Friday, October 21, 2016

Kerang untuk Makanan Bayi

Makanan bayi sehat - Sebagai salah satu makanan laut, kerang tentu memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein memiliki manfaat yang bagus untuk pertumbuhan anak. Hanya saja, seperti halnya udang, tentu kerang tidak bisa diberikan secara sembarangan kepada bayi.

Alergi kerang bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan anak. Faktor utama yang patut dipertimbangkan adalah  riwayat kesehatan keluarga, khususnya mengenai penyakit atopik seperti asma dan alergi.

Jadi, kapan bayi boleh makan kerang?
Biasanya, dokter akan menyarankan bayi hingga umur 9 bulan untuk memberi anak makanan berupa jenis ikan (seperti salmon) dan setahun untuk kerang (sama halnya dengan udang dan lobster). Namun pada beberapa kasus, khusus untuk bayi dengan riwayat alergi seperti di atas,  kerang sebaiknya baru diberikan ketika anak berumur 3 tahun.

Bagaimana Memperkenalkan Kerang untuk Bayi
Setelah mengetahui kapan anak-anak bisa makan kerang, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui bagaimana memberi makan kerang untuk bayi.

Metode pertama tentunya dengan memperkenalkan kerang hanya satu jenis setiap sekali pemberian. Campur kerang dengan bubur, jangan menawarkan dalam bentuk finger food.

Perkenalkan kerang dalam keadaan benar-benar matang, bukan setengah mentah seperti pada sushi. Kerang mungkin mengandung virus dan bakteri yang tidak menimbulkan dampak bagi orang dewasa, tetapi berbahaya bagi anak-anak.


Seperti teori 4 day wait rules, tunggulah hingga tiga hari sebelum memperkenalkan bahan makanan baru pada anak. Rentang waktu ini akan memungkin Ibu untuk melihat reaksi alergi.  Perhatikan pula tanda-tanda alergi yang ditampakkan pada bayi. Apakah mereka memperlihatkan gejala seperti diare, muntah, kram perut, ruam dan pembengkakan pada wajah, bibir atau lidah setelah makan kerang. Hubungi dokter jika gejala tersebut ditunjukkan oleh anak.

Apa itu Alergi Kerang?
Meskipun kerang termasuk ke dalam seafood, alergi kerang berbeda dengan alergi ikan karena secara biologis, kerang dan ikan berbeda.

Ada dua jenis alergi kerang:
•    Krustasea seperti lobster, kepiting, atau udang
•    Moluska seperti kerang, tiram, mussels, dan clams

Dalam kasus alergi terhadap kerang, sistem kekebalan tubuh seseorang akan bereaksi berlebihan terhadap protein yang ditemukan dalam kerang. Itu karena setiap kali makan kerang, tubuh akan berpikir ada penyerang yang berbahaya.

Sistem kekebalan tubuh bekerja keras untuk melawan penjajah dan ini menyebabkan reaksi alergi. Selama proses ini tubuh melepaskan histamin yang dapat menyebabkan gejala berikut:
•    Penurunan tekanan darah (yang menyebabkan hilangnya kesadaran atau ringan)
•    Pembengkakan
•    bintik-bintik merah
•    hives
•    Mata yang gatal, bengkak atau berair
•    Diare
•    muntah
•    Sakit perut
•    Sesak tenggorokan
•    suara serak
•    Batuk
•    kesulitan bernapas
•    mengi / sesak napas

Setiap bayi yang menyantap kerang dari makanan bayi mereka mungkin mengalami reaksi yang berbeda,tergantung pada jenis kerang yang dikonsumsi.


No comments:

Post a Comment