Friday, June 27, 2014

Kapan Berat Badan Rendah Menjadi Masalah?

Sebelumnya ada artikel yang membahas mengenai Bayi gendut vs bayi kurus yang menyebutkan bahwa Bayi bukan berarti tidak sehat hanya karena mereka kecil atau kurus. Nah, pada beberapa kasus, berat badan yang terlalu jauh melenceng dari kurva pertumbuhan memang bisa menjadi indicator sebuah masalah yang serius sehingga sebagai seorang mommy perlu mengetahui kapan sih berat badan rendah tersebut bisa menjadi tanda sebuah masalah.

Bayi memang adalah individu yang bervariasi dan berat hanya salah satu faktor dalam gambaran keseluruhan tentang kesehatan dan perkembangan bayi.

Untuk mewaspadai sebuah masalah dan agar kita tetap hati-hati maka pantaulah berat badan bayi secara berkala. Mommy harus hati-hati jika:

•    Bayi  terus mengalami penurunan berat badan setelah 10 hari pertama kelahiran dan tidak mendapatkan kembali berat badan lahirnya dalam 3 minggu. Ini bisa berarti bayi kurang gizi.
•    Penambahan berat badan bayi kurang dari 100 gram seminggu di 3 bulan pertama
•    Berat badan bayi kurang dari garis ketiga chart pertumbuhan (garis persentil).
•    berat badan bayi turun dua garis persentil dalam 56 hari (sebelum usia 5 bulan)
•    berat badan bayi turun dua garis persentil dalam 3 bulan (setelah usia 5 bulan).


Gambar diatas adalah contoh chart pertumbuhan/persentil.

Melihat bayi ketika tidak berpakaian juga bisa menjadi dasar penilaian. Apakah si bayi sehat? Apakah memiliki warna kulit dan otot yang sehat? Keriput, kulit longgar karena tidak cukup lemak di bawah kulit adalah tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup berat badan atau mengalami penururnan berat badan.

Penurunan berat badan ini pertama kali muncul di sekitar perut bawah bayi, bokong dan paha atas, itulah sebabnya mengapa penting untuk melepaskan semua pakaian bayi Anda ketika Mommy melakukan pemeriksaan fisik ini.

sumber: Australian Breastfeeding Association.

No comments:

Post a Comment