Monday, July 29, 2013

10:54 AM

Gunakan Minyak Zaitun dengan Tepat!

Minyak zaitun biasanya banyak digunakan untuk memasak makanan pendamping ASI bayi. Jenis yang sering ada di resep makanan bayi yaitu minyak zaitun jenis extra light atau ELOO, namun ternyata ada yang harus diperhatikan loh Mommy saat menggunakan minyak zaitun ini.

Salah penggunaan pada makanan bayi bisa membuat nutrisinya hilang. Diambil dari Kompas.com, berikut info penggunaan minyak zaitun yang tepat.

Penggunaan minyak zaitun lebih tepat untuk memasak aneka tumisan karena waktu untuk menumis tak lama. Memasak terlalu lama dengan minyak zaitun menyebabkan minyak rusak dan kehilangan nutrisinya karena terlalu panas.

"Saat minyak terlalu panas, tandanya api naik, mulai berasap, saat inilah minyak pecah. Jika minyak zaitun dipakai memasak dengan cara ini, nutrisinya akan hilang. Karena itu, minyak zaitun cocok untuk menumis, bukan untuk menggoreng ayam misalnya. Selain mahal karena akan memakai minyak dalam jumlah banyak, nutrisi minyak zaitun akan menghilang jika dipakai menggoreng dengan suhu terlalu panas," ungkapnya saat berbuka puasa bersama di Gourmet Kemang, Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Yang juga perlu diperhatikan saat memasak dengan minyak zaitun adalah jenis masakannya. Chef Akbar mengatakan, minyak zaitun kurang tepat jika digunakan untuk makanan tradisional Indonesia. Seperti nasi goreng Jawa, ayam goreng, rendang, ayam kecap misalnya. Namun masih bisa untuk memasak ceplok telur yang tak membutuhkan banyak minyak serta dimasak dalam waktu singkat.



"Memasak nasi goreng dengan minyak zaitun masih bisa tapi nasi goreng putih bukan nasi goreng Jawa yang menggunakan banyak bumbu dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memasaknya," jelasnya.

Selain aneka tumisan, minyak zaitun juga bisa dipakai untuk memasak makanan saos bening atau encer. Lebih sehat lagi jika minyak zaitun dikonsumsi mentah.

"Bisa saja dipakai untuk ayam goreng, tapi bukan untuk menggorengnya,melainkan untuk menyiram ayam goreng yang sudah matang. Minyak zaitun aman dikonsumsi dalam kondisi mentah, justru nutrisinya lebih terserap," tutupnya.

Friday, July 26, 2013

12:37 PM

Menyimpan/Membekukan Makanan Bayi

Penyimpanan Makanan Bayi
Untuk menjaga higienitas dan kebersihan, tentunya setelah disiapkan, makanan bayi harus disimpan dengan benar terutama jika disiapkan jauh sebelum jam makan. Puree sangat rentan dengan bakteri, terutama jika disimpan dalam ruangan terbuka. Menutup saja tentu tidak menjanjikan kebersihannya, untuk itu puree atau makanan bayi yang tidak akan segera dikonsumsi, bagusnya disimpan di kulkas untuk menghindari pertumbuhan bakteri.

Penyimpanan tentu saja menggunakan peralatan makanan bayi yang tepat, yaitu wadah bertutup yang BPA free. Tidak hanya untuk puree saja sih, makanan lain seperti sayur rebus atau bubur juga baiknya disimpan di kulkas. Wadah bertutup bertujuan untuk mengurangi kontaminasi dengan bahan makanan lain di kulkas seperti daging atau sayuran.

Ketika hendak diberikan ke bayi, makanan tersebut bisa dihangatkan. Sangat tidak disarankan untuk menghangatkan kembali di atas kompor karena proses memasak yang berkali-kali bisa mengurangi kandungan nutrisinya. Untuk itu, menghangatkan makanan bayi bisa dilakukan dengan meletakannya di dalam magic jar, magic com atau rice cooker. Peralatan makanan bayi tersebut biasanya disertai saringan untuk mengukus, dan itu bisa dimanfaatkan untuk menghangatkan makanan. Tentunya cek lagi suhu makanan biar suhunya pas.

Cara lebih efektif yaitu dengan menggunakan baby food warmer elektrik. Tapi tentunya harus punya alatnya dan budget lebih hehehehhe. Jadi sesuaikan budget saja.

Makanan yang tidak habis hendaknya jangan disimpan lagi, dibuang saja atau emaknya yang makan. Hehehhee....

Membekukan Makanan Bayi
Cara yang paling efisien untuk menyimpan makanan bayi rumahan untuk jangka waktu yang lebih lama  adalah dengan menggunakan  ice cube tray yang sudah BPA–free. Makanan bayi yang sudah dihaluskan atau pure dimasukan ke ice cub tray dengan menggunakan sendok. Tutup ice cube tray yang sudah berisi makanan bayi tersebut dengan plastik.

Sebelum digunakan, ice cub tray harus benar-benar dibersihkan menggunakan air sabun hangat. Atau jika mau, Mommy juga bisa merebusnya terlebih dahulu untuk sterilisasi.

Setelah itu masukan ice cub tray ke dalam freezer dan bekukan. Setelah beku, keluarkan makanan bayi yang sudah jadi es tersebut dari tray. Mommy bisa memasukannya ke dalam freezer bag, atau menggunakan wadah bertutup yang sudah BPA-free untuk mengurangi kontaminasi dengan bahan makanan lain di freezer. Pastikan memberi label tanggal dengan baik pada wadah, dan kembali letakan pada freezer. Selain label tanggal, pastikan memberi label jenis makanan, sehingga Mommy tidak repot menebak-nebak jika ingin menggunakannya.

Keuntungan membekukan makanan bayi dengan ice cub tray diantaranya adalah masing-masing cube berisi sekitar 1 ons sehingga memudahkan Mommy untuk mengatur berapa cube yang akan diberikan pada bayi. Selain itu, ice cube tray tidak perlu dibeli karena sudah pasti jadi satu paket dengan kulkas. Mommy juga tidak banyak membuang makanan karena porsi cube nya kecil.

 Makanan bayi yang sudah dibekukan ini bisa tahan hingga 3 bulan di dalam freezer. Namun masa penyimpanan hanya tahan 48 jam jika diletakan di chiller atau kulkas bagian bawah.

Tidak dianjurkan untuk membekukan makanan bayi dalam botol kaca atau stoples kaca yang tidak dibuat secara khusus untuk membekukan makanan bayi. Kaca memiliki kemampuan retak yang tinggi sehingga berbahaya.

Jangan membekukan makanan yang sudah pernah beku dan dicairkan karena sangat rentan dengan pertumbuhan bakteri. Lalu bagaimana jika salah satu bahan dari puree tersebut pernah dibekukan dalam keadaan mentah misalnya kacang polong beku? Dari nurturebaby.com dijelaskan bahwa jika bahan itu dibekukan saat masih mentah, lalu dimasak dan dijadikan puree, puree nya bisa dibekukan kembali. 

Bolehkah membekukan makanan yang sudah dicampur dengan ASIP yang sebelumnya sudah pernah dibekukan?

Dari wholesomebabyfood dijelaskan bahwa Mommy seharusnya tidak menggunakan ASIP yang sudah dibekukan untuk membuat makanan bayi yang akan disimpan di freezer. Artinya, ASI yang sudah pernah dibekukan kemudian dicairkan lagi itu, tidak boleh dibekukan kembali, walaupun dalam kondisi tercampur dengan puree. 

Tuesday, July 23, 2013

11:47 AM

Peralatan untuk Menyiapkan Makanan Bayi

Sebagian besar Mommy suka shoping dan mungkin tergoda untuk membeli peralatan untuk membuat makanan pendamping ASI bayi yang mahal, bagus dan juga bervariasi. Padahal jika dilihat-lihat, Mommy mungkin mempunyai hampir semua peralatan yang dibutuhkan di lemari dapur. Namun tetap saja, jiwa shoping bisa mempengaruhi pandangan mata.

Sebagai sedikit gambaran, untuk membuat makanan bayi, Mommy hanya memerlukan peralatan memasak dasar sebagai berikut:

-    Panci
-    Food processor seperti blender, grinder, hand grinder dll
-    Peralatan sederhana seperti pisau, talenan, saringan dll

Tiga peralatan dasar diatas tentunya sudah Mommy punya di dapur. Panci fungsinya untuk memasak makanan bayi baik itu mengukus atau merebus. Food processor fungsinya untuk membuat puree atau menghaluskan makanan bayi. Jika tidak menggunakan yang elektrik, Mommy bisa menggunakan saringan logam atau kawat.

Sementara untuk memberikan dan menyimpan makanan bayi, ada lagi peralatan yang diperlukan. Kira-kira peralatan dasarnya adalah:

-    Piring dan sendok bayi.
-    Wadah kecil bertutup atau cup kecil bertutup ukuran 1-1.5 oz untuk menyimpan makanan bayi.
-    Kulkas, tentunya.
-    Magic jar, magic com atau rice cooker untuk menghangatkan.
-    Ice tray untuk membekukan. Bagusnya jika bertutup. Atau bisa juga menggunakan wadah kecil bertutup seperti point 2.

Rasanya peralatan dasar yang dibutuhkan hanyalah itu. Keempat jenis peralatan itu fungsinya primer, artinya memang harus ada kalau hendak memberikan dan menyimpan makanan bayi.

Piring dan sendok khusus bayi tersedia banyak di supermarket, toko kebutuhan bayi dan juga kebutuhan rumah tangga. Hendaknya tidak menggunakan sendok dari logam karena bisa menyebabkan luka pada gusi bayi yang masih sensitif. Juga jangan menggunakan sendok makan biasa karena mulut bayi kan masih kecil sekali.

Untuk media penyimpanan di kulkas, bisa menggunakan wadah kecil dengan tutup untuk menghindari kontaminasi dengan bahan makanan lain di kulkas. Ukuran yang kecil pas dengan porsi bayi.

Kalau fungsi kulkas jangan ditanya deh, terutama bagi working mom yang tidak bisa menyiapkan makanan semenit sebelum diberikan. Kulkas fungsinya untuk menyimpan sementara atau bahkan menyimpan dalam waktu lama dengan cara dibekukan.

Nah, setelah makanan disimpan di kulkas, saat hendak memberikan harus dihangatkan. Inilah fungsinya magic com, magic jar atau rice cooker. Tinggal taruh makanan bayi di dalamnya (tentunya dengan wadah tahan panas), dan tunggu hingga hangat.

Peralatan dasar diatas rata-rata sudah ada di dapur. Namun sekarang ada banyak pilihan peralatan yang memang khusus dibuat untuk menyiapkan makanan bayi.

Diambil dari file milis Mpasi rumahan, berikut kira-kira peralatan tambahan tersebut:

Homemade Babyfood Maker Set
Fungsi Homemade babyfood maker set: Merupakan satu set alat yang bisa digunakan untuk memeras buah jeruk, menyaring, penggiling/grinder, pemarut dan menghaluskan makanan.



Merk yang direkomendasikan yitu: Pigeon, PEX, PUPU. Variasi harga: berkisar diantara Rp 35.000 hingga 80.000 untuk merk PEX dan PUPU, dan Rp 130.000 hingga 150.000 untuk merk Pigeon.

Baby Food Warmer (elektrik)
Fungsinya sudah pasti untuk menghangatkan makanan bayi. Fungsi yang sebenarnya bisa digantikan dengan magic com, magic jar atau malah rice cooker. Merk yang direkomendasikan adalah Avent, Babylove, Core dengan variasi harga berkisar antara Rp 150.000 s.d 250.000.

Mini Blender, Hand Blender
Namanya saja mini, fungsinya adalah menghaluskan makanan bayi dalam porsi yang lebih mini. Cocok digunakan jika Mommy ingin mempersiapkan alat khusus untuk makanan bayi. Merk yang direkomendasikan adalah Babylove, Pukupuku, Philips dengan variasi harga Rp 200.000 s.d 250.000

Mini Elektric Slow Cooker
Peralatan ini sangat populer di kalangan mommy yang bekerja. Fungsinya adalah memasak makanan bayi baik itu bubur atau nasi tim dengan praktis dan tanpa tenaga. Namanya juga elektrik, Mommy cukup memasukan beras dan air sesuai takaran, sambungkan ke stop kontak listrik, tekan tombol dan bubur akan termasak dengan sendirinya.
Merk yang banyak digunakan adalah Takahi dengan harga yang bervariasi, tergantung lokasi tempat tinggal.

Botol Bersendok


Biasanya dari jenis polypropylene. Berupa botol dengan ujungnya berupa sendok. Praktis jika digunakan untuk menyuapkan makanan semi cair seperti jus atau bubur tepung cair untuk bayi di awal Mpasi. Merk yang direkomendasikan adalah merk Pigeon.

Nah, itu kira-kira peralatan yang dibutuhkan. Kira-kira ada tambahan ga ya?

Monday, July 15, 2013

12:18 PM

Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi

Mommy pasti sudah tahu bahwa sebaiknya penambahan gula dan garam dihindarkan pada makanan bayi dibawah satu tahun. Alasannya adalah karena mengingat ginjal bayi perlu kuat untuk mencerna asupan garam dan gula yang berlebih. Namun apakah jawaban itu cukup memuaskan Mommy? Terlebih ketika Mommy sedang konsultasi dengan dokter yang tidak pro Mpasi rumahan?

Saya mengalaminya. Rata-rata, dokter spesialis anak yang saya temui tidak begitu pro dengan Mpasi rumahan. Memang mereka tidak melarang, namun seringkali mengambil contoh makanan instant untuk menunjukan jenis-jenis makanan bayi dan teksturnya. Sehingga boro-boro menanyakan tentang penambahan gula garam, Ilmu Mpasi juga kebanyakan dapat dari artikel-artikel di internet.

Untuk itu, mengenai penambahan gula dan garam ini, saya coba-coba browsing dari media luar. Apakah memang sekedar masalah ginjal saja?


http://everydaylife.globalpost.com

Dalam sebuah studi 2011 yang diterbitkan dalam "Journal of Public Health," peneliti menemukan bahwa 63 persen produk makanan bayi mengandung natrium tinggi atau gula. Olahan makanan bayi sering mengandung garam yang ditambahkan untuk membantu meningkatkan rasa, tekstur dan umur penyimpanan. Sementara konsumsi makanan ini sesekali mungkin tidak akan menyakiti bayi Anda, namun pelanggaran diet makanan bayi secara teratur dan berkepanjangan bisa memiliki dampak merugikan pada masa depan kesehatan bayi.

Diet tinggi garam dan gula tidak baik untuk kesehatan bayi, jadi penting untuk memantau asupan nya. Terlalu banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang memainkan peran dalam penyakit jantung. Terlalu banyak gula dapat membahayakan gigi bayi dan berkontribusi terhadap perkembangan diabetes. Gula mengandung kalori, sehingga diet kaya gula juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat, yang merupakan faktor dalam berbagai kondisi kesehatan.

Membatasi gula bayi dan asupan garam seharusnya tidak sulit, tetapi kenyataannya makanan bayi instant membuatnya menjadi sulit. Sangat penting untuk membaca label makanan bayi dengan hati-hati sehingga dapat membuat keputusan yang sehat. Pilihan tanpa menambahkan garam atau gula adalah taruhan yang aman, seperti yang dicatat dalam "Journal of Public Health." Asupan garam harian bayi tidak boleh melebihi 370 miligram per hari, asupan gula seharusnya hanya sekitar 100 kalori setiap hari.


http://www.homemade-baby-food-recipes.com
Mengapa terlalu banyak garam berbahaya

Tubuh manusia membutuhkan garam agar dapat berfungsi dengan benar. Garam tidak bisa direproduksi oleh tubuh, sehingga sedikit garam merupakan bagian penting dari diet harian kita.

Tapi persyaratan untuk kebutuhan garam bagi bayi yang sangat kecil (kurang dari 1g per hari sampai usia 12 bulan) - dan kebutuhan ini dipenuhi oleh ASI atau susu formula nya.

Ginjal bayi tidak dilengkapi untuk memproses garam lebih dari jumlah diatas - yang berarti bahwa menambahkan garam pada makanan bayi dapat menyebabkan kerusakan ginjal serius. Bahkan telah ada situasi ekstrim di mana seorang bayi meninggal sebagai akibat dari mengkonsumsi terlalu banyak garam. Seperti yang dilaporkan dari BBC, di mana bayi yang sangat muda (hanya 3 bulan) meninggal setelah diberi makan bubur orang dewasa yang tentu saja, kadar garamnya jauh melebihi kadar garam yang tepat untuk bayi.

Ada juga bukti bahwa mengkonsumsi terlalu banyak garam sejak usia dini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di kemudian hari - terutama pada keluarga dengan riwayat hipertensi.

Jadi sebaiknya makanan bayi menjadi hambar?

Nah, Anda mungkin menemukan makanan hambar jika dimasak tanpa garam, karena langit-langit Anda mungkin terbiasa dengan rasa asin. Tapi ingat bahwa langit-langit bayi Anda berkembang dan bahwa ia belum memperoleh preferensi untuk selera asin! Bahkan, makanan yang Anda anggap hambar mungkin bisa diterima untuk si kecil karena dia belum berpengalaman.

Di sisi lain, memastikan bahwa makanan bayi Anda adalah 'bebas garam' tidak berarti bahwa itu harus 'bebas rasa' juga! Bayi boleh merasakan rasa asin yang sewajarnya, namun tentunya tanpa penambahan garam.

Menambah rasa tanpa menambahkan garam

Dibandingkan menambahkan garam pada makanan bayi, coba tambahkan bumbu, rempah-rempah atau bawang putih sebagai gantinya. 'Perasa alami' ini benar-benar menawarkan banyak manfaat kesehatan di bagi diri mereka sendiri.

Beberapa orang tua memilih untuk menggunakan Bumbu Herbal tanpa garam dalam makanan bayi mereka - sedikit merica hitam menambah varian rasa dalam makanan bayi yang juga menjadi alat bantu yang indah untuk pencernaan.

Ingat juga bahwa tumbuh-tumbuhan, rempah-rempah dan bawang putih harus diperlakukan sebagai makanan baru ketika Anda pertama kali memperkenalkannya kepada bayi Anda - ini berarti bahwa makanan tersebut harus diberikan secara terpisah, setidaknya empat hari terpisah , untuk membantu Anda mengidentifikasi dan menghindari potensi alergi makanan atau masalah pencernaan.

Dan ingat - pengenalan APAPUN makanan baru pertama harus didiskusikan dengan dokter anak Anda.



http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/404667.stm, 27 Juli 1999.
Leroy Elders (3 bulan) diberi makanan sereal beras yang disiapkan khusus bukan untuk bayi karena lebih murah dan orangtuanya berpikir produk ini menggunakan bahan-bahan yang sama.

Dokter menghabiskan waktu lima hari untuk mencoba menyelamatkan Leroy setelah ia mulai menderita keracunan, tapi dia meninggal dalam pelukan ibunya ketika keputusan dibuat untuk mematikan mesin pendukung kehidupannya

Sebuah pemeriksaan pada Senin diberitahu bahwa tubuh Leroy berisi sembilan gram garam, asupan rata-rata harian untuk orang dewasa tapi cukup untuk membunuh seorang bayi, yang ginjal hanya dapat memproses sebagian kecil dari jumlah itu.


http://www.babycenter.in
Tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi Anda di tahun pertamanya. Bayi memerlukan kurang dari 1 gram garam sehari sampai mereka berusia 12 bulan. Balita berusia 1-3 tahun membutuhkan kurang dari 2g. Makan lebih banyak dari jumlah yang disarankan garam dapat merusak ginjal bayi Anda.

Juga, tampak bahwa selera yang diperoleh pada masa bayi akan terus dibawa hingga dewasa. Jadi jika bayi Anda terbiasa dengan makanan asin pada usia ini, dia mungkin terus ingin makanan asin di kemudian hari juga.

Sebelum bayi Anda berusia enam bulan, dia akan mendapatkan semua garam yang dia butuhkan dari ASI atau susu formula. Setelah bayi Anda mulai makanan padat, Anda tidak perlu menambahkan garam apapun untuk makanan bayi rumahan atau komersial. Kebanyakan makanan alami mengandung sedikit garam dan menambahkan lebih banyak bisa menjadikannya tidak sehat bagi bayi Anda.

Monday, July 8, 2013

12:11 PM

Tips Merebus Telur

Telur sangat mudah dimasak dan merupakan salah satu sumber protein untuk bayi.Namun, pernahkah Mommy  mengalami masalah untuk mengetahui matang tidaknya saat merebus telur? Saya sering mengalaminya. Kadangkala telur masih mentah di bagian kuningnya karena kurang lama merebus. Lain waktu, kadang telur kematangan hingga berwarna kebiruan di bagian luar kuningnya.

Dari Buku Resepi (Malaysian food recipes), ada nih tips sederhana untuk mendapatkan rebusan telur sesuai yang diinginkan. Tipsnya sesuai dengan gambar berikut.


Wednesday, July 3, 2013

9:14 AM

Cara Membuat Puree Pir untuk Bayi

Resep makanan bayi 6 bulan – buah Pir merupakan buah yang cocok untuk Mpasi pertama bayi. Informasi selengkapnya soal buah pir, bisa dilihat di halaman Buah Pir (Pear) untuk Bayi.

Untuk membuat puree pir, caranya sangat gampang. Berikut langkah-langkahnya:

Langlah 1 : Memilih Pir yang Segar
Mungkin agak sulit mendapatkan pir yang segar di Indonesia mengingat buah ini kebanyakan buah impor. Namun Mommy bisa mendapatkan pir yang sehat dengan mengenali kondisi fisik. Buah yang matang biasanya beraroma manis. Untuk pir cina biasanya ada di pasaran dalam kondisi susah matang. Untuk pir hijau, biasanya buahnya akan lembut jika sudah matang, jadi cukup ditekan perlahan. Pilih buah yang permukaan halus dan bebas noda.

Langkah 2 : Cuci dan Kupas

Cuci pir dengan campuran dari tiga bagian air dan satu bagian cuka putih untuk menghilangkan bakteri. Bilas dibawah air yang mengalir, keringkan dan kemudian kupas.

Langkah 3 : Buang bagian tengahnya dan potong
Pir cina biasanya memiliki kristal di bagian tengahnya. Bagian ini akan tetap mengkristal dan keras ketika dimasak dan dijadikan puree. Jadi untuk bagi yang baru mulai Mpasi, bagian tengah yang mengkristal ini sebaiknya dibuang. Setelah bagian tengahnya dibuang, potong pir kecil-kecil.

Langkah 4 : Masak Pir
Dari beberapa sumber, khusus untuk pir hijau yang sudah matang tidak perlu dimasak. Namun untuk bayi dibawah 8 bulan, memasak pir berfungsi untuk melembutkan buah dengan memecah struktur sel, membuatnya menjadi sedikit lebih mudah untuk dicerna. Hal ini juga menghancurkan salah satu allergen.

Beberapa cara untuk memasak pir:
Kukus. Kupas pear, buang batang dan bagian dalamnya yang berpasir dan potong-potong. Letakan di

Rebus. Kupas dan buang bagian biji pir, kemudian tempat ke dalam panci dengan sedikit air (secukupnya hanya untuk menutupi potongan pir). Rebus sampai empuk. Jangan merebus sampai campuran menyerupai pure, karena akan menjadi terlalu encer.

Panggang. Kupas dan buang biji pir, potong menjadi empat dan bungkus dalam aluminium foil. Panggang sampai empuk.

Microwave. Kupas dan buang biji pir, kemudian potong-potong. Tempatkan di piring yang aman microwave dan tambahkan sedikit air. Masak pada suhu tinggi sampai pir lembut.
kukusan dan masak sampai lunak.


Untuk informasi lengkap mengenai metode memasak ini, silahkan lihat di halaman Cara Memasak Makanan Bayi.

Langkah 5 : Haluskan Pir

Pir yang sudah matang tinggal dihaluskan menggunakan blender atau food procecor. Pir biasanya mengandung banyak air, sehingga terkadang tidak perlu ditambahkan air. Jika hendak dicairkan, tambahkan susu atau ASI setelah dihaluskan.