Tuesday, March 24, 2015

8:52 AM

Mengenali Jenis Kotoran/Feses/ Pup Bayi

Topik kita kali ini masih berhubungan dengan makanan bayi, masih juga ada rentetannya dengan sembelit pada bayi. Iyak, mengenai pup bayi. Pada ibu-ibu baru, perubahan tekstur, warna dan bau pada feses bayi pasti menimbulkan banyak sekali tanda tanya serta keraguan. Saya juga pernah mengalaminya, waktu si Cuta kecil, sempat kaget ketika pada umur dua bulan, fesesnya berubah bau menjadi amat-amat asam. Syukurnya waktu itu sih tidak panik karena si kecil tidak rewel.

Nah, sebagai smart mommy, mengenali jenis kotoran bayi bisa jadi pengetahuan dasar. Karena kotoran menunjukan apa yang dimakan oleh bayi, apakah ASI,  susu formula atau sudah mendapat makanan padat. Teksturnya pun bermacam-macam, bisa cair, pekat, keras atau lembek.

Selain berhubungan dengan makanan, feses bayi juga bisa dijadikan indikator kesehatan. Kadangkala seorang ibu baru akan langsung panik jika pup atau feses bayi berubah tekstur atau warna, dan buru-buru membawanya ke dokter. Nah, agar tidak kejadian begitu, ada baiknya jika ibu mengetahui dulu jenis-jenis kotoran pada bayi, entah itu pup bayi yang baru lahir, bayi yang berusia sebulan, enam bulan dan seterusnya.

Diambil dari beberapa sumber, terutama babycenter.com untuk poto-potonya, dan juga mayo clinic.

Kotoran bayi baru lahir


Kotorannya berwarna hijau kehitaman. Umumnya ini adalah feses bayi baru lahir dan disebut dengan mekonium. Sekilas mungkin seperti oli. Warnanya pekat seperti ini karena terbuat dari cairan ketuban, lendir, sel-sel kulit, dan hal-hal lain tertelan dalam rahim. Mekonium kadang tidak begitu berbau, dan berlangsung hanya dalam satu atau dua hari ke depan. Setelah dua hingga empat hari, kotoran bayi akan mulai berubah, berwarna lebih ringan, menjadi hijau dan tidak begitu lengket. Ini artinya bayi mulai mencerna ASI atau susu formula. Dan satu yang melegakan, saluran usus bayi baik-baik saja.

Kotoran Bayi ASI 

Umumnya kotoran  bayi ASI berwarna kuning cerah, dengan konsitensi lembek dengan sedikit cairan serupa diare, dan berisi bintik-bintik seperti biji. Baunya tidak begitu menyengat.
Kadang juga berwarna hijau, yang diakibatkan dari makanan yang ibu makan. Jika kotoran bayi berwarna hijau dan berbusa,  itu menunjukan bayi makan terlalu banyak foremilk, atau ASI yang berwarna putih bening, didapatkan di awal-awal menyusui. Biasanya rendah kalori karena lemaknya sedikit, beda dengan hindmilk yang pekat.



Sesuai dengan perkembangan bayi, akan ada masa dimana terjadi transisi. Tiba-tiba kotoran bayi begitu berbau asam dan menyengat, padahal biasanya tidak begitu berbau. Ini biasanya terjadi setelah berumur sebulan. Ini adalah hal yang normal dan menandakan fungsi ususnya yang semakin membaik.



Kotoran Bayi dengan susu formula


Warnanya agak pucat, tekstrunya seperti selai kacang dengan spektrum warna yang bervariasi. Warna cokelat, kuning-cokelat atau hijau – cokelat. Baunya lebih tajam dibanding bayi ASI namun masih kurang tajam dibandingkan bayi yang sudah mengkonsumsi makanan padat.

Kotoran Bayi dengan suplemen zat besi 


Warnanya akan menjadi hijau pekat dan hampir hitam ketika mendapat suplemen Zat besi. Namun jika warna ini terjadi bukan karena tambahan zat besi dan bukan mekonium, maka ada yang harus diwaspdai. Periksakan si bayi ke dokter.

Kotoran pada Bayi yang mulai MPASI

Perubahan ekstrem pertama akan terjadi pada masa ini. jika bayi mulai makan sereal beras, pisang, bubur bayi dan sebagainya, maka kotorannya cenderung menjadi cokelat, cokelat tua dan teksturnya lebih padat daripada selai kacang. Namun yang normal, tetap lembek.



Jika ada warna-warna lain yang berasal dari sisa makanan, dipastikan itu adalah sisa dari makanan bayi yang tidak tercerna sempurna. Jangan kaget jika menemukan warna oranye wortel, merah dari bit, atau bahkan kulit-kulit buah yang masuk bersama jus atau puree.

Jangan kgawatir jika bayi kekurangan nutrisi karena makanannya malah keluar lagi bersama feses. Usus bayi masih belum sempurna sehingga tidak mampu mencerna keseluruhan makanan. Makanan yang masuk jadi tidak sepenuhnya rusak, atau jika tidak terkunyah dengan sempurna.

Kotoran bayi yang diare


 Feses cair, berwarna kuning, hijau atau cokelat, seolah meledak dari dalam popok. Bayi diare bisa menjadi tanda infeksi atau alergi.

Kotoran Bayi Sembelit


Saat ibu menemukan bulatan-bulatan gelap di popok si kecil, bayi mungkin sedang mengalami sembelit. Terlebih jika bayi tidak nyaman dan disertai darah yang dihasilkan dari iritasi anusnya. Warnanya gelap, bisa cokelat dan sedikit hitam. Yang jelas, pup bayi sembelit sangat keras, bahkan jika ditekan.

Untuk membantu si kecil, ibu bisa mengunjungi artikel mengatasi sembelit pada bayi.

Kotoran Bayi berwarna hijau dan berlendir
Cirinya adalah kotoran si bayi mengkilap, dan seperti benang di dalamnya. Kotorannya seperti ini kadang bisa terjadi ketika bayi mengeluarkan banyak air liur karena lendir pada cairan itu tidak tercerna sehingga muncul pada kotoran.



Ibu hanya perlu khawatir jika bayi juga mengalami gejala lain seperti rewel, atau pupnya selalu seperti itu dalam jangka waktu lebih dari dua hari.

Selengkapnya baca di : Kenapa Feses Bayi Berwarna Hijau?

Kotoran bayi berdarah
Kadang-kadang darah dalam kotoran bayi bisa berwarna merah cerah, dan kadang-kadang hitam (yang berarti itu sudah dicerna).

Darah bisa muncul dalam kotoran bayi dengan banyak alasan, diantaranya:
* Kotoran normal diwarnai dengan darah merah, yang seringkali merupakan tanda alergi protein susu.
* pup bayi yang sembelit dengan sedikit darah merah, kemungkinan akibat luka di anus atau wasir kecil.
* Diare bercampur darah merah, yang dapat mengindikasikan infeksi bakteri.




Ketika darah hitam muncul dalam popok bayi - biasanya dalam flek kecil yang terlihat seperti opium atau biji wijen hitam - sering kali karena bayi ASI dan menelan darah dari puting ibu yang retak dan berdarah. Jika darah berasal dari hal ini, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun penangan yang terbaik perlu dilakukan jika terjadi gejala mengkhawatirkan lain pada bayi. Maka segeralah hubungi dokter.
.

Friday, March 6, 2015

11:36 AM

Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak-anak

Agak melenceng sedikit dari topik makanan bayi, tetapi masih ada hubungannya dengan bayi. Kali ini saya akan memuat artikel mengenai gangguan pendengaran pada bayi dan anak. Artikel ini tentu saja saya ambil dari artikel lain (saya bukan ahli yang serba tahu, hehhe). Kutipan ini seperti dilansir oleh webmbd.com.

Dua sampai 3 bayi dari 1.000 di AS dilahirkan tuli atau dengan kehilangan pendengaran, menurut National Institutes of Health. Sebagian besar negara bagian melakukan tes pendengaran pada bayi baru lahir, dan jika ada masalah pendengaran, tes lain dilakukan dalam beberapa minggu. Pengobatan dini sangat penting.

Setiap jenis gangguan pendengaran dini bisa menjadi masalah serius. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan bahasa, yang dipercaya para ahli terbangun selama bulan-bulan awal dan tahun kehidupan. Jika didiagnosis dan diobati dengan cepat, masalah pendengaran pada bayi dan anak-anak dapat dihentikan sebelum bisa mengakibatkan masalah bahasa.

Tapi kadang sulit untuk mendiagnosis gangguan pendengaran pada bayi. Banyak masalah pendengaran tidak ditemukan sampai anak berumur 2 tahun, ketika anak mulai menunjukan keterlambatan berbicara dan perkembangan.

Jika Anda berpikir bahwa anak Anda mungkin memiliki masalah pendengaran, langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi dengan dokter anak.  Untuk gambaran awal, berikut beberapa petikan mengenai penyebab gangguan pendengaran pada bayi dan anak.

Apa Apakah Penyebab Gangguan Pendengaran pada bayi dan Anak?
Penyebab gangguan pendengaran pada anak-anak meliputi:
Otitis media. Infeksi telinga tengah ini sering terjadi pada anak-anak karena tabung Eustachian mereka (tabung yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung) tidak sepenuhnya dikembangkan. Cairan menumpuk di belakang gendang telinga dan dapat menjadi terinfeksi. Bahkan jika tidak ada rasa sakit atau infeksi, cairan yang ada dapat mempengaruhi pendengaran, setidaknya untuk sementara. Dalam kasus yang parah dan tahan lama, otitis media dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Masalah saat lahir. Beberapa anak dilahirkan dengan masalah pendengaran. Lebih dari setengah disebabkan oleh masalah genetika. Lainnya terjadi selama kehamilan atau dari perawatan prenatal. Gangguan pendengaran juga dapat terjadi ketika seorang wanita hamil mengembangkan kondisi tertentu seperti diabetes atau toksemia. Lahir prematur juga menimbulkan kesempatan anak untuk masalah pendengaran.

Sakit atau cedera. Banyak kondisi dapat menyebabkan masalah pendengaran pada anak-anak, termasuk penyakit seperti meningitis, ensefalitis, campak, cacar air, dan flu. Cedera kepala, suara sangat keras, dan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Gejala Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak

Sebagai orang tua, Anda mungkin menjadi orang pertama yang melihat masalah pendengaran pada anak Anda. Beberapa tanda-tanda awal masalah pendengaran meliputi:
•    Tidak bereaksi terhadap suara keras
•    Tidak menanggapi suara Anda
•    Membuat suara sederhana yang lancip

Seorang anak dengan otitis media mungkin juga:
•    Menarik atau menggosok telinga
•    Terus-menerus rewel tanpa alasan yang jelas
•    Berhenti memperhatikan dan memiliki sedikit energi
•    Tidak mengerti arah
•    Sering meminta mengeraskan volume TV atau radio
•    Mengalami demam
•    Mengalami sakit telinga

Pengobatan untuk Anak-anak Dengan Gangguan Pendengaran

Pengobatan untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran tergantung pada penyebab dan seberapa parah gangguan pendengaran.

Perawatan yang paling umum untuk otitis media meliputi:
Mengamati. Karena kondisi sering sembuh dengan sendirinya, kadang-kadang pengobatan pertama untuk otitis media hanya dengan mengamati setiap perubahan anak.

Obat. Dokter anak mungkin akan meresepkan antibiotik atau obat lain untuk anak.

Ear Tube. Jika masalah berlanjut dan tampaknya mempengaruhi pendengaran anak, dokter anak Anda mungkin menyarankan agar anak mendapatkan ear tube. Cara ini memungkinkan cairan mengalir dan dapat membantu mencegah infeksi. Jika dokter berpikir anak membutuhkan ear tube ini, ia akan merujuk ke THT. Memasukkan tabung telinga merupakan prosedur rawat jalan bedah minor, tapi anak harus memiliki anestesi umum di rumah sakit.

Pengobatan lain untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran meliputi:

Alat bantu dengar. Anak-anak dengan gangguan pendengaran bisa mulai menggunakan alat bantu dengar ketika mereka berumur 1 bulan. Seorang spesialis pendengaran akan membantu memastikan bahwa anak mendapatkan alat bantu dengar yang tepat baginya.

Implan. Banyak anak-anak dan orang dewasa mendapatkan implan koklea, perangkat elektronik yang membantu pendengaran. Ini biasanya digunakan untuk anak-anak dengan masalah pendengaran serius, ketika alat bantu dengar tidak membantu.

Alat pendengar lainnya
. Ada banyak perangkat lain yang dapat membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran. Tanyakan spesialis pendengaran tentang apa yang mungkin tepat untuk anak Anda.

Dukungan untuk Orangtua Dengan Anak yang memiliki Gangguan Pendengaran

Berikut adalah beberapa hal yang dapat orang tua lakukan untuk membantu anak dan diri Anda sendiri:

Mendidik diri sendiri
. Situs web, serta kelompok-kelompok pemerintah dan nirlaba, dapat membantu Anda mengikuti perkembangan terbaru dan penelitian.

Berkomunikasi
. Carilah kelompok pendukung dan masyarakat secara online chatting untuk orang tua dari anak-anak dengan gangguan pendengaran. Kelompok-kelompok ini dapat memberikan informasi dan rasa komunitas.

Tetap berkomunikasi dengan anak Anda
. Beberapa anak dengan gangguan pendengaran merasa terisolasi secara sosial. Tapi pengobatan dini dan penggunaan alat bantu dengar dapat mengurangi kemungkinan isolasi sosial.

Mengurus diri sendiri dan hubungan Anda yang lain
. Mendapatkan bantuan untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran bisa menghabiskan banyak waktu orang tua. Tapi jangan mengabaikan kesejahteraan atau hubungan lain Anda sendiri. Luangkan waktu untuk pasangan, tetap berhubungan dengan teman-teman, dan melakukan hal-hal yang Anda nikmati.