Monday, March 10, 2014

9:00 AM

Makanan untuk Bayi yang sedang Diare

Diare pada bayi merupakan salah satu hal yang mengkhawatirkan. Tentu saja karena bayi tidak bisa dipaksa minum atau makan agar diarenya bisa dihentikan. Apalagi bayi akan lemas dan rewel, maka jangan harap bisa memberi bayi makan dengan sukses seperti saat ia sehat. Mengingat bahayanya itu ya Mommy, maka cara terbaik adalah dengan mencegahnya. Tahu sendiri kan, penyebab diare itu bisa karena makanan dan peralatan kurang bersih.

Secara umum, bayi dan anak-anak bisa mengalami diare akut dan kronis. Infeksi rotavirus merupakan penyebab paling umum untuk diare anak. Diare yang disebabkan infeksi virus ini memang bisa sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 10 hari.

Selain itu, penyebab lain diare bisa berupa kepekaan terhadap makanan, bakteri, virus, parasit, obat dan gangguang fungsional usus.

Diare pada bayi sangat berbahaya, jadi dibanding Mommy mencoba-coba obat atau makanan tertentu, mending langsung konsultasi ke dokter. Apalagi, diare akut bisa membuat bayi mengalami dehidrasi bahkan hanya dalam waktu sehari dan seorang anak bisa meninggal karena dehidrasi selama beberapa hari.

Jika sudah ke dokter, tentu dokter akan menyarankan konsumsi cairan yang memadai serta makan makanan tertentu. Nah, pada artikel ini akan dijelaskan mengenai makanan yang harus diberikan serta dihindari saat bayi diare.

Makanan untuk bayi diare

Harap menawarkan makanan kecil bayi saat ia mengalami diare. Menawarkan makanan kecil akan memungkinkan sistem pencernaan bayi bekerja perlahan-lahan. Usus kecil dan sistem pencernaan yang masih rapuh akan butuh waktu untuk sembuh dan kembali seperti semula. Bisa hingga 3-4 hari, sehingga dengan penanganan yang tepat, mommy tidak pelru khawatir.

Makanan yang dianjurkan untuk bayi diare, yang harus diingat adalah:

BRAT – Banana, Rice, Applesauce – Toast

Pisang - Beras - Saus apel – Roti Panggang

Makanan diatas membantu pengerasan tinja. Makanan ini termasuk biji-bijian dan buah tertentu. Untuk lebih jelas, makanannya bisa berupa:
•    Pisang
•    Beras dan / atau sereal beras bikinan rumahan
•    Roti - roti panggang khusus
•    Pasta
•    Kentang putih
•    Yogurt
•    saus apel


Makanan yang harus dihindari oleh Bayi yang sedang diare

Hindari beberapa makanan yang biasanya digunakan untuk membantu meringankan sembelit. Berikut adalah daftar makanan yang harus dihindari ketika bayi mengalami diare:

•    semua produk susu (yoghurt adalah pengecualian karena bakteri bermanfaat, namun tetap konsultasikan dengan dokter untuk pemberian yogurt ini. )

•    Buah yang dimulai dengan huruf "P" seperti persik, pir, plum, dan prem

•    aprikot dan buah-buahan berbatu lainnya biasanya dikenal untuk membantu melonggarkan kotoran 
•    Makanan berserat tinggi

Apel vs jus apel
Ada perbedaan fungsi antara saus apel dan jus apel. Saus apel memiliki pectin yang tinggi sehingga bisa mengeraskan tinja
.
Sementara jus apel  mengandung gula yang lebih tinggi dan juga cairan sehingga lebih cocok untuk meringankan sembelit.

Untuk pemberian jus buah pada bayi yang sedang diare, lebih lanjut bisa dibaca di artikel Jus Buah bagi Bayi yang sedang Diare.

Wednesday, March 5, 2014

7:53 AM

Sembelit pada Bayi Mpasi (Versi si Gembul Widya)

Guru adalah pengalaman terbaik, yap itu benar! Harusnya kalau sudah pengalaman, selanjutnya akan jadi lebih baik. Namun hal yang sebaliknya bisa jadi lain kalau kita merasa jauh lebih pintar dan santai karena pengalaman itu. Ngerti ga sih?

Inilah pengalaman Mpasi adiknya Cuta. Waktu pengalaman pertama Mpasinya Cuta, saya baru tahu teori dan menjalankannya sesuai yang tertulis. Anjuran makan sekali dengan porsi yang kecil di umur 6 bulan saya terapkan, selain itu karena lokasi tempat tinggal yang berdekatan dengan kantor, saya bisa memantau mpasinya sedemikian rupa. akhirnya, Si Cuta sama sekali tidak pernah mengalami sembelit.

Hal yang berbeda terjadi dengan adiknya. Merasa sangat pengalaman, saya mengabaikan hal penting itu. Apalagi si Widya ini rakusnya minta ampun. Sehingga satu hari dia bisa makan sampai dua tiga kali, ditambah buah. Itu pun ditambah laporan pengasuhnya bahwa ia sering menangis menjerit-jerit setelah selesai makan sambil mencari-cari sendok makannya. Ia seperti kekurangan makan.

Fiuh, lalu terjadilah hal ini. Tiga hari belakangan ia sembelit parah. Diberikan buah pepaya dan pir tidak mempan. Dipijat ILU hanya mampu membantunya mengeluarkan gas di perut. Ia menangis sewaktu BAB, BAB nya keras hingga mukanya merah karena ngeden berlebihan. Parahnya, BAB nya disertai darah. Tidak banyak sih menurut laporan pengasuhnya, tapi itu sudah terjadi dua kali pada satu hari.


Sebenarnya saya tahu kenapa berdarah, karena sembelit itu. Namun Bapaknya panik, mengajaknya ke dokter. Sampai di dokter, dikasi penjelasan panjang. Intinya dia sembelit karena kesalahan manajemen mpasinya. Makannya terlalu banyak untuk bayi seumurnya, perutnya belum cukup untuk menerima karena masih dalam masa transisi sehingga terjadilah hal itu, sembelit parah.



Feses yang susah dikeluarkan akan menggesek anusnya, sehingga lecet dan terjadi pendarahan. Kasus selesai!

Itulah, saya merasa sudah pengalaman sekali sehingga begitu santai mengijinkan pengasuhnya memberikan makanan banyak dan sering. saya menerapkan pengalaman itu dengan cara yang salah, menyimpang jauh dari ilmu Mpasi yang sering saya share disini. yah begitulah, intinya walau kita tahu, kita belum tentu menjalankannya.

Akhirnya hari ini saya mengurangi porsi makannya menjadi dua kali saja dengan porsi yang dikurangi. Mengurangi kemungkinan menangis jejeritan, saya meminta pengasuhnya untuk memberikan ASIP dulu baru makanan bayi nya.

Eksekusi baru hari ini, jadi belum lihat perkembangannya. Semoga berhasil.

But, ada yang tidak mengenakan di dokter kemarin. Alih-alih mendukung, sang dokter malah menganjurkan untuk memberi makanan bayi instan yang banyak ada di supermarket. Alasannya kandungan gizi nya lebih kompleks dari sekedar makanan bayi biasa, terutama bubur susu. Beliau juga menyalahkan metode saya yang memberikan sayur di usia 6 bulan. Katanya sayur terlalu berat, baru bisa diberikan pada umur 8 bulan.

Ketika bapaknya widya bertanya apakah saya akan membeli bubur bayi instan? saya menggeleng. Saya ingin tetap memberikannya mpasi rumahan, namun kembali lagi melihat chart makanan. Oke, titik!

Nah, bagi yang bayinya seumur Widya ( dibawah 7 bulan) gimana nih pengalaman Mpasinya? Lancarkah?

Tuesday, March 4, 2014

2:00 PM

Resep Bubur Beras merah Daging Cincang (6 Bulan +)

Resep makanan bayi 6 bulan- Saya mau posting resep makanan bayi lagi, masih sumbernya dari resep bonus Ayahbunda edisi desember 2005. kali ini untuk makanan bayi 6 bulan.

Bubur Beras Merah Daging Cincang
Bahan:
500 ml air
50 g beras merah
25 g daging ayam cincang
25 g wortel, potong-potong
25 g pakcoy, iris halus
2 sdm margarin

Cara Membuat:
1. Rebus air, beras merah dan daging ayam cincang sambil diaduk hingga setengah matang.
2. Masukan wortel, pakcoy dan margarin. Aduk kembali hingga semua bahan matang dan bubur mengental. Angkat, biarkan dingin.
3. Tuang ke blender, haluskan
4. Pindahkan ke dalam mangkuk bayi dan suapkan.

Untuk 2 porsi.