Tuesday, April 30, 2013

8:42 AM

One Dish Meal untuk Mpasi

Namanya serem banget yak, one dish meal. Tentunya bagi yang tidak tahu, makanan ini kesannya angker banget ya, susah bikinnya dan kebule-an banget. Padahal one dish meal itu sebenarnya sederhana sekali. Nah, buat Mpasi bayi, one dish meal bisa jadi andalan kalau si bayi lagi mogok makan, GTM, ribet makan karena tidak bisa diam, tidak suka disuapi dan terakhir pengen makan sendiri.

Aha! Cuta sedang mabuk pengen makan sendiri dia. Memang sih, di umurnya yang sudah 15 bulan ini, harusnya dia sudah mulai bisa makan sendiri. keinginannya untuk menyuapi diri sendiri sudah terlalu besar, padahal skill menyendoknya masih terbatas. Jadi menurut saya, one dish meal bisa menjadi jawaban yang ampuh untuk mengatasi anak yang sedang belajar makan.

Nah, apa itu one dish meal? Jawabannya simple banget. One dish meal adalah salah satu jenis makanan yang kandungan di dalamnya seimbang antara serat, air dan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral lainnya dan disajikan dalam satu piring.

Contohnya, makanan pasta (karbohidrat) dengan sayur (serat, vitamin dan mineral) dan daging (protein dan lemak) yang disajikan secara bersama-sama tanpa dipisah-pisah, itu sudah termasuk one dish meal. Bentuk konkretnya adalah spageti (ketahuan emaknya Cuta suka spageti!).



Nah kembali ke masalah Cuta saya. Dia sudah pengen makan sendiri tapi kemampuan menyendoknya masih terbatas alias makanannya beleber ke pipi dan akhirnya kebuang percuma. Saya cari-cari solusinya, jawabannya memang one dish meal namun yang bisa dipegang. Jadi perpaduan antara one dish meal dan finger food. Dan ternyata makanan itu bisa berjenis perkedel, nuget yang ditambahkan karbo seperti nasi, kroket, sosis, roti dadar isi daging, makaroni scotel yang digoreng dijadikan nuget, martabak dan lainnya.

Saya coba search resep-resepnya di milis Mpasi Rumahan dan ternyata banyak. Namun kendalanya adalah hampir kebanyakan resep one dish meal plus finger foodnya itu digoreng yang rentan sekali dengan resiko panas dalam. Memang sih ada alternatif lain, dipanggang, namun cara memasak Mpasi dengan memanggang paling bagus dengan menggunakan oven. Masalahnya adalah saya tidak punya oven. yah, selesailah sudah!

Namun, rasanya masih bisa mengurangi resiko minyak dengan memanggang di teflon. Walau teksturnya mungkin tidak sesempurna oven, namun setidaknya bisa mengurangi minyak berlebihnya.

Nah, bagi mommy yang punya pengalaman seperti saya, please sharing dong info resep one dish meal plus finger foodnya? Atau ada yang punya tips memanggang tanpa oven?

Friday, April 19, 2013

10:07 AM

Panduan untuk Memulai Mpasi Pertama bagi Bayi

Mpasi pertama atau mengenalkan makanan padat merupakan salah satu tahap yang menegangkan bagi seorang ibu. Iya, bagaimana tidak, melihat suapan pertamanya merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Beragam rasa penasaran, apakah Mpasi pertama berhasil, atau makanan apa yang disukai bayi? Namun intinya, memulai Mpasi bayi memberikan semangat tersendiri bagi seorang ibu.

Bagi newbie mommy, tentu memerlukan semacam panduan. Saya sendiri dahulu main tubruk saja karena ternyata jadwal Mpasi Cuta tidak terduga, Mpasi dini yang tidak ada panduannya. Beberapa kesalahan, baik itu dari tekstur, jenis makanan hingga cara pemberian. Untuk itu, baiknya untuk newbie mommy mendapat panduan memulai Mpasi pertama ini sehingga tidak gatot alias gagal total.

Panduan ini bukan dari saya pribadi ya, melainkan saya kumpulkan dari beberapa website luar yang lumayan diakuilah kredibilitasnya dalam dunia per-Mpasian. Ada wholesomebabyfood, parent.com (American Baby Magazine), http://kidshealth.schn.health.nsw.gov.au, http://www.babycenter.com, www.webmbd.com dan juga http://babyparenting.about.com.

Panduan ini akan dihadirkan dalam beberapa artikel (biar tidak kepanjangan). Sehingga untuk mempermudah mommy, berikut ada beberapa indeksnya.

Indeks panduan ini berupa:

Panduan Untuk Memulai Mpasi:
Tentang Makanan Bayi:


Proses Pembuatan Makanan Bayi
Peralatan Makanan Bayi
Metode Memasak Makanan Bayi
Puree-ing
Penyimpanan / Pembekuan
Fakta dan Nutrisi
Tips Mpasi


Tuesday, April 16, 2013

10:42 AM

Menerapkan Kebiasan Makan yang Sehat

Masalah Mpasi pertama erat sekali kaitannya dengan kebiasaan makan.  Mungkin kita tahu bahwa kebiasaan makan yang sehat memang harus dikenalkan sejak awal. Mungkin ada beberapa yang menyepelakan "Ah, masih bayi juga, belum juga ingat apa-apa", tapi jangan salah loh Mommy, jika kebiasaan itu terus dibiasakan setiap hari, maka akan tertanam di ingatan si baby. Ituah sebabnya kenapa bagian menerapkan kebiasaan makan sehat ini masuk dalam Panduan Memulai Mpasi Pertama Bayi.

Jujur, susah sekali menerapkan kebiasaan makan yang sehat ini untuk bayi, apalagi bayi sudah sudah mulai mengenal sekeliling dan cepat sekali merasa bosan dengan suasana yang monoton. Namun biarpun susah, tidak apa sih rasanya kalau kita tidak menerapkannya secara sempurna. Yang penting ada aja kebiasaan makan sehat yang mengena. 

Ini beberapa kebiasaan makan sehat, saya rangkum dari beberapa website.

Menerapkan Kebiasan Makan yang Sehat

1. Jangan memaksakan bahwa makanan bayi harus tetap hambar dan membosankan. Sebaliknya, mommy bisa menawarkan pilihan rasa bagi bayi agar membuatnya berani. Tambahkan berbagai bumbu untuk variasi rasa, dan mulailah untuk gula serta garam dari umur 1 tahun.

2. Membuat makanan bayi sendiri aka MPASI RUMAHAN

3. Jangan memberi makan bayi di kursi goyang.

4. Jangan memberinya makan di depan tv atau aplikasi iphone. Hal ini mendorongnya untuk makan dengan ceroboh dan merupakan kebiasaan buruk seumur hidup.

5. Jangan mengikutinya dengan makanan saat ia bermain. Dudukan dia di meja setiap makan. Jika berada di taman, carilah sebuah bangku. Jangan membuat ia merasa bahwa “makan itu bisa dimana saja”. Bahaya tersedak mengintai dan mommy juga mengajarinya cara makan dengan mentalitas makanan cepat saji.

6. Biarkan dia makan sendiri jika ia tertarik. Beri dia sendok dan biarkan dia mengambilnya dengan tangan. Jangan khawatir jika sikap OKE ini akan membuat makannya berantakan.

7. Jadilah teladan yang baik. Bayi belajar melalui meniru orang tuanya dan juga orang lain di sekitar mereka. Jika orang tuanya berbicara negatif tentang buah-buahan dan sayuran atau tidak makan buah serta sayur, bayi akan memiliki waktu yang sulit menerima makanan itu. Ingat, bayi ternyata akan merespon apa yang orang tuanya suka.

8. Ajak ke toko atau perkebunan buah dan sayur. Mulailah memperkenalkan bayi dengan buah dan sayuran
yang berbeda. Mengajarinya nama-nama dari berbagai jenis produk. Bicara padanya tentang warna yang indah, bau besar dan teksturnya yang bervariasi.

9. Berbicara positif tentang sayuran dan buah-buahan. Biarkan bayi tahu apa yang dia makan, apa vitamin dan mineral yang didapatkannya dan betapa pentingnya nutrisi itu untuk tumbuh lebih besar dan kuat.

10. Biaskan untuk minum air putih. Air membantu dalam pencernaan, mengatur suhu tubuh, memberikan nutrisi ke sel dan mengeluarkan kotoran. Ketika bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat, kebutuhan airnya menjadi lebih besar. Tawarkan bayi air putih setiap kali makan. Selain air putih, bisa juga berupa jus.

11. Jangan menyerah. Selera bayi berubah setiap hari. Hanya karena bayi memuntahkan kacang polong satu hari bukan berarti dia tidak menyukainya. Kecuali dia telah menunjukkan reaksi alergi, cobalah makanan itu dalam beberapa hari. Hal ini juga berlaku untuk GTM, suer, saya mengalaminya.

Selain 11 poin diatas, masih banyak lagi kebiasans ehat yang bisa ditularkan untuk bayi. Beberapa kebiasaan makan yang sehat diatas memang sulit untuk dilakukan. Sumpah, terutama bagian nomer 5. jujur, Cuta saya tidak bisa diam ketika makan. Makanya saya senang ‘mengurung’nya di ruangan kecil, atau di teras ketika makan sehingga geraknya terbatas. Memintanya duduk saat makan juga mustahil, kalau mau dia tetap makan.

Nah, menurut mommy, kebiasaan mana yang paling penting dan pertama harus dibiasakan?

Friday, April 12, 2013

11:49 AM

Memberikan Mpasi Pertama kali (Praktek)

Nah, Setelah tahu kapan bayi siap untuk Mpasi pertama dan sudah paham betul dengan tetek bengek Mpasi 6 bulan, kita sampai pada bagian yang paling menegangkan, bagian prakteknya. Kalau bagian ini saya rangkum dari beberapa artikel dari website seperti parents.com, babycenter.com dan babyparenting.about.com. Sesi ini dibagi menjadi beberapa bagian:

Jadwal Makan Bayi
Mpasi pertamanya hendaknya satu kali saja sehari. Jumlah makan ini bertambah menjadi 2 prosi makanan sehari ketika umur bayi sudah hampir 7 bulan. Sekitar umur 8, jadwal makannya seharusnya sudah 3 kali sehari. Tetapi tentu saja, ini tidak baku, tergantung kondisi bayi itu sendiri. Selain jadwal makan, konsumsi ASI/Sufor harus tetap dilanjutkan sesuai dengan kebutuhannya.

Butuh Perlatan Khusus untuk Mpasi Pertama?

Nah, bagian ini yang special. Banyak mommy di milis yang memandang bahwa untuk Mpasi harus menggunakan feedingchair atau kursi khusus untuk makan. Memang, sangat berguna sekali jika mommy punya benda seperti ini. selain itu yang lebih penting tentu saja sendok plastic, jangan dulu deh pakai sendok logam karena takutnya bisa membuat gusi bayi terluka. Mangkuk juga, kalau bisa sih yang bentuknya menarik dan warna-warni. Celemek bisa digunakan agar pakaian bayi tidak belepotan.

Memberikan Suapan Pertama untuk bayi
Karena bayi masih akan mengkonsumsi ASI/sufor, maka makanan padat masih pada tahap ‘ekstra’ untuknya saat ini. jadi, mulailah mpasi pertamanya dengan santai dan menyenangkan (tetapi banyakan mommy sudah tegang duluan jadi tidak bisa santai). Ada tips nih seputar cara memberikan makanana (Mpasi) pertama bagi bayi:

1. Dudukan bayi dalam posisi tegak, baik dalam feedingchair atau kursi bayi dengan kelengkapan seperti
handuk, lap dan celemek. Jika dia ternyata ketakutan, mommy bisa memindahkannya ke pangkuan. Ini merupakan salah satu dari awal kebiasan makan yang sehat.

2. Berikan sesuatu pada bayi untuk dipegang. Hal ini akan mengalihkan konsentrasi bayi pada benda yang ia pegang sehingga mommy bisa bebas menyuapkan sendok ke ulutnya.

3. Isi ujung sendok dengan makanannya kemudian dekatkan ke bibirnya. Beri dia waktu semenit untuk mencium dan mencicipi. Jangan khawatir kalau ia menolak, tunggu sebentar dan coba lagi. Ketika ia membuka mulut, masukan ujung sendok ke sela-sela bibirnya. Setelah sendok masuk, saya biasanya tetap menahan sendok itu disana dan menunggu ia menyedot makanannya. Bayi terbiasa menghisap, jadi ketika pertama kali makan, ia akan melakukan hal yang sama. Jadi saya membiarkannya menghisap makanan semi padatnya dengan caranya sendiri.

4. Selesai makan, susui bayi untuk memenuhi rasa laparnya. Jangan letakan makanan bayi ke dalam botol bayi. Banyak mommy yang menggunakan botol dengan ujung bersendok, hal ini mempermudah bagi mommy. Namun sekalipun lakukan ini dengan dot. Bayi perlu melakukan semacam koneksi atau mengingat bahwa makanan lezat harus dimakan dari sendok dan dalam posisi duduk.

Jangan memaksa jika ternyata bayi malah menangis atau berpaling ketika mommy mencoba untuk memberinya makan. Banyak ahli yang mengatakan bahwa lebih penting bahwa mommy berdua menikmati pengalaman ini daripada sewenang-wenang dengan memaksanya makan. Cobalah lagi keesokan harinya.

Saran lain diberikan oleh adalah dari Dr William Sears: Cukup gunakan jari Anda. Pastikan tangan bersih saat mempraktekan ini dan kemudian celukpan salah satu jari ke makanan bayi. Lalu biarkan bayi menghisap jari mommy. Ini merupakan transisi yang bagus untuknya di awal karena bayi tidak benar-benar menyukai sendok. Namun apakah mommy mau mencoba cara ini? hihihiih

Sekali lagi ya Mommy, ini cuman Panduan Memulai Mpasi Pertama aja, praktek tentu saja tergantung pada bayi masing-masing. Butuh trial eror, jangan kaget kalau ada kejutan khusus dari si kecil. Nah, kalau pengalaman praktek mommy untuk Mpasi pertama si kecil bagaimana?

Tuesday, April 2, 2013

9:00 AM

Kebutuhan ASI/Formula Setelah Mpasi pertama

Masihkah bayi perlu minum ASI/Sufor walau sudah mendapat mpasi pertama? Pertanyaan yang simple namun ini termasuk bagian dari Panduan untuk Memulai Mpasi Pertama bagi Bayi edisi keempat.

Nah, namanya juga Mpasi alias makanan pendamping ASI atau susu jadi pada awal-awal transisi makanannya, ASI masih tetap yang utama. DSA saya dan juga DSA beberapa mommy di milis menyebut hingga umur 1 tahun, ASI dan SUSU yang utama. Sebelum umur 1 tahun, makanan padat merupakan tambahan dan masa pembelajaran awal bagi bayi. ASI atau sufor menyediakan nutrisi yang diperlukan bayi dan menyusu juga adalah hiburan bagi bayi.

Mommy bisa menyusui bayi di pagi hari (bisa jadi ketika bayi baru bangun), sebelum atau sesudah makan dan sebelum tidur. Eksperimen mungkin diperlukan untuk menemukan jadwal menyusui yang terbaik. Jika bayi mommy cenderung minum banyak, maka berilah ia makan terlebih dahulu kemudian lanjutkan dengan susu. Jika sebaliknya, maka susui dulu bayi, baru berikan ia makan.

Hingga umur 7-10 bulan, ASI/sufor memberikannya mayoritas kalori dibandingkan makanan. Jadi pada umur tersebut, waktu makan masih merupakan waktu baginya untuk mempelajari selera dan tekstur makanan.

Bahkan dari milis Mpasirumahan, pernah saya baca ada mommy yang sharing hasil konsultasinya ke DSA, bahwa bayi lebih baik full ASI/Sufor hingga 1 tahun. Memang kedengarannya mengerikan (membayangkan mahalnya sufor dan capeknya menyediapan ASI peras bagi bayi yang sudah semakin aktif dan notabene semakin sering lapar). Selain itu, diatas 6 bulan, ternyata ASI sudah tidak mencukupi kebutuhan bayi makanya disarankan untuk Mpasi pertama.

Mengenai kebutuhan ASI/sufor bagi bayi dibawah satu tahun, ASI dan sufor masih tetap yang utama. Berikan bayi menyusu sesuka mereka. Namun untuk bayi diatas 1 tahun, kebutuhan ASI dan sufor hanya 30% saja, 70% ditutupi oleh makanan padat. Mengurangi jumlah susu setelah 1 tahun juga penting untuk membentuk selera makan dan rasa lapar, sehingga bayi tidak mengalami gerakan tutup mulut alias GTM.


Mengenai kebutuhan ASI/sufor untuk bayi dibawah setahun, saya dapat juga nih datanya dari parents.com, namun sayangnya satuannya dalam ons, bukan liter. Jadi gimana ya cara konversinya ke liter? hehhe...
1. Sampai 9 bulan, 20 sampai 28 ons ASI/sufor setiap 3 sampai 4 jam.
2. 9 sampai 12 bulan, 16 sampai 24 ons ASI/sufor seiap  4 sampai 5 jam.

Monday, April 1, 2013

10:01 AM

Kapan Bayi Siap untuk Mpasi Pertamanya?

Berbicara mengenai Mpasi pertama pasti memberikan rasa yang tidak karuan bagi mommy. Antara tegang, senang dan harap-harap cemas. Ya iyalah, momen penting ini tentu saja tidak mau dilewatkan oleh ibu manapun. Bahkan saking inginnya melihat suapan pertama si baby, ada ibu yang rela memajukan atau memundurkan jadwal mpasi pertama bayinya ke hari libur. Weleh-weleh.

Nah, pertanyaan pertama untuk memulai edisi Panduan Mpasi Pertama bagi Bayi ini akan dimulai dengan artikel, kapan bayi siap untuk Mpasi pertamanya.

The American Academy of Pediatrics mengatakan Mpasi pertama bisa dimulai di umur antara 4 dan 6 bulan. Beberapa bayi siap makan mulai umur 3 bulan namun itu tidak disarankan karena semakin dini bayi diberikan makanan padat, maka bayi tersebut memiliki kecenderungan untuk memiliki alergi makanan di kemudian hari.

Beberapa lembaga lain seperti AAP Section on Breastfeeding, American College of Obstetricians and Gynecologists, American Academy of Family Physicians, Academy of Breastfeeding Medicine, World Health Organization, United Nations Children's Fund, dan banyak lembaga kesehatan lainnya menyarankan untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan dan kemudian memulai Mpasi pertama bagi bayi di usia 6 bulan (Mpasi 6 bulan)

Di Indonesia sendiri, Mpasi umumnya diberikan ketika bayi sudah berumur 6 bulan walaupun beberapa dokter anak ada yang menyarankan umur yang lebih muda, namun masih direntang 4 hingga 6 bulan.
Di usia 6 bulan, ASI atau susu formula sudah tidak mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil terutama dalam kebutuhan zat besi dan seng. Untuk itu, bayi perlu diberikan makanan padat untuk memastikan kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi sehingga berkembang menjadi anak yang sehat.

Selain factor umur, ada juga beberapa tanda atau gejala yang bisa dijadikan indikator bagi ibu bahwa bayinya sudah siap dengan makanan padatnya yang pertama. Tanda ini bisa dilihat dari gejala yang ditunjukan oleh si bayi. Apa saja, berikut tanda-tanda tubuh bahwa bayi siap makan:

  • - Bisa duduk tegak dan didukung dengan kontrol yang baik dari kepala dan leher.
  • - Memiliki rasa penasaran terhadap makanan terutama yang sedang dimakan orang lain
  • - Ingin meletakan segala sesuatu di dalam mulutnya (bagian ini tidak selalu berarti bahwa ia siap makan)
  • - Terus saja merasa lapar padahal sudah selesai menyusu sehingga bayi ingin terus menyusu dan menyusu
  • - Mampu menghisap sejumlah kecil makanan atau bubur dari sendok
  • - Bayi sudah kehilangan refleks mendorong di lidahnya (tongue-thrust reflex).  Refleks inilah yang memungkinkan bayi untuk minum dan menelan cairan dengan mudah di awal-awal kelahirannya. Jika refleks ini masih ada, bayi mungkin hanya minum dari puree cair atau mendorong makanan kembali. Refleks ini sebenarnya ada untungnya terutama di 4 bulan pertama karena bisa melindungi bayi terhadap bahaya tersedah. Ketika ada substansi yang tidak biasa ditempatkan di lidah, maka secara otomatis akan terdorong kembali ke luar mulut. Refleks ini menghilang secara bertahap di umur 4-6 bulan.
  • - Bayi sudah menunjukan kemampuan seperti berpaling dari botol atau payudara ibu. Kemampuan ini penting untuk menunjukan bahwa bayi sudah kenyang, sehingga bisa mengatur sendiri  jumlah makanan yang akan dimakan.
  • - Berat badannya sudah mencapai dua kali lipat dari berat lahirnya
  • - Sering terbangun di tengah malam ketika pola tidur siang malamnya telah terbentuk. Ini juga bisa menjadi indikator bahwa bayi sudah siap dengan makanan padat.

Tanda-tanda ini merupakan gejala umum dan tidak sama pada setiap anak. Sebenarnya memang masih banyak sekali pendapat berbeda tentang umur pemberian Mpasi pertama bagi bayi. Jika bayi lain siap di umur 4 bulan, mungkin bayi mommy tidak. Nah, tanda kesiapan bayi perlu dipertimbangkan. Namun serba salah juga mommy, sekalipun bayi sudah menunjukan tanda kesiapan diatas namun itu juga tidak berarti bahwa system pencernana bayi sudah siap. Jadi, langkah terbaik untuk mengambil keputusan adalah konsultasi dengan dokter spesialis anak.

Jika  dokter anak menegaskan bahwa bayi mommy sudah mulai siap makan di usia 4 bulan namun mommy merasa belum, mintalah dokter anak untuk menjelaskan manfaat dari memberikan makanan padat atau Mpasi dini.

Dan ingat, mommy tidak HARUS mulai memperkenalkan makanan pendamping hanya karena dokter telah menyarankannya, kecuali karena adanya beberapa kebutuhan medis.

Lalu bagaimana jika kerabat seperti nenek, kakek, bibi, paman atau bahkan ipar menyuruh mommy memberikan makanan padat sebelum umurnya dengan anggapan bahwa bayi ‘kelaparan’ atau menyusui saja sudah tidak cukup? Ini nih pasti masalah setiap orang tua baru hihihih… dari wholesomebabyfood menjelaskan bahwa:

Ingatlah bahwa "makanan riil" adalah ASI dan / atau susu formula dan ini mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan bayi untuk berkembang dengan baik. ASI pada khususnya, dan/ atau formula, akan cukup untuk mempertahankan kebutuhan gizi bayi Anda hingga berusia 1 tahun. Bahkan, memperkenalkan makanan padat terlalu dini bisa menggantikan nutrisi yang penting bagi bayi Anda yang seharusnya diterima dari ASI dan / atau formula.

Jadi yah, berbijaklah mengambil keputusan demi kesehatan baby dan juga ‘keakuran’ hubungan mommy sama keluarga. Hehehhe… rasanya pengalaman banget nih soal beginian, tidak hanya untuk Mpasi pertama namun juga Mpasi seterusnya. Lalu pengalaman mommy untuk mpasi pertama si kecil bagaimana?