Saturday, May 18, 2013

Cara Meningkatkan Asupan Zat Besi Mpasi

Jika sebelumnya saya pernah posting mengenai Makanan Sumber Zat Besi, nah berikut ini saya dapatkan artikel lengkap mengenai pentingnya zat besi tersebut bagi Mpasi Bayi. Postingan ini sih tujuannya melengkapi artikel terdahulu, karena artikel kemarin saya dapat setelah ngoprek-ngoprek milis dan membaca sharing para ibu-ibu. Sementara artikel yang sekarang saya dapat dari sebuah website, yaitu http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au/.

Zat besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. zat ini juga memainkan peran penting dalam melawan infeksi, perkembangan otak dan pertumbuhan. Anak-anak yang tidak cukup makan makanan yang mengandung zat besi bisa mengalami kelelahan, lemah, pucat, tidak tertarik dengan berbagai macm permainan, mengeluh sakit kepala dan sering memiliki selera makan rendah (ini mungkin yang membuat bayi GTM). Jika kita tidak makan cukup zat besi dari makanan, tingkat zat besi dalam tubuh akan jatuh dan anemia bisa terjadi. Cara terbaik adalah dengan memasok cukup zat besi agar tetap sehat. Untuk meningkatkan kadar zat besi darah, sangat dianjurkan untuk makan berbagai makanan yang mengandung zat besi setiap hari.

Makanan sumber zat besi
Menambahkan artikel Makanan Sumber Zat Besi sebelumnya, ada dua jenis besi yang ditemukan dalam makanan. Haem besi (Haem iron) ditemukan dalam makanan daging seperti daging merah, ayam dan ikan, dan besi non-haem ditemukan dalam makanan nabati seperti roti dan sereal gandum dan beberapa sayuran.
Besi dalam daging, ayam dan ikan (haem besi) diserap lebih baik dibandingkan zat besi non-haem. Namun, penyerapan zat besi non-haem akan meningkat jika dibarengi dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Makanan kaya zat besi haem juga dapat membantu penyerapan zat besi dari sumber-sumber non-haem.

Makanan yang mengandung zat besi haem meliputi:
•    Bersandar daging merah seperti daging sapi, domba dan sapi.
•    Daging jeroan seperti hati dan ginjal.
•    Ayam, daging babi (termasuk ham), ikan dan kerang.
•    Pate atau pasta ikan.

Makanan yang mengandung zat besi non-haem meliputi:
•    Sarapan sereal yang diperkaya zat besi (periksa label untuk melihat apakah besi ditambahkan).
•    Wholemeal / wholegrain roti dan sereal.
•    Kacang polong kering, kacang-kacangan dan polong-polongan misalnya. lentil, kacang panggang, kacang kedelai, kacang merah dan tahu.
•    Sayuran berdaun hijau misalnya. bayam, peterseli, brokoli.
•    Telur.
•    Buah kering.
•    Selai kacang dan kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah lima tahun).

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Makanan yang tinggi vitamin C termasuk beberapa buah-buahan (rockmelon, stroberi, nanas, buah jeruk, buah kiwi dan tomat) dan beberapa sayuran (brokoli, paprika, kembang kol, dan kubis).

Menyertakan buah dan sayuran yang kaya dengan Vitamin C dengan makanan untuk membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Berikut adalah beberapa ide makanan yang bisa dicoba:
•    Buah pada sarapan sereal.
•    Sayuran atau salad dengan makanan.
•    Buah untuk pencuci mulut.
•    Segelas kecil jus dengan makanan.

Kebutuhan Zat Besi Bayi Newborn sampai enam bulan
Sampai usia enam bulan kebanyakan bayi akan mendapatkan semua zat besi yang mereka butuhkan dari cadangan tubuh saat lahir dan ASI, atau susu formula yang diperkaya zat besi. Namun setelah enam bulan cadangan zat besi dalam tubuh menurun. Pengenalan Mpasi merupakan langkah penting dalam menjaga tingkat zat besi. Mengenalkan makanan padat pada usia yang tepat, biasanya sekitar enam bulan. Sertakan beberapa makanan kaya zat besi seperti sereal beras yang diperkaya zat besi.

Kebutuhan Zat Besi Bayi enam sampai 12 bulan
Memberikan Mpasi sebelum menyusu baik itu ASI atau formula. Makanan pertama harus dengan konsistensi  yang halus. Secara bertahap, mommy bisa  meningkatkan tekstur makanan selama beberapa bulan berikutnya misalnya sereal yang dilengkapi zat besi, buah-buahan dan sayuran haluskan.

Umur enam sampai sembilan bulan, bayi mulai belajar mengunyah sehingga tekstur makanan bisa berubah dengan cepat, mulai dari halus hingga sedikit kasar. Belajar mengunyah dengan gusi atau gigi sangat penting karena memperkuat otot-otot rahang, meningkatkan kesehatan gigi, membantu perkembangan bicara dan memastikan perkembangan anak secara halus untuk menerima table food misalnya daging cincang, ikan dipipihkan, sayuran dan buah-buahan tumbuk dan sereal yang diperkaya zat besi.  Makanan seperti daging, ayam dan ikan yang penting untuk bayi karena tingginya kandungan zat besi.

Perkenalkan susu sapi sebagai minuman utama susu anak sekitar umur dua belas bulan. Susu merupakan makanan yang rendah kandungan zat besinya. Jadi berilah anak diatas setahun susu dengan jumlah 400-600ml setiap hari. Hal ini akan membuat anak merasa lapar dan mau makan makanan padatnya.

Pedoman diet untuk anak-anak dan remaja
•    Mendukung gerakan sadar ASI.
•    Anak-anak membutuhkan makanan yang tepat dan aktivitas fisik untuk tumbuh dan berkembang secara normal (pertumbuhan harus diperiksa secara teratur).
•    Diet rendah lemak tidak cocok untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Setelah 5 tahun, maka anak bisa diajarkan untuk diet rendah lemak terutama terutama mengurangi lemak jenuh.

Dorong anak untuk:
•    Menikmati berbagai macam makanan.
•    Makanlah banyak roti, sereal, sayuran (termasuk kacang - buncis dan kacang polong) dan buah.
•    Makan makanan yang mengandung zat besi.
•    Makanlah makanan yang mengandung kalsium misalnya susu, yogurt, keju.
•    Minum air ketika haus.
•    Makan makanan dengan gula dan makanan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah sedang.
•    Pilih makanan rendah garam.

Sebagai bahan contekan, ada panduan makanan sehat yang saya ambil dari The Australian Guide to Healthy Eating.


Makan dalam jumlah kecil: Garam, gula, mentega, margarin, minyak, krim dan makanan yang mengandung bahan makanan tersebut dalam jumlah tinggi. jumlah tinggi bahan ini.

Makan dalam jumlah cukup: Susu, keju, yoghurt, daging tanpa lemak, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah 5).
Ingat:
•    Makan daging tanpa lemak setiap hari, karena tinggi zat besi.
•    Produk susu yang penuh lemak direkomendasikan untuk anak di bawah usia dua tahun.
•    Anak-anak 2 tahun mulai bisa mengkonsumsi produk olahan susu yang rendah lemak.

Makan dalam jumlah banyak: Roti, sereal sarapan yang dipenuhi zat besi, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan.
Ingat
•    Pilih gandum jika memungkinkan.
•    Sertakan sayuran berwarna berbeda setiap hari.

1 comment:

  1. Makasih sarannya min :)
    cukup membantu buat ibu2 :D

    ReplyDelete