Thursday, November 22, 2012

Mengatasi Bayi Tidak Suka Minum Air Putih

Biarpun tidak sepenuhnya bagus, namun bayi juga perlu air putih loh mommy, terutama bagi bayi yang sudah Mpasi dan sehabis makan. Kenapa? ini saya dapatkan dari sebuah sumber:

Kadar gula yang tinggi dalam susu formula bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang, terutama pada bayi dan anak-anak. Sesudah anak selesai minum susu, biasakan untuk 'membilas' mulutnya dengan minum air putih.

Anjuran umum yang banyak dilakukan para orangtua ini dibenarkan oleh ahli gizi dari Universitas Indonesia, dr Samuel Oetoro, MS, SpGK dalam peluncuran kampanye Mulai Hidup Sehat dari Sekarang yang diprakarsai Danone-Aqua di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta, Rabu (16/3/2011).

"Susu mengandung karbohidrat dan laktosa (bentuk lain dari gula), yang bisa melekat di gigi lalu merusak lapisan email. Jadi anjuran itu benar, membersihkannya memang bisa dilakukan dengan kumur-kumur lalu minum air putih," ungkap dr Oetoro.

Di dalam mulut, gula menciptakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan bakteri jahat yang bisa merusak email atau lapisan terluar gigi. Akibatnya gigi menjadi berlubang, membusuk atau caries dan bahkan bisa menyebabkan gusi bengkak karena infeksi.

Selain dipicu oleh susu, gigi berlubang juga disebabkan oleh makanan atau minuman lain yang juga mengandung gula. Apalagi bagi anak-anak yang masanya suka jajan, jenis makanan yang paling disukai umumnya makanan manis seperti permen dan gulali.

Gigi yang paling rentan mengalami pembusukan maupun berlubang biasanya adalah gigi geraham. Selain karena posisinya paling belakang, gigi geraham paling banyak memiliki alur dan celah yang kadang-kadang sulit dijangkau saat menggosok gigi.

Meski gigi anak belum permanen dan akan tanggal suatu saat nanti, namun jika berlubang maka tetap akan berdampak pada kualitas hidupnya. Misalnya jika terjadi infeksi, maka anak akan mengalami demam dan akibatnya tidak bisa bermain dan masuk sekolah.
Nah, untuk itu penting bagi mommy untuk memberikan bayi air putih, sekalipun ia sudah minum susu namun air putih ini bukanlah sebagai pengganti cairan melainkan untuk membersihkan mulut.

Lalu seberapa besar kebutuhan air putih bagi bayi yang mulai Mpasi?
Di milis, pernaha da mommy yang sharing hasil konsultasinya dengan dokter spesialis anak andalannya. Dokter tersebut menyarankan bahwa pemberian air putih untuk  anak sudah mulai mpasi itu = 30 x berat badan bayi (dalam ukuran mililiter).

Contoh, jika berat anak 7.5 kg, maka kebutuhan airnya adalah: 30 x 7.5 = 210 ml. jumlah ini untuk satu hari, bukan satu kali minum.

Kalau anak minum ASI, kebutuhan air putihnya bisa setengah dari jumlah yang seharusnya karena pada ASI, hampir 80% kandungannya adalah air.

Namun jika anak minum susu formula atau sufor, takaran hendaknya disesuaikan dengan angka kebutuhan diatas karena air putih juga diperlukan untuk mengeluarkan kelebihan konsentrasi mineral yang ada pada sufor.

Air putih juga bisa membantu agar bayi tidak sembelit dan juga menanamkan kebiasaan sehat untuk minum air putih bagi bayi.

Nah, bagaimana kalau si kecil yang bau-baru Mpasi tidak doyan air putih? Cara mengatasinya bayi yang tidak suka minum air putih bervariasi. Banyak sekali
mommy yang mengeluhkan soal ini di milis dan saya juga pernah mengalaminya.

Alasan bayi tidak suka minum air putih karena rasanya yang tawar. Mereka sudah terbiasa minum susu yang manis, ketika diberikan air yang tawar, mereka akan menolak. Bayi juga masih adaftasi, sehingga untuk mengatasi bayi tidak suka minum air putih, mommy bisa mengadaptasikannya secara perlahan. Caranya, sehabis makan, campurkan air putihnya dengan sedikit makanan kesukaannya, baik itu bubur atau puree buah lalu berikan ke bayi. Secara berangsur-angsur, kurangi kepekatan hingga akhirnya air putih saja.

Jika cara ini tidak berhasil, ganti media pemberiannya. Jangan menggunakan dot, karena bayi biasanya sudah mengasosiasikan dot dengan susu. Bisa menggunakan gelas, botol minuman, atau sendok.. Biasanya bayi akan suka memperhatikan apa yang dipakai orang tuanya dan juga berminat untuk melakukan sesuatu seperti yang orang tua mereka lakukan.

Intinya tetap satu, sabar. Bayi adalah makhluk mungil yang belum berpengalaman. Mereka perlu waktu ekstra untuk belajar banyak hal, termasuk juga untuk sebuah kesenangan seperti makan dan minum. Semangat mommy!

No comments:

Post a Comment

My Blog List

Blog Archive