Monday, February 2, 2015

Misoa untuk Bayi

Makanan Bayi - Tidak hanya Mommy, bayi juga suka sama mie lho. Bentuknya yang lebih unik dibandingkan nasi yang membosankan, lalu rasanya yang juga bervariasi, tidak tawar seperti mie, membuat bayi juga tergoda.

Saya juga suka membuatkan Mie buat si dua krucil, jika selama ini menggunakan mie telur yang bisa dibeli di supermarket, beberapa waktu yang lalu saya mencoba misoa.

Apa itu misoa?
Dari beberapa website yang saya temukan, berikut yang mengupas soal misoa.

Misoa atau misua adalah mi halus dan tipis dari tepung terigu. Mi ini berwarna putih, dan selalu dijual dalam bentuk kering. Misoa tidak sama dengan sohun. Sebelum dipakai untuk berbagai masakan, misoa direndam sebentar di dalam air panas. Misoa digoreng seperti halnya mi goreng atau dipakai sebagai campuran sup. Teksturnya yang lembut membuat misoa sering dipakai dalam resep masakan untuk balita, anak-anak, dan orang lanjut usia.

Masakan yang memakai misoa adalah masakan Cina, Taiwan, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Di Indonesia, misoa juga dibuat kue-kue goreng atau perkedel misoa.




Pembuatan misoa di Taiwan
Secara tradisional, misoa dibuat secara manual dengan memilin dan menarik adonan mi hingga menjadi berhelai-helai mi yang panjang. Dalam kebudayaan Cina, misoa melambangkan umur panjang. Oleh karena itu, misoa dimasak sebagai hidangan istimewa pada hari ulang tahun dan berbagai hari perayaan. Orang Tionghoa-Indonesia memakan misoa di hari ulang tahun bersama telur ayam rebus yang diberi pewarna merah.


Apa kelebihannya:
Menurut saya pribadi, dari segi rasa, misoa ini memang agak aneh rasanya dibanding mie telur biasa (apalagi mie instan hiii). Ada sedikit cecapan garing, entahlah, apa namanya, tetapi bagi saya sedikit terasa. bagi anak-anak? Hmm... mereka doyan-doyan aja tuh.

Apalagi teksturnya yang lebih halus dibanding mie telur, membuat waktu makannya jauh lebih cepat. Anak, terutama yang kecilan, jadi lebih gampang memakannya, tidak perlu banyak kunyah karena tidak kenyal seperti mie telur. Jika direbus agak lama, maka dia bisa lembut sekali.

Dari kemasannya, saya teliti tidak ada kandungan pengawet sama sekali, cuma tepung terigu (mungkin plus garam, saya lupa). Beda dengan mie telur, ada kandungan lain seperti kanji dll. Hanya saja, misoa agak lebih mahal dibanding mie telur.

Mengenai gizi, misoa tentu saja lebih kurang protein dibanding mie telor karena hanya murni tepung terigu. Tapi kan bisa ditambahkan pas masaknya.




Resep Makanan Bayi dengan Misoa
Ah, saya bukan tukang masak ahli, jadi kemarin itu, misoanya cuma dibikin mie kuah biasa. Pakai sayur, ayam, sama bumbu-bumbu sederhana. Untuk takarannya juga ngawur.

Bahan:
Misoa
ayam, cincang kecil, blanzir
jamur tiram, cacah kecil
wortel, boleh dipotong kecil-kecil atau diparut
dan lainnya sesuai selera

bumbu:
bawang merah, cincang kecil
bawah putih, cincang kecil
garam
lada bubuk
Kecap manis
Saus tiram


Cara masak:
1. Misoa direbus (sesuai dengan cara masak di kemasannya), semakin lama dia semakin lembut. tapi kalau terlalu lembut, nanti jadi hancur. Saring, tiriskan. Jangan ditiris di sendok saringan kelamaan, nanti airnya malah bikin misoa tambah mengembang. Setelah disaring, ayun-ayunkan saringannya sebentar, lalu taruh di atas piring. Biar misoa tidak menempel satu sama lain, misoanya digemburkan (apa sih bahasanya). Sisihkan

2. Bawang merah + putih dicincang. Goreng. Masukan ayam, aduk-aduk sebentar, baru masukin sayurannya.
3. Diisi air, didihkan hingga bahan matang.
4. Tambahkan kecap manis dan saus tiram.
5. Misoa disajikan di atas mangkuk, siram pakai kuah.


Misoanya tidak saya masukan lagi ke kuahnya pas kuah dimasak, takutnya terlalu matang nanti jadi lembek.



No comments:

Post a Comment