Tuesday, February 24, 2015

Jus Jeruk Buat Bayi, Amankah?

Jeruk adalah makanan sehat, ini merupakan sebuah fakta. Tetapi jika bayi, apakah fakta ini berlaku? Pada beberapa panduan disebutkan bahwa jeruk aman bagi bayi di atas enam bulan, dan juga beberapa panduan yang saya gunakan untuk mengisi postingan di blog ini.
Selengkapnya baca Buah dan sayur untuk Bayi

Namun kali ini, saya menemukan sebuah artikel dari http://canigivemybaby.com mengenai jus jeruk. Disana disebutkan bahwa tidak dianjurkan memberi bayi jus jeruk hingga setidaknya usia setahun. Lalu apakah beda jus jeruk dan jeruk?  Berikut isi artikel tersebut lebih lanjutnya:

Jus jeruk tidak baik untuk bayi di bawah usia satu tahun. Sementara jus jeruk yang dikemas dengan vitamin, khususnya vitamin C, serat dan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda, juga dikemas dengan asam.

Jus jeruk terbuat dari jeruk, dan jeruk dianggap sebagai makanan jeruk. Asam ditemukan dalam makanan jeruk dikenal sebagai asam sitrat. Asam ini bisa sangat keras pada sistem pencernaan bayi, dan dapat mengakibatkan anak memiliki ruam. Ruam ini dapat terjadi di sekitar wajah, atau bisa juga mengakibatkan ruam popok.


Asam sitrat ditemukan dalam jus jeruk membuat bayi sulit untuk mencerna. Inilah sebabnya mengapa dianjurkan untuk menunda memperkenalkan jus jeruk untuk anak sampai setelah ulang tahun pertamanya. Selama perkenalan awal, mommy juga mungkin ingin mempertimbangkan menipiskan jus jeruk dengan air untuk memastikan keasaman yang lebih dalam minuman.

Beberapa anak memiliki kepekaan terhadap asam dalam jeruk, yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Ketika Anda pertama kali memperkenalkan jus jeruk untuk si kecil, pastikan untuk membuat sendiri dan tetap gunakan aturan 4 Day Wait Rule karena jeruk berpotensi untuk alergi. Dengan cara ini, jika anak Anda tidak memiliki reaksi alergi, Anda akan tahu apa yang menyebabkannya.

[Selengkapnya baca 4 Day Wait Rule ]

Asam sitrat merupakan Pelakunya
Ingat, asam sitrat dalam jus jeruk terlalu keras untuk dicerna oleh perut bayi yang masih muda. Disarankan untuk memperkenalkan jus jeruk untuk anak Anda setelah ulang tahun pertama nya. Jika Anda ingin mulai memberikan jus pada anak dan dokter anak Anda telah memberikan lampu hijau, yang terbaik adalah memulai dengan jus asam rendah, seperti apel, prune atau anggur. Jus buah ini memiliki lebih sedikit keasaman di dalamnya dan mudah bagi anak Anda untuk mencerna.

Ditambahkan Gula Kekhawatiran
Juga ingat bahwa meskipun jus buah dapat dibuat dengan buah yang nyata, sebagian besar dari mereka memang mengandung tambahan gula. Terlalu banyak gula dalam diet anak Anda bisa berbahaya bagi kesehatan mereka, dan dianjurkan untuk membatasi asupan anak Anda jus tidak lebih dari 2-4 ons per hari. Dan ingat bahwa air adalah pilihan yang lebih baik untuk anak Anda daripada jus.

Untuk jenis jeruk yang biasa diberikan pada bayi, kita mengenal Jeruk Baby. Kenapa dinamakan jetuk baby? karena rasanya manis, tidak asam sehingga aman untuk dikonsumsi bayi. Meski bernama baby yang identik dengan mungil, jeruk ini memiliki ukuran mirip jeruk kebanyakan.


Pembuatan Jus Jeruk sendiri gampang, cukup blender jeruk dengan air. Beberapa resep menggunakan susu, namun sebaiknya dihindarkan mencampur susu dan jeruk. kenapa? Sebab protein di dalam susu jika bertemu dengan asam tartaric yang terkandung dalam jeruk, akan mengeras, dengan demikian akan mempengaruhi daya serap dan daya cerna terhadap susu, pada saat yang sama juga tidak cocok mengonsumsi jenis buah-buahan lain yang asam.

Jadi intinya, bagus tidaknya buah untuk bayi itu tergantung dengan kondisi bayi itu sendiri. Jika pada bayi normal, pemberian jeruk untuk umur di bawah setahun mungkin tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa, namun bagi yang alergi, mengetahuinya sejak awal adalah hal yang bagus. Lalu bagi yang bingung bagaimana?

Tetap sajalah, pilihannya di Mommy sendiri, kan anaknya Mommy. hanya saja, artikel ini saya terbitkan sebagai pertimbangan karena ternyata sudah pernah dilakukan penelitian mengenai jus jeruk, dan pada beberapa bayi menimbulkan reaksi alergi seperti ini.

Kalau Mommy khawatir, bisa diganti dengan buah lain. Banyak kok variannya, jangan malas cari tahu.

No comments:

Post a Comment