Friday, December 29, 2017

10:57 AM

Manfaat Ikan Tuna untuk Mpasi Bayi

Ikan bisa menjadi bagian sehat dari makanan bayi segera setelah dia diperkenalkan dengan Mpasi. Selain ikan kembung, Ibu bisa mencoba ikan tuna untuk Mpasi bayi. Nah, apa saja manfaat yang bisa Ibu dapatkan dengan memberi ikan tuna untuk bayi?

Kapan Mengenalkan Ikan tununa untuk Mpasi Bayi?

Masing-masing orangtua memiliki gagasan berbeda dalam mengenalkan tuna pada anak.  Berdasarkan chart makanan, ikan tuna dan ikan secara umum sudah oleh dikenalkan pada bayi mulai umur 8 bulan.  Namun sebelum memberikan jenis ikan ini, ada baiknya Ibu memeriksa riwayat alergi yang dimiliki keluarga. Alergi makanan bisa bersifat genetik. Karena itu, periksa apakah tidak ada anggota keluarga yang alergi terhadap ikan sebelum mulai memberikannya kepada anak.
Jika tidak ada alergi dalam keluarga,  Ibu bisa mengenalkan ikan tuna sejak bayi berusia 8 bulan.

Manfaat Kesehatan Ikan Tuna untuk Mpasi Bayi

Tuna menawarkan protein tanpa kandungan lemak jenuh tinggi. Ikan ini juga tinggi asam lemak omega-3 dan vitamin B. Omega-3 ditemukan pada ikan, membantu perkembangan otak pada bayi dan anak-anak. Asam lemak membantu melindungi jantung dengan menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Baca juga: Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Tuna merupakan makanan yang sarat akan gizi dan nutrisi. Selain itu,  tuna juga mengandung lemak jenuh rendah sehingga bisa dijadikan sumber protein yang sangat baik. Bila diberikan kepada anak secukupnya, makanan tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa, seperti:
 
Mencegah Obesitas: Obesitas pada masa kanak-kanak menjadi perhatian utama kebanyakan orang tua. Asam lemak omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna mengurangi risiko obesitas sehingga meningkatkan respon insulin tubuh. Asam lemak omega-3 merangsang hormon yang disebut leptin, penting untuk menjaga metabolisme yang sehat dengan mengatur berat badan dan asupan makanan.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Sistem kekebalan tubuh adalah bagian penting tubuh dan merupakan bagian integral untuk melawan penyakit dan  infeksi. Selenium yang terkandung dalam tuna bertindak sebagai antioksidan yang bekerja untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Vitamin B: Tuna mengandung  Vitamin B yang membantu membangun dan memelihara sel darah merah dan meningkatkan energi. Vitamin larut air ini meningkatkan tingkat metabolisme tubuh, sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

Tingkat Energi: Vitamin B kompleks yang ditemukan dalam ikan tuna diketahui memberikan beragam manfaat kesehatan. Vitamin ini biasanya bekerja untuk memperbaiki metabolisme dan meningkatkan efisiensi sistem organ sehingga memberikan dorongan pada tingkat energi. Konsumsi ikan tuna secara teratur dapat memastikan anak menjadi energik, aktif, dan sehat.

Protein: Daging dan telur dianggap sebagai sumber protein tertinggi. Nah, bagaimana dengan ikan? Kandungan protein adalah salah satu nutrisi yang sangat penting bagi tuna. Ini sarat dengan protein dan karena itu membantu menjaga otot tetap kuat. Selain itu, protein juga baik untuk kulit, rambut, darah, dan kuku.

Baca juga: Menu Makanan Bayi Mpasi 6 Bulan - 8 Bulan

Tindakan Pencegahan

Saat mengenalkan ikan tuna untuk mpasi bayi, ada beberapa tindakan pencegahan yang harus dilakukan untuk memastikan pertumbuhan yang sehat. Beberapa yang penting tercantum di depan:
Masak secara menyeluruh: Meski Sushi rasanya enak untuk orang dewasa, ceritanya sedikit berbeda jika untuk anak-anak. Hindarkan memberi ikan mentah untuk  bayi dan anak. Pastikan tuna yang Ibu sajikan dimasak dengan benar untuk menghindari risiko bakteri. Selain itu, pastikan tidak ada tulang pada ikan untuk menghindari bahaya tersedak. Jika tidak bisa memberi tuna segar, Ibu bisa mencoba tuna kalengan untuk bayi.

Kombinasikan dengan sayur

Pastikan menyediakan makanan terbaik untuk bayi dengan menggabungkan tuna dengan potongan kecil sayuran yang sudah menjadi puree. Ini akan memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi dan mineral yang cukup. Apalagi jika bayi sudah nyaman dengan sayuran, maka akan mendorongnya untuk makan tuna juga.
'

Sajikan secara teratur

Sangat jelas bahwa bayi tidak bisa makan sekaleng tuna secara keseluruhan. Karena itu, hanya menawarkan ½ dari makanan bisa menjadi jumlah yang tepat. Seorang anak seberat 20 pon dapat dengan aman memiliki satu kaleng tuna setiap tiga minggu.
Amati tanda Alergi: Ibu tidak akan tahu apakah bayi menderita alergi tuna atau tidak sebelum Ibu memberikannya tuna untuk mpasi bayi.  Karena itu, setelah bayi memakan tuna maka amati gejala alergi seperti ruam atau pembengkakan pada bibir, lidah, atau wajah. Bayi yang napasnya bersuara dan an muntah dengan perut kram kemungkinan besar berhubungan dengan alergi makanan, khususnya setelah makan tuna. Jika demikian, sebaiknya segera hubungi dokter dan hindari tuna untuk anak lagi.

Merkuri 

Kekhawatiran terbesar memberi makan ikan tuna adalah paparan merkuri. Merkuri adalah logam yang ditemukan secara alami dan sebagai produk dari beberapa proses manufaktur. Bila partikel atau uap air raksa masuk ke air dan bersentuhan dengan bakteri, itu berubah menjadi zat yang bisa diserap oleh ikan yang hidup di air itu.

Federal Food and Drug Administration (FDA) menyarankan untuk menghindari hiu, ikan todak, raja makarel, tilefish.  Ikan tersebut memiliki kandungan merkuri tertinggi. Tapi untuk anak-anak, FDA mengatakan bahwa aman untuk konsumsi dua sampai tiga porsi makanan yang sesuai dengan dosis rendah merkuri per minggu.

Ada berbagai jenis tuna dan beberapa memiliki merkuri lebih banyak dibanding yang lain. Misalnya, albacore atau "tuna putih" memiliki kadar merkuri yang lebih tinggi. Environmental Protection Agency (EPA) mencantumkan tuna kaleng sebagai pilihan ikan dengan kadar merkuri rendah.

Baca juga : Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Resep Ikan Tuna untuk Mpasi Bayi

Jika Ibu ingin menyiapkan mpasi sendiri, masukkan tuna ke dalam blender. Ibu bisa menghaluskannya dengan konsistensi seperti yoghurt. Pilihan lainnya adalah untuk mencampurkan tuna dengan alpukat, atau bubur bayi. Namun perlu diingat: Ibu hanya harus mencoba resep  kombinasi setelah masing-masing bahan aman diberikan.

Mash Tuna, Kentang, Tomat & Bayam

Bagus untuk Mpasi bayi umur 6-9 bulan, 9-12 bulan


Bahan:
  • 1 daun bawang, iris
  • 300 g kentang, kupas & potong bentuk kubus
  • Sedikit butter
  • 1 x 160 g tuna kalengan, tiriskan ikan dari minyaknya.
  • 50 g bayam bayi, cincang kasar
  • 1 tomat, cincang kasar
  • Keju keju Cheddar 50 gr, parut

Cara Memasak:
  • Masukkan daun bawang dan kentang ke dalam panci. Tutup dengan air. Rebus selama 15 menit hingga kentang empuk. Tiriskan dan haluskan.
  • Lelehkan mentega dalam panci, tambahkan bayam, aduk hingga layu. Tambahkan kentang, daun bawang dan sisa bahan lainnya.
  • Aduk merata sampai keju meleleh. Angkat dan dinginkan.



Sunday, December 24, 2017

8:44 PM

Menu Makanan Bayi MPASI 6 Bulan – 8 Bulan

Mpasi 6 bulan -  bayi sudah berusia 6 bulan dan saatnya untuk Mpasi. Ibu pasti merasa bersemangat dan juga tegang pada saat yang bersamaan. Beberapa Ibu juga rajin mencari resep-resep makanan bayi umur 6 bulan dan bahkan membuat jadwal makan. Namun Ibu harus ingat, memberi makan bayi kadang bisa membuat frutrasi, maka lakukanlah dengan perlahan.

Nah, bagaimana Ibu tahu bahwa bayi sudah siap untuk makanan pertamanya?

Beberapa dokter anak memang menyarankan bayi diberi makanan padat di umur 6 bulan, tergantung dari kesiapan bayi dan juga kebutuhan nutrisinya. Nah bagaimana Ibu tahu bahwa si kecil sudah siap?

Baca selengkapnya di Kapan Bayi Siap untuk Mpasi Pertamanya?

Bahan Makanan Mpasi 6 Bulan untuk Bayi

Pertanyaan pertama yang dihadapi oleh para Ibu menjelang mpasi bayi adalah jenis makanan. Nah, makanan apa saja sih yang sudah boleh diberikan pada bayi berumur 6 bulan?
Sebagai acuan, berikut bagan bahan makanan yang direkomendasikan untuk mpasi 6 bulan.




UMUR & TAHAP
Seperti rekomendasi banyak dokter anak, sebaiknya Ibu menunggu hingga bayi berumur 6 bulan untuk memberinya makanan padat. Beberapa dokter, sesuai dengan kondisi tertentu juga merekomendasikan makanan padat mulai sekitar usia 4 bulan.

Bayi 6 Bulan Boleh Makan Apa Saja?

Susu

Ini adalah makanan utama bayi 6 bulan. Lanjutkan ASI atau susu formula untuk bayi karena merupakan sumber nutrisi utama untuk bayi sampai satu tahun. Menyusui setiap dua atau tiga jam atau sesuai permintaan. Sebagai alternatif, tawarkan 24-37 ons susu formula setiap hari.

SEREAL

Sereal merupakan padatan pertama yang ideal, aman dan juga mudah dimasak. Di usia 6 bulan, bayi bisa coba diberikan sereal dari beras (bubur) atau dari oatmeal.

BUAH-BUAHAN

Apel, alpukat, aprikot, pisang, mangga, nektarin, buah persik, pepaya, pir, plum, plum, dan labu adalah makanan pertama yang bagus untuk bayi. Mulailah dengan puree tunggal (pastikan kupas buah dan hilangkan biji) untuk mengetahui reaksi alergi. Kemudian cobalah membuat kombinasi buah dan sereal untuk bahan makanan yang sudah lulus uji alergi.

Sayuran

Bayi sudah bisa mencerna sayuran rebus dan tumbuk seperti kacang (hijau), wortel, ubi jalar, squash, kacang hijau, dan kentang. Kombinasi sayuran sangat bagus untuk ditawarkan pada mpasi 6 bulan bayi. Pastikan semua sayuran telah ditawarkan sebelumnya tanpa reaksi sebelum mencampurkannya dengan bahan lain. Setelah 8 bulan, Ibu juga bisa menawarkan potongan sayur matang dalam bentuk dadu atau memanjang sebagai makanan jari.

PROTEIN 

Ibu bisa menambahkan daging unggas yang direbus dan dihaluskan untuk Mpasi 6 bulan. Pastikan untuk membuang tulang saat menyajikan makanan ini. Banyak dokter anak sekarang merekomendasikan daging sebagai makanan pertama karena kandungan zat besinya.
Ibu juga mencoba untuk memberinya tofu, pastikan tofu yang dipilih hanya mengandung kedelai, tanpa telur atau perasa lainnya.

Produk Olahan Susu


Sekitar umur 8 bulan,  Ibu bisa menawarkan yogurt susu murni dan keju ringan untuk bayi. Banyak dokter anak bahkan menyarankan yoghurt sebagai makanan pertama yang hebat sejak usia 6 bulan. Campur sedikit yogurt dengan pure buah favorit untuk sarapan pagi.

Baca juga : Manfaat Yogurt untuk Makanan Bayi

Baby Led Weaning 

Semakin banyak orang tua memilih untuk melewatkan makanan tradisional dari bayi dan memilih Baby Led Weaning sebagai metode untuk mengenalkan makanan padat.  Baby Led Weaning berarti menawarkan makanan bayi  (sesuai usia) yang dimasak dengan lembut dan dipotong kecil-kecil agar mudah diatur. Makanan ini kemudian diberikan kepada bayi  untuk dimakan.  Memasak, memotong dan menawarkan makanan adalah urusan Ibu, sementara memakannya adalah urusan bayi. Jadi Ibu akan membiarkan bayi makan sendiri.

Seperti menyusui sesuai permintaan, Baby Led Weaning adalah metode untuk mengenalkan makanan padat yang memberi bayi kesempatan untuk menentukan kapan dia mau makan dan berapa banyak porsi yang si kecil mau.

Porsi Makan Mpasi 6 bulan – 8 bulan untuk Bayi

Saat Mpasi 6 bulan, yang artinya bayi baru memulai belajar makan makanan padat, mulailah dengan memberi satu jenis makanan dalam sekali waktu (terutama yang pertama) dan coba makanan baru setiap 2-4 hari. selanjutnya, tingkatkan porsi dan jadwal makan bayi secara perlahan. mulailah hanya dengan 1-2 sendok teh makanan, sehari sekali dan tingkatkan secara perlahan.

Jika Ibu menggunakan metode BLW, bayi mungkin hanya berhasil mendapatkan beberapa potong makanan ke mulutnya. Ibu tidak perlu khawatir jika anak belum bisa menghabiskan makanannya. Ingatlah bahwa ini adalah pengalaman baru untuk bayi.

Setelah bayi terbiasa dengan makanan padat, maka Ibu sudah bisa meningkatkan porsinya secara perlahan. Ingat untuk selalu memberi ASI atau formula agar bayi tidak kekurangan nutrisi.
Banyak orang tua yang menemukan bayi akan melepeh makanan dari mulut pada percobaan pertama. Ibu jangan khawatir karena hal ini normal dan mungkin bayi memang belum siap untuk makanan padat. Ibu bisa mencobanya satu minggu kemudian.



Jadwal Makan Bayi 6 Bulan

Pada minggu pertama, Ibu mungkin sebaiknya memberi makan bayi sehari sekali. Kemudian, ketika pengalamannya semakin banyak dan umurnya bertambah, Ibu bisa memberinya makan lebih sering. Sebagai contoh, Ibu bisa merancang bagan makanan bayi pada baris berikut:



Waktu bangun tidur
      • Formula atau ASI. Lanjutkan menyusui untuk sisa hari itu.
Sarapan pagi (7: 30-8: 00)
      • Puree buah atau puree sayuran
Makan siang (11: 30-12: 30)
      • Sereal seperti bubur, barley atau gandum
Makanan ringan (3: 30-4: 00)
      • Puree buah atau sayuran
Makan malam (jam 6 sampai 7 malam)
      • Sayuran, campuran buah atau biji-bijian

Cara Memulai Memberi Makanan Padat

Saat bayi sudah siap untuk mencoba makanan padat, pilih waktu ketika bayi dalam keadaan baik. Usahakan agar dia tidak sedang lelah atau rewel. Jangan juga biarkan bayi terlalu lapar agar dia tidak kesal. Ibu bisa menyusui dia terlebih dahulu, tetapi jangan terlalu kenyang. Setelahnya baru coba tawarkan makanan padat.

Dudukkan bayi di pangkuan atau di kursi bayi dalam posisi tegak lurus. Sebagian besar makanan bayi pertama adalah sereal tunggal yang dicampur dengan air susu ibu atau susu formula. Tempatkan sendok di dekat bibir bayi, dan biarkan bayi mencium aromanya. Jangan kaget kalau sendok pertama ini ditolak. Tunggu sebentar dan coba lagi. Sebagian besar makanan yang ditawarkan kepada bayi pada usia ini biasanya akan berakhir di dagu bayi, celemek atau malah pada kursi. Sekali lagi, ini  baru perkenalan.

Jangan menambahkan sereal ke botol bayi kecuali jika dokter menginstruksikan itu. Hal ini bisa menyebabkan bayi menjadi kelebihan berat badan dan tidak membantu bayi untuk belajar cara makan makanan padat.

Begitu si kecil bosan dengan sereal dari sendok, mungkin sudah saatnya mengenalkan puree buah, sayur dan daging. Urutan bahan makanan ini tidak terlalu penting, bisa diacak, tetapi usahakan untuk mengenalkan hanya satu jenis puree selama tiga hari untuk melihat reaksi alergi.

Bayi juga mungkin perlu sedikit waktu untuk "belajar" bagaimana cara makan makanan padat. Selama bulan-bulan ini, Ibu masih akan memberikan ASI dan susu formula biasa, jadi jangan khawatir jika bayi menolak makanan tertentu pada awalnya atau sepertinya tidak tertarik.  Bayi juga butuh proses.

Makanan yang harus Dihindari MPASI 6 Bulan

Anak-anak berisiko tinggi terkena alergi makanan jika satu atau lebih anggota keluarga dekat memiliki alergi atau kondisi alergi, seperti alergi makanan, eksim, atau asma. Bicaralah dengan dokter tentang riwayat keluarga alergi makanan.

Pada beberapa anak, potensi alergi biasanya berkembang ketika mereka makan kacang tanah. Jadi tunda dulu pemberian makanan ini pada bayi atau bicarakan pada dokter sebelum memutuskan untuk menambahkan kacang tanah pada bayi.

Kemungkinan tanda alergi makanan atau reaksi alergi meliputi:
  • Ruam
  • Kembung atau peningkatan gas dalam perut.
  • Diare
  • Muntah
Untuk reaksi alergi yang lebih parah, seperti gatal-gatal atau kesulitan bernapas, segera dapatkan bantuan medis. Jika anak memiliki jenis reaksi terhadap makanan, jangan menawarkan makanan itu lagi sampai Ibu berbicara dengan dokter.

Juga, jangan beri madu sampai setelah ulang tahun pertama bayi. Madu mungkin mengandung spora tertentu yang, meski tidak berbahaya bagi orang dewasa, dapat menyebabkan botulisme pada bayi. Dan jangan berikan susu sapi secara teratur sampai bayi berumur lebih dari 12 bulan karena tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Baca juga : Bahaya Madu untuk Bayi di Bawah 1 Tahun

Tip untuk Memperkenalkan Mpasi 6 Bulan untuk pada Bayi

Dengan alasan kesibukan, kebanyakan orang tua memilih makanan bayi yang disiapkan secara komersial. Makanan bayi instan ini hadir dalam bentuk kecil yang praktis dan produsen harus memenuhi pedoman keamanan dan gizi yang ketat. Hindari merek dengan tambahan rasa, gula dan garam. Jika Ibu berencana menyiapkan makanan bayi sendiri di rumah, maka berikan dalam bentuk puree.

Beberapa tip yang perlu Ibu perhatikan, di antaranya:
  • Lindungi bayi dan keluarga yang lainnya dari penyakit yang diakibatkan oleh makanan yang tidak sehat, serta ikuti peraturan pengolahan pangan yang ada (termasuk mencuci tangan dengan baik).
  • Cobalah untuk menjaga nutrisi dalam makanan bayi dengan menggunakan metode memasak yang paling tepat dan mampu mempertahankan vitamin dan mineral. Cobalah mengukus atau memanggang buah dan sayuran, bukan merebus yang menghilangkan nutrisi. (Baca : Metode Memasak Makanan Bayi) 
  • Bekukan sisa bagian makanan bayi yang berlebih. Usahakan untuk membuat porsi yang tepat dan simpan. Jangan menyimpan sisa dari porsi yang tidak habis dimakan bayi. (Baca : Penyimpanan Mpasi Bayi)
  • Jangan memberikan dengan makanan rumah berbahan bayam, kacang hijau, labu, atau wortel pada bayi yang berumur kurang dari 4 bulan. Ini bisa mengandung nitrat tingkat tinggi, yang bisa menyebabkan anemia pada bayi. (Baca juga : Bayam untuk Makanan Bayi)
  • Apakah Ibu membeli makanan bayi atau membuatnya sendiri, ingatlah bahwa tekstur dan konsistensi itu penting. Pada awalnya, bayi harus memiliki makanan dengan ramuan tunggal.
  • Setelah Ibu berhasil mencoba puree tunggal untuk bayi, maka setelah itu Ibu bisa mencoba menawarkan campuran murni dua makanan. Bila anak berusia 9 bulan, tekstur yang kasar sudah bisa diberikan. (Baca juga : Tekstur makanan bayi)
  • Usia 6 bulan juga merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan cangkir. Belilah cangkir dengan gagang besar dengan tutup  ("cangkir sippy") dan ajarkan bayi cara menahan dan meminumnya. Ibu mungkin perlu mencoba beberapa cangkir berbeda untuk menemukan yang sesuai untuk anak. Untuk pertama, isi cangkir dengan air agar tidak berantakan.
  • Ibu juga bisa memberikan jus pada bayi 6 bulan. Tapi jangan beri campuran gula, usahakan hanya jus buah murni. Jangan beri jus dalam botol dan ingatlah untuk membatasi jumlah jus minuman bayi hingga kurang dari 4 ons total (120 ml) sehari. Terlalu banyak jus bisa menambah kalori ekstra tanpa nutrisi ASI atau formula. Minum jus terlalu banyak dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebihan dan bisa menyebabkan diare.
  • Tujuan Ibu selama beberapa bulan ke depan adalah mengenalkan berbagai jenis makanan, termasuk sereal, buah-buahan, sayuran, dan daging yang diperkaya zat besi. Jika bayi sepertinya tidak menyukai makanan tertentu, coba lagi di kemudian hari. Diperlukan beberapa percobaan sebelum anak-anak menyukai beberapa jenis makanan.

Resep Makanan Bayi 6 -8 Bulan

Beberapa resep makanan bayi 6 bulan bisa dilihat di : Resep Makanan Bayi 6 Bulan

Tuesday, December 19, 2017

10:11 AM

Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak


Apakah Ibu sedang mencari referensi makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak? Jika iya, maka artikel berikut barangkali bisa membantu.

Seperti kita tahu, tiga tahun pertama kehidupan seorang anak penting untuk perkembangan otaknya. Makanan otak untuk bayi membantu mendukung perkembangan otak. Bayi berpikir, bereaksi dan juga memecahkan masalah, bahkan di umurnya yang baru 7 bulan. Kegiatan seperti bermain game, mendengarkan musik dan membiarkan dia menjelajahi sekitarnya mendorong fungsi sel-sel otak. Karena itu, untuk mendukung perkembangannya, Ibu harus memenuhi nutrisi otaknya.

Makanan Bayi 7 Bulan Untuk Kecerdasan Otak


Apa saja bahan makanan yang bisa memenuhi nutrisi otak bayi umur 7 bulan Ibu? berikut daftarnya.

Air Susu Ibu
ASI memiliki semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dan dalam jumlah yang tepat. Sejauh ini, dokter memproklamirkannya sebagai makanan otak utama, dengan menyebutkan bahwa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi ASI memiliki keunggulan IQ 8 poin dibandingkan anak-anak yang diberi susu formula.

Selain menjadi sumber vitamin, mineral, protein, dan lemak esensial yang sangat baik, ASI juga akan membantu pertumbuhan anak sehingga memiliki perkembangan yang tepat. ASI  juga memiliki antibodi dari tubuh Ibu yang akan membantu pertahanan alami bayi  terhadap beberapa jenis penyakit tertentu. ASI memberi segalanya yang dibutuhkan bayi untuk membangun otak yang sehat dan tumbuh dengan baik selama enam sampai dua belas bulan pertama kehidupan.

Susu dan Yogurt Yunani

Pada beberapa anak, yogurt yunani sudah bisa diberikan mulai umur 6 bulan. Produk olahan susu ini berguna sekali  untuk meningkatkan kekuatan otak anak.  Yogurt hangat membuat membran selaput otak agar tetap lentur sehingga mampu membantu otak mengirim dan menerima informasi.  Vitamin B kompleks dalam yogurt yunani diperlukan untuk pertumbuhan jaringan otak dan neurotransmitter.

Baca selengkapnya di Manfaat Yogurt untuk Makanan Bayi

Sayuran Berwarna-warni
Jangan abaikan sayuran, ini merupakan makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan anak yang hebat dan juga terjangkau.  Sayuran yang kaya akan gizi dan juga warna ini adalah sumber antioksidan yang sangat baik. Antioksidan membantu menjaga sel otak agar tetap sehat. Beberapa sayuran terbaik untuk otak adalah ubi jalar, labu, dan wortel. Sayuran berdaun hijau seperti kale, bit Swiss, bayam dan kubis hijau kaya akan folat, yang melindungi anak dari penurunan fungsi otak. Kale mengandung Sulforaphane dan Diindolylmethane yang membantu pertumbuhan sel otak.

Alpukat:
Alpukat bermanfaat bagi kesehatan otak. Buah ini adalah sumber lemak tak jenuh yang meningkatkan aliran darah ke otak. Makanan ini juga mengandung asam oleat, yang melindungi myelin. Myelin membantu informasi perjalanan dengan kecepatan 200 mil per jam. Kadar vitamin B kompleks yang tinggi pada alpukat mengurangi risiko hipertensi pada bayi.


Biji-bijian utuh:
Seluruh biji-bijian meningkatkan konsentrasi pada bayi dengan menyediakan suplai energi konstan dari otak mereka. Biji-bijian seperti  kacang hijau  memiliki indeks glisemik rendah dan perlahan melepaskan glukosa ke dalam aliran darah, menjaga agar anak tetap waspada sepanjang hari. Biji-bijian ini juga mengandung folat, yang penting untuk berfungsinya otak.

Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak


Oatmeal:
Makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak  selanjutnya adalah oatmeal. Sebuah studi mengungkapkan bahwa anak-anak yang makan gandum untuk sarapan pagi secara signifikan lebih baik dalam tugas yang mengevaluasi memori spasial. Oat kaya vitamin E, seng dan vitamin B kompleks. Kandungan seratnya yang tinggi memberi anak-anak energi yang mantap.

Pisang
Pisang adalah karbohidrat penguat energi yang sangat baik. Mengonsumsi pisang sebagai camilan akan membantu anak mempertahankan tingkat energi dan konsumsinya sepanjang pagi. Sertakan pisang di sarapan pagi bayi.

Baca juga : Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Apel dan Plum
Dua jenis buah ini sudah boleh diberikan pad abayi sejak umur 6 bulan, karena itu bagus sekali jika digunakan sebagai makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak. Apel dan plum mengandung kuersetin, antioksidan yang bisa melawan penurunan kemampuan mental. keduanya bisa disajikan dalam bentuk puree, atau dicampur dengan bahan makanan lain.

Demikian bahan-bahan makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak yang bisa Ibu coba. Ibu bisa memberikannya dalam bentuk puree tunggal atau kombinasi.

Wednesday, December 13, 2017

8:41 AM

Mangga untuk Mpasi Bayi dan Cara Membuat Puree Mangga

Musim buah datang dan persediaan mangga melimpah. Jika Ibu punya bayi, tentu terpikir kalau ingin memberi puree mangga untuk Mpasi si bayi. Namun sebelumnya, banyak pertanyaan yang membuat Ibu sampai ke artikel ini. Apakah buah mangga bagus untuk bayi? Lalu jenis mangga untuk Mpasi yang bagus itu dari mangga varian apa?

Mangga (juga makanan lain yang mengandung vitamin C) akan membantu bayi untuk menyerap lebih banyak zat besi dari  makanan yang dikonsumsinya. Jadi Ibu tidka perlu khawatir untuk menghidangkan mangga bersamaan dengan daging dan makanan kaya zat besi lain.

Apakah Buah Mangga Bagus untuk Bayi?

Mangga merupakan buah yang mengandung sejumlah besar vitamin, mineral, dan karbohidrat jadi bagus untuk bayi. Usia rata-rata yang disarankan untuk mengenalkan mangga pada bayi adalah antara umur 8 dan 10 bulan. Beberapa orangtua memberikan mangga bahkan sejak umur 6 bulan, tetapi sangat disarankan untuk konsultasi dengan dokter mengenai hal itu.

Beberapa nutrisi yang terkandung dalam buah mangga:
NUTRITION FACTS
Serving size: 165g
Amount Per Serving
Calories    107
Calories from Fat    4

% Daily Value*
Total Fat 0g
1%
Saturated Fat 0g
1%
Trans Fat

Cholesterol 0mg
0%
Sodium 3mg
0%
Total Carbohydrate 28g
9%
Dietary Fiber 3g
12%
Sugars 24g

Protein 1g

Vitamin A    25%
Vitamin C    76%
Calcium    2%
Ironvitamin    1%
*Persen Nilai Harian didasarkan pada diet 2.000 kalori. Nilai harian Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori Anda.
sumber: nutritiondata.self.com

Manfaat Buah Mangga untuk Mpasi Bayi

Sementara itu, sejumlah manfaat juga terkandung dalam buah mangga.  Beberapa di antaranya termasuk:

Pencernaan
Buah mangga mengandung biokimia dan enzim seperti terpen, ester, dan aldehida yang membantu meningkatkan pencernaan. Buah ini kaya akan serat, dan membantu mengatasi konstipasi.

Penglihatan

Mangga matang adalah sumber vitamin A terbaik, yang dibutuhkan oleh bayi untuk pengembangan penglihatan. Penglihatan bayi baru lahir tidak begitu banyak berkembang seperti manusia dewasa. Efisiensi penglihatan mereka berkembang selama pertumbuhan mereka di bulan-bulan berikutnya. Buah mangga ini juga mengandung vitamin C dan B, zat besi, potasium, dan protein.

Anti mikroba

Mangga meningkatkan fungsi epitel di tubuh dan mengurangi serangan mikroba. Kemungkinan bayi untuk terkena flu biasa, sinusitis dan rinitis akan berkurang jika dia mengkonsumsi mangga. Buah asam rendah ini tidak menambah refluks bayi.

Imunitas

Mangga kaya akan betakaroten. Karotenoid membantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh, membantu meningkatkan tingkat kekebalan tubuh. Buah ini memainkan peran penting dalam mencegah penyakit jantung dan kanker.

Perkembangan otak

Mengkonsumsi mangga memperbaiki fungsi otak, karena kaya akan vitamin B6. Buah ini juga mengandung asam glutamin yang membantu dalam meningkatkan ingatan dan konsentrasi bayi.

Tips Memberi Makan Mangga Untuk Bayi

1.    Beri bayi makan mangga jika dia sudah makan padat dan semi padat.
2.    Pastikan mangga benar-benar dihaluskan dan tidak mengandung serat apapun.
3.    Serat pada mangga bisa membuat  bayi sulit menelan.
4.    Mangga mentah asam dan tidak mudah dicerna oleh bayi.
5.    Periksa apakah si kecil menunjukkan alergi terhadap mangga.

Baca juga: Pepaya untuk Makanan Pendamping ASI Bayi

Alergi mangga pada bayi

Selain banyak manfaat, hati-hati juga saat menerapkan mangga untuk Mpasi. Sebagai buah-buahan tropis, mangga cenderung menimbulkan alergi terhadap bayi muda. Jadi, buah ini tidak disarankan sebagai makanan pertama yang hebat. Tunggu hingga bayi berumur setidaknya 8 bulan.

Reaksi alergi jarang terjadi dan tidak mematikan. Bentuknya biasanya berupa dermatologis atau topikal. Jika bayi memiliki reaksi atopik terhadap mangga, ia mungkin mengalami ruam di sekitar mulut atau bagian bawahnya.

Alergen berada di kulit mangga dan bukan di dalam. Ruam timbul jika penderita alergi bersentuhan dengan kulit mangga atau getah. Makan bubur mangga mungkin tidak memicu ruam, tapi terlihat jika oleoresin dari kulitnya menyentuh daging.

Jika keluarga memiliki riwayat alergi terhadap mangga atau kacang-kacangan, berhati-hatilah saat menyajikan buah ke bayi.

Selain itu, kandungan serat yang tinggi pada mangga dapat menyebabkan diare jika sistem pencernaan bayi tidak cukup matang.

Jenis Mangga untuk Mpasi

Mangga bukan termasuk lusinan makanan kotor yang terkontaminasi oleh pestisida. Karena itu, memilih mangga juga tidak terlalu sulit. Hal pertama yang harus diperhatikan jenis mangga untuk Mpasi. Pastikan mangganya matang, berasa manis dan tidak banyak serat. Beberapa jenis mangga untuk Mpasi di antaranya mangga madu, mangga arumanis, mangga manalagi dan mangga gedong gincu.

Catatan: Simpan mangga matang di kulkas selama 4 sampai 5 hari. Jangan simpan mangga mentah di kulkas. Ibu bisa membelah mereka dengan memasukkannya ke dalam kantong kertas.

Bisakah puree mangga dibekukan?

Bisa. Puree mangga bisa dibekukan dalam wadah bebas BPA hingga 3 hari. Bekukan sisa makanan hingga 3 bulan.

Baca juga : Menyimpan/Membekukan Makanan Bayi



Cara Membuat Puree Mangga


Puree mangga untuk bayi 6 bulan sangat tidak dianjurkan. Tunggu hingga bayi berumur 8 bulan ya, Mom. Cara membuat puree mangga sangatlah gampang.Berikut resepnya:

Puree Mangga Murni


Bahan:
•    1 buah mangga matang

Cara memasak:
•     Kupas buahnya dan ambil daging, letakan dalam mangkuk.
•    Haluskan daging menggunakan garpu atau dengan blender.
•    Suapkan ke bayi dengan menggunakan sendok kecil.

catatan:
Satu mangga menghasilkan sekitar enam ons pure. Cobalah mencampur pure mangga dengan pisang, kalkun, ubi jalar, butternut squash, pir, saus apel, oatmeal, dll.

Puree Mangga dan Wortel


Bahan:
•     1 mangga matang (kupas dan cincang)
•    2 sampai 3 wortel (kupas dan cincang)
•    1/2 gelas air

Cara membuat:
•    Tambahkan wortel dan mangga ke dalam panci dan tuangkan setengah cangkir air.
•    Masak selama 10 menit. Campur isi dengan sendok setelah dingin.


Puree Mangga Yogurt

Bahan:
•    1 mangga matang (kupas dan cincang)
•    2 sendok teh yogurt
•    1/4 cangkir jus apel / pir / air

Cara Membuat:
•    Haluskan potongan mangga, tambahkan yogurt, dan jus untuk mendapatkan konsistensi yang diinginkan.

Jus Mangga / Milkshake


Bahan:
•    1/4 cangkir daging mangga
•    1/4 cangkir air
•    2 sendok teh gula
•    1/8 cangkir susu

Cara membuat:
•    Tambahkan semua bahan ke dalam blender dan campurkan selama dua menit. Jika diinginkan, tambahkan beberapa es batu dan jus mangga untuk bayi sudah siap.

Catatan: Dengan menambahkan sedikit air dan susu ke irisan mangga dan mencampurnya dengan baik, Ibu bisa menyiapkan smoothie mangga untuk bayi.

Thursday, December 7, 2017

7:07 PM

Manfaat Kesehatan Air Kelapa untuk Makanan Bayi

Air kelapa bermanfaat buat tubuh orang dewasa, tetapi bagaimana untuk bayi?
Bolehkah bayi minum air kelapa?
Kalau boleh, umur berapakah bayi boleh minum air kelapa dan seberapa takaran air kelapa yang tepat untuknya?
Lalu, bolehkan bayi diare minum air kelapa dan bagaimana jadinya kalau bayi minum air kelapa saat demam?

Kelapa dianggap sebagai 'makanan ajaib' dan 'makanan sempurna' oleh banyak orang karena ini adalah makanan yang hampir lengkap dalam banyak hal. Kelapa memiliki semua nutrisi penting yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

Buah kelapa muda memiliki banyak air di dalamnya. Air ini sangat penting. Air kelapa adalah salah satu zat pengisi cairan terbaik yang diketahui manusia sejak zaman purba. Daging kelapa berkembang di dalam cangkang dengan bantuan air.

Pohon kelapa diyakini berasal dari wilayah Indo-Melayu dan sangat populer di banyak negara Asia Tenggara, kepulauan Pasifik Asia, Australia, Papua Nugini, Afrika dan akhirnya sampai ke benua Amerika selama penaklukan Spanyol. Umumnya, pohon kelapa dapat dilihat secara luas di tempat tropis dan sub-tropis dengan suhu di atas rata-rata.

Bolehkah Bayi Minum Air Kelapa?

Ada perdebatan tentang apakah kelapa bisa diberikan pada bayi atau tidak. Ini karena daging kelapa sulit dikunyah untuk bayi. Sulit bahkan bagi bayi-bayi yang sudah tumbuh gigi. Bahkan kelapa parut bisa sulit dicerna. Di sisi lain, air kelapa aman dan mudah untuk diberikan pada bayi.

Umur berapa bayi boleh minum air kelapa?

Para ahli merekomendasikan memberi air kelapa kepada bayi setelah 6 bulan. Idealnya, Ibu  bisa mulai memberinya di antara umur 6 dan 8 bulan saat bayi mulai makanan padat .

Air kelapa bisa membantu pencernaan dan juga meningkatkan rasa dan aroma makanan. Ibu bisa menambahkan air kelapa ke makanan bayi dengan cara sebagai berikut:
•    Bisa menambahkannya ke nasi
•    Bisa menambahkannya ke campuran purees
•    Biisa merebusnya pada sayuran dan menghaluskannya

Mengapa Air Kelapa Bagus untuk Bayi?

Air kelapa merupakan sumber alami suplemen penting yang dibutuhkan bayi. Cairan ini adalah tonik ajaib menyegarkan yang memberi sedikit energi instan. Air kelapa adalah makanan lengkap untuk bayi di samping susu ibu karena kandungan asam lauratnya. Biasanya, tubuh si kecil  menggunakan asam laurat dari susu atau air kelapa, untuk membentuk senyawa monolaurin yang membantu melawan penyakit. Oleh karena itu, ini adalah salah satu makanan yang direkomendasikan untuk bayi dan ibu menyusui.



 100 gram air kelapa mengandung nilai gizi sebagai berikut:



Nutrisi
Nilai untuk 100 gram
Nutrisi
Nilai untuk 100 gram
Energi

19 kkal

Besi

0,29 mg
air

94,99 gm

Kalium

250 mg
Total lipid

0,20 gm

Fosfor

20 mg
Protein

0,72 gm

Seng

0,10 mg
Serat

1,1 gm

Sodium

105 gm
Karbohidrat

3,71 gm

Thiamin

0,03 mg
Kalsium

24 mg

Vitamin C

2,4 mg
Gula

2,61 gm

Niasin

0,08 mg
Magnesium

25 mg

Riboflavin

0,057 mg
Folat

3 ug

Vitamin B6

0,032 mg

Baca juga : Manfaat Kurma untuk Makanan Bayi

Manfaat Kesehatan air kelapa untuk bayi

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan air kelapa untuk bayi

Sumber terbaik untuk rehidrasi
Air kelapa adalah sumber rehidrasi terbaik , terutama saat musim panas yang panas. Bayi, anak - anak dan orang tua adalah yang paling rentan terhadap sengatan panas dan dehidrasi. Cara terbaik untuk mengalahkan panas bukan dengan soda manis tapi dengan air kelapa. Air kelapa manis dengan kalori lebih sedikit dan juga memiliki semua vitamin, mineral dan garam esensial .

Untuk menghilangkan sembelit:
Sembelit pada bayi adalah sesuatu yang sangat mengkhawatirkan orang tua. Alasan utama sembelit pada anak-anak adalah karena kekurangan air atau serat dalam makanan atau kelebihan susu atau makanan berlemak. Dengan memberi air kelapa secara teratur, bayi bisa terhindar dari sembelit. Air kelapa menjadi sumber serat yang baik dan kaya akan elektrolit membantu menghilangkan sembelit.

Mengobati Kolera
Penelitian menunjukkan bahwa air kelapa dapat digunakan untuk mengobati kolera. Air kelapa dicampur dengan 1-2 sendok teh air jeruk nipis atau sejumput garam sangat membantu dalam kolera. Campuran ini tidak hanya mengoreksi keseimbangan elektrolitik tapi juga mengurangi asidosis dalam tubuh. Penggunaan air kelapa di daerah dengan pasokan berlimpah bisa menguntungkan karena harganya lebih murah dan air kelapa saat diambil segar dari buah sama sterilnya dengan larutan garam yang tersedia secara komersial.



Memiliki sifat antibakteri
Hal ini mungkin terdengar mustahil bagi beberapa orang, tapi ternyata memang benar. Air kelapa dapat membunuh spesies bakteri baik dalam kategori gram positif maupun gram negatif. Beberapa biokimia tertentu yang disebut peptida telah diidentifikasi dalam air kelapa. Peptida ini memiliki khasiat antimikroba. Ada penekanan untuk menemukan obat baru dan melawan infeksi mikroba secara alami dalam beberapa tahun terakhir. Banyak spesies bakteri menjadi semakin kebal terhadap antibiotik yang tersedia secara komersial.

Mengobati infeksi saluran kemih
Bayi rentan terhadap infeksi saluran kemih. Infeksi ini bisa dikurangi dengan memberi air kelapa. Air kelapa bertindak sebagai diuretik. Infeksi bakteri bisa tinggal di ginjal atau kandung kemih sehingga memperburuk kondisi. Air kelapa mengandung sifat pembersih dan penyembuhan yang bisa menyembuhkan masalah kencing. Air ini juga dapat menyembuhkan infeksi kandung kemih dan melarutkan batu ginjal karena mencairkan urin dan menghilangkan berbagai bahan kimia. Bila diberikan sebagai bagian rutin diet, air kelapa bisa  membantu menjaga sistem saluran kemih yang sehat.

Obat untuk demam bilious
Demam dengan mual dan muntah umumnya dikenal sebagai demam empedu. Demam ini juga bisa mempengaruhi balita dan anak. Karena itu, minum air kelapa saat demam bisa membantu mengurangi efek demam. Air kelapa harus diberikan dalam dosis kecil dan tidak ada cairan lain yang harus diberikan, kecuali jika ditentukan oleh dokter anak.

Air kelapa sebagai pengganti formula
Beberapa orang menggunakan air kelapa sebagai pengganti air bersama dengan formula bayi. Di Thailand, makanan padat pertama yang dirasakan oleh bayi adalah daging kelapa yang dibuat lembut. Susu kelapa juga sebagai alternatif susu formula di beberapa negara. Tetapi selalulah berkonsultasi dengan dokter untuk hal ini.

Mengurangi Muntah
Muntah adalah masalah umum pada bayi dan anak-anak. Air kelapa yang lembut merupakan obat yang hebat untuk muntah karena memiliki efek menenangkan pada perut. Selain itu, rasanya terasa manis, lebih baik minuman elektrolit. Minum setengah cangkir air kelapa dua kali sehari bisa meredakan iritasi pada perut dan mengurangi muntah.

Mengobati Cacing Usus
Kelapa telah menjadi obat kuno yang efektif dalam pengobatan cacingan pada anak-anak.  Air kelapa bisa membunuh cacing. Alternatif lain adalah kelapa parut. Ambil satu sendok makan kelapa segar saat sarapan, diikuti 30 sampai 60ml minyak jarak yang dicampur dalam 250 sampai 375ml susu suam-suam kuku setelah tiga jam.

Membantu Menurunkan Berat Badan
Air kelapa dikenal bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan sekaligus membantu menurunkan berat badan.

Anti Penuaan
Air kelapa merupakan sumber sitokin yang kaya. Sitokin yang mengatur pertumbuhan tanaman diketahui memiliki efek anti penuaan pada sel dan jaringan manusia.

Obat untuk penyakit gastrointestinal
Air kelapa juga berguna sebagai obat untuk penyakit gastrointestinal seperti gangguan pencernaan, bisul gastrik, diare, disentri dan timbunan. Minuman ini juga berguna dalam mengobati perut kembung, muntah dan dispepsia juga. Karena itulah bayi diare boleh minum air kelapa, air kelapa bisa diberikan untuk menghilangkan dehidrasi yang kerap meningkatkan risikonya.

Baca juga : Puree Sawo untuk Makanan Bayi

Yang perlu diperhatikan saat memberikan air kelapa pada bayi.


Pilih air kelapa segar
Air kelapa yang baik adalah yang langsung diambil dari buahnya. Jadi penting untuk membeli buah kelapa utuh dan kemudian membukanya di rumah. jika tidak ada buah asli, Ibu bisa memberi minuman kelapa komersial, tetapi cek bahan dan tanggal kedaluwarsanya.

Berikan secara perlahan
Air kelapa bukanlah air biasa tetapi berupa larutan garam alami dan perlu diminum secara perlahan. meminumnya secara tergesa-gesa bisa membuat bayi tersedak.

Alergi air kelapa
Kelapa biasanya jarang menimbulkan reaksi alergi pada bayi tetapi yang patut menjadi perhatian adalah santan. Susu kelapa bisa dibandingkan dengan susu kedelai. Sama seperti susu kedelai yang bisa memicu alergi, begitu pula santan. Jadi, mohon berhati-hati saat memberi santan untuk bayi. Konsultasikan dengan dokter anak jika Ibu ingin memperkenalkan santan ke dalam makanan bayi.

Hindari daging kelapa matang
Bayi belum memiliki gigi dan rahang untuk mengunyah daging kelapa jadi jangan berikan itu pada bayi. Ibu bisa memberinya daging kelapa muda yang masih hijau, dengan daging buah yang masih lembut dan transparan. Pastikan Ibu menghancurkannya dulu agar bisa dicerna oleh perutnya.

Penyimpanan dan Konsumsi:
Kelapa utuh dapat disimpan pada suhu kamar selama 5 - 10 hari. Tapi begitu dibuka airnya cenderung menjadi asam karena aktivitas enzimatik. Ibu bisa menyimpan air kelapa selama 24 jam di kulkas. Tapi, airnya jangan sampai beku.


Jika Ibu masih ragu apakah aman untuk menawarkan air kelapa untuk si kecil, maka konsultasikan pada dokter.

My Blog List