Wednesday, January 23, 2013

10:08 AM

Berbagai Kecap Non MSG buat Mpasi Bayi

Dari judulnya, pasti mommy berpikir "Masak iya ada kecap tanpa MSG?"
Memang, kalau kita bertemu sebuah produk pabrikan yang dikemas dan tahan lama pasti identik dengan MSG dan pengawet. Tidak bisa dipungkiri sih, apalagi kalau sebuah produk digemari dan punya rasa enak, kita pasti berpikir bahwa produk tersebut mendapat penambahan penguat rasa dengan berbagai istilah latin seperti monosodium glutamat, natrium glutamat dan lainnya.

Lalu, bagaimana dengan kecap?
Banyak mommy yang menanyakan tentang kecap ini di milis. Kecap bisa diberikan mulai umur 1 tahun. Memang bukanlah bahan makanan esensial dalam Mpasi. Penggunaannya bisa diskip atau digantikan dengan bahan lainnya. Tetapi sesekali, banyak mommy yang ingin menggunakan kecap sebagai variasi rasa, terutama untuk masakan-masakan berbahan kecap seperti semur dan nasi goreng.

Lalu kalau kasus sudah begini bagaimana?Pilihannya ya kecap non MSG. Lalu merk kecap yang baik untuk Mpasi apa?

Dari obrolan-obrolan yang saya baca di milis, ada satu merk kecap yang tidak menggunakan MSG. Saya sudah terbiasa sebut merk di blog ini, jadi ya langsung aja deh. Banyak mommy yang rekomendasi merk Bango, alasannya karena di labelnya tidak terdapat bahan MSG. Selain itu, ada juga mommy yang mengaku pernah kerja praktek di pabriknya dan melihat langsung pembuatan kecap yang tanpa MSG dan pengawet. Selain itu, ada juga yang menyarankan kecap Black Gold dari ABC.

Merk lain yang sering disebut adalah kecap cap Sapi. Merk ini masih awam di telinga kita. Belum pernah dilihat di supermarket atau di televisi. Heheheh... wajar Mommy, ternyata kecap ini hanya ada di Bandung. Untuk mommy di Bandung, kecap ini bisa diperoleh di supermarket Yogya Riau, Setiabudhi, Tiara, toko kelontong dan pasar-pasar tradisional.

Selain itu, ada pula kecap organik. Ada yang bilang kalau kecap organik lebih baik dibandingkan kecap pabrikan. Cuman ya itu, harganya lebih mahal. Beberapa merk yang sering dipakai yaitu kecap organik cap 3 Mawar.

Berbagai merk diatas bisa mommy coba. Namun ada tips lain nih soal memilih kecap. Kecap selain msg komposisi lain yg harus diperhatikan adalah
  •  Ada atau tidak bahan pengawetnya?
  • Kecap asli yang alami cenderung lebih encer tidak kental. Kalo ternyata kental berarti ada tambahan sesuatu yg bikin dia kental. 
  • Gula yang digunakan, kalo kecap yang alami seharusnya memakai gula merah/aren. Bukan gula pasir / gula buatan.
Lalu bagaimana dengan saos Tiram?
Ada juga nih merk saus tiram tanpa MSG yang direkomendasikan, yaitu merk Lee Kum Lee, namun jenis ini ada 2, MSG dan non Msg. Tang tanpa MSG ada gambar kakek-kakek pakai topi, jadi jangan sampai salah ya.

Selain itu, ada stau hal yang perlu mommy lakukan untuk membeli produk kemasan, apapun jenisnya, biasakan untuk membaca label komposisi bahan. Biasakan diri untuk berkenalan dengan istilah-istilah latin yang digunakan untuk menggantik Monosodium Glutamat alias MSG. Beberapa produk memang terang-terangan mencantumkan nama Penguat Rasa, beberapa produk lain menggantinya dengan nama latin lain.    

Tuesday, January 22, 2013

9:30 AM

Mengenalkan Kuning Telur ke Bayi Mpasi

Telur merupakan bahan makanan Mpasi yang mengandung protein tinggi sehingga bagus untuk bayi. Kandungan protein ini sendiri yang pada akhirnya memicu alergi pada anak, yaitu kandungan ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin. Pada penderita alergi ringan, efek alergi dari protein tersebut bisa dilenyapkan dengan cara dimasak. Namun, pada penderita alergi berat, usaha memasak tidak berpengaruh dalam melenyapkan gejala alergi.

Alergi juga sering dialami oleh bayi karena sistem pencernaanya yang belum optimal. Maka untuk itu, idealnya kuning telur diberikan pada bayi umur 9 bulan untuk memperkecil resiko alergi.

Nah, keluhan yang sering dialami mommy yang mengenalkan kuning telur adalah bau amis yang menyengat, terutama jika ditambahkan langsung pada bubur. Tips untuk mengurangi bau amis kuning telur saat membuat bubur bayi adalah telur direbus tersendiri. Setelah matang, baru kuning telurnya diambil, disaring dan ditambahkan pada bubur.

Jika masih juga bau amis, ada tips khusus dari mommy di milis, yaitu dengan menumis bawang putih parut dengan menggunakan unsaltted butter, lalu masukan ke buburnya. Aduk rata, baru kemudian tambahkan rebusan telurnya. Boleh tambah parutan keju di atasnya.

Selamat mencoba, mommy ^ ^



Monday, January 21, 2013

10:54 AM

Tumbuh Kembang Cuta Menjelang Setahun

Seminggu 3 hari lagi Cuta mau setahun. Yah, tidak terasa sebenarnya, namun perkembangan-perkembangannya yang lumayan pesat membuat saya menyadari bahwa dia memang sudah besar. Menjelang usianya yang setahun ini, saya dikejutkan dengan beberapa hal, yang tentunya membuat kami sekeluarga senang.

Pertama: Nafsu makannya heboh sekali. Mungkin sebagai ganti GTM berkepanjangan hampir 3 bulan kemarin ya, sekarang dia makannya paling sedikit 3 kali sehari dengan porsi yang membuat saya ngeri. Iya, pengasuhnya sih senang-senang aja ngasih dia makan mengingat setiap disuapin dia selalu mangap. Perutnya semakin buncit, pipinya tembam dan tumpukan lemak sudah mengisi lengan dan pahanya. Asyiknya lagi, apapun yang saya masak untuk dia, dihabiskan dan dia menyukainya. namun tetap, favoritnya adalah oatmeal, entah dicampur apel, labu siam, wortel atau malah keju aja.

Kedua: Idealnya mommy-mommy mengenalkan toilet training pada bayinya pada umur 2 tahun. Namun Cuta saya sudah mengenal toilet training mulai dari umur 11 bulan. Awalnya saya tidak percaya saat pengasuhnya mengatakan hal ini, karena Cuta termasuk anak yang aktif dan penasaran, suka memasuki setiap kamar yang pintunya terbuka dan melongok ke dalam. Kamar mandi kami selalu terbuka jika tidak ada orang yang menggunakannya sehingga dia leluasa bisa keluar masuk saat dituntun.

Namun ternyata saya salah. Beberapa kali waktu saya tuntun, Cuta masuk kamar mandi. Iseng dia saya 'tatuh". apa ya namanya kalau di-Indonesiakan. Istilahnya, celananya dibuka, lalu badannya saya angkat ke atas kloset dengan posisi pantat dibawah, badan dan kakinya agak diatas sehingga membentuk segitiga. Tidak lama, currr.... ia beneran pipis. Pipisnya masuk kloset. Ketika selesai, dia mengoceh yang selalu saya dengan seperti Auukk Aukk  entah apa. Tidak hanya itu, tadi pagi baru bangun dia minta turun dari kasur dan dituntun. Dia menuju kamar mandi. Setelah saya buka popoknya, kembali ia saya "tatuh" di atas kloset. Dan ternyata, dia pup.

Bangga rasanya, Cuta sudah mulai bisa merasakan keinginan untuk buang air dan tahu dimana tempat yang benar untuk itu. Walau dia tidak selalu ke kamar mandi, karena keterbatasannya yang memang belum bisa jalan, namun ia sudah bisa menyampaikan keinginannya itu. Hanya saja kami belum bisa mengerti bahasanya dia.

Awal mulanya, mungkin karena sering menyertakannya ke kamar mandi. Ketika sedang berdua dan saya ingin ke kamar mandi untuk pipis, tidak mungkin saya meninggalkannya di luar. Saya ajak dia masuk kamar mandi lalu saya pangku. Saya duduk di kloset lalu saya kasih tahu Cuta tentang apa yang saya lakukan. Mungkin secara tidak sengaja, saya sudah membiasakannya dengan kamar mandi, sehingga inilah yang membuat dia tidak merasa takut ke kamar mandi.

Ketiga: Mungkin ini tida patut ditiru namun saya tenang jika Cuta bisa minum dari botol dot. Kenapa? karena selama ini ia minum dari gelas berceret sehingga konsumsi susunya terbatas. Ia merasa kurang nyaman, karena belum bisa menggunakannya dengan baik dan sering tumpah. Suatu hari coba-coba saya menggunakan dot, dia mau hingga keterusan hingga sekarang. Hal ini memudahkan saya menyapihnya karena suatu hal, selain juga produksi ASI yang memang sudah seret jadi kasihan dia kurang minum kalau tidak ditambahkan sufor.

Keempat: Dia sudah mulai menunjukan keinginannya, dan sayangnya, seringan dengan cara menangis atau bersuara keras. Cuta seorang anak yang berkeinginan keras, dan kalau tidak dituruti maka bisa melawan. Bagian ini jujur membuat saya cemas, emosinya meledak-ledak seperti saya dan kurang sabar.

Perkembangannya memang membanggakan, namun seperti halnya anak-anak lain, Cuta juga mengalami sedikit keterlambatan dalam hal tumbuh gigi. Menjelang setahun, giginya baru tumbuh setengah dan itupun ternyata miring. Dia juga belum bisa jalan, belum seimbang dan bahkan belum bisa berdiri. Dalam hal komunikasi, dia baru bisa berkata 'ibu', sesekali 'maem' walau itu tidak selalu berarti dia ingin makan. Jika diajari, dia pasti hanya bengong, lalu melengos cuek.

Namun terlepas dari cepat lambatnya, saya bangga karena Cuta tumbuh jadi anak yang punya rasa ingin tahu tinggi. Pernah waktu saya ajak pulang kampung, ketika kakak-kakaknya sedang seru membuat lubang, Cuta menghampiri mereka untuk melihat apa yang kakaknya lakukan, sementara teman seumurannya sama sekali cuek.

Love Cuta!



Monday, January 14, 2013

8:49 AM

Resep Banana Cinnamon Cake (1 Year +)

Salah satu resep cemilan kue untuk bayi berusia setahun lebih, BANANA CINNAMON CAKE.

Bahan:
100 g margarin
125 g gula pasir halus
1/4 sdt garam
150 g pisang ambon, blender halus
3 btr telur
125 g tepung terigu protein sedang
1/2 sdt baking powder
1 sdt kayumanis bubuk
10 g almond slice untuk taburan

Cara membuat:

1. Kocok margarin, gula halus, dan garam 7 menit sampai lembut. Masukkan pisang. Kocok rata.
2. Tambahkan telur satu per satu bergantian dengan tepung terigu, baking powder, dan kayu manis bubuk sambil diayak dan dikocok rata.
3. Tuang adonan di loyang loaf 20x10x7 cm yang dioles margarin dan ditabur tipis tepung terigu.
4. Oven dengan api bawah suhu 180 derajat Celsius 50 menit sampai matang.


sumber: Milis Mpasi Rumahan

Saturday, January 12, 2013

10:01 AM

Resep Ayam Rebus Tutup Kentang (8 Month +)

Resep ini adalah berbagai varian olahan ayam. Bosen kali ya mom, jika si baby cuman makan ayam rebus bumbu duo bawang goreng aja. Berikut variasinya:

Resep Ayam Rebus Tutup Kentang

Bahan :
- 1 potong fillet dada ayam, cincang halus
- 1 helai daun bawang seledri cincang halus
- 1 lembar daun salam
- 250ml air matang / kaldu
- 1buah kentang kukus haluskan

Cara membuat :
- rebus air matang/kaldu dengan fillet dada ayam cincang, cincangan daun seledri & daun salam, setelah ayam matang angkat, sisihkan
- masukan adonan ayam kedalam mangkok bayi, ratakan dipermukaan mangkok
- blender kentang dengan 2sdm kaldu ayam
- tutup atasnya dgn kentang yang sudah dihaluskan, sajikan hangat

sumber: milis Mpasi Rumahan

Friday, January 11, 2013

10:28 AM

Resep Baso Tahu Ceria (1 year +)

Baso bisa digunakan sebagai lauk makanan si bayi, bisa juga sih buat mommynya hehhehee. Untuk bayi dibawah setahun, gula, garam, merica bisa diksip ya.

Resep Baso Tahu Ceria

Bahan :
200gr daging ayam kampung cincang
1/2 kotak tahu cina putih, haluskan
Minyak bawang putih (2 siung bawang putih cincang, tumis dgn 4sdm minyak hingga harum, sisihkan)
3-4sdm tepung terigu
2bh wortel parut
4sdm irisan daun sawi hijau
1.5 ltr air / air kaldu ayam
2 siung bwg merah tumis, sisihkan
Garam, lada scukupnya
Irisan daun bwg scukupnya

Adonan bola baso :
Campurkan ayam cincang, tahu, minyak bawang putih, tepung terigu, garam, lada. Aduk rata. Bagi adonan menjadi 3 bagian.
Adonan 1 : dibulat2kan : baso putih
Adonan 2 : tambahkan wortel parut aduk rata : baso orange
Adonan 3 : tambahkan irisan daun sawi + tumisan bawang merah cincang : baso hijau


Kuah baso :
Panaskan 1.5 ltr air / kaldu hingga mendidih, masukan bola baso hingga matang, tmbhkan minyak bawang putih, tumisan bwg merah, garam, lada. dan terakhir irisan daun bawang.


sumber: milis Mpasi Rumahan

Thursday, January 10, 2013

10:16 AM

Resep Sup Krim Makaroni (1 Year +)

Resep sup ini cocok mommy masak untuk anak yang sedang tumbuh gigi, hangat-hangat dan cair. Resep ini sih emang untuk anak setahun ya, namun bisa juga kok untuk yang lebih kecil, cukup ganti susu dengan kaldu lalu kentalkan dengan tepung maizena. Selain itu, merica juga diskip ya.


Sup Krim Makaroni

Bahan:

30 gr macaroni, rebus hinga matang, tiriskan
2 sdm jagung manis serut
1 sdm unsalted butter
1 siung bawang putih, cincang
1 sdm bawang bombai, cincang
1 sdm tepung terigu
100 ml susu cair
100 ml kaldu ayam
1 sdm wortel serut
1 sdt keju parut
Sejumput pala bubuk (optional)
½ sdt merica bubuk
½ sdt daun seledri, cincang

Cara membuat:

Campurkan macaroni rebus dan jagung lalu diblender..
Panaskan unsalted butter, tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum, masukkan tepung terigu sambil aduk cepat.
Tuang campuran susu dan kaldu sedikit demi sedikit sambil terus diaduk sampai habis, biarkan mendidih.
Masukan campuran makaroni dan jagung, wortel serut, keju parut, merica bubuk dan lada bubuk, aduk lagi hingga mendidih, angkat
Sajikan hangat dengan taburan seledri

Wednesday, January 9, 2013

10:21 AM

Resep Dadar Roti Tawar (1 Year +)

Varian resep roti bisa digunakan untuk cemilan bayi.

Resep Dadar Roti Isi

Bahan Roti:
4 potong roti gandum (potong diagonal)
50 ml Susu UHT
2 bh telur (boleh kuningnya aja)
Unsalted butter utk mendadar
Keju utk taburan

Bahan ISI :
1 sdm unsalted butter
100 ml air
1/4 siung bawang bombay (cincang kasar)
3 cm zucchini (potong dadu kecil)
3 cm wortel,  (potong dadu kecil)
1/2 daging dada ayam (cincang)
Daun bawang secukupnya
Gula, garam dan merica secukupnya

Cara membuat isi:
1. Tumis bawang bombay, masukkan garam dan ayam, setelah itu masukkan wortel dan
air (tunggu sampe ayamnya empuk)
2. Setelah itu masukkan zucchini, daun bawang, gula dan merica.. Sisihkan..

Cara membuat dadar roti :
1. Ambil roti, tempatkan isi kebagian tengah roti, lalu ambil roti lainnya
sebagai tutup.. Tekan sedikit..
2. Kocok telur dan susu cair secara merata
2. Lumuri roti isi pelan-pelan dengan kocokan susu
3. Panaskan unsalted butter
4. Dadar roti isi hingga kering / berwarna kecoklatan (api kecil)
5. Letakkan dipiring, taburi keju ato boleh juga kasih sedikit madu untuk rasa
manis

Thursday, January 3, 2013

9:41 AM

Serba-serbi Tahu untuk Mpasi

Salah satu sumber protein bagi bayi adalah tahu. Salah satu menu wajib si Cuta sepanjang Mpasinya sekarang. Umur yang diperbolehkan untuk Tahu bagi bayi sih sekitar 7 bulan berbarengan dengan dicabutnya warning pembelian tempe. Merk Tahu yang sering dimakan Cuta sih tahu Kong Kee yang denger-denger memang bebas garam.

Idealnya, tahu yang dijual di pasaran sudah matang karena proses pembuatannya memerlukan perebusan. Di milis banyak disarankan agar sebelum diolah, tahu dikukus terlebih dahulu. Padahal sebenarnya tidak perlu loh, Mommy. Tahu dikukus dahulu agar bisa tahan lama kalau ditaruh di kulkas.

Hanya saja, khusus untuk tahu yang dijual di pasar memang agak rentan sterilnya karena kadang dijual dalam keadaan wadah terbuka sehingga dihinggapi debu atau penjualnya saat mengemas tidak mencuci tangan dengan baik. Sehingga pantang rasanya memberikan tahu yang baru dibeli langsung pada bayi.

Pemberian tahu kepada bayi itu aman asalkan dimasak terlebih dahulu. Mommy bisa kok langsung nyemplungin tahunya ke bubur atau dikukus bersamaan dengan ngukus sayuran.


Nah, untuk jenis tahu apa saja sih yang boleh diberikan pada bayi?
Tentu saja segala jenis tahu yang mommy yakinin bersih dari bahan pengawet seperti formalin. Untuk tahu-tahu yang ada dipasaran, jika memang mommy tidak yakin, lebih baik jangan. Banyak mommy yang merasa lebih aman saat membeli tahu di supermarket, karena memang untuk toko besar seperti supermarket sudah mempunyai standar untuk para supllier mereka. Selain itu, supermarket juga lebih memperhatikan label makanan dari BPOM, walaupun ya kadang ada juga supermarket yang nakal.

Untuk berbagai makanan olahan tahu, banyak kok. Beberapa jenisnya bisa dilihat di resep tahu ya mommy. 

Segitu dulu ya mommy, selamat memilih dan mengolah tahu. 


Wednesday, January 2, 2013

9:16 AM

Pilihan Tepung Terigu Buat Mpasi Bayi

Yap, ini satu lagi tips yang saya dapat dari milis, berguna banget terutama hendak membuat pilihan cemilan kue atau yang lain buat bayi. Tepung terigu merupakan salah satu jenis tepung yang berasal dari gandum, jadi berdasarkan aturan ilmu Mpasi sudah bisa diberikan bagi bayi usia 6 bulan. namun ya mommy, kebanyakan mommy di milis memberikan tepung terigu kepada bayinya mulai usia 8 bulan ke atas, yaitu untuk membuat kue.

Beberapa pilihan tepung terigu ada dipasaran. Namun berbeda merk, ternyata mempunyai kandungan protein yang rendah. Jika mommy hendak membuat kue untuk Mpasi, pasti sering menemukan bahan resep tepung terigu protein tinggi, protein rendah atau protein sedang. Nah loooo, apa pula itu?

Setelah saya brosing, nemu juga nih akhirnya mengenai artikel tersebut:

Berbagai macam tepung terigu:

Terigu protein tinggi (hard flour) mengandung 14% protein, digunakan untuk membuat roti, donat dan mi. contohnya antara lain terigu merk cakra kembar, kereta kencana, dll.

Terigu protein sedang (medium flour)
mengandung 13% protein, digunakan untuk berbagai macam makanan (all purpose). Contohnya antara lain terigu merk Segitiga Biru, Gunung Bromo, dll.

Terigu protein rendah (soft flour) mengandung 10,5%-11,5% protein, digunakan untuk kue-kue yang lembut dan renyah, seperti spong cake dan cookies/biscuit. Contohnya terigu merk Kunci Biru, Lencana Merah, Kunci Mas, Zirkon dll

Elemen lain yang juga membedakan pemakaian tepung terigu ini adalah pada kandungan glutennya. Tepung terigu protein tinggi mengandung gluten tinggi dan membuat adonan lebih kenyal dan elastis.

My Blog List

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016

Novel ketiga, Terbit 26 Desember 2016
Klik gambar untuk sinopsis :)