Thursday, February 28, 2013

9:00 AM

Daftar Bahan Makanan yang Terkontaminasi Pestisida

Apakah makanan impor jauh lebih baik dibandingkan makanan lokal?

Hati-hati bagi mommy yang senang memberikan makanan impor buat babynya. Walaupun mungkin bahaya tidak hanya ada pada makanan impor, namun makanan yang datangnya dari luar negeri sono mengandung berbagai bahan kimiawi seperti pengawet, penguat rasa atau pestisida yang besar dan berbahaya. Saya sih tidak memungkiri kalau terkadang juga suka membelikan Cuta bahan makanan impor, maklum, pengaruh bacaan. Mommy pasti sudah tahu kalau apel yang datang dari luar negeri sono itu seringkali dilapisi lilin pada kulitnya, contohnya apel merah.

Nah, ternyata apel tidak hanya rawan dengan pengawet lilinnya yang berbahaya. Berdasarkan website Environmental Working Group atau yang lebih sering disebut dengan EWG, apel merupakan salah satu dari bahan makanan sehat yang terkontaminasi dengan pestisida.

EWG sendiri merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang penelitian mengenai kesehatan lingkungan dan juga advokasi. Organisasi ini memberikan pengawasan lingkungan bagi masyarakat Amerika sehingga mereka bisa membuat pilihan yang sehat dan lingkungan yang bersih.

Pada EWG shopper guide 2012, mereka memaparkan daftar makanan yang terkontaminasi dengan pestisida, 14 paling tinggi  dan 15 lainnya yang rendah dalam kontaminasi pestisida. Dan dari daftar tersebut, apel merupakan makanan yang memiliki kandungan residu pestisida terbesar.


Sebagai panduan buat mommy nih, berikut saya sharing 14 daftar makanan yang terkontaminasi pestisida dengan urutan pertama mengandung residu pestisida tertinggi.
  1. Apel
  2. Seledri
  3. Paprika Manis
  4. Persik/Peaches
  5. Stroberi
  6. Nektarin
  7. Anggur
  8. Bayam
  9. Selada
  10. Timun
  11. Blueberi
  12. Kentang
  13. kacang buncis
  14. Kale

Sementara bahan makanan dengan kandungan residu pestisida rendah diantaranya:
  1. Bawang
  2. Jagung Manis
  3. Nanas
  4. Alpukat
  5. Kubis/kol
  6. Kacang polong manis
  7. Asparagus
  8. Mangga
  9. Terong
  10. Kiwi
  11. Belewar/Cantaloupe
  12. Ubi jalar
  13. Jeruk Bali
  14. Semangka
  15. Jamur

Daftar ini memang berlaku bagi buah dan sayur yang ada di Amerika Serikat, tapi bukankah beberapa jenis bahan impor yang masuk ke Indonesia juga berasal dari negara itu?

Namun dengan adanya daftar diatas, bukan berarti kita harus menghindari buah dan sayur itu sama sekali. Disinilah bijaknya kita dalam memilih, jika memang budget memungkinkan membeli yang organic, itu lebih baik. Namun kalau tidak, ya harus diolah dengan sempurna. Untuk buah, bisa dengan dicuci lalu dikupas kulitnya. Kalau sayur, pencuciannya harus dilakukan sedemikian rupa dengan menggunakan sabun khusus sayur dan buah.

Omong-omong soal apel ya, Mommy, saya pribadi lebih suka beli apel lokal. Apel manalagi yang manis atau apel malang yang agak asem. Disamping juga pengawet luarnya lebih diminimalisir karena tidak perlu shipping jauh kek buah impor, harganya juga jauhhhhhh lebih murah. Bicara soal gizi, hehehe… tidak kalah sih.

Tuesday, February 26, 2013

10:36 AM

Alpukat untuk Mpasi Bayi

Alpukat merupakan makanan bayi pertama yang kaya dengan omega 3 dan memiliki rasa yang ringan serta tekstur lembut. Maka itu tidak heran kalau alpukat menjadi pilihan Mpasi pertama bagi bayi. Selain itu, kandungan yang ada pada alpukat juga sangat bagus bagi bayi. Bayi memerlukan karbohidrat, lemak dan protein untuk pertumbuhan mereka, dan alpukat memberikan semuanya di awal-awal makanan padatnya.

Kandungan Gizi pada Alpukat
Untuk wanita dewasa, alpukat bisa jadi dihindari karena kandungan lemaknya. Namun untuk bayi, lemak masih sangat dibutuhkan. Alpukat mengandung berbagai nutrisi penting. Alpukat bebas sodium dan kolesterol. Seporsi alpukat bisa memenuhi kebutuhan 81 mikrogram lutein karotenoid dan 19 mikrogram beta karoten. Selain itu, ada juga sekitar 3.5 gram lemak tidak jenuh yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat serta otak bayi. Kandungan lemak yang tinggi masih bagus untuk bayi. Sebutir alpukat ukuran sedang mengandung sekitar 322 kalori dan 30 gram lemak. Jadi jika bayi mommy kekurangan berat badan, alpukat adalah makanan kalori tinggi yang tepat untuk menaikan berat badan bayi.

Untuk lebih jelasnya, berikut kandungan gizi pada alpukat:



Nutrisi dalam Alpukat
VITAMIN: (satu cangkir bubur)
Vitamin A - 338 IU
Vitamin C - 20,2 mg
Vitamin B1 (tiamin) - .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .3 mg
Niasin - 3,9 mg
Folat - 205 mg
Pantothenic Acid - 3,3 mg
Vitamin B6 - .6 mg
Mengandung beberapa vitamin lainnya dalam jumlah kecil.  

MINERAL:
Kalium - 1166 mg
Fosfor - 124 mg
Magnesium - 67 mg
Kalsium - 30 mg
Sodium - 18 mg
Besi - 1,4 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, tembaga mangan, dan seng.

Memilih Alpukat untuk Mpasi Bayi
di supermarket atau pasar terdapat banyak jenis alpukat. Namun jenis alpukat apa yang bagus untuk makanan bayi? Kalau dari milis banyak yang merekomendasikan alpukat mentega. Daging buahnya tebal dan bercita rasa manis. Namun tentunya kondisi buah ketika dipetik juga mempengaruhi. Kadang walau jenisnya alpukat mentega, namun jika dipetik sebelum matang akan mengakibatkan daging buahnya hambar tanpa rasa.

Warna bukanlah indikator penentu kematangan buah alpukat. Warna bisa bervariasi dari hijau ke ungu gelap. Pilihlah yang kulitnya mulus, jangan yang memiliki bercak karena biasa yang kulitnya ada bercaknya seratnya banyak. Untuk mengetahui alpukat itu matang atau tidak, tinggal dikocok, kalau berbunyi berarti alpukat sudah tua dan akan cepat matang. Tips memilih alpukat yang bagus bisa mommy lihat di websitenya Mpasi Rumahan. Diwebsite itu juga ada tips mematangkan alpukat, plus satu cara baru dari mommy yaitu dengan meletakannya di dekat pisang.

Pertanyaan lain yang sering diajukan seputar alpukat sih bagaimana cara agar alpukat yang sudah dibelah tidak berwarna kecokelatan. Alpukat dengan ukuran besar pasti tidak habis dimakan oleh bayi. Seringkali mommy harus menyimpan sisa alpukat, karena kalau dibuang sayang sekali.

Dari milis, saya ada baca beberapa tips agar alpukat tidak berubah cokelat setelah dibelah:
1.    Belahan alpukat itu di lumuri dengan air jeruk nipis.
2.    Sisa alpukat disimpan di plastic kedap udara lengkap dengan bijinya, sehingga tidak bersentuhan dengan udara.
3.    yang ini cara saya sendiri, saya potong alpukat sesuai dengan kebutuhan. Alpukat tidak saya belah dua, melainkan dipotong sesuai kebutuhan. Jadi bijinya tidak keluar dan daging buah dalamnya masih tetap bersentuhan dengan biji, bukan udara terbuka. Setelah itu, sisa saya masukin plastic kiloan dan masuk kulkas.

Plus satu lagi, jangan pernah menaruh alpukat yang belum matang di kulkas, bisa jadi es dan tidak matang-matang nanti. 


Membuat Puree Alpukat
Membuat puree alpukat sangatlah gampang. Mommy tidak perlu blender atau peralatan lain, cukup dengan sendok saja. Alpukat tidak perlu dimasak, setelah dikerok, mommy bisa menghaluskan alpukat dengan punggung sendok, lalu dicampur ASI atau Sufor untuk mengencerkan bagi bayi yang baru belajar makan. Tinggal suap deh.

Membuat puree alpukat ini sangat mudah dan simple, jadi tidak butuh waktu lama. Puree alpukat fresh tentu lebih enak dibandingkan yang sudah dibekukan. Jadi jangan menyimpan puree alpukat dalam jangka waktu lama, karena bisa menjadi kecokelatan.

Friday, February 22, 2013

10:48 AM

Tips Memasak Makanan Bayi Rumahan

Banyak mommy expert mengatakan bahwa memasak makanan untuk bayi itu gampang. Tapi enggak ding untuk orang seperti saya. Saya harus berkali-kali cari resep hanya untuk memasak sup, selalu ngoprek milis untuk cari resep baru tiap si Cuta bertambah umurnya. Pokoknya, memasak Mpasi itu pengalaman baru buat saya dan juga sedikit bangga karena tidak pakai makanan instant.

Bagi ibu pemula, memasak Mpasi memang membingungkan. Makanya, pas browsing-browsing di internet, saya sengaja mencari artikel-artikel Mpasi. Selain memang untuk diri sendiri, saya juga ingin sharing di blog ini, yah biar blognya ga jadi sarang laba-laba gitu.

Ini saya temukan lagi beberapa tips memasak Mpasi rumahan, beberapa memang sudah kita kenal umum (terutama yang ikut milis Mpasi Rumahan). Tips memasak makanan bayi rumahan ini saya dapat dari babyzone.com. Tips ini diberikan agar mommy bisa memastikan makanan tersebut aman dan juga mengoptimalkan gizi yang terkandung di dalamnya.

Memasak untuk Melembutkan
Saat bayi sudah siap dengan makanan padat, semua sayur dan buah kecuali pepaya dan alpukat harus dimasak terlebih dahulu untuk melembutkan  teksturnya sebelum dihaluskan.

Buat Sesederhana Mungkin
Jangan tambahkan gula, garam atau rempah-rempah ke dalam makanan bayi. Baking soda juga tidak dianjurkan karena bisa menurunkan kandungan vitamin dan mineral makanan.

Bagian ini sesuai banget dengan prinsip dasar milis Mpasi Rumahan. Batas umur yang biasa ditetapkan sih hingga setahun, setelah itu bisa ditambahkan bumbu secukupnya.

Hindari Peralatan Masak dari Aluminium
Jangan memasak makanan yang mengandung asam seperti tomat di dalam peralatan aluminium. Penyebabnya adalah kandungan aluminium tersebut bisa diserap oleh makanan.

Memasak dengan Tembaga? Pertimbangkan Kembali!
Jangan memasak makanan bayi dalam pot tembaga. Memasak dalam pot tembaga dapat mengurangi  kandungan vitamin C dalam makanan.

Manfaatkan Ice Trays
Bekukan makanan bayi yang sudah dimasak di ice trays dan kemudian simpan cube-cube tersebut dalam kantong kedap udara di dalam freeer.  Makanan dalam cube tersebut akan siap per porsi si bayi  kapanpun mommy membutuhkannya.

Buang sisa makanan.
Jangan menyimpan bagian makanan yang tidak habis dimakan di lemari es-bisa dimakan anggota keluarga lain atau buanglah ke tempat sampah. Air liur dari mulut bayi dapat menyebabkan bakteri tumbuh dalam porsi yang tidak termakan itu.

Hindari Madu.
Jangan pernah memberikan madu untuk anak di bawah usia 12 bulan. Beberapa dokter anak bahkan merekomendasikan menunggu sampai anak lebih dari 18 bulan.

Waspada terhadap alergi.
Hati-hati dengan makanan alergen umum seperti selai kacang, jus jeruk, telur, jagung, dan gandum. Jika keluarga mommy memiliki sejarah alergi makanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak tentang makanan padat apa yang harus dihindari dan untuk jangka waktu berapa lama.

Hindari memanaskan Makanan dalam Microwave.

Cobalah untuk menghindari microwave dalam makanan untuk bayi. Bahkan jika diaduk secara menyeluruh, beberapa bagian mungkin tetap panas dan bisa membuat mulut bayi terbakar. Memanaskan makanan sebaiknya di oven atau dikompor.

Sajikan Makanan hanya dalam mangkuk.
Jangan pernah menaruh makanan bayi, sereal bayi, atau makanan padat lainnya ke dalam botol untuk bayi. Selain bisa menyebabkan tersedak dan hal ini juga tidak baik untuk giginya.

Selalu dibawah Pengawasan Orang Dewasa
Jangan pernah meninggalkan bayi dengan makanan. Tetap temani bayi selama waktu makan, dan jadi mommy tahu bagaimana menangani tersedak bayi.

Tuesday, February 19, 2013

9:51 AM

Jamu untuk Mengobati Batuk pada Balita

Mau sedikit sharing nih mommy. Seminggu belakangan, Cuta sedang batuk karena ketularan kakeknya. Selain itu, faktor cuaca juga mempengaruhi, karena di puncak musim hujan ini, cuaca di denpasar sangat tidak menentu. Kadang dingin, kadang panas. Malamnya dingin, siangnya luar biasa panas. Tidak heran sih, apalagi Cuta sedang belajar jalan jadi agak susah dikontrol kalau mau main, senangnya main ke depan rumah padahal debu dan polusi. Karena itu, dia menderita batuk dan pilek plus demam mencapai 39 derajat celcius.

Batuknya lumayan parah. Cuta tipe anak yang kalau batuk, pasti muntah. Jadi setelah minum susu atau makan, jika batuk maka semua yang ia minum dan makan akan keluar lagi. Karena kasian, maunya saya kasih obat. Cuman saya tidak stock obat batuk, hanya stock parasetamol. Berhubung dia mulai batuk di pagi hari dan dokter anaknya hanya buka di sore hari, home treatment yang ini tidak bisa dilaksanakan karena Cuta anak yang susah disuruh diam, jadi mana dia mau cium-cium uap air gitu, maka keluarlah resep andalan neneknya untuk membantu melancarkan tenggorokannya.

Resep mengobati batuk balita ini berupa resep jamu sederhana yang berbahan dasar kunyit putih. Jamunya juga tidak menggunakan takaran. Kunyit putih dicuci bersih terlebih dahulu, lalu dipotong tipis-tipis. Setelah itu direbus hingga air rebusan berwarna kecoklatan. Rasanya agak pahit, jadi untuk penawarnya, berikan pada balita dalam kondisi hangat ditambahkan madu. Penambahan madu juga berguna untuk memberikan nutrisi yang kurang pada saat anak batuk.

Entah kenapa yang digunakan itu kunyit putih. Saya sih pernah baca, untuk mengobati batuk, bisa digunakan obat herbal berupa kunyit, madu, jeruk nipis dan jeruk lemon. Jeruk nipis tentu agak sedikit mengerikan mengingat tingkat asamnya yang tinggi, karena itu kunyit dan madu merupakan obat herbal untuk batuk yang tepat. Tentang bolehkah anak dibawah 1 tahun minum jamu kunyit, saya belum tahu jelas. Lebih baik dikonsultasikan ke dokter untuk amannya (walau Cuta pernah dikasi kunyit tanpa sepengetahuan saya sama neneknya waktu umurnya kurang dari 1 tahun, hikss). Dari websitenya Frisian Flag, ada sih artikel yang menyebut tentang pemberian kunyit pada bayi. Bunyinya seperti ini:

Jika Anda sedang menyusui, oleskan sejumput bubuk kunyit pada payudara sebelum menyusui. Jika Anda menggunakan botol, campurkan sejumput bubuk kunyit dalam susu. Berikan dua kali sehari pada bayi.

Satu hari, jamu ini diberikan satu hinga tiga kali. Kunyit mengantung antioksidan dan antibiotik alami sehingga efektif mengobati batuk yang disebabkan oleh bakteri.

Karena obat herbal, tentu saja manfaatnya tidak bisa diperoleh dalam jangka satu hari konsumsi. Untuk orang dewasa seperti kita tentu bisa menahan rasa gatal di tenggorokan, namun balita mana bisa?! Berhubung juga panasnya naik turun, maka sorenya saya ajak ke dokter spesialis anak. Oleh dokter, saya dikasi obat. Sering sih saya baca kalau sakit tidak harus minum obat, apalagi batuk dan pilek. Kebanyakan obat buat balita tentu tidak bagus bagi ginjal dan juga tubuhnya, namun sebagai ibu apakah tahan mendengar anak batuk-batuk, muntah lalu menangis dalam jangka waktu yang lama?

Saya tidak. Makanya saya ke dokter. Saya relakan Cuta dikasi obat dan antibiotik. Mengenai pemberian antibiotik ini, saya memang ragu. Namun saya langganan radang tenggorokan, jadi tahu bagaimana rasanya jika tenggorokan terkena radang. Saya relakan Cuta mengkonsumsi antibiotik untuk ketiga kalinya.

Dari dokter saya mendapatkan informasi yang sangat berharga. Mommy tidak perlu stock obat batuk ternyata di rumah. Alasannya batuk berupakan gejala penyakit yang timbul akibat infeksi atau penyakit lainnya sehingga kalau anak batuk, lebih baik anak diajak ke dokter untuk tahu apa penyebab batuknya. Pemberian obat batuk yang tidak tepat bisa berakibat kelebihan dosis obat namun batuk tidak berhenti. Jangan membeli obat batuk sembarangan, apalagi terpengaruh iklan. Karena itu tadi, batuk harus diketahui dahulu apa penyebabnya.

Alasan kedua, batuk bukanlah penyakit yang bisa membunuh dalam satu hari. Berbeda dengan panas atau demam yang jika tidak diobati segera maka bisa menimbulkan kejang dan kematian. Membiarkan anak batuk menunggu hingga sore bukanlah hal yang membahayakan. Jadi daripada stock obat batuk, lebih baik Mommy stock parasetamol dan kunyit serta madu.

Berbicara tentang DSA, DSA saya kali ini patut diacungi jempol. Sudah hampir setahun saya ganti-ganti DSA terus untuk mencari Dokter anak yang bagus di Denpasar. Ga banyak yang yang dicoba, paling hanya 5 DSA, DSA terakhir direkomendasikan oleh SPOG yang dulu. Dan ternyata, saya dan suami merasa cocok dengan DSA yang ini. Penjelasan mengapa beliau memberikan pengobatan masuk akal, selain juga ramah dan komunikatif. Hanya saja, ramenya itu loh. Harus antri agak lama. Bagi mommy yang butuh, japri aja ya. hehehhehe....

Sekarang, batuknya Cuta sudah membaik. Panas juga sudah turun dan tidak naik-naik lagi. Keringatnya sudah masam lagi (bagi saya tanda bahwa kondisinya sudah membaik). Hanya saja dia sedang susah makan, GTM lagi. Duh, walau kemarin udah hampir 3 bulan berperang dengan GTM, sekarang menghadapi GTM jadi repot juga. Aduh....

Monday, February 18, 2013

12:36 PM

4 Cara Memasak Makanan (Mpasi) Bayi

Memasak makanan bayi bisa dilakukan dengan beberapa cara atau metode. Selama ini, jika mommy membaca resep masakan bayi, pasti ada yang menyarankan mengukus atau merebus. Nah, apa sih kelebihan metode memasak diatas, atau metode memasak apa saja yang ada dan apa saja kelebihan dan kekurangannya? Nah, ini saya ambilkan dari artikel di beberapa media seperti http://www.babyzone.com dan wholesomebabyfood.


Metode Merebus
Merebus bisa menjadi cara yang baik untuk memasak sejumlah besar makanan dan daging yang direbus ternyata menghasilkan tekstur yang sangat lembut. Untuk merebus, mommy hanya membutuhkan peralatan yang sangat sederhana yaitu panci dan air.

Kelemahannya, metode merebus ini menyebabkan hilangnya nutrisi (seperti vitamin larut air (B & C) dan mineral). Kelemahan ini sedikitnya bisa dibatasi dengan menggunakan air secukupnya saja atau membatasi waktu merebus.

Heather Schoenrock, presiden Harvest Jack, sebuah perusahaan makanan bayi organik beku, mengatakan ternyata mommy dapat menggunakan air rebusan yang berisi beberapa nutrisi dari produk yang direbus itu untuk memproses makanan lebih lanjut.


Mengukus
Ruth Frechman, seorang ahli diet terdaftar dan juru bicara American Dietetic Association, adalah penggemar metode mengukus dan menganggap sebagai cara untuk mempertahankan rasa dan sebagian besar gizi makanan. Mengukus merupakan memasak makanan di atas air mendidih sehingga makanan tidak benar-benar menyentuh air.

Mengukus sebagai metode memasak makanan membantu mempertahankan tingkat vitamin larut air dalam makanan. Vitamin C adalah vitamin larut air yang penting untuk membantu membantu dalam penyerapan zat besi. Hanya saja, pengalaman saya selama mengukus ini ternyata menghasilkan kualitas warna dan penampilan makanan yang kalah cantik dibandingkan merebus. Tapi apa iya bayi kita hanya makan warna? hihihihi....

Microwave
Microwave bisa dianggap sebagai bentuk lain dari mengukus dan sangat baik untuk memasak dalam jumlah kecil dengan cepat. (Perhatikan bahwa kentang harus ditusuk dan sayuran harus diletakkan dalam piring microwave dengan sedikit air.)

Sementara memasak makanan di steamer mungkin tampak seperti pilihan yang nyaman, laporan terbaru tentang microwave dan plastik bisa membuat orang tua skeptis. "Kantong mungkin aman, tapi saya akan merekomendasikan menggunakan wadah kaca untuk menghindari kemungkinan residu plastik masuk ke makanan," kata Frechman.

Kelemahan memasak dengan microwave diantaranya hanya bisa memasak dalam jumlah kecil, beberapa makanan mungkin kehilangan nutrisi pada tingkat yang sangat tinggi. Namun memasak dengan microwave bisa memberikan nilai rasa dan gizi sayuran yang paling baik dibandingkan metode lain.

Jumlah nutrisi yang "hancur" oleh microwave bervariasi tergantung dari jenis makanan yang dimasak. Ada beberapa makanan yang nutrisinya bisa dipertahankan dengan  microwave dibandingkan dikukus atau direbus. Contohnya adalah brokoli. Brokoli konon merupakan salah satu makanan yang bisa kehilangan sebagian besar nutrisi ketika dimasak dengan microwave dibandingkan dengan sayuran lain. Namun hal ini masih dipertanyakan karena belum berhasilnya studi.

Metode Memanggang dalam Oven
Metode ini bisa berupa memasak makanan dengan panas kering di dalam oven. Keuntungannya, metode ini bisa digunakan untuk memasak makanan dalam jumlah besar. Selain itu, kehilangan nutrisi selama memasak juga bisa dibatasi dan makanan yang dipanggang juga lebih mudah dicerna.
Beberapa sayuran yang cocok untuk dipanggang terutama yang keras dan makanan bertepung seperti kentang manis.

Metode Menggoreng
Hanya lakukan hal ini jika diperlukan. Shallow frying jauh lebih baik daripada deep frying. Deep frying pada suhu tinggi bisa menghasilkan zat kimia beracun seperti peroksida, aldehida, keton, hydroperoxidases, monomeres siklik dll Sebaiknya hindari menggunakan minyak goreng yang sudah digunakan. Menggoreng dengan sejumlah kecil minyak zaitun lebih direkomendasikan.

Metode Memanggang
Dalam metode ini, jika makanan yang dibakar dengan arang dan api, dapat menyebabkan efek karsinogenik. Bayi dan anak kecil tidak boleh disajikan makanan dengan metode panggang terus-menerus.

Metode Pressure Cooking
Kehilangan gizi lebih sedikit dalam metode ini karena hanya menggunakan sedikit air.


Nah, dari beberapa metode tersebut, Mommy bisa memilih metode mana yang paling bagus dan aman. Kalau saya sih lebih sering menggunakan metode mengukus walau kadang tidak terhindarkan memasak dengan rebusan juga.

Wednesday, February 13, 2013

1:04 PM

Bahan Makanan Sehat untuk Mpasi Bayi

Bayi tidak bisa makan banyak karena perut mereka yang masih kecil. Namun nutrisi yang mereka butuhkan jauh lebih besar dari kita (kayak iklan susu aja ya hihihiih). Tetapi memang benar loh, perut kecil mereka hanya bisa menampung sedikit makanan, namun karena kebutuhan nutrisinya besar, makanya kita harus memastikan bahwa makanan yang sedikit itu harus mengandung banyak nutrisi yang mereka butuhkan.

Diambil dari majalah Parent, ini ada loh panduan bagi mommy untuk mempersiapkan daftar makanan sehat apa saja yang bagus untuk Mpasi bayi. Mau tahu apa-apa saja yang ada dalam daftar tersebut?Ini dia berbagai bahan makanan sehat terbaik untuk bayi. Tenang, mommy! Banyak diantaranya sudah kita kenal kok.

Pisang
Bahan makanan yang sudah sangat umum. Bahkan para orang tua kita dulu (lebih jauh ke orang tua jaman dulu) sudah mengenal pisang dan menjadikan pisang sebagai makanan pendamping ASI yang pertama. Pisang penuh karbohidrat yang menyediakan energi  serta serat untuk mendukung sistem pencernaan yang sehat. Pisang juga bisa disebut dengan makanan bayi portable yang sempurna, karena pisang hadir dengan kemasan sendiri dan sangat mudah untuk dikupas sehingga dijamin higienis dan bersih.

Saat menyajikan pisang, pastikan buahnya sudah benar matang dan lembut. Bayi yang lebih tua juga bisa makan pisang sebagai finger food namun tetap harus sudah dalam keadaan matang sehingga mudah dikunyah.

Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan sumber potasium yang baik, vitamin C, serat, dan sumber beta karoten yang sangat baik. Beta karoten adalah antioksidan yang membantu mencegah beberapa jenis kanker dan radikal bebas. Kebanyakan bayi lebih menyukai ubi jalar dibandingkan sayuran lain karena rasa alaminya yang manis. Ketika dimasak dan matang, ubi jalar bisa dijadikan puree yang mudah dimakan, bahkan untuk bayi yang baru mulai transisi ke makanan padat. Ubi jalar bisa dijadikan puree, baca resepnya di cara membuat puree ubi jalar.

Alpukat
Di luar negeri sana, alpukat kadang-kadang dianggap sebagai sayuran, tetapi sebenarnya adalah buah. Buah ini mengandung lebih banyak nutrisi daripada makanan lain dalam kelompok kerabatnya. Alpukat memiliki kandungan protein tertinggi dibandingkan buah apapun dan kaya lemak tak jenuh tunggal - jenis lemak yang "baik" untuk membantu mencegah penyakit jantung.

Pastikan hanya menyajikan alpukat matang. Karena tinggi lemak, alpukat bisa membuat bayi merasa kenyang lebih cepat, jadi sebaiknya berikan dalam porsi yang sedikit disamping makanan lain seperti daging atau ayam.

Telur
Telur dikemas dengan seribu kebaikan. Putih telur penuh dengan protein dan kuning telur memberikan tambahan seng, vitamin A, D, E, dan B12. Kuning telur juga memiliki kolin, dimana penelitian menunjukkan bahwa zat ini sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan otak. Secara tradisional, dokter anak telah menyarankan orang tua untuk tidak memberikan telur - terutama putih telur - sampai umur 9 -10 bulan pertama karena potensi reaksi alerginya yang besar. Tapi belakangan saran tersebut berubah, dan beberapa ahli percaya bahwa telur hanya harus ditunda bagi bayi yang keluarganya memiliki riwayat alergi. Baca artikel mengenalkan kuning telur ke Mpasi bayi.

Wortel
Wortel memiliki sejumlah besar antioksidan beta-karoten, suatu zat yang memberikan warna oranye pada daging sekaligus kulitnya. Beta-karoten akan dikonversi menjadi vitamin A dalam tubuh dan berperan dalam pertumbuhan dan kesehatan mata.

Memasak wortel membawa bisa mengeluarkan rasa manis alaminya dan membuat bahan makanan ini sangat menarik bagi bayi yang suka rasa manis. Untuk membuat puree wortel, mommy bisa langsung ke link cara membuat puree wortel.

Yogurt
Yogurt memberikan bayi berbagai zat seperti kalsium, protein, dan fosfor, yang penting untuk kesehatan dan kekuatan tulang dan gigi. Yogurt juga memiliki probiotik, tipe bakteri baik yang membantu pencernaan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Bayi memerlukan lemak dalam makanan mereka, sehingga pilihlah varietas whole-milk yogurt dibandingkan varietas lain seperti yogurt rendah lemak atau bebas lemak. Hindari dahulu yogurt dengan rasa yang tinggi gula. Jika ingin menambahkan rasa, mommy bisa aduk dalam pure buah kecil. Bayi kurang dari satu tahun mungkin memiliki reaksi terhadap protein susu yoghurt, sehingga konsultasi dengan dokter sangat diperlukan.

Sereal Bayi
Diperkaya zat besi, sereal bayi memberikan bayi Anda zat besi yang dia butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan . Bayi dilahirkan dengan pasokan zat besi yang cukup namun mulai kekurangan di umur sekitar 5-6 bulan. ASI tidak cukup mengandung zat besi, sehingga makanan kaya zat besi sangatlah penting.

Ketikaa bayi sudah mulai Mpasi, maka direkomendasikan sereal beras yang diperkaya zat besi sebagai makanan pertama untuk bayi. Beras merupakan biji-bijian dengan resiko alergi yang lebih kecil dibandingkan biji lain seperti gandum.

Keju
Keju merupakan sumber protein yang baik dan kalsium untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Keju juga mengandung riboflavin (vitamin B2) dalam dosis yang sehat, yang membantu mengubah protein, lemak, dan karbohidrat menjadi energi. Keju Swiss khususnya memiliki rasa sedikit manis yang menarik bagi bayi. Karena keju bisa menyebabkan bayi tersedak, sebaiknya mommy memotong bahan makanan ini menjadi potongan dadu kecil. Bagi bayi yang lebih tua, bisa juga kok diberikan sebagai finger food.

Ayam
Ayam dikemas dengan protein dan merupakan sumber vitamin B6, yang digunakan untuk membantu badan untuk mengesktrak energi dari makanan. Sangat penting bagi  bayi agar mulai teratur mengonsumsi makanan yang mengandung protein dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan yang cepat. Jika bayi Anda tidak suka rasa ayam sendiri, mommy bisa mencampurnya dengan buah kesukaannya atau sayuran.

Buah jeruk
Buah jeruk, termasuk jeruk, lemon, dan grapefruits, merupakan sumber yang baik dari vitamin C, yang membantu membuat kolagen yang ditemukan dalam otot, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Vitamin C juga membantu menyembuhkan luka dan dengan penyerapan zat besi dari makanan lain. Buah jeruk juga memiliki kalium, mineral yang membantu kontrak otot dan berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh yang sehat. Jeruk memang kadang terlalu asam untuk bayi usia muda, sehingga sebaiknya menunda hingga umur 6 bulan dan memilih jeruk yang bercita rasa manis tanpa asam.

Daging Merah
Daging merah memberikan bentuk zat besi yang mudah diserap oleh tubuh bayi. Zat besi membantu sel darah merah membawa oksigen ke sel-sel seluruh tubuh dan penting untuk perkembangan otak. Sayangnya, kekurangan zat besi - yang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan masalah belajar dan perilaku - adalah salah satu kekurangan gizi yang paling umum pada anak-anak. Itulah mengapa penting untuk memastikan bayi Anda mendapat zat besi, dari daging merah dan sumber-sumber lainnya dalam makanannya.

Butternut Squash
Butternut squash menarik bagi bayi karena rasa alaminya yang manis. Di Indonesia, makanan ini hadir dalam bentuk kabocha dan juga labu parang. Bahan makanan ini adalah sumber antioksidan beta-karoten dan juga memiliki vitamin C, kalium, serat, folat, vitamin B-, dan bahkan beberapa asam lemak omega-3.
Sangat mudah untuk mengolahnya. Mommy hanya perlu mengukus atau merebusnya, lalu puree sampai halus.

Ikan
Ikan merupakan sumber protein yang baik yang dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan . Ikan berlemak, seperti salmon, menyediakan vitamin larut lemak serta lemak esensial, seperti DHA yang memberikan dukungan pada otak, perkembangan mata dan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ikan dapat menyebabkan reaksi alergi, sehingga konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak sangat dibutuhkan. Namun American Heart Association merekomendasikan bahwa orang tua sebaiknya hanya menyajikan ikan rendah merkuri hingga dua kali seminggu, untuk mengurangi dampak merkuri dan juga mendapatkan manfaat kesehatan bagi tubuh mereka.

Tomat
Tomat kaya akan lycopene, pigmen merah pada tomat yang bertindak sebagai antioksidan untuk membantu mencegah kanker dan penyakit jantung. Lycopene dapat diserap lebih efisien oleh tubuh jika tomat telah dimasak dengan lemak. Jadi mommy sebaiknya membuat saus tomat untuk pasta dengan memasak tomat dengan sedikit minyak zaitun. Haluskan sampai halus untuk bayi yang masih muda. Saus buatan sendiri jauh lebih rendah gula dan garam daripada saus yang dibeli di pasar.

Kacang polong
Kacang polong penuh dengan vitamin K, nutrisi yang bekerja bersama kalsium untuk membantu membangun tulang yang sehat. Kacang polong juga merupakan sumber antioksidan vitamin A dan C, serta asam folat dan vitamin B. Manfaat lebihnya, menambahkan kacang ke piring bayi juga bisa meningkatkan asupan serat bagi pencernaannya.

Brokoli
Brokoli adalah salah satu makanan super Mpasi karena merupakan sumber vitamin C dan juga mengandung beta-karoten, asam folat, zat besi, kalium, dan serat. Memasak brokoli dengan direbus bisa memotong kadar vitamin C hingga setengahnya, jadi cara memasak terbaik adalah dikukus. Jika bayi tidak tertarik pada rasa brokoli, bisa kok dicampur dengan sayur manis seperti kentang manis atau butternut squash.

Pasta
Pasta penuh karbohidrat, yang dipecah untuk memasok energi bagi tubuh. Dengan rasa ringan dan berbagai bentuk menyenangkan, pasta seperti macaroni sangat menarik bagi anak-anak dari segala usia. Sebagian besar pasta diperkaya dengan vitamin dan mineral, seperti asam folat, zat besi, dan vitamin B-. Multigrain dan pasta gandum juga menyediakan serat, tapi teksturnya mungkin terlalu kuat untuk bayi yang lebih muda. Pasta dalam bentuk kecil yang dimasak sampai lunak sangat cocok untuk finger food.


Friday, February 8, 2013

10:23 AM

Brokoli untuk Mpasi dan Cara Pengolahannya

Brokoli sehat dan mengenyangkan, selain itu sayur ini juga tinggi akan vitamin A dan K. Namun, brokoli bukanlah pilihan sayur pertama buat Mpasi. Selain menyebabkan gas, brokoli seperti asparagus, sayuran yang penuh serat ini akan terlalu kasar pada sistem pencernaan bayi yang masih muda, jadi tunggu sampai bayi sedikit lebih tua sebelum memperkenalkan brokoli pada makanannya. Seperti wortel, baiknya sih brokoli tersebut diberikan pada bayi mulai umur 8 bulan, namun jika bayi punya masalah pencernaan, baiknya ditunda dan konsultasikan ke dokter.

Manfaat Gizi pada Brokoli untuk Bayi
Brokoli sangat tinggi vitamin C dan merupakan sumber serat larut terbesar. Hal ini membuat brokoli begitu berharga untuk ditambahankan ke dalam resep makanan bayi. Serat larut adalah serat yang membantu melonggarkan perut karena mengalami perubahan bentuk saat melewati saluran pencernaan. Namun serat larut yang berlebihan dalam makanan juga dapat menyebabkan diare.

Kandungan gizi pada brokoli:
Brokoli: (1 cup - dikukus)
VITAMIN:
Vitamin A - 2415 iu
Vitamin C - 101,2 mg
Niacin - .86 mg
Folat - 168 mcg
Vitamin E - 2,26 mg

Vitamin K - 220 mg
Mengandung beberapa vitamin lainnya dalam jumlah kecil.
Mineral:
Kalium - 457 mg
Fosfor - 105 mg
Magnesium - 33 mg
Kalsium - 62 mg
Sodium - 64 mg
Selenium - 5,7 mg
Besi - 5,5 mg
Mengandung seng, mangan dan lain-lain

Memilih Brokoli
Apakah perlu membeli brokoli organik? Ternyata brokoli bukanlah salah satu dari selusin makanan yang terkontaminasi oleh pestisida. Namun jika mommy hendak memilih yang organic, tentu itu lebih bagus.
Point utama yang harus diperhatikan saat memilih brokoli adalah kuntum dengan warna seragam. Warna bisa berkisar dari hijau tua atau ungu kehijauan. Pastikan kuntum tidak berwarna keabuan atau berjamur, tidak ada bunga yang berwarna kekuningan yang menyelip. Selalu simpan brokoli segar dalam kantong plastic terbuka di kulkas. Bahan makanan yang satu ini bisa tahan hingga 4 hari di dalam kulkas.

Persiapan Memasak Brokoli
Bagian terbaik yang dipakai dari brokoli adalah kuntumnya. Namun, Brokoli terkadang menyembunyikan ulat diantara kuntumnya. Untuk mensiasatinya, potong kuntum brokoli kecil-kecil, lalu rendam sebentar dengan air garam. Ulat brokoli akan terlepas dengan sendirinya, setelah itu brokoli dicuci bersih kembali dengan menggunakan air.

Memasak Brokoli
Cara memasak brokoli yang tepat adalah dengan cara dikukus atau direbus. Merebus sayuran biasanya akan meninggalkan warna kehijauan pada air rebusan, karena itu, kukus merupakan metode masak yang tepat untuk brokoli serta sayuran lainnya. Memasak brokoli dengan microwave tidak dianjurkan, karena beberapa studi menunjukan bahwa brokoli akan kehilangan beberapa nutrisi jika dimasak dengan microwave.

Membuat Puree Brokoli
Brokoli yang sudah matang bisa langsung disaring dengan menggunakan saringan kawat. Jika mommy mau yang praktis, bisa juga menggunakan blender. Namun puree brokoli tunggal biasanya agak pahit, jadi mommy bisa menambahkan bahan lain seperti susu, ASI atau air jeruk baby sebagai penawar rasa.

sumber: wholesomebabyfood, parent.com, milis Mpasi Rumahan

Wednesday, February 6, 2013

1:19 PM

Kaldu untuk Mpasi dan Cara Penyimpanannya

Kaldu bukanlah hal yang asing lagi dalam dunia masak-memasak, bukan hanya memasak Mpasi namun juga makanan orang dewasa. Khusus untuk Mpasi, kaldu bisa memberi nilai gizi tersendiri pada makanan bayi dibandingkan dengan air biasa. Selain itu, dengan kaldu mommy bisa mengenalkan rasa gurih secara alami buat bayi.

Kaldu sendiri adalah  sari dari tulang, daging atau sayuran yang direbus untuk mendapat sari dari bahan tersebut. Berbagai jenis bahan yang biasa digunakan untuk kaldu adalah ayam, sapi, ikan ataupun udang.

Beberapa mommy di milis sering menanyakan bagaimana cara membuat kaldu untuk Mpasi. Mengenai cara membuat kaldu, mommy bisa lihat di bagian resep masakan bayi, rasanya saya ada sharing beberapa resep kaldu yang saya dapat dari milis. Atau untuk lebih lengkapnya, mommy bisa lihat berbagai variasi kaldi di file milis. Bisa langsung download di file milis.

Nah, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kaldu itu disimpan. Mommy pasti sering membuat kaldu dalam jumlah banyak dan tidak habis dipakai dalam sekali masak. Menyimpan di kulkas bawah/ chiller tentu tidak bisa bertahan lama, apalagi jumlah kaldu yang dibuat lumayan banyak dan bisa dipakai untuk stock seminggu. Lalu bagaimana cara menyimpan kaldu biar tahan lama?

Dari milis, saya menemukan cara menyimpan kaldu untuk Mpasi. Kaldu yang sudah matang bisa mommy dinginkan terlebih dahulu, setelah itu saring. Biar tahan lama, kaldu bisa disimpan di freezer, menggunakan cetakan es batu yang besar. Tutup dengan clingwarp. Atau jika punya cetakan/wadah yang bertutup, itu lebih baik karena menghindarkan kontaminasi kaldu dengan udara atau bahan makanan lainnya. bekukan kaldu tadi di freezer dan ambil secukupnya untuk dimasak.

Ketika hendak dimasak, kaldu yang sudah beku sebaiknya dicairkan terlebih dahulu. Ada yang bilang, proses mencairkan ini harus secara bertahap, yaitu ditaruh di chiller/kulkas bawah terlebih dahulu hingga mencair. Namun bagi kondisi darurat, banyak juga yang langsung nyemplungin kaldu beku itu ke masakan.

Nah, masalahnya adalah melepaskan kaldu yang sudah beku dari cetakan es atau ice tray. Saya sering kesulitan, karena kaldu sangat berbeda dengan air biasa. Jika es dari air, sedikit dipukul-pukul saja sudah berjatuhan dari ice tray, namun berbeda halnya dengan kaldu. Kaldu beku sangat lengket pada ice tray, sehingga untuk mengakalinya, kadan bagian bawah ice tray saya rendam air hangat terlebih dahulu selama beberapa menit, lalu dipukul-pukul terbalik. Sayangnya, proses ini ribet, karena pencairan paksa terhadap semua kaldu bisa mengurangi kualitas kaldu. Bisa jadi rusak, atau gizinya berkurang karena kaldu yang bagian bawahnya cair namun tidak terpakai, jika dibekukan lagi secara berulang-ulang.



Solusinya banyak mommy yang menggunakan baby cube. Nah apa itu? Saya sendiri tidak punya, namun fungsinya memang sama dengan ice cube, namun ada tutupnya. Seain itu, baby cube mempunyai ukuran mililiter, sehingga bisa dipas per porsi makan anak. Baby cube ini tidak seperti ice tray, bisa dilepas-lepas per cube, sehingga tidak perlu dikeluarkan semuanya dari freezer.

Sebenarnya ice tray ada juga yang dilengkapi tutup tersendiri, tapi biasanya satu tray cube-nya banyak, agak berlebih utk 1x makan. jadi pas beku perlu dipindahin ke plastik atau wadah tersendiri.

Nah, karena perbedaan manfaat ini, harga baby cube juga lebih mahal. Jadi bagi mommy yang irit, bisa tetap manfaatkan ice tray, namun diakali. Ada beberapa cara yang digunakan oleh mommy di milis, diantaranya: Kaldu yang sudah dibekukan dengan ice tray dilepaskan (silahkan berkreasi dengan cara sendiri hihihhi) lalu disimpan per porsi dalam kotak bertutup. Selain kotak, bisa juga mascuk ke plastic yang ada klipnya. Setelah itu, simpan lagi di freezer. Waktu hendak mencairkan dipindah ke mangkok stainless. Kaldu yang sudah dicairkan sebaiknya langsung dipakai.

Alternative lain biar tidak menggunakan ice tray, bisa menggunakan plastik es mambo panjang. Namun hati-hati, tunggulah kaldu biar dingin sebelum memasukannya ke plastic. Menyimpan kaldu dengan plastic es mambo ini tentunya lebih mudah dibandingkan ice tray terutama, ketika menggambil cukup dipatahkan dan sedikit ditekan.

Bagi yang ingin simple, ada juga kok ice cube dari silicon, jadi tidak susah waktu melepaskan kaldunya. Cuman itu,  peralatan seperti ini tidak tersedia di semua kota.

Kaldu itu sendiri katanya bisa tahan 3 bulan kalau di freezer dan tahan 1 minggu di kulkas bawah. Namun tetap saja, kita harus rajin-rajin periksa kondisi kaldu. Jika terjadi perubahan warna dan aroma, mendingan kaldu dibuang saja, daripada anak jadi diare, gawat.

Selain itu, penambahan kaldu pada masakan lebih baik pada tahap akhir, menjelang makanan matang. Kaldu tidak dianjurkan untuk dimasak kembali, karena kandungan gizinya bisa berkurang. Sehingga ketika menambahkan pada masakan, hindarkan memasak kaldu secara berlebihan. 

Demikian ya mommy, kurang lebihnya mohon dimaafkan. hehehehhe


Monday, February 4, 2013

10:24 AM

Tekstur Makanan untuk Bayi

Yap, sesuai dengan judulnya, sekarang saya mau ngomongin mengenai tekstur makanan bayi. Beberapa mommy yang sering-sering baca artikel Mpasi ataupun file milis Mpasi rumahan, pasti sudah mengenal berbagai macam tekstur makanan yang biasanya diberikan untuk bayi. Ada yang encer mendekati ASI, lembut dan halus, halus tapi agak kasar, kental namun lembek ataupun kasar dan kering. Semua itu biasanya dilalui oleh semua bayi. Biasanya tekstur makanan tersebut mengikuti usia bayi, mengingat bahwa perkembangan alat pencernaan memang dipengaruhi oleh perkembangan usia dan juga kebiasaan makan bayi.

Saya sih tidak tahu ya, tekstur makanan bayi sesuai umur itu yang bagaimana ya, karena si Cuta sendiri tidak begitu mengikuti rule yang ada. Dia makan apapun yang dibuatin sama emaknya ini, namun memang teksturnya sendiri menyesuaikan kemampuannya.

Tekstur makanan bayi 6 bulan tentu berbeda dengan tekstur makanan bayi 8 bulan. Mengingat kemampuan makan dan mengunyahnya juga sudah berbeda. Umur 6 bulan, Mpasi si Cuta saya mulai dengan bubur tepung beras dengan tekstur yang sangat cair. Tidak ada bedanya dengan tekstur ASI sendiri, namun tentunya ada ampasnya karena bubur tepung tersebut sekalipun halus, tetap menimbulkan butiran-butiran setelah dimasak. Cuta makan bubur tepung ini sekitar 3 minggu. Tepung berasnya dibuat sendiri (baca: Membuat Tepung Beras Mpasi). Mpasi awal, beras yang digiling dengan blender saya saring biar mendapatkan hasil yang benar-benar halus. Mendekati umur 6 buan akhir, saya tidak saring lagi sehingga bubur tepung yang didapatkan semakin bertekstur namun tetap lembut.

Tekstur makanan bayi 7 bulan yang didapatkan Cuta adalah bubur saring. Prosesnya, beras saya masak menjadi bubur lembek, ketika hendak menghindangkannya, kemudian diblender bersamaan dengan sayur dan lauknya. Teksturnya masih lembek, namun tidak secair waktu umur 6 bulan mengingat saya ingin Cuta mendapatkan peningkatan tekstur.

Tekstur waktu umur 8 bulan, seharusnya sudah bubur tim saring. Berbeda dengan bubur saring biasa, beras biasanya saya masak dengan porsi air yang cukup sehingga menghasilkan aron, kemudian dipindahkan ke mangkuk dan ditambahkan air atau kaldu, kemudian di kukus. Saat menghidangkannya, diblender bersamaan dengan sayur dan lauk. Teksturnya sudah pasti lembek, namun agak kental. Nilai kalorinya jauh lebih besar dibandingkan bubur saring, yah semoga mencukupilah kebutuhannya di umur 8 bulan.

Tekstur makanan bayi 9 bulan, masih sama dengan umur 8 bulan karena pada waktu ini Cuta menderita GTM keras dan berkepanjangan. saya tidak berani meningkatkan tekstur ke nasi tim saring, karena pertimbangan dia belum punya gigi.

Teksturnya berubah kira-kira waktu berumur 10 bulan. Tekstur makanan bayi 10 bulan ala Cuta adalah bubur kasar tanpa saring. Ceritanya biar dia belajar ngunyah. Awalnya, dia sempat mendapatkan bubur tim yang super lembek, namun GTMnya yang berkepanjangan membuatnya hanya cukup mampu makan bubur biasa saja. Untuk lauknya saya buat yang ekstra kecil, maksudnya potongan-potongan sayur dan lauknya kecil-kecil sekali.

Tekstur ini berlanjut hingga ia berumur 11 bulan, berlanjut juga hingga 11.5 bulan. Sebenarnya saya sempat risau mengenai kemampuan Acyuta untuk table food pas umur setahun. Mengingat ada mommy di milis yang mengaku bahwa bayinya sudah bisa makan nasi pada umur 10 bulan. Saya sendiri belum berani memberi nasi mengingat giginya Cuta belum tumbuh dan saya tidak berani memaksa. Saya berpikir, asalkan anaknya mau makan, tekstur yang bagaimanapun, asalkan sesuai dengan umurnya, tidak masalah. Anak akan menolak sendiri jika teksturnya tidak sesuai dengan keinginannya. Tinggal ibunya yang harus trial eror, mencoba-coba tekstur untuk makanan bayinya.

Akhirnya, mendekati usianya setahun, Cuta tiba-tiba sakit parah. Dia menderita infeksi di tenggorokannya, membuatnya panas tinggi dan tidak mau makan buburnya sama sekali. Bubur gandum yang biasanya dia sukai, dia tolak mentah-mentah. Akhirnya, saran mertua, saya memberinya nasi lembek diisi sedikit garam dan minyak kelapa murni. Hasilnya, ternyata dia mau mangap.

Seminggu berlalu dan akhirnya dia sembuh, tekstur makanan bayi 1 tahun nya Cuta sudah berupa nasi lembek, kadang nasi seperti anggota keluarga lainnya asalkan ditambahkan kuah. Porsi makannya juga berkurang dibandingkan saat masih makan bubur kasar karena nasi memiliki kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan bubur. Namun untuk urusan kunyah-mengunyah, rupanya dia belum paham. Makanan yang disuapkan ke mulutnya, hanya ia kunyah dua tiga kali, lalu langsung telan. Kalau nasinya agak kering tanpa kuah, biasanya akan nyangkut di lidahnya saat ia mengunyah dan akhirnya dilepeh. Triknya, saya masukan makanannya agak kedalam di rongga mulutnya agar ia mudah menelan dan makanan tidak keluar saat mengunyah. Cuta belum begitu fasih dalam mengelola makanan di mulutnya.

Jadi Mommy, saya memang bukan expert, namun percuma jika kita memaksakan salah satu tekstur jika bayi kita sendiri belum nyaman dengan tekstur itu. Bayi akan bisa menentukan kapan ia mau makan makanan kasar atau makanan lembut. Jangan sedih jika babynya tiba-tiba turun tekstur, misalnya biasa makan nasi tiba-tiba mau bubur lagi. Mungkin dia sedang tidak enak badan. Selain itu, kita yang orang dewasa saja kadang suka bosan makan nasi dan memilih bubur.

oh ya, mommy yang ingin tahu bda bubur tepung, bubur beras, nasi tim atau nasi tanak, ada artikel yang saya ambil dari file milis Mpasi rumahan. Semoga membantu


BUBUR

Saya meng'golongkan' bubur untuk MPASI Rumahan menjadi 2 macam:


Bubur Tepung Beras

Bubur Beras

Bubur Tepung Beras -seperti namanya- dibuat dari beras yang dihaluskan.
Terkadang melewati proses perendaman, sangrai sebentar, sebelum akhirnya
ditumbuk menjadi tepung (tapi bukan tepung beras yang biasa untuk kue basah
yaa..). Teksturnya setelah dimasak lembut dengan sedikit 'sandy' alias berpasir.
Bubur ini praktis karena untuk mengatur kekentalannya tinggal ditambah/dikurangi
cairan pelarutnya. Bisa digunakan untuk makanan pertama bayi.

Bubur Beras, dibuat dari beras utuh yang ditambah dengan air/kaldu banyak dan
diaduk terus-menerus selama proses pemasakan supaya diperoleh tekstur yang
tepat. Hasil bubur beras akan lebih kasar, kadang masih terlihat butiran beras.
Seperti bubur tepung beras, kekentalan dan tekstur bisa diatur dengan
menambah/mengurangi cairan.
Untuk makanan pertama bayi bisa juga dengan diberi bubur beras yang disaring
halus dan ditambah cairan (ASI/Sufor) setelah bubur matang.


(NASI) TIM

Saya sendiri belum nemu definisi cara masak nasi "TIM" secara ilmiah. Tapi
inilah definisi nasi tim menurut pengalaman saya:


Nasi tim adalah cara memasak nasi dengan cara mengaron beras dengan air/kaldu
yang agak banyak (namun nggak sebanyak seperti masak bubur) sambil diaduk
sesekali, lalu dikukus dalam kukusan dan sebelumnya nasi aron itu dimasukkan
sebuah wadah tertutup.


Nah, waktu ber MPASI dengan anak saya, Nasi tim ini dibagi lagi menjadi nasi tim
saring, dan nasi tim biasa. Mulai pusing? Jangan.... Gampang kok sebetulnya. Ini
cuma masalah tekstur saja.
Nasi tim saring bisa dikenalkan mulai 8 bulan. Teksturnya mirip dengan bubur
berasa yang sangat kental. Namun ada bedanya, beda bubur yang sangat kental
dengan tim saring adalah : Bubur akan lebih cepat berair dan rasanya tidak
semantap/setanak nasi tim saring (^_^).

Makin meningkat umurnya, nasi tim tidak perlu disaring. Namun bisa hanya
dihaluskan menggunakan sendok saja. Jangan lupa, untuk tahapan makan nasi tim
sebaiknya Ibu selalu menyiapkan sayuran/masakan berkuah. Supaya bayi nggak
merasa seret.. hehehe.
Nah, nasi tim yang sudah advance teksturnya akan mirip dengan nasi tanak lembek.
Hihihi.. saya merasa pasti saat ini ada Ibu yang keningnya berkerut-kerut.
Tenaaang.. ingat, membuat makanan bayi lebihmudah daripada membuat rendang
padang *LOL*. Mari kita masuk ke bahasan nasi tanak, OK?!


NASI TANAK

Ini juga nggak ada definisi ilmiahnya. Nasi tanak bisa disebut juga nasi liwet.
Karena masaknya dengan cara diliwet sehingga tanek. (apalagi ituuuu? *LOL*)
Nasi tanak lembek memiliki tekstur yang sangat mirip dengan nasi tim biasa.
Hanya saja, nasi tanak biasanya lebih 'taneg', lebih pulen dan lebih padat
daripada nasi tim. Nasi tanak bisa dibuat dengan cara 'tradisional'-dengan cara
di aron dan dilanjutkan dengan me-liwet/menanak nasi aron dalam kukusan
(langsung, nggak pakai ditaruh di wadah). Atau pakai cara yang paling
cangggih... dengan Rice Cooker *LOL*
Hanya saja, menanak nasi dengan kukusan hasilnya akan jauh lebih bagus daripada
menanak nasi dengan rice cooker. Nasi tanak bisa diatur tingkat "kepulenan"nya
dengan cara menambah/mengurangi cairan saat mengaron beras menjadi nasi setengah
matang. Pada saat mengaron, jangan terlalu banyak diaduk, karena akan
berpengaruh terhadap ke-pulen/tanak-an nasi.

Nah soal memasak bubur, dan nasi tim bisa dilakukan dalam electric slowcooker
dengan memberikan variasi jumlah cairan/air/kaldu. Namun untuk pembuatan nasi
tanak, lebih baik dimasak dalam rice cooker atau pakai cara tradisional :
mengaron dan mengukus.

My Blog List

Dapatkan Postingan terbaru Lewat Email