Wednesday, March 20, 2013

12:40 PM

Apel untuk Mpasi Bayi

Ini dia buah kesukaannya si Cuta. Apel. Apel adalah salah satu buah yang paling sempurna untuk digunakan dalam resep makanan bayi. Kenapa? Tentu saja karena kandungan gizinya, rasanya dan juga mudahnya proses penyiapannya. Tinggal kuliti lalu potong. Selesai dah!

Namun ternyata manfaat apel lebih dari pada itu. Berbagai manfaat apel bisa kita peroleh, bukan hanya bayi namun juga mommynya. Okeh, kita mulai dengan kandungan gizi pada apel.

Kandungan Gizi Apel
Gizi merupakan hal yang wajib dalam setiap makanan bayi. Walaupun bukan merupakan salah satu bahan makanan sehat untuk bayi versi majalah Parent dan juga menjadi bahan makanan yang paling terkontaminasi pestisida versi EWG, namun berkat kandungan gizinya, apel menjadi primadona bagi bayi-bayi. Yap, itulah apel.

Berbicara mengenai apel, salah satu komponen gizi yang bahwa buah ini mengandung dua jenis serat, serat larut dan serat larut. Kedua jenis serat ini menjaga keteraturan usus sehingga membantu mencegah divertikulosis dan kanker usus besar.

Serat larut melayani fungsi yang sangat berguna di kemudian hari karena mencegah penumpukan kolesterol pada lapisan dinding pembuluh darah.

•    Serat larut menyediakan  fungsi yang sangat berguna di kemudian hari karena mencegah penumpukan kolesterol pada lapisan dinding pembuluh darah.
•    Serat tidak larut mengatur buang air besar dengan menyediakan massal dalam saluran usus. Massal ini mengikat air, yang keduanya membersihkan sistem pencernaan dan bergerak cepat makanan bersama.

Selain serat, manfaat gizi apel juga banyak. Berbagai kandungan vitamin dan mineralnya ternyata mampu memenuhi kebutuhan bayi.

Nutrisi dalam Apel (satu apel ukuran menengah)

VITAMIN:
Vitamin A - 73 IU
Vitamin C - 9 mg
Folat (penting selama kehamilan) - 4 mcg
Vitamin E - .66 IU   

 Mineral:
Kalium - 158 mg
Kalsium - 9,5 mg
Fosfor - 9,5 mg
Magnesium - 7 mg
Selenium - .4 mg
Juga mengandung sejumlah kecil zat besi, tembaga mangan, dan seng.

Manfaat Apel untuk Kesehatan
Kandungan gizi menunjukan manfaat yang bisa diperoleh. Studi manfaat kesehatan apel memang 'masih dalam tahap sangat awal. Penelitian sampai saat ini menunjukkan bahwa apel dan nutrisi apel mungkin memainkan peran dalam meningkatkan kesehatan manusia dalam beberapa cara.

Apel dapat membantu menjaga kesehatan yang baik dengan meningkatkan kesehatan jantung dengan menurunkan kolesterol LDL dan menghambat oksidasi LDL, dan mengurangi risiko beberapa jenis stroke, menjaga berat badan yang sehat, sebagai bagian dari diet rendah lemak, kaya serat, meningkatkan kesehatan paru-paru , dengan melawan efek dari kerusakan oksidatif, mempromosikan prostat, hati dan kesehatan usus besar, dengan menghambat pertumbuhan tumor kanker terkait, dan mempromosikan kesehatan tulang.

Selain itu apel juga membantu melindungi tubuh terhadap kanker tertentu, membantu mengendalikan kadar kolesterol, dapat mengurangi gejala asma dan mengurangi risiko diabetes. Selain itu apel juga bisa mencegah sembelit dan menjaga BAB bayi (meskipun harap dicatat ini berlaku untuk jus apel, saus apel sebenarnya dapat membuat sembelit semakin buruk karena mengandung pectin).


Untuk bayi, apel juga merupakan buah yang tepat. Beberapa alas an mengapa apel bagus untuk bayi adalah:
•    Apel dianggap salah satu makanan paling rendah resiko alergi
•    Apel mudah dicerna
•    Apel serbaguna dan memberi sentuhan yang bekerja dengan baik dalam resep manis
•    Buah ini bisa dipersiapkan dengan sangat cepat dan mudah
•    Tersedia sepanjang tahun di sebagian besar dunia
•    Bayi mencintai rasanya.

Apel bisa diberikan pada bayi dari umur yang sangat muda, sesuai petunjuk wholesomebabyfood.com, apel bisa diberikan mulai umur 4 bulan.

Mana yang terbaik untuk bayi, apel utuh atau jus apel?
Jus apel mengandung antioksidan pelindung kanker yang kurang dibanding apel utuh dan selain itu juga rendah serat makanan.

Untuk mendapatkan manfaat gizi yang maksimal dari apel utuh, lebih baik untuk mempersiapkan apel TANPA mengupasnya kalau memungkinkan (sekitar 2/3 dari serat dan anti-oksidan yang terkandung dalam kupasan yang terbuang).

Apel organik merupakan pilihan terbaik. Apel yang non-organik muncul di daftar Environmental Working Group tentang 'The Dirty Dozen' - buah-buahan dan sayuran yang paling sering terkontaminasi dengan pestisida. Untuk meminimalkan resiko pestisida tersebut, apel non organic harus dikupas, yang menghasilkan kerugian nutrisi yang signifikan.

Jika Anda memutuskan untuk memberikan bayi Anda jus apel, kemudian pilih jus yang lebih pekat dibandingkan yang bening/bersih karena kaya nutrisi.


Memilih dan menyiapkan apel untuk bayi Anda
Memilih apel tidak susah, carilah apel yang berwarna cerah dan hindari apel dengan kulit berkerut. Permukaan yang lembek juga merupakan ciri apel pernah berbenturan sehingga membuat daging buahnya berwarna merah. Pastikan permukaannya tanpa torehan atau memar.

Simpan apel dalam lemari es dan hanya potong ketika akan dimasak atau digunakan.

Cara memasak Mpasi dari apel bervariasi. Apel yang paling beraroma dan lezat ketika dipanggang. Apel juga bisa dikukus untuk mempertahankan sebagian besar nutrisinya. Kalau mau direbus, gunakan sedikit air untuk merebusnya. Apel mengandung banyak air dan akan nampak mendidih ketika dikukus atau direbus. Hal ini bagus karena tidak perlu menambahkan air kalau membuat saus apel untuk bayi.

Bagaimana Caranya Biar Potongan Apel tidak Berubah Warna Menjadi Coklat?

Ini memang hal yang lumrah untuk apel. Ketika mommy mengiris apel, dagingnya akan berubah warna menjadi coklat. Beberapa jenis apel berubah menjadi cokelat lebih cepat daripada yang lain. Yang paling cepat adalah Red Delicious sementara  apel Golden Delicious tetap putih lebih lama.

Apel berubah coklat, reaksi ini disebabkan oleh tereksposnya zat fenolik dalam daging apel pada oksigen di udara luar, sehingga mengkonversi zat ini menjadi melanin. Proses ini dapat menyebabkan kehilangan vitamin C .

Cara terbaik untuk mencegah apel menjadi cokelat ketika dipotong adalah dengan membatasi kontak dengan oksigen, bisa dengan merendamnya.

Mommy bisa merendam irisan apel dalam jus apel, jus nanas atau bahkan air biasa. Terkadang ada juga orang yang menggosok apel yang telah dipotong dengan jus lemon, atau menambahkan jus lemon ke air rendaman. Hal ini sangat efektif tetapi bisa mempengaruhi sedikit rasa apel yang menyebabkan beberapa bayi tidak menyukainya. Selain itu ada risiko kecil reaksi alergi terhadap jeruk pada bayi di bawah usia satu tahun.

Apel apa yang baik untuk makanan bayi
Ketika mempersiapkan apel untuk  resep makanan bayi, penting untuk menggunakan buah yang manis secara alami sehingga menghindari penambahan gula garam.

Lalu apel apa saja yang bagus itu? Ini beberapa apel favorit para mommy yang diambil dari www.homemade-baby-food-recipes.com.
•    Red Delicious
•    Golden Delicious
•    Braeburn
•    Honeycrisp
•    Gala
•    Empire
•    Roma
•    Fuji
Selain itu ada pula apel lokal yang enak sekali kalau dikukus seperti apel manalagi dan apel malang.
Apel juga menyatu sempurna dnegan sereal, sayur dan buah lainnya dna bahkan daging. Kalau saya sih seringnya menambahkan apel parut ke bubur gandum atau oat nya.

Apel Untuk finger food
Banyak yang memberikan apel mentah kepada bayinya sebagai finger food. Namun tidak semua bayi sanggup loh. Cuta saya sendiri hingga umur 13 bulan belum menerima sepenuhnya finger food apel mentah. Setipis apapun apel yang saya iris, kalau dimakan pasti akan membuatnya keselek dna muntah. Bayi yang belum punya gigi geraham kurang bisa mengunyah secara sempurna, jadi ya… potongan apel yang tertelat masih cukup besar.

Thursday, March 7, 2013

9:10 AM

Aturan 4 Day Wait Rule Ala Mpasi

Aturan menunggu 4 hari sudah jadi begitu popular bagi dunia per-Mpasian. Yap, aturan ini juga bisa menjadi salah satu pendukung dalam Panduan Memulai Mpasi Pertama Bayi. Aturan ini adalah semacam aturan untuk mencoba bahan makanan baru untuk anak secara bertahap dan perlahan dengan tujuan mengecek apakah anak menderita alergi setelah memakan satu jenis makanan. Aturan ini memang merupakan aturan yang sederhana yang mengecek kepekaan anak terhadap satu jenis makanan, bukan hanya untuk test alergi namun juga untuk mengetahui adakah akibat lain jika anak mengkonsumsi makanan tersebut seperti sembelit, sakit perut, gas, dan lainnya.

Aturan ini memang terlihat seperti memberikan anak makanan yang kurang variatif, karena hanya satu jenis makanan dalam 4 hari berturut-turut dan biasa bagi orang tua konservatif, cara ini dianggap membosankan. Namun, bagi keluarga yang punya riwayat alergi terhadap satu jenis makanan, aturan ini perlu loh.

Bagaimanakah Aturan 4 Dar Wait Rule tersebut?
Aturannya sederhana, yaitu dengan mengenalkan anak 1 jenis makanan baru selama 4 hari berturut-turut. Misalnya hari senin alpukat, maka teruskanlah pemberian alpukat ini selama 4 hari sampai kamis. Jumat baru makanan baru. Makanan baru yang diperkenalkan pada hari jumat juga harus diberikan terus setiap hari hingga hari senin minggu berikutnya. Kesannya memang tidak variatif yak?!


Aturan ini dimulai sejak pertama Mpasi dan berlaku untuk semua jenis makanan baru. Mix and match makanan sih tidak dianjurkan untuk awal Mpasi, namun untuk seterusnya bisa dilakukan asalkan sudah lulus aturan 4dr ini.

Penerapan Aturan 4DR
Lain teori lain juga penerapannya. Hahahha…. Banyak mommy yang meng-cut 4 hari tersebut menjadi 3 hari atau bahkan 2 hari. Alasannya beragam, namun kalau saya pribadi sih karena tidak sabar aja mengenalkan jenis makanan baru. Hasilnya ya, syukur memang tidak pernah menunjukan gejala alergi. Habisnya Cuta hampir setiap saat kena biang keringat, jadi tidak bisa dibedakan antara merah akibat alergi atau biang keringat. Yang penting dia tak terlihat terganggu atau menggaruk-garuk sih.


Seberapa Efektif aturan 4 DR itu?
Bagian ini yang seru. Dari wholesomebabyfood menyebutkan:
Berbagai studi menunjukan bahwa menunggu untuk memperkenalkan makanan dengan resiko alergi mungkin tidak memiliki dampak ataupun apakah anak bisa mengembangkan alergi makanan sehingga penggunaan aturan ini menjadi usang dan ketinggalan jaman. Sekarang malah ada banyak dokter anak yang menyarankan untuk memperkenalkan berbagai makanan baru pada bayi bahkan selama hari-hari awal pemberian Mpasi. Kondisi ini berawal dari pemikiran bahwa menawarkan lebih banyak jenis selera dan tekstur, sedini dan sesering mungkin akan membuat bayi bersemangat dalam menikmati rasa dari semua jenis makanan.
Dari sana bisa disimpulkan bahwa aturan menunggu 4 hari ini mulai diabaikan. Jenjang pemberian makanan juga mulai dihapuskan. Maksudnya kan selama ini momy-mommy sering diberikan semacam bagan mengenai jenis makanan apa saja yang bisa diberikan kepada bayi sesuai umurnya. Nah, saya sih belum pernah baca penelitiannya, namun kalau tidak salah ada mommy di milis yang menyebutkan sebuah studi baru untuk memberikan banyak dan segala jenis makanan pada bayi mulai dari awal Mpasi. istilahnya seperti yang saya quote diatas.

Mommy yang baru mau mulai Mpasi pasti bingung. So harus bagaimana? Jangan bingung. Dari jaman dulu, bayi sudah terbiasa diberikan berbagai jenis makanan dari awal Mpasi. Walaupun ortu-ortu jaman dulu tidak memakai metode, namun toh  Mpasi mereka ke kita sukses kan. Mereka tidak mengenal yang namanya bagan makanan, aturan 4dr ataupun yang lainnya, apa yang ada di dapur, itu yang mereka berikan pada bayi. Jadi istilahnya main tabrak aja.

Saya sih tidak menganjurkan untuk tidak menggunakan aturan 4dr ini. Mommy bisa saja memberikan makanan yang variatif bahkan di awal-awal Mpasi. Aturan 4 hari, bisa ditabrak jadi 2 atau 3 hari. Namun mommy harus ekstra hati-hati dengan makanan yang sudah terbukti beresiko alergi tinggi. Beberapa bahan makanan dengan resiko alergi tinggi menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah susu sapi/kambing, telur, kacang-kacangan, ikan laut, kedelai serta gandum. Sementara makanan yang relatif jarang menimbulkan alergi diantaranya daging ayam, daging babi, daging sapi, kentang, coklat, jagung (nasi), jeruk serta bahan bahan aditif makanan. Reaksi terhadap buah buahan seperti jeruk, tomat, apel relatif sering dilaporkan, tetapi sebagian besar melalui timbul pada usia 15 bulan, dengan gejala yang berlangsung agak lama. Gejala alergi terhadap buah buahan ini umumnya berupa gatal gatal di mulut. Jeruk sering dapat menyebabkan gatal serta kemerahan pada kulit bayi.Bahan aditif makanan disini meliputi bumbu-bumbu, baik alami ataupun non alami. Yang alami itu tentu saja diantaranya duo bawang, sere, daun salam, jahe, lengkuas dan lainnya.

Nah, berdasarkan informasi diatas, mulai deh kita menganalisis kira-kira bahan makanan apa yang membutuhkan perhatian ekstra. Bukan ngajarin yang enggak benar sih. Misalnya alpukat, alpukat merupakan makanan dengan resiko alergi rendah. Belum pernah saya mendengar ada bayi yang alergi dengan alpukat, begitu pula makanan lain seperti bayam yang katanya tinggi kandungan nitratnya. Memangnya bayi makan bayam seikat apa? Tidak kan, paling hanya satu dua lembar (Itu kata Ipar saya!). Nah, untuk produk makanan seperti ini boleh deh ditabrak-tabrak, artinya tidak kaku dalam menerapkan aturan menunggu 4 hari tersebut.

Nah, cerdas dalam menyikapi sebuah metode sangat diperlukan, terutama jika mommy tinggal sama mertua yang seringan sih masih menganut paham konservatif. Mau berantem sama mertua hanya gara-gara bayam? Menjadi mommy yang sempurna itu susah, bahkan mustahil. Menerapkan teori juga tidak bisa seratus persen, mengingat bayi itu kan tidak seperti angka yang stabil. Jadi sebaiknya jangan diambil pusing, cobalah untuk sefleksible mungkin termasuk dalam penerapan aturan 4dr ini.

Tulisan saya ini bukan referensi untuk menentang aturan menunggu 4 hari, namun hanya semacam pemikiran yang berdasarkan dari website besar lain. Keputusan tetap di tangan mommy, kan yang punya anak itu mommy. Hihihihihi