Tuesday, February 25, 2014

8:30 AM

Jus Buah untuk Bayi yang sedang Diare

Makanan bayi - Diare merupakan masalah umum pada bayi. Selain masalah kebersihan, diare juga sering disebabkan makanna yang dikonsumsi. Nah, bagi Mommy yang anaknya sedang menderita diare, pasti bertanya-tanya apakah boleh bayinya diberikan jus.

Seperti yang dilansir dari babycenter.com dan juga tabloid Nova online, memberikan jus pada bayi diare bisa membuat diare lebih parah. Terlalu banyak mengkonsumsi jus buah justru dapat menyebabkan diare. Kenapa? Karena jus mengandung sorbitol, suatu bentuk gula yang tidak bisa dicerna. Tingkat sorbitol yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh mencoba untuk mencairkan gula dengan menarik air dari aliran darah ke dalam usus yang kemudian menyebabkan mencret atau diare.

Beberapa buah yang mengandung sorbitol tinggi adalah pir, peach, dan cherry. Jadi, batasi Anda anak

yang berusia 12 bulan atau lebih mengkonsumsi 3/4 cangkir (atau 6 ons ) atau lebih jus per hari. Jus juga tidak dianjurkan untuk bayi yang berusia kurang dari 12 bulan. Dan untuk anak berusia 7 tahun lebih sebaiknya tidak mengkonsumsi jus lebih dari 8 sampai 12 ons per hari.

Selain menyebabkan sakit perut, terlalu banyak minum jus juga dapat merusak selera makan anak-anak pada makanan sehat dan menyebabkan kerusakan gigi.

Anak memang butuh dua porsi buah setiap harinya. Jika satu porsi sudah terpenuhi dengan segelas jus, maka sisanya berikan berupa buah segar yang akan memberikan serat dan nutrisi tambahan.
Hindari sayuran karena serat bisa meningkatkan frekuensi diare. Untuk buah segar, berilah anak pisang. Buah ini mengandung kaolin, pektin, serta kalium yang berfungsi memadatkan tinja serta menyerap racun.

Lalu bagaimana dengan anak yang sembelit? Disinilah jus berfungsi. Memberikan jus yang tinggi sorbitol seperti buah prune bisa mencegah sembelit. Namun tentunya tidak boleh berlebihan agar bayi tidak mencret.

Wednesday, February 19, 2014

8:30 AM

Resep Bubur Makaroni Bayam plus Teri (6 Bulan +)

Makanan bayi 6 bulan - Bubur bayi identik dengan beras, tapi resep dari kumpulan resep bonus Ayahbunda edisi desember 2005 bonus kali ini menggunakan makaroni.Seperti biasa, resepnya super duper simple.

Bahan:
50 g makaroni
500 ml air
50 g ikan teri basah
50 g aun bayam, iris halus
50 g tomat, potong kecil
1 sdm margarin

Cara membuat:
1. Rebus makaroni bersama air dan ikan teri. Masak sampai matang sambil diaduk lalu angkat.
2. Bagi campuran makaroni diatas menjadi dua. setengah bagian didinginkan dan simpan di lemari es untuk porsi makan sore/,ala,.
3. Campurkan setengah bagian irisan daun bayam, tomat, dan margarin ke dalam campuran makaroni yang masih panas, masak kembali hingga sayuran matang. tinggi agak dingin.
4. masukan ke dalam blender dan haluskan.
5. siap disajikan

untuk 2 porsi.
6:59 AM

Penambahan Minyak atau Butter pada Makanan Bayi

Minyak dan Butter = Lemak!

Artikel ini terinspirasi dari sebuah pertanyaan dari seorang Mommy di facebook fanspage, yaitu tentang merk margarine untuk makanan bayi. Jika sebelumnya saya lebih sering mendengar penambahan butter atau lebih tepatnya unsalted butter, mengenai margarine ini saya tidak terlalu paham. Selain itu, pada resep bonus Ayahbunda yang saya posting, kebanyakan menggunakan margarine sebagai tambahan lemak. Lalu, apakah itu aman?

Kemudian saya mencoba untuk search di beberapa sumber, terutama sumber dari website luar, baik itu mengenai perbandingan margarine vs butter  ataupun apakah baik jika bayi diberikan margarine.

Untuk pertanyaan pertama, butter vs margarine, memang banyak pendapat. Di satu sisi, butter memiliki jumlah lemak jenuh yang  tinggi, tipe lemak yang biasa didapat secara alami di dalam kebanyakan hewan dan beberapa tanaman. Mentega juga memiliki kadar kolesterol yang relatif tinggi. Tingginya jumlah lemak jenuh berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan beberapa kondisi, misalnya penyakit jantung.

Sementara margarin terbuat dari minyak sayur yang mengalami hidrogenasi, sehingga bentuknya bisa menjadi padat. Margarin mengandung sedikit atau malah tidak ada sama sekali kolesterol, tetapi mengandung banyak lemak tak jenuh yang disebut trans fat (lemak trans). Lemak trans ini bisa menyebabkan penyakit jantung dan menimbulkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, plus sejumlah penyakit lain, termasuk stroke, batu empedu, dan diabetes tipe-2. Lemak trans juga dihubungkan dengan menurunnya fungsi kekebalan tubuh dan mutu ASI yang rendah pada ibu yang sedang menyusui.
   
Nah, dilemma bukan?!

Sebelum sampai disana, kita runut dari urusan lemak dulu ya mommy. Berikut artikel yang saya dapat dari easybabylife.com.



Lemak untuk Bayi

Lemak sangat penting bagi perkembangan fisik bayi. Pertumbuhan dan perkembangan otaknya didukung oleh diet tinggi lemak, karena lemak membantu membangun selubung mielin di sekitar saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Selubung myelin ini menciptakan isolasi untuk sistem saraf pusat yang bagus untuk proses perpindahan data dan informasi.

Pilihan Lemak untuk Bayi

Sekarang, apa jenis lemak yang harus mommy pilih dan tambahkan pada makanan bayi? Minyak, mentega, margarin? Beberapa jenis minyak serta mentega adalah pilihan yang sangat baik! Margarin, di sisi lain sebaiknya dihindari, dan akan dijelaskan setelahnya.

Minyak yang bagus untuk bayi adalah minyak zaitun atau minyak kelapa. 

Minyak zaitun terkenal untuk kesehatan, terutama jika menggunakan extra virgin olive oil. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal tingkat tinggi, serta asam lemak yang ada dalam ASI dan membantu meningkatkan pertumbuhan bayi Mommy. Olive oil juga  juga mengandung beberapa vitamin penting, seperti A, B, vitamin C, D, E dan K.

Minyak kelapa semakin populer, karena komposisinya. Minyak kelapa untuk bayi sangat bagus karena memiliki kandungan besar asam lemak rantai menengah, seperti ASI. Minyak kelapa kaya akan asam laurat, yang meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh. 

Ada juga  minyak sehat lainnya tetapi minyak minyak kelapa dan zaitun adalah yang paling baik. Pastikan membeli yang extra virgin, kalau bisa yang organic juga bagus.

Menambahkan mentega untuk makanan bayi adalah pilihan yang bagus juga. Butter sangat bergizi, memberikan lemak dan kolesterol yang diperlukan dan juga Vitamin A, Asam linoleat terkonjugasi dan asam lemak esensial. Mommy harus tetap memilih mentega tawar atau unsalted butter, sebaiknya organik, karena garam berlebih tidak bagus untuk ginjal bayi


Mentega juga harus diproduksi secara organik untuk menghindari penambahkan hormon / obat yang diberikan kepada sapi penghasil susu yang digunakan sebagai bahan mentega. Selain itu jika memungkinkan, pilihlah mentega dari susu sapi yang makan rumput dibanding memakan biji-bijian karena mengandung jumlah vitamin A, Asam linoleat terkonjugasi yang lebih tinggi  dan asam lemak Omega-3 yang lebih tinggi. Tapi ya itu kalau mungkin ya.

Mentega terbuat dari susu sapi, lalu bagaimana jika bayi alergi susu sapi? Santai, mentega biasanya tidak mengandung protein susu dalam jumlah besar, sehingga minimal alergi. Jika bayi mentolerir formula berbasis susu sapi, bayi tidak mungkin untuk memiliki alergi atau sensitivitas terhadap protein susu.

Lalu bagaimana dengan margarin? Hindari ini! Margarin dibuat melalui proses kimia yang membuatnya padat, tetapi juga penuh asam lemak trans, pengawet, pewarna buatan dan bahan kimia.

Berapa Banyak Butter atau minyak yang ditambahkan pada makanan bayi?

Dengan asumsi bahwa sebagian bayi sekitar 2 ons, Mommy dapat menambahkan sekitar ½ sendok teh minyak atau mentega untuk satu porsi makanannya. Sejak menggoreng makanan tidak dianjurkan untuk bayi , Mommy dapat menambahkan minyak atau mentega setelah merebus atau mengukus makanan. Dengan cara itu vitamin sehat, mineral dan asam lemak tidak akan hancur oleh panas.

Thursday, February 13, 2014

8:56 AM

Panduan Makanan dan Vitamin bagi Bayi

Makanan bayi harus memenuhi kebutuhan vitamin harian bayi, hal ini betul sekali sehingga pasti mommy kadang berpikir untuk memberikan supplement makanan bagi si kecil. Saya, mengingat si kecil agak susah makan, selalu menyiapkan suplemen vitamin bagi dia. Merk vitamin bayi yang saya kasih adalah Apialys, kata dokternya mengandung lisin untuk menambah nafsu makan. Ngefek?  Hahahha... tentu saja tidak!

Dibanding kita terus saja memburu suplemen makanan, mending kita berburu makanan yang mengandung suplemen tersebut. Udah pada tahu kan kalau vitamin yang bagus itu adalah vitamin yang alami, dari makanan dan lebih cepat terserap oleh tubuh.

Bagusnya, satu jenis makanan tersebut tidak hanya mengandung satu jenis vitamin. Wortel misalnya, selain kaya akan vitamin A juga mengandung vitamin E.

Nah, tahu makanan apa yang mengandung berbagai macam vitamin dan mineral sekaligus bisa mempermudah kita untuk mengatur dan menyiapkan menu makanan bayi yang sehat dan bergizi.

Okelah, pengantarnya cukup segitu. Berikut artikel super bagus yang saya dapat dari easybabylife.com. Kecualikan beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi.


Vitamin A
Sumber:
Hati, wortel, ubi jalar, kuning telur, produk susu penuh lemak, minyak ikan, aprikot, mangga

Manfaat kesehatan:
Baik untuk mata termasuk penglihatan pada malam hari, melindungi terhadap infeksi pernafasan, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan kesehatan kulit, tulang, gigi dan gusi, sebuah antioksidan yang melindungi terhadap penyakit jantung dan kanker.

Vitamin A pada dasarnya adalah satu-satunya vitamin berbahaya jika overdosis.

Defisiensi sangat tidak mungkin karena begitu banyak makanan yang kaya akan vitamin A.

Beta karoten
Sumber:
Sayuran berdaun hijau, wortel, ubi jalar, labu, buah-buahan kuning dan oranye, peach dan aprikot kering

Manfaat kesehatan:
Sebuah antioksidan kuat. Mengkonversi menjadi vitamin A; dengan manfaat kesehatan yang positif seperti dijelaskan di atas.
Defisiensi sangat tidak mungkin karena begitu banyak makanan yang beta karoten.

Biotin
Sumber:
Ragi brewer, beras merah, kacang-kacangan, buah, kuning telur, hati sapi

Manfaat kesehatan:
Membantu  metabolisme lemak dan protein, menjaga kesehatan kulit, kulit kepala dan rambut.

Vitamin B1 (tiamin)

Sumber:
Seluruh biji-bijian, oatmeal, sayuran, ragi kering, hati, daging babi, kacang.

Manfaat kesehatan:
Menyediakan energi dengan membantu sel untuk mengubah gula menjadi energi, membantu pencernaan karbohidrat, membantu sistem saraf, otot, jantung dan fungsi mental, mengurangi stres.
Defisiensi jarang terjadi kecuali pada pecandu alkohol, karena alkohol berlebihan mengganggu penyerapan thiamin.

Vitamin B2 (riboflavin)

Sumber:
Sayuran berdaun hijau, makanan laut, yoghurt, hati, keju cottage, susu, tahu, almond, ubi jalar, telur, quinoa dan bayam

Manfaat kesehatan:
Mendorong pertumbuhan, rambut sehat, kulit dan kuku; membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, penanganan stres. Juga penting untuk produksi sel darah merah.
Kekurangan vitamin ini jarang di negara maju.

Vitamin B3 (asam nikotinat)

Sumber:
Daging tanpa lemak, gandum, buah ara, kurma, alpukat, ikan, seafood, telur, produk gandum, ragi, sereal dan pasta, nasi, kacang tanah dan selai kacang, kentang

Manfaat kesehatan:
Penting untuk hormon seks, hormon tiroid, insulin, kortison dan toleransi glukosa. Diperlukan untuk sistem saraf dan otak, membantu metabolisme dan energi; menjaga tingkat  lemak dalam darah.
Defisiensi jarang terjadi di negara-negara maju. Vitamin ini ditambahkan ke banyak makanan yang diperkaya dan tubuh dapat memproduksi B3 dari triptofan, asam amino yang ditemukan dalam banyak protein makanan.

Vitamin B5 (asam pantotenat)
Sumber:
Seluruh biji-bijian, gandum, dedak (kulit padi), kacang-kacangan, sayuran hijau, ayam, kuning telur, daging dan hat.

Manfaat kesehatan:
Vital dalam kelenjar adrenal, membantu konversi lemak dan karbohidrat menjadi energi, membantu pembuatan antibodi, mempercepat penyembuhan luka.

Vitamin B6

Sumber:
Wheat germ, dedak, unggas, daging, hati, melon, kubis, susu, kuning telur, tuna, sarden, mackerel, daun bawang, kale, sprat, trout, salmon dan cod, pisang, jus prune, alpukat.

Manfaat kesehatan:
Menghasilkan sel darah merah yang diperlukan untuk membantu menyerap vitamin B12 dan untuk membantu metabolisme protein. Juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu dalam membangun neurotransmitter otak.

Defisiensi jarang terjadi sejak B-6 ditemukan dalam sebagian besar makanan berprotein. Jika Mommy seorang vegan, pastikan untuk menyertakan misalnya alpukat dan pisang dalam menu makanan. 

Vitamin B12
Sumber:
Hati, daging sapi, daging babi, ikan, kerang, telur, susu dan keju

Manfaat kesehatan:
Meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan sistem saraf yang sehat.
Untuk bayi yang disusui, jika ibu adalah seorang vegetarian, suplemen vitamin (untuk ibu) mungkin diperlukan. Menurut AAP, jika diet ibu tidak memadai (termasuk suplemen) di B12, suplemen vitamin bayi harus dipertimbangkan.

Tentu saja, hal yang sama berlaku jika Mommy berencana untuk membesarkan bayi Mommy sebagai vegan (tidak makan produk hewani sama sekali).

Kolin
Sumber:
Sayuran berdaun hijau, hati dan lesitin, gandum, kuning telur

Manfaat kesehatan:
Membantu memori; mengontrol pembangunan kolesterol, membantu detoksifikasi dengan menghilangkan racun dan obat-obatan dari hati.

Vitamin C (asam askorbat)
Sumber:
Buah jeruk, stroberi, sayuran berdaun hijau, melon, paprika manis, kembang kol, kentang, ubi jalar, kiwi, tauge, melon, bayam. brokoli, kubis, lobak, hati, stroberi.
Manfaat kesehatan:

Sistem kekebalan tubuh yang sehat, anti-virus dan anti-bakteri, mendongkrak pembentukan kulit, tulang, tulang rawan dan jaringan ikat termasuk gusi dan pembuluh darah, yang diperlukan untuk membantu tubuh mengatasi stres. Adalah antioksidan, membantu penyerapan zat besi, mempercepat penyembuhan luka.

Vitamin D (calciferol)
Sumber:
Sarden, ikan haring, tuna, kuning telur, minyak ikan, produk susu, ASI dan susu formula. Namun, sumber utama vitamin D adalah produksi tubuh sendiri saat terkena sinar matahari.
Manfaat kesehatan:

Dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi karena meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor; bekerja dengan vitamin A dan C untuk mencegah pilek. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis.

Karena sedang masa pertumbuhan tulang, anak-anak membutuhkan lebih banyak vitamin D dibandingkan orang dewasa. Suplementasi vitamin D pada bayi sering direkomendasikan di bumi lintang utara, seperti Kanada dan Skandinavia.

Vitamin E
Sumber:
Wheat germ, minyak sayur, brokoli, kubis, almond, minyak zaitun, telur, bayam, kacang kedelai, tomat, kacang-kacangan segar, wortel, biji bunga matahari, sereal gandum, alpukat, buah persik
Manfaat kesehatan:

Salah satu dari tiga antioksidan yang paling penting (bersama-sama dengan vitamin C dan beta karoten), melindungi membran sel, membantu mencegah jaringan parut, antikoagulan, dan melindungi terhadap air yang mengandung klor.

Folic Acid
Sumber:
Sayuran berdaun hijau gelap, wortel, kuning telur, aprikot, labu, kacang-kacangan, alpukat, gandum, melon, asparagus, pepaya, sereal

Manfaat kesehatan:
Diperlukan untuk membantu tubuh menggunakan protein dan karbohidrat, membentuk antibodi, yang diperlukan dalam produksi sel darah merah, dan melindungi terhadap cacat tabung saraf di awal kehamilan.

Vitamin K
Sumber:
Yoghurt, sayuran berdaun hijau, minyak safflower, minyak hati ikan, kuning telur, susu, kale, brokoli, kubis.

Manfaat kesehatan:
Penting untuk agen pembekuan darah, yang berguna dalam metabolisme tulang.
Ini adalah vitamin bayi yang biasanya diberikan kepada bayi yang baru lahir segera setelah lahir.

Beberapa makanan yang sering disebut diatas adalah: Sayuran berdaun hijau, hati, biji-bijian, makanan laut, susu, daging, gandum atau oatmeal, buah dan kacang-kacangan. Nah, jika si kecil sudah terbiasa dengan makanan itu, mommy bisa berlega hati bahwa kebutuhan nutrisinya tercukupi.

Wednesday, February 12, 2014

7:30 AM

Mpasi Pertama Widya

Yeah, nama Acyuta akhirnya bergeser (garuk-garuk sambil ngikik).

Untuk Mpasi adiknya Cuta sekarang, sepertinya saya lebih santai. Jika dulu, saya ribet urusan mengatur menu dengan memperhatikan banyak hal termasuk urusan 4 Day Wait Rule dan chart makanan. Untuk sekarang, saya mencoba untuk lebih fleksibel mengingat jam kerja yang berubah.

Mpasi Widya maju 3 hari. jadi harusnya mulai tanggal 11, namun pada hari sabtu tanggal 8 sudah dikasih Mpasi. Menunya adalah menu standar, bubur tepung beras merah putih plus susu. Saya tidak pernah membaca apakah tepung beras merah dan putih bisa menimbulkan alergi, namun saya ingin memaksimalkan fungsi beras ini dengan mencampur keduanya. Seperti kita tahu, beras merah memiliki manfaat yang lebih bagus dibandingkan beras putih. Sementara itu, saya juga sempat mendengar bahwa beras merah bisa menimbulkan dampak panas di perut jika dimakan sesering mungkin. Memaksimalkan manfaat dan mengurangi dampak, maka seperti itulah. baiknya saya campur.

Uji coba berlangsung sukses. Mungkin karena dia sudah lama melihat orang makan dan menginginkan hal yang sama, pemberian makannya berlangsung suskses dan cepat. Satu sendok maka bubur habis dalam waktu kurang dair lima menit. Sekali telan, bubur di mulut habis.

Jika waktu si Cuta, saya ngotot seminggu pertama makannya sekali saja. Namun untuk Widya, saya nekat, hari kedua membeirnya makan dua kali. Tentunya dengan porsi yang sedikit. Pagi bubur beras, sore alpukat plus susu.

Alhasil, tadi pagi waktu dia BAB agak ngeden keras. Tapi syukur tidak sampai menangis. Mungkin sesuai dengan komentar dari beberapa mommy, ngeden keras pada bayi baru Mpasi bukan berarti buruk mengingat makanannya sudah berubah. Yang awalnya minum susu dan BAB encer lancar, setelah diberikan Mpasi, mungkin BABnya meningkat teksturnya sehingga butuh tenaga lebih untuk mengeluarkannya.

Di hari ketiga ini, saya memutuskan untuk mencoba teori yang menyebutkan bahwa bayi 6 bulan sudah boleh makan berbagai variasi makanan (jadi lupakan chart makanan bayi). Jadi buburnya saya tambahkan tiga jenis sayuran yang sudah dihaluskan, wortel, brokoli dan buncis. Brokoli secara teori memang bisa menimbulkan gas dan memiliki serat yang tinggi sehingga menurut Chart Makanan sebaiknya diberikan setelah 8 bulan. Sama halnya dengan wortel. Namun saya berharap dampaknya bisa dikurangi atau dihilangkan mengingat porsinya yang sangat kecil, hanya 1 sendok teh untuk puree ketiga sayur tersebut.

Untuk daging, saya belum mencoba nih mengingat susah cari ayam kampung. Ikan saya belum berani ngasih karena mempunyai resiko alergi tinggi. Mungkin nanti tahu sama tempe akan saya coba.

Produk susu? Nantilah. Sekarang saya mau fokus pengenalan buah dan sayur dulu. Yang jelas, Widya harus makan makanan yang lebih bervariasi dibanding kakaknya agar tidak picky eater seperti kakaknya itu. Ah... semoga.

Mommy yang mpasinya barengan ama Widya gimana? Sharing ya

Monday, February 10, 2014

9:52 AM

10 Makanan untuk Kecerdasan Anak

Kita tahu makan buah-buahan, sayuran, ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian yang baik untuk kesehatan kita, tetapi apakah mommy juga tahu bahan makanan ini  juga baik untuk proses belajar? Entah itu adalah antioksidan dalam buah, serat apel, fitokimia dalam ubi jalar, tomat kaya lycopene, kolin dalam telur, atau lemak tak jenuh dari alpukat, apa yang kita  makan itu  penting untuk perkembangan otak yang sehat, pembelajaran kognitif dan memori.

Nah, untuk lebih memaksimalkan fungsi itu, berikut beberapa super food yang bagus untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Diambil dari ohbabymagazine.com.

Berries
Kandung buah berry seperti vitamin dan antioksidan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, meningkatkan memori dan keterampilan motorik.

Telur
Hanya satu telur mengandung jumlah yang menakjubkan gizi. Dengan 6 gram protein per telur dan lebih dari selusin vitamin dan mineral termasuk riboflavin, B12 dan folat, makanan ini adalah makanan yang sangat kaya akan gizi. Telur juga merupakan sumber kolin, nutrisi penting untuk perkembangan otak.

Sayuran berdaun hijau gelap - Bayam & Kale
Sayuran hijau seperti bayam dan kale mampu meningkatkan kekebalan tubuh dengan vitamin A dan C.  Vitamin B-12 dan asam folat dalam bayam meningkatkan kesehatan otak dan pemeliharaan fungsi kognitif, termasuk memori. Kale kaya akan mangan, mineral jejak yang membantu mensintesis asam lemak penting untuk fungsi otak yang sehat.

Salmon, Tuna, dan Makarel
Lemak ikan ini penuh dengan asam omega-3 lemak esensial. Ikan yang kaya akan omega 3 seperti salmon, tuna, dan mackerel yang penting untuk perkembangan otak, kesehatan jantung dan mengurangi peradangan. Otak terdiri dari sekitar 60% lemak, dan dengan termasuk Omega 3 lemak ikan seperti salmon dan tuna maka akan memberikan lemak esensial yang dibutuhkan otak  untuk berfungsi optimal.

 Grape Juice dari Concord Grapes

Jus anggur bisa menjadi pilihan minuman cerdas. Penelitian menunjukkan bahwa polifenol dari anggur concord dapat meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak. Antioksidan dari jus anggur bisa meningkatkan memori jangka pendek dan keterampilan motorik.


Whole Grains dan Brown Rice
memilih untuk mengkonsumsi beras merah, pasta gandum dan roti gandum dapat meningkatkan kesehatan otak. Dipenuhi dengan vitamin dan magnesium, yang penting bagi kesehatan kognitif, biji-bijian mengandung vitamin B termasuk folat dan B12 yang dapat meningkatkan memori dan mengatur tingkat energi untuk menjaga anak-anak agar waspada dalam kelas.

Kacang
Makanan yang kaya nutrisi, kacang-kacangan mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, antioksidan, zat besi dan vitamin B-Complex yang penting. Coba tambahkan kacang ke makanan.


Coklat
Lakukan pemanasan dengan cokelat panas untuk membantu otak anak! Dark chocolate mengandung lebih banyak antioksidan daripada blueberry, coklat alami memiliki antioksidan lebih tinggi dari raspberry dan blackberry. Antioksidan dalam coklat melindungi sel-sel otak dari kerusakan radikal bebas dan meningkatkan fungsi kognitif.

Kacang - Almond dan kenari
Kenari adalah kacang teratas untuk kesehatan otak dengan konsentrasi tinggi dari DHA, asam lemak Omega-3 yang terbukti meningkatkan kinerja kognitif. Hanya ¼ cangkir kenari menyediakan hampir 100% asupan DHA harian yang direkomendasikan. Almond tinggi vitamin E, juga terbukti meningkatkan fungsi memori.

Olive Oil
Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang ramah otak dan dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat). Extra Virgin Olive Oil juga kaya antioksidan yang disebut polifenol yang mencegah kerusakan sel-sel di otak dari radikal bebas.