Wednesday, October 29, 2014

2:27 PM

Minuman Sehat untuk Anak dan Bayi

Selain makanan sehat maka ada juga minuman sehat. Hmmm.... seperti biasa artikel ini saya ambil dari sumber lain, kali ini dari parenting.com yak. Kenapa? karena saya bukan ahli yang bisa bikin teori sendiri, jadi lebih baik ngambil dari media terpercaya daripada ngawur sendiri bukan?!

Ahak ahak. Okelah lanjut.


Apa yang anak minum adalah sebagai besar bagian dari nutrisi seperti apa yang mereka makan. Berikut ini apa yang mereka harus menghirup agar tetap sehat


Bayi mendapatkan sebagian besar dari fluida yang mereka butuhkan selama tahun pertama dari ASI atau susu formula. Tapi air merupakan minuman terbaik untuk menjaga anak-anak di atas setahun  agar cukup terhidrasi dan sehat, menghindari kelelahan, kelemahan otot dan sakit kepala.

"Mengembangkan kesukaan terhadap air sangat penting karena anak-anak yang mengkonsumsi terlalu banyak minuman manis akan mengharapkan agar setiap minuman itu selalu manis," jelas Nicolas Stettler, MD, seorang profesor pediatri dan epidemiologi di Rumah Sakit Anak Philadelphia dan anggota American Academy of Pediatrics Committee on Nutrition.

Nah, minuman sehat apa saja yang penting dan tidak dianjurkan untuk anak?

Yang bisa diberikan kapan saja
Susu

Berikan susu untuk anak-anak usia 1 sampai 2 (kecuali ada riwayat keluarga obesitas atau penyakit jantung, dalam hal pengurangan lemak susu dapat dipertimbangkan, tetapi diskusikan dengan dokter anak terlebih dahulu). Susu bebas lemak yang memiliki semua vitamin D dan kalsium sangat baik setelah usia 2 tahun.

Air
Diperlukan sewaktu-waktu, tergantung pada tingkat aktivitas, iklim dan berat. Tidak ada penggemar H2O di rumah Anda? Coba penyedap dengan buah-buahan, atau menghiasnya dengan sedotan lucu atau es batu.

Yang hanya bisa diberikan Sesekali
Vitamin dan air kelapa

Jika mommy memutuskan untuk menawarkan salah satunya maka pilihlah minuman yang bebas gula.


Yang bisa diberikan kadang-kadang(Apa bedanya dengan sesekali ya?)

Jus

Sajikan hanya 100 persen jus, tanpa tambahan gula. Anak-anak usia 1 sampai 6 tahun bisa diberikan sekitar  4-6 ons sehari. "Terlalu banyak tambahan kalori dan seratnya tidak sebanyak pada potongan buah," kata Dr Stettler.

Ups bagian ini rasanya  agak aneh kalau dimasukin ke kategori "kadang-kadang", karena jus merupakan alternatif bagi kita bagi anak yang enggak doyan buah sama sekali. Kalau dijus, si anak tinggal tenggak dan telan. Hmm.... tetapi dibanding enggak makan buah sama sekali, jus juga lumayan ya. (Emak kekeuh!)

Jangan Berikan:
Soda, kopi teh; energi dan minuman olahraga

Soda pada dasarnya adalah permen cair,tidak menawarkan nilai gizi apa-apa. Dan kafein (kopi, teh dan kebanyakan minuman energi) plus stimulan, itu adiktif. "Untuk acara khusus, sedikit soda baik-baik saja, tetapi tidak harus diminum oleh anak-anak secara teratur," kata Dr Stettler.

Weleh, anak-anak saya malah doyan sama teh. Aduhhh....

Monday, October 27, 2014

8:00 AM

Mengapa Bayi Harus Makan Ikan?

Makanan bayi - tentu, kita sudah tahu bahwa ikan sehat. Tapi apakah Anda tahu bahwa ikan juga dapat mengurangi risiko bayi mengembangkan asma di kemudian hari?

Anda sudah tahu bahwa ikan adalah makanan sehat, penuh omega-3 untuk membangun asam
lemak otak, meningkatkan jantung, tapi di sini adalah alasan lain untuk membuat bayi menyukai rasa ikan.

Bayi antara 6 bulan dan 1 tahun yang makan ikan memiliki risiko 36 persen lebih rendah untuk terkena asma di kemudian hari, menurut sebuah studi skala besar lebih dari 7.000 bayi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.

"Jendela enam bulan ini mungkin waktu ketika sistem kekebalan tubuh anak sedang diprogram, dan nutrisi yang ditemukan dalam asam lemak omega 3 ikan dan vitamin D, dapat mempengaruhi proses ini," kata penulis utama studi Jessica C. Kiefte-de jong, Ph.D., seorang ahli epidemiologi pediatrik di Belanda.


"Tekstur ikan yang lembut dan mudah dikunyah membuatnya menjadi makanan pertama yang bagis," kata ahli diet terdaftar Karen Ansel, penulis The Baby and Toddler Cookbook dan anggota dewan penasehat Parenting. Memilih ikan tanpa tulang dan tanpa kulit, seperti salmon kaleng atau nila. Mulailah dengan Pure ikan dan sedikit kaldu sayur. Ketika usia mereka bertambah, menyediakan potongan-potongan kecil ikan panggang atau campuran makaroni, keju atau hidangan pasta. Dan pastikan untuk menghindari ikan tinggi merkuri seperti  ikan todak, hiu, tilefish, dan king mackerel.

sumber: parenting.com

Friday, October 24, 2014

9:57 AM

Baby-Led Weaning, Apa itu dan Haruskah Melakukannya?

Makanan bayi - Halo Mommy, apa sudah semua tahu dan pernah mendengar mengenai Baby Led Weaning atau BLW? Pasti sudah ya, secara metode ini sudah ada semenjak bertahun-tahun yang lalu. Dicetuskan oleh Gill Rapley dalam bukunya yang berjudul sama, inti dari metode ini adalah mengarahkan bayi agar bisa makan sendiri dengan memberinya finger food, tidak ada puree, bubur dan sejenisnya, tidak pula ada suap-suapan dan sendok. Intinya bayi disuruh makan sendiri dengan jenis makanan disesuaikan.

Nah, dari  parenting.com, ada sebuah review baru mengenai metode ini. silahkan disimak.

Apakah BLW ini benar-benar metode yang lebih aman dan sehat untuk memperkenalkan makanan padat untuk bayi? Menurut para ahli, sebagian besar poin penelitian mengatakan ya. Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa efek jangka panjang dari pendekatan BLW yang mengarah ke kebiasaan makan sehat dan penurunan balita obesitas dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak menerapkan BLW.

BLW adalah metode memperkenalkan bayi ke makanan padat melalui makan sendiri, daripada menggunakan cara tradisional dengan menyuapi lewat sendok. Kebanyakan orang tua menemukan bahwa dengan di usia 6 bulan, bayi meraih makanan mereka pada waktu makan dan bahkan meniru mengunyah. Pendekatan BLW mengatakan, "Silakan, makanlah!" Menawarkan makanan untuk bayi dengan menempatkannya tepat di depannya, di atas nampan high chairnya dalam potongan-potongan kecil. Para ahli mengatakan memberikan bayi kontrol dari proses makan akan melibatkan indera dan meningkatkan pengalaman makan.

Sementara bayi disuapi biasanya makan sampai makanan selesai, pendekatan BLW memungkinkan bayi untuk memutuskan kapan dia kenyang. Kesadaran penuh ini dikatakan untuk memberikan anak pendekatan yang jauh lebih bahagia dan sehat untuk makan di kemudian hari daripada mereka yang disuapi.

"Membiarkan anak untuk mengatur nafsu makan mereka sendiri dan tidak menekan mereka untuk makan lebih dari yang mereka butuhkan adalah langkah yang sangat penting dalam mendorong anak-anak untuk mengembangkan pola makan yang sehat untuk hidup," kata peneliti Amy Brown dari Swansea University di Wales.

salah satu kritik terhadap BLW itu adalah khawatir jika ada peningkatan risiko untuk tersedak. Mari kita hadapi itu, menyerahkan makanan padat untuk bayi adalah prospek yang menakutkan! Studi menunjukkan BLW sebenarnya lebih aman untuk mengajar mengunyah yang tepat dan teknik menelan daripada menggunakan pendekatan makan dengan sendok. Ketika diberikan makanan bubur, bayi diajarkan untuk menghisap makanan langsung dari sendok kemudian menelan segera. Pendekatan BLW mengajarkan anak untuk mengunyah makanan pertama, yang secara alami bergerak ke bagian belakang tenggorokan untuk ditelan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan di University of Otago di Selandia Baru: "Telah dikemukakan bahwa salah satu keuntungan dari BLW adalah bayi belajar untuk makan finger food  pada saat refleks muntah sangat efektif untuk membuat potongan-potongan besar makanan baik ke depan mulut, hanya mengizinkan makanan yang dikunyah untuk mencapai bagian belakang mulut untuk ditelan. "

Bayi BLW memberikan orang tua kontrol penuh dari apa yang bayi mereka makan dan membatasi aditif dan pengawet yang umum ditemukan pada makanan instan. BLW juga memungkinkan bayi untuk mendapatkan berbagai variasi makanan yang tidak dihaluskan dan diawetkan. Penelitian lain dilakukan oleh psikolog Ellen Townsend dan Nicola Pitchford di University of Nottingham di Inggris menyimpulkan bahwa balita yang menggunakan pendekatan BLW saat masih bayi memiliki Body Mass Index lebih rendah dan preferensi yang lebih tinggi untuk makanan sehat.




Jika BLW  memberikan manfaat bagi bayi, tidak sama halnya dengan orang tua yang bisa stress. Pertama-tama, BLW itu berantakan-sangat berantakan. Ada yang bilang itu setara dengan menempatkan makanan dalam blender dan menyalakannya tanpa tutup. Untuk memerangi efek blender, menelanjangi bayi ke pakaian minimal dan menempatkan taplak meja wipeable besar di bawah area makan. Kabar baiknya adalah, semakin besar bayi maka kekacauan ini akan berkurang. Juga dianjurkan untuk hanya memperkenalkan beberapa potong makanan pada satu waktu. Hal ini akan mengurangi kemungkinan bayi yang kewalahan oleh pilihan dan akan membatasi kekacauan. Juga perhatikan, bayi harus dipantau secara ketat untuk reaksi alergi ketika memperkenalkan makanan baru.

Kekhawatiran lain dari orang tua tentang BLW adalah bahwa mereka khawatir anak mereka tidak mendapatkan cukup makanan. Dr Alan Greene, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Lucile Packard Stanford University dan penulis  Feeding Baby Green: The Earth-Friendly Program for Healthy, Safe Nutrition, kata kuncinya adalah untuk tidak terjebak dalam menghitung porsi, tetapi untuk mengeksplorasi rasa yang berbeda , bau, dan tekstur selama periode pengenalan untuk mencegah kebiasaan pilih-pilih-makan.

Karena bayi akan terus menerima sebagian besar nutrisi nya dari ASI dan / atau susu formula sampai usia 1, para ahli mengatakan makansesuai  dengan permintaan harus dilanjutkan bahkan setelah padatan diperkenalkan. Jika mommy masih khawatir tentang asupan makanan padat bayi, mommy juga bisa mencampur teknik dengan menawarkan makanan jari pada waktu makan keluarga dan snack bubur di lain waktu dalam sehari sebagai suplemen lanjutan.

Sebelum memulai padatan, mendiskusikan pilihan dengan dokter anak untuk membicarakan yang terbaik untuk bayi. Yang lain mengatakan yang perlu diingat adalah, "Makanan sebelum 1 tahun hanya untuk bersenang-senang." Luangkan waktu ini menjadi eksplorasi menyenangkan bagi Anda dan bayi.

Monday, October 20, 2014

9:03 AM

Kacang Polong untuk Makanan Bayi

Makanan bayi - salah satu bahan sayuran terbaik untuk bayi adalah kacang polong. Iyap, kacang berwarna hijau dengan rasa yang agak-agak pahit itu. Namun jangan fokus pada rasanya, melainkan pada nilai gizi yang dimilikiya. Nilai gizi dari kacang polong cukup menakjubkan, dengan secangkir saja Mommy sudah bisa mendapatkan lebih banyak protein, kalsium, vitamin A, vitamin C dan juga zat besi.

Untuk lebih lengkapnya, berikut kandungan gizi terbaik untuk bayi yang disediakan oleh seporsi kacang polong, satu cangkir.

VITAMIN


Vitamin A - 955.2iu
Vitamin C - 22,72 mg
Niacin - 3.23 mg
Folat - 100,8 mcg
Vitamin B1 (tiamin) - 0,41 mg
Vitamin B6 - .35 mg
Mengandung vitamin lainnya dalam jumlah kecil.


MINERAL
Kalium - 433,6 mg
Fosfor - 187,2 mg
Magnesium - 62,4 mg
Kalsium - 43,2 mg
Sodium - 4,8 mg
Selenium - 3,0 mg
Besi - 2,5 mg
Zinc - 1,9 mg
Mangan - 0,8 mg
Juga mengandung sejumlah kecil tembaga.

Umur Berapa Bayi boleh makan kacang polong?
Idealnya bisa diberikan semenjak umur enam bulan hanya saja, jenis kacang yang satu ini tidak cocok diberikan sebagai makanan pertama untuk bayi. Alasannya? Kacang polong dapat menyebabkan gas pada beberapa bayi (dan pada beberapa orang dewasa, juga!). selainitu agak sulit mendapatkan tekstur yang pas dari puree kacang polong ini. kulit kacang agak keras sehingga menghasilkan pure yang berserat.

Namun tentunya pemberian kacang polong sudah tentu harus sesuai petunjuk dokter, terutama bagi bayi yang alergi kacang-kacangan.

Jenis kacang polong untuk makanan bayi
Di indonesia kita terbiasa menemukan kacang polong beku. Kacang polong kalengan juga banyak tersedia, meskipun mommy lebih baik memilih yang beku karena produk dalam kaleng biasanya sudah mengandung garam atau gula. Olahan kacang polong juga sebaiknya dihindari karena juga biasanya mengandung garam dan telah melalui proses yang luas dan mengurangi sedikit nutrisi aslinya.

Kacang polong beku juga sangat mudah untuk memasak, hanya perlu mengukus sampai empuk atau hanya merebus dengan sedikit air dalam panci, tambahkan kacang polong, lalu masak sampai mendidih.

Berbeda dengan kacang polong segar yang memerlukan sedikit ekstra usaha untuk memasaknya. Khusus untuk yang segar sebaiknya langsung dimasak pada hari yang sama dimana mommy membelinya. Jika tidak maka simpanlah di lemari es, panas bisa mengubah gula dalam kacang menjadi pati. Memilih kacang polong segar juga tidak susah, cukup beli yang belum dikupas karena kita tidak tahu kapan kacang itu dikupas.

Cara terbaik untuk memasak kacang polong untuk makanan bayi

Mengukus atau merebus kacang polong dalam sedikit air adalah cara terbaik untuk memasak kacang polong untuk makanan bayi. Untuk rasa yang baik, memasak kacang polong dalam sayuran, ayam atau daging sapi saham buatan sendiri.

Puree kacang biasanya agak kasar, sulit untuk mendapatkan tekstur yang benar-benar halus karena potongan-potongan kecil dari kulitnya cenderung agak keras. Cara terbaik untuk menghaluskannya adalah dengan menggunakan saringan super halus. Atau sedikit tips, haluskan pakai blender dengan pengaturan tercepat selama kurang lebih dua menit. tambahkan sedikit air sehingga  puree masih bisa bergerak saat diblender.

sumber: wholesomebabyfood, homemadebabyfood

Wednesday, September 17, 2014

8:02 AM

Gizi/ Nutrisi pada Bayi

Makanan bayi - Gizi atau nutrisi diperlukan untuk menjaga tumbuh kembangnya si bayi. Tentu saja, tidak hanya bayi, tetapi semua orang. Namun khusus bagi bayi, ada yang namanya golden period dalam siklus pertumbuhannya yaitu tiga tahun pertama dimana pada periode ini pertumbuhan anak terjadi paling pesat sehingga diperlukan nutrisi atau gizi yang tepat.

Nah, apa saja gizi bayi yang penting pada masa ini?
Pertama, saya ambilkan dari ayahbunda.co.id untuk kebutuhan gizi pokoknya.

Karbohidrat
Guna: bahan baku menghasilkan energy yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bayi.
Sumber: beras, beras merah, tepung maizena, tepung roti, macaroni, pasta, kentang, havermut.

Protein
Guna: bahan utama pembentukan berbagai struktur organ, terutama tulang dan oto, termasuk sel-sel saraf otak.
Sumber: susu dan hasil olahannya (keju, krim dan yoghurt), daging (ternak, unggas, ikan), telur, tahu, tempe dan kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah)

Lemak
Guna: bahan utama sumber energy, dan dibutuhkan oleh beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamil A, agar dapat diserap oleh tubuh.
Sumber: minayk sayur (terutama minyak jagung, minyak wijen, dan minyak bunga matahari), santan, mentega atau margarin.

Air
Guna: memuaskan rasa haus bayi dan membantu melancarkan kerja pencernaan bayi.
Sumber: ASI/PASI, air putih matang, sari buah segar dan makanan berkuah.

lalu ada pula nutrisi lain selain diatas, yang sangat diperlukan bayi. Berikut ini saya ambil tambahannya dari parenting.com

Zat besi / IRON
Mengapa bayi membutuhkannya

Besi sangat penting untuk perkembangan otak. Penelitian menunjukkan kurangnya mineral ini dapat menyebabkan penurunan pengolahan pikiran dan motorik. Kabar baiknya adalah bahwa bayi dilahirkan dengan cadangan zat besi yang besar, biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sampai 4 sampai 6 bulan. Bayi prematur, mungkin kehilangan beberapa atau semua akumulasi besi secara signifikan yang terjadi selama trimester terakhir kehamilan. Ditambah dengan kebutuhan untuk tingkat pertumbuhan mereka, cadangan besi pada tubuh mereka mungkin hanya akan cukup sampai dua hingga tiga bulan. Jika bayi mommy lahir lebih awal, konsultasikan pada dokter anak mengenai pemberian suplemen zat besi.

Dosis harian
Formula memenuhi kebutuhan zat besi untuk tahun pertama, tetapi ASI tidak, itulah sebabnya dokter anak merekomendasikan memperkenalkan makanan tinggi zat besi pada awal paruh kedua tahun pertama, ketika bayi mulai mendapatkan makanan padat atau MPASI, pada 7 sampai 12 bulan, bayi membutuhkan 11 miligram besi elemental per hari, dan dengan 1 sampai 3 tahun, 7 miligram setiap hari.

Penyajian
Setelah bayi berusia 6 bulan, dua porsi sereal bayi yang diperkaya zat besi (masing-masing satu setengah ons)mampu  memberikan 11 miligram yang dibutuhkan bayi, maka berikan sereal sebagai makanan awal bagi bayi. Daging, unggas dan ikan secara alami mengandung zat besi jadi cobalah berikan daging sapi atau kalkun, ayam untuk si keci. Sumber lainnya yang kaya akan zat besi termasuk alpukat, kentang panggang, brokoli, buncis, telur, plum, kacang kedelai dan bayam.

Baik untuk diketahui

Kekurangan zat besi adalah kekurangan gizi yang paling umum di antara anak-anak di AS. Untuk mencegahnya, pastikan bayi melakukan screen di dokter  anak untuk anemia defisiensi besi pada 12 bulan dan 18 bulan.

KALSIUM
Mengapa bayi membutuhkannya

Mineral ini membantu anak-anak mencapai puncak massa tulang, yang diperlukan untuk membangun tulang yang kuat dan mencegah patah tulang ketika mereka mulai memanjat pohon dan bermain olahraga.

Dosis harian
ASI dan susu formula memenuhi kalsium bayi untuk kebutuhan di tahun pertama. Setelah beralih ke susu, bayi akan membutuhkan 500 miligram setiap hari.

Penyajian
Secangkir susu atau 6 ons yogurt menyediakan sekitar 250 miligram. Bayi di bawah usia 1 tidak harus susu sapi, tapi yogurt biasanya baik-baik saja setelah mommy memperkenalkan makanan padat. Pilihan yang baik lainnya adalah keju, salmon, jus jeruk yang diperkaya kalsium, tahu, brokoli, kacang putih, tomat dan oatmeal.

Baik untuk diketahui
Membantu bayi menyukai rasa susu yang rendah lemak akan membantu memenuhi kebutuhan kalsium mereka di masa pubertas (1.300 miligram per hari pada usia 9 tahun), pada umur ini maka kalsium bisa diserap dengan baik dari makanan. Bayi yang kelebihan berat badan dan berisiko untuk obesitas, atau yang memiliki riwayat keluarga yang kuat dari penyakit kardiovaskular awal-awal, dapat mengurangi lemak susu 2 persen antara 12 dan 24 bulan.

ZINC
Mengapa bayi membutuhkannya

Selain memiliki efek positif pada kognisi dan pengembangan, peran utama seng adalah untuk mempertahankan fungsi kekebalan tubuh dan menjamin pertumbuhan sel optimal dan perbaikan. Defisiensi zinc dikaitkan dengan gangguan pertumbuhan, peningkatan kerentanan terhadap infeksi dan peningkatan risiko diare.

Dosis harian
Formula memenuhi kebutuhan sampai usia 1, tetapi ASI tidak, jadi penting untuk memperkenalkan makanan kaya zinc pada semester kedua di tahun pertama. Anak-anak dari 7 bulan sampai 3 tahun membutuhkan 3 miligram per hari.

penyajian
Tiga ons tenderloin daging babi punya 2 miligram, secangkir yogurt memiliki 1,6 miligram, dan setengah dada ayam memiliki 1 miligram. Sumber lain termasuk kalkun, daging sapi, ikan, telur, kacang, susu, keju cheddar dan sereal yang diperkaya.

Baik untuk diketahui
Zinc ini paling sering ditemukan dalam besi - daging, unggas dan ikan, jadi jika Mommy memenuhi kebutuhan zat besi bayi Mommy, kemungkinan dia mendapatkan cukup zinc juga.
VITAMIN A, D, E, K DAN

Mengapa bayi membutuhkannya

Vitamin A meningkatkan penglihatan dan kulit yang sehat. Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dan membantu dengan pertumbuhan tulang - kekurangan dapat menyebabkan rakhitis tulang-melemah. Kekuatan antioksidan Vitamin E memfasilitasi pertumbuhan sel dan perkembangan sistem saraf. Vitamin K membantu pembekuan darah normal.

Dosis harian
Susu formula bayi memenuhi kebutuhan sampai usia 1 untuk vitamin A, D dan E. Untuk mendapatkan cukup vitamin D, bayi yang diberi ASI harus mengkonsumsi suplemen, seperti Tri-Vi-Sol (yang juga mengandung vitamin A dan C), yang menyediakan 400 IU vitamin D setiap hari sampai mereka disapih dari ASI atau mengkonsumsi  15 atau lebih ons susu formula setiap hari. Jika tidak, jika Mommy menawarkan bayi Mommy berbagai makanan dari piramida makanan - buah-buahan, sayuran, susu, biji-bijian, lemak sehat - dan dokter mengatakan dia tumbuh tepat untuk usianya, maka kebutuhannya mungkin sudah terpenuhi.

Penyajian
Selain ASI, susu formula dan susu sapi, sumber vitamin A termasuk buah-buahan yang kaya karoten dan sayuran seperti wortel, ubi jalar dan brokoli. Vitamin D hanya ada pada sedikit makanan, tapi bayi Mommy bisa mendapatkannya dari susu sapi, kuning telur dan ikan. Makanan kaya vitamin E adalah minyak sayur, sereal dan biji-bijian. Susu sapi, sayuran, buah dan minyak kedelai penuh vitamin K.

Baik untuk diketahui

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa 40 persen bayi dan balita memiliki kadar rendah vitamin D, yang dapat melemahkan tulang. Pastikan Mommy berbicara dengan dokter anak Mommy tentang memulai bayi Mommy pada suplemen vitamin D jika Mommy sedang menyusui.

VITAMIN C DAN B

Mengapa bayi membutuhkannya
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi dan membantu mencegah penyakit kudis, suatu kondisi yang menyebabkan memar besar pada tubuh. Vitamin B, termasuk asam folat, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan saraf, menjaga kesehatan kulit dan otot, meningkatkan pertumbuhan sel dan mengatur metabolisme.

Dosis harian
Jika Mommy menawarkan bayi Mommy berbagai makanan dari piramida makanan - buah-buahan, sayuran, susu, biji-bijian, lemak sehat - dan dokter mengatakan dia tumbuh tepat untuk usianya, dia mungkin mendapatkan cukup dari vitamin yang larut dalam air ini.

Penyajian
Vitamin C dalam jeruk, tomat, stroberi, melon dan kentang. Asam folat dalam sayuran hijau,  sereal dan roti. Vitamin B lainnya ditemukan dalam biji-bijian seperti beras merah serta dalam pisang, kacang-kacangan, telur, daging, unggas dan ikan.

Baik untuk diketahui:
Jangan menyerah memberikan sayuran hijau atau buah-buahan yang kaya nutrisi lainnya! Kebanyakan balita harus mencoba makanan - seperti dalam, memasukkannya ke dalam mulut mereka dan meludah keluar - rata-rata delapan sampai 10 kali sebelum mereka mulai menyukainya.

Postingan ini sebagai pelengkap postingan sebelumnya mengenai panduan Makanan dan Vitamin bagi bayi.

Thursday, September 11, 2014

8:46 AM

Setelah Lewat Masa Mpasi

Wah, lama juga enggak posting ya, Mom. Mentang-mentang anak-anak udah enggak Mpasi. Iyap, si sulung sudah lewat dua setengah tahun dan si bungsu sudah tiga belas bulan. Dua-duanya sudah bisa table food, tetapi tetap saja enggak bisa semulus itu nerapin teori.

Si Sulung, doyannya hanya telur. Setiap ditanya mau makan apa, jawabannya pasti buat telur. Awal-awalnya sih saya cemas ya karena menunya telur tiap hari, apa enggak takut kolesterol tinggi. Tetapi setelah konsultasi pada dokter, kata dokternya sih enggak apa. Untuk anak umur segitu, konsumsi telur setiap hari masih bisa ditoleransi dan belum ada ancaman kolesterol karena si anak masih butuh banyak asupan nutrisi. Hanya saja si dokter menyayangkan karena dengan konsumsi telur, maka asupan dari bahan makanan lainnya akan berkurang. Nah, karena buntu dan biar anak mau makan, maka di telurnya itu selalu diselipkan sayuran dan protein lainnya. Enggak jenius sih karena ujung-ujungnya anak enggak mau makan makanan yang bervariasi, tetapi dibanding enggak makan hayo coba? Pilih mana?

Si Bungsu, hmm... yang ini mah gentong berjalan. Hahahah... masih gembul semenjak bayi dan tahu nggak, Mom, masak si sulung dan bungsu yang berjarak satu setengah tahun, BBnya hanya beda sekilo. Duh...

Ngasih makan si bungsu memang gampang, tetapi belum juga berani ngelepas ngasih table food, terutama saat ditinggal kerja. Namanya juga bukan ngasuh anak sendiri, kadang pengasuhnya cuek aja ngasih dia kuah sama nasi, enggak mau repot sama sekali nyisihin lauk dan mencucinya dikit biar enggak berbumbu. Saya yang nyesek. Dimarahi takut kabur, ditegur enggak mempan, dibiarin kasihan anak. sebagai gantinya, saya masih selalu bikinin makanan tersendiri buat mereka, sejenis sup-sup dengan kombinasi sayur plus protein lengkap, bukan hanya doble protein melainkan triple malah. Udang, Tahu. telur.

Dengan cara ini, pengasuhnya enggak terlalu repot nyiapin makanan tinggal sendok saja, semua nutrisi masuk. Di lain pihak, si anak juga tercukupi kebutuhannya. yah setidaknya kebutuhan minimalnya. Syukur-syukur si Kakak juga kadang mau makan satu jenis makanan sama si adik, jadi sup yang saya buat juga bermanfaat.

Tapi tetap ya Mom, biarpun sudah begitu, tetap saja ada rasa yang kurang tenang. Takut anak kekurangan gizi karena ditinggal kerja sama pengasuhnya saja, takut tidak diberi makan dengan baik, tidak dijaga kebersihannya. Semua ketakutan yang selalu membayang di benak working mom.Aduh, kok malah curhat sih jadinya postingan ini hihiihih

Selain makan, saya juga selalu ngasih vitamin tambahan buat anak, yah untuk mengantisipasi kekurangan gizi tersebut diatas.

Nah, mom, kalau ada yang punya masalah yang sama dengan saya jangan berkecil hati ya. Setiap anak punya masalah makan tersendiri. Ada yang susah makan, ada pula yang susah nyetopnya. Jadi, tetap semangat momy !

Friday, June 27, 2014

8:30 AM

Kapan Berat Badan Rendah Menjadi Masalah?

Sebelumnya ada artikel yang membahas mengenai Bayi gendut vs bayi kurus yang menyebutkan bahwa Bayi bukan berarti tidak sehat hanya karena mereka kecil atau kurus. Nah, pada beberapa kasus, berat badan yang terlalu jauh melenceng dari kurva pertumbuhan memang bisa menjadi indicator sebuah masalah yang serius sehingga sebagai seorang mommy perlu mengetahui kapan sih berat badan rendah tersebut bisa menjadi tanda sebuah masalah.

Bayi memang adalah individu yang bervariasi dan berat hanya salah satu faktor dalam gambaran keseluruhan tentang kesehatan dan perkembangan bayi.

Untuk mewaspadai sebuah masalah dan agar kita tetap hati-hati maka pantaulah berat badan bayi secara berkala. Mommy harus hati-hati jika:

•    Bayi  terus mengalami penurunan berat badan setelah 10 hari pertama kelahiran dan tidak mendapatkan kembali berat badan lahirnya dalam 3 minggu. Ini bisa berarti bayi kurang gizi.
•    Penambahan berat badan bayi kurang dari 100 gram seminggu di 3 bulan pertama
•    Berat badan bayi kurang dari garis ketiga chart pertumbuhan (garis persentil).
•    berat badan bayi turun dua garis persentil dalam 56 hari (sebelum usia 5 bulan)
•    berat badan bayi turun dua garis persentil dalam 3 bulan (setelah usia 5 bulan).


Gambar diatas adalah contoh chart pertumbuhan/persentil.

Melihat bayi ketika tidak berpakaian juga bisa menjadi dasar penilaian. Apakah si bayi sehat? Apakah memiliki warna kulit dan otot yang sehat? Keriput, kulit longgar karena tidak cukup lemak di bawah kulit adalah tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup berat badan atau mengalami penururnan berat badan.

Penurunan berat badan ini pertama kali muncul di sekitar perut bawah bayi, bokong dan paha atas, itulah sebabnya mengapa penting untuk melepaskan semua pakaian bayi Anda ketika Mommy melakukan pemeriksaan fisik ini.

sumber: Australian Breastfeeding Association.

Wednesday, June 25, 2014

1:27 PM

Penambahan Berat Badan Bayi Normal Setiap Bulan

Siapa sih yang tidak ingin bayinya dengan berat badan ideal? Nah, artikel sekarang ini berhubungan dengan berat badan bayi. Jika artikel sebelumnya juga ada yang membahas cara menaikan berat badan bayi. Artikel lawas tersebut memfokuskan pada beberapa bahan makanan penambah berat badan bayi seperti minyak zaitun, alpukat dan lainnya. Nah, jauh sebelum itu mommy juga harus tahu seberapa penambahan berat si kecil yang normal setiap bulannya.

Artikel berikut saya ambilkan dari parents.com. untuk digunakan sebagai panduan, tentunya momyy harus memadukannya dengan table berat badan bayi yang ada di setiap buku kesehatan si kecil baik yang didapat dari dokter atau puskesmas.
Sekali lagi, artikel disini sifatnya sharing ya mommy jangan dijadikan panduan mutlak.

Newborn (1 sampai 4  Minggu)
Menurut Michelle LaRowe, penulis Mom's Ultimate Book of Lists, jangan terlalu khawatir jika bayi kehilangan beberapa ons setelah kelahiran. Bayi yang sehat akan mendapatkan kembali berat badannya dalam waktu 10-12 hari dan akan kembali ke berat badan kelahirannya.

Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula. Konsultasikan dengan dokter jika bayi tampaknya memiliki reaksi alergi atau sensitif terhadap ASI karena ia mungkin bereaksi terhadap sesuatu yang mommy makan atau sensitif terhadap formula.

Bayi 1 bulan
Dari sekarang sampai bayi berusia 6 bulan, dia mungkin akan tumbuh satu inci per bulan dan bertambah 500-700 gram seminggu. Jika proses menyusunya berhasil, bayi Mommy akan terus naik berat badannya.

Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula. Waktu menyusui bayi tidak harus tetap, dan tidak mungkin untuk menentukan berapa banyak susu yang diminum olehnya ketika mneyusu. Bayi pada usia ini harus diberi makan delapan sampai 12 kali sehari atau sekitar setiap dua sampai tiga jam.

Bayi 2 bulan
Bayi harus terus mendapatkan berat badan setiap minggu. Jika Mommy takut berat badannya tidka naik, lihatlah lebih dekat jumlah ASI yang dia minum dengan cara menampung ASI dengan pompa lalu berikan pada bayi lewat botol. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin tidak menyusu dengan benar atau Mommy mungkin tidak dapat memberikan cukup susu seperti yang dikatakan oleh  Michelle LaRowe, pengasuh profesional dan penulis Nanny to the Rescue.. Jika Mommy terus memiliki masalah, temuilah konsultan laktasi atau dokter anak untuk mengetahui bagaimana cara membantu dan memastikan bayi cukup makan.

Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula . Jangan mulai memperkenalkan makanan padat sebelum enam bulan, atau pada beberapa kasus 4 bulan. Mengenalkan lebih cepat bisa menyebabkan masalah pencernaan bagi anak Mommy, kata Dr Joanna Dolgoff, spesialis obesitas

Bayi 3 bulan

Pada tahap ini, peningkatan berat badan akan berkurang dari jumlah sebelumnya yang dari 600 gram perminggu menjadi sedikitnya 400 gram. Artinya pada bulan ketiga ini, bayi bisa bertambah berat badannya sekitar 1 kg dan angka yang sama untuk setiap bulan berikutnya hingga dia berumur 7 bulan.

Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula .

Bayi 4 bulan
Untuk bayi tertentu, di umur ini dia akan menunjukan bahwa dia siap untuk makanan padat atau makanan bayi pendamping ASI. Beberapa cirinya adalah: dia bisa menegakkan kepalanya, dia bisa duduk dengan  disangga, dan dia akan mulai menunjukkan minat pada apa yang Mommy makan. Transisi dari cair ke padat adalah salah satu cara yang halus, jadi jangan memaksa bayi untuk makan jika dia belum siap.
Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula , ditambah buah dan sayuran untuk beberapa kasus bayi sesuai dengan saran dokter.

Bayi 5 Bulan
Di umur sekitar 5 hingga 6 ini, berat badan bayi harus mencapai dua kali lipat berat badannya sewaktu lahir.
Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula , ditambah buah dan sayuran untuk beberapa kasus bayi sesuai dengan saran dokter.

Bayi 6 Bulan
Mulai dari enam bulan, bayi akan tumbuh sekitar setengah inci per bulan dan berat badannya meninggat 300 -500 gram seminggu.

Bayi Harus Makan: Sayuran, buah-buahan, kemudian tambahkan daging. Diare atau ruam adalah indikator sensitivitas makanan. (Perhatikan bahwa bayi sering membutuhkan paparan makanan sampai tujuh kali sebelum ia akan memperoleh rasa untuk itu.) Mommy masih harus memberinya ASI dan / atau susu formula .

Bayi 7 Bulan
Berat badan bayi terus akan meningkat 2 pound atau 1 kg sebulan. Konsultasikan dengan dokter  jika bayi tidak mengalami kenaikan setidaknya 2-3 pound bulan ini atau bulan berikutnya. Jika dia malah mengalami kenaikan lebih dari 6 pound atau 3 kg sebulan, konsultasikanlah ke dokter.

Bayi Harus Makan: Menambah menu mereka selain ASI dan susu formula dengan mencoba puree daging, sayuran, dan buah-buahan. Bayi sekarang harus mampu makan dengan konsistensi lebih tebal dari makanan sebelumnya, sehingga mommy bisa memberikan tekstur yang lebih kasar.

Bayi 8 bulan
Bayi harus mendapatkan tambahan berat tiga kali lipat berat badan lahir pada umur 1 tahun.

Bayi Harus Makan: ASI atau susu formula bersama dengan beberapa pilihan finger food. Jika ia tampaknya mengalami kesulitan, tetap padukan sayuran dan buah dnegan daging.

Bayi 9 Bulan
Untuk menjaga berat badan, memberi makan anak Mommy dengan makanan ringan seperti orak-arik telur, potongan sayuran kukus, atau potongan kecil roti setiap dua sampai empat jam. Bayi yang mendapatkan makanan ringan atau camilan cenderung memiliki asupan nutrisi yang lebih baik dan berat badan sehat daripada bayi yang tidak.
Bayi Harus Makan: Dia harus makan sereal, buah potong dadu seperti kiwi atau pisang, bersama dengan pure atau sayuran dan daging lunak.

Bayi 10 bulan
Ketika bayi Mommy sudah bergerak, berat badannya mungkin tidak naik tajam seperti sebelumnya. Pada umur ini bayi mungkin akan merangkak ke seluruh lantai dapur dan mencoba untuk berdiri dengan bantuan meja, kursi, atau kaki Mommy. Merangkak membakar banyak kalori, jadi jangan berharap dia bisa berat badan bayi mommy naik lebih dari satu pon atau 500 gram atau sekilo dalam bulan ini.

Bayi Harus Makan: Cobakan untuk memperkenalkan sayuran hijau, buah-buahan yang lebih keras seperti apel dipotong dadu kecil dan mie kecil. Bayi mommy masih minum ASI atau susu formula pada tahap ini.

Bayi 11-12 bulan
Bayi akan segera mengambil langkah-langkah pertamanya. Kedua bulan ini akan menjadi penghargaan terbesar untuk semua kerja keras Mommy. Menyusu di malam hari  masih akan berlangsung pada umur ini namun biasanya sudah mulai berkurang. Pada saat ulang tahun pertamanya, dia kemungkinan akan memiliki berat tiga kali lipat beratnya waktu lahir.

Sementara itu, jika  berdasarkan Australian Breastfeeding Association, pedoman umum yang biasanya diberikan untuk pertumbuhan adalah:

•    Bayi kehilangan 5-10% dari berat lahir pada minggu pertama dan mendapatkannya kembali dalam 2-3 minggu
•    berat lahir dua kali lipat saat umur 4-6 bulan dan tiga kali lipat pada umur 12 bulan
•    panjang waktu lahir meningkat 1,5 kali dalam 12 bulan
•    lingkar kepala lahir meningkat sekitar 7,6 cm dalam 12 bulan.

Namun, semua bayi tumbuh berbeda-beda dan ini hanya pedoman umum

Wednesday, June 18, 2014

12:53 PM

Sayuran dengan Kandungan Protein Tinggi

Makanan bayi - Selama ini kita tahu bahwa protein kebanyakan berada pada bahan makanan seperti daging-dagingan, telur dan juga kacang-kacangan, sehingga orientasi kita untuk memenuhi kecukupan protein anak selalu pada bahan makanan tersebut. Padahal loh Mommy, protein tidak hanya terdapat pada produk tersebut namun juga pada beberapa jenis sayuran yang sering kita konsumsi.

Nah, diambil dari womenshealth.com, ini nih beberapa sayuran dengan kandungan protein tertinggi. Bagus untuk mommy dan anak yang vegan.

Namun yang perlu diingat adalah protein tanaman adalah  protein yang tidak lengkap, yang berarti tidak mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Jadi mommy perlu menggabungkan beberapa jenis sayurna ini dengan biji-bijian.


Kacang polong
Setiap setengah cangkir berisi tiga setengah gram protein. Cobalah kacang jenis ini dalam krim sup kacang segar. .

Bayam
Mommy akan menemukan tiga gram protein dalam setengah cangkir bayam.



Kentang
Sumber protein yang lain adalah kentang. Satu kentang berukuran sedang mengandung tiga gram protein.


Brokoli
Brokoli tidak hanya penuh dengan serat (2,6 gram per setengah cangkir) namun juga merupakan sumber protein, dengan dua gram per porsi.

Kol/ kubis Brussels

Jenis makanan ini merupakan superstar nutrisi: Setiap setengah cangkir mengandung dua gram protein, bersama dengan 247 miligram kalium dan 110 mikrogram vitamin K.

Jagung
OK, kita tahu bahwa jagung secara teknis biji-bijian. Mommy dapat menemukannya dua gram protein dalam setengah cangkir jagung.

Friday, May 23, 2014

10:29 AM

Membuat Aneka Nasi Tim Saring untuk Bayi

Makanan Bayi - Nasi tim merupakan salah satu menu yang sering diberikan mommy kepada bayi. Tapi sebelum tahu lebih banyak, apakah mommy tahu apakah itu nasi Tim?

Dalam bahasa Indonesia istilah "tim" mungkin berasal dari bahasa Inggris steam yang berarti dikukus. Jenis nasi ini cocok untuk bayi karena tekstur makanan bayi ini halus dan lembut. Jadi inti sebenarnya dari nasi tim ini adalah nasi yang dikukus namun teksturnya disesuaikan dengan bayi,

Berdasarkan konsultasi ke dokter baru-baru ini, oleh dokter dijelaskan bahwa masa pemberian nasi tim khususnya nasi tim saring dimulai dari umur 10 bulan dan tidak disaring lagi setelah berumur setahun. Tetapi ada pula yang menyatakan sudah bisa diberikan umur delapan bulan, tergantung babynya sendiri.

Karena inti utama membuat nasi tim entah itu saring atau tidak saring tersebut adalah mengukus, sehingga cara pembuatannya sangatlah mudah. Mommy tidak perlu resep khusus, isinya bisa disesuaikan dengan isi kulkas. Dari resep-resep yang saya baca, metode pembuatannya ada yang hanya direbus saja hingga menyerupai bubur, padahal inti utama dari tim itu adalah kukus, jadi mungkin itu maksudnya bubur tim ya hihihhi.


Semuanya terserah mommy sih, tetapi untuk lebih cepatnya, Mommy bisa menggunakan metode seperti saya.

Pertama beras dan bahan lain berupa sayur dan lauk dimasak bersama air atau kaldu hingga berupa nasi aron dan kemudian dikukus. Banyaknya air tidak masalah. Jika nasi aronnya keras, bisa ditambahkan air pas ngukus. Tapi jika tekstur nasi aornnya pas bisa langsung dikukus saja. Setelah matang maka bisa diblender atau disaring dengan berbagai cara. Lihat saja berbagai peralatan untuk menyiapkan makanan bayi.



Mengenai lauk dan sayurnya, mommy bisa mengukus terpisah atau bersamaan dengan nasi aron. Saran saya sih, jika mau membuat nasi tim kukus, sebaiknya bahan lainnya tidak usah direbus karena hanya akan membuat overcook sehingga nutrisinya malah berkurang. Bahan-bahan yang matangnya lama seperti ayam dan ikan, bisa dimasukan ke beras pada waktu merebus sekalian untuk mengeluarkan kaldunya.

Untuk bayi dibawah setahun yang belum mendapat penambahan gula garam, maka hal yang harus mommy pikirkan adalah campuran bahan-bahan yang ada dan rasa yang ditimbulkan akibatnya. Jika mommy membuat nasi tim bayam, sayur hijau atau sayur lain yang bisa menyumbangkan rasa pahit buat bayi, maka mommy harus sedikit memodifikasi bahan lainnya.

Memang benar bayi belum mengenal rasa dan pengenalan rasa pahit ini adalah hal yang bagus untuk menciptakan variasi makanan. Tetapi bagaimana jika bayi mommy terbiasa dengan rasa manis susu sehingga menolak untuk makan nasi tim saring bayam atau sayur hijaunya?

Maka mommy bisa menambahkan bahan lain untuk sedikit menetralisir rasa pahit. Caranya tambahkan saja labu siam, atau bisa juga dengan wortel. Pokoknya bahan-bahan yang mempunyai citarasa manis dan netral.

Nah, untuk penambahan lemaknya bisa menambahkan mentega, minyak zaitun atau minyak kelapa.
Jika ada yang masih bingung, tenang mommy. Tidak ada aturan khusus untuk makanan bayi, bagi saya adalah gunakan bahan yang ada, kenali rasa yang diciptakan, cemplung-cemplung bahan dan cicipi.

Yah, segitu sharing saya tentang nasi tim saring bayi ini, mohon dikoreksi jika ada yang salah dan ditambahkan jika ada yang kurang.

Thursday, May 8, 2014

9:00 AM

Bayi Gemuk vs Bayi Kurus

Ahay, bahasan yang sangat basi. Pasti setiap ibu merasa agak gimana gitu ketika bayinya dikomentari kurus, atau sedikit merasa bangga ketika bayinya dikomentari gemuk. Heheh... saya juga. Mungkin karena masih bayi under 12 month, gemuk-kurus masih menjadi kebanggan tersendiri untuk seorang ibu. Walaupun tahu bahwa itu hanyalah pemikiran Mommy yang sempit.

Sebelum benar-benar sedih soal bayinya yang kurus atau berbangga tentang bayinya yang gemuk, baca-baca yuk artikel berikut ini. Saya dapat dari easybabylife.com.

Tentang Bayi Gemuk

Kapan sih bayi itu dibilang obesitas, kelebihan berat badan atau berat badannya cukup? Ini adalah pertanyaan rumit dan kadang-kadang sensitif. Banyak bayi yang benar-benar mempunyai banyak lemak selama beberapa bulan pertama hidup mereka, terutama jika full ASI atau ASI ekslusif.  Tapi begitu bayi tersebut mulai bergerak dan mendapat makanan padat,  mereka kehilangan lemak dengan cepat dan itu ternyata baik.

Ternyata jauh lebih mengkhawatirkan jika bayi yang lebih tua mengalami kenaikan berat badan dengan cepat dan tiba-tiba. Namun tentu saja, sebelum khawatir tingkat lanjut, lebih baik mommy konsultasi dengan dokter.

Sekarang mari kita mengatakan bahwa bayi Mommy benar-benar kelebihan berat badan. Apakah itu berarti bahwa Mommy harus mengurangi lemak pada makanan mereka? Sebenarnya tidak. Yah, setidaknya mengurangi lemak bukanlah hal yang harus dilakukan ppertama kali. Apa yang harus Mommy lakukan adalah mengurangi gula dan karbohidrat sederhana, seperti tepung putih, makanan cepat saji dan jus buah. Semakin banyak penelitian menegaskan bahwa gula dan karbohidrat sederhana adalah penyebab sebenarnya dari obesitas. Selain itu juga menyebabkan gigi berlubang, dan dapat menyebabkan kekurangan gizi, karena gula dan karbohidrat tersebut praktis hanyalah kalori kosong (tidak ada vitamin, mineral, protein atau lemak yang dibutuhkan untuk pembangunan). Mommy juga harus memastikan bahwa bayi Mommy mendapatkan lemak sehat.

Kedua, bersenang-senang dengan bayi Mommy! Turun di lantai untuk bermain. Dikejar saat merangkak atau berjalan merupakan kegiatan yang disukai bayi, praktis membuat mereka bergerak lebih cepat dan membakar lemak berlebih.

Ketiga, pastikan bayi Mommy tidur cukup. Kurang tidur berhubungan dengan kelebihan berat badan pada orang dewasa, mungkin juga pada anak-anak.

Tentang Bayi Kurus

Banyak orangtua khawatir bahwa bayi mereka terlalu kurus. Kita cenderung membayangkan bayi sehat gemuk. Namun ternyata banyak efek negative bagi bayi gemuk kalau dihubungkan dengan kesehatan, sementara bayi kurus mempunyai efek negative yang lebih kecil terhadap kesehatan. Jadi jangan terlalu khawatir tentang bayi yang kurus.

Namun harus diwaspadai jika: Bayi tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, berat badannya turun drastis dan memotong kurva dibawahnya atau jika bayi sedang sakit.

Jika bayi Mommy bahagia dan berkembang secara normal, maka pastikan kebutuhan makanan sehatnya terpenuhi dan tambahkan mentega untuk setiap makanan yang Mommy buat. 

Jika memang dokter mengakatan bahwa bayi Mommy terlalu kurus, maka ikuti saran diet dari dokter. Makanan yang tinggi lemak sehat merupakan sumber energy yang sangat baik. Alpukat merupakan sayuran yang sangat baik, juga makanan lain seperti keju penuh lemak dan yoghurt.

Bayi bukan berarti tidak sehat hanya karena mereka kecil atau kurus.

Wednesday, April 30, 2014

8:00 AM

Resep Bubur Kentang Brokoli (6 Bulan +)

Resep lain untuk makanan bayi 6 bulan, masih dari resep bonus Ayahbunda edisi desember 2005.

Bubur Kentang Brokoli

Bahan:
200 g kentang kuas, potong kecil
500 ml air
6 g daging tahu, cincang halus
75 g brokoli, cincang halus
1 sdm margarin

Cara membuat:
1. Masukan kentang, air, ayam cincang dan tahu ke dalam panci. Masak hingga matang sambil diaduk-aduk, angkat.
2. Ambil setengah bagian kentang (sisanya simpan di lemari es untuk makan sore/malam). Tambahkan sebagian brokoli dan margarin. Masak sebentar sampai brokoli layu. Angat
3. Tuang bahan pertama dan kedua ke dalam blender, haluskan.
4. Siap dihidangkan

untuk 2 porsi.

Monday, April 7, 2014

9:02 AM

Mengatasi Sembelit Bayi, Ketahui Penyebabnya!

Sebelumnya saya pernah bilang bahwa si Widya mengalami sembelit (Sembelit pada Bayi,Versi si Gembul Widya), nah artikel kali ini memnag kelanjutan dari postingan kala itu. Postingan itu tertanggal 5 Maret, dan ternyata sembelitnya dia berlangsung hampir selama sebulan.

Ternyata hasil konsultasi ke dokter tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi sembelitnya. Setelah makannya dikurangi, kondisi fesesnya juga tidak melembek, tetap keras sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk keluar. Beberapa kali malah tidak mau keluar, keluar sedikit tetapi karena ngedennya dihentikan, fesesnya masuk lagi.

Berbagai macam makanan bayi dan trik untuk mengatasi sembelit pada bayi seperti yang tertuang dalam postingan mengenai Mengatasi Susah BAB (Sembelit) pada Bayi Mpasi saya jalankan, mulai dari memperbanyak serat, sayuran, cairan, fitnes, dan taraa... kegagalan yang dialami banyak mommy yang bertanya di komentar postingan tersebut saya alami juga. Stress? sudah pasti dong. Sampai-sampai, ketika kerja dan nelpon ke rumah untuk ngecek anak-anak, pertanyaan saya selalu sama setiap harinya,

"Si kakak mau makan, Bi? si Adik mau ngengek, Bi?"

Kakak adik berbanding kebalik benar ini. fiuhh...

Selama dua minggu pertama sembelitnya, bapaknya menyuntikan dua kali pencahar lewat dubur. Setelah itu, ternyata BAB nya masih keras, hingga kalau BAB harus sampai dicungkil-cungkil agar sedikit fesesnya sudah keluar, tidak masuk lagi.

Mengenai nangis, ya sudah pastilah. Wajahnya sampai memerah, duburnya berdarah karena lecet dan yang paling menyedihkan, saya sampai harus membatasi asupan makanan agar mendeteksi makanan apa kiranya yang membuat dia sembelit.

Susu formulanya saya ganti dengan merk lain karena beberapa teman mengatakan bisa jadi karena tidak cocok. Dua kali ganti tidak juga ada hasilnya. Pepaya yang kata banyak blog ternyata bisa juga menimbulkan sembelit, terpaksa saya hentikan. Beraneka buah pir sudah saya coba, ternyata tidak mampu mengencerkan BABnya. Apel tidak sama sekali karena malah bisa bikin sembelit dan terakhir saya juga hindarkan beras dari menunya karena lagi-lagi takut membuat BABnya tambah keras.

Pada Kamis 27 maret, dia full ASI karena stok perahnya lumayan dan keesokan harinya saya libur otomatis dua hari itu susu formulanya terhenti. Sabtu dan Minggu besoknya, menunya saya ganti dengan meniadakan beras sama sekali. Menunya saya kasih gandum dengan buah, seharian itu dia makan makanan cair campuran gandum dan buah pir korea + semangka. Hari sabtu siang, BABnya lancar karena bagian yang keras sudah berhasil dikeluarkan kemarinnya.  Saya sudah senang itu, karena mengira dengan meniadakan beras, babnya lancar.

Sabtu sore, karena sesuatu hal, si Widya kena formula lagi dan keesokan harinya, fesesnya kembali keras. Nah, berbekal pengalaman itu, akhirnya saya dan suami berkeputusan untuk mengganti formula yang biasa (susu sapi) dengan soya.

Hasilnya?
Setelah feses kerasnya berhasil keluar dengan sedikit bantuan cungkil-cungkilan, selasa, Fesesnya jadi lebih lembut dan rabu pagi fesesnya sudah lembek sempurna.

Lalu seterusnya bagaimana?
Fesesnya memang sudah normal, bahkan sehari bisa BAB hingga tiga kali dan baunya, amboy... jauh lebih beraroma feses dibanding sebelumnya. Masalahnya pada hari jumatnya, ada ruam-ruam merah di seluruh tubuhnya yang artinya dia kena alergi makanan. Perkiraan awal saya karena gandumnya, walaupun sempat mikir soyanya juga memberi dampak alergi. Namun saya sudah sering memberinya tempe tahu dan selama ini aman-aman saja.

Setelah ke dokter, akhirnya ruam merahnya berkurang dan dokter berpesan agar menghentikan gandum setidaknya untuk 6 bulan ke depan. Lihat dulu perkembangannya selama dua minggu, dan setelah bersih dari alergi, bisa lagi mencoba gandum untuk memastikan apakah dia alergi dengan bahan makanan itu atau tidak.

Nah, jadi mommy, inti dari postingan kali ini adalah mengetahui penyebab sembelit itu terlebih dahulu. Sekitar dua minggu sembelit, saya rasanya tidak percaya ini karena kurang serat atau cairan karena asupan keduanya sudah cukup. Cairannya seakan terserap semuanya oleh usus halus  sehingga tidak menyisakannya sama sekali ke usus besar. Pernah juga saya berpikir karena kelainan usus. Tetapi untungnya dengan trial eror bersama suami ini ketahuan kalau si Widya alergi susu sapi.

Setelah kejadian seperti ini saya kembali berpikir bahwa dokter tidak selalu bisa membantu kita dalam kasus seperti ini karena perlu observasi panjang. Kalau misalnya kita tidak peka, tentu si anak yang jadi korban.

Akhirnya saya hanya bisa bersyukur dan berdoa, semoga si Widya tidak mengalami alergi soya. Susu sapi alergi, kalau soya juga alergi, dia tambahannya apa dong?

Monday, March 10, 2014

9:00 AM

Makanan untuk Bayi yang sedang Diare

Diare pada bayi merupakan salah satu hal yang mengkhawatirkan. Tentu saja karena bayi tidak bisa dipaksa minum atau makan agar diarenya bisa dihentikan. Apalagi bayi akan lemas dan rewel, maka jangan harap bisa memberi bayi makan dengan sukses seperti saat ia sehat. Mengingat bahayanya itu ya Mommy, maka cara terbaik adalah dengan mencegahnya. Tahu sendiri kan, penyebab diare itu bisa karena makanan dan peralatan kurang bersih.

Secara umum, bayi dan anak-anak bisa mengalami diare akut dan kronis. Infeksi rotavirus merupakan penyebab paling umum untuk diare anak. Diare yang disebabkan infeksi virus ini memang bisa sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 10 hari.

Selain itu, penyebab lain diare bisa berupa kepekaan terhadap makanan, bakteri, virus, parasit, obat dan gangguang fungsional usus.

Diare pada bayi sangat berbahaya, jadi dibanding Mommy mencoba-coba obat atau makanan tertentu, mending langsung konsultasi ke dokter. Apalagi, diare akut bisa membuat bayi mengalami dehidrasi bahkan hanya dalam waktu sehari dan seorang anak bisa meninggal karena dehidrasi selama beberapa hari.

Jika sudah ke dokter, tentu dokter akan menyarankan konsumsi cairan yang memadai serta makan makanan tertentu. Nah, pada artikel ini akan dijelaskan mengenai makanan yang harus diberikan serta dihindari saat bayi diare.

Makanan untuk bayi diare

Harap menawarkan makanan kecil bayi saat ia mengalami diare. Menawarkan makanan kecil akan memungkinkan sistem pencernaan bayi bekerja perlahan-lahan. Usus kecil dan sistem pencernaan yang masih rapuh akan butuh waktu untuk sembuh dan kembali seperti semula. Bisa hingga 3-4 hari, sehingga dengan penanganan yang tepat, mommy tidak pelru khawatir.

Makanan yang dianjurkan untuk bayi diare, yang harus diingat adalah:

BRAT – Banana, Rice, Applesauce – Toast

Pisang - Beras - Saus apel – Roti Panggang

Makanan diatas membantu pengerasan tinja. Makanan ini termasuk biji-bijian dan buah tertentu. Untuk lebih jelas, makanannya bisa berupa:
•    Pisang
•    Beras dan / atau sereal beras bikinan rumahan
•    Roti - roti panggang khusus
•    Pasta
•    Kentang putih
•    Yogurt
•    saus apel


Makanan yang harus dihindari oleh Bayi yang sedang diare

Hindari beberapa makanan yang biasanya digunakan untuk membantu meringankan sembelit. Berikut adalah daftar makanan yang harus dihindari ketika bayi mengalami diare:

•    semua produk susu (yoghurt adalah pengecualian karena bakteri bermanfaat, namun tetap konsultasikan dengan dokter untuk pemberian yogurt ini. )

•    Buah yang dimulai dengan huruf "P" seperti persik, pir, plum, dan prem

•    aprikot dan buah-buahan berbatu lainnya biasanya dikenal untuk membantu melonggarkan kotoran 
•    Makanan berserat tinggi

Apel vs jus apel
Ada perbedaan fungsi antara saus apel dan jus apel. Saus apel memiliki pectin yang tinggi sehingga bisa mengeraskan tinja
.
Sementara jus apel  mengandung gula yang lebih tinggi dan juga cairan sehingga lebih cocok untuk meringankan sembelit.

Untuk pemberian jus buah pada bayi yang sedang diare, lebih lanjut bisa dibaca di artikel Jus Buah bagi Bayi yang sedang Diare.

Wednesday, March 5, 2014

7:53 AM

Sembelit pada Bayi Mpasi (Versi si Gembul Widya)

Guru adalah pengalaman terbaik, yap itu benar! Harusnya kalau sudah pengalaman, selanjutnya akan jadi lebih baik. Namun hal yang sebaliknya bisa jadi lain kalau kita merasa jauh lebih pintar dan santai karena pengalaman itu. Ngerti ga sih?

Inilah pengalaman Mpasi adiknya Cuta. Waktu pengalaman pertama Mpasinya Cuta, saya baru tahu teori dan menjalankannya sesuai yang tertulis. Anjuran makan sekali dengan porsi yang kecil di umur 6 bulan saya terapkan, selain itu karena lokasi tempat tinggal yang berdekatan dengan kantor, saya bisa memantau mpasinya sedemikian rupa. akhirnya, Si Cuta sama sekali tidak pernah mengalami sembelit.

Hal yang berbeda terjadi dengan adiknya. Merasa sangat pengalaman, saya mengabaikan hal penting itu. Apalagi si Widya ini rakusnya minta ampun. Sehingga satu hari dia bisa makan sampai dua tiga kali, ditambah buah. Itu pun ditambah laporan pengasuhnya bahwa ia sering menangis menjerit-jerit setelah selesai makan sambil mencari-cari sendok makannya. Ia seperti kekurangan makan.

Fiuh, lalu terjadilah hal ini. Tiga hari belakangan ia sembelit parah. Diberikan buah pepaya dan pir tidak mempan. Dipijat ILU hanya mampu membantunya mengeluarkan gas di perut. Ia menangis sewaktu BAB, BAB nya keras hingga mukanya merah karena ngeden berlebihan. Parahnya, BAB nya disertai darah. Tidak banyak sih menurut laporan pengasuhnya, tapi itu sudah terjadi dua kali pada satu hari.


Sebenarnya saya tahu kenapa berdarah, karena sembelit itu. Namun Bapaknya panik, mengajaknya ke dokter. Sampai di dokter, dikasi penjelasan panjang. Intinya dia sembelit karena kesalahan manajemen mpasinya. Makannya terlalu banyak untuk bayi seumurnya, perutnya belum cukup untuk menerima karena masih dalam masa transisi sehingga terjadilah hal itu, sembelit parah.



Feses yang susah dikeluarkan akan menggesek anusnya, sehingga lecet dan terjadi pendarahan. Kasus selesai!

Itulah, saya merasa sudah pengalaman sekali sehingga begitu santai mengijinkan pengasuhnya memberikan makanan banyak dan sering. saya menerapkan pengalaman itu dengan cara yang salah, menyimpang jauh dari ilmu Mpasi yang sering saya share disini. yah begitulah, intinya walau kita tahu, kita belum tentu menjalankannya.

Akhirnya hari ini saya mengurangi porsi makannya menjadi dua kali saja dengan porsi yang dikurangi. Mengurangi kemungkinan menangis jejeritan, saya meminta pengasuhnya untuk memberikan ASIP dulu baru makanan bayi nya.

Eksekusi baru hari ini, jadi belum lihat perkembangannya. Semoga berhasil.

But, ada yang tidak mengenakan di dokter kemarin. Alih-alih mendukung, sang dokter malah menganjurkan untuk memberi makanan bayi instan yang banyak ada di supermarket. Alasannya kandungan gizi nya lebih kompleks dari sekedar makanan bayi biasa, terutama bubur susu. Beliau juga menyalahkan metode saya yang memberikan sayur di usia 6 bulan. Katanya sayur terlalu berat, baru bisa diberikan pada umur 8 bulan.

Ketika bapaknya widya bertanya apakah saya akan membeli bubur bayi instan? saya menggeleng. Saya ingin tetap memberikannya mpasi rumahan, namun kembali lagi melihat chart makanan. Oke, titik!

Nah, bagi yang bayinya seumur Widya ( dibawah 7 bulan) gimana nih pengalaman Mpasinya? Lancarkah?

Tuesday, March 4, 2014

2:00 PM

Resep Bubur Beras merah Daging Cincang (6 Bulan +)

Resep makanan bayi 6 bulan- Saya mau posting resep makanan bayi lagi, masih sumbernya dari resep bonus Ayahbunda edisi desember 2005. kali ini untuk makanan bayi 6 bulan.

Bubur Beras Merah Daging Cincang
Bahan:
500 ml air
50 g beras merah
25 g daging ayam cincang
25 g wortel, potong-potong
25 g pakcoy, iris halus
2 sdm margarin

Cara Membuat:
1. Rebus air, beras merah dan daging ayam cincang sambil diaduk hingga setengah matang.
2. Masukan wortel, pakcoy dan margarin. Aduk kembali hingga semua bahan matang dan bubur mengental. Angkat, biarkan dingin.
3. Tuang ke blender, haluskan
4. Pindahkan ke dalam mangkuk bayi dan suapkan.

Untuk 2 porsi.

Tuesday, February 25, 2014

8:30 AM

Jus Buah untuk Bayi yang sedang Diare

Makanan bayi - Diare merupakan masalah umum pada bayi. Selain masalah kebersihan, diare juga sering disebabkan makanna yang dikonsumsi. Nah, bagi Mommy yang anaknya sedang menderita diare, pasti bertanya-tanya apakah boleh bayinya diberikan jus.

Seperti yang dilansir dari babycenter.com dan juga tabloid Nova online, memberikan jus pada bayi diare bisa membuat diare lebih parah. Terlalu banyak mengkonsumsi jus buah justru dapat menyebabkan diare. Kenapa? Karena jus mengandung sorbitol, suatu bentuk gula yang tidak bisa dicerna. Tingkat sorbitol yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh mencoba untuk mencairkan gula dengan menarik air dari aliran darah ke dalam usus yang kemudian menyebabkan mencret atau diare.

Beberapa buah yang mengandung sorbitol tinggi adalah pir, peach, dan cherry. Jadi, batasi Anda anak

yang berusia 12 bulan atau lebih mengkonsumsi 3/4 cangkir (atau 6 ons ) atau lebih jus per hari. Jus juga tidak dianjurkan untuk bayi yang berusia kurang dari 12 bulan. Dan untuk anak berusia 7 tahun lebih sebaiknya tidak mengkonsumsi jus lebih dari 8 sampai 12 ons per hari.

Selain menyebabkan sakit perut, terlalu banyak minum jus juga dapat merusak selera makan anak-anak pada makanan sehat dan menyebabkan kerusakan gigi.

Anak memang butuh dua porsi buah setiap harinya. Jika satu porsi sudah terpenuhi dengan segelas jus, maka sisanya berikan berupa buah segar yang akan memberikan serat dan nutrisi tambahan.
Hindari sayuran karena serat bisa meningkatkan frekuensi diare. Untuk buah segar, berilah anak pisang. Buah ini mengandung kaolin, pektin, serta kalium yang berfungsi memadatkan tinja serta menyerap racun.

Lalu bagaimana dengan anak yang sembelit? Disinilah jus berfungsi. Memberikan jus yang tinggi sorbitol seperti buah prune bisa mencegah sembelit. Namun tentunya tidak boleh berlebihan agar bayi tidak mencret.

Wednesday, February 19, 2014

8:30 AM

Resep Bubur Makaroni Bayam plus Teri (6 Bulan +)

Makanan bayi 6 bulan - Bubur bayi identik dengan beras, tapi resep dari kumpulan resep bonus Ayahbunda edisi desember 2005 bonus kali ini menggunakan makaroni.Seperti biasa, resepnya super duper simple.

Bahan:
50 g makaroni
500 ml air
50 g ikan teri basah
50 g aun bayam, iris halus
50 g tomat, potong kecil
1 sdm margarin

Cara membuat:
1. Rebus makaroni bersama air dan ikan teri. Masak sampai matang sambil diaduk lalu angkat.
2. Bagi campuran makaroni diatas menjadi dua. setengah bagian didinginkan dan simpan di lemari es untuk porsi makan sore/,ala,.
3. Campurkan setengah bagian irisan daun bayam, tomat, dan margarin ke dalam campuran makaroni yang masih panas, masak kembali hingga sayuran matang. tinggi agak dingin.
4. masukan ke dalam blender dan haluskan.
5. siap disajikan

untuk 2 porsi.
6:59 AM

Penambahan Minyak atau Butter pada Makanan Bayi

Minyak dan Butter = Lemak!

Artikel ini terinspirasi dari sebuah pertanyaan dari seorang Mommy di facebook fanspage, yaitu tentang merk margarine untuk makanan bayi. Jika sebelumnya saya lebih sering mendengar penambahan butter atau lebih tepatnya unsalted butter, mengenai margarine ini saya tidak terlalu paham. Selain itu, pada resep bonus Ayahbunda yang saya posting, kebanyakan menggunakan margarine sebagai tambahan lemak. Lalu, apakah itu aman?

Kemudian saya mencoba untuk search di beberapa sumber, terutama sumber dari website luar, baik itu mengenai perbandingan margarine vs butter  ataupun apakah baik jika bayi diberikan margarine.

Untuk pertanyaan pertama, butter vs margarine, memang banyak pendapat. Di satu sisi, butter memiliki jumlah lemak jenuh yang  tinggi, tipe lemak yang biasa didapat secara alami di dalam kebanyakan hewan dan beberapa tanaman. Mentega juga memiliki kadar kolesterol yang relatif tinggi. Tingginya jumlah lemak jenuh berhubungan dengan tingginya kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan beberapa kondisi, misalnya penyakit jantung.

Sementara margarin terbuat dari minyak sayur yang mengalami hidrogenasi, sehingga bentuknya bisa menjadi padat. Margarin mengandung sedikit atau malah tidak ada sama sekali kolesterol, tetapi mengandung banyak lemak tak jenuh yang disebut trans fat (lemak trans). Lemak trans ini bisa menyebabkan penyakit jantung dan menimbulkan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, plus sejumlah penyakit lain, termasuk stroke, batu empedu, dan diabetes tipe-2. Lemak trans juga dihubungkan dengan menurunnya fungsi kekebalan tubuh dan mutu ASI yang rendah pada ibu yang sedang menyusui.
   
Nah, dilemma bukan?!

Sebelum sampai disana, kita runut dari urusan lemak dulu ya mommy. Berikut artikel yang saya dapat dari easybabylife.com.



Lemak untuk Bayi

Lemak sangat penting bagi perkembangan fisik bayi. Pertumbuhan dan perkembangan otaknya didukung oleh diet tinggi lemak, karena lemak membantu membangun selubung mielin di sekitar saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Selubung myelin ini menciptakan isolasi untuk sistem saraf pusat yang bagus untuk proses perpindahan data dan informasi.

Pilihan Lemak untuk Bayi

Sekarang, apa jenis lemak yang harus mommy pilih dan tambahkan pada makanan bayi? Minyak, mentega, margarin? Beberapa jenis minyak serta mentega adalah pilihan yang sangat baik! Margarin, di sisi lain sebaiknya dihindari, dan akan dijelaskan setelahnya.

Minyak yang bagus untuk bayi adalah minyak zaitun atau minyak kelapa. 

Minyak zaitun terkenal untuk kesehatan, terutama jika menggunakan extra virgin olive oil. Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal tingkat tinggi, serta asam lemak yang ada dalam ASI dan membantu meningkatkan pertumbuhan bayi Mommy. Olive oil juga  juga mengandung beberapa vitamin penting, seperti A, B, vitamin C, D, E dan K.

Minyak kelapa semakin populer, karena komposisinya. Minyak kelapa untuk bayi sangat bagus karena memiliki kandungan besar asam lemak rantai menengah, seperti ASI. Minyak kelapa kaya akan asam laurat, yang meningkatkan pertahanan kekebalan tubuh. 

Ada juga  minyak sehat lainnya tetapi minyak minyak kelapa dan zaitun adalah yang paling baik. Pastikan membeli yang extra virgin, kalau bisa yang organic juga bagus.

Menambahkan mentega untuk makanan bayi adalah pilihan yang bagus juga. Butter sangat bergizi, memberikan lemak dan kolesterol yang diperlukan dan juga Vitamin A, Asam linoleat terkonjugasi dan asam lemak esensial. Mommy harus tetap memilih mentega tawar atau unsalted butter, sebaiknya organik, karena garam berlebih tidak bagus untuk ginjal bayi


Mentega juga harus diproduksi secara organik untuk menghindari penambahkan hormon / obat yang diberikan kepada sapi penghasil susu yang digunakan sebagai bahan mentega. Selain itu jika memungkinkan, pilihlah mentega dari susu sapi yang makan rumput dibanding memakan biji-bijian karena mengandung jumlah vitamin A, Asam linoleat terkonjugasi yang lebih tinggi  dan asam lemak Omega-3 yang lebih tinggi. Tapi ya itu kalau mungkin ya.

Mentega terbuat dari susu sapi, lalu bagaimana jika bayi alergi susu sapi? Santai, mentega biasanya tidak mengandung protein susu dalam jumlah besar, sehingga minimal alergi. Jika bayi mentolerir formula berbasis susu sapi, bayi tidak mungkin untuk memiliki alergi atau sensitivitas terhadap protein susu.

Lalu bagaimana dengan margarin? Hindari ini! Margarin dibuat melalui proses kimia yang membuatnya padat, tetapi juga penuh asam lemak trans, pengawet, pewarna buatan dan bahan kimia.

Berapa Banyak Butter atau minyak yang ditambahkan pada makanan bayi?

Dengan asumsi bahwa sebagian bayi sekitar 2 ons, Mommy dapat menambahkan sekitar ½ sendok teh minyak atau mentega untuk satu porsi makanannya. Sejak menggoreng makanan tidak dianjurkan untuk bayi , Mommy dapat menambahkan minyak atau mentega setelah merebus atau mengukus makanan. Dengan cara itu vitamin sehat, mineral dan asam lemak tidak akan hancur oleh panas.

Thursday, February 13, 2014

8:56 AM

Panduan Makanan dan Vitamin bagi Bayi

Makanan bayi harus memenuhi kebutuhan vitamin harian bayi, hal ini betul sekali sehingga pasti mommy kadang berpikir untuk memberikan supplement makanan bagi si kecil. Saya, mengingat si kecil agak susah makan, selalu menyiapkan suplemen vitamin bagi dia. Merk vitamin bayi yang saya kasih adalah Apialys, kata dokternya mengandung lisin untuk menambah nafsu makan. Ngefek?  Hahahha... tentu saja tidak!

Dibanding kita terus saja memburu suplemen makanan, mending kita berburu makanan yang mengandung suplemen tersebut. Udah pada tahu kan kalau vitamin yang bagus itu adalah vitamin yang alami, dari makanan dan lebih cepat terserap oleh tubuh.

Bagusnya, satu jenis makanan tersebut tidak hanya mengandung satu jenis vitamin. Wortel misalnya, selain kaya akan vitamin A juga mengandung vitamin E.

Nah, tahu makanan apa yang mengandung berbagai macam vitamin dan mineral sekaligus bisa mempermudah kita untuk mengatur dan menyiapkan menu makanan bayi yang sehat dan bergizi.

Okelah, pengantarnya cukup segitu. Berikut artikel super bagus yang saya dapat dari easybabylife.com. Kecualikan beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi.


Vitamin A
Sumber:
Hati, wortel, ubi jalar, kuning telur, produk susu penuh lemak, minyak ikan, aprikot, mangga

Manfaat kesehatan:
Baik untuk mata termasuk penglihatan pada malam hari, melindungi terhadap infeksi pernafasan, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan kesehatan kulit, tulang, gigi dan gusi, sebuah antioksidan yang melindungi terhadap penyakit jantung dan kanker.

Vitamin A pada dasarnya adalah satu-satunya vitamin berbahaya jika overdosis.

Defisiensi sangat tidak mungkin karena begitu banyak makanan yang kaya akan vitamin A.

Beta karoten
Sumber:
Sayuran berdaun hijau, wortel, ubi jalar, labu, buah-buahan kuning dan oranye, peach dan aprikot kering

Manfaat kesehatan:
Sebuah antioksidan kuat. Mengkonversi menjadi vitamin A; dengan manfaat kesehatan yang positif seperti dijelaskan di atas.
Defisiensi sangat tidak mungkin karena begitu banyak makanan yang beta karoten.

Biotin
Sumber:
Ragi brewer, beras merah, kacang-kacangan, buah, kuning telur, hati sapi

Manfaat kesehatan:
Membantu  metabolisme lemak dan protein, menjaga kesehatan kulit, kulit kepala dan rambut.

Vitamin B1 (tiamin)

Sumber:
Seluruh biji-bijian, oatmeal, sayuran, ragi kering, hati, daging babi, kacang.

Manfaat kesehatan:
Menyediakan energi dengan membantu sel untuk mengubah gula menjadi energi, membantu pencernaan karbohidrat, membantu sistem saraf, otot, jantung dan fungsi mental, mengurangi stres.
Defisiensi jarang terjadi kecuali pada pecandu alkohol, karena alkohol berlebihan mengganggu penyerapan thiamin.

Vitamin B2 (riboflavin)

Sumber:
Sayuran berdaun hijau, makanan laut, yoghurt, hati, keju cottage, susu, tahu, almond, ubi jalar, telur, quinoa dan bayam

Manfaat kesehatan:
Mendorong pertumbuhan, rambut sehat, kulit dan kuku; membantu metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, penanganan stres. Juga penting untuk produksi sel darah merah.
Kekurangan vitamin ini jarang di negara maju.

Vitamin B3 (asam nikotinat)

Sumber:
Daging tanpa lemak, gandum, buah ara, kurma, alpukat, ikan, seafood, telur, produk gandum, ragi, sereal dan pasta, nasi, kacang tanah dan selai kacang, kentang

Manfaat kesehatan:
Penting untuk hormon seks, hormon tiroid, insulin, kortison dan toleransi glukosa. Diperlukan untuk sistem saraf dan otak, membantu metabolisme dan energi; menjaga tingkat  lemak dalam darah.
Defisiensi jarang terjadi di negara-negara maju. Vitamin ini ditambahkan ke banyak makanan yang diperkaya dan tubuh dapat memproduksi B3 dari triptofan, asam amino yang ditemukan dalam banyak protein makanan.

Vitamin B5 (asam pantotenat)
Sumber:
Seluruh biji-bijian, gandum, dedak (kulit padi), kacang-kacangan, sayuran hijau, ayam, kuning telur, daging dan hat.

Manfaat kesehatan:
Vital dalam kelenjar adrenal, membantu konversi lemak dan karbohidrat menjadi energi, membantu pembuatan antibodi, mempercepat penyembuhan luka.

Vitamin B6

Sumber:
Wheat germ, dedak, unggas, daging, hati, melon, kubis, susu, kuning telur, tuna, sarden, mackerel, daun bawang, kale, sprat, trout, salmon dan cod, pisang, jus prune, alpukat.

Manfaat kesehatan:
Menghasilkan sel darah merah yang diperlukan untuk membantu menyerap vitamin B12 dan untuk membantu metabolisme protein. Juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan membantu dalam membangun neurotransmitter otak.

Defisiensi jarang terjadi sejak B-6 ditemukan dalam sebagian besar makanan berprotein. Jika Mommy seorang vegan, pastikan untuk menyertakan misalnya alpukat dan pisang dalam menu makanan. 

Vitamin B12
Sumber:
Hati, daging sapi, daging babi, ikan, kerang, telur, susu dan keju

Manfaat kesehatan:
Meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan sistem saraf yang sehat.
Untuk bayi yang disusui, jika ibu adalah seorang vegetarian, suplemen vitamin (untuk ibu) mungkin diperlukan. Menurut AAP, jika diet ibu tidak memadai (termasuk suplemen) di B12, suplemen vitamin bayi harus dipertimbangkan.

Tentu saja, hal yang sama berlaku jika Mommy berencana untuk membesarkan bayi Mommy sebagai vegan (tidak makan produk hewani sama sekali).

Kolin
Sumber:
Sayuran berdaun hijau, hati dan lesitin, gandum, kuning telur

Manfaat kesehatan:
Membantu memori; mengontrol pembangunan kolesterol, membantu detoksifikasi dengan menghilangkan racun dan obat-obatan dari hati.

Vitamin C (asam askorbat)
Sumber:
Buah jeruk, stroberi, sayuran berdaun hijau, melon, paprika manis, kembang kol, kentang, ubi jalar, kiwi, tauge, melon, bayam. brokoli, kubis, lobak, hati, stroberi.
Manfaat kesehatan:

Sistem kekebalan tubuh yang sehat, anti-virus dan anti-bakteri, mendongkrak pembentukan kulit, tulang, tulang rawan dan jaringan ikat termasuk gusi dan pembuluh darah, yang diperlukan untuk membantu tubuh mengatasi stres. Adalah antioksidan, membantu penyerapan zat besi, mempercepat penyembuhan luka.

Vitamin D (calciferol)
Sumber:
Sarden, ikan haring, tuna, kuning telur, minyak ikan, produk susu, ASI dan susu formula. Namun, sumber utama vitamin D adalah produksi tubuh sendiri saat terkena sinar matahari.
Manfaat kesehatan:

Dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi karena meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor; bekerja dengan vitamin A dan C untuk mencegah pilek. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis.

Karena sedang masa pertumbuhan tulang, anak-anak membutuhkan lebih banyak vitamin D dibandingkan orang dewasa. Suplementasi vitamin D pada bayi sering direkomendasikan di bumi lintang utara, seperti Kanada dan Skandinavia.

Vitamin E
Sumber:
Wheat germ, minyak sayur, brokoli, kubis, almond, minyak zaitun, telur, bayam, kacang kedelai, tomat, kacang-kacangan segar, wortel, biji bunga matahari, sereal gandum, alpukat, buah persik
Manfaat kesehatan:

Salah satu dari tiga antioksidan yang paling penting (bersama-sama dengan vitamin C dan beta karoten), melindungi membran sel, membantu mencegah jaringan parut, antikoagulan, dan melindungi terhadap air yang mengandung klor.

Folic Acid
Sumber:
Sayuran berdaun hijau gelap, wortel, kuning telur, aprikot, labu, kacang-kacangan, alpukat, gandum, melon, asparagus, pepaya, sereal

Manfaat kesehatan:
Diperlukan untuk membantu tubuh menggunakan protein dan karbohidrat, membentuk antibodi, yang diperlukan dalam produksi sel darah merah, dan melindungi terhadap cacat tabung saraf di awal kehamilan.

Vitamin K
Sumber:
Yoghurt, sayuran berdaun hijau, minyak safflower, minyak hati ikan, kuning telur, susu, kale, brokoli, kubis.

Manfaat kesehatan:
Penting untuk agen pembekuan darah, yang berguna dalam metabolisme tulang.
Ini adalah vitamin bayi yang biasanya diberikan kepada bayi yang baru lahir segera setelah lahir.

Beberapa makanan yang sering disebut diatas adalah: Sayuran berdaun hijau, hati, biji-bijian, makanan laut, susu, daging, gandum atau oatmeal, buah dan kacang-kacangan. Nah, jika si kecil sudah terbiasa dengan makanan itu, mommy bisa berlega hati bahwa kebutuhan nutrisinya tercukupi.

Wednesday, February 12, 2014

7:30 AM

Mpasi Pertama Widya

Yeah, nama Acyuta akhirnya bergeser (garuk-garuk sambil ngikik).

Untuk Mpasi adiknya Cuta sekarang, sepertinya saya lebih santai. Jika dulu, saya ribet urusan mengatur menu dengan memperhatikan banyak hal termasuk urusan 4 Day Wait Rule dan chart makanan. Untuk sekarang, saya mencoba untuk lebih fleksibel mengingat jam kerja yang berubah.

Mpasi Widya maju 3 hari. jadi harusnya mulai tanggal 11, namun pada hari sabtu tanggal 8 sudah dikasih Mpasi. Menunya adalah menu standar, bubur tepung beras merah putih plus susu. Saya tidak pernah membaca apakah tepung beras merah dan putih bisa menimbulkan alergi, namun saya ingin memaksimalkan fungsi beras ini dengan mencampur keduanya. Seperti kita tahu, beras merah memiliki manfaat yang lebih bagus dibandingkan beras putih. Sementara itu, saya juga sempat mendengar bahwa beras merah bisa menimbulkan dampak panas di perut jika dimakan sesering mungkin. Memaksimalkan manfaat dan mengurangi dampak, maka seperti itulah. baiknya saya campur.

Uji coba berlangsung sukses. Mungkin karena dia sudah lama melihat orang makan dan menginginkan hal yang sama, pemberian makannya berlangsung suskses dan cepat. Satu sendok maka bubur habis dalam waktu kurang dair lima menit. Sekali telan, bubur di mulut habis.

Jika waktu si Cuta, saya ngotot seminggu pertama makannya sekali saja. Namun untuk Widya, saya nekat, hari kedua membeirnya makan dua kali. Tentunya dengan porsi yang sedikit. Pagi bubur beras, sore alpukat plus susu.

Alhasil, tadi pagi waktu dia BAB agak ngeden keras. Tapi syukur tidak sampai menangis. Mungkin sesuai dengan komentar dari beberapa mommy, ngeden keras pada bayi baru Mpasi bukan berarti buruk mengingat makanannya sudah berubah. Yang awalnya minum susu dan BAB encer lancar, setelah diberikan Mpasi, mungkin BABnya meningkat teksturnya sehingga butuh tenaga lebih untuk mengeluarkannya.

Di hari ketiga ini, saya memutuskan untuk mencoba teori yang menyebutkan bahwa bayi 6 bulan sudah boleh makan berbagai variasi makanan (jadi lupakan chart makanan bayi). Jadi buburnya saya tambahkan tiga jenis sayuran yang sudah dihaluskan, wortel, brokoli dan buncis. Brokoli secara teori memang bisa menimbulkan gas dan memiliki serat yang tinggi sehingga menurut Chart Makanan sebaiknya diberikan setelah 8 bulan. Sama halnya dengan wortel. Namun saya berharap dampaknya bisa dikurangi atau dihilangkan mengingat porsinya yang sangat kecil, hanya 1 sendok teh untuk puree ketiga sayur tersebut.

Untuk daging, saya belum mencoba nih mengingat susah cari ayam kampung. Ikan saya belum berani ngasih karena mempunyai resiko alergi tinggi. Mungkin nanti tahu sama tempe akan saya coba.

Produk susu? Nantilah. Sekarang saya mau fokus pengenalan buah dan sayur dulu. Yang jelas, Widya harus makan makanan yang lebih bervariasi dibanding kakaknya agar tidak picky eater seperti kakaknya itu. Ah... semoga.

Mommy yang mpasinya barengan ama Widya gimana? Sharing ya

Monday, February 10, 2014

9:52 AM

10 Makanan untuk Kecerdasan Anak

Kita tahu makan buah-buahan, sayuran, ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian yang baik untuk kesehatan kita, tetapi apakah mommy juga tahu bahan makanan ini  juga baik untuk proses belajar? Entah itu adalah antioksidan dalam buah, serat apel, fitokimia dalam ubi jalar, tomat kaya lycopene, kolin dalam telur, atau lemak tak jenuh dari alpukat, apa yang kita  makan itu  penting untuk perkembangan otak yang sehat, pembelajaran kognitif dan memori.

Nah, untuk lebih memaksimalkan fungsi itu, berikut beberapa super food yang bagus untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Diambil dari ohbabymagazine.com.

Berries
Kandung buah berry seperti vitamin dan antioksidan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan dapat meningkatkan fungsi kognitif otak, meningkatkan memori dan keterampilan motorik.

Telur
Hanya satu telur mengandung jumlah yang menakjubkan gizi. Dengan 6 gram protein per telur dan lebih dari selusin vitamin dan mineral termasuk riboflavin, B12 dan folat, makanan ini adalah makanan yang sangat kaya akan gizi. Telur juga merupakan sumber kolin, nutrisi penting untuk perkembangan otak.

Sayuran berdaun hijau gelap - Bayam & Kale
Sayuran hijau seperti bayam dan kale mampu meningkatkan kekebalan tubuh dengan vitamin A dan C.  Vitamin B-12 dan asam folat dalam bayam meningkatkan kesehatan otak dan pemeliharaan fungsi kognitif, termasuk memori. Kale kaya akan mangan, mineral jejak yang membantu mensintesis asam lemak penting untuk fungsi otak yang sehat.

Salmon, Tuna, dan Makarel
Lemak ikan ini penuh dengan asam omega-3 lemak esensial. Ikan yang kaya akan omega 3 seperti salmon, tuna, dan mackerel yang penting untuk perkembangan otak, kesehatan jantung dan mengurangi peradangan. Otak terdiri dari sekitar 60% lemak, dan dengan termasuk Omega 3 lemak ikan seperti salmon dan tuna maka akan memberikan lemak esensial yang dibutuhkan otak  untuk berfungsi optimal.

 Grape Juice dari Concord Grapes

Jus anggur bisa menjadi pilihan minuman cerdas. Penelitian menunjukkan bahwa polifenol dari anggur concord dapat meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak. Antioksidan dari jus anggur bisa meningkatkan memori jangka pendek dan keterampilan motorik.


Whole Grains dan Brown Rice
memilih untuk mengkonsumsi beras merah, pasta gandum dan roti gandum dapat meningkatkan kesehatan otak. Dipenuhi dengan vitamin dan magnesium, yang penting bagi kesehatan kognitif, biji-bijian mengandung vitamin B termasuk folat dan B12 yang dapat meningkatkan memori dan mengatur tingkat energi untuk menjaga anak-anak agar waspada dalam kelas.

Kacang
Makanan yang kaya nutrisi, kacang-kacangan mengandung protein, karbohidrat kompleks, serat, antioksidan, zat besi dan vitamin B-Complex yang penting. Coba tambahkan kacang ke makanan.


Coklat
Lakukan pemanasan dengan cokelat panas untuk membantu otak anak! Dark chocolate mengandung lebih banyak antioksidan daripada blueberry, coklat alami memiliki antioksidan lebih tinggi dari raspberry dan blackberry. Antioksidan dalam coklat melindungi sel-sel otak dari kerusakan radikal bebas dan meningkatkan fungsi kognitif.

Kacang - Almond dan kenari
Kenari adalah kacang teratas untuk kesehatan otak dengan konsentrasi tinggi dari DHA, asam lemak Omega-3 yang terbukti meningkatkan kinerja kognitif. Hanya ¼ cangkir kenari menyediakan hampir 100% asupan DHA harian yang direkomendasikan. Almond tinggi vitamin E, juga terbukti meningkatkan fungsi memori.

Olive Oil
Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal yang ramah otak dan dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat). Extra Virgin Olive Oil juga kaya antioksidan yang disebut polifenol yang mencegah kerusakan sel-sel di otak dari radikal bebas.

Friday, January 24, 2014

8:30 AM

Resep Bubur Beras Merah Daging Cincang (6+)

Masih varian resep makanan bayi 6 bulan ke atas dari kumpulan resep bonus Ayahbunda edisi desember 2005. Resep kali menggunakan variasi bahan yang mengandung daging, karbohidrat dan juga protein.

Resep Bubur Beras Merah Daging Cincang (6+)
untuk 2 porsi

Bahan:
500 ml air
50 g beras merah
25 g daging ayam cincang
25 g wortel, potong-potong
25 g pakcoy, iris tipis
2 sdm margarin

Cara membuat:
1. Rebus air, beras merah bersama daging ayam cincang, sambil diaduk hingga setengah matang.
2. masukan wortel, pakcoy dan margarin. Aduk kembali hingga semua bahan matang dan bubur mengental. angkat dan biarkan dingin.
3. Tuang ke dalam blender dan haluskan.
4. Pindahkan ke mangkuk bayi dan suapkan.


Monday, January 20, 2014

8:00 AM

Menambah Nafsu Makan Anak dengan Madu

Mommy pasti pernah membaca tentang hal ini dari banyak sumber. Jika searching di gugel, pasti dapat ratusan artikel mengenai hal ini. Artikel ini hanyalah salah satunya, tetapi karena disertai dengan pengalaman, mungkin bisa dipertimbangkan ya (hayah, gaya bokkk).

Oke, begitulah adanya. Mungkin saya tidak melakukan survey mendalam tentang hal ini sehingga saya tidak tahu pasti apakah memang madu yang menolong saya. Seperti yang sering saya katakan bahwa si kakak Cuta masuk dalam kategori anak yang susah makan. Berat badannya tidak pernah berada di atas berat badan minimal sesuai dengan grafik, namun syukurnya sih dia masih punya tumpukan lemak di beberapa tempat.

Berdasarkan banyak penelitian, madu memang bisa menambah nafsu makan. Karena itu, karena sudah agak stress mengejar ia untuk makan, saya rutin memberikannya madu. Saya lebih memilih madu asli dibandingkan madu yang sudah diberikan tambahan vitamin, entahlah, menurut saya yang sudah dikemas dengan berbagai vitamin tersebut sudah melalui beberapa tahap pemrosesan sehingga kemungkinan, kemungkinan ya, benar tidaknya saya tidak tahu dan tidak bisa mempertanggungjawabkan, kandungan alaminya ada yang mengalami perubahan atau malah menghilang.

Saya rutin memberikan 1 -2 sdm madu asli setiap pagi. Sudah dua periode saya melakukannya dan keduanya menunjukan penambahan makan yang signifikan. Periode pertama terhenti karena kehabisan stok dan Cuta balik lagi pada kebiasaannya GTM.Periode kedua dimulai seminggu yang lalu dan sudah nampak hasilnya beberapa hari belakangan ini.


Mungkin kita banyak menganggap enteng atau sebelah mata tentang khasiat dan keberhasilannya sehingga sering menjudge bahwa itu hanya sekedar berita. Namun yang pasti, bagi mommy yang belum berhasil dengan madu ini, ada hal yang harus dicatat bahwa, kalaupun nafsu makan anak tidak meningkat drastis, setidaknya anak akan mendapat manfaat lain berupa energi, antibodi, zat besi, vitamin C dan beberapa mineral lainnya.

Aturan pemberian juga ada nih, saya ambil dari intisari online:

 1 – 2 sendok makan madu 2 kali sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh anak. Namun, untuk penyembuhan atau pengobatan, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Madu tersebut sebaiknya dikonsumsi dua jam sebelum makan atau tiga jam sesudah makan.

Kalau saya, pemberiannya baru bangun tidur. Cuta saya kasih air hangat dulu, baru kemudian diberikan madu. Setelah madu saya berikan air hangat lagi. Sarapannya sendiri sekitar satu jam setelahnya. Hal ini harus dilakukan secara rutin.

Bagi mommy yang rutin memberikan madu, bisa share deh manfaatnya disini.
Selamat mencoba.

My Blog List

Blog Archive

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016
Klik gambar untuk sinopsis :)