Thursday, June 18, 2015

10:37 AM

Trend Waralaba Bubur Bayi

Saya baru tahu nih ternyata ada juga franchise yang beginian. Bacanya sih dari Kompas.com (bubur beras sehat), dan ternyata usaha ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Mungkin karena di Denpasar belum ada ya, jadi saya baru tahunya sekarang.

Saya bukannya mau promosi yak, cuma mau ikut mengomentari. Dari beritanya kompas, lewat link Benarkah "Bubur Bayi Sehat" Menyehatkan? Saya jadi ikut miris saat lihat banyak sekali orang tua yang antri beliin anaknya bubur yang dimaksud, dengan alasan praktis dan sehat, katanya buburnya jam delapan pagi sudah habis.

Saya sih tidak memandang miring orang tua yang lebih suka beli dibandingkan bikin sendiri, toh setiap orang punya kesibukan masing-masing. Bahkan perawat di salah satu dokter anak yang saya datangi juga lebih menyarankan bubur instan dibanding bubur bikinan sendiri, namun memilih produk yang katanya sehat (sekali lagi diklaim oleh produsen loh, mana ada dagang yang bilang dagangannya jelek), kenapa sebegitu cepat orang percaya.

Ada salah satu waralaba yang mengklaim produknya, yaitu bubur bayi yang tahan lebih dari 12 jam di suhu ruang / tidak basi / berair, tanpa harus dimasukkan ke dalam kulkas. Hmm.... kira-kira, berasnya jenis apa ya? kok saya bikin bubur, dua jam aja sisa di panci udah berair.
Lalu ada pula klaim bahan-bahannya kualitas premium dan sudah diuji di salah satu lab, sementara saya baca di bulan kemarin, lab bersangkutan salah melakukan uji terhadap beras plastik. (Okezone.com)

Pendapat saya pribadi ya, dibandingkan percaya sama orang lain yang ngakunya jual makanan sehat, lebih baik sih bikin sendiri. Apalagi untuk bayi, kalau untuk diri sendiri sih gampang-gampang ajah.

Kalau memang pingin makanan sehat organik, cukup beli bahan yang memang organik, kalau perlu tanam bayam sendiri di depan rumah. Bagi yang enggak punya tanah, bisa pakai pot.

Apalagi yang namanya bisnis, mana ada usaha yang iklannya tidak mengklaim sesuatu yang bagus?

Bikin bubur itu enggak sulit kok, gampang. Toh juga sudah ada alat Slowcooker.  Bahkan, pakai kompor juga bisa. Atau mau gampangnya, nasi matang dimasak lagi sampai lembut, lalu diblender. Lebih gampangnya lagi, bikin tepung beras sendiri, masak (untuk bayi 6 bulan). Jadi deh tuh bubur. Untuk tambahan sayur dan lauk, tinggal kukus, blender bareng-bareng.

Sepertinya sih yang kurang itu bukan waktu ya, namun pengetahuan dan kemauan orang tua. Kalau memang mau, banyak sekali informasi mengenai makanan pendamping ASI ini di internet. Enggak perlu beli buku sebenarnya. Atau tidak punya internet? Hari gini, siapa sih yang enggak buka Facebook lewat hape?

Be Smart ya mommy, jangan terpengaruh dengan yang praktis-praktis ajah.

Monday, June 15, 2015

9:57 AM

Solusi Gizi untuk Anak Umur 1-6 Tahun ( Dan Susah Makan)

Tidak ada habisnya kalau ngomongin anak susah makan ya, mom. Masalah perkembangannya, cara mencegahnya, cara penanganannya, sampai-sampai soal gizinya. Yang paling kita takutkan itu tentunya adalah yang terakhir. Jika anak susah makan, maka asupan gizinya juga berkurang, dan Gizi itu adalah segalanya bagi anak-anak, bahkan juga dari orang dewasa.

Ketika kebutuhan gizi harian tak terpenuhi, maka mereka bisa terkena banyak resiko kesehatan dan juga dalam perkembangannya, seperti  mengalami obesitas, serangan jantung, stroke, kanker, dan penyakit lainnya.

Disadur dari Kompas.com, ada beberapa masalah nih yang  bisa bikin anak mengalami masalah gizi. Diantaranya adalah:

1.    Penolakan terhadap makan, sulit makan, hanya sedikit makanan yang dimakan atau pilih-pilh makanan

2.    Kebiasaan makan camilan di antara waktu makan utama dapat mengurangi nafsu makan pada waktu makan

3.    Tingginya konsumsi jus buah atau minuman ringan


4.    Tingginya konsumsi camilan/kudapan- kue, biskuit, keripik, kudapan manis dan permen

Solusi atau anjuran yang dapat dilakukan adalah :

•    Orang tua harus memberi contoh dengan mengajak makan bersama keluarga. Memperkenalkan makanan secara bertahap, terus mencoba makanan yang baru dan tetap tenang bila anak menolak makan. Tawarkan makanan dilain waktu. Membentuk kebiasaan makan sejak dini adalah yang berbaik dengan memberi contoh dan pujian yang wajar. Bentuk suasana yang nyaman ketika makan.

•    Perhatikan ukuran makanan disesuaikan dengan gigi geligi anak yang masih tumbuh (potongan kecil atau finger food), porsi kecil tapi sering

•    Pemilihan bahan makanan: pilih sayuran yang muda, buah yang matang, masak daging dan ayam hingga empuk.

•    Snack atau makanan camilan: pilih yang bergizi: susu, potongan buah, puding susu, sereal, yoghurt, roti panggang. Pemberian snack tidak dekat dengan waktu pemberian makanan utama karena akan mengurangi nafsu makan.

•    Agar anak tidak lekas bosan, ibu sebaiknya menyusun menu 10 hari yang bervariasi- silahkan melihat kumpulan resep di buku resep atau majalah/tabloid

•    Cukup aktivitas fisik: bermain bersama teman, berlari, main sepeda roda tiga. Aktivitas fisik yang cukup meningkatkan nafsu makan anak.

Pastikan anak cukup makan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Dalam pemberian makan setiap hari perhatikan 3 J yaitu jenis, jumlah dan jadwal makan.

•    Jenis: dalam sehari makanlah bervariasi makanan dari berbagai kelompok makanan

o    makanan pokok : sebagai sumber tenaga dan mengenyangkan
o    lauk pauk dari hewani dan nabati sebagai zat pembangun, antibodi atau kekebalan tubuh
o    sayur dan buah sebagai zat pengatur dan pelindung, kaya vitamin, mineral dan serat
o    susu kaya protein dan kalsium untuk pertumbuahn tulang dan gigi.
o    cukup minum air putih

•    Jumlah: sesuai kebutuhan anak

•    Jadwal makan, Buat jadual makan anak  3 kali makan utama dan 2 kali-3 kali makan snack. Beri kesempatan anak merasa lapar.

Contoh jadwal makan dan menu
o    Jam 07.00 : Makan Pagi : Nasi goreng dan omelet telur
o    Jam 10.00 : Snack pagi : susu 1 gelas
o    Jam 12.00: makan siang : Nasi+sup sayuran+ayam kecap
o    Jam 15.00: snack sore: buah potong dan puding
o    Jam 18.00: makan malam: nasi soto daging
o    Jam 20.00 : Snack malam: susu 1 gelas

Contoh jumlah zat gizi dan porsi makan sesuai dengan kebutuhan anak:

Kebutuhan Energi anak berbeda-beda, penuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya agar pertumbuhannya optimal. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan energi  1.000 kkal sedangkan usia 4-6 tahun kebutuhan energinya adalah 1.550 kkal.

Porsi bahan makanan untuk Anak:
Karbohidrat (nasi, roti, kentang):


Untuk Anak 1-3 Tahun:  3-4 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 7-8 porsi

1 porsi senilai dengan:   
        4 sendok makan nasi
        1 lembar roti tawar
        1 buah kentang sedang   

Lauk Pauk Hewani dan Nabati: ikan, daging, telur, ayam/unggas

Untuk Anak 1-3 Tahun:  2-3 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 3 - 4 porsi

Satu porsi senilai dengan:
        1 butir telur ayam,
        1 potong ayam dada sebesar kotak korek api
        1 potong ikan ukuran sedang, 1 potong tenggiri 75 gram
        2 potong tempe sebesar @ kotak korek api
        3 potong tahu sebesar @ kotak korek api    

Sayuran

Untuk Anak 1-3 Tahun:  2 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 3 - 4 porsi

1 porsi: setengah mangkuk sedang, ½ gelas belimbing  


Buah

Untuk Anak 1-3 Tahun:  2 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 3 porsi

1 porsi senilai dengan:
        1 buah jeruk sedang
        pepaya potong 1 mangkuk sendang
        apel setengah buah    2 porsi    3 porsi


Susu
Untuk Anak 1-3 Tahun:  2-3 gelas
Untuk anak 4-6 tahun : 2- 3 gelas

 1 gelas: 200 ml    2-3 gelas:    2-3 gelas;


Nah, bagi anak yang susah makan, ada kalanya porsi-porsi di atas tidak terpenuhi. Beberapa ibu menyiasatinya dengan memberikan tambahan susu dengan kandungan khusus, suplemen makanan dan juga vitamin. Itu sah-sah saja, karena pada dasarnya, tidak semua anak memiliki pola makan yang sama. Jadi, daripada memaksakan anak agar makan sesuai dengan porsi, kita sebagai ibu seringkali mencarikan alternatif lain untuk pemenuhan gizinya.