Tuesday, November 15, 2016

10:13 AM

Cara Mengatasi Anak yang Suka Memukul

Apa anak Ibu suka memukul?

Oke, bisa jadi ini adalah masalah banyak orangtua. ketika anak-anal berubah agresif, suka memukul dan suka berkelahi. Ini tentu saja tidak normal, sebagai orangtua, Ibu tentu saja merasa cemas.
Kenapa balita suka memukul?

Agresi fisik bukanlah hal yang baru pada anak. Bahkan bisa juga menandai fase dalam petumbuhan mereka. ketika anak berusaha keras untuk mandiri, tetapi kemampuan komunikasinya belum berkembang sehingga mereka menjadi gelisah dan sangat mudah marah. selain itu, kurangnya kontrol impuls pada anak bisa mendorong terjadinya kekerasan dan agresif.

Berikut beberapa alasan yang bisa menjelaskan kenapa balita suka sekali memukul.

Mengembangkan keterampilan
Salah satu alasan di balik perilaku agresif anak adalah ketidakmampuannya untuk mengatasi emosi. Mereka mungkin bisa berbicara dan berjalan, akan tetapi kemampuan untuk mengatasi emosi seperti rasa lapar dan frutrasi masih dalam tahap perkembangan. Dengan demikian, satu-satunya cara bagi anak untuk menuntut perhatian dari orangtua atau melampiaskan rasa frutrasi adalah dengan memukul seseorang atau melempar sesuatu.

Curiosity/ keingintahuan
Ini bisa jadi salah satu alasan mengapa anak mulai melempar atau memukul sesuatu. pada usia ini, anak sedang mencoba mencari tahu dunia di sekelilingnya dan merasa bahwa mereka bisa memahami lebih baik sesuatu dengan melemparkan hal-hal atau memukul dan kemudian melihat hasil perbuatannya.

Untuk mengontrol
Pada tahun-tahun awal kehidupan, anak mencoba untuk mendapatkan kontrol atas hal-hal yang berada di sekitar mereka. memukul dan melempar memberikan anak kontrol yang mereka inginkan. Dan mungkin juga memberi kesenangan.

Lalu bagaimana cara menghadapi balita yang suka memukul?


Menjelaskan konsekuensi dari perbuatan mereka (memukul)
Jika anak mulai melempar benda-benda pada anak lain saat bermain, maka bawalah dia pergi dan duduk bersamanya. Ibu bisa mengatakan padanya bahwa dia hanya bisa kembali bermain jika tidak memukul teman-temannya.

Tetap Tenang
Jangan berteriak pada anak karena itu hanya akan membuat mereka marah. ketika anak mulai menunjukkan agresi, hal terbaik adalah tetap tenang dan tunjukkan pada mereka untuk mengendalikan amarah. Hal ini bisa membantu anak belajar bagaimana mengontrol diri mereka sendiri.

Segera bertindak
Tindakan segera sangat diperlukan. Jangan menunggu dan memberitahu anak untuk menghentikan agresi fisik ketika mereka melakukan kesalahan yang sama untuk ketiga kalinya. Segera bawa anak pergi dari tempat kejadian dan katakan padanya bahwa dia hanya bisa kembali jika bisa menahan diri

Terus Disiplin dalam mengajarkan anak

Mendisiplinkan anak setiap kali dia memukul seseorang sangat penting bahkan jika anak ada di depan umum. Bawa dia pergi dan katakan bahwa dia tidak diizinkan untuk kembali ke tempat itu kecuali berperilaku baik. Coba mendisplinkan anak dengan cara yang sama seperti yang Ibu lakukan sebelumnya.

Mengajari anak cara lain untuk meminta maaf
Bagian ini juga penting. Minta anak untuk meminta maaf atas perilaku fisiknya sehingga dia mengerti bahwa memukul seseorang tidak baik dan dia harus meminta maaf jika sudah menyakiti seseorang.

Beri anak perhatian
Mulailah perhatikan anak dan puji setiap dia melakukan hal-hal baik. Ini akan menunjukkan pada anak bahwa perilaku baiknya itu dihargai. Dia akan mulai mengendalikan emosi dan melakukan hal baik untuk mendapat perhatian Ibu

Batasi Paparan televisi
Mulai pantau tontonan anak. Karena anak berada dalam fase pembelajaran, anak akan mencontoh hal-hal yang mereka tonton dari televisi. Mereka bisa jadi mengikuti adegan berteriak dan mendorong. Membatasi ekpsosur mereka ke TV bisa membantu anak menahan perilaku agresif mereka.

Meminta bantuan psikiater
Jika usaha Ibu tidak membuahkan hasil dan perilaku anak membuat Ibu cemas, maka Ibu bisa mendatangi psikiater atau konselor anak. Mereka akan bisa membantu dalam mencari tahu kenapa anak bisa bersikap agresif.


Tips lebih lanjut tentang Pengajaran Balita agresif untuk Berperilaku baik 

Beritahu Balita bahwa memukul itu salah
Ibu bisa menghentikan anak untuk memukul dengan menyampaikan bahwa memukul bukanlah kebiasaan baik dan anak-anak bisa mencari cara lain untuk melampiaskan frustrasi, misal dengan memukul bantal

Berikan Balita Pelukan
Ibu bisa memeluknya jika dia memukul seseorang sebelum membawanya pergi dari tempat kejadiannya untuk menunjukkan bahwa memukul itu adalah tindakan yang tidak pantas.

Ajarkan balita untuk meminta maaf
Jika anak memukul Ibu, turunkan dia dan katakan bahwa Ibu tidak akan menjemput dan bermain dengannya sampai dia meminta maaf dan berhenti memukul Ibu

Ajarkan Balita apa yang bisa mereka lakukan.

Jangan memberitahu anak tentang apa yang tidak bisa mereka lakukan, sebaliknya ajarkan apa yang mereka bisa lakukan. hal ini akan membantu anak untuk belajar cara tepat dalam menangani emosi.

Monday, October 24, 2016

9:00 AM

Permainan Edukatif untuk Balita yang Tidak Mau Mendengarkan

Ada beberapa jenis permainan yang bisa membantu kemampuan mendengarkan untuk balita cerdas Ibu. Ibu bisa memainkannya di rumah sesering mungkin.

Seperti yang dilansir di laman newkidscenter.com, beberapa jenis permainan edukatif itu di antaranya:

Permainan dengan boneka

Ambil sebuah boneka dan gunakan itu untuk menarik perhatian anak. Setelahnya, lewat boneka itu, minta anak untuk melakukan sesuatu untuk Ibu, semisalnya bertepuk tangan dan mengambil mainannya dari lantai.

Bagaimana permainan ini bisa membantu?
Balita akan melihat boneka sebagai teman, dengan demikian akan mengikuti perintah boneka yang Ibu mainkan itu. Balita sehat Ibu tidak akan berpikir bahwa yang memberi perintah itu adalah Ibu.

Permainan Berburu Harta Karun
Sembunyikan  mainan dan katakan pada anak bahwa Ibu memiliki harta karun yang harus ditemukan. Berikan petunjuk bagaimana anak bisa mendapatkan harta karun itu.

Bagaimana permainan ini bisa membantu?
Anak akan mendengarkan perintah Ibu karena ia tertarik untuk mencari harta karun. Hal ini juga akan membantu dalam meningkatkan kemampuan memori balita cerdas sehat Ibu.

Permainan dengan Senter
Matikan lampu dan hidupkan senter. Minta anak untuk menyorotkan lampu senter ke benda-benda tertentu di kamar.

Bagaimana ini bisa bekerja?
Dalam cahaya redup, anak akan lebih fokus karena kurangnya pengalihan. Dia akan mengikuti perintah Ibu lebih mudah. selain itu, permainan ini akan mengurangi ketakutan balita sehat Ibu terhadap gelap

Mulai Meniru
Pilih suara yang berasal dari sumber yang tidak dikenal dan minta anak untuk mendengarkan. Jika dia tidak mau, maka tunjukkan padanya bagaimana cara mendengar yang saksama dan meniru suara itu.

Bagaimana Permainan ini bisa Membantu?
Anak mungkin akan kesulitan mendengarkan suara yang berasal dari sumber yang tidak terlihat, tetapi usaha itu akan meningkatkan kemampuan konsentrasi dan mendorong dia untuk mendengarkan dengan saksama.

Menyanyikan lagu sederhana dengan balita cerdas Ibu
Buatlah sebuah lagu yang menceritakan tentang tugas yang harus dilakukan anak. Selagi menyanyi, buatlah gerakan bersama agar lebih menyenangkan.

Bagaimana permainan ini bisa berhasil?
Anak lebih mungkin mengikuti perintah Ibu ketika menyanyikan lagu yang menjelaskan tindakan mereka ketimbang Ibu menyuruh mereka secara langsung. Paham? Misalnya, Ibu ingin dia merapikan mainan. Maka karanglah lagu dengan lirik yang mencantumkan permintaan itu.


Friday, October 21, 2016

9:30 AM

Kerang untuk Makanan Bayi

Makanan bayi sehat - Sebagai salah satu makanan laut, kerang tentu memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein memiliki manfaat yang bagus untuk pertumbuhan anak. Hanya saja, seperti halnya udang, tentu kerang tidak bisa diberikan secara sembarangan kepada bayi.

Alergi kerang bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan anak. Faktor utama yang patut dipertimbangkan adalah  riwayat kesehatan keluarga, khususnya mengenai penyakit atopik seperti asma dan alergi.

Jadi, kapan bayi boleh makan kerang?
Biasanya, dokter akan menyarankan bayi hingga umur 9 bulan untuk memberi anak makanan berupa jenis ikan (seperti salmon) dan setahun untuk kerang (sama halnya dengan udang dan lobster). Namun pada beberapa kasus, khusus untuk bayi dengan riwayat alergi seperti di atas,  kerang sebaiknya baru diberikan ketika anak berumur 3 tahun.

Bagaimana Memperkenalkan Kerang untuk Bayi
Setelah mengetahui kapan anak-anak bisa makan kerang, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui bagaimana memberi makan kerang untuk bayi.

Metode pertama tentunya dengan memperkenalkan kerang hanya satu jenis setiap sekali pemberian. Campur kerang dengan bubur, jangan menawarkan dalam bentuk finger food.

Perkenalkan kerang dalam keadaan benar-benar matang, bukan setengah mentah seperti pada sushi. Kerang mungkin mengandung virus dan bakteri yang tidak menimbulkan dampak bagi orang dewasa, tetapi berbahaya bagi anak-anak.


Seperti teori 4 day wait rules, tunggulah hingga tiga hari sebelum memperkenalkan bahan makanan baru pada anak. Rentang waktu ini akan memungkin Ibu untuk melihat reaksi alergi.  Perhatikan pula tanda-tanda alergi yang ditampakkan pada bayi. Apakah mereka memperlihatkan gejala seperti diare, muntah, kram perut, ruam dan pembengkakan pada wajah, bibir atau lidah setelah makan kerang. Hubungi dokter jika gejala tersebut ditunjukkan oleh anak.

Apa itu Alergi Kerang?
Meskipun kerang termasuk ke dalam seafood, alergi kerang berbeda dengan alergi ikan karena secara biologis, kerang dan ikan berbeda.

Ada dua jenis alergi kerang:
•    Krustasea seperti lobster, kepiting, atau udang
•    Moluska seperti kerang, tiram, mussels, dan clams

Dalam kasus alergi terhadap kerang, sistem kekebalan tubuh seseorang akan bereaksi berlebihan terhadap protein yang ditemukan dalam kerang. Itu karena setiap kali makan kerang, tubuh akan berpikir ada penyerang yang berbahaya.

Sistem kekebalan tubuh bekerja keras untuk melawan penjajah dan ini menyebabkan reaksi alergi. Selama proses ini tubuh melepaskan histamin yang dapat menyebabkan gejala berikut:
•    Penurunan tekanan darah (yang menyebabkan hilangnya kesadaran atau ringan)
•    Pembengkakan
•    bintik-bintik merah
•    hives
•    Mata yang gatal, bengkak atau berair
•    Diare
•    muntah
•    Sakit perut
•    Sesak tenggorokan
•    suara serak
•    Batuk
•    kesulitan bernapas
•    mengi / sesak napas

Setiap bayi yang menyantap kerang dari makanan bayi mereka mungkin mengalami reaksi yang berbeda,tergantung pada jenis kerang yang dikonsumsi.


Tuesday, October 18, 2016

10:11 AM

Berapa Lama Bayi boleh Dibiarkan Menangis?

Iya, berapa lama bayi boleh dibiarkan menangis? Ada semacam kepercayaan bahwa bayi menangis itu untuk melatih paru-paru. Atau, membiarkan bayi menangis dalam jangka waktu yang lumayan lama itu semacam cara agar bayi tidak terbiasa manja, bau tangan dan sebagainya. Namun apakah itu benar?

Menangis merupakan hal normal dan bagian dari perkembangan mereka. tangisan normal itu bukan selalu berarti bayi sakit. hanya saja, bayi yang menangis terlalu lama bisa jadi pertanda   bahwa bayi merasa tidak nyaman atau tidak aman. bayi di bawah empat bulan biasanya menggunakan tangis untuk mengekspresikan kebutuhan mereka.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang dibiarkan menangis memiliki perubahan dalam hal konsiten otak mereka terhadap penelantaran emosional dan fisik, beberapa bahkan menunjukkan tanda-tanda kerusakan mental di kemudian hari. Karena itu, usia bayi benar-benar sangat menentukan, seberapa lama mereka harus dibiarkan menangis. Dilansir dari newkidscenter.com, ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui.

Bayi baru lahir sampai umur 3 bulan
Ibu harus menjawab tangisan bayi pada usia ini dengan segera. Mereka menangis karena mereka membutuhkan sesuatu, sama sekali bukan karena mereka manja. Ketika mereka menangis dan Ibu langsung merespons, ini adalah bentuk awal komunikasi antara bayi dan manusia lainnya. Jika Ibu tidak menjawab kebutuhan bayi ketika menangis, secara tidak langsung Ibu membuat mereka tahu bahwa kebutuhan mereka tidak layak untuk dipenuhi. Bayi yang dibiarkan menangis lama dalam usia ini kemungkinan akan mengalami kesulitan emosional dan masalah kepercayaan di kemudian hari.


Usia setelah 3 sampai 4 bulan
Di usia ini, bayi biasanya menangis ketika popok mereka basah, lapar atau lelah. Sebagai orangtua, Ibu biasanya akan bisa mengetahui pola-pola ini dengan mudah. setelah Ibu mengenal rutinistas bayi, Ibu bisa memenuhi kebutuhan mereka sebelum mereka menangis. Tangisan akan bisa dihindari. Jadi jika bayi menangis dalam jangka waktu yang lama, maka Ibu akan tahu jika bayi mungkin saja sedang tidak enak badan.

Umur 5 sampai 6 bulan
Pada umur ini, bayi harus mulai belajar untuk "menenangkan diri sendiri". ibu mungkin bisa membiarkan mereka menangis selama enam menit pada satu waktu, baru kemudian menghampirinya. Bayi masih perlu tahu bahwa Ibu berada di sebelah mereka, dan ini bisa membantu proses bonding antara Ibu dan Bayi. Seperti kita tahu, proses bonding ini merupakan bagian dari perkembangan anak.

Namun jika bayi menangis terus-menerus pada usia ini, Ibu mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada yang salah dengan bayi secara fisik.

Untuk usia bayi yang lebih tua, Ibu bisa membiarkan bayi menangis selama beberapa lama. Tergantung jenis tangisan bayi. Pada usia ini, bayi sudah bisa mengembangkan pola-pola menangis tertentu, yang jika Ibu amati, tangisanny akan berbeda jika dia lapar, manja atau kesakitan. Jika dia menangis karena lapar dan sakit, maka segeralah hampiri bayi.





Friday, October 14, 2016

10:00 AM

Cara Agar Anak Berhenti Mengompol

Topik kali ini pas banget, Bu, tentang bagaimana membuat anak agar berhenti mengompol.  Iya, Widya di umurnya yang 3 tahun kadang masih mengompol. Berbeda dengan kakaknya yang benar-benar sudah bebas ompol di umur yang sama. Walaupun kadang susah, tetapi dengan diingatkan agar bangun dan bilang jika dia mau kencing, perlahan si Widya mengikutinya juga.

Namun, Ibu juga perlu tahu kenapa sih seorang balita sehat masih saja mengompol?

Masalah mengompol ini memang sangat umum di kalangan anak-anak. Ibu mungkin tidak sering mendengar perihal itu karena biasanya orangtua malu untuk membicarakan tentang anaknya yang masih mengompol. Namun sebenarnya tidak perlu malu, karena balita mengompol itu bisa disebabkan oleh beberapa hal.

Mengapa Anak-anak mengompol?

Ada sejumlah alasan yang berbeda mengapa anak-anak mengompol. Beberapa alasan itu di antaranya?

Keterlambatan pematangan kandung kemih
Hal ini terjadi ketika sinyal antara otak dan kandung selama tidur diperlampat karena beberapa alasan. Jadi memang, karena menyangkut perkembangan balita, Ibu tidak akan bisa memaksakan anak-anak agar segera  berhenti mengompol.

Rendahnya hormon anti-diuretik (ADH) selama tidur
Masalah ini terjadi ketika hormon yang mengontrol jumlah produksi  urin kita tidak seimbang.

Fungsi Kandung Kemih yang lemah
Walaupun ukuran kandung kemih anak mungkin normal, namun fungsi yang lemah memungkinkan terjadinya ketidaksinkronan data antara yang ada di otak dan keadaan yang sebenarnya. Otak mungkin saja menerima sinyal bahwa kandung kemih anak penuh, bahkan ketika kenyataannya tidak. Jadi urin anak akan keluar demi mengosongkan kandung kemih.

Sembelit
Nah, sembelit juga ternyata berdampak pada mengompolny anak. Hal ini terjadi akibat tekanan yang terjadi pada kandung kemih.

Dokter anak umumnya menganggap mengompol normal untuk anak-anak sampai usia 6. Ada banyak faktor yang dapat berkontribusi untuk gangguan ini. Jika anak masih saja mengompol setelah usia itu, maka Ibu harus konsultasi ke dokter.



Cara membuat Anak berhenti mengompol

Batasi Asupan Cairan Sebelum tidur
Membatasi jumlah cairan anak yang dikonsumsi anak sebelum tidur bisa mengurangi kemungkinan ngompol. Walau cara ini memang tidak selalu berhasil. Namun kebanyakan dokter tidak merekomendasikan hal ini karena takutnya anak akan menganggap ini sebagai hukuman atas kesalahan mereka. padahal tidak. Mengompol bukan kesalahan.

Ajak Anak kencing sebelum tidur.
Pastikan anak mengosongkan nya kandung kemih sebelum tidur. Memastikan kandung kemih kosong dapat membantu mengurangi kemungkinan mengompol di malam hari.

Gunakan Alarm Mengompol (Bedwetting alarm)
Alat ini mungkin belum lumrah di Indonesia, tetapi sudah ada di luar negeri. Sebuah alarm mengompol adalah perangkat yang dipakai pada pakaian atau pakaian dalam anak. Alat ini dihubungkan dengan alarm yang akan membangunkan anak ketika urin keluar untuk pertama kalinya. Anak akan bangun dan menghentikan pembuangan urin yang tidak disengaja itu. anak akan meminta ke kamar mandi untuk menyelesaikan kencing.

Penggunaan  alat ini dinyatakan sebagai salah satu cara  yang paling efektif  demi menghentikan masalah mengompol secara jangka panjang. Banyak keluarga telah menemukan alat ini sebagai sebuah solusi yang lebih baik daripada grafik reward atau bahkan obat dalam beberapa kasus.

Jangan Menyalahkan, Jangan Mengkritik
Jangan menyalahkan anak ketika mereka mengompol. Seringkali, ini terjadi di luar kendali mereka. Kadang tanpa disalahkan pun, anak sudah merasa buruk karena mereka mengompol. Dukung anak Ibu, tunjukkan bahwa Ibu dan keluarga mencintai mereka, tidak peduli apakah mereka masih mengompol atau tidak.

Jelaskan kepada anak Anda
Ketika mengompol menjadi sebuah masalah, anak Ibu mungkin akan merasa buruk atau bertanya pada Ibu tentang mengapa mereka mengompol. Jelaskan kepada mereka dengan cara sederhana, bahwa antara kandung kemih dan otak mereka belum berbicara satu sama lain dengan benar, dan kedua organ itu butuh hal-hal berbeda agar bisa berkomunikasi secara efektif. Sekali lagi, jangan pernah menyalahkan anak karena mengompol.

Melatih kandung kemih
Melatih kandung kemih dilakukan dengan cara meminta anak menahan kencing selama beberapa menit ketika mereka ingin pipias. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak untuk mengontrol aliran urin dan membantu mereka untuk terhindari dari mengompol di malam hari.

Konsultasi dengan dokter

Hal ini perlu dilakukan jika urusan mengompol sudah menjadi masalah. Dokter akan memantau kemajuan anak. Dokter juga akan memiliki solusi untuk membantu dan mengevaluasi keseluruhan akar penyebab masalah.

Mempertimbangkan penggunaan Obat
Ada obat yang dapat membantu mengontrol kandung kemih, tetapi hanya dokter anak yang boleh menentukan apakah anak Ibu memang harus mendapat obat itu atau tidak. Obat-obatan seperti hanya untuk jangka pendek dan akan dihentikan jika anak berhenti mengompol.

Wednesday, October 12, 2016

11:32 AM

Ketika Balita Tidak Mendengarkan Orangtua

Apakah balita seringkali bersikap seolah tidak mendengar apa yang Ibu katakan? Atau, mereka sama sekali tidak merespons setiap Ibu mengatakan atau meminta sesuatu?

Yap, itulah balita-balita saya. Si Cuta dan Widya. Anak-anak yang dengan siapa blog ini bertahan dan terus berkembang. Cuta sekarang mendekati umur 5, sementara Widya baru saja berulang tahun yang ke-3. Wow, betapa cepat waktu seakan berlalu.

Oke, dengan dua balita sehat laki-laki yang sedang aktif-aktifnya, mungkin Ibu bisa membayangkan bagaimana kondisi di rumah. Anak-anak yang berlarian, berteriak, berebut mainan, bertengkar dan juga tidak mendengar apa pun juga. Jangankan merespons ketika saya meminta ‘Adek, rapikan mainan!”, bahkan ketika saya memanggil “Adek, jangan lari!” pun mereka melengos begitu saja.

Namun, saya menganggap itulah mereka dengan perkembangan balita mereka. Anak-anak yang bahkan sampai harus dipanggil sepuluh kali hingga saya lelah sendiri. jadi alih-alih menunggu mereka merapikan mainan, akhirnya saya yang melakukannya karena itu lebih menghemat energi.

Tapi sebenarnya, apakah ini wajar?
Nah, seperti biasa. Saya akan membicarakan hal ini berdasarkan sebuah sumber. Kali ini saya ambil dari laman perilaku balita di newkidscenter.com. Selain untuk sharing, ini juga untuk pembelajaran pribadi. Karena saya merasa masih amat sangat kurang dalam memahami kenapa si krucil-krucil sama sekali tidak merespons ketika saya memanggil.

Balita kadang-kadang tidak akan mendengarkan orang tua mereka karena ketidakmampuan mereka untuk memperhatikan. Jika Ibu terus mengulangi perintah sepuluh kali ke anak maka sang anak bisa mengembangkan kebiasaan tidak mendengarkan Ibu sampai Ibu setidaknya mengatakan perintah sepuluh kali lebih.

Sikap mereka yang seolah tidak mendengar juga mungkin berarti sedang mencari perhatian. Namun, jika Ibu terus mengomel, maka si balita tidak akan tidak akan mampu meningkatkan keterampilan mendengarkan; sebaliknya, hal itu mungkin  mereka kesulitan untuk mendengarkan guru dan teman-teman.
Nah, mengapa balita kadang tidak mendengarkan orangtua mereka?

Salah satu alasannya adalah mereka mungkin kurang bisa memahami setengah dari kata-kata yang diucapkan kepada mereka. Oleh karena itu, jika anak tidak akan mendengarkan, kadang-kadang itu memang merupakan bagian dari proses  Anda kadang-kadang, itu adalah pengembangan alami mereka dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika mereka tidak pernah mendengarkan  Ibu, mungkin merupakan pertanda sebuah masalah sehingga Ibu perlu berkonsultasi dengan dokter anak.
Beberapa masalah tersebut di antaranya:

Keterlambatan perkembangan balita terutama dalam kemampuan kognitif dan Lisan
Pada umur dua tahun, seorang balita sehat biasanya sudah bisa memahami perintah yang diberikan pada mereka. Namun, anak-anak dengan keterlambatan kognitif atau lisan mungkin bisa mendengar perintah tapi tidak menafsirkannya. Jika anak Ibu belum mampu mengikuti perintah kecil di usianya yang dua tahun itu, maka berkonsultasi dengan dokter anak.

Tantangan
Anak keras kepala biasanya menggunakan pendengaran selektif sebagai cara pembangkangan. Anak-anak mungkin hanya tidak ingin mendengarkan beberapa perintah Ibu dan mulai mengabaikan. Meskipun pada kenyataannya mereka memahami mereka dengan sempurna.

Gangguan Spektrum Autisme
Anak-anak yang menderita gangguan autisme spektrum mungkin juga tampak tuli terhadap perintah orangtua mereka. Jika anak menunjukkan tanda-tanda ini, cara terbaik adalah konsultasi ke dokter

Penurunan Pendengaran
Anak-anak yang lahir tuli atau yang telah menderita beberapa jenis trauma setelah lahir mungkin kehilangan kemampuan mereka untuk mendengar. Salah satu cirinya adalah anak yang tidak menanggapi suara atau suara dalam beberapa bulan pertama mereka.

Gangguan Pengolahan Sensorik
Anak-anak yang menderita gangguan pengolahan sensorik dapat mendengarkan suara orang tua, tetapi mereka tidak dapat memahaminya karena otak mereka tidak mampu memproses nada atau suara yang dibuat dengan cara yang normal. Gangguan ini membuat anak tidak mampu merespon orangtua atau mengambil bagian dalam komunikasi.

Lalu bagaimana cara menanganinya?


Dari laman yang sama, saya mendapat beberapa cara. Yaitu:

Baca Buku untuk Balita
Membacakan mereka buku bisa meningkatkan kemampuan anak untuk mendengarkan. Cobalah membaca dengan keras dan juga mengubah intonasi suara sehingga anak tidak kehilangan minat. Belilah buku baru dalam jangka waktu berkala, sehingga anak tidak bosan dan mereka akan terus mendengarkan dengan penuh minat demi mengetahui apa yang terjadi selanjutnya dalam cerita.

Catatan penulis: bagian ini suer, benar banget. Anak-anak saya selalu suka setiap dibacakan buku cerita. Bahkan, mereka selalu meminta.

Turunkan Volume Suara ketika memberi mereka perintah
Memberi perintah sambil berteriak dan berdiri akan menakuti dia dan dia tidak akan mendengar apa yang Ibu katakan. Oleh karena itu, adalah ide yang baik untuk menurunkan volume suara ketika memberi anak perintah. Dengan cara ini, dia akan mendengarkan Anda dan bertindak atasnya juga.

Catatan penulis: Hmm... bagian ini sepertinya agak... yah, begitulah. Anak-anak, tetap ga dengar

Berbagi dengan Balita
Makan bersama dengan seluruh keluarga adalah cara yang bagus untuk membuat anak mendengarkan. Ketika semua anggota keluarga berkumpul di satu meja dan makan makanan mereka bersama-sama, mereka akan berinteraksi satu sama lain dan anak akan mendapatkan kesempatan untuk mendengar dan juga terlibat dengan mereka.

Nyatakan Pesan dengan Jelas

Anak-anak memiliki rentang perhatian yang sangat kecil, sehingga Ibu janganlah mengobrol tentang sesuatu sebelum memberikan perintah kepada anak. Sebaliknya, cobalah untuk memberikan perintah dalam kata-kata kecil dan tepat, sehingga anak dapat dengan mudah mendengarkan dan memahami.

Beri Contoh
Jika Ibu memberikan anak perintah tapi si anak tidak mendengarkan, tindak lanjuti perintah itu sesegera mungkin dengan menunjukkan anak apa yang Ibu ingin dia lakukan. Misalnya, ketika Ibu menyuruh mereka merapikan mainan dan mereka tidak mendengar, maka Ibu rapikan mainan itu dengan cepat sehingga bisa melihat. Kalau perlu ajak mereka turut serta.

Memperkuat Pesan 
Setelah memberikan perintah kepada anak, cobalah untuk memperkuat perintah itu dengan gerakan fisik. Misalnya, jika Ibu ingin dia pergi ke tempat tidur maka matikan lampu, sentuh bahunya dan katakan bahwa sudah waktunya bagi dia untuk pergi tidur.

Berikan Peringatan pada Balita

Berikan anak peringatan ketika sebuah perubahan terjadi secara tiba-tiba. Misalnya, jika Ibu akan keluar dengan dia, katakan padanya bahwa ia harus meninggalkan aktivitas dan menemani  Ibu. Peringatan ini harus diberikan dengan segera karena anak sama sekali belum bisa melacak dan menghitung waktu.

Berikan Balita Instruksi yang Realistis

Jangan meminta anak untuk melakukan semua pekerjaan sekaligus. Misalnya, ketika meminta dia untuk membersihkan kamarnya, katakan padanya pertama untuk merapikan buku-bukunya. Setelah ia selesai dengan buku, baru minta dia merapikan mainan dan lainnya. Dengan cara ini, balita akan melakukan hal-hal yang Ibu minta.

Memotivasi Balita Ibu
Memberi perintah dengan berteriak hanya akan menakuti anak.  Cobalah untuk mengatakan sesuatu yang positif pada akhir perintah Ibu. hal ini bertujuan untuk mendorong dan memotivasi anak untuk melakukan apa yang Ibu katakan.

Memberi Contoh Baik untuk Balita
Memberi contoh yang baik bagi anak  dengan mendengarkan anak ketika mereka berbicara akan membuat mereka mendengarkan Ibu. Karena ketika dia melihat Ibu memperhatikan apa yang dia katakan, dia juga akan mulai memperhatikan apa yang Ibu katakan padanya.

Tips sederhana ya sebenarnya, Bu. Hanya saja, seperti saya, kadang melaksanakannya sulit karena kita memandang persoalan dari sudut pandang orang dewasa. Kita, tanpa sadar menganggap mereka orang dewasa, yang seharusnya sudah menyahut dengan dua tiga kali panggilan. Kita lupa, bahwa dunia anak dan dunia orang dewasa itu berbeda.


Tuesday, August 16, 2016

9:30 AM

Tips Merebus Botol Kaca ASIP

Apakah Ibu menggunakan botol kaca untuk menampung ASI perah? Nah, sehabis pakai, botol kaca tersebut  harus dicuci dan disterilkan. Cara sterilisasi biasanya dilakukan dengan cara merebusnya dalam air mendidih.

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi, ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam merebus botol kaca wadah ASIP. Apa saja?

Air
Jika Ibu menggunakan air sumur atau air tanah, maka biasanya akan meninggalkan lapisan putih pada bagian dalam atau pun luar botol. Nah, cara mensiasatinya adalah, gunakan air matang. Air yang sudah direbus terlebih dahulu, dan kemudian didinginkan, maka kandungan kapurnya akan mengendap.  Jadi ketika digunakan kembali untuk merebus botol, kandungan kapur yang menyebabkan lapisan putih sudah berkurang.


Posisi meletakkan botol
 
Setelah merebus, biasanya botol dalam kondisi panas. Jangan letakan botol dalam posisi terbalik, karena uap panas yang terbentuk akan terkumpul di dasar botol (yang berada di posisi atas). Saat suhu botol mendingin, uap itu akan terkondensasi dan meninggalkan tetes tetes air sehingga bagian dalam botol masih tetap basah.

Letakan botol dalam posisi tengadah (bagian mulut di atas) sehingga uap air bisa keluar dengan bebas. Air di bagian dalam botol juga akan menguap akibat dari suhu botol yang tinggi. Untuk menghalangi masuknya debu ke bagian dalam botol, maka tutup botol-botol yang masih panas itu dengan kain bersih, atau penutup yang berpori. Jangan gunakan tutup panci atau plastik karena uap akan tertahan sehingga membentuk tetesan air yang bisa kembali jatuh ke dalam botol.

Setelah bagian dalam botol kering dan suhunya dingin, maka cepat-cepat tutup botol dengan penutupnya untuk menghindari masuknya kotoran atau debu.

Untuk panduan, ASI perah secara lengkap, silahkan mampir ke artikel Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja



Friday, August 12, 2016

10:29 AM

Pemberian Susu Bayi Lewat Botol, Panduan dan Tips

Ibu memutuskan untuk memberikan susu bayi lewat botol susu? ada beberapa tips dan panduan nih yang bisa dibaca, diambil dari WebMD. com.

Lebih baik botol Kaca atau botol plastik? 

Beberapa bayi memiliki kesukaan tersendiri pada suatu jenis botol. Namun sebagai Ibu, ada beberapa hal yang patut dipertimbangkan:

Botol plastik lebih ringan dari kaca dan anti pecah. Tetapi jangka waktu penggunaannya tidak selama seperti menggunakan botol kaca. Di masa lalu, beberapa orang tua memilih botol kaca untuk menghindari bahan kimia yang disebut bisphenol A (BPA) yang digunakan dalam beberapa botol plastik. Namun sekarang, beberapa botol plastik yang dijual di pasaran sudah BPA Free.

Apa yang harus kita tahu tentang puting / dot bayi
Sebagian besar terbuat dari silikon atau lateks dan memiliki berbagai macam bentuk. Kadang dot memiliki tingkat aliran yang berbeda, berdasarkan ukuran lubang pada dot. Ibu mungkin harus mencobakan beberapa jenis dot sebagai pengenalan dan juga memahami yang mana yang bayi suka. Periksa dot sesering mungkin untuk melihat tanda-tanda retak. Gantilah dot dengan teratur terutama jika sudah aus atau berubah warna.

Cuci Botol dan Dot
Ibu dapat mencucinya dengan deterjen khusus dan air panas, dengan tangan atau dalam mesin cuci piring. Lakukan setiap kali digunakan. Untuk botol plastik, lebih baik dicuci dengan tangan karena beberapa studi menunjukan bahwa bahan kimia plasti bisa bocor jika terkena suhu panas. kebanyakan ahli merasa tidak perlu untuk merebus botol, kecuali pada bulan-bulan awal bayi.

Hanya ASI atau Formula
Pemberian air dan jus tidak dianjurkan untuk dilakukan lewat botol. Penggunaan botol hanya untuk pemberian ASI yang dipompa atau susu formula. Campurkan susu formula sesuai dengan takaran. Menambahkan terlalu banyak air bisa mengurangi kandungan gizi selain juga menurunkan asupan garam pada bayi yang bisa menyebabkan kejang. Mengurangi air pada campuran susu formula  juga tidak terlalu bagus untuk perut dan ginjal bayi.

Cara Pilih Susu Formula
Kebanyakan orang tua mulai dengan susu yang terbuat dari susu sapi. Ibu sebenarnya juga dapat membeli susu kedelai dan susu sapi jenis hypoallergenic. Pastikan memberikan susu yang diperkaya zat besi. Ibu dapat membeli susu formula dalam bentuk bubuk, terkonsentrasi, atau siap digunakan. Di umurnya yang 6 bulan, bayi harus minum antara 6 dan 8 ons per satu kali minum.

Hangat atau Suhu Ruangan?
Untuk bayi, lebih baik memberikan susu dalam suhu kamar, atau dingin seperti suhu air normal. Jika Ibu membuat susu formula hangat, rendam terlebih dahulu susu dengan air dingin, atau guyur dengan air mengalir selama 1-2 menit. Kocok susu dan teteskan sedikit di punggung tangan untuk menguji suhu. Jangan mengujinya di pergelangan tangan, bagian itu kurang sensitif terhadap panas.

Cara menggendong bayi saat memberikan susu formula

Pakaikan celemek pada bayi dan siapkan kain untuk membersihkan susu yang meleber dari bibirnya. Dudukkan bayi dengan kepala sedikit lebih tinggi dari tubuhnya. Pegang botol dan perhatikan selama dia menyusu. Coba untuk sendawakan bayi di pertengahan konsumsi susu untuk mencegah gumoh atau muntah.



Bagaimana Ibu tahu kapan bayi selesai minum?
Si kecil akan membiarkan Ibu tahu kapan dia selesai minum susu. Bayi mungkin berhenti mengisap, berpaling dari botol, atau mendorong botol menjauh. Ibu bisa memberinya kesempatan untuk berubah pikiran, tapi jangan memaksa bayi menghabiskan semua yang ada di botol. Jika bayi gumoh, maka Ibu lebih baik mengurangi sedikit asupan susunya.


Cara menyendawakan bayi
Jika bayi perlu bersendawa selama atau setelah makan, peluklah bayi di pangkuan atau bisa juga lekatkan di dada ibu. Tepuk lembut atau gosok punggungnya. Ibu bisa juga dapat meletakkannya di pangkuan dengan posisi perut di bawah, tahan kepalanya dan tepuk pelan punggungnya. Jangan khawatir jika bayi ibu tidak bersendawa, karena tidak semua bayi melakukannya.

Jika bayi gumoh banyak, maka sendawakanlah dia setiap beberapa menit selama menyusui. Jangan baringkan bayi atau bermain dengannya selama 45 menit setelah dia makan. Memeluk bayi dalam posisi tegak atau menopang tubuhnya di kursi bayi setelah makan. Sehabis gumoh, kondisi bayi akan lebih jika dia didudukkan.

Haruskah Ibu ganti susu formula?
Jika bayi ibu gumoh terlalu banyak atau rewel, permasalahannya bisa jadi adalah jenis susu formula yang diberikan.  Kadang-kadang, bayi bisa memiliki alergi yang dapat menyebabkan hal-hal seperti diare, muntah, atau, kulit merah kering. Jika Ibu melihat ini, maka konsultasikanlah pada dokter.

Berapa lama susu bisa disimpan?
Buanglah selalu susu formula yang tersisa di dalam botol. Taruh paket susu formula cair yang sudah dibuka di kulkas dan gunakan selama 48 jam. Jika ibu menggunakan campuran susu formula bubuk, Ibu bisa menyimpannya hanya selama 24 jam di kulkas. Jika susu di luar kulkas lebih dari 2 jam, maka sebaiknya dibuang. buatlah susu formula sesuai kebutuhan bayi, jangan dalam jumlah besar.

Mengenai menyimpanan ASI, bisa dilihat di postingan Manajemen Asi Perah untuk Ibu Bekerja

Wednesday, May 11, 2016

1:13 PM

Benjolan pada Leher Anak, Diapain Nih?

Apa yang mommy rasakan ketika menemukan benjolan pada leher anak? Panik? Kaget? Takut?

Iya, saya merasakannya. Anak saya yang kedua, si Widya ketahuan ada benjolan di lehernya. Tepatnya di bawah telinga kanan (agak maju dikit sih). Benjolannya pertama kali saya temukan di tahun 2015. Karena suatu hal, sama sekali belum bisa saya periksakan ke dokter.

Sekitar awal 2016, benjolannya membesar. Sangat-sangat bengkak hingga kelihatan. Padahal awalnya hanya terlihat ketika dia mendongak saja. Saat itu, benar-benar seperti gendongan tapi di kanan.

Gejala lain yang muncul adalah badannya sering hangat dan mukanya juga pucat. Walaupun si anak tidak merasakan apa-apa, benjolannya tidak sakit, aktivitas masih seperti biasa, tetap saja saya panik. Akhirnya si adek saya bawa ke dokter anak.

Berbagai macam pemikiran muncul. Jangan-jangan tumor, jangan-jangan kanker. Apalagi pas di dokter anak, sang dokter tidak berani memberi vonis apa-apa karena benjolannya sudah lama. Sang dokter yang memang terlalu overcare juga sudah sampai membicarakan urusan operasi dan tips mencari kamar di rumah sakit. Seketika saya menyesali kealpaan saya karena terlambat membawa si adek ke dokter.

Oleh dokter anak, anak saya dirusuk ke dokter bedah anak. Kebetulan sang dokter bedah ini praktek di RS Surya Husada Denpasar pada hari yang sama, sehingga langsung kami samperin.

Udah takut banget kalau si adik harus operasi segala macam. Syukurnya sang dokter bedah yang sudah 11 tahun menangani kasus seperti ini berkata untuk kasus seperti ini sangat jarang sampai operasi. Sang dokter jauh berbeda dengan dokter anak yang sebelumnya, lebih santai dan bisa menenangkan perasaan orangtua pasien yang sudah ketakutan.

Dokter bedah kemudian merujuk si adek ke dokter spesialis patologi untuk melakukan FNAB (Fine Needle Aspiration Cytology) atau biopsi jarum halus. Ini merupakan tindakan memeriksa suatu bagian tubuh dengan cara menyuntikkan sebuah jarum yang halus (lebih kecil dari jarum suntik biasa) ke bagian tubuh yang ingin diperiksa.

FNAB tidak berlangsung lama. Hanya menusukkan jarum kecil sekali di benjolan. Namun tetap saja si adek ketakutan dan menjerit. Hasil tesnya juga tidak lama, hanya menunggu sekitar satu jam dan hasil sudah keluar.
Ternyata, dari test itu ketahuan bahwa benjolan itu merupakan akibat dari Reactive lymphoid hyperplasia yaitu pembesaran kelenjar getah bening.

Saat menelpon dokter bedah anak untuk menyampaikan hasil test,  dokter bilang bahwa kasusnya si adek tidak perlu buru-buru. Saya kemudian diminta konsultasi lagi pada jadwal beliau yang berikutnya.

Beberapa hari kemudian, saya kembali konsultasi ke dokter bedah anak. Sang dokter mengatakan bahwa si adek terkena radang sekunder yang membuat benjolannya tambah besar. Akhirnya diberikan antibiotik selama seminggu, dan diminta kontrol lagi minggu depan pada hari yang sama.

Selama seminggu, benjolan berkurang drastis, tidak lagi bengkak seperti hari kemarin. Namun masih ada sisa, sehingga saya kembali kontrol minggu depannya. Karena hasil obat yang memuaskan, dokter kembali memberikan antibiotik dengan jenis serta dosis yang sama selama seminggu.



Seminggu kemudian, benjolan itu ternyata masih ada dengan ukuran yang sama seperti tahun lalu ditambah dua benjolan baru dengan ukuran kecil-kecil.  Saat kontrol lagi, si adek dan juga kakaknya Cuta (yang ternyata setelah saya cek juga memiliki benjolan serupa tapi lebih kecil) dirujuk ke dokter anak spesialis kelenjar untuk menjalani tes mantoux.

Apa itu test mantoux? Ini merupakan alat diagnostik yang sampai saat ini mempunyai sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi untuk mendiagnosis adanya infeksi tuberkulosis. Prosedurnya adalah dengan menyuntikkan tuberkuloprotein ke bawah kulit. Lokasi penyuntikan di sekitar lengan.

Kenapa anak-anak saya harus menjalani test ini padahal hasil FNAB-nya menunjukan pembengkakan kelenjar getah bening? Karena di keluarga kami pernah ada riwayat TB sehingga disinyalir anak-anak tertular.

Test ini mungkin hanya seperti suntikan, tapi efeknya sungguh berbeda pada anak 3 tahun. Si Adek menangis jejeritan, meronta-ronta padahal sudah dipegangi oleh perawat. Suntikannya gagal karena obatnya keluar sehingga test harus diulang di lengannya lagi satu. Saya tidak heran kenapa si Adek ketakutan. Metode suntikannya tidak seperti suntikan bisa yang asal suntik lalu masukin obat. Tidak. Setelah disuntik, dengan posisi jarum semasih di kulit, sang dokter memastikan posisi jarum di jaringan kulit yang tepat sebelum memasukan obat. Inilah yang membuat si Adek dan kakaknya menjerit kesakitan.

Setelah test, kami diminta kontrol 3 hari kemudian karena hasil test baru akan kelihatan dalam jangka waktu 48-72 jam. Reaksi tubuh terhadap penyuntikan ini nantinya akan berupa munculnya benjolan kemerahan di sekitar suntikan. Dinyatakan tuberkulosis negatif apabila nilai indurasinya 0-4 mm. Di sisi lain, dinyatakan negatif tuberkulosis apabila nilai indurasinya diatas 10 mm. Jika nilai indurasi berkisar antara 5-9 mm, maka dinilai meragukan (ref: artikelkesehatanwanita.com)

Syukurnya, selama 3 hari itu sama sekali tidak ada tanda-tanda benjolan di lengannya anak-anak. Bekas suntikan memudar dengan cepat, dan ketika kontrol dokter mengatakan bahwa mereka tidaklah terkena TB.

Seketika saya lega. Kenapa? Sungguh mommy, pengobatan TB itu tidaklah gampang. Penderita harus minum obat setiap hari selama enam bulan. Tidak boleh putus barang satu hari saja. Kalau lupa sehari, bakteri akan resisten terhadap obat. Pada bulan-bulan awal bahkan 4 biji obat yang gedenya minta ampun. Saya membayangkan anak-anak saya menelan obat-obatan begitu, seketika rasanya mau lemas.

Syukurnya mereka negatif untuk TB. Kemudian, apa yang sebenarnya terjadi pada mereka hingga memiliki benjolan seperti itu? Apa pengobatan selanjutnya?

Sang dokter yang juga merupakan spesialis kelenjar ini mengatakan bahwa anak-anak saya mengalami suatu jenis radang yang membuat kelenjar getah bening mereka membengkak (hasil FNAB jelas kok, dok). Hal ini katanya umum terjadi pada beberapa anak, tidak akan mempengaruhi kesehatan mereka dan juga tidak membutuhkan pengobatan tambahan. Dokternya sendiri bilang benjolan akan hilang dengan sendirinya. Saya hanya harus mengobservasi anak-anak dan melakukan pemeriksaan jika terjadi radang sekunder yang mengakibatkan bengkak besar seperti kemarin.

Ini melegakan. Sungguh, setelah hampir sebulan berkutat dengan masalah benjolan ini hingga membayang operasi segala macam.  Segala macam ketakutan, kecemasan dan kekhawatiran yang menyita perhatian dan tenaga akhirnya bisa ditanggalkan (bahasanya novel banget hahahah). Namun biarpun begitu, tetap saya saya masih was-was. Anak saya dua-duanya mengalaminya, saya jadi menduga-duga penyebabnya apa walaupun dokternya tidak bisa menyebut penyebabnya secara spesifik.

Sampai seminggu setelah konsultasi terakhir, tidak ada masalah kesehatan berarti bagi mereka. Semoga benjolan tersebut memang bisa hilang dengan sendirinya.

Nah, postingan saya kali ini tujuannya untuk membuat mommy tahu, bahwa tidak semua gejala penyakit harus ditanggapi dengan ketakutan. Namun tetap ya harus waspada, karena benjolan yang tidak wajar seperti ini bisa jadi sesuatu yang mengkhawatirkan jika tidak ditindaklanjuti.

Atau mungkin ada mommy yang pernah mengalami masalah seperti anak-anak saya? 

Thursday, March 31, 2016

12:07 PM

Kenali Croup pada Bayi dan Anak


Apa itu Croup?
Croup atau yang sering disebut dengan Laryngotracheobronchitis adalah penyakit pernapasan umum di mana pita suara (laring) dan daerah tenggorokan (trachea) meradang. Croup biasanya disebabkan oleh virus, seperti virus parainfluenza, adenovirus, atau respiratory syncytial virus (RSV). Croup dikaitkan dengan batuk keras, batuk menggonggong dan pernapasan yang berisik. Croup terjadi paling sering pada akhir musim dingin, terutama pada anak-anak antara usia 3 bulan dan 5 tahun. 

Gejala dan Tanda Croup
Croup biasanya dimulai eperti flu biasa dengan pilek dan demam. Setelah beberapa hari, suara anak akan tampak serak dan anak akan mengalmai batuk yang keras. Suara batuknya sendiri terdengar seperti gonggongan anjing laut. 

Anak juga mungkin memiliki masalah menarik udara ke paru-paru karena peradangan di saluran napas. Suara berisik yang terjadi ketika menghirup disebut stridor. Batuk dan kesulitan bernafas terjadi paling sering di malam hari atau di di tengah malam. Dalam kasus croup spasmodik, anak mungkin tidak memiliki gejala flu sebelum batuk dimulai, tapi batuk dan gejala pernapasan yang sama seperti pada anak dengan Croup menular. 



Anak-anak yang lahir prematur atau anak-anak dengan asma yang diketahui bisa mengalami  gejala Croup yang lebih parah. Secara umum, bagaimanapun, croup hilang dalam beberapa hari, meskipun gejala sesekali dapat menjadi parah. Kadang-kadang seorang anak yang mengalami kesulitan bernafas bisa emnderita batuk yang cepat, nafas tersengal-sengal atau dikombinasikan dengan batuk yang menggonggong. Warna kulit anak mungkin pucat dan biru di sekitar mulut karena kekurangan oksigen. Jika ibu melihat gejala serius ini, maka cepatlah bawa anak ke dokter.

Cara Mencegah Croup
Sulit untuk mencegah anak dari terserang Croup mengingat virus flu umum juga bisa mengakibatkan Croup. Sering  mencuci tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit dapat mengurangi risiko infeksi. 

Pengobatan untuk Croup
Antibiotik tidak membantu karena croup biasanya disebabkan oleh virus, bukan oleh bakteri. Jika anak menderita croup untuk pertama kalinya, hubungi dokter segera jika ada tanda-tanda kesulitan bernapas, dehidrasi, demam tinggi, air liur, dan ketidakmampuan untuk menelan air liur. Ini mungkin merupakan tanda dari epiglottitis akut, infeksi yang jarang namun berpotensi mengancam nyawa dari epiglotis. 
 
kondisi larink saat menderita Croup
Jika anak menderita croup sebelum dan ibu mengenali gejala-gejalanya, cobalah langkah-langkah ini:
  • Berikan anak banyak cairan.
  • Topang anak di tempat tidur dengan bantal dan menjaga tubuh bagian atas terangkat sehingga ia akan bernapas lebih mudah.
  • Beberapa anak merasa lebih baik ketika mereka menghirup udara dingin dan basah. Membawa anak ke jendela yang terbuka atau membuka pintu freezer.
  • Anak-anak lain membaik setelah menghirup hangat, udara beruap. Bawa anak ke kamar mandi setelah mengisi bak dengan air hangat selama 10 menit. Minta anak menghirup uang lembab secara langsung atau melalui handuk basah. Jika menggunakan handuk basah, bisa juga dilakukan di kamar.

Tidurlah cukup dekat untuk anak sehingga Ibu bisa mengamati perjalanan penyakit. Gejala dapat meningkatkan di siang hari, tetapi memperburuk lagi untuk dua atau tiga malam. 

segera hubungi dokter jika anak tidak juga bisa bernapas dengan lebih mudah setelah perawatan di atas. Anak mungkin butuh oksigen, obat-obatan untuk membuka jalur napas dan cairan infus.

(sumber : parents.com)

Monday, March 28, 2016

10:30 AM

Mengenali Batuk pada Bayi

Batuk adalah cara tubuh untuk  melindungi diri sendiri. Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan tubuh untuk menjaga kebersihan saluran udara, membersihkan dahak di tenggorokan, postnasal drip (lendir hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan), atau potongan makanan yang salah masuk.
Untuk menjalankan fungsi itu, ada dua jenis batuk yaitu:

  • Batuk kering: Jenis batuk yang terjadi ketika bayi merasa  dingin atau alergi. Batuk jenis ini membantu membersihkan postnasal drip atau iritasi akibat sakit tenggorokan.
  • Batuk basah: Jenis batuk ini adalah hasil dari penyakit pernapasan yang disertai infeksi bakteri. Ini menyebabkan dahak atau lendir (yang mengandung sel-sel darah putih untuk membantu melawan kuman) untuk membentuk di saluran udara bayi. 

Bayi berumur kurang dari 4 bulan biasanya tidak sering batuk, jadi ketika batuk itu menimpa bayi umur 0-4 bulan maka itu artinya serius. Pada kondisi dingin, jika bayi ibu batuk keras bisa jadi adalah respiratory syncytial virus (RSV), infeksi virus berbahaya bagi bayi.

Kemudian berdasarkan penyebabnya, seperti dilansir oleh ayahbunda.co.id, batuk bisa disebabkan oleh dua hal:

Batuk alergi.
Salah satu alergen untuk saluran napas disebut inhalan, karena zat-zat yang beterbangan di lingkungan terhirup oleh tubuh. Inhalan yang paling banyak menimbulkan alergi adalah debu rumah, yang biasanya mengandung tungau (sejenis kutu kecil) debu rumah, partikel dari asap rokok, serpihan kulit binatang, serbuk sari tumbuhan, dan zat-zat kimia yang disemprotkan (obat nyamuk, minyak wangi, dan hairspray). Namun, alergen juga dapat berupa makanan, misalnya makanan ringan yang mengandung zat pewarna atau zat pengawet.

Jika anak kebetulan alergi dan mengisap inhalan, maka selaput lendir pada saluran pernapasannya akan terangsang untuk menghasilkan lendir lebih banyak dari biasanya. Akibatnya? Terjadi pembengkakan (edema). Ujung-ujung saraf dalam selaput lendir menjadi terangsang, dan batuklah ia.

Jika pembengkakan terjadi pada saluran pernapasan atas, yaitu di hidung, maka hidung akan tersumbat dan balita pun pilek. Biasanya, sih, disertai juga bersin-bersin. Sebaliknya, jika pembengkakan pada saluran pernapasan bawah, yaitu saluran di paru-paru secara menyeluruh, maka terjadi penyempitan saluran pernapasan. Akibatnya, anak uhuk-uhuk, sesak, dan napasnya berbunyi (mengi) alias asma.

Batuk non-alergi. 
Batuk jenis ini disebabkan infeksi kuman, terutama jenis virus dan bakteri. Proses pembengkakannya hampir sama dengan batuk alergi. Begitu kuman penyakit masuk, selaput lendir pada saluran pernapasan membengkak dan rusak. Akibatnya, produksi lendir berlebihan, hidung tersumbat, dan muncullah batuk.

Batuk non-alergi biasanya disertai demam dan gejala lainnya. Jenis bakteri yang sering jadi biang keladi infeksi saluran pernapasan atas akut (ISPA) adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Tidak jarang, batuk yang bersifat kronis dikarenakan jenis bakteri penyebab penyakit tuberkulosis (TBC).

Cara Alami mengatasi Batuk pada Anak
Kadnag, jika dibawa ke dokter, anak akan diberi antibiotik. beberapa orangtua biasanya mengurangi penggunaan antibiotik, sehingga lebih memilih obat biasa atau bahkan obat tradisional.

Yang sering saya lakukan untuk mengatasi batuk anak dengan ramuan tradisional adalah dengan kencur, jeruk nipis dan madu.

Kencur diperas, kemudian diperas di atas saringan teh. Baru kemudian campurkan dengan perasan jeruk nipis dan madu. Kadang anak memuntahkannya kembali karena rasa kencur yang pedas, untuk menyiasatinya tambahkan madu yang banyak jadi rasanya manis.

Wednesday, March 23, 2016

10:37 AM

Mengenali Jenis Ruam pada Bayi dan Anak

Apa Penyebab Ruam?
Ruam adalah salah satu alasan paling umum bagi orangtua untuk membawa anak-anak ke dokter. Dalam kebanyakan kasus, ruam tidak menunjukkan kondisi yang berbahaya, tapi dalam beberapa bisa menjadi kasus yang  butuh penanganan lebih lanjut. Jika seorang anak mengalami ruam, tapi tidak menunjukan gejala lain dan kesehatannya secara umum baik, maka yang bisa ibu lakukan hanyalah mengamati ruam itu selama beberapa hari.

Banyak jenis ruam akan hilang tanpa pengobatan. Jika ruam disertai dengan demam tinggi, kesulitan bernafas, muntah, atau penurunan kesehatan secara umum (anak kurang aktif) maka bawalah anak ke dokter karena satu jenis ruam bisa disebabkan oleh banyak hal.

Berikut jenis-jenis ruam berdasarkan penyebabnya.

Ruam Disebabkan Oleh Alergi

Hives (Gatal berbintik besar dan merah)
Ruam alergi yang paling umum adalah gatal-gatat, gatal yang berlebihan dan diikuti oleh bintik besar, kadang melingkar dengan pusat pucat. Hives ini bisa timbul akibat reaksi terhadap berbagai hal seperti obat-obatan, makanan, infeksi virus, atau sengatan dan gigitan serangga. Ruam biasanya berlangsung selama tiga sampai empat hari sebelum menghilang. Gatal-gatal lokal biasanya menunjukkan kontak kulit langsung dengan substansi,  bahwa orang tersebut tidak dapat mentolerir sesuatu seperti tanaman, serbuk sari, atau makanan.

 

Infeksi lokal Dengan Ruam

Luka yang terinfeksi
Luka yang terinfeksi terjadi ketika luka minor dari iritasi kulit, goresan, luka, atau gigitan terinfeksi oleh bakteri di permukaan kulit, pada selaput lendir, atau dari sumber-sumber eksternal. Luka menjadi merah dan lembab, nanah dan koreng kekuningan muncul. Kullit di sekitarnya menjadi bengkak dan lembut karena peradangan. Kelenjar  betah bening anak anak mungkin akan berubah bengkak dan menderita demam. Jika anak terluka gores, bakteri dapat menyebar pada kulit dan menimbulkan banyak bisul.

Impetigo
Impetigo dapat terjadi pada setiap bagian dari tubuh yang memiliki luka atau goresan di kulit. Ruam biasanya hasil dari goresan, gigitan, atau iritasi ringan yang telah terinfeksi dengan bakteri streptococcus atau staphylococcus. Luka menjadi merah dan lembab, dengan nanah dan koreng kekuningan. Jika seorang anak tergores, bakteri dapat menyebar pada kulit dan menyebabkan lebih banyak luka yang berkembang selama beberapa hari, paling lama empat sampai enam hari sebelum mengering dan membentuk keropeng. Hal ini biasanya diobati dengan antibiotik topikal atau oral.

Selulitis
Selulitis adalah infeksi kulit lokal yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Kulit menjadi bengkak, panas, dan merah di satu daerah yang tampak jelas di antara kulit yang sehat. Seringkali, tidak ada titik masuk yang jelas dalam kulit untuk bakteri. Kadang-kadang dapat disertai demam dan penurunan kesehatan secara umum. Selulitis harus dievaluasi dan diobati segera, karena infeksi dapat menyebar dengan cepat.

Ruam Jamur
Ruam jamur adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh dua jenis jamur: tinea dan candida. Infeksi tinea, juga dikenal sebagai kurap, adalah lesi oval atau berbentuk cincin dengan kulit normal yang tampak di tengah dan gatal, bersisik, dan tepi sedikit menonjol dari sekitarnya. Ruam dapat ditemukan pada kulit kepala, wajah, tubuh, atau kuku.

Infeksi Candida dapat terjadi pada bayi sebagai oral thrush, sebagai lapisan putih di lidah atau mukosa mulut atau sebagai, ruam merah mengkilap di daerah popok (terinfeksi ruam popok). Infeksi Candida dapat terjadi pada anak-anak dari segala usia. Ruam biasanya terletak pada lipatan kulit lembab, seperti di bawah dagu bayi atau kulit pecah-pecah antara jari kaki, disertai dengan rasa gatal dan kadang-kadang perubahan warna kuku.

Kudis
Kudis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau gatal. Tungau betina membuat liang ke dalam kulit - antara jari-jari, di daerah pergelangan tangan, dan di ketiak. Bayi bisa mengalami kudis pada telapak tangan dan telapak kaki. Kudis menyebabkan rasa gatal, yang dapat menyebabkan pembentukan luka, lecet, keropeng, dan kemungkinan infeksi bakteri sekunder. Lubang abu-abu kecil di kulit yang dibuat oleh tungau kadang bisa diamati. Kudis cukup menular dan membutuhkan pengobatan.

Kutu
Kutu adalah serangga yang bertelur dan melekat pada rambut kepala. Telur menetas setelah kurang lebih satu minggu dan menyebabkan gatal-gatal pada kulit kepala. Kutu biasanya ditemukan pada garis rambut, leher, dan di belakang telinga. Kutu juga bisa dilihat menggunakan kaca pembesar dan sisir kutu. Meskipun kutu cukup menular, penting untuk diingat bahwa kutu tidak menyebabkan penyakit dan tidak akan membuat anak-anak sakit. pengobatan yang tepat akan mencegah penyebaran kutu untuk anak-anak lain.

Kutil
Kutil adalah penyakit kulit anak umum yang disebabkan oleh virus. Ada beberapa jenis kutil yang ditemukan baik secara individual maupun kelompok, biasanya pada jari, tangan, dan kaki. Kebanyakan kutil memiliki bagian yang keras, permukaan kasar dan sedikit menyembul di permukaan kulit kecuali kutil di  telapak kaki (plantar warts) yang datar karena ditekan  oleh berat badan. Kutil cenderung menghilang sendiri tanpa pengobatan, tetapi juga bisa kembali.



Moluskum Kontagiosum
Moluskum kontagiosum adalah ruam umum lainnya yang disebabkan oleh virus. Ruam jenis ini berbentuk kecil, bintik seukuran biji kacang hijau pada permukaan kulit. Bintik bisa berwarna pucat,  warna daging merah, keabu-abuan, putih atau kuning. Setiap benjolan memiliki penyok kecil di tengah. Ruam jenis ini biasanya tidak merepotkan anak, tetapi kadang terasa gatal sehingga anak akan menggaruk yang bisa memancing infeksi kulit lain.

Ruam jenis ini dapat ditemukan di seluruh tubuh anak, secara individu atau dalam kelompok. Biasanya, akan menghilang tanpa pengobatan setelah beberapa minggu. Bisa juga bertahan selama beberapa bulan dan bahkan tahun. Pengobatan biasanya tidak dianjurkan.

Ruam popok
ruam popok terjadi di daerah popok ketika kulit menjadi lembab, merah, dan iritasi karena urin dan tinja. Iritasi ini dapat menyebabkan bukaan kecil di kulit, yang memungkinkan bakteri atau jamur untuk menyerang dan menyebabkan infeksi sekunder yang membuat ruam parah.

Infeksi umum dengan Ruam luas

Jenis ruam ini bisa berupa rubella, campak, cacar air, demam berdarah, mononukleosis, Roseola serta jerawat.

(sumber: parents.com)

Wednesday, March 2, 2016

9:51 AM

Kolik Pada Bayi





Kolik, salah satu istilah yang harusnya familiar buat mommy yang baru punya bayi. Ketika bayi menangis tanpa henti tanpa alasan yang jelas, dan tentu saja membuat orangtua baru menjadi pusing tujuh keliling.
Nah, di sub menu Perawatan Bayi ini, mari kita pelajari lebih lanjut mengenai kolik. Tips penting ini saya dapat dari beberapa sumber di antaranya adalah webmd.com.

Apa itu Kolik?
Sampai saat ini kolik itu sendiri masih menjadi sedikit misteri. Seorang bayi yang cukup makan dikatakan mengalami kolik menangis lebih dari 3 jam sehari, lebih dari 3 hari seminggu, selama lebih dari 3 minggu.
Beberapa hal lain yang perlu kita tahu tentang kolik di antaranya juga:

  • Kolik tersebut cenderung dimulai pada bayi dengan usia sekitara 2 minggu (kecuali untuk bayi prematur)
  • Kolik hampir selalu hilang sendiri dalam umur 3 atau 4 bulan.
  • Jenis kelamin dan urutan kelahiran bayi, apakah bayi ASI atau formula, sama sekali tidak berpengaruh.
  • Anak yang mengalami kolik sewaktu bayi tidak akan memiliki berbeda dari mereka yang tidak. 


Apa Penyebab Kolik?
Penyebab pasti kolik masih belum diketahui, dan itu sebabnya tidak ada cara yang jelas untuk membantu. Namun ada beberapa teori yang bisa menjelaskannya, di antaranya:

  • Sebuah sistem pencernaan yang berkembang dengan otot yang sering kejang
  • Gas
  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau suasana hati yang rewel
  • Terlalu peka atau stimulasi berlebihan oleh cahaya, suara, dll
  • Mood bayi
  • Sistem saraf masih berkembang 
  •  


Ingat, ada beberapa kondisi yang menyerupai kolik padahal bukan. Jika misalnya mommy curiga, baiknya melakukan pemeriksaan detail untuk mengetahui penyebab medis mengapa bayi sering menangis dan rewel.
Beberapa hal yang membuat bayi rewel di antaranya:

  •  infeksi
  • Acid reflux atau masalah perut
  • Tekanan atau radang otak dan sistem saraf
  • Masalah mata, seperti goresan atau peningkatan tekanan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Cedera tulang, otot, atau jari

Penanganan Kolik
Saat bayi kolik, sebenarnya tidak bisa yang kita lakukan untuk menghilangkannya. Kolik akan menghilang sendiri secara bertahap, terlepas dari apa yang Ibu lakukan. Namun kita bisa membantunya untuk mempersingkat episode atau mengurangi intensitasnya.


Pencegahan

Pada kasus khusus, Mommy mungkin perlu membuat catatan harian untuk memetakan kegiatan sehari-hari bayi, termasuk saat ia menangis. Catatan dapat membantu untuk melihat pola menangis bayi serta meningkatkan kemampuan Ibu untuk memprediksi kapan episode kolik yang mungkin terjadi. Mengantisipasi kebutuhan bayi. Perhatikan kebiasaan alami bayi dan cobalah atur jadwal kasar  untuk makan, tidur siang, dan bermain. Dengan cara itu, Ibu dapat memprediksi perilaku dan merespons dengan tepat. Ibu juga mungkin ingin mencoba memegang dan menghibur bayi sebelum waktunya bayi menangis. Gunakan gendongan depan atau sling sehingga Ibu dapat melakukan hal-hal lain.
  • Ciptakan lingkungan yang tenang. Selama rentang waktu yang memungkinkan mereka rewel, sentuh bayi hanya jika diperlukan, dan coba untuk membatasi pengunjung, lampu terang, suara keras, dan situasi kacau. Overstimulasi dapat memicu episode menangis atau membuatnya lebih buruk.
  • Mengurangi stres . Bayi sangat sensitif terhadap suasana hati pengasuh mereka dan mungkin menangis lebih ketimbang masa stres yang dialami keluarga. Penting untuk Ibu agar tetap tenang. Ingat bahwa masa kolik ini pasti akan berakhir dan Ibu hanya perlu bertahan.
  • Meminta bantuan ketika membutuhkannya. Ketika Ibu kewlaahan dan putus asa, cobalah minta bantuan orang lain untuk mengasuh bayi. Si bayi mungkin akan lebih merespon pengasuh yang lebih segar dan santai.
  • Kolik tidak disebabkan oleh masalah kesehatan. Tapi ketika bayi Ibu tidak merasa baik, menangis episode mungkin lebih buruk. Ibu dapat membantu meminimalkan kolik dengan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko bayi dari penyakit.
  • Jika bayi full Asi, maka perhatikan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu. Makanan yang Ibu makan dapat mempengaruhi ASI menyebabkan perut bayi terasa  nyeri sehingga dapat memperpanjang episode menangis.
  • Memberi makan bayi dengan tepat. Bayi yang masih muda mungkin lapar 1 sampai 2 jam setelah menyusui. Berikan ASI sesuai dengan permintaan. Tapi untuk menghindari overfeeding, pastikan Ibu membatasi pemberian ASI ketika si bayi sudah kenyang.
  • Membantu mencegah gas perut pada bayi. Gas dapat menyebabkan rasa sakit, yang mengarah ke perpanjangan episode menangis.
  • Praktik kebersihan yang baik untuk menghindari penyakit. Bayi yang sakit biasanya lebih sering menangis. Untuk membantu mencegah penyakit maka kebersihan harus dijaga seperti seperti mencuci tangan. Mintalah seseorang yang sedang mengunjungi bayi untuk melakukan hal yang sama. Hindari berada di sekitar keramaian pada minggu-minggu pertama bayi terutama di sekitar orang yang merokok. Menghirup asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi untuk masalah pernapasan, infeksi telinga, dan asma. 

Kenyamanan
Ketika episode kolik dimulai, Ibu bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk menghibur.
  • Menanggapi tangisan cepat dan tepat. Cepat menilai apakah tangisan mungkin menunjukkan "aku lapar " atau "Saya perlu perubahan posisi," dan seterusnya, dan bertindaklah sesuai kebutuhan bayi. Mengenali kebutuhan bayi bisa mencegah kemarahan berlebih pada bayi.
  • Sendawakan bayi  terutama jika Ibu menyangka bahwa bayi menangis karena masalah perut.
  • Mengurangi aktivitas di sekitar bayi. Overstimulasi dari kebisingan, lampu, dan terlalu banyak perhatian dapat memicu episode menangis. Pindahkan bayi ke lingkungan yang tenang.
  • Coba pijat bayi . Beberapa orang tua menggunakan  pijat untuk mencoba menghilangkan kolik.
  •  Menenangkan bayi Ibu dengan membantu dia untuk menjadi lebih nyaman. Jangan khawatir bahwa Ibu mungkin akan memanjakan bayi dengan memberikan sering dan mencintai perhatian. 

Apakah Setiap Bayi yang Menangis Lama itu selalu Kolik?
Karena bayi menangis lebih banyak dalam 3 bulan pertama  mereka dari pada waktu lainnya dalam kehidupan mereka, seringkali sulit untuk membedakan antara kolik dan menangis biasa. Kedua jenis tipe menangis itu secara bertahap meningkat, memuncak pada sekitar usia 6 sampai 8 minggu. Kebanyakan episode menangis terjadi di sore dan malam, meskipun waktunya bervariasi. Panjang dan intensitas episode menangis juga dapat berubah dari satu hari ke hari berikutnya.

Perbedaan antara kolik dan perilaku menangis normal berkaitan dengan frekuensi, durasi, dan intensitas menangis. Bayi dengan kolik biasanya menangis selama lebih dari 3 jam sehari lebih dari 3 hari seminggu selama minimal 3 minggu berturut-turut.  Saat kolik, bayi menangis sangat keras, kadang-kadang sangat tajam, dan terus menerus. Selama episode kolik, bayi mungkin mengepalkan tinju, perut dan kaki mereka juga kaku. Beberapa bayi melengkungkan punggung, dan bayi lain menarik kaki ke arah perut.
Kebanyakan bayi dengan perilaku menangis biasa bisa ditenangkan dan akan menangis lebih sedikit jika mereka ditahan, diberi makan, dan diberi perhatian. Tapi bayi dengan kolik tidak mudah ditenangkan setelah mereka mulai menangis. Dan episode mereka biasanya berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.
Masa kolik biasanya terburuk biasanya ketika bayi sekitar usia 6 sampai 8 minggu dan hilang sendiri antara usia 8 dan 14 minggu.

Masalah lain yang dapat menyebabkan menangis
Menurut definisi, kolik tidak disebabkan oleh rasa sakit atau ketidaknyamanan. Kemungkinan besar, bayi menangis adalah normal. Tapi masalah kesehatan atau cedera dapat menyebabkan bayi menangis atau membuat bayi kolik menangis semakin buruk.

Pelajari cara untuk membedakan antara kolik dan tanda-tanda masalah medis . Misalnya, bayi mungkin menangis lebih ketika ia memiliki masalah pencernaan seperti intoleransi protein susu atau intoleransi gula susu. Beberapa ibu juga mengatakan bahwa mereka melihat bayi mereka menangis semakin memburuk setelah mereka mengkonsumsi makanan tertentu atau minuman dan kemudian menyusui. Beberapa makanan dapat mempengaruhi ASI, seperti bawang putih, brokoli, buah-buahan segar, dan kafein. Bahan makanan ini dapat menyebabkan gas pada usus atau masalah pencernaan lainnya pada bayi.

Friday, January 15, 2016

11:16 AM

Menyusui saat Hamil, Bolehkah?

Salah satu resiko dari jarak usia anak yang rapat adalah si kakak belum cukup umur untuk disapih, sementara si adik sudah nunggu giliran untuk brojol. Apakah mommy mengalaminya?

Tenang, mommy tidak sendirian, ada saya (dulu sih) dan jutaan ibu-ibu di dunia mengalami ini (tanda bahwa program pemerintah yang menyatakan si kakak baru boleh punya adik setelah umur lima tahun itu GATOT, hee).


Jika mommy sudah sempat searching, pasti akan menemukan ribuan artikel yang memperbolehkan  menyusui saat hamil dan bahkan tandem nursing (menyusui si kakak dan si adik secara bersamaan). Berbagai keuntungan dan kekurangan, sudah pasti Mommy temukan terlebih dahulu di sana sebelum baca postingan saya yang tidak bergizi ini.

Saya sendiri sudah hamil ketika si Cuta umur sembilan lebih. Karena sudah sangat-sangat tahu manfaat ASI, saya berusaha untuk terus menyusui walaupun dilarang oleh mertua dan juga dokter. Alasannya, menganggu kandungan. Pada awalnya saya ngotot, apalagi banyak saya temukan curhat-curhat mommy di milis yang berhasil melewati masa ini hingga akhirnya bisa tandem nursing.

Saya pun mencoba mencari pembenaran kembali atas niat saya, bahwa kehamilan yang pertama tidak bermasalah, tidak ada riwayat keguguran atau pun lahir prematur. Istilahnya, saya menganggap kondisi saya cukup kuat untuk menyusui selama hamil.

Niat itu pun berlangsung selama dua bulanan,  hingga si Cuta berumur setahun. Dan nyatanya, saya menyerah. Haaa... padahal awal-awal heboh sama suami mau tandem nursing, namun baru dua bulan sudah keok.

Ternyata menjadi pejuang ASI tidak segampang itu. Ada puluhan malam yang harus dihabiskan dengan sakit pinggang, badan lemas tidak bertenaga dan kurang enak badan. Namun bukan itu yang membuat saya menyerah, melainkan kontraksi dini yang membuat niat saya keder. Iyap, salah satu alasan saya menyerah menyusui selama hamil adalah resiko keguguran akibat kontraksi. Dokter bilang kandungan saya lemah karena sudah mengalami kontraksi di awal-awal kehamilan, sehingga dengan menyusui bisa menambah resiko keguguran.

Akhirnya, ya sudah. Selesailah si Cuta menyusui. Waktu itu jujur, merasa berdosa sekali karena tidak berhasil menamatkan dia ASI selama dua tahun. Namun ternyata, keinginan berhenti itu juga bukan dari saya saja, tapi si Cuta juga mulai tidak puas dengan jumlah ASI sehingga lebih memilih susu botol (padahal di sebelas umur pertamanya dia anti susu botol). Jadi proses menyapihnya gampang banget.

Menyusui selama hamil tidaklah gampang, butuh dukungan suami dan juga kemauan sang ibu. Hanya saja, beberapa ibu tidak dilimpahi oleh persediaan ASI yang cukup. Walaupun secara teori, supply ASI berdasarkan kebutuhan, namun adakalanya seorang ibu harus berusaha lebih banyak untuk menyiapkan persediaan lebih untuk bayinya, terlebih saat hamil.

Asupan makanan dan cairan, kondisi psikis, tekanan lingkungan atau pekerjaan, kondisi kesehatan. Semua faktor itu turut andil, tidak semata karena bayi minta terus keluarannya banyak. Bagaimana pun, pabrik akan beroperasi jika mesinnya dalam kualitas prima dan bahan bakunya cukup. Jadi, saya tidak akan sok menceramahi seorang ibu yang mengeluh ASI nya kurang dengan teori supply and demand (didemo ibu-ibu pro ASI sedunia).

Pada dasarnya,ASI memang penting, tapi dalam kasus seperti ini, bagi saya si calon adik tetaplah ada prioritas. Bagaimana kita menjaga anak pertama saat hamil, begitu pula harusnya kita merawat si anak kedua. Jadi, sekalipun dengan itu si kakak harus berhenti ASI.

Kalau mommy konsultasi ke dokter, hahhaa.... mungkin kebanyakan dokter akan menyarankan untuk stop seperti dokter kandungan saya. Wajar, mereka kan dokter kandungan, bukan dokter anak, apalagi ahli laktasi. Tapi tetap saja sih, selain Tuhan dan Mommy, mereka yang paling tahu kondisi kandungan kita.

Jadi apakah menyusui selama hamil itu boleh? Dengan banyaknya informasi di sekitar, kita tetap kembali ke diri sendiri. Apakah kondisi tubuh mommy siap dengan hal itu?


Tuesday, January 12, 2016

10:24 AM

12 Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Bayi Baru Lahir

Kepala bayiku terlihat aneh
Mommy mungkin membayangkan gambaran sempurna mengenai kepala bayi yang baru lahir, bulat, kemerahan, lucu. namun jika kepala bayi Anda terlihat sedikit aneh dan berbentuk kerucut pada awalnya, itu karena dia terjepit begitu lama di panggul sewaktu lahir.

Selain bentuk kepala, bayi mungkin akan memperlihatkan keanehan lain pada tubuhnya. Lubang hidungnya mungkin sedikit tergencet. Akumulasi cairan di bawah kulitnya dapat membuat matanya terlihat bengkak. Dan ia bahkan mungkin memiliki memar kecil pada wajah dan kulit kepalanya jika persalinan menggunakan forceps atau vacuum extractor.

Bayi saya begitu gelisah
Setelah menghabiskan waktu sekian bulan meringkuk dalam kantong air yang nyaman dan rahim dengan ukuran pas, setelah lahir bayi memiliki ruang yang tidak terbatas untuk bergerak, tidak ada pembatas pada anggota tubuhnya. Dia belum cukup tahu bagaimana mengontrol tubuhnya di media baru ini, sehingga gerakan kecil pada lengannya membentuk pola baru. Bayi juga lahir dengan Moro, atau mengejutkan, refleks: Ketika bayi merasakan dia jatuh atau terkejut, tiba-tiba ia akan membuang tangannya, membuka tangannya, menarik kepalanya ke belakang, dan kemudian dengan cepat membawa lengannya kembali. Refleks ini akan menghilang dengan 3 bulan. Sebuah sistem saraf yang masih berkembang juga mengirimkan impuls listrik ke otot lebih dari yang diperlukan, yang dapat menyebabkan dagu bayi bergetar atau kaki gemetar. Gerakan ini biasanya akan lebih teroraginis setelah beberapa minggu dan goyangan tubuhnya akan berkurang.

Testis bayi saya begitu besar
Pembengkakan testis sebenarnya adalah hasil dari tekanan yang diterima pada bayi selama kelahiran, serta oleh cairan yang terperangkap dalam jaringan. Juga, semua bayi baru masih memiliki hormon ibu yang beredar di tubuh mereka. Pada anak laki-laki, hormon ini memperbesar testis; pada anak perempuan, mereka menyebabkan labia membengkak. Pembengkakan kelamin reda selama beberapa hari pertama.

Bayi saya selalu lapar
Pada minggu-minggu pertama, bayi seolah-olah makan sepanjang waktu. Bayi yang diberi ASI juga cenderung makan lebih sering, karena ASI lebih cepat dicerna dan lebih benar-benar terserap. Alasannya adalah karena si kecil memerlukan banyak energi untuk pertumbuhannya. Dia akan  akan menggandakan berat lahirnya dalam enam bulan, yang membutuhkan asupan kalori yang besar. Bayi menjadi sangat rakus selama ledakan pertumbuhan; pertama biasanya terjadi antara usia 4 dan 6 minggu usia. Namun Mommy hendaknya berhati-hati agar tidak salah menafsirkan isyarat sebagai rasa lapar, mungkin saja yang dia butuhkan adalah kenyamanan atau hanya berdekatan dengan sang ibu. Tetap berilah interval menyusui sekitar dua jam.

Tangan dan kaki bayi saya dingin
Sebelum mommy mengambil thermostat atau membungkus si kecil dalam selimut lain, cobalah rasakan batang tubuhnya (dada, punggung, perut). Jika bagian itu hangat dan merah muda, artinya bayi Anda tidak dingin. Karena sistem peredaran darahnya masih berkembang, darah didorong lebih sering ke organ vital dan sistem yang paling dibutuhkan. Tangan dan kakinya adalah bagian tubuh terakhir untuk mendapatkan pasokan darah yang baik. Hal ini bisa terjadi hingga tiga bulan hingga sirkulasi bisa beradaptasi sepenuhnya dengan kehidupan di luar rahim. Sementara itu, sangat umum dan biasa jika jari-jari mungil dan kakinya merasa dingin dan terlihat pucat. Ketika gerakan bayi Anda menjadi lebih aktif, sirkulasi nya akan membaik.

Ada darah di popok bayi saya
Hormon ibu yang menyebabkan testis dan labia bengkak, terkadang juga bertanggung jawab atas pengeluaran darah pada vagina anak perempuan. Jangan khawatir jika Anda melihat noda kecil darah atau sedikit pewarnaan pada popok bayi Anda di minggu pertama kehidupan. Periode menstruasi mini ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari. Kadang-kadang, apa yang tampak seperti darah sebenarnya hanyalah urin yang terkonsentrasi dan dapat terlihat cukup gelap di lipatan popok.

Bibir bayi saya seolah melepuh
Banyak bibir bayi yang baru lahir mengembangkan nursing tubercle atau blister yang sekilas seperti melepuh akibat isapannya yang kuat pada botol atau payudara. Dalam beberapa kasus, blister yang hadir pada saat lahir terjadi karena kebiasaan mengisap jempol di dalam rahim. Sebuah kalus (penebalan pada kulit) mengisap tidak menyebabkan ketidaknyamanan untuk bayi Anda. Bahkan, pertumbuhan berlebih dari pengerasan kulit pada bibir ini bisa membuat bayi lebih cepat menggenggam puting. Kalus akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, atau mungkin datang dan pergi dari hari ke hari.

Pup bayi saya terlihat seperti diare
Bayi yang disusui langsung dari payudara memiliki pup berbiji, berbentuk seperi mustard-kuning yang cair, sementara bayi yang disusui dengan botol memiliki gerakan usus yang lebih padat dengan warna tinja kecokelatan dan konsistensi lembut seperti es krim.

Beberapa bayi pup belasan kali sehari, sementara yang lain mengeluarkan tinja hanya beberapa kali seminggu. Selama anak Anda mendapatkan berat badan dan tidak memiliki sakit perut atau kembung, frekuensi buang kotoran dia baik-baik saja.

Namun kadang sulit untuk membedakan gerakan usus normal dan diare, terutama jika Anda menyusui. Bayi yang diberi ASI biasanya akan pup setelah setiap makan. (Ini disebut refleks gastro-colic: Setiap kali susu masuk ke dalam perut, sesuatu akan keluar di ujung lainnya.) Dan anus mereka secara alami lebih longgar. Jika frekuensi, volume, atau konsistensi berubah secara dramatis, maka waktunya untuk menemui dokter Anda.

Selengkapnya baca  Mengenali jenis Kotoran pada bayi.

Bayi saya bersin sepanjang waktu
Bayi yang baru lahir sering mengalami bersin, tapi bukan karena mereka pilek atau sakit. Ini adalah salah satu cara mereka untuk membersihkan hidung dan bagian pernapasan dari kemacetan dan partikel udara. Bersin juga membantu membuka kembali lubang hidung yang tertutup untuk sementara. Ketika seorang ibu menyusui dan hidung si bayi menekannya balik,  hidungnya mungkin diratakan atau satu lubang hidung tutup. . Setelah makan, bayi akan mengambil napas atau bersin untuk membuka hidungnya lagi.

Kulit bayi saya bersisik
Sementara bayi Anda sedang mandi di sebuah laguna cairan ketuban, kulitnya dilindungi dari lingkungan yang berair oleh lapisan putih, bahan lilin yang disebut vernix. Tapi begitu dia terkena udara dan vernix terkelupas, lapisan atas kulitnya akan mengering dan mulai mengelupas. Seluruh tubuh bayi mungkin mengupas (meskipun itu yang paling terlihat di tangan dan kaki). Jangan mencoba untuk mengelupaskannya paksa. Pelembab juga tidak dibutuhkan dalam proses ini. Pengelupasan biasanya berlangsung satu sampai dua minggu.

Napas bayi saya aneh
Seperti banyak orang tua baru, Anda mungkin menghabiskan waktu untuk membungkuk di sisi si kecil setiap malam saat dia tertidur untuk memastikan dia masih bernapas. Dan Anda mungkin pernah panik beberapa kali setiap menengar napasnya yang tidak teratur. Tapi ternyata normal jika bayi mengambil sedikit jeda dan kemudian bernapas lagi dengan tempo yang lebih cepat. Ini merupakan bagian dari pengembangan diafragma dan sistem saraf. Jeda napas selama 20 detik dianggap normal namun jika bayi sudah berusia sekitar 6 bulan, pernafasannya sudah harus mulai teratur.

Anda khawatir tentang SIDS, tentu saja, dan Anda bijaksana untuk waspada. Coba letakan bayi Anda tidur telentang, menyimpan semua selimut lembut dan mainan dari tempat tidurnya, dan tidak merokok. Jika bayi Anda pernah berhenti bernapas selama lebih dari 20 detik (tanda apnea) atau berubah biru atau lemas, maka carilah bantuan medis.

Tangisan bayi saya semua terdengar sama
Anda pernah mendengar bagaimana ibu seharusnya tahu secara naluriah apakah bayi mereka lapar, lelah, atau membutuhkan perubahan popok hanya dari suara tangisan nya. Tapi jika Anda masih tidak fasih dalam bahasa pertama bayi Anda, jangan khawatir. Seiring waktu, Anda akan mengenali jeritan keras dari jeritan kesakitan atau merintih lebih tenang karena kelelahan. Tetapi pada hari-hari awal, itu tidak terlalu penting mengapa si kecil menangis (kadang-kadang dia akan melolong tanpa alasan sama sekali). Anda masih akan bereaksi dengan perhatian penuh kasih yang sama setiap kali - dan ternyata itulah yang bayi Anda butuhkan.


(sumber: parents.com)



My Blog List