Wednesday, February 12, 2014

Mpasi Pertama Widya

Yeah, nama Acyuta akhirnya bergeser (garuk-garuk sambil ngikik).

Untuk Mpasi adiknya Cuta sekarang, sepertinya saya lebih santai. Jika dulu, saya ribet urusan mengatur menu dengan memperhatikan banyak hal termasuk urusan 4 Day Wait Rule dan chart makanan. Untuk sekarang, saya mencoba untuk lebih fleksibel mengingat jam kerja yang berubah.

Mpasi Widya maju 3 hari. jadi harusnya mulai tanggal 11, namun pada hari sabtu tanggal 8 sudah dikasih Mpasi. Menunya adalah menu standar, bubur tepung beras merah putih plus susu. Saya tidak pernah membaca apakah tepung beras merah dan putih bisa menimbulkan alergi, namun saya ingin memaksimalkan fungsi beras ini dengan mencampur keduanya. Seperti kita tahu, beras merah memiliki manfaat yang lebih bagus dibandingkan beras putih. Sementara itu, saya juga sempat mendengar bahwa beras merah bisa menimbulkan dampak panas di perut jika dimakan sesering mungkin. Memaksimalkan manfaat dan mengurangi dampak, maka seperti itulah. baiknya saya campur.

Uji coba berlangsung sukses. Mungkin karena dia sudah lama melihat orang makan dan menginginkan hal yang sama, pemberian makannya berlangsung suskses dan cepat. Satu sendok maka bubur habis dalam waktu kurang dair lima menit. Sekali telan, bubur di mulut habis.

Jika waktu si Cuta, saya ngotot seminggu pertama makannya sekali saja. Namun untuk Widya, saya nekat, hari kedua membeirnya makan dua kali. Tentunya dengan porsi yang sedikit. Pagi bubur beras, sore alpukat plus susu.

Alhasil, tadi pagi waktu dia BAB agak ngeden keras. Tapi syukur tidak sampai menangis. Mungkin sesuai dengan komentar dari beberapa mommy, ngeden keras pada bayi baru Mpasi bukan berarti buruk mengingat makanannya sudah berubah. Yang awalnya minum susu dan BAB encer lancar, setelah diberikan Mpasi, mungkin BABnya meningkat teksturnya sehingga butuh tenaga lebih untuk mengeluarkannya.

Di hari ketiga ini, saya memutuskan untuk mencoba teori yang menyebutkan bahwa bayi 6 bulan sudah boleh makan berbagai variasi makanan (jadi lupakan chart makanan bayi). Jadi buburnya saya tambahkan tiga jenis sayuran yang sudah dihaluskan, wortel, brokoli dan buncis. Brokoli secara teori memang bisa menimbulkan gas dan memiliki serat yang tinggi sehingga menurut Chart Makanan sebaiknya diberikan setelah 8 bulan. Sama halnya dengan wortel. Namun saya berharap dampaknya bisa dikurangi atau dihilangkan mengingat porsinya yang sangat kecil, hanya 1 sendok teh untuk puree ketiga sayur tersebut.

Untuk daging, saya belum mencoba nih mengingat susah cari ayam kampung. Ikan saya belum berani ngasih karena mempunyai resiko alergi tinggi. Mungkin nanti tahu sama tempe akan saya coba.

Produk susu? Nantilah. Sekarang saya mau fokus pengenalan buah dan sayur dulu. Yang jelas, Widya harus makan makanan yang lebih bervariasi dibanding kakaknya agar tidak picky eater seperti kakaknya itu. Ah... semoga.

Mommy yang mpasinya barengan ama Widya gimana? Sharing ya

No comments:

Post a Comment