Thursday, May 30, 2013

8:02 AM

Menu Makanan Bayi Rumahan Sesuai Umur

Menu makanan bayi - Pengenalan makanan merupakan tahap penting dalam perkembangan bayi. Kita sudah tahu, bahwa pengenalan Makanan Pendamping ASI dimulai pada umur 6 bulan, yaitu dengan konsistensi cair dan juga menyerupai ASI. Namun untuk bayi dengan umur yang lebih tua, kadang kita bingung untuk menentukan menu. Begitu pula saya, terkadang pagi-pagi harus berpikir dahulu mau memasak apa, bagaimana dan seperti apa. Mengingat selera bayi memang kadang tidak tertebak dan yang paling penting, mereka makan tanpa kita jadi kalau mereka tidak menyukai atau menolak makanan yang dimasak, mereka bisa jadi tidak makan sama sekali (derita working mom!).

Saya sempat browsing-browsing dan menemukan artikel ini. memang, basic dari artikel yang saya ambil dari http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au/ ini adalah makanan bayi ala Australia, namun tentu tidak salah kalau kita gunakan sebagai pedoman. Yah, itung-itung sebagai pembanding kalau sedang tidak ada ide.

Selain itu, ada juga beberapa pedoman yang saya ambil dari file milis Mpasi Rumahan yang TOP bgt. Pedoman ini juga merujuk pada pedoman dari UNICEF yang dialihbahasakan oleh momod milis.

Menu Makanan Bayi 6 Bulan


Menu Sehari untuk bayi 6 bulan:
ASI : Sesuka bayi
Mpasi : 1 kali sehari untuk minggu pertama (bisa berupa bubur tepung beras, puree buah, puree sayur + ASI/sufor). Minggu seterusnya bisa diberikan 2 kali sehari, tergantung kemampuan bayi.
Porsi : 2-3 sendok makan (30-45 ml/porsi)
Jenis makanan: Makanan lumat, bubur halus.

 Tawarkan makanan antara atau setelah umpan susu. Mulailah dengan menggunakan sendok plastik lembut dengan mangkuk. Makanan padat bayi pertama harusnya bertekstur encer dan halus serta mempunyai rasa yang ringan. Sereal beras adalah makanan yang sangat baik jika digunakan sebagai makanan padat pertama karena teksturnya halus dan kandungan besi yang tinggi. Campur dengan sedikit ASI atau susu formula.

Makanan bubur lainnya yang bisa diperkenalkan adalah: sayuran seperti labu, kentang, wortel dan zucchini, buah seperti apel, pir, melon, dan pisang. Mulailah dengan 1-2 sendok teh makanan padat. Tingkatkan kuantitas menjadi  2-3 sendok makan, dan kemudian tingkatkan hingga tiga kali sehari sesuai dengan kemampuan bayi. Cobalah salah satu makanan baru pada satu waktu.


Menu Makanan Bayi 7 – 8 Bulan



Menu Sehari:
ASI sesuka bayi
Mpasi: 2-3 kali sehari + camilan 1-2 kali (bisa berupa jus, puding atau cookies)
Porsi : 2-3 sendok makan (30-45 ml -120 ml / porsi)
Jenis Makanan: Makanan Lembut, bisa bubur tim saring atau bubur tim tanpa saring.

Setelah bayi berusia sekitar delapan bulan, mereka sudah makan sereal beras dan beberapa buah-buahan serta sayuran yang berbeda. Cobalah makanan lain dengan protein dan kadar besi yang lebih tinggi dengan tekstur tebal seperti:
•    Daging seperti daging sapi, ayam, ikan
•    Telur 
•    Kacang polong kering, lentil, kacang buncis, kacang merah
•    Sereal berbasis gandum
•    Sertakan setidaknya 2-3 pilihan makanan yang berbeda setiap kali makan. Cobalah untuk menawarkannya secara terpisah, tidak selalu dicampur bersama. Hal ini memungkinkan anak  untuk mengembangkan preferensi makanan untuk selera yang berbeda.

CATATAN: Jika keluarga memiliki sejarah alergi yang kuat, bicarakanlah hal ini dengan dokter Anda.
Perubahan Tekstur Makanan

Antara usia enam sampai sembilan bulan , bayi mulai mengunyah (walau mereka belum punya gigi). Selama waktu ini, penting untuk memberikan peningkatan tekstur makanan dari makanan halus ke tekstur yang lebih kasar dan kemudian ke tekstur makanan cincang / cincang halus. Memperkenalkan makanan yang dicincang bisa mendorong anak untuk mengunyah dan menggigit, yang pada akhirnya akan membantu kemampuan bicara anak.

Petunjuk:
Menyiapkan makanan dalam jumlah besar dan membekukan di freezer bisa  menghemat waktu.


Menu Masakan Bayi umur  9-10 bulan


Menu Sehari:
ASI sesuka bayi
Mpasi: 3 - 4 kali sehari + 1-2 kali camilan
Porsi : sedikitnya 100-120 ml / porsi
Jenis makanan: Makanan lembut yang lebih padat, bisa berupa nasi tim saring

Dengan usia sembilan bulan, pemberian ASI / susu formula secara bertahap akan berkurang karena asupan makanan padat yang dimakan per setiap makan akan bertambah. Mulailah menawarkan makanan padat sebelum pemberian susu karena makanan merupakan sumber gizi yang lebih utama. Tingkatkan terus variasi makanan yang ditawarkan.

Tawarkan air putih sebagai minuman lebih baik daripada jus buah. Jus harus diencerkan dengan air dengan perbandingan 50:50 dan hanya diberikan dalam jumlah kecil. Ajak bayi untuk mencoba minum dari cangkir dibandingkan botol (bisa menggunakan spout cup)

Ketika bayi mulai suka mengambil sesuatu dengan tangan mereka (sekitar 9 bulan) maka inilah saat yang tepat untuk mengenalkan finger food atau makanan jari, seperti:
•    potongan-potongan kecil keju
•    strip tipis ayam, daging atau ham
•    roti
•    pasta
•    potongan buah-buahan baik dimasak dan sayuran seperti apel, pir, kentang, wortel, labu
•    potongan buah mentah lembut seperti peach, dan pisang.

Untuk mencegah tersedak, awasi mereka saat makan dan usahakan agar bayi selalu duduk tegak.



Bagaimana dengan susu sapi?
ASI atau susu formula harus menjadi sumber utama susu sampai usia satu tahun. Setelah itu baru susu sapi dapat digunakan sebagai pengganti. Produk susu lainnya seperti puding, yoghurt dan keju juga dapat digunakan pada waktu ini.

Makanan yang harus dihindari:
•    Potongan buah atau sayuran mentah atau kurang matang (seperti apel dan wortel) karena dapat menyebabkan tersedak pada bayi
•    Makanan keras lainnya kecil seperti popcorn dan permen.
•    Seluruh kacang (sampai usia 5 tahun)

Menu Makanan Bayi 12 Bulan

ASI sesuka bayi
Mpasi : 3-4 sehari + camilan 1-2 kali sehari
Porsi: 3/4 - 1 cup (200-250 ml / porsi)
Jenis makanan: Makanan Keluarga, bisa dihaluskan seperlunya

•    Doronglah bayi agar mulai bisa makan sendiri dan berikan minuman dari cangkir.
•    Anak bisa makan makanan keluarga dengan porsinya sendiri
•    Sebagian besar nutrisi bayi berasal dari makanan dan sisanya dari ASI / susu formula
•    Sekitar 500-600mls susu formula,  3 sampai 4 kali per hari adalah jumlah yang cukup cukup
•    Terus tawarkan berbagai macam makanan

Untuk panduan MPasi yang lebih lengkap dan  bermanfaat, Mommy bisa gabung di milis mpasi rumahan, tinggal search aja di google.

Untuk bahan makanan yang bisa diberikan pada bayi sesuai umur, ini saya dapatkan gambarnya dari wholesomebabyfood.com. Semoga membantu


Tuesday, May 28, 2013

9:28 AM

Keju untuk Mpasi

Info kali ini adalah mengenai keju untuk Mpasi bayi/balita. Info ini saya dapat dari beberapa website seperti ayahbunda, homemade baby food recipe dan babycenter.

Keju merupakan makanan yang sangat baik untuk bayi. salah satu dari bahan makanan sehat ini mengandung kalsium dan juga menyediakan protein, vitamin A, vitamin D , dan vitamin B12. Bahkan, kandungan vitamin B12 pada keju membuatnya menjadi bagian penting dari diet vegetarian untuk bayi, karena ini nutrisi seringkali berasal dari daging. Keju juga menyediakan energi dan sangat ideal untuk bayi yang membutuhkan diet kaya kalori.

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Keju?
Pedoman untuk pengenalan keju bervariasi dari satu bagian dunia yang lain.
Di Inggris misalnya, keju biasanya disertakan dalam Mpasi bayi mulai dari usia 6 bulan. Pedoman di AS, lebih konservatif, beberapa sumber menyarankan menunggu sampai 8-9 bulan untuk memperkenalkan keju. Beberapa sumber lain bahkan menyarankan untuk menunggu hingga umur setahun. Untuk website wholesomebabyfood sendiri membeirkan referensi untuk mengenalkan keju mulai dari 8 bulan.

Keju merupakan salah satu produk olahan susu. Protein susu pada keju yang pada umum bertanggung jawab terhadap alergi susu sebagian besar telah dipecah dan keju seringkali diditoleransi dengan baik oleh individu dengan kepekaan terhadap produk susu. Hal yang sama juga berlaku untuk yoghurt, itulah sebabnya banyak dokter anak  setuju bahwa sangat aman untuk memperkenalkan kedua jenis produk diary pada bayi tersebut sebelum umur setahun.

Pengecualian terjadi pada keluarga yang mempunyai riwayat alergi makanan (terutama alergi terhadap produk susu), atau jika bayi Anda memiliki asma atau eksim . Hal ini karena keju dapat bertindak sebagai 'makanan pemicu' untuk kondisi ini.


Manfaat Menyertakan Keju dalam Makanan bayi
Nah, mommy mungkin tidak menyadari bahwa keju benar-benar bermanfaat dalam pencegahan kerusakan gigi. Bayi bahkan tidak perlu menelan keju, cukup dengan mengunyah itu sudah cukup untuk menerima manfaatnya.

Namun CARA keju melindungi gigi masih menjadi titik perdebatan, tetapi ada beberapa alasan mengapa manfaat ini bisa dikatakan benar.

Untuk satu hal, mengunyah keju akan meningkatkan produksi air liur menetralkan asam berbahaya di mulut dan membersihkannya. Bahkan diyakini bahwa keju bisa menghentikan aktivitas bakteri pada gigi untuk  berubah menjadi asam yang bisa mendemineralisasi enamel gigi.
Selanjutnya, keju mengandung banyak kalsium dan fosfor, jadi makan itu menggantikan mineral yang hilang dari enamel gigi yang pada dasarnya memperkuat gigi.


Beberapa zat gizi yang menunjang tumbuh-kembang anak yang terkandung dalam keju:  
Keju memang sarat gizi, nah gizi apa saja yang terdapat pada keju?
   -  Kalsium (Ca), membantu pertumbuhan dan pembentukan tulang serta gigi.
   -  Protein, membantu proses pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh, serta menguatkan otot-otot
   - Asam lemak linoleat dan linolenat, membantu perkembangan serabut-serabut sel saraf dan otak.
   - Kolesterol, membantu pembentukan membran sel dan hormon.
   - Fosfor (P), membantu pertumbuhan tulang dan gigi.
   - Vitamin A, membantu menjaga fungsi mata, Vitamin D, Vitamin B12
   - Magnesium, seng, dan selenium, berfungsi sebagai antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.
   - Riboflavin dan folat, membantu proses metabolisme aneka jenis zat gizi.

Keju paling aman untuk bayi
Ada beberapa jenis keju yang harus dihindari karena kemungkinan mengandung listeria (bakteri keracunan makanan). Secara umum, hanya keju lunak yang tidak dipasteurisasi yang menimbulkan risiko ini. Keju yang dibuat dengan susu pasteurisasi (bahkan keju lunak) sekarang dianggap aman untuk ibu hamil.

Beberapa keju yang aman untuk bayi dan balita adalah keju jenis:

Keju cheddar. Umumnya merupakan keju semi-keras. Tapi, ada juga yang tergolong keju keras. Jenis bakteri yang digunakan untuk memproses keju cheddar adalah Streptococcus sp. Bakteri ini berfungsi menghasilkan asam laktat dari susu. Semakin lama proses pematangan keju, rasa dan aroma keju cheddar akan semakin tajam.

Keju Swiss. Ciri khas jenis keju Swiss adalah ”bolong-bolong” alias berlubang-lubang. Semakin baik mutu susu sapi yang digunakan sebagai bahan baku, semakin banyak lubang-lubang yang akan terbentuk. Pembuatan keju Swiss menggunakan bakteri dari jenis Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus helveticus, dan   ditambah bakteri Propionibacterium shermanii. Bakteri Propionibacterium inilah yang membuat jenis keju ini berlubang-lubang dan memiliki rasa manis.

Keju cottage. Ini merupakan jenis keju yang tergolong rendah lemak. Sebab, bahan bakunya berupa susu tanpa lemak (nonfat). Keju ini biasanya diberi tambahan rasa buah, antara stroberi, peach, raspberry, blueberry, dan nanas. Itu sebabnya, keju ini cenderung  mudah rusak (busuk), sehingga harus disimpan di dalam lemari pendingin

Untuk beberapa merk keju yang biasanya diberikan untuk Mpasi bayi oleh mommy di milis, bisa di cek di Berbagai Bahan dan merk Makanan Mpasi.

Cara aman menyimpan keju
Keju harus harus disimpan di lemari es. Tapi harap dicatat bahwa keju lebih baik jika disimpan dalam keadaan terbungkus aluminium foil atau kertas lilin dan tidak bungkus plastik karena kandungan lemak keju dapat menyebabkan bahan kimia dalam bungkus plastik untuk larut ke dalam makanan.

Tuesday, May 21, 2013

11:57 AM

Pentingnya Mpasi 6 Bulan pada Bayi

Mpasi 6 bulan – Mpasi seharusnya dimulai pada saat bayi berusia 6 bulan. Hal ini sesuai dengan saran dari WHO dan beberapa lembaga kesehatan dunia lainnya. Di Indonesia sendiri, Mpasi 6 bulan ini juga sudah semakin dikenal dan juga diterapkan, apalagi ada hubungannya dengan masi ASI ekslusif selama 6 bulan pertama. 

Saya pernah konsultasi soal ini dengan salah satu dokter spesialis anak yang pernah saya kunjungi. Intinya, saya menanyakan soal kapan sih Mpasi itu harus dimulai. DSA yang bersangkutan menjelaskan bahwa:

Untuk bayi yang tidak ASI ekslusif, Mpasi dapat dimulai dari umur 4 bulan, namun untuk bayi dengan ASI ekslusif, Mpasi diundur ke umur 6 bulan.

Saya tidak mendebat dokter yang bersangkutan karena memang tidak tahu secara pasti, selain itu pada waktu konsultasi, Cuta saya juga sudah Mpasi dini (ampun, dok!)

Alasan kenapa Mpasi harus dimulai pada umur 6 bulan banyak, pasti sudah disebutkan di beberapa media tentang system pencernaan bayi yang belum siap, menurunkan resiko alergi di masa datang, kebutuhan nutrisinya selama 6 bulan pertama sudah tercukupi dengan ASI saja atau alasan lain.

Nah, kadang yang menjadi sumber kebingungan adalah mengenai perhitungan 6 bulan Mpasi itu bagaimana. Jika menurut hari kalender, hitungan satu hari sebulan itu rata-rata adalah 30 hari, jadi untuk 6 bulan, jumlah harinya adalah 180 hari. Apakah bayi baru bisa Mpasi setelah berumur 180 hari?

Panduan Mpasi dari WHO memang menyebutkan jumlah hari ini sebagai patokan memulai Mpasi, yaitu 180 hari. Jadi mommy harus membuka-buka kalender dan menghitung-hitung dulu.

Hehehe…  kok ribet yak?

Rasanya kemarin di milis Mpasi Rumahan ada yang bertanya soal itu. Dan saran para mommy disana adalah “Ga usah ribet”. Memang 6 bulan itu adalah standar umum, padahal satu bulan itu belum tentu memiliki jumlah hari yang sama. Jadi alternatifnya adalah pakai hari tanggal lahir bayi. Misalnya bayi mommy lahir tanggal 31 Januari, Mpasi pertama bisa dimulai sekitaran tanggal 31 Juli.

Mpasi 6 bulan ini memang tidak harus saklek dilaksanakan, bisa mundur atau maju beberapa hari. Tergantung daya tahan mommy saat melihat si kecil menjangkau-jangkau sendok yang mommy pegang.

Nah, kembali deh ke topic awal, pentingnya MPasi 6 bulan. Iya, saya mengalami sendiri. Cuta saya Mpasi dini, dan tahukah saudara-saudara, apa yang terjadi selama awal-awal Mpasinya?

Pencernaan bayi memang tidak bisa dibohongi, walau bayi sendiri terlihat antusias dan lahap selama makan, namun BAB nya menunjukan kondisi aslinya. Awal Mpasi, Cuta saya berikan bubur beras merah yang sangat halus dan cair. Namun keesokan harinya waktu saya periksa, terdapat serat merah di kotorannya. Sepengamatan saya, itu adalah kulit ari beras yang tidak tercerna dengan baik. Masih utuh. Pernah juga saya berikan Mpasi buah pear, yang waktu itu tidak terblender dengan halus. Ternyata keluarnya buah pear juga. Saya sempat cemas juga, khawatir kalau dia kenapa-napa. Namun syukurnya Cuta saya tidak apa-apa, maksudnya pencernaannya, kecuali nafsu makannya yang gampang sekali berubah.

Nah, dari pengalaman ini saya sering sampaikan pada teman-teman yang berniat memberikan Mpasi dini kepada bayinya. Yah, biar tidak mengulangi kesalahan saya.

Semoga pengalaman ini juga menjadi perhatian mommy semuanya biar benar-benar mempertimbangkan untuk memberikan Mpasi dini bagi bayinya.

Saturday, May 18, 2013

9:05 AM

Cara Meningkatkan Asupan Zat Besi Mpasi

Jika sebelumnya saya pernah posting mengenai Makanan Sumber Zat Besi, nah berikut ini saya dapatkan artikel lengkap mengenai pentingnya zat besi tersebut bagi Mpasi Bayi. Postingan ini sih tujuannya melengkapi artikel terdahulu, karena artikel kemarin saya dapat setelah ngoprek-ngoprek milis dan membaca sharing para ibu-ibu. Sementara artikel yang sekarang saya dapat dari sebuah website, yaitu http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au/.

Zat besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. zat ini juga memainkan peran penting dalam melawan infeksi, perkembangan otak dan pertumbuhan. Anak-anak yang tidak cukup makan makanan yang mengandung zat besi bisa mengalami kelelahan, lemah, pucat, tidak tertarik dengan berbagai macm permainan, mengeluh sakit kepala dan sering memiliki selera makan rendah (ini mungkin yang membuat bayi GTM). Jika kita tidak makan cukup zat besi dari makanan, tingkat zat besi dalam tubuh akan jatuh dan anemia bisa terjadi. Cara terbaik adalah dengan memasok cukup zat besi agar tetap sehat. Untuk meningkatkan kadar zat besi darah, sangat dianjurkan untuk makan berbagai makanan yang mengandung zat besi setiap hari.

Makanan sumber zat besi
Menambahkan artikel Makanan Sumber Zat Besi sebelumnya, ada dua jenis besi yang ditemukan dalam makanan. Haem besi (Haem iron) ditemukan dalam makanan daging seperti daging merah, ayam dan ikan, dan besi non-haem ditemukan dalam makanan nabati seperti roti dan sereal gandum dan beberapa sayuran.
Besi dalam daging, ayam dan ikan (haem besi) diserap lebih baik dibandingkan zat besi non-haem. Namun, penyerapan zat besi non-haem akan meningkat jika dibarengi dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Makanan kaya zat besi haem juga dapat membantu penyerapan zat besi dari sumber-sumber non-haem.

Makanan yang mengandung zat besi haem meliputi:
•    Bersandar daging merah seperti daging sapi, domba dan sapi.
•    Daging jeroan seperti hati dan ginjal.
•    Ayam, daging babi (termasuk ham), ikan dan kerang.
•    Pate atau pasta ikan.

Makanan yang mengandung zat besi non-haem meliputi:
•    Sarapan sereal yang diperkaya zat besi (periksa label untuk melihat apakah besi ditambahkan).
•    Wholemeal / wholegrain roti dan sereal.
•    Kacang polong kering, kacang-kacangan dan polong-polongan misalnya. lentil, kacang panggang, kacang kedelai, kacang merah dan tahu.
•    Sayuran berdaun hijau misalnya. bayam, peterseli, brokoli.
•    Telur.
•    Buah kering.
•    Selai kacang dan kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah lima tahun).

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Makanan yang tinggi vitamin C termasuk beberapa buah-buahan (rockmelon, stroberi, nanas, buah jeruk, buah kiwi dan tomat) dan beberapa sayuran (brokoli, paprika, kembang kol, dan kubis).

Menyertakan buah dan sayuran yang kaya dengan Vitamin C dengan makanan untuk membantu tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Berikut adalah beberapa ide makanan yang bisa dicoba:
•    Buah pada sarapan sereal.
•    Sayuran atau salad dengan makanan.
•    Buah untuk pencuci mulut.
•    Segelas kecil jus dengan makanan.

Kebutuhan Zat Besi Bayi Newborn sampai enam bulan
Sampai usia enam bulan kebanyakan bayi akan mendapatkan semua zat besi yang mereka butuhkan dari cadangan tubuh saat lahir dan ASI, atau susu formula yang diperkaya zat besi. Namun setelah enam bulan cadangan zat besi dalam tubuh menurun. Pengenalan Mpasi merupakan langkah penting dalam menjaga tingkat zat besi. Mengenalkan makanan padat pada usia yang tepat, biasanya sekitar enam bulan. Sertakan beberapa makanan kaya zat besi seperti sereal beras yang diperkaya zat besi.

Kebutuhan Zat Besi Bayi enam sampai 12 bulan
Memberikan Mpasi sebelum menyusu baik itu ASI atau formula. Makanan pertama harus dengan konsistensi  yang halus. Secara bertahap, mommy bisa  meningkatkan tekstur makanan selama beberapa bulan berikutnya misalnya sereal yang dilengkapi zat besi, buah-buahan dan sayuran haluskan.

Umur enam sampai sembilan bulan, bayi mulai belajar mengunyah sehingga tekstur makanan bisa berubah dengan cepat, mulai dari halus hingga sedikit kasar. Belajar mengunyah dengan gusi atau gigi sangat penting karena memperkuat otot-otot rahang, meningkatkan kesehatan gigi, membantu perkembangan bicara dan memastikan perkembangan anak secara halus untuk menerima table food misalnya daging cincang, ikan dipipihkan, sayuran dan buah-buahan tumbuk dan sereal yang diperkaya zat besi.  Makanan seperti daging, ayam dan ikan yang penting untuk bayi karena tingginya kandungan zat besi.

Perkenalkan susu sapi sebagai minuman utama susu anak sekitar umur dua belas bulan. Susu merupakan makanan yang rendah kandungan zat besinya. Jadi berilah anak diatas setahun susu dengan jumlah 400-600ml setiap hari. Hal ini akan membuat anak merasa lapar dan mau makan makanan padatnya.

Pedoman diet untuk anak-anak dan remaja
•    Mendukung gerakan sadar ASI.
•    Anak-anak membutuhkan makanan yang tepat dan aktivitas fisik untuk tumbuh dan berkembang secara normal (pertumbuhan harus diperiksa secara teratur).
•    Diet rendah lemak tidak cocok untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Setelah 5 tahun, maka anak bisa diajarkan untuk diet rendah lemak terutama terutama mengurangi lemak jenuh.

Dorong anak untuk:
•    Menikmati berbagai macam makanan.
•    Makanlah banyak roti, sereal, sayuran (termasuk kacang - buncis dan kacang polong) dan buah.
•    Makan makanan yang mengandung zat besi.
•    Makanlah makanan yang mengandung kalsium misalnya susu, yogurt, keju.
•    Minum air ketika haus.
•    Makan makanan dengan gula dan makanan yang mengandung gula tambahan dalam jumlah sedang.
•    Pilih makanan rendah garam.

Sebagai bahan contekan, ada panduan makanan sehat yang saya ambil dari The Australian Guide to Healthy Eating.


Makan dalam jumlah kecil: Garam, gula, mentega, margarin, minyak, krim dan makanan yang mengandung bahan makanan tersebut dalam jumlah tinggi. jumlah tinggi bahan ini.

Makan dalam jumlah cukup: Susu, keju, yoghurt, daging tanpa lemak, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan (kacang secara utuh tidak dianjurkan untuk anak di bawah 5).
Ingat:
•    Makan daging tanpa lemak setiap hari, karena tinggi zat besi.
•    Produk susu yang penuh lemak direkomendasikan untuk anak di bawah usia dua tahun.
•    Anak-anak 2 tahun mulai bisa mengkonsumsi produk olahan susu yang rendah lemak.

Makan dalam jumlah banyak: Roti, sereal sarapan yang dipenuhi zat besi, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, sayuran dan buah-buahan.
Ingat
•    Pilih gandum jika memungkinkan.
•    Sertakan sayuran berwarna berbeda setiap hari.

Thursday, May 16, 2013

12:29 PM

Ajaibnya Selera Makan Bayi

Beberapa waktu lalu di milis, saya sempat membaca share seorang mommy yang menuliskan baetapa ajaibnya selera bayi. Bayinya yang mengalami GTM berkepanjangan, akhirnya diluluhkan dengan resep masakan rumahan yang sangat simple, nasi putih, campur keju parut serta beberapa tetes EVOO. Ada juga mommy yang mengatakan bahwa anaknya makan lahap hanya dengan nasi putih dan parutan keju. Atau yang ajaibnya, ada juga bayi yang mau makan nasi jika disertai dengan pudding.

Iya memang, saya sendiri mengalaminya. Selera bayi itu memang ajaib, Mommy! Seperti yang sering disebut di milis Mpasi Rumahan, yang enak bagi kita belum enak bagi bayi. Cuta saya sendiri biasa makan nasi putih saja, bahkan kadang lebih lahap dibandingkan makan dengan lauk.

Menu andalan saya kalau Cuta sedang susah makan adalah telur goreng dan nasi putih. Kalau sedang ada minyak kelapa asli, saya campur minyak kelapa dengan garam. Kalau sudah begitu, dia pasti makan lahap.

Kadang Bapaknya Cuta melarang saya membuatkan Cuta masakan ini itu, mengingat seleranya yang berubah-ubah dan kadang resep-resep yang saya praktekan tidak diminatinya. Memang sih, kalau saya bikinkan nugget, yang makan seringkali bapaknya. Bikinkan pergedel, seringkali dilepeh. Dibikinkan kue-kue, dia jarang mau makan karena doyannya roti marie susu.

Kalau dahulu, saya tidak mau menerima dengan ‘ikhlas’ seleranya yang ajaib itu. Mengingat, seberapa sih nutrisi yang didapatkan anak dengan nasi putih plus minyak kelapa plus garam? Saya terobsesi dengan nutrisi yang bisa didapatkan anak dari Mpasi Rumahan yang diolah dengan banyak jenis bahan makanan, sehingga selalu ngotot membuatkan Cuta ini itu. Berbagai bahan makanan seperti kabocha, brokoli, udang, salmon dan lainnya saya beli, walau kadang yang makan semua itu malah Bapaknya.

Saya juga sering stress kalau Cuta tidak mau makan begitu dibikinkan resep yang saya dapat di Mpasi Rumahan. Namun sekarang, mungkin prinsip Mpasi Bayi yang saya terapkan sedikit berubah, bisa dibilang terkikis oleh pengalaman. Yah, jika diibaratkan seperti batu yang terkikis oleh tetesan air (halah, lebay!). memang, mungkin prinsipnya sekarang sedikit berubah. Orientasinya yang penting Cuta mau makan, entah nasi putih saja. Setidaknya ada asupan masuk ke dalam tubuhnya, urusan vitamin dan mineral lainnya, bisa diakali dengan cara lain.

Cuta saya suka sekali minum jus, jadi asupan nutrisi sayur saya masukan lewat jus. Setiap pagi, saya siapkan jus campur buatnya. Apel, pir, papaya, wortel, brokoli dan tomat. Biar rasanya tidak aneh, alias rasa manis buahnya masih terasa, komponen sayurnya saya batasi jumlahnya, asalkan ada yang masuk. Dengan demikian, biarpun saat makan besar dia tidak makan sayur, di jus sudah mengandung sayur.

Untuk asupan protein, saya sedikit beruntung. Cuta suka sekali dengan tempe, bukan untuk dijadikan lauk namun cemilan. Jika sudah melihat tempe goreng saja, maka dia tidak bisa diam. Sama halnya dengan tahu, walau untuk tahu jarang bisa dijadikan cemilan karena dia belum bisa menguyah kulit tahu goreng yang agak alot.

Namun jika Cuta sedang tidak rewel, maka sup yang saya bikinkan bisa masuk ke tubuhnya. Kalau sudah begitu, tenanglah saya meninggalkannya kerja. Namun entah kenapa, nafsu makannya mudah sekali berubah dalam waktu kurang dari seminggu. Jika seminggu dia lahap, minggu depannya bisa saja dia GTM. Kalau sudah begitu, saya hanya bisa menghela napas saja. Sabar! Toh, saya pernah baca jangan menggunakan asupan nutrisi harian sebagai patokan, namun gunakanlah asupan nutrisi mingguan.


So, mommy yang sedang galau karena anaknya GTM, satu hal yang harus diingat adalah kata sabar (nasehat untuk diri sendiri juga, hihihi). Selera bayi itu berubah-ubah, setidak stabil nasfu makannya. Banyak sekali yang mengalaminya, tidak hanya mommy sendiri. Kesannya sok amat ya saya, padahal  saya, walaupun sudah sering mengalaminya, memang sih tetap saja stress.


Yah, postingan curhat ini untuk sekedar sharing aja sih, karena saya hanya berpengalaman sekali dalam hal Mpasi. Kali aja yang baca ini adalah Mommy yang sedang stres karena anaknya GTM berkepanjangan, hayolah dicoba resep-resep sederhana diatas. Karena (mungkin) bayi lebih suka cita rasa yang sederhana, tidak cita rasa gado-gado seperti yang kita bayangkan.






Wednesday, May 8, 2013

12:09 PM

Buah Pir (Pear) untuk Mpasi Bayi

Buah pir merupakan salah satu buah favorit bayi saya (eh, balita sekarang). Rasanya yang manis dan airnya yang banyak membuat dia sabar duduk manis menunggu disuapin. Jadi tidak heran kalau saya harus stock buah yang satu ini di kulkas.

Manfaat Pir untuk Mpasi Bayi
Satu yang membuat saya juga senang memberikan buah pir untuk Mpasi bayi adalah gizinya. Buah ini memiliki kandungan serat yang tinggi, kalium serta vitamin C. Ada juga kandungan tembaga yang bisa melindungi sel tubuh dari kerusakan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Peran penting serat sudah diketahui secara lama. Serat buah pir bisa membantu mengurangi risiko kanker dan serangan jantung. Selain itu juga bisa membantu menurunkan kolesterol dan melindungi tubuh terhadap kanker. Dan yang paling wajib diketahui oleh orang tua, buah pir adalah obat yang ampuh untuk mengatasi sembelit pada bayi.

Pir juga merupakan buah yang mengandung sedikit asam sehingga menjadikan buah ini sebagai buah yang ideal untuk Mpasi pertama, sekalipun bayi yang menderita reflux atau GERD. Pir mengandung dua jenis gula, yaitu glukosa dan fruktosa menjadikan rasanya manis menyegarkan

Kandungan Gizi Pir: 
VITAMIN:
Vitamin A - 38 IU
Vitamin C - 7 mg
Vitamin B1 (tiamin) - .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .25 mg
Niacin - .26 mg
Folat - 12 mcg
Mengandung beberapa vitamin lainnya dalam jumlah kecil.

MINERAL:
Kalium - 198 mg
Fosfor - 82,4 mg
Magnesium - 12 mg
Kalsium - 15 mg
Sodium - 0 mg
Besi - .26 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, mangan, tembaga dan seng.

Kapan Pir Bisa Diperkenalkan pada Mpasi Bayi?
Pir merupakan pilihan yang baik sebagai makanan Mpasi pertama bayi. Bisa diberikan dari bayi umur (4) 6 bulan, selain itu buah pir dianggap sebagai salah satu buah yang aman sebagai makanan Mpasi perdana bayi karena reaksi alergi terhadap buah ini sangat jarang dan kadar asamnya yang sangat rendah juga aman bagi perut kecil bayi.

Hindari memberikan pir bagi bayi yang sedang menderita diare karena pir cenderung membuat diare semakin parah.

Memilih dan menyimpan buah pir untuk makanan bayi

Pir dipetik sebelum matang. Jika matang di pohon, gula dalam buah pir akan berubah menjadi kristal pati, membuat tekstur buah yang berpasir. Pir juga tidak termasuk dalam salah satu dari buah dan sayur yang terkontaminasi pestisida, sehingga aman bagi bayi.

Pilihlah buah bir yang memiliki kulit bagus, halus, tanpa memar ataupun lubang. Beberapa jenis pir memiliki bintik coklat pada kulitnya dan kelihatan alami. Pir yang matang memiliki warna yang cerah dan aroma manis yang tercium.

Pir Cina
Tidak seperti pir lainnya, pir Cina (atau Asia) adalah buah yang matang di pohon, sehingga siap makan ketika dibeli (seperti apel).

Bentuknya bulat, cokelat keemasan di bagian luar dan putih di dalam. Seperti pir dari negara lain, pir Cina rendah asam namun kadang kurang manis (untuk jenis tertentu). Pir Cina yang paling manis biasanya berjenis Xiang Lie.

Karena pir Cina lebih keras dan teksturnya renyah, menyajikan pir Cina untuk bayi hendaknya sama seperti menyajikan apel yaitu dengan memasak daging buahnya dengan lembut.

Apakah Buah Pir harus Dimasak?
Pir tidak perlu dimasak ketika sudah matang karena sangat lembut dan mudah dibuat menjadi pure halus. Mengukus buah biasanya direkomendasikan untuk bayi di bawah 8 bulan untuk membantu memecah gula dan serat dalam buah-buahan.

Memasak pir untuk melembutkan buah dengan memecah struktur sel, membuatnya menjadi sedikit lebih mudah untuk dicerna. Hal ini juga menghancurkan salah satu allergen.

Apakah Buah Pir harus Dikupas?
Mengupas tidak begitu diperlukan bagi bayi yang lebih tua. Namun mengupas sangat dianjurkan untuk bayi yang baru Mpasi karena mereka masih memiliki kesulitan dalam mencerna.

Beberapa orang tua memilih untuk mengupas pir karena alasan teksturnya, ada sel-sel kayu tepat di bawah kulit yang dapat membuat pir tampak sedikit berpasir.

Di sisi lain, banyak nutrisi dalam buah yang terkandung dalam kulit. Jadi sebenarnya baik untuk membuat si kecil makan buah itu lengkap dengan kulitnya. Namun, buah pir biasanya adalah buah impor yang memerlukan waktu panjang dalam pengiriman sehingga memungkinkan rusak jika tidak dilengkapi pengawet. Jadi memberikan bayi buah pir lengkap dengan kulit sedikit berisiko dengan pengawetnya.

Cara memasak pir untuk bayi
Ada beberapa cara sederhana untuk memasak buah pir untuk Mpasi bayi.

Kukus. Kupas pear, buang batang dan bagian dalamnya yang berpasir dan potong-potong. Letakan di kukusan dan masak sampai lunak.

Rebus. Kupas dan buang bagian biji pir, kemudian tempat ke dalam panci dengan sedikit air (secukupnya hanya untuk menutupi potongan pir). Rebus sampai empuk. Jangan merebus sampai campuran menyerupai pure, karena akan menjadi terlalu encer.

Panggang. Kupas dan buang biji pir, potong menjadi empat dan bungkus dalam aluminium foil. Panggang sampai empuk.

Microwave. Kupas dan buang biji pir, kemudian potong-potong. Tempatkan di piring yang aman microwave dan tambahkan sedikit air. Masak pada suhu tinggi sampai pir lembut.