein itu sangat penting bagi bayi dan juga orang dewasa karena membantu meningkatkan pertumbuhan dan perbaikan sel. Rambut dan kuku sebagian besar terbuat dari protein.
Tubuh membutuhkannya untuk membuat enzim, hormon dan bahan kimia tubuh lainnya. Protein juga merupakan blok bangunan penting dari tulang, otot, tulang rawan, kulit, dan darah. Protein itu butuh waktu lebih lama untuk dicerna daripada karbohidrat, membantu  kita merasa kenyang lebih lama dan dengan kalori lebih sedikit.


Diambil dari pickyeaterblog.com, berikut 50 bahan makanan nabati non susu dan telur yang bisa dijadikan pilihan untuk sumber protein bayi vegetarian.




Monday, May 8, 2017

9:27 AM

Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Apakah belut aman untuk bayi?
Apakah bayi umur 6, 7, 8, 9 bulan (di bawah setahun) boleh makan belut?
Lalu bagaimana cara mengolah belut untuk Mpasi Bayi?

Belut merupakan ikan air tawar dengan ukuran panjang berkisar antara 3,7 cm  hingga 5 cm. Sebagian besar belut menghuni perairan dangkal atau bersembunyi di lapisan bawah laut. Beberapa di antaranya bisa ditemukan di kedalaman 4.000 m juga. Belut merupakan alternatif makanan yang sehat untuk bayi dan anak. Belut sangat populer di seluruh dunia dan dikonsumsi dan disiapkan dengan berbagai cara di berbagai negara. Terlepas dari rasanya yang khas, belut juga dimakan karena banyaknya manfaat kesehatan.

 

Nilai Gizi Belut 
Jumlah belut (segar, mentah): 1 fillet (Berat Total Eel (segar, mentah): 204 g)

Nutrients
Amount
Cholesterol
257 mg
Sodium
104 mg
Proteins
38 g
Water
139 g
Ash
2.9 g
Calories
Total Calories
375
Calories From Carbohydrates
0.2
Calories From Fat
215
Calories From Protein
161
Fats & Fatty Acids
Total Fat
23.8 g
Saturated Fat
4.8 g
Monounsaturated Fat
14.7 g
Polyunsaturated Fat
1.9 g
Total Omega-3 fatty acids
1332 mg
Total Omega-6 fatty acids
400 mg
Vitamins
Vitamin A
7093 IU
Vitamin C
3.7 mg
Vitamin E (Alpha Tocopherol)
8.2 mg
Thiamin
0.3 mg
Riboflavin
0.1 mg
Niacin
7.1 mg
Vitamin B6
0.1 mg
Folate
30.6 mcg
Vitamin B12
6.1 mcg
Pantothenic Acid
0.1 mg
Choline
133 mg
Minerals
Calcium
40.8 mg
Iron
1.0 mg
Magnesium
40.8 mg
Phosphorus
441 mg
Potassium
555 mg
Sodium
104 mg
Zinc
3.3 mg
Manganese
0.1 mg
Selenium
13.3 mcg



Nutrisi dan manfaat  Kesehatan Belut 

•    Belut tidak mengandung gula,  rendah sodium dan tinggi fosfor.
•    Belut sangat kaya akan Vitamin A, B1, B2, B12, D dan E, yang diperlukan untuk kesehatan umum tubuh.
•    Belut memiliki zat yang terbaik untuk meremajakan tubuh di musim panas.
•    Menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko terkena artritis.
•    Belut mampu meningkatkan penglihatan, perkembangan otak normal dan fungsi sistem saraf.
•    Penelitian telah menunjukkan bahwa belut mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe-2 secara signifikan.
•    Karena kandungan omega-3 tinggi, asupan belut yang tinggi dapat menunda perkembangan diabetes pada individu intoleran glukosa.
•    Belut membantu mengurangi faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti kadar trigliserida tinggi.
•    Kulit, daging dan tulang belut dikupas dalam bentuk bubuk, agar lebih terkonsentrasi. Bentuk bubuk ini dikonsumsi sebagai suplemen makanan alami di Jepang dan beberapa bagian Eropa.
•    Bentuk bubuknya dikembangkan terutama untuk orang tua yang ingin hidup dengan kekuatan, vitalitas dan energi baru.
•    Pria Korea mengkonsumsi belut sebagai sumber stamina yang baik.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak



Tips
•    Orang Jepang menggunakan belut air tawar dan belut laut untuk menyiapkan makanan seperti Unadon dan Unajuu.
•    Belut asap adalah makanan lezat di Jerman, Belanda, Denmark dan Swedia.
•    Jellied belut adalah makanan tradisional London Timur.

Belut untuk Bayi

Apakah belut aman untuk bayi?
Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, belut aman untuk bayi. Manfaatnya juga banyak karena memiliki protein setara dengan ikan teri.

Secara umum, seperti halnya daging, belut bisa diberikan pada bayi mulai umur 6 bulan. Akan tetapi, banyak Ibu yang memilih untuk memberikan daging jenis lain dulu untuk bayi seperti ayam dan sapi. Setelah kedua jenis daging itu aman, baru mereka beralih ke belut (biasanya di umur 8 bulan).

Jika Ibu mau memberikan belut mulai awal-awal Mpasi (6 bulan), pastikan Ibu menggunakannya dengan porsi minim sebagai pengenalan, sekaligus untuk mengawasi apakah terjadi reaksi alergi pada tubuh bayi.

Cara mengolah belut untuk bayi
Ada banyak cara mengolah belut untuk bayi. Seperti halnya cara mengolah makanan bayi pada umumnya, Ibu bisa mengolahnya dengan direbus, dikukus bahkan digoreng.

Untuk bayi-bayi yang lebih muda, belut sebaiknya dipakai sebagai tambahan lauk untuk bubur tim.

Salah satu cara menyajikan belut untuk bayi adalah dengan dikukus. Kukus belut bersama halusan bawah putih dan daun salam. Setelah matang, maka ambil bagian dagingnya dan campurkan ke bubur tim.

Untuk anak yang lebih besar, belut bisa diolah dengan cara lain seperti ditumis, dipanggang, digoreng atau dikukus.

Baca juga : 4 Cara Memasak Makanan Bayi

Agar Belut tidak amis
Sebelum memasak belut untuk bayi, sebaiknya belut dibersihkan terlebih dahulu. Gosok permukaan tubuh belut dengan abu gosok agar lendirnya menghilang. Kemudian masukkan ke parutan timun dan diremas-remas selama 15 menit. Setelah itu, amis belut akan hilang.



Friday, May 5, 2017

10:51 AM

Manfaat kencur untuk Batuk pada Bayi dan Balita

Salah satu manfaat kencur untuk bayi adalah sebagai obat batuk. Saya sering menggunakan bahan ini untuk meredakan batuk, terutama batuk berdahak karena kencur bermanfaat sebagai pengencer dahak.
Namun untuk bayi, tentu sulit menggunakan bahan ini karena bayi biasanya tidak menyukai rasa kencur yang pedas.

Karena anak saya sudah bukan bayi lagi, saya bisa memberikan kencur ini sebagai obat batuk. Sebagai pengurai rasa pedas, saya gunakan madu.

Kencur saya parut, kemudian peras airnya. Karena hasil parutannya pasti sedikit, maka saya memeras dengan menggunakan saringan teh. Parutan kencur saya taruh di saringan, kemudian tekan-tekan dengan menggunakan sendok. Airnya akan jatuh ke dalam gelas.

Kemudian, saya peras jeruk nipis ke parutan kencur di saringan dan kembali ditekan-tekan. Terkadang saya tambahkan sedikit air agar ekstrak kencur yang didapat semakin banyak.

Campuran antara kencur, jeruk nipis kemudian ditambahkan madu. Pemberian madu tentunya hanya dianjurkan untuk bayi di atas umur setahun ya. Agar rasanya lebih bisa diterima, madu saya tambahkan dalam jumlah yang lebih banyak.

Saya tidak pernah menggunakan takaran pasti untuk memanfaatkan kencur sebagai obat batuk ini. namun untuk mendapatkan ekstrak kencur yang banyak, saya juga gunakan banyak kencur. Jamu ini kemudian saya berikan dua kali sehari. Biasanya dalam waktu dua hari, batuknya akan mereda.

Baca juga : Mengenali Batuk pada Bayi

Apakah Kencur aman untuk bayi  di bawah umur 6 bulan?

Menurut dr. Citra Roseno (seperti yang dimuat di website klikdokter.com),  kencur memang bagus untuk mengurangi gejala batuk, tetapi untuk orang dewasa dan anak-anak yang lebih besar. Nutrisi dan obat alami terbaik untuk bayi usia hingga 6 bulan hanyalah Air Susu Ibu atau ASI eksklusif.

 Menurut beliau, batuk serta pilek pada bayi pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus akan sembuh sendiri (self limiting disease) dan umumnya akan berlangsung antara 3-14 hari tergantung daya tahan tubuh anak dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau orang yang sering berkontak dengan anak. Jika memang ada penderita flu di sekelilingnya, maka anak akan sangat potensial untuk sering mengalami batuk-pilek. Kemungkinan kedua penyebab batuk pilek pada bayi adalah alergi.

Jika selama 7-10 hari  semenjak sakit, tidak tampak adanya perbaikan gejala pada anak, bila memang anak juga sudah semakin sulit bernapas dan ingus atau dahak menjadi semakin kuning-kehijauan, atau jika pemberian ASI terganggu atau tidak dapat maksimal, maka disarankan agar memeriksakan buah hati ke dokter spesialis anak untuk pemeriksaan fisik dan terapi yang paling tepat.

Selain untuk batuk, minum perasan kencur juga bisa membantu anak untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan meningkatkan nafsu makan.


Baca juga : Menambah Nafsu makan anak dengan madu

Thursday, May 4, 2017

10:28 AM

Asam Lemak Omega-3 dalam Makanan Bayi

Asam lemak omega 3 merupakan zat penting yang dibutuhkan bayi. Bahkan, kebutuhan mereka akan Omega 3 sama seperti kebutuhan mereka akan kalsium untuk membangun tulang yang kuat dan sehat.
Bedanya, Omega-3 adalah lemak baik yang membantu mengembangkan otak, mata dan sistem syaraf.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan Omega-3 dengan DHA yang cukup ternyata mampu membaca dengan lebih baik, memiliki ingatan jangka pendek dan jangka panjang yang lebih baik, lebih sedikit mengalami masalah perilaku, tidak cepat cemas, tidak hiperaktif pada anak laki-laki dan tidak begitu agresi pada anak perempuan. Bila DHA tidak memadai di masa kanak-kanak dini, bisa terjadi masalah perkembangan emosional dan intelektual.

Kuncinya adalah Ibu perlu memberi mereka Omega-3 dengan DHA (asam dokosaheksaenoat) dan EPA (asam eicosapentaenoat) bersama-sama. Melalui beberapa proses magis dan sangat kompleks,  keduanya bekerja sama untuk memaksimalkan manfaat DHA.

Manfaat  EPA

EPA (Eicosapentaenoic Acid) merupakan zat alami yang telah mengalami pemurnian. Begitu EPA memasuki tubuh manusia, zat ini akan mengatur kerja hormon pmtaglandin yang berfungsi dalam metabolisme lemak, mengatur tekanan darah, dan denyut jantung.

Manfaat  DHA
DHA (Docosahexaenoic Acid) sangat berguna dalam pembentukan sel otak, ini diperkuat oleh hasil penelitian Prof. G. Ford yang menyimpulkan bahwa “pembentukan sel otak tidak lepas dari DHA”.

Baca juga : Solusi Gizi untuk umur 1-6 tahun (Susah Makan)



Makanan sumber Omega-3 dengan DHA dan EPA: 
Omega-3 identik dengan ikan, ikan dan ikan. Penelitian memang menunjukkan bahwa ikan memiliki kandungan Omega 3 tertinggi, tapi ternyata tidak hanya ikan. Ada bahan makanan lain yang bisa Ibu berikan ke bayi sebagai variasi (terutama bagi anak yang alergi ikan).

•    Ikan - memberi makan ikan kecil Ibu 2 kali seminggu akan cukup untuk mendapatkan jumlah Omega-3 yang direkomendasikan dengan DHA / EPA. Pilih ikan berkualitas tinggi dan rendah merkuri seperti salmon, ikan trout, halibut, tuna kalengan ringan, mackerel, kod. Bagi bayi, Ibu bisa mencampurkan ikan dalam puree mereka. untuk balita, Ibu bisa memberikan mereka ikan goreng atau mencampurkan dalam bahan makanan lain.

Baca juga : Kenapa Bayi harus Makan Ikan?




•    Suplemen Minyak Ikan - Jika anak Ibu tidak makan ikan, maka sangat direkomendasikan untuk memberikan anak suplemen yang mengandung DHA dan EPA. Ada beberapa jenis suplemen di toko makanan alami yang disesuaikan dengan anak-anak seperti minyak ikan, gummies atau tetes cair cair untuk bayi. Ibu perlu bereksperimen untuk melihat apa yang disukai bayi.

•    Minyak nabati khususnya yang berasal dari flaxseed, canola, dan kedelai. Jenis minyak tersebut kaya akan kandungan asam alfa-linoleic yaitu jenis Omega-3 yang oleh tubuh akan dirubah menjadi EPA dan DHA.

•    Kacang dan biji-bijian. Kacang merah, kedelai dan walnut adalah beberapa diantara sumber yang kaya akan kandungan Omega-3. Makanan yang dibuat dari kacang kedelai seperi tahu dan tempe juga merupakan sumber Omega-3 yang baik bagi si kecil.

•    Sayuran hijau. Beberapa jenis sayuran seperti bayam, bunga kol, dan brokoli diketahui mengandung Omega-3 dengan kadar yang cukup tinggi. Konsumsi jenis sayuran diatas dapat diberikan dalam bentuk jus atau dimasak seperti biasa.

•    Jenis makanan lain yang mengandung Omega-3 diantaranya adalah biji labu, oatmeal, cereal, dan minyak ikan cod. Beberapa jenis makanan yang terdapat di pasaran seperti margarin, yogurt, dan telur sudah diperkaya dengan penambahan Omega-3.

•    Rumput Laut - Jika Ibu membesarkan bayi Ibu dengan cara vegetarian atau vegan, varian menunya mungkin sedikit lebih sempit. Selain makanan di atas, Ibu bisa mencoba rumput laut sebagai salah satu sumber yang mungkin bukan berbasis hewan. Jika tidak bisa memberikan bayi rumput laut secara langsung, maka carilah suplemen terkonsentrasi dari rumput laut yang memasok DHA dan EPA

•    Tanaman Berbasis Omega-3 (rami, chia) tidak berguna karena tubuh tidak dapat secara efisien menggunakan Omega-3 jenis ini, yang disebut ALA (alpha-linoleic acid). Ini tidak mengandung DHA. Tubuh memang dapat mengubah ALA menjadi EPA, tapi ini adalah proses yang lambat, sulit, tidak lengkap dan rumit.

Berapa kebutuhan si  kecil
Ada begitu banyak grafik yang memuat kebutuhan anak terhadap Omega-3 ini. salah satunya, Ibu bisa mengikuti daftar ini:

•    Ibu hamil dan menyusui - dari 300-1000 mg per hari DHA gabungan dan EPA.
•    Bayi dari 6 sampai 24 bulan - 5 mg DHA per pon per hari berat badan
•    Anak-anak 2 sampai 4 - 150 mg per hari
•    Anak-anak 4 sampai 6 - 200 mg per hari.
•    Anak-anak 6 sampai 10 - 250 mg per hari.
•    10 sampai dewasa – bisa mengonsumsi hingga 1000 mg per hari.

Friday, April 28, 2017

12:56 PM

5 Tahap Proses Produksi ASI


Bagi calon Ibu, tentu salah satu hal yang membuat resah sebelum kelahiran itu adalah produksi ASI. Apakah ASI akan keluar? Apakah produksi ASI terhambat? Bagaimana caranya meningkatkan produksi ASI?
Berbagai macam pertanyaan, yang pada akhirnya malah membuat Ibu tertekan sendiri.

Nah, sebelum membahas perihal cara meningkatkan produksi ASI ataupun makanan yang bisa memperbanyak ASI, sebelumnya mari kita lihat bagaimana sih proses produksi ASI di payudara Ibu itu.
Menyusui adalah suatu proses yang benar-benar alami dan telah menjadi salah satu metode paling alami untuk memberi makan bayi. Susu diproduksi oleh kelenjar, yang hanya akan diaktifkan ketika Ibu hamil. Menyusui biasanya akan memberikan Ibu sekaligus sang bayi kepuasan, selain juga menciptakan bonding atau ikatan yang indah.

Nah mommies, apakah Ibu  ingin tahu bagaimana susu diproduksi di payudara?

Bagaimana ASI Diproduksi di Tubuh?

Saat hamil, tubuh mulai memproses ASI. Hormon mulai memainkan fungsinya dalam memproduksi ASI. Walaupun produksi susu dikendalikan oleh hormon, tapi bayilah yang menentukan berapa banyak dan seberapa sering ia harus meminta ASI.

Payudara yang penuh menandakan produksi susu yang lamban. Proses produksi susu lebih cepat jika payudaranya kosong, selain juga kandungan lemak yang cenderung tetap tinggi dalam kasus ini. Tubuh Ibu akan memproduksi susu saat bayi mengosongkan semua isinya.



Dua hormon utama yang bertanggung jawab untuk produksi ASI adalah:

1.    Prolaktin membantu dalam produksi ASI.

2.    Oksitosin membantu pergerakan susu dan menghasilkan efek ‘let down reflex’. Ibu mungkin merasa sedikit tersinggung atau kesemutan di payudara saat proses ini.

Tahapan Berapa Banyak ASI yang Diproduksi dalam Sehari:
Ibu baru cenderung memiliki terlalu banyak pertanyaan tentang ASI. Beberapa Ibu malah mengira ASI akan langsung keluar deras tepat di hari melahirkan.

Tenang, semua ada prosesnya kok. Di sini kita akan melihat bagaimana dan kapan payudara Ibu akan produksi ASI. Payudara Ibu melalui beberapa beberapa proses berbeda ketika memproduksi susu.

1. Tahap Pertama:
Ini dimulai pada trimester kedua kehamilan. Tahap ini dikenal sebagai lactogenesis I.
•    Hormon dilepaskan di kelenjar susu untuk mulai memproduksi susu.
•    Setelah sekitar 1 atau 2 hari melahirkan, payudara hanya menghasilkan sedikit kolostrum.
•    Zat berwarna pekat ini merupakan makanan pertama untuk bayi.

2. Tahap Kedua:

Tahap ini dimulai setelah sekitar 4 hari setelah Ibu melahirkan.
•    Susu matang keluar pada tahap ini. Lactogenesis II adalah tahap ketika susu keluar dalam volume besar.
•    Ibu mungkin merasakan kepenuhan di payudara bersamaan dengan peningkatan produksi susu.
•    Tahap ini bisa juga baru terjadi setelah 10 hari.
•    Produksi susu mungkin tertunda karena masalah seperti obesitas atau diabetes.
•    Puting datar atau operasi caesar juga bisa menyebabkan keterlambatan.

3. Tahap Ketiga:
Tahap ini dimulai saat bayi berusia sekitar 9 hari.
•    Tahap ketiga berlanjut sampai Ibu berhenti menyusui.
•    Ibu harus mengeluarkan susu secara teratur dari payudara untuk memastikan payudara terus menghasilkan susu.
•    Ibu bisa menggunakan pompa payudara untuk keperluan ini.

4. Tahap Keempat:
Ini berlangsung selama sekitar 40 hari setelah sesi terakhir Ibu menyusui. Pada tahap ini produksi susu Ibu akan berkurang secara bertahap sampai berhenti sepenuhnya.

5. Susu Let-Down: (ASI menetes dengan sendirinya)
Ini mengacu pada proses susu yang mengalir keluar payudara.
•    Ibu mungkin mengalami perasaan kesemutan dalam proses ini.
•    Let-down bisa terjadi saat bayi mulai untuk menyusu.
•    Selain itu juga bisa terjadi ketika Ibu mendengar, melihat atau memikirkan bayi.

Bagaimana ASI Diproduksi? 
 
Kelenjar dalam payudara (mammary glands) Ibu menghasilkan ASI. Setiap bagian dari kelenjar ini memainkan peran berbeda dalam memproduksi ASI. Di sini kita akan melihat lebih dekat bagaimana susu diproduksi di payudara:

•    Alveoli adalah daerah dimana ASI diproduksi. Anggur seperti kantung yang dikelilingi oleh otot-otot kecil yang meremas untuk menghasilkan susu di duktus.

•    Duktus adalah kanal kecil yang mengangkut susu dari alveoli ke saluran susu yang sebenarnya.

•    Saluran susu adalah jaringan kanal kompleks yang membawa susu dari alveoli dan duktules ke bayi yang baru lahir. Saluran ini mengalami pembesaran seiring dengan usia kehamilan.


Saat bayi mulai menyusu, isapannya akan merangsang otak Ibu untuk melepaskan hormon prolaktin. Setelah bayi selesai menyusu, dalam hitungan jam maka tingkat prolaktin mulai turun lagi. hormon ini akan meningkat saat bayi menyusu lagi.

Semakin banyak Ibu memberi makan si bayi, semakin banyak dorongan tingkat prolaktin dalam aliran darah untuk menghasilkan lebih banyak susu. Prolaktin menyebabkan menstruasi Ibu berhenti dan menekan ovulasi.

Penundaan Produksi Susu: 

Dalam beberapa kasus dibutuhkan sekitar tiga sampai empat hari agar ASI keluar. Tetapi bisa jadi juga bisa ada beberapa penyebab lain. di antaranya:

•    Ini terjadi jika Ibu telah mengalami masa kerja yang penuh tekanan karena adanya operasi caesar yang mendadak.

•    Jika Ibu menderita diabetes dan sedang diobati dengan insulin. Tubuh akan mendapat sinyal yang bertentangan dalam kasus ini. Payudara akan membutuhkan insulin untuk memulai produksi susu bersama dengan tubuh. Hal terbaik yang dapat Ibu lakukan untuk merangsang produksi susu adalah dengan cara sering-sering makan.

•    Masih ada beberapa fragmen plasenta, bahkan setelah kelahiran bayi sehingga mungkin mengganggu prolaktin. Dalam kasus tersebut, dokter akan mendiagnosa dan melakukan USG jika diperlukan.


Baca juga : Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Apa Yang Bisa Ibu Lakukan Jika ASI tidak kunjung keluar setelah melahirkan?
 
Lakukan perawat payudara selama 2 sampai 3 jam, hal ini dapat membantu merangsang produksi susu. Berikut adalah beberapa saran bermanfaat yang dapat Ibu  coba:

•    Minum banyak cairan.
•    Ibu perlu tidur nyenyak.
•    Gunakan pompa ASI untuk merangsang produksi susu.
•    Ibu mungkin perlu suplemen untuk meningkatkan produksi susu

Ketika melahirkan anak pertama, ASI saya juga tidak langsung keluar. Saat itu, saya menggunakan suplemen untuk membantu, kalau tidak salah merknya adalah Herbalacta.

Selain itu masih banyak juga suplemen-suplemen untuk melancarkan ASI yang tersedia di pasar.



My Blog List

Dapatkan Postingan terbaru Lewat Email