Monday, November 9, 2015

2:22 PM

Manajemen ASI Perah untuk Ibu Bekerja

Sudah lama sekali blog ini tidak diupdate, tetapi masih saja ada yang datang berkunjung.

Kali ini saya akan share pengalaman saya selama memerah ASI saat anak kedua. Kondisi saya saat itu sebenarnya agak susah untuk menyimpan ASIP. Mengapa? Di kantor sama sekali tidak ada kulkas, adanya kulkas minuman di koperasi yang setiap saat dibuka dan ditutup pembeli. Tidak hanya suhu yang kurang terjaga, namun juga kemungkinan terjamah oleh tangan-tangan lain.
Sebelum saya share lebih lanjut, mungkin mommy baru pingin tahu  bagaimana seluk beluk ASI perah itu.

Masa Penyimpanan
Seperti yang dilansir oleh IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia, ada panduan lama waktu yang harus diikuti dalam menyimpan ASI Perah. Seperti daftar yang saya dapat dari http://idai.or.id, adalah sebagai berikut:

Suhu Ruangan : dengan catatan suhu maksimal 25 derajat celcius, masa penyimpanan maksimal 8 jam. Dengan catatan wadah harus tertutup dan dijaga sedingin mungkin, bila perlu dibalut dengan kain handuk.

Cooler bag tertutup :  dengan suhu -15 s.d -4 derajat celcius, maksimal 24 jam dengan keterangan pastikan es batu menyentuh wadah ASI sepanjang waktu dan cooler bag tidak sering-sering dibuka.
Lemari Es : Dengan suhu 4 derajat celcius, maksimal 5 hari, dengan catatan tidak simpan di pintu namun di bagian terdalam.

Freezer kulkas 1 pintu : dengan suhu -15 derajat celcius maksimal 2 minggu, dengan catatan disimpan di bagian terdalam freezer.

Freezer kulkas 2 pintu : dengan suhu -18 derajat celcius 3-6 bulan, bisa disimpan melebihi waktu tersebut hanya saja kualitasnya sudah menurun.


Tempat Penyimpanan ASI Perah
Ada beberapa alternatif penyimpanan, dengan berbagai kualitas dan juga merk. Beberapa yang saya tahu adalah:

1.    Botol susu bayi biasa namun BPA free. Tentunya yang ini lebih mahal

2.    Plastik ASIP khusus

3.    Botol berbahan kaca. Banyak yang menggunakan botol bekas minuman UC 1000 dengan tutup diganti dengan tutup dari minuman teh (saya lupa, entah merk apa, ada kok yang cocok.

Botol bahan kaca ini aman kok, asalkan sudah dicuci bersih dan disterilkan sebelum digunakan. Kalau saya biasanya dengan merebusnya. Di beberapa daerah terutama yang menggunakan sumur bor, air nya kadang berkapur, jadi kalau digunakan untuk merebus botol, akan meninggalkan lapisan putih tipis di botol. Tipsnya adalah rebuslah dengan air matang. Atau kalau perlu dengan air galon.

Adakalanya setelah merebus, mommy kesulitan mengeringkannya. Tips dari saya, setelah direbus, posisikan botol dengan bagian mulut di atas atau jangan dibalik. Kaca yang panas akan membuat sisa-sisa air di dalam botol menguap, sehingga keluar dengan sendirinya. Jika botol dibalik, maka pengeluaran air akan berlangsung lebih lama. Hanya saja, jangan membiarkan botol dalam posisi mulut di atas terlalu lama karena rentan dengan debu dari udara luar.

Perlatan untuk Memerah ASIP
Peralatan pertama yang dibutuhkan tentunya adalah media penyimpanan. Seperti yang sudah saya uraikan di atas, ada botol khusus, plastik atau botol kaca. Pastikan media penyimpanan bersih, khusus yang berkali-kali pakai seperti botol, pastikan permukaan dalam dan tutupnya kering.

Kedua adalah alat memerah. Bisa dengan tangan, namun saya lebih suka dengan alat. Pompa ASI yang saya gunakan merk Pigeon manual, lebih nyaman dan terjangkau. Pastikan sudah dicuci bersih. Rangkaiannya dilepas sebelum dicuci, kemudian sterilkan. Bisa direbus, bisa dengan mesin khusus. Kalau dengan direbus, dipastikan pompa akan menguning dengan cepat (hehehehe)

Ketiga adalah media penyimpanan. Nah, saya yakin yang ini adalah yang tersulit. Seperti kondisi yang saya uraikan di awal, saya tidak punya kulkas di kantor. Jadi terpaksa saya menggunakan cooler bag dengan isian blue ice. Namun blue ice juga tidak bisa bertahan lama, apalagi seharian.

Tetapi apakah mommy tahu, pada suhu ruangan, ASI bisa bertahan selama delapan jam. Artinya, jika mau langsung dikonsumsi pada hari yang bersamaan, ASI itu juga tidak perlu dimasukan ke kulkas lagi. Catatan, jika mommy memompa jam sembilan pagi, ASI itu masih bagus hingga jam lima sore.

Nah, jika kondisi seperti saya, hanya bisa mengandalkan blue ice yang bertahan selama beberapa jam saja, maka agar bisa menyimpan stok ASIP, maka mommy bisa perah melewati jam sembilan. Mommy bisa ukur-ukur waktu, sekiranya pulang jam lima, jam berapa bisa memerah agar ASI tidak melewati jangka delapan jam itu.

Teman saya bahkan pernah tidak memasukan ASIP nya ke cooler bag, hanya disimpan di suhu ruangan hingga pulang, dengan catatan ASI langsung masuk kulkas dan diberikan langsung keesokan harinya.  Tidak disimpan dalam jangka waktu lama.

Bagi beberapa bayi, mungkin tidak toleran dengan ASIP yang model begini ya, dan sekali lagi saya hanya memberi alternatif dibanding ASInya diperah dan dibuang.  Sayang sekali bukan?!

Jika memungkin untuk mendapatkan kulkas, maka akan lebih baik lagi.


Membekukan ASIP

Oke, mungkin bagian ini hanya berlaku untuk ASIP yang tidak pernah disimpan dalam suhu ruangan untuk jangka waktu lama. Artinya, mommy dalam kondisi di dekat kulkas, jadi bisa langsung membekukan begitu selesai memeras.

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan:

1.    Tutup botol atau media penyimpanan dengan kencang.

2.    Sisakan ruang sekitar 2.5 cm dari tutup media. Pernah saya baca, mommy yang mengisi botol penuh sampai ke mulut botol, ASIPnya pecah. Jika menggunakan botol ASIP dari bahan botol UC, isi cukup sampai leher botol

3.    Simpan per porsi, sesuaikan dengan kebutuhan minum si kecil.

4.    Letakan ASIP di bagian terdalam freezer, berikan label tanggal dan jam ASI diperas.

Menghangatkan ASIP Beku

 
Nah, ketika mommy mau memberikan ASIP pada si kecil, maka sebisa mungkin ikuti prosedur di bawah ini.

1.    Semalam sebelumnya, turunkan ASIP beku ke chiller (kulkas bawah) untuk mencairkannya.

2.    Ketika akan dihangatkan, maka keluarkan ASIP dan letakan di suhu ruangan selama beberapa saat, setidaknya sampai botol berkeringat. Jangan melewati setengah jam di suhu ruangan ya.

3.    Siapkan mangkok berisi air hangat, kemudian letakan botol ASIP di sana.

4.    Cek suhu sebelum diberikan ke bayi ya

Nah, adakalahnya ada beberapa mommy yang langsung menghangatkan ASIP beku, terutama saat terburu-buru. Cara ini tidak bisa dibilang salah, namun tidak juga dianjurkan. Sekali lagi masalah waktu ya mom.

Beberapa info-info penting seputar ASIP ini, yang saya kumpulkan dari berbagai website:

1.    Nah, ASIP beku yang sudah ditaruh di chiller dan mencair, jangan pernah dipindahkan ke freezer lagi ya. membekukan berulang-ulang bisa mengurangi kualitas ASIP.

2.    Jangan pernah mengocok ASIP cair karena bisa merusak kandungannya. Jangan pula memanaskan ASIP dalam microwafe, apalagi menjerangnya dengan api di atas kompor.

3.    Gunakan ASI yang disimpan paling duluan untuk menghindari kadaluarsa

4.    Tips lain untuk menghangatkan ASIP adalah: pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI

5.    ASI yang telah dihangatkan kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi. Apabila ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI hingga muncul gelembung pada bagian tepi (jangan mendidih) lalu segera didinginkan dan dibekukan. Hal ini dapat menghentikan aktivitas lipase pada ASI. Dalam kondisi inipun kualitas ASI masih lebih baik dibandingkan dengan susu formula.

6.    ASI yang sudah diperah hanya bisa digabung jika waktu perahnya dalam kurun waktu 24 jam. Artinya, jika mommy memerah jam 8, ASIP itu bisa digabung dengan ASIP jam 12. Asalkan suhunya sama, jadi letakan dulu di dalam lemari es selama setidaknya satu jam hingga suhu sama, baru kemudian digabung.

7.    Memilih blue ice, pilih yang ukuran besar. jangan pilih yang ukuran kecil karena akan mencair lebih cepat (sekalipun banyak).

8.    ASIP yang sudah dihangatkan tidak boleh disimpan lagi ya.

9.    ASIP yang sudah dicairkan, tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam biarpun dalam

Sekali lagi, ini hanya sharing dan ngumpulin info dari beberapa website ya mom, bukan petunjuk medis. Jadi, jika ada hal-hal yang sekiranya tidak cocok, bisa kok ditanyakan ke ahlinya.

Sunday, October 4, 2015

8:30 AM

Daya Tahan Bahan Makanan di Kulkas (Chiller & Freezer)

Mengetahui berapa lama bahan makanan bisa disimpan di kulkas itu perlu ya, Mom. Apalagi yang punya balita dan bayi macam saya. Karena kadang kita tidak sempat belanja ke pasar atau supermarket setiap hari, jadinya kita beli bahan dalam jumlah banyak dan kemudian menyimpannya di kulkas.


Nah, berikut ini saya dapat daftar lengkapnya dari www.pottawatomie.k-state.edu.
Daftar ini meliputi masa penyimpanna ideal bahan makanan seperti buah, sayur, ikan, susu, produk olahan susu, telur dan juga makanan bayi.

Untuk makanan bayi, idealnya disimpan di chiller (kulkas bawah) itu selama 2-3 hari. Tapi di sini tidak dianjurkan ternyata menyimpan makanan bayi di freezer. Nah loh, bagaimana itu? Tenang, di sana dijelaskan juga kok beberapa saran mengenai menyimpan makanan seperti makanan bayi dan bahan-bahan lain.

Ada juga saran dalam memperlakukan bahan-bahan makanan yang akan dibekukan, baiknya dibekukan dalam bentuk apa dan juga perubahan tekstur makanan setelah dibekukan.
Beberapa saran tersebut adalah:



1. Bekukan butter dan margarin  dalam kemasan aslinya, lalu kemas lagi dengan plastik freezerbag (tapi buat apa juga ya bekuiin butter?)

2. Tips membekukan telur, pecahkan telur dan kocok agar putih dan kuningnya bercampur rata. Untuk menambah kualitas bekuan, tambahkan garam, gula atau sirup jagung.

3. Melon potong yang akan dibekukan baiknya dibungkus untuk mempertahankan kandungan vitamin C dan juga untuk mencegah bau

4. Jangan cuci jamur jika akan disimpan di kulkas

Untuk selengkapnya, panduan ini bisa diunduh di Daya Tahan Bahan Makanan di Kulkas (Chiller & Freezer)

Tuesday, September 29, 2015

9:40 AM

Ketika Bayi Mulai Menggunakan Sendok dan Garpu

Peralatan Makanan Bayi  - Hampir segera setelah bayi menyesuaikan diri dengan diberi makan dengan sendok, mereka akan ingin memegang dan ambil sendok sendiri dan memasukkannya ke dalam mulut mereka.

Kebanyakan bayi tidak belajar menggunakan sendok secara efektif sampai setelah ulang tahun pertama mereka, tapi mommy bisa membiarkan bayi di bawah umur itu untuk berlatih.

 Cobalah memberinya sendok berujung lembut untuk mengalihkan perhatiannya sementara mommy memberinya makan dengan yang lain. Dia bermain-main dengan sendoknya sendiri, tidak mengambil sendok yang mommy gunakan untuk menyuapinya makan.

Pilih sendok plastik dengan ujung lembut yang lembut pada dirinya gusi. Beberapa sendok akan menekuk ke posisi dan meluruskan yang diperlukan. Mommy bahkan dapat membeli sendok yang berubah warna untuk memperingatkan mommy ketika makanan  bayi terlalu panas.

Ketika mommy berpikir dia siap untuk benar-benar menavigasi sendok ke dalam nya mulut, cobalah memberi makanan yang lebih lengket seperti yogurt, kentang tumbuk, atau keju cottage.

Tip lain: Taruh beberapa krim,  yogurt atau bubur di sendok dan kemudian beberapa potong makanan yang bisa menempel di atasnya. Makanan lengket seperti itu tidak akan terbang di mana-mana, dan bayi bisa mendapatkan pengalaman memasukan makanan ke dalam nya mulut. 
Untuk pertama, jangan mengharapkan bisa memberi nasi dengan sendok. Dijamin, akan berceceran dan malah kebanyakan jatuh.

Beberapa makanan yang tepat diberikan dengan menggunakan sendok pertamanya diantaranya:
•    havermut
•    yoghurt tebal
•    puding
•    saus apel tebal
•    kentang tumbuk
•    tumbuk ubi jalar
•    beras merah
•    wortel tumbuk
•    hidangan pasta dengan saus kental dan mie kecil
•    tumbuk kuning telur atau orak-arik telur

Di umur 15 bulan, balita mungkin sudah bisa membawa sendok menuju mulutnya dan menjilatnya. Namun biarpun begitu, cara dia memasukan sendok ke mulutnya mungkin belum sepenuhnya benar sehingga makanan akan tumpah.

Anak belum memiliki cukup kontrol terhadap motorik halus untuk menempatkan sesendok makanan ke dalam mulutnya. Tulang-tulang di pergelangan tangannya tidak akan mengeras sampai dia sekitar 18 bulan. Sampai saat itu, itu akan sulit baginya untuk makan secara akurat tanpa bantuan.

Bahkan ketika dia bisa mendapatkan sendok ke mulutnya aman, dia masih akan bermain dengan makanannya. Biarkan dia bersenang-senang dengan apa yang dia makan dan membuat berantakan jika dia ingin. Tunjukkan padanya bagaimana mommy makan dengan sendok sehingga dia bisa melihat bagaimana hal itu dilakukan.

Pengenalan garpu
Tnggu sampais etidkanya lang tahun pertamanya sebelum mengenalkan alat yang satu ini. sebelum itu, bayi bisa berisiko mencederai dirinya sendiri. Baru setelah bayi menguasai sendok, mommy dapat memperkenalkan garpu. Tunjukan bagaimana cara menusuk atau menyodok dan kemudian biarkan bayi  mencobanya. Mommy memerlukan waktu agar si bayi bisa membedakan mana garpu dan juga mana sendok.

Cobalah dengan garpu khusus untuk bayi, dengan ujung lembut.

Thursday, June 18, 2015

10:37 AM

Trend Waralaba Bubur Bayi

Saya baru tahu nih ternyata ada juga franchise yang beginian. Bacanya sih dari Kompas.com (bubur beras sehat), dan ternyata usaha ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Mungkin karena di Denpasar belum ada ya, jadi saya baru tahunya sekarang.

Saya bukannya mau promosi yak, cuma mau ikut mengomentari. Dari beritanya kompas, lewat link Benarkah "Bubur Bayi Sehat" Menyehatkan? Saya jadi ikut miris saat lihat banyak sekali orang tua yang antri beliin anaknya bubur yang dimaksud, dengan alasan praktis dan sehat, katanya buburnya jam delapan pagi sudah habis.

Saya sih tidak memandang miring orang tua yang lebih suka beli dibandingkan bikin sendiri, toh setiap orang punya kesibukan masing-masing. Bahkan perawat di salah satu dokter anak yang saya datangi juga lebih menyarankan bubur instan dibanding bubur bikinan sendiri, namun memilih produk yang katanya sehat (sekali lagi diklaim oleh produsen loh, mana ada dagang yang bilang dagangannya jelek), kenapa sebegitu cepat orang percaya.

Ada salah satu waralaba yang mengklaim produknya, yaitu bubur bayi yang tahan lebih dari 12 jam di suhu ruang / tidak basi / berair, tanpa harus dimasukkan ke dalam kulkas. Hmm.... kira-kira, berasnya jenis apa ya? kok saya bikin bubur, dua jam aja sisa di panci udah berair.
Lalu ada pula klaim bahan-bahannya kualitas premium dan sudah diuji di salah satu lab, sementara saya baca di bulan kemarin, lab bersangkutan salah melakukan uji terhadap beras plastik. (Okezone.com)

Pendapat saya pribadi ya, dibandingkan percaya sama orang lain yang ngakunya jual makanan sehat, lebih baik sih bikin sendiri. Apalagi untuk bayi, kalau untuk diri sendiri sih gampang-gampang ajah.

Kalau memang pingin makanan sehat organik, cukup beli bahan yang memang organik, kalau perlu tanam bayam sendiri di depan rumah. Bagi yang enggak punya tanah, bisa pakai pot.

Apalagi yang namanya bisnis, mana ada usaha yang iklannya tidak mengklaim sesuatu yang bagus?

Bikin bubur itu enggak sulit kok, gampang. Toh juga sudah ada alat Slowcooker.  Bahkan, pakai kompor juga bisa. Atau mau gampangnya, nasi matang dimasak lagi sampai lembut, lalu diblender. Lebih gampangnya lagi, bikin tepung beras sendiri, masak (untuk bayi 6 bulan). Jadi deh tuh bubur. Untuk tambahan sayur dan lauk, tinggal kukus, blender bareng-bareng.

Sepertinya sih yang kurang itu bukan waktu ya, namun pengetahuan dan kemauan orang tua. Kalau memang mau, banyak sekali informasi mengenai makanan pendamping ASI ini di internet. Enggak perlu beli buku sebenarnya. Atau tidak punya internet? Hari gini, siapa sih yang enggak buka Facebook lewat hape?

Be Smart ya mommy, jangan terpengaruh dengan yang praktis-praktis ajah.

Monday, June 15, 2015

9:57 AM

Solusi Gizi untuk Anak Umur 1-6 Tahun ( Dan Susah Makan)

Tidak ada habisnya kalau ngomongin anak susah makan ya, mom. Masalah perkembangannya, cara mencegahnya, cara penanganannya, sampai-sampai soal gizinya. Yang paling kita takutkan itu tentunya adalah yang terakhir. Jika anak susah makan, maka asupan gizinya juga berkurang, dan Gizi itu adalah segalanya bagi anak-anak, bahkan juga dari orang dewasa.

Ketika kebutuhan gizi harian tak terpenuhi, maka mereka bisa terkena banyak resiko kesehatan dan juga dalam perkembangannya, seperti  mengalami obesitas, serangan jantung, stroke, kanker, dan penyakit lainnya.

Disadur dari Kompas.com, ada beberapa masalah nih yang  bisa bikin anak mengalami masalah gizi. Diantaranya adalah:

1.    Penolakan terhadap makan, sulit makan, hanya sedikit makanan yang dimakan atau pilih-pilh makanan

2.    Kebiasaan makan camilan di antara waktu makan utama dapat mengurangi nafsu makan pada waktu makan

3.    Tingginya konsumsi jus buah atau minuman ringan


4.    Tingginya konsumsi camilan/kudapan- kue, biskuit, keripik, kudapan manis dan permen

Solusi atau anjuran yang dapat dilakukan adalah :

•    Orang tua harus memberi contoh dengan mengajak makan bersama keluarga. Memperkenalkan makanan secara bertahap, terus mencoba makanan yang baru dan tetap tenang bila anak menolak makan. Tawarkan makanan dilain waktu. Membentuk kebiasaan makan sejak dini adalah yang berbaik dengan memberi contoh dan pujian yang wajar. Bentuk suasana yang nyaman ketika makan.

•    Perhatikan ukuran makanan disesuaikan dengan gigi geligi anak yang masih tumbuh (potongan kecil atau finger food), porsi kecil tapi sering

•    Pemilihan bahan makanan: pilih sayuran yang muda, buah yang matang, masak daging dan ayam hingga empuk.

•    Snack atau makanan camilan: pilih yang bergizi: susu, potongan buah, puding susu, sereal, yoghurt, roti panggang. Pemberian snack tidak dekat dengan waktu pemberian makanan utama karena akan mengurangi nafsu makan.

•    Agar anak tidak lekas bosan, ibu sebaiknya menyusun menu 10 hari yang bervariasi- silahkan melihat kumpulan resep di buku resep atau majalah/tabloid

•    Cukup aktivitas fisik: bermain bersama teman, berlari, main sepeda roda tiga. Aktivitas fisik yang cukup meningkatkan nafsu makan anak.

Pastikan anak cukup makan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Dalam pemberian makan setiap hari perhatikan 3 J yaitu jenis, jumlah dan jadwal makan.

•    Jenis: dalam sehari makanlah bervariasi makanan dari berbagai kelompok makanan

o    makanan pokok : sebagai sumber tenaga dan mengenyangkan
o    lauk pauk dari hewani dan nabati sebagai zat pembangun, antibodi atau kekebalan tubuh
o    sayur dan buah sebagai zat pengatur dan pelindung, kaya vitamin, mineral dan serat
o    susu kaya protein dan kalsium untuk pertumbuahn tulang dan gigi.
o    cukup minum air putih

•    Jumlah: sesuai kebutuhan anak

•    Jadwal makan, Buat jadual makan anak  3 kali makan utama dan 2 kali-3 kali makan snack. Beri kesempatan anak merasa lapar.

Contoh jadwal makan dan menu
o    Jam 07.00 : Makan Pagi : Nasi goreng dan omelet telur
o    Jam 10.00 : Snack pagi : susu 1 gelas
o    Jam 12.00: makan siang : Nasi+sup sayuran+ayam kecap
o    Jam 15.00: snack sore: buah potong dan puding
o    Jam 18.00: makan malam: nasi soto daging
o    Jam 20.00 : Snack malam: susu 1 gelas

Contoh jumlah zat gizi dan porsi makan sesuai dengan kebutuhan anak:

Kebutuhan Energi anak berbeda-beda, penuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya agar pertumbuhannya optimal. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan energi  1.000 kkal sedangkan usia 4-6 tahun kebutuhan energinya adalah 1.550 kkal.

Porsi bahan makanan untuk Anak:
Karbohidrat (nasi, roti, kentang):


Untuk Anak 1-3 Tahun:  3-4 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 7-8 porsi

1 porsi senilai dengan:    
        4 sendok makan nasi
        1 lembar roti tawar
        1 buah kentang sedang   

Lauk Pauk Hewani dan Nabati: ikan, daging, telur, ayam/unggas

Untuk Anak 1-3 Tahun:  2-3 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 3 - 4 porsi

Satu porsi senilai dengan:
        1 butir telur ayam,
        1 potong ayam dada sebesar kotak korek api
        1 potong ikan ukuran sedang, 1 potong tenggiri 75 gram
        2 potong tempe sebesar @ kotak korek api
        3 potong tahu sebesar @ kotak korek api    

Sayuran

Untuk Anak 1-3 Tahun:  2 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 3 - 4 porsi

1 porsi: setengah mangkuk sedang, ½ gelas belimbing  


Buah

Untuk Anak 1-3 Tahun:  2 Porsi
Untuk anak 4-6 tahun : 3 porsi

1 porsi senilai dengan:
        1 buah jeruk sedang
        pepaya potong 1 mangkuk sendang
        apel setengah buah    2 porsi    3 porsi


Susu
Untuk Anak 1-3 Tahun:  2-3 gelas
Untuk anak 4-6 tahun : 2- 3 gelas

 1 gelas: 200 ml    2-3 gelas:    2-3 gelas;


Nah, bagi anak yang susah makan, ada kalanya porsi-porsi di atas tidak terpenuhi. Beberapa ibu menyiasatinya dengan memberikan tambahan susu dengan kandungan khusus, suplemen makanan dan juga vitamin. Itu sah-sah saja, karena pada dasarnya, tidak semua anak memiliki pola makan yang sama. Jadi, daripada memaksakan anak agar makan sesuai dengan porsi, kita sebagai ibu seringkali mencarikan alternatif lain untuk pemenuhan gizinya.

Friday, May 15, 2015

10:45 AM

Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi

Jika pada orang dewasa, bekas gigitan nyamuk bisa hilang dengan cepat. Tetapi tidak pada bayi. Kulit muda yang cenderung lembut dan lebih sensitif, membuat bekas ini akan bertahan lama. Sekalipun tidak mengkhawatirkan, tetapi tetap saja warna merah di kulit bayi bisa membuat ornag tua khawatir.

Nah, dari tabloid Nova, saya dapat nih tips ampuh untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi. Caranya alami kok, jadi dijamin aman.

Lemon,  Penggunaan jus lemon, Gosokkan jus lemon atau perasan air lemon pada bekas gigitan.  Biarkan 10-15 menit lalu bilas dengan air hangat. Ulangi  2-3 kali sehari. Hindari pemakaian terlalu panjang karena Kandungan vitamin C dalam jeruk lemon tinggi, sehingga bisa ,menyebabkan iritasi.

Minyak Lavender,  Penggunaan minyak lavender. Oleskan pada bagian yang memerah selama 15-20 menit lalu bilas dengan air. Ulangi  2-3 kali sehari.

Kulit Buah, Gunakan kulit pisang dan kulit semangka. Gosokan kulit buah itu ke kulit, diamkan beberapa lama lalu bilas dengan air dingin.


Gel Lidah Buaya, cukup oleskan gel dari lidah buaya selama beberapa jam.

Parutan Ketela Pohon, cukup letakan parutan ketela pohon pada kulit bayi yang memerah, diamkan sampai kering dan kemudian bilas.

Teh Hijau, seduh teh hijau dengan air hangat. Lalu usapkan atau seka bekas gigitan nyamuk dengan air ini.

Tuesday, May 12, 2015

9:15 AM

Sumber Vitamin C Terbanyak dan Dosisnya

Vitamin C tidak hanya bagus buat bayi, tetapi juga buat orang dewasa. Tapi makanan mana yang kandungannya paling banyak? Jeruk? Iya salah satunya. Kebanyakan dari kita hanya melihat jeruk sebagai salah satu penyedia vitamin C dengan kandungan tinggi. Padahal, ada nih makanan lain yang kandungan vitamin C nya melebihi jeruk.

Tidak hanya buah, melainkan juga sayur dan bumbu. Nah, saya ambil dari http://littlefoodies.se, berikut daftar 50 bahan makanan yang mengandung Vitamin C tertinggi. Jadi, tidak hanya jeruk.

(Kandungan vit C dalam g/100g).

Kucai kering 660
Ketumbar kering 566
Rosehip 426
Jambu biji 227
Paprika kuning 183
Blackcurrant 181
Thyme segar 160
Peterseli Segar / kering 149
Lemon peel 129
Kubis 120
Daun bawang Perai 118
Kiwi kuning 105
Tomat dijemur 101
Persik 94
Brokoli 93
Kiwi Hijau 92
Kembang kol 88
Kubis Brussel 85
Lengkeng 71
Sawi Hijau 70
Cress (sejenis selederi) 69
Kohlrabi (lobak Jerman atau Lobak kubis) mentah 62
Pepaya 61
Stroberi 59
Kubis merah mentah 57
Lemon 53
Jeruk 53
Kacang polong 48
Nanas 48
Kumquat 43
Selada air 43
Jus lemon 38
Mulberries 36,4
Belewar 36
Buah Mangga 36
Jeruk bali 31
Markisa 30
Bayam 28
Gooseberry 27
Raspberi 26
Jeruk keprok 26
Blackberry 21
Melon 18
Cranberries 13
Aprikot 10
Bluberi 9.7
Pisang 8
Semangka 8
Apel dengan kulit 4
Anggur 4
Pir 4

Tuesday, March 24, 2015

8:52 AM

Mengenali Jenis Kotoran/Feses/ Pup Bayi

Topik kita kali ini masih berhubungan dengan makanan bayi, masih juga ada rentetannya dengan sembelit pada bayi. Iyak, mengenai pup bayi. Pada ibu-ibu baru, perubahan tekstur, warna dan bau pada feses bayi pasti menimbulkan banyak sekali tanda tanya serta keraguan. Saya juga pernah mengalaminya, waktu si Cuta kecil, sempat kaget ketika pada umur dua bulan, fesesnya berubah bau menjadi amat-amat asam. Syukurnya waktu itu sih tidak panik karena si kecil tidak rewel.

Nah, sebagai smart mommy, mengenali jenis kotoran bayi bisa jadi pengetahuan dasar. Karena kotoran menunjukan apa yang dimakan oleh bayi, apakah ASI,  susu formula atau sudah mendapat makanan padat. Teksturnya pun bermacam-macam, bisa cair, pekat, keras atau lembek.

Selain berhubungan dengan makanan, feses bayi juga bisa dijadikan indikator kesehatan. Kadangkala seorang ibu baru akan langsung panik jika pup atau feses bayi berubah tekstur atau warna, dan buru-buru membawanya ke dokter. Nah, agar tidak kejadian begitu, ada baiknya jika ibu mengetahui dulu jenis-jenis kotoran pada bayi, entah itu pup bayi yang baru lahir, bayi yang berusia sebulan, enam bulan dan seterusnya.

Diambil dari beberapa sumber, terutama babycenter.com untuk poto-potonya, dan juga mayo clinic.

Kotoran bayi baru lahir


Kotorannya berwarna hijau kehitaman. Umumnya ini adalah feses bayi baru lahir dan disebut dengan mekonium. Sekilas mungkin seperti oli. Warnanya pekat seperti ini karena terbuat dari cairan ketuban, lendir, sel-sel kulit, dan hal-hal lain tertelan dalam rahim. Mekonium kadang tidak begitu berbau, dan berlangsung hanya dalam satu atau dua hari ke depan. Setelah dua hingga empat hari, kotoran bayi akan mulai berubah, berwarna lebih ringan, menjadi hijau dan tidak begitu lengket. Ini artinya bayi mulai mencerna ASI atau susu formula. Dan satu yang melegakan, saluran usus bayi baik-baik saja.

Kotoran Bayi ASI 

Umumnya kotoran  bayi ASI berwarna kuning cerah, dengan konsitensi lembek dengan sedikit cairan serupa diare, dan berisi bintik-bintik seperti biji. Baunya tidak begitu menyengat.
Kadang juga berwarna hijau, yang diakibatkan dari makanan yang ibu makan. Jika kotoran bayi berwarna hijau dan berbusa,  itu menunjukan bayi makan terlalu banyak foremilk, atau ASI yang berwarna putih bening, didapatkan di awal-awal menyusui. Biasanya rendah kalori karena lemaknya sedikit, beda dengan hindmilk yang pekat.



Sesuai dengan perkembangan bayi, akan ada masa dimana terjadi transisi. Tiba-tiba kotoran bayi begitu berbau asam dan menyengat, padahal biasanya tidak begitu berbau. Ini biasanya terjadi setelah berumur sebulan. Ini adalah hal yang normal dan menandakan fungsi ususnya yang semakin membaik.



Kotoran Bayi dengan susu formula


Warnanya agak pucat, tekstrunya seperti selai kacang dengan spektrum warna yang bervariasi. Warna cokelat, kuning-cokelat atau hijau – cokelat. Baunya lebih tajam dibanding bayi ASI namun masih kurang tajam dibandingkan bayi yang sudah mengkonsumsi makanan padat.

Kotoran Bayi dengan suplemen zat besi 


Warnanya akan menjadi hijau pekat dan hampir hitam ketika mendapat suplemen Zat besi. Namun jika warna ini terjadi bukan karena tambahan zat besi dan bukan mekonium, maka ada yang harus diwaspdai. Periksakan si bayi ke dokter.

Kotoran pada Bayi yang mulai MPASI

Perubahan ekstrem pertama akan terjadi pada masa ini. jika bayi mulai makan sereal beras, pisang, bubur bayi dan sebagainya, maka kotorannya cenderung menjadi cokelat, cokelat tua dan teksturnya lebih padat daripada selai kacang. Namun yang normal, tetap lembek.



Jika ada warna-warna lain yang berasal dari sisa makanan, dipastikan itu adalah sisa dari makanan bayi yang tidak tercerna sempurna. Jangan kaget jika menemukan warna oranye wortel, merah dari bit, atau bahkan kulit-kulit buah yang masuk bersama jus atau puree.

Jangan kgawatir jika bayi kekurangan nutrisi karena makanannya malah keluar lagi bersama feses. Usus bayi masih belum sempurna sehingga tidak mampu mencerna keseluruhan makanan. Makanan yang masuk jadi tidak sepenuhnya rusak, atau jika tidak terkunyah dengan sempurna.

Kotoran bayi yang diare


 Feses cair, berwarna kuning, hijau atau cokelat, seolah meledak dari dalam popok. Bayi diare bisa menjadi tanda infeksi atau alergi.

Kotoran Bayi Sembelit


Saat ibu menemukan bulatan-bulatan gelap di popok si kecil, bayi mungkin sedang mengalami sembelit. Terlebih jika bayi tidak nyaman dan disertai darah yang dihasilkan dari iritasi anusnya. Warnanya gelap, bisa cokelat dan sedikit hitam. Yang jelas, pup bayi sembelit sangat keras, bahkan jika ditekan.

Untuk membantu si kecil, ibu bisa mengunjungi artikel mengatasi sembelit pada bayi.

Kotoran Bayi berwarna hijau dan berlendir
Cirinya adalah kotoran si bayi mengkilap, dan seperti benang di dalamnya. Kotorannya seperti ini kadang bisa terjadi ketika bayi mengeluarkan banyak air liur karena lendir pada cairan itu tidak tercerna sehingga muncul pada kotoran.



Ibu hanya perlu khawatir jika bayi juga mengalami gejala lain seperti rewel, atau pupnya selalu seperti itu dalam jangka waktu lebih dari dua hari.

Selengkapnya baca di : Kenapa Feses Bayi Berwarna Hijau?

Kotoran bayi berdarah
Kadang-kadang darah dalam kotoran bayi bisa berwarna merah cerah, dan kadang-kadang hitam (yang berarti itu sudah dicerna).

Darah bisa muncul dalam kotoran bayi dengan banyak alasan, diantaranya:
* Kotoran normal diwarnai dengan darah merah, yang seringkali merupakan tanda alergi protein susu.
* pup bayi yang sembelit dengan sedikit darah merah, kemungkinan akibat luka di anus atau wasir kecil.
* Diare bercampur darah merah, yang dapat mengindikasikan infeksi bakteri.




Ketika darah hitam muncul dalam popok bayi - biasanya dalam flek kecil yang terlihat seperti opium atau biji wijen hitam - sering kali karena bayi ASI dan menelan darah dari puting ibu yang retak dan berdarah. Jika darah berasal dari hal ini, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Namun penangan yang terbaik perlu dilakukan jika terjadi gejala mengkhawatirkan lain pada bayi. Maka segeralah hubungi dokter.
.

Friday, March 6, 2015

11:36 AM

Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak-anak

Agak melenceng sedikit dari topik makanan bayi, tetapi masih ada hubungannya dengan bayi. Kali ini saya akan memuat artikel mengenai gangguan pendengaran pada bayi dan anak. Artikel ini tentu saja saya ambil dari artikel lain (saya bukan ahli yang serba tahu, hehhe). Kutipan ini seperti dilansir oleh webmbd.com.

Dua sampai 3 bayi dari 1.000 di AS dilahirkan tuli atau dengan kehilangan pendengaran, menurut National Institutes of Health. Sebagian besar negara bagian melakukan tes pendengaran pada bayi baru lahir, dan jika ada masalah pendengaran, tes lain dilakukan dalam beberapa minggu. Pengobatan dini sangat penting.

Setiap jenis gangguan pendengaran dini bisa menjadi masalah serius. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan bahasa, yang dipercaya para ahli terbangun selama bulan-bulan awal dan tahun kehidupan. Jika didiagnosis dan diobati dengan cepat, masalah pendengaran pada bayi dan anak-anak dapat dihentikan sebelum bisa mengakibatkan masalah bahasa.

Tapi kadang sulit untuk mendiagnosis gangguan pendengaran pada bayi. Banyak masalah pendengaran tidak ditemukan sampai anak berumur 2 tahun, ketika anak mulai menunjukan keterlambatan berbicara dan perkembangan.

Jika Anda berpikir bahwa anak Anda mungkin memiliki masalah pendengaran, langkah terbaik adalah dengan berkonsultasi dengan dokter anak.  Untuk gambaran awal, berikut beberapa petikan mengenai penyebab gangguan pendengaran pada bayi dan anak.

Apa Apakah Penyebab Gangguan Pendengaran pada bayi dan Anak?
Penyebab gangguan pendengaran pada anak-anak meliputi:
Otitis media. Infeksi telinga tengah ini sering terjadi pada anak-anak karena tabung Eustachian mereka (tabung yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung) tidak sepenuhnya dikembangkan. Cairan menumpuk di belakang gendang telinga dan dapat menjadi terinfeksi. Bahkan jika tidak ada rasa sakit atau infeksi, cairan yang ada dapat mempengaruhi pendengaran, setidaknya untuk sementara. Dalam kasus yang parah dan tahan lama, otitis media dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Masalah saat lahir. Beberapa anak dilahirkan dengan masalah pendengaran. Lebih dari setengah disebabkan oleh masalah genetika. Lainnya terjadi selama kehamilan atau dari perawatan prenatal. Gangguan pendengaran juga dapat terjadi ketika seorang wanita hamil mengembangkan kondisi tertentu seperti diabetes atau toksemia. Lahir prematur juga menimbulkan kesempatan anak untuk masalah pendengaran.

Sakit atau cedera. Banyak kondisi dapat menyebabkan masalah pendengaran pada anak-anak, termasuk penyakit seperti meningitis, ensefalitis, campak, cacar air, dan flu. Cedera kepala, suara sangat keras, dan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Gejala Gangguan Pendengaran pada Bayi dan Anak

Sebagai orang tua, Anda mungkin menjadi orang pertama yang melihat masalah pendengaran pada anak Anda. Beberapa tanda-tanda awal masalah pendengaran meliputi:
•    Tidak bereaksi terhadap suara keras
•    Tidak menanggapi suara Anda
•    Membuat suara sederhana yang lancip

Seorang anak dengan otitis media mungkin juga:
•    Menarik atau menggosok telinga
•    Terus-menerus rewel tanpa alasan yang jelas
•    Berhenti memperhatikan dan memiliki sedikit energi
•    Tidak mengerti arah
•    Sering meminta mengeraskan volume TV atau radio
•    Mengalami demam
•    Mengalami sakit telinga

Pengobatan untuk Anak-anak Dengan Gangguan Pendengaran

Pengobatan untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran tergantung pada penyebab dan seberapa parah gangguan pendengaran.

Perawatan yang paling umum untuk otitis media meliputi:
Mengamati. Karena kondisi sering sembuh dengan sendirinya, kadang-kadang pengobatan pertama untuk otitis media hanya dengan mengamati setiap perubahan anak.

Obat. Dokter anak mungkin akan meresepkan antibiotik atau obat lain untuk anak.

Ear Tube. Jika masalah berlanjut dan tampaknya mempengaruhi pendengaran anak, dokter anak Anda mungkin menyarankan agar anak mendapatkan ear tube. Cara ini memungkinkan cairan mengalir dan dapat membantu mencegah infeksi. Jika dokter berpikir anak membutuhkan ear tube ini, ia akan merujuk ke THT. Memasukkan tabung telinga merupakan prosedur rawat jalan bedah minor, tapi anak harus memiliki anestesi umum di rumah sakit.

Pengobatan lain untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran meliputi:

Alat bantu dengar. Anak-anak dengan gangguan pendengaran bisa mulai menggunakan alat bantu dengar ketika mereka berumur 1 bulan. Seorang spesialis pendengaran akan membantu memastikan bahwa anak mendapatkan alat bantu dengar yang tepat baginya.

Implan. Banyak anak-anak dan orang dewasa mendapatkan implan koklea, perangkat elektronik yang membantu pendengaran. Ini biasanya digunakan untuk anak-anak dengan masalah pendengaran serius, ketika alat bantu dengar tidak membantu.

Alat pendengar lainnya
. Ada banyak perangkat lain yang dapat membantu anak-anak dengan gangguan pendengaran. Tanyakan spesialis pendengaran tentang apa yang mungkin tepat untuk anak Anda.

Dukungan untuk Orangtua Dengan Anak yang memiliki Gangguan Pendengaran

Berikut adalah beberapa hal yang dapat orang tua lakukan untuk membantu anak dan diri Anda sendiri:

Mendidik diri sendiri
. Situs web, serta kelompok-kelompok pemerintah dan nirlaba, dapat membantu Anda mengikuti perkembangan terbaru dan penelitian.

Berkomunikasi
. Carilah kelompok pendukung dan masyarakat secara online chatting untuk orang tua dari anak-anak dengan gangguan pendengaran. Kelompok-kelompok ini dapat memberikan informasi dan rasa komunitas.

Tetap berkomunikasi dengan anak Anda
. Beberapa anak dengan gangguan pendengaran merasa terisolasi secara sosial. Tapi pengobatan dini dan penggunaan alat bantu dengar dapat mengurangi kemungkinan isolasi sosial.

Mengurus diri sendiri dan hubungan Anda yang lain
. Mendapatkan bantuan untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran bisa menghabiskan banyak waktu orang tua. Tapi jangan mengabaikan kesejahteraan atau hubungan lain Anda sendiri. Luangkan waktu untuk pasangan, tetap berhubungan dengan teman-teman, dan melakukan hal-hal yang Anda nikmati.

Wednesday, February 25, 2015

10:00 AM

Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Makanan Bayi - Masalah yang sering dialami bayi selain susah BAB adalah perut kembung. Ini normal terjadi, bahkan sejak bayi baru lahir. Gas pada perut bayi adalah umum, hal yang normal dikeluarkan bayi hingga 13-21 kali setiap harinya. Bayi juga mungkin rewel ketika perutnya kembung akibat gas yang terjebak di dalam.

Berikut ini saya postingkan artikel mengenai tips mengatasi perut kembung pada bayi. Tips ini saya ambil dari webmd.com dan parents.com.

Gas pada umumnya disebabkan oleh:

•    Menelan udara
•    Makan dari payudara atau botol
•    Mengisap dot
•    Menangis
•    Bakteri berbahaya yang keluar dari gula yang tidak tercerna dalam usus besar.
•    Makan bayi terlalu banyak jus buah juga dapat menyebabkan gas, serta kembung, nyeri perut, dan diare.
•    Beberapa bayi ASI bisa  menghasilkan gas yang berlebihan ketika ibu mereka makan gas pembentuk sayuran, seperti brokoli, kembang kol, kubis, kecambah brussels, kacang-kacangan, dan bawang.

Ciri-ciri kelebihan gas pada bayi diantaranya:
•    Kembung
•    Bersendawa
•    Keram
•    Menangis
•    Kentut
•    Perut mengeras
•    Menggeliat dan menarik kakinya ke atas

Jika bayi ceria dan hanya rewel selama beberapa detik sementara mengeluarkan gas, itu adalah tanda bahwa itu normal. bahkan jika mereka berubah menjadi merah dan membuat kebisingan, itu tidak berarti bahwa itu mengganggu mereka. Jika bayi tetap ceria diantara periode mengeluarkan gas dan tidak terlalu tertekan selama mengeluarkan gas, itu juga bisa berarti normal.



Cara Membantu Bayi agar merasa lebih baik

Kembung bisa menimpa bayi yang minum ASI atau  formula lewat botol. Untuk meringankan rasa tidak nyaman akibat perut kembung pada bayi, bisa dilakukan beberapa langkah berikut:

Periksa posisi menyusui. Usahakan kepala bayi lebih tinggi dari perut ketika menyusui atau memberinya susu lewat botol. Dengan begitu, susu akan turun ke bagian bawah perut dan udara masuk ke atas. Posisi ini juga memungkinkan bayi bersendawa.

Settle Down. Bayi yang minum dari botol  dapat menelan banyak gelembung. Untuk mengatasi hal ini, miringkan botol pada sudut yang mengisi seluruh puting susu. Bisa juga menggunakan bantal untuk menyusui sebagai bantuan.

Sendawakan Bayi. Salah satu cara termudah untuk mengurangi rasa sakit akibat perut kembung pada bayi adalah membuat bayi bersendawa selama dan setelah makan. Selama makan, lakukan ketika bayi melambat setelah menyelesaikan payudara pertama. Sementara beberapa bayi perlu bersendawa lebih sering, kadang banyak orang tua malah membuat kesalahan dengan  mengganggu proses menyusui dengan menyendawakan mereka tidak pada waktunya. Ini memperpanjang waktu makan, bayi lapar hingga frustasi, yang dapat meningkatkan menelan udara.
Udara yang terjebak dapat menyebabkan ketidaknyamanan langsung, membuat bayi merasa kenyang sebelum ia selesai makan, atau masuk ke dalam usus, menyebabkan perut kembung.

Posisi untuk membuat bayi bersendawa

Ada beberapa posisi yang baik untuk bersendawa bayi Anda. Gunakan salah satu yang terbaik untuk Anda:

•    Posisikan dia di depan bahu ibu dan tepuk punggungnya.
•    Dudukan dia tegak di pangkuan dengan tangan ibu di bawah dagu untuk mendukung dada dan kepalanya. Buat badannya agak maju ketika ibu menggosok dan menepuk bahunya. .
•    Membaringkannya di pangkuan dengan posisi tertelungkup. Perut di pangkuan, kepala sedikit lebih tinggi daripada bagian tubuhnya yang lain lalu gosok dan tepuk punggungnya.

Jika ia tidak bersendawa setelah beberapa menit, melanjutkan memberinya makan, dan jika dia bertindak tidak nyaman, cobalah bersendawa lagi.

Perubahan peralatan. Jika memberikan susu formula lewat botol, maka cobalah untuk beralih slower-flow nipple.

Pijat Bayi. Bayi "naik sepeda" (memompa kaki bolak-balik sedangkan bayi berbaring terlentang), waktu perut (membiarkan dia tertelungkup dan tetap awasi), dan mandi air hangat adalah cara-cara untuk membantu si kecil menyingkirkan kelebihan gas.  Seringkali jenis-jenis gerakan tersebut mampu  memecah gelembung dan memberikan gas sedikit dorongan ekstra yang dibutuhkan untuk keluar.

Bereksperimen dengan makanan. Bicarakan dengan dokter anak tentang makanan yang dapat menyebabkan gas tambahan. Dokter akan memastikan bahwa mommy tidak menghapus nutrisi yang dibutuhkan dari makanan bayi. Beberapa orang tua memberikan bayi jus buah, yang berisi sorbitols (gula alkohol) dan itu tidak bisa diserap oleh bayi.  Beberapa bayi mungkin juga memiliki kesulitan mencerna makanan yang datang melalui ASI, seperti produk susu dan kafein. Jika memberikan susu formula, berbicara dengan dokter anak tentang perubahan merk. Beberapa merek mengklaim untuk membantu untuk bayi mengandung gas.

Pengobatan
Ada beberapa obat Over-the-Counter (OTC) tersedia untuk membantu dengan bayi yang mengalmai perut kembung. Namun sebelum harus dipastikan bahwa obat tidak akan berinteraksi  dengan sesuatu yang lain bayi, bahwa tidak alergi terhadap apa pun di dalamnya, dan bahwa dosis yang diberikan benar. Obat ini berupa Tetes Gas yang mengandung simethicone atau Mylicon.

Perut kembung dan Kolik
Selama 4 bulan pertama kehidupan, kolik didefinisikan sebagai menangis selama 3 jam, selama lebih dari 3 hari seminggu, selama lebih dari 3 minggu. Gas tidak menyebabkan kolik, namun bayi kolik bisa menelan lebih banyak udara, memberi mereka lebih banyak gas.

Tuesday, February 24, 2015

9:29 AM

Jus Jeruk Buat Bayi, Amankah?

Jeruk adalah makanan sehat, ini merupakan sebuah fakta. Tetapi jika bayi, apakah fakta ini berlaku? Pada beberapa panduan disebutkan bahwa jeruk aman bagi bayi di atas enam bulan, dan juga beberapa panduan yang saya gunakan untuk mengisi postingan di blog ini.
Selengkapnya baca Buah dan sayur untuk Bayi

Namun kali ini, saya menemukan sebuah artikel dari http://canigivemybaby.com mengenai jus jeruk. Disana disebutkan bahwa tidak dianjurkan memberi bayi jus jeruk hingga setidaknya usia setahun. Lalu apakah beda jus jeruk dan jeruk?  Berikut isi artikel tersebut lebih lanjutnya:

Jus jeruk tidak baik untuk bayi di bawah usia satu tahun. Sementara jus jeruk yang dikemas dengan vitamin, khususnya vitamin C, serat dan nutrisi yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda, juga dikemas dengan asam.

Jus jeruk terbuat dari jeruk, dan jeruk dianggap sebagai makanan jeruk. Asam ditemukan dalam makanan jeruk dikenal sebagai asam sitrat. Asam ini bisa sangat keras pada sistem pencernaan bayi, dan dapat mengakibatkan anak memiliki ruam. Ruam ini dapat terjadi di sekitar wajah, atau bisa juga mengakibatkan ruam popok.


Asam sitrat ditemukan dalam jus jeruk membuat bayi sulit untuk mencerna. Inilah sebabnya mengapa dianjurkan untuk menunda memperkenalkan jus jeruk untuk anak sampai setelah ulang tahun pertamanya. Selama perkenalan awal, mommy juga mungkin ingin mempertimbangkan menipiskan jus jeruk dengan air untuk memastikan keasaman yang lebih dalam minuman.

Beberapa anak memiliki kepekaan terhadap asam dalam jeruk, yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Ketika Anda pertama kali memperkenalkan jus jeruk untuk si kecil, pastikan untuk membuat sendiri dan tetap gunakan aturan 4 Day Wait Rule karena jeruk berpotensi untuk alergi. Dengan cara ini, jika anak Anda tidak memiliki reaksi alergi, Anda akan tahu apa yang menyebabkannya.

[Selengkapnya baca 4 Day Wait Rule ]

Asam sitrat merupakan Pelakunya
Ingat, asam sitrat dalam jus jeruk terlalu keras untuk dicerna oleh perut bayi yang masih muda. Disarankan untuk memperkenalkan jus jeruk untuk anak Anda setelah ulang tahun pertama nya. Jika Anda ingin mulai memberikan jus pada anak dan dokter anak Anda telah memberikan lampu hijau, yang terbaik adalah memulai dengan jus asam rendah, seperti apel, prune atau anggur. Jus buah ini memiliki lebih sedikit keasaman di dalamnya dan mudah bagi anak Anda untuk mencerna.

Ditambahkan Gula Kekhawatiran
Juga ingat bahwa meskipun jus buah dapat dibuat dengan buah yang nyata, sebagian besar dari mereka memang mengandung tambahan gula. Terlalu banyak gula dalam diet anak Anda bisa berbahaya bagi kesehatan mereka, dan dianjurkan untuk membatasi asupan anak Anda jus tidak lebih dari 2-4 ons per hari. Dan ingat bahwa air adalah pilihan yang lebih baik untuk anak Anda daripada jus.

Untuk jenis jeruk yang biasa diberikan pada bayi, kita mengenal Jeruk Baby. Kenapa dinamakan jetuk baby? karena rasanya manis, tidak asam sehingga aman untuk dikonsumsi bayi. Meski bernama baby yang identik dengan mungil, jeruk ini memiliki ukuran mirip jeruk kebanyakan.


Pembuatan Jus Jeruk sendiri gampang, cukup blender jeruk dengan air. Beberapa resep menggunakan susu, namun sebaiknya dihindarkan mencampur susu dan jeruk. kenapa? Sebab protein di dalam susu jika bertemu dengan asam tartaric yang terkandung dalam jeruk, akan mengeras, dengan demikian akan mempengaruhi daya serap dan daya cerna terhadap susu, pada saat yang sama juga tidak cocok mengonsumsi jenis buah-buahan lain yang asam.

Jadi intinya, bagus tidaknya buah untuk bayi itu tergantung dengan kondisi bayi itu sendiri. Jika pada bayi normal, pemberian jeruk untuk umur di bawah setahun mungkin tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa, namun bagi yang alergi, mengetahuinya sejak awal adalah hal yang bagus. Lalu bagi yang bingung bagaimana?

Tetap sajalah, pilihannya di Mommy sendiri, kan anaknya Mommy. hanya saja, artikel ini saya terbitkan sebagai pertimbangan karena ternyata sudah pernah dilakukan penelitian mengenai jus jeruk, dan pada beberapa bayi menimbulkan reaksi alergi seperti ini.

Kalau Mommy khawatir, bisa diganti dengan buah lain. Banyak kok variannya, jangan malas cari tahu.

Tuesday, February 10, 2015

12:30 PM

Makanan Sehat untuk Anak-anak dan Balita

Makanan bayi – makanan sehat itu mutlak, tidak hanya untuk bayi namun ketika mereka sudah besar. Semakin banyak aktivitas, semakin banyak asupan yang dibutuhkannya. Sebagai orang tua, kadang kita bingung sewaktu buka kulkas, mau dikasih makan apa ya si balita?

Nah, saya ambilkan dari parenting.com, berikut daftar makanan sehat untuk anak-anak dan balita. Dimulai dari telur.

Telur
Telur menawarkan protein, dan mereka salah satu dari beberapa makanan yang secara alami mengandung vitamin D, yang membantu tubuh menyerap kalsium. Makan protein saat sarapan membantu anak-anak merasa kenyang lebih lama

Havermut / Oat

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang makan oatmeal lebih mampu berkonsentrasi dan memperhatikan ketika di sekolah. Biji-bijian kaya serat, seperti oatmeal, dicerna secara perlahan, memberikan anak-anak dengan aliran energi.

Buah
Buah yang baik untuk anak, memberikan vitamin dan mineral. Buah juga memiliki serat, yang membuat pencernaan anak-anak lancar. Untuk menuai manfaat gizi, makan berbagai buah-buahan, seperti buah, melon, kiwi dan jeruk

Kacang-kacangan

Kacang terdiri dari lemak sehat, yang diperlukan anak-anak untuk pertumbuhan dan perkembangan, serta untuk kesehatan jantung. Memiliki sedikit lemak di pagi hari memberikan anak-anak ledakan energi untuk menjaga aktivitas pergi mereka.


Susu
Protein dan kalsium dalam produk susu menyediakan bahan bakar untuk otak dan tubuh. Protein membantu membangun jaringan otak, sementara kalsium susu yang membuat tulang dan gigi anak-anak yang kuat.


Bluberi

Peringkat buah ini ada di antara buah sehat selama bertahun-tahun. Sekarang penelitian menunjukkan bahwa selain melindungi terhadap penyakit jantung dan diabetes dan meningkatkan fungsi otak, blueberry juga dapat membantu mengurangi lemak intra-abdomen - jenis perut lemak yang telah dikaitkan dengan obesitas dan sindrom metabolik.


Tahu
Makanan kedelai utuh merupakan sumber protein yang sangat baik dan memiliki manfaat anti-kanker yang kuat. Tahu sangat bagus untuk gadis-gadis muda karena memiliki efek perlindungan terhadap perkembangan tubuh dan jaringan payudara yang berlangsung sampai dewasa.
Tomat sarat dengan likopen-zat yang melindungi terhadap banyak kanker. Tomat matang lebih sehat karena panas sewaktu memasak mampu melepaskan lycopene. Memasak tomat dengan lemak baik, seperti minyak zaitun, membantu tubuh menyerap lebih banyak.

Low-Fat Greek Yogurt
yogurt ini mengandung bakteri sehat yang dikenal untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu pencernaan, dan memiliki dua sampai tiga kali jumlah protein dan sedikit gula  dari yogurt biasa.


Kubis
Memiliki rasa ringan dan cenderung lebih disukai anak-anak dibandingkan salad hijau. Dan sayuran cruciferous lain seperti kubis, brokoli dan kale mengandung fitonutrien yang dikenal untuk menurunkan risiko berbagai jenis kanker, serta meningkatkan pencernaan. Hal ini juga membantu membersihkan racun berbahaya dari tubuh dengan memicu pelepasan enzim yang tugasnya adalah untuk mengocok racun itu keluar.


Ikan salmon
Ikan ini berisi lemak sehat omega-3, yang juga dikenal untuk meningkatkan perkembangan otak, menangkis depresi dan memiliki kekuatan anti-inflamasi yang luar biasa. Pastikan untuk memilih jenis ikan yang hidup liar di lautan, yang lebih rendah merkuri dan lebih tinggi omega-3.


Bubuk kakao
Mommy mungkin berpikir tentang minuman marshmallow bertabur, tapi cocoa powder sebenarnya memiliki salah satu konsentrasi tertinggi flavonoid, senyawa yang dikenal untuk meningkatkan tekanan darah, kesehatan jantung dan kesehatan mulut. Bubuk ini juga dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Gunakan setidaknya 70 persen kakao murni dan tidak diproses dengan alkali yang menghilangkan sebagian besar flavonoid.


Kacang hitam
Kacang merupakan sumber protein, serat dan kalsium-dua hal yang asupannya cenderung kurang pada anak-anak.Semakin gelap warnanya, semakin baik manfaatnya.  Kacang juga membantu mencegah penyakit jantung dan kolesterol tinggi.


Kemangi
Ramuan ini dikemas dengan antioksidan, vitamin A, C dan K, serta zat besi, kalium dan kalsium. Manfaatnya dapat membantu meningkatkan pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahkan dapat meringankan sakit kepala.


Kayu Manis
Penelitian menunjukkan bahwa rempah-rempah ini dapat membantu mengatur gula darah.

Monday, February 2, 2015

9:27 AM

Misoa untuk Bayi

Makanan Bayi - Tidak hanya Mommy, bayi juga suka sama mie lho. Bentuknya yang lebih unik dibandingkan nasi yang membosankan, lalu rasanya yang juga bervariasi, tidak tawar seperti mie, membuat bayi juga tergoda.

Saya juga suka membuatkan Mie buat si dua krucil, jika selama ini menggunakan mie telur yang bisa dibeli di supermarket, beberapa waktu yang lalu saya mencoba misoa.

Apa itu misoa?
Dari beberapa website yang saya temukan, berikut yang mengupas soal misoa.

Misoa atau misua adalah mi halus dan tipis dari tepung terigu. Mi ini berwarna putih, dan selalu dijual dalam bentuk kering. Misoa tidak sama dengan sohun. Sebelum dipakai untuk berbagai masakan, misoa direndam sebentar di dalam air panas. Misoa digoreng seperti halnya mi goreng atau dipakai sebagai campuran sup. Teksturnya yang lembut membuat misoa sering dipakai dalam resep masakan untuk balita, anak-anak, dan orang lanjut usia.

Masakan yang memakai misoa adalah masakan Cina, Taiwan, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Filipina. Di Indonesia, misoa juga dibuat kue-kue goreng atau perkedel misoa.




Pembuatan misoa di Taiwan
Secara tradisional, misoa dibuat secara manual dengan memilin dan menarik adonan mi hingga menjadi berhelai-helai mi yang panjang. Dalam kebudayaan Cina, misoa melambangkan umur panjang. Oleh karena itu, misoa dimasak sebagai hidangan istimewa pada hari ulang tahun dan berbagai hari perayaan. Orang Tionghoa-Indonesia memakan misoa di hari ulang tahun bersama telur ayam rebus yang diberi pewarna merah.


Apa kelebihannya:
Menurut saya pribadi, dari segi rasa, misoa ini memang agak aneh rasanya dibanding mie telur biasa (apalagi mie instan hiii). Ada sedikit cecapan garing, entahlah, apa namanya, tetapi bagi saya sedikit terasa. bagi anak-anak? Hmm... mereka doyan-doyan aja tuh.

Apalagi teksturnya yang lebih halus dibanding mie telur, membuat waktu makannya jauh lebih cepat. Anak, terutama yang kecilan, jadi lebih gampang memakannya, tidak perlu banyak kunyah karena tidak kenyal seperti mie telur. Jika direbus agak lama, maka dia bisa lembut sekali.

Dari kemasannya, saya teliti tidak ada kandungan pengawet sama sekali, cuma tepung terigu (mungkin plus garam, saya lupa). Beda dengan mie telur, ada kandungan lain seperti kanji dll. Hanya saja, misoa agak lebih mahal dibanding mie telur.

Mengenai gizi, misoa tentu saja lebih kurang protein dibanding mie telor karena hanya murni tepung terigu. Tapi kan bisa ditambahkan pas masaknya.




Resep Makanan Bayi dengan Misoa
Ah, saya bukan tukang masak ahli, jadi kemarin itu, misoanya cuma dibikin mie kuah biasa. Pakai sayur, ayam, sama bumbu-bumbu sederhana. Untuk takarannya juga ngawur.

Bahan:
Misoa
ayam, cincang kecil, blanzir
jamur tiram, cacah kecil
wortel, boleh dipotong kecil-kecil atau diparut
dan lainnya sesuai selera

bumbu:
bawang merah, cincang kecil
bawah putih, cincang kecil
garam
lada bubuk
Kecap manis
Saus tiram


Cara masak:
1. Misoa direbus (sesuai dengan cara masak di kemasannya), semakin lama dia semakin lembut. tapi kalau terlalu lembut, nanti jadi hancur. Saring, tiriskan. Jangan ditiris di sendok saringan kelamaan, nanti airnya malah bikin misoa tambah mengembang. Setelah disaring, ayun-ayunkan saringannya sebentar, lalu taruh di atas piring. Biar misoa tidak menempel satu sama lain, misoanya digemburkan (apa sih bahasanya). Sisihkan

2. Bawang merah + putih dicincang. Goreng. Masukan ayam, aduk-aduk sebentar, baru masukin sayurannya.
3. Diisi air, didihkan hingga bahan matang.
4. Tambahkan kecap manis dan saus tiram.
5. Misoa disajikan di atas mangkuk, siram pakai kuah.


Misoanya tidak saya masukan lagi ke kuahnya pas kuah dimasak, takutnya terlalu matang nanti jadi lembek.



My Blog List

Dapatkan Postingan terbaru Lewat Email