Thursday, June 18, 2015

Trend Waralaba Bubur Bayi

Saya baru tahu nih ternyata ada juga franchise yang beginian. Bacanya sih dari Kompas.com (bubur beras sehat), dan ternyata usaha ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Mungkin karena di Denpasar belum ada ya, jadi saya baru tahunya sekarang.

Saya bukannya mau promosi yak, cuma mau ikut mengomentari. Dari beritanya kompas, lewat link Benarkah "Bubur Bayi Sehat" Menyehatkan? Saya jadi ikut miris saat lihat banyak sekali orang tua yang antri beliin anaknya bubur yang dimaksud, dengan alasan praktis dan sehat, katanya buburnya jam delapan pagi sudah habis.

Saya sih tidak memandang miring orang tua yang lebih suka beli dibandingkan bikin sendiri, toh setiap orang punya kesibukan masing-masing. Bahkan perawat di salah satu dokter anak yang saya datangi juga lebih menyarankan bubur instan dibanding bubur bikinan sendiri, namun memilih produk yang katanya sehat (sekali lagi diklaim oleh produsen loh, mana ada dagang yang bilang dagangannya jelek), kenapa sebegitu cepat orang percaya.

Ada salah satu waralaba yang mengklaim produknya, yaitu bubur bayi yang tahan lebih dari 12 jam di suhu ruang / tidak basi / berair, tanpa harus dimasukkan ke dalam kulkas. Hmm.... kira-kira, berasnya jenis apa ya? kok saya bikin bubur, dua jam aja sisa di panci udah berair.
Lalu ada pula klaim bahan-bahannya kualitas premium dan sudah diuji di salah satu lab, sementara saya baca di bulan kemarin, lab bersangkutan salah melakukan uji terhadap beras plastik. (Okezone.com)

Pendapat saya pribadi ya, dibandingkan percaya sama orang lain yang ngakunya jual makanan sehat, lebih baik sih bikin sendiri. Apalagi untuk bayi, kalau untuk diri sendiri sih gampang-gampang ajah.

Kalau memang pingin makanan sehat organik, cukup beli bahan yang memang organik, kalau perlu tanam bayam sendiri di depan rumah. Bagi yang enggak punya tanah, bisa pakai pot.

Apalagi yang namanya bisnis, mana ada usaha yang iklannya tidak mengklaim sesuatu yang bagus?

Bikin bubur itu enggak sulit kok, gampang. Toh juga sudah ada alat Slowcooker.  Bahkan, pakai kompor juga bisa. Atau mau gampangnya, nasi matang dimasak lagi sampai lembut, lalu diblender. Lebih gampangnya lagi, bikin tepung beras sendiri, masak (untuk bayi 6 bulan). Jadi deh tuh bubur. Untuk tambahan sayur dan lauk, tinggal kukus, blender bareng-bareng.

Sepertinya sih yang kurang itu bukan waktu ya, namun pengetahuan dan kemauan orang tua. Kalau memang mau, banyak sekali informasi mengenai makanan pendamping ASI ini di internet. Enggak perlu beli buku sebenarnya. Atau tidak punya internet? Hari gini, siapa sih yang enggak buka Facebook lewat hape?

Be Smart ya mommy, jangan terpengaruh dengan yang praktis-praktis ajah.

2 comments:

  1. Setuju coz aku jg bkin sndiri mpasi buat dede

    ReplyDelete
  2. Setuju coz aku jg bkin sndiri mpasi buat dede

    ReplyDelete