Wednesday, March 5, 2014

Sembelit pada Bayi Mpasi (Versi si Gembul Widya)

Guru adalah pengalaman terbaik, yap itu benar! Harusnya kalau sudah pengalaman, selanjutnya akan jadi lebih baik. Namun hal yang sebaliknya bisa jadi lain kalau kita merasa jauh lebih pintar dan santai karena pengalaman itu. Ngerti ga sih?

Inilah pengalaman Mpasi adiknya Cuta. Waktu pengalaman pertama Mpasinya Cuta, saya baru tahu teori dan menjalankannya sesuai yang tertulis. Anjuran makan sekali dengan porsi yang kecil di umur 6 bulan saya terapkan, selain itu karena lokasi tempat tinggal yang berdekatan dengan kantor, saya bisa memantau mpasinya sedemikian rupa. akhirnya, Si Cuta sama sekali tidak pernah mengalami sembelit.

Hal yang berbeda terjadi dengan adiknya. Merasa sangat pengalaman, saya mengabaikan hal penting itu. Apalagi si Widya ini rakusnya minta ampun. Sehingga satu hari dia bisa makan sampai dua tiga kali, ditambah buah. Itu pun ditambah laporan pengasuhnya bahwa ia sering menangis menjerit-jerit setelah selesai makan sambil mencari-cari sendok makannya. Ia seperti kekurangan makan.

Fiuh, lalu terjadilah hal ini. Tiga hari belakangan ia sembelit parah. Diberikan buah pepaya dan pir tidak mempan. Dipijat ILU hanya mampu membantunya mengeluarkan gas di perut. Ia menangis sewaktu BAB, BAB nya keras hingga mukanya merah karena ngeden berlebihan. Parahnya, BAB nya disertai darah. Tidak banyak sih menurut laporan pengasuhnya, tapi itu sudah terjadi dua kali pada satu hari.


Sebenarnya saya tahu kenapa berdarah, karena sembelit itu. Namun Bapaknya panik, mengajaknya ke dokter. Sampai di dokter, dikasi penjelasan panjang. Intinya dia sembelit karena kesalahan manajemen mpasinya. Makannya terlalu banyak untuk bayi seumurnya, perutnya belum cukup untuk menerima karena masih dalam masa transisi sehingga terjadilah hal itu, sembelit parah.



Feses yang susah dikeluarkan akan menggesek anusnya, sehingga lecet dan terjadi pendarahan. Kasus selesai!

Itulah, saya merasa sudah pengalaman sekali sehingga begitu santai mengijinkan pengasuhnya memberikan makanan banyak dan sering. saya menerapkan pengalaman itu dengan cara yang salah, menyimpang jauh dari ilmu Mpasi yang sering saya share disini. yah begitulah, intinya walau kita tahu, kita belum tentu menjalankannya.

Akhirnya hari ini saya mengurangi porsi makannya menjadi dua kali saja dengan porsi yang dikurangi. Mengurangi kemungkinan menangis jejeritan, saya meminta pengasuhnya untuk memberikan ASIP dulu baru makanan bayi nya.

Eksekusi baru hari ini, jadi belum lihat perkembangannya. Semoga berhasil.

But, ada yang tidak mengenakan di dokter kemarin. Alih-alih mendukung, sang dokter malah menganjurkan untuk memberi makanan bayi instan yang banyak ada di supermarket. Alasannya kandungan gizi nya lebih kompleks dari sekedar makanan bayi biasa, terutama bubur susu. Beliau juga menyalahkan metode saya yang memberikan sayur di usia 6 bulan. Katanya sayur terlalu berat, baru bisa diberikan pada umur 8 bulan.

Ketika bapaknya widya bertanya apakah saya akan membeli bubur bayi instan? saya menggeleng. Saya ingin tetap memberikannya mpasi rumahan, namun kembali lagi melihat chart makanan. Oke, titik!

Nah, bagi yang bayinya seumur Widya ( dibawah 7 bulan) gimana nih pengalaman Mpasinya? Lancarkah?

2 comments:

  1. Hafidz baru MPASI pertamanieh, 3 hari pertama di amakan bubur tepung beras merah, dan aman saja, hari ke 4 dia makan pisang separo dan masih aman, begitu hari ke-5 di amakan pisang 1 biji penuh (gak pake kulit ya, hehehe) alhasil dia jadi sembelit, dan sekarang saya bingung harus kasih makanan apa supaya tidak sembelit lagi, dari baca beberapa coretan diblog ini katanya buah pepaya dan pir bisa meredakan sembelit, baiklah... akan saya coba dulu.... :)

    ReplyDelete
  2. Dinda 8 bulan jg sembelit. Dan itu berlangsung dr minggu ke-3 dia mpasi. Padahal saya ikut aliran food combining yg mulainya mpasi dr buah2an dulu. Darah yang keluar menurut saya lumayan byk. Tiap kerasa mo poop dia ngeden tp ga keluar2. Keluarpun dia nangis smp kayak nahan napas gitu. Pokoknya ga tega liatnya, kayak lg mo lahiran. Akhirnya baru di dokter ke-4 ada solusinya. Dikasih obat dr dubur dan yg hrs diminum. Walaupun berat tp ya terpaksa. Drpd kebiasaan sembelit ini sampe gede. Skrg sdh membaik. Kl dlm 2 minggu bs poop tiap hari, mk obatnya bs dikurangi sedikit demi sedikit.

    ReplyDelete