Saturday, November 4, 2017

7:04 PM

Manfaat dan Cara Mengolah Kunyit untuk Bayi

Apakah Ibu berpikir untuk memasukkan kunyit dalam makanan bayi tapi khawatir hal itu bisa membahayakannya? Apakah Ibu ingin tahu seberapa bagus kunyit untuk bayi?

Kunyit memberikan sejumlah manfaat kesehatan bagi anak. Kunyit membantu dalam meningkatkan kekebalan anak, membantu anak ketika jatuh sakit. Selain itu, kunyit adalah anti oksidan yang hebat dan membantu anak pulih dari segala bentuk kerusakan jaringan. Kunyit juga merupakan agen anti-mikroba alami yang melawan mikroorganisme dari sistem anak  dan membuatnya tetap sehat. Selain itu, kunyit juga membantu anak untuk melawan flu.

Apakah Kunyit Aman Untuk Bayi?

Kunyit aman dikonsumsi oleh bayi. Tapi, bayi tidak butuh kunyit untuk pertumbuhan optimalnya. Jadi, batasi jumlah kunyit yang Ibu berikan pada bayi. Konsultasikan dengan dokter bayi jika Ibu ingin memberi makan kunyit. Bumbu ini bisa mengganggu daya kerja obat-obatan tertentu dan juga menyebabkan komplikasi jika bayi Ibu menderita masalah medis tertentu.

Karena kunyit memiliki khasiat penyembuhan luka, pengaplikasian luar  dianggap aman untuk bayi. Bila dicampur dengan susu atau krim, kunyit bisa digunakan untuk menjaga kelembutan kulit bayi dan sebagai obat alami. Tapi yang terbaik adalah bertanya kepada dokter bayi sebelum menggunakan kunyit untuk bayi dalam bentuk apa pun, baik itu melalui makanan atau sebagai aplikasi topikal.

Begitu bayi Ibu cukup tua untuk mengonsumsi makanan padat, Ibu bisa mengenalkan kunyit kepadanya melalui makanan. Tapi lakukan hanya jika tidak ada komplikasi atau risiko pada anak karena adanya asupan obat atau kondisi medis.


 Baca juga : Manfaat kencur untuk Batuk pada Bayi dan Balita

Memberikan Kunyit untuk Anak

Kunyit dapat diberikan kepada anak dalam banyak cara dan bentuk. Ini bisa ditambahkan sebagai bumbu makanan dan membuat makanan enak. Menambahkan kunyit ke ayam dan ikan akan membuat anak menyukai hidangan tersebut. Kunyit tidak hanya akan meningkatkan rasa daging tapi juga pada saat bersamaan akan membantu anak mencernanya lebih cepat.

Kunyit juga bisa ditambahkan dalam susu. Ibu bisa membuat anak minum susu dengan kunyit secara teratur. Minum susu kunyit akan menghindarkannya dari segala jenis gangguan pencernaan dan di saat yang sama akan memberi perubahan pada rasa.

Kunyit bisa dibuat menjadi pasta dan dioleskan secara topikal pada kulit anak. Ini membantu menyembuhkan luka bakar atau luka bakar. Pasta harus cukup tebal dan kering di daerah yang terkena. Penggunaan topeng kunyit juga bisa meningkatkan kualitas kulit anak. Ini akan membantu menjaga kelembutan kulit

Manfaat Kesehatan Kunyit Bagi Bayi:

Kunyit memiliki banyak manfaat kesehatan yang didapat baik melalui konsumsi maupun pemakaian dari luar:
  • Curcumin adalah salah satu komponen bioaktif kunyit dan dianggap berguna untuk memberikan kelegaan dari gangguan neurodegeneratif seperti multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson. Ini juga membantu melawan depresi.
  • Sifat antioksidan yang kuat dari kunyit dapat mendukung perawatan kanker. Kunyit membantu meringankan geja-gejala sakit di kulit, usus besar, prostat dan dan kanker payudara. Aplikasi topikalnya membantu meningkatkan perawatan kanker kulit.
  • Kunyit memiliki khasiat anti-inflamasi dan oleh karena itu sangat membantu selama pengobatan osteoarthritis
  • Kunyit juga memiliki khasiat antimikroba dan melindungi tubuh dari infeksi virus dan bakteri.
  • Hal ini juga baik untuk kesehatan hati dan memperbaiki pencernaan. Kunyit juga bisa menyembuhkan borok peptik dan memperbaiki pergerakan usus. 
  • Meningkatkan Pencernaan. Konsumsi kunyit, secara teratur, bisa meningkatkan kapasitas pencernaan anak. Sifat anti oksidan rempah cenderung melindungi lapisan perut anak. Ini mencegah cairan pencernaan melukai lapisan perut.
  • Meningkatkan Imunitas.Kunyit adalah penguat kekebalan yang hebat. Ini akan melindungi anak dari segala jenis penyakit. Penyakit umum seperti flu dapat dicegah jika anak mengonsumsi kunyit secara teratur. Kunyit akan melindungi sistem pernapasan anak. Oleh karena itu, jika Ibu berencana menambahkan bumbu lezat ini dalam makanan anak, kemungkinan besar ia akan jatuh kurang sakit.
  • Melindungi Peluruhan Gigi. Kecanduan anak terhadap permen dapat menyebabkan masalah serius dengan giginya. Dalam kasus tersebut, memijat gigi dengan kunyit panggang membantu mencegah pembusukan. Kunyit juga bisa menyembuhkan sakit dan gusi berdarah, pada anak-anak.
  • Mengobati Asma. Bahan kimia dan enzim yang ada dalam kunyit dikenal karena sifat anti-inflamasinya. Itulah sebabnya kunyit sangat berpengaruh terhadap penyakit dan penyumbatan bakteri yang ditemukan di saluran pernapasan anak. Dengan cara ini kunyit dapat menyembuhkan asma dengan membersihkan segala jenis masalah yang ditemukan pada masalah pernapasan anak.

 

Efek Samping Dari Kunyit Untuk Bayi:

Berlatihlah berhati-hati untuk menggunakan kunyit untuk bayi . Beberapa efek samping yang bisa dipicu antara lain:
  • Kunyit mengganggu obat tertentu seperti pengencer darah dan obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung. Beberapa obat pengencer darah yang umum adalah Aspirin, Ibuprofen, Warfarin, Clopidogrel, dan lain-lain. Obat untuk mengurangi asam lambung bisa termasuk Cimetidine, Omeprazole, Famotidine, Ranitidine dan lain-lain. Jadi, jika Ibu sedang menyusui dan minum obat ini, hindari mengkonsumsi kunyit. Tindakan pencegahan yang sama berlaku jika anak Ibu menggunakan obat untuk kondisi medis yang sama.
  • Hindari kunyit jika bayi sedang mendapat pengobatan untuk kandung empedu atau diabetes. Jika bayi dijadwalkan menjalani perawatan bedah, hindari memberi makan kunyit karena bisa mengganggu sifat pembekuan darah. Dalam kasus tersebut, ibu yang sedang menyusui anak mereka juga harus menghindari mengkonsumsi kunyit. 
Salah satu penemuan paling menarik tentang kunyit dalam hal nutrisi bayi adalah, kunyit bisa membantu mencegah leukemia pada masa kanak-kanak . Seperti yang dijelaskan pada artikel tahun 2004 dari www.leukaemia.org, kemungkinan hubungan antara kunyit dan tingkat leukemia anak yang lebih rendah ditemukan setelah para ilmuwan memperhatikan bahwa anak-anak di Asia memiliki insiden penyakit yang jauh lebih sedikit. Seperti diketahui, kunyit memang jauh lebih banyak digunakan dalam masakan Asia daripada masakan barat - dan para periset menyarankan bahwa kunyit dapat membantu mencegah leukemia dengan membatasi kerusakan yang disebabkan oleh polutan lingkungan dan faktor risiko lainnya.

Menggunakan kunyit pada resep makanan bayi

Meski kunyit bisa dianggap bermanfaat dalam mengurangi reaksi alergi, ini tidak berarti bahwa itu mungkin bukan alergen itu sendiri!

SEMUA makanan - termasuk bumbu dan rempah - berpotensi memicu reaksi alergi, jadi penting
  • Bicaralah ke dokter sebelum mengenalkan kunyit pada bayi
  • Perlakukan kunyit seperti halnya makanan baru dan perkenalkan ke bayi dengan menambahkannya ke makanan yang aman untuk dikonsumsi bayi. Amati aturan empat hari dan jangan sekali-kali mengenalkan makanan baru lainnya. dengan begitu akan mudah untuk mengetahui apakah kunyit telah menyebabkan reaksi alergi atau gangguan perut pada anak. 

Kunyit sebagai Obat Batuk untuk Bayi

Ibu bisa menggunakan kunyit sebagai obat batuk alami untuk bayi. Penggunaanya juga cukup mudah. Dilansir dari netralnews.com, untuk bayi usia 6 bulan ke bawah, cukup oleskan larutan kunyit di seluruh permukaan puting ibu saat bayi akan menyedot ASI.

Sementara untuk bayi yang lebih tua (enam bulan ke atas), dapat diberikan ramuan kunyit dari campuran setengah sendok kunyit bubuk dan air hangat secukupnya, lalu dituangkan ke dalam satu botol susu berisi larutan susu formula atau ASI.

Kedua cara tersebut bisa dilakukan dua kali sehari, sampai batuk mereda.

Untuk menghalangi dan mengurangi lendir dahak, kompres bagian dada dan hidung, atau kening bayi dengan air hangat. Lakukan kompres ini sekurang-kurangnya tiga kali dalam sehari, pagi, siang dan sore atau malam hari.

Cara lain adalah dengan menambahkan madu untuk bayi yang lebih tua. Madu akan membantu meluruhkan dahak pada batuk bayi, sementara kunyit akan memberikan aksi antibiotik untuk melawan bakteri menyebab batuk. Campuran bahan ini bisa diberikan pada bayi dalam bentuk jamu buatan sendiri.

baca juga : Mengenali Batuk pada Bayi
 

Wednesday, November 1, 2017

8:29 AM

Perkembangan Bayi: Sudahkah bayi Ibu mulai berjalan?

Senang sekali melihat perkembangan bayi Ibu sejak lahir hingga merangkak. Bahkan langkah-langkah goyah dan kecil bayi bisa membuat Ibu menangis. Namun, bayi mengalami serangkaian tahap perkembangan sebelum mencapai tonggak penting ini. Percaya atau tidak, bayi telah bersiap untuk berjalan tepat setelah kelahiran. Gerakan kecil dari anggota badan dan tangan yang dia buat saat berbaring telentang, pada minggu-minggu awal, sebenarnya adalah latihan untuk mengembangkan kekuatan dan koordinasi otot. Setelah mendapatkan beberapa kekuatan selama periode waktu tertentu, bayi akan mulai melakukan gerakan lain seperti menguasai seni berguling, duduk tanpa banyak bantuan, merangkak, berdiri, dan akhirnya berjalan.

Bagaimana Tahap Perkembangan Bayi hingga Berjalan?


Ibu mungkin tidak tahu, tapi dibutuhkan banyak latihan, kesabaran dan kepercayaan diri dari si kecil untuk mulai berjalan dengan kedua kakinya. Inilah perkembangan kecil yang terjadi pada bayi  sebelum dia bisa meletakkan kakinya di tanah:

Pada umur 6 minggu: Minggu ini menandai salah satu tahap perkembangan penting pada bayi yang mungkin Ibu lewatkan. Si kecil mulai mengendalikan gerakan kepala, meski tidak sepenuhnya. Jika Ibu memegang tegak lurus bayi dengan menopang perut dan punggung, dia akan bisa berusaha meluruskan kepalanya, meskipun sebentar.

Pada usia 3 bulan: Pada tahap ini, bayi akan dapat menahan kepala tegak pada suspensi ventral 90 ° saat Ibu memeluknya.

Pada usia 6 bulan: Bayi akan bisa menopang kepalanya dengan baik saat didudukkan. Hal ini juga terjadi ketika bayi belajar duduk, meski dengan beberapa bantuan dan mampu mengangkat kepalanya tegak. Saat terbaring telungkup, dia akan bisa mengangkat lengan bawahnya. Hal ini adalah pertanda bahwa bayi mungkin akan segera merangkak.

Pada usia 9 bulan: Pada saat ini bayi pasti sudah mencapai dua tonggak sejarah - duduk tanpa bantuan dan merangkak.  Pada umur ini, kebanyakan bayi cenderung bertahan dengan bantuan. Beberapa bahkan mungkin mulai mengambil langkah-langkah kecil sambil berpegangan pada sofa atau kursi, Namun, tahap ini mungkin berbeda dari satu bayi ke bayi lainnya. Beberapa bayi mungkin tidak pernah merangkak dan melewati fase ini. Sementara itu, bayi lain mungkin bertahan dalam fase merangkak sebelum mendapatkan cukup kekuatan otot dan kepercayaan diri untuk mulai berjalan.

Pada 10 bulan: Akan ada pengulangan aktivitas di bulan sebelumnya dengan beberapa kemajuan. Bayi mungkin bisa bertahan lebih lama tanpa bantuan dan membutuhkan sekitar dua langkah sebelum membutuhkan pertolongan.

Pada usia 12 bulan: Pada saat bayi erayakan ulang tahunnya yang pertama, dia harus bisa berdiri dan berjalan, meskipun dengan bantuan dari Ibu. Beberapa bayi mungkin baru saja mulai berjalan sendiri pada saat ini.

Pada usia 18 bulan: Pada saat ini anak pasti sudah menguasai seni berjalan dan akan bisa berjalan dengan baik, berlari, duduk di atas kursi dan bahkan menaiki tangga sambil memegang pagar.

Pada usia 2 tahun: Anak akan bisa naik turun tangga sendirian sambil mempertahankan dua kaki satu demi satu.

Pada usia 3 tahun: Pada saat ini anak akan bisa menaiki tangga, satu kaki per langkah, dan menahan jari-jari kaki saat Ibu mengejarnya.


Sulit untuk memastikan periode waktu atau bulan tertentu untuk menunjukkan kapan anak bisa mulai berjalan. Namun, seringkali, anak-anak cenderung berjalan sendiri antara 11 sampai 15 bulan tergantung pada kecepatan perkembangannya. Beberapa anak mungkin menunjukkan keterlambatan dalam proses namun pada akhirnya akan mulai berjalan pada akhir tahun pertama.

Baca juga: Cara Merawat Tali Pusar Bayi baru Lahir

Lalu, bagaimana jika anak sudah bisa berjalan sebelum umur 12 bulan? Nah, dari lifestyle.kompas.com, berikut diambil berbagai kriteria penggolongan keterlambatan berjalan pada bayi beserta intervensinya.

Bisa berjalan usia 8 bulan-12 bulan : Kemampuan berjalan sangat baik dan sangat cepat, biasanya anak demikian motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya sangat baik. Pada kelompok ini mungkin tidak perlu intervensi atau stimulasi karena anak akan belajar berjalan sendiri dengan baik tanpa bantuan.

Bisa berjalan usia 12 bulan-15 bulan : Kemampuan berjalan biasa dan rata-rata anak seusia. Biasanya anak demikian motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya normal. Pada kelompok ini mungkin intervensi atau stimulasi ringan akan lebih baik.

Bisa berjalan usia 15 bulan-18 bulan : Kemampuan berjalan normal tetapi kurang optimal. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya kurang begitu baik. Pada kelompok ini perlu intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis lebih baik

Bisa berjalan usia 18 bulan-24 bulan : Kemampuan berjalan terlambat ringan. Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya tidak baik. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal. Sebaiknya dilakukan oleh arahan tenaga profesional seperti Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi

Bisa berjalan usia 24 bulan-32 bulan : Kemampuan berjalan terlambat berat . Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya buruk. Dalam keadaan seperti ini, biasanya disertai gangguan neurologis atau susunan saraf pusat. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal. Stimulasi seperti tersebut harus dilakukan oleh arahan tenaga profesional seperti Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi

Belum bisa berjalan sampai usia 32 bulan : Kemampuan berjalan terlambat sangat berat . Biasanya anak demikian kemampuan motorik kasar dan kemampuan keseimbangannya sangat buruk. Dalam keadaan seperti ini, biasanya disertai gangguan neurologis atau susunan saraf pusat yang sangat berat seperti penderita Cerebral palsy. Pada kelompok ini harus dilakukan intervensi atau stimulasi ringan agar perkembangan motorik dan vestibularis menjadi optimal. Stimulasi seperti tersebut harus dilakukan oleh arahan tenaga profesional seperti Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi.

Lalu, apa saja alasan yang membuat anak belum bisa jalan?

Kelainan neurologis: Kelainan neurologis tertentu seperti cerebral palsy atau sindrom Down dapat menunda fase berjalan.

Kekurangan vitamin D: Sama halnya dengan kalsium, Vitamin D berperan penting dalam perkembangan tulang bayi; Ketiadaan vitamin D juga bisa menjadi alasan yang mungkin untuk menunda proses berjalan pada bayi.

Rickets: Ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara penyakit Ricket dan keterlambatan berjalan. jika kondisinya belum berkembang ke stadium lanjut maka bisa terjadi reversibel dan perawatan tepat waktu dapat membantu anak berjalan tegak. Ricket merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi karena kekurangan zat kapur, fosfor, dan vitamin D. Anak yang menderita penyakit ini maka tulangnya akan  melunak dan melemah.

Keterlambatan kemampuan motorik dan motorik yang lamban: Terkadang orang tua gagal menangkap isyarat awal keterlambatan kemampuan berjalan pada bayi. Tanda-tanda ini berupa tertundanya perkembangan keterampilan motorik kasar dan halus. Sederhananya ini berarti bahwa pada usia enam bulan, anak seharusnya bisa memungut barang dengan telapak tangannya. Pada bulan kesembilan dia harus bisa menjemput barang dengan ibu jari dan jemarinya. Jika keterampilan bagus dan motorik berkembang dengan normal, maka pendekatan wait and watch akan berjalan dengan baik, jika tidak, sebaiknya mencari bantuan profesional.

Ketidakmatangan Persyarafan: Kemampuan anak melakukan gerakan motorik sangat ditentukan oleh kematangan syaraf yang mengatur gerakan tersebut. Pada waktu anak dilahirkan, syaraf-syaraf yang ada di pusat susunan syarat belum berkembang dan berfungsi sesuai dengan fungsinya, yaitu mengontrol gerakan-gerakan motorik. Pada usia ± 5 tahun, syaraf-syaraf ini sudah mencapai kematangan, dan menstimulasi berbagai kegiatan motorik. Otot-otot besar yang mengontrol gerakan motorik kasar, seperti berjalan,berlari, melompat dan berlutut, berkembang lebih cepat bila dibandingkan dengan otot-otot halus yang mengontrol kegiatan motorik halus, seperti menggunakan jari-jari tangan untuk menyusun puzzle , memegang pensil atau gunting membentuk dengan plastisin atau tanah liat, dan sebagainya.

Gangguan sensoris: Pada kasus tertentu, anak sering mengalami sensitif pada telapak tangan dan kaki. Sehingga hal ini mengakibatkan anak sering jinjit. Selama ini, jalan jinjit atau Tip Toe masih belum diketahui penyebabnya. Meskipun bukan karena kelainan anatomis. Selama ini, orangtua menganggap hal itu adalah memang perilaku anak. Pada anak dengan gangguan sensoris raba biasanya disetai gangguan sensoris suara dan cahaya. Gangguan sensoris suara biasanya anak takut dan tidak nyaman ketika mendengar suara dengan frekuensi tertentu seperti suara blender, suara bayi menangis, suara gergaji listrik. Gangguan sensoris cahaya biasanya anak sangat sensitif terhadap cahaya terang dan sinar matahari.

Muscular dystrophy: Ini adalah penyakit neuromuskular herediter dan bersifat progresif. Ini adalah salah satu penyebab paling sering tertunda berjalan pada anak-anak dan perlu segera mendapat perawatan medis.

Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit Bayi


Tip apa saja agar Bayi bisa cepat berjalan?

Kebanyakan bayi membutuhkan sekitar 1.000 jam latihan sejak mereka berdiri tegak sampai mereka bisa berjalan sendiri. Berikut beberapa tip untuk membantu mempersiapkan anak dalam melakukan beberapa langkah pertama tersebut:

Sejak lahir:
Kebutuhan paling penting untuk berjalan adalah otot punggung yang kuat, yang dilatih bayi dengan mengangkat kepala saat berbaring di perut mereka. Jadi pastikan Ibu menelungkupkan si kecil sewaktu terjaga. Tempatkan mainan dan benda menarik di luar jangkauan si bayi untuk memberinya motivasi.

Begitu dia bisa duduk:
Bantu dia melatih keseimbangan dan mobilitasnya dengan memindahkan bola secara bolak-balik dari sisi kanan dan kirinya. Atau pegang mainan di depannya dan pindahkan dari sisi ke sisi agar mendorongnya untuk bersandar. Saat dia menekuk ke depan atau merangkak, dia akan meningkatkan lebih banyak kekuatan di leher, punggung, kaki dan lengannya, serta kontrol pinggulnya. Hal ini akan memungkinkannya mengangkat tubuh ke posisi berdiri.

Begitu dia bisa berdiri:
Biarkan dia berjalan di depan Ibu saat Ibu memegang tangannya dan lepaskan satu tangan secara berkala agar dia bisa bereksperimen dengan keseimbangan. Atau berdiri beberapa meter darinya dan menghiburnya saat dia berdiri sendiri. Tawarkan banyak dorongan dan pujian.

Begitu dia bisa melangkah:
Setelah dia berhasil berdiri, dia mungkin mulai berpegangan pada sembarang benda di rumah. Bantu dia dengan mengatur perabotan agar kokoh sehingga dia bisa berjalan melintasi ruangan dengan aman.
Dia mungkin belum bisa duduk dari posisi berdir.Dekatilah anak sehingga Ibu dapat membantu meringankan pantatnya dengan tangan. Dengan demikian maka dia akan bisa duduk tanpa menyakiti bagian bawah tubuhnya.

Tindakan pengamanan
Bayi bisa berkeliling lebih cepat dari perkiraan Ibu. maka perhatikan beberapa hal berikut sebagai tindakan pengamanan.
  • Singkirkan meja rendah dengan sudut tajam yang sulit ditutup untuk mencegah cedera.
  • Gunakan furnitur yang mudah diganti.
  • Bayi akan suka menjelajahi rumah sehingga perhatikan barang-barang yang ada di rumah. singkirkan kabel, tutup stop kontak dengan lakban, eratkan karpet yang kendor dan jika Ibu memiliki balita lain, pastikan tidak ada mainan yang berserakan.
  • Pasang gerbang keselamatan di bagian atas dan bawah tangga, dan awasi bayi kapan pun dia di tangga.
  • Menyingkirkan barang-barang rumah rumah tangga yang berpotensi berbahaya dan simpan di tempat aman.
 

Wednesday, October 25, 2017

9:19 AM

Cara Merawat Tali Pusar Bayi yang Baru Lahir

Tali pusar inilah yang menghubungkan janin ke rahim selama kehamilan. Setelah persalinan terjadi, dokter memotong tali pusar dan meninggalkannya sedikit di tubuh bayi.

Pada akhirnya, tali pusar ini akan kering dan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 5-15 hari setelah kelahiran. Yang perlu Ibu pastikan adalah kebersihan sehingga tidak terjadi infeksi dan menyebabkan komplikasi pada kesehatan bayi.

Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Kapan pun Ibu mengganti popok bayi maka perhatikan area di dasar tali pusat, yang paling dekat dengan pusar. Usap dengan lembut tapi menyeluruh untuk membersihkan sisa kotoran lembab yang mungkin terkumpul. Ibu juga bisa gunakan cotton bud atau kapas, atau kasa steril untuk membersihkannya.  Jangan khawatir kalau proses pembersihan akan menyakiti bayi ya, karena tali pusar bayi tidak lagi memiliki saraf.

Cobalah untuk membiarkan tali pusar bayi terekspos udara agar membantu menyembuhkan dan mengeringkan lebih cepat.

Cobalah untuk mencegah gesekan antara popok dan tali pusar.  Ibu bisa melipat popok itu di bawah pusar bayi. Lebih baik untuk tidak menggunakan popok model celana karena akan bisa menekan tali pusar, membuat tali pusar basah sehingga kotor dan lembab.

Biarkan tali pusar bayi jatuh sendiri. Dulu, membersihkan tunggul dengan alkohol sering disarankan. Namun data baru menunjukkan bahwa pengeringan alami akan memungkinkan tali pusar tersebut untuk lepas lebih cepat.

Bayi dilahirkan dengan 'innies' atau 'outies'. Beberapa orang tua mencoba untuk menutupi area pusar dengan koin, perban atau pembungkus untuk mengubah bentuk pusar. Namun hentikanlah usaha itu karena tidak akan bisa mengubah apa pun.

Sebelum tali pusar bayi lepas,lebih baik memandikan bayi tanpa membuat tali pusarnya tenggelam dalam air. Namun begitu tali pusarnya lepas, Ibu bisa memandikannya di bak seperti biasa.


 

Kapan Ibu Harus Waspada?


Jika tali pusar bayi bau, berwarna kuning dan bernanah, atau jika daerah sekitar tali pusar berwarna merah dan bengkak, maka kemungkinan terjadi infeksi. Maka sangat disarankan agar Ibu berkonsultasi ke dokter.

Terkadang, Ibu akan menemukan tali pusar bayi baru lahir sedikit berdarah.  Ini normal karena pembuluh darah dipotong. Jika Ibu melihat perdarahan, coba dulu sedikit tekanan. Jika pendarahan tidak berhenti setelah lima sampai tujuh menit tekanan konstan, hubungi  dokter.

Setelah tali pusar bayi terlepas, Ibu mungkin akan melihat adanya benjolan atau nodul lembab yang kemerahan di bekas tali pusar si bayi. Benjolan ini bisa jadi membesar dan kemudian mengempes. Ini disebut granuloma umbilikal. Hubungi dokter untuk mendapat pengobatan agar bagian itu mengering.

Baca juga : 5 Alasan Kenapa Bayi tidak Butuh Bantal saat Tidur

Tips merawat tali pusar bayi baru lahir

Cuci tangan dengan benar
Ibu harus memastikan tangan bersih dan terbebas dari kuman saat membersihkan tali pusar dan daerah yang berdekatan. Bersihkan tangan dengan pembersih ringan setiap kali Ibu memandikan bayi.  Hal ini juga berlaku untuk siapa saja yang menyentuh bayi selama fase ini.

Menahan diri dari penggunaan antiseptik
Ibu mungkin merasa menggunakan salep antiseptik atau lotion dapat menyebabkan tali pusar kering lebih cepat. Namun, kenyataannya penggunaan antiseptik akan menunda proses pengeringan.

Pengeringan dengan udara
Menggunakan udara untuk mengeringkan tali pusar adalah pilihan terbaik. Jadi, biarkan bayi tanpa popok selama beberapa waktu setiap harinya agar tali pusar bisa terekspos udara.

Membersihkan dengan baik
Adakalanya tali pusar bisa terkena kencing. Bila itu terjadi, cuci dengan menggunakan sedikit air hangat  dengan sedikit pembersih bayi. Bilas lagi dengan air bersih kemudian  keringkan dengan handuk lembut.

Menahan diri dari penggunaan minyak
Sementara memijat bayi dengan minyak alami dianggap baik, Ibu harus menahan diri  untuk tidak mengoleskan minyak sampai tali pusarnya terlepas.  Setelah lahir, daerah pusar tetap sangat sensitif dan mengoleskan minyak mungkin tidak sesuai. Hal ini dapat menyebabkan risiko infeksi.

Pakaian longgar
Jika Ibu menggunakan pakaian untuk bayi selain popok, pastikan memilihkan bayi pakaian yang longgar sehingga cukup ruang untuk membiarkan udara mengalir ke kulit. Ini akan memudahkan proses pengeringan tali pusar. Hindari menggunakan pakaian bayi satu potong.

Baca juga : Cara Menghilangkan Kutu dan Telur Kutu Rambut pada Anak dan Bayi 


Friday, October 13, 2017

9:32 AM

Ikan Kembung untuk Makanan Bayi


Salah satu jenis ikan yang baik untuk Mpasi bayi adalah ikan kembung. Jenis ikan ini sangat banyak terdapat di perairan Indonesia dan merupakan ikan dengan kualitas Omega 3 yang tinggi, bahkan melebihi ikan salmon.

Seperti yang kita lihat di chart gizi untuk bayi, ikan sudah bisa diberikan untuk bayi mulai dari umur 8 bulan, tetapi dengan catatan orangtua sang bayi tidak memiliki riwayat alergi. Sama halnya dengan ikan kembung ini.

Ikan kembung memiliki kandungan gizi yang tinggi sekaligus lebih murah dibanding beberapa ikan lain seperti salmon, tuna, tenggiri. Beberapa kandungan gizi yang terdapat dalam ikan kembung, di antaranya:

Komponen
Jumlah
Kalori
103 kal
Protein
22 g
Lemak
1 g
Karbohidrat
0 g
Kalsium
20 mg
Fosfor
200 mg
Besi
1 mg
Vitamin A
30 SI
Vitamin B1
0,05 mg
Vitamin C
0 mg
Air
76 g
b.d.d
80%
VRS (Volatile Reducing Substance)
54 mgrek

Sumber : Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI

Kandungan Asam Lemak Omega 3 dalam Ikan Kembung

Sebelumnya, Ibu bisa membaca mengenai ini di postingan tentang Asam Lemak Omega 3.

Salah satu bahan makanan yang mengandung Omega 3 adalah ikan. Salmon biasanya diidentikkan sebagai ikan dengan kandungan gizi tertinggi, termasuk kandungan Omega 3. Namun tentu saja tidak semua Ibu bisa mendapatkan ikan salmon karena harganya sangat mahal dan tidak dijual di sembarang tempat.


Nah, ternyata ikan kembung juga bisa dipakai alternatif pengganti salmon. Sebagai perbandingan, harga ikan salmon atau  Salmonidae sp. ini dipatok seharga Rp. 165.000 bahkan ada yang mencapai Rp 300.000 per kilonya. Sementara ikan kembung, Ibu bisa mendapatkannya dengan harga Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilonya.

Ikan kembung berkali-kali lebih murah dibanding dengan salmon.

Lalu, bagaimana dengan gizi?:

Kandungan Gizi ikan Salmon (100 gram)
100 gram ikan salmon mengandung energi 142 kkal, protein 19,84, lemak tak jenuh 6,343 gr, zat besi 0,80 gr, dan kalsium 12 gr.

Sedangkan dari 100 gr ikan kembung mengandung energi 162 kkal, protein 19,32gr, lemak tak jenuh 2,343 gr, zat besi 1 mg, dan kalsium 20 mg.

Sementara untuk kandungan Omega 3, ternyata ikan kembung memiliki kandungan yang lebih tinggi dibanding ikan salmon. Bahkan ikan kembung yang sudah diolah menjadi ikan asin dan ikan kemasan dalam kaleng masih memiliki kandungan omega 3 yang tinggi.

Jenis ikan
Asam lemak omega 3
Kembung
2,2
Tenggiri
2.6
Tuna
2,1
Sardin
1,2
Salmon
1,6
Makarel
1,9
Herring
1,9
Teri
1,4
Tongkol
1,5
Tawes
1,5


Baca juga : Menu Makanan Bayi Rumahan Sesuai Umur

Mpasi Ikan Kembung untuk Bayi

Perbandingan-perbandingan di atas cukup sebagai alasan bagi Ibu untuk memberikan ikan kembung untuk bayi (dan juga tanpa membuat uang belanjaan Ibu minus). Ibu bisa membuat berbagai olahan ikan kembung untuk bayi dan memastikan dia mendapatkan gizi yang cukup.

Cara memasak ikan kembung untuk bayi sangat mudah. setelah dibersihkan, ikan bisa dilumuri dengan air jeruk nipis agar tidak amis. Ukuran tulang yang besar juga semakin mudah untuk dipisahkan.



Beberapa resep olahan ikan kembung untuk bayi dan balita, di antaranya adalah:

Sup Ikan Kembung untuk Bayi

Sumber resep (https://www.ayahbunda.co.id)

Bahan:
  • 4 ekor ikan kembung ukuran sedang, bersihkan, potong menjadi dua
  • 600 cc air
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica
  • 1 cm jahe, memarkan
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 tangkai bawang daun, iris sepanjang 2 cm
  • 1 buah tomat merah, iris 2 x 2 cm
Cara membuat:
  • Didihkan air dalam panci. Masukkan ikan, masak selama 15 menit bersama garam, merica, jahe dan daun jeruk. Masukkan bawang daun dan tomat. Masak kembali selama 5 menit.
  • Angkat dari api. Sajikan selagi hangat.

Nasi Tim Ikan Kembung

Sumber resep (http://dapurbaby.blogspot.co.id)
Bahan-bahan:
  • 30 gram beras putih
  • 30 gram daging ikan kembung kukus
  • 20 gram jagung manis pipil
  • 200 ml kaldu sapi/ayam
  • 1/2 sendok teh irisan daun bawang
  • 1/4 sendok teh bawang putih cincang
  • 1 lembar daun jeruk purut
Cara membuat:
  • Siapkan panci kecil, masukkan kaldu sapi/ayam, beras dan jagung manis pipil.
  • Tambahkan daun jeruk purut, masak di atas api kecil hingga mendidih.
  • Masukkan daging ikan kembung kukus, bawang putih cincang dan irisan daun bawang, masak hingga air kaldunya tinggal sedikit.
  • Tuang ke dalam mangkuk kaca, lalu kukus hingga matang dan beras lunak, kurang lebih 30 menit.
  • Sajikan Nasi Tim Ikan Kembung ini kepada bayi Anda.

Bubur Nasi Ikan Kembung

Sumber resep (cookpad.com)

Bahan-bahan
  • 3 sendok makan nasi putih (kalau bisa nasi yang baru matang)
  • 1 ekor ikan kembung
  • 1/2 batang wortel
  • 2 lembar sawi
  • 2 siung bawang putih
  • 1 siung bawang merah
  •  2 cm jahe
  •  Daun salam
  •  Kaldu jamur (optional)
  • Unsalted Butter (Lurpak)
Cara membuat:
  • Cuci bersih ikan kembung,
  • Bersihkan wortel dan sawi, potong ukuran besar.
  • Geprek 1 siung bawang putih dan jahe.
  • Cincang halus 1 siung bawang putih dan bawang merah.
  • Kukus sawi, wortel dan ikan kembung (taruh daun salam, bawang putih geprek dan jahe di atas ikan). Kukus selama 30 menit.
  • Angkat semua bahan yang sudah matang di atas (plus bawang putih), lalu blender kasar. (Ingat pisahkan jahe)
  • Siapkan wajan/teflon, lumerkan butter, masukan irisan bawang dan tumis hingga harum.
  •  Masukkan air, nasi dan bahan yang sudah di-blender.
  • Masak kurang lebih 5-10mnt. (hingga nasi mengental dan berubah jadi bubur)
  • Terakhir, masukkan kaldu jamur sesuai selera.

Ikan Kembung Bumbu Kuning

Sumber resep: (cookpad.com)
Bahan-bahan
  • 1 siung bawang putih
  • 2 siung bawang merah
  • Ketumbar secukupnya
  • 1 lbr daun jeruk
  • 1 lbr daun salam
  • 1 ruas serai (geprek)
  • 1 ruas lengkuas (geprek)
  • 1 ruas jahe (geprek)
  • 1 ruas kunyit
  • Daun bawang pre secukupnya
  • 1 ekor ikan kembung
Cara membuat:
  • Haluskan bumbu : kunyit, ketumbar, duo bawang kemudian sangrai
  • Masukkan 150ml air matang, tunggu hingga mendidih lalu masukkan ikan masukkan daun bawang pre sebelum ikan terlalu matang
  •  Sajikan dengan nasi putih.

Puree Ikan Kembung Plus Sayuran Keju

Sumber: cookpad.com

Bahan-bahan
  • 1 ekor ikan kembung (dikukus)
  • 5 sdm beras (cuci bersih)
  • 1 buah wortel
  • 1 buah brokoli
  • 1 keju craft ceddar
  •  1 sdt margarin
  •  2 siung bawang merah
Cara Membuat:
  • Kukus ikan kembung sampai matang
  • Rebus sayuran seperti bawang, wortel, brokoli (Dinginkan sebentar setelagh matang)
  •  Masukan suwiran ikan kembung dan rebusan sayur, keju, bawang merah ke dalam blender. haluskan.
  • Masak beras hingga menjadi bubur, setelah setengah matang masukan bahan di atas, ke dalam rebusan bubur, masukan margarin, aduk aduk sampai matang

Abon Ikan Kembung (8 +)

Sumber : cookpad.com

Bahan-bahan:
  • 500 gr ikan kembung
  • 3 lbr daun salam
  • 3 siung irisan bawang putih
  • 1 siung irisan bawang merah
  • Jahe secukupnya,geprek
  • 5 siung bawang putih
  •  2 siung bawang merah
  • 1 ruas jari jahe
  • 1 sdt ketumbar
Cara membuat:
  •  Kukus ikan dengan daun salam, bawang yang telah diiris dan jahe geprek
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe dan ketumbar
  • Pisahkan tulang ikan kemudian suir-suir dagingnya.
  • Campurkan suiran daging ikan dengan bumbu halus,diamkan 30menit agar meresap
  • Panaskan teflon,sangrai dengan api sedang sampai benar-benar kering
  • Tunggu dingin,simpan dalam wadah kedap udara

Monday, October 2, 2017

10:21 AM

Khasiat Lemon untuk Bayi

Lemon sangat bermanfaat dan sehat untuk orang dewasa, tapi bagaimana untuk bayi? Apakah lemon boleh untuk bayi 6 bulan?

Salah satu buah jeruk yang paling penting adalah lemon.  Ukurannya besar. Saat matang, lapisan luarnya berubah menjadi kuning dan di dalamnya ada banyak jus dengan sedikit biji.

Lemon dipercaya berasal dari India, tumbuh di sisi barat negara ini. Buah ini umumnya tumbuh pada ketinggian 4000 kaki di atas permukaan laut. Pohon lemon tumbuh setinggi 6 meter dan ditandai dengan daun oval yang berkembang dari warna kemerahan menjadi hijau gelap saat tumbuh. Buahnya oval dan kulitnya berwarna kuning. Dagingnya terdiri dari sekitar delapan sampai 10 segmen dan seringkali pahit.

Meski rasanya pahit, lemon mengandung sekitar 71% kebutuhan vitamin C sehari-hari. bagian yang sering digunakan adalah air atau jusnya. Lemon mengandung kandungan asam sitrat tertinggi di antara sayuran yang membantu metabolisme energi sel kita.

Umur Berapa Bayi Boleh Diberi Lemon?

Kebanyakan orang tua merasa ragu untuk memberi balita dan anak-anak mereka jus lemon karena rasanya yang asam. Selain itu, ada beberapa anak yang juga alergi dengan buah ini. Untuk itu, bayi hendaknya baru bisa diberi buah lemon saat umurnya delapan hingga sepuluh bulan, itu pun sebaiknya dalam bentuk jus yang tipis. Jangan tawarkan irisan lemon secara langsung karena kandungan asam askorbat dalam lemon dapat merusak email di gigi bayi dan menyebabkan gigi sensitif.

Rasa
Bayi secara alami tertarik pada makanan dengan rasa ringan dan manis, yang merupakan salah satu alasan dokter anak sering merekomendasikan pisang, sereal beras, persik, ubi jalar dan saus apel sebagai makanan pertama. Bayi mungkin ridak akan menyukai lemon jika Ibu menawarinya.

Alergi
Beberapa anak memiliki kepekaan terhadap asam dalam lemon, yang bisa mengakibatkan reaksi alergi. Saat pertama kali memperkenalkan lemon ke si kecil, pastikan untuk menyajikannya sendiri atau dengan makanan lain yang bisa  dinikmati anak. Lebih baik jika Ibu menunggu tiga hari jika ingin memberikan makanan baru setelah menyajikan lemon untuk anak, sehingga bisa mengantisipasi alergi.

Menurut Maple Avenue Pediatrics, terutama jika Ibu  memiliki riwayat keluarga alergi makanan, maka sebaiknya tunda pemberian lemon hingga anak berumur setahun.

Alergi ini bermanifestasi sebagai ruam popok atau ruam di sekitar mulut dan bibir. Jika Ibu melihat ini pada anak, segera bawa dia ke dokter. Selain itu, asam yang ditemukan dalam makanan sitrus dan dikenal sebagai asam sitrat, bisa sangat menyulitkan sistem pencernaan bayi dan juga dapat memperburuk refluks gastroesophageal, atau GER.

Baca juga : Jus Jeruk buat Bayi, Amankah?


Manfaat kesehatan lemon untuk Bayi dan Balita

Ada beberapa keuntungan memberi anak jus lemon. Yang menonjol di antara mereka adalah:

Rehidrasi tubuh selama musim panas: Selama musim yang panas, ada gunanya memberi jus lemon kepada anak-anak, untuk memasok tubuh dengan mineral dan vitamin yang diperlukan.

Menyembuhkan masalah pencernaan: Jika anak menderita masalah yang berkaitan dengan pencernaan, jus lemon bisa menyembuhkannya. Keasaman jus lemon mengandung khasiat yang bisa membantu membunuh cacingan. Selain itu, jika anak menderita konstipasi, biliousness atau dispepsia, jus lemon akan membantunya agar segera sembuh.

Scurvy: Penyakit mulut dan kulit ini terjadi saat ada kekurangan vitamin C dan asam askorbat dalam tubuh. Dengan memberi anaka dua sendok makan jus lemon yang diinfuskan dengan air, dua sampai tiga kali sehari, dia akan pulih sepenuhnya dari penyakit kudis.

Mengatasi diare: Jika bayi atau anak Ibu diare, Ibu harus berkonsentrasi untuk meningkatkan kadar air di tubuhnya. Tentu saja, Ibu akan memberinya obat rehidrasi oral, tapi Ibu juga bisa menambahkan satu sendok makan jus lemon yang diencerkan dalam segelas air. Tambahkan sedikit gula dan garam ke dalamnya dan biarkan dia menyesapnya perlahan.

Meningkatkan imunitas: Lemon kaya akan vitamin C, yang ideal untuk sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita dari mikroba yang menyebabkan infeksi dan penyakit. Karena anak-anak sangat rentan terhadap penyakit karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum berkembang, maka memberi anak jus lemon yang sudah diencerkan bisa meningkatkan kekebalan tubuh mereka.

Membantu mengendalikan muntah: Jika anak mengalami gangguan pencernaan kronik, gangguan saraf dan refluks perut, gejala ini dapat dikurangi secara signifikan dengan memberi 1/2 sendok teh jus lemon dengan satu sendok madu.

Membantu dalam pengobatan tonsilitis: sendok teh jus lemon dengan segelas air hangat dan satu sendok makan madu bisa membantu anak menyembuhkan amandel.

Baca juga : Alergi Makanan pada Bayi dan Balita

Resep limun

Selain dalam bentuk jus, Ibu juga bisa memberikan lemon untuk anak dalam bentuk limun. Sediakan sebutir lemon berukuran besar dengan 40 ml-50 ml jus. Tambahkan sekitar 50 gm gula dan dua gelas air, lalu aduk rata. Ibu bisa memberikannya langsung, atau mendinginkannya terlebih dahulu di kulkas.

Kandungan Gizi Lemon

Menurut United States Department of Agriculture’s National Nutrient Database for Standard Reference, berikut adalah komponen nutrisi yang terkandung dalam lemon.

Komponen Gizi Nilai per 100 g Komponen Gizi Nilai per 100 g  
air 88,98 gm Energi 29 kkal
Protein 1,10 gm Lipid total 0,30 gm
Karbohidrat 9,32 gm Serat 2,8 gm
Gula 2,50 gm Kalsium 26 mg
Besi 0,60 mg Magnesium 8 mg
Fosfor 16 mg Kalium 138 mg
Sodium 2 mg Seng 0,06 mg
Vitamin C 53 mg Thiamin 0,040 mg
Riboflavin 0,020 mg Niasin 0.100 mg
Vitamin B6 0,080 mg Folat 11 ug
Vitamin A 22 IU Vitamin E 0,15 mg