Thursday, October 25, 2012

9:17 AM

Tentang Seorang Teman

Kali ini bukan tentang si Cyuta dulu, tapi tentang seorang teman. Hahaha.... entah kenapa saya pingin curhat tentang teman yang satu ini. Mengenalnya memang dari internet, namun rasanya jauh lebih mengenalnya dibanding teman yang bukan dari internet. Awal perkenalan sekitar tahun 2007, ketika saya sedang bermimpi jadi penulis (saya mimpi impian ini nurun ke Acyuta).

Dia orang pertama yang mau membaca tulisan saya hingga selesai. Ini pula yang menjadikan saya segan kepadanya. Singkat kata, sebuah forum tempat bertemu juga menjadikan kami dekat sebagai teman. Sering ngobrol, curhat hingga pernah rencana join nulis. hahahha....

Akhir 2007, saya akhirnya bisa bertemu dengannya sehubungan liburannya sekeluarga ke Bali.

Tahun 2008 hingga 2009, saya masih dekat dengannya. Masih ngobrol, nelpon hingga diputus operator, sms, chating dan lain-lain.

Tahun 2010 saya pindah kerja. Ada sebuah hubungan baru yang saya jalani dan dia itu masih menjadi teman curhat.

Tahun 2011 saya menikah, dan blas... kehidupan rumah tangga dan akhirnya kehamilan membuat komunikasi terputus. Ahahahah... alasan yang klise memang.

Kini akhir 2012, saya kagum dengan teman saya tersebut. banyak website yang menulis tentang dia, mereview karya-karya dia. Teman saya telah sukses menjadi penulis. Beberapa karyanya mewarnai toko-toko buku ternama. Ah, teman saya telah sukses mewujudkan mimpinya.

Dunia maya tahu sudah ada 5 novelnya yang terbit, namun saya tahu bahwa novelnya yang terbit sudah 6, yang pertama tidak dijual bebas (gaya.mode.on)

Mungkin perasaan saya sekarang ini sama kek perasaan orang yang temannya tiba-tiba jadi artis ngetop dan digandrungi banyak orang. Jadi sok tahu and apa ya namanya... ah susah dijelaskan. Kampungan banget rasanya, tapi dibalik itu semua, sebenarnya saya takjub karena perkembangan anak cengengesan ini pesat sekali.Jika dulu kerjaannya hanya mojok di kamar, internetan, chating sambil nulis, ngopi, mungkin sekarang her life sudah dipenuhi dengan hal baru, memberi tanda tangan di novel tulisannya. Congrats my friend. Saya senang pernah mengenalmu ketika kamu belum menjadi seperti sekarang ini.



Friday, October 19, 2012

10:29 AM

Tim Roti Apple+Keju (8 Month +)

Saya mengikuti milis Mpasi Rumahan untuk mempermudah menu makanan bayi. Disana banyak sekali ada resep makanan bayi yang dishare sama ibu-ibu kece. Nah, mulai sekarang, saya akan ikut menshare resep tersebut disini. Mungkin belum semua dicoba, tetapi ada baiknya juga dishare loh.

Mulai dari resep berikut ini. Banyak mommy yang tertolong oleh resep ini untuk mengatasi anak GTM (Ga mau Makan) ya istilahnya resep anak GTM lah. Resep ini sendiri sudah saya coba, Acyuta mau beberapa suap namun akhirnya nutup mulut juga. Eh, ini juga dipakai untuk resep makanan bayi 8 bulan ke atas ya mom!

Resep Tim Roti Apple+Keju 

Bahan :
3lembar roti gandum, buang pinggirnya, potong kotak kecil²
120ml susu UHT/sufor/air
1/2buah apple fuji100, parut kasar
2sdm keju parut
1butir kuning telur, kocok lepas

Cara Membuat :
1. Tata potongan roti gandum diatas pinggan tahan panas/wadah alufoil, siram dgn susu cair, diamkan sebentar agar susu meresap
2.  Aduk² hingga susu & roti gandum tercampur rata, tambahkan kuning telur yg sudah dikocok, aduk rata
3. Campurkan apple parut, aduk rata
4. Ratakan permukaan adonan, taburi dgn keju parut, kukus ±45menit atau hingga matang.
5.  Sajikan hangat




9:55 AM

Bye Bye GTM (Oh Akhirnya......)

Sudah sebulan Acyuta susah makan, mingkem-mingkem atau menggeleng setiap disuapin makan. Bahasa gaulnya sih GTM, Gerakan Tutup Mulut alias ga mau makan. Hampir sebulan itu juga merasa betapa beratnya memberi dia makan. padahal banyak usaha sudah dilakukan, variasi menu, ngajak jalan-jalan, hingga join am pengasuh dan neneknya untuk nyuapin makan tapi hasilnya juga ga memuaskan. Yang ada tubuhnya tambah kurus, stress emaknya meningkat dan hahahha.... jadi merasa bersalah karena anak kurus.

Tapi akhirnya, Tada...... seminggu belakangan dia sudah menghentikan GTMnya. Yes yes yes... emak sama pengasuhnya tos. Acyuta sudah sampai kewalahan mangap padahal mulutnya masih isi bubur.

Cara mengatasi anak GTM atau ga mau makan, hingga saat ini saya juga tidak tahu. Penyebabnya si Acyuta GTM, saya rasa lebih ke kondisi perkembangannya sendiri. Sebulan ini dia peralihan dari duduk ke merangkak. Baru sekitar dua minggu ini dia bisa merangkak, seminggunya baru enak makannya.

Saya sih belum baca bener ulasan mengenai growth sproud, namun mertua, dokter dan juga keluarga banyak bilang bahwa GTM bisa disebabkan oleh masa pertumbuhan. Setiap anak (kecuali anak-anak tertentu) memang akan mengalami masa dimana dia ga mau makan. Entah karena tidak lapar, kondisi fisik ga fit atau sebagainya.

Memang belakangan saat masa-masa GTM, Acyuta sempat kena pilek, panas dalam (mungkin) dan sempet kepikiran tumbuh gigi walaupun ternyata belum. terus ditambah faktor perkembangan, akhirnya dia mogok makan.

Mogoknya memang tidak mogok sama sekali. Dia mau dua hingga tiga suap, namun selebihnya tidak. Mingkem, mengalihkan muka hingga nangis saat mau disuapin. Paling parahnya dia hanya mau icip-icip, ketika rasanya ia ga suka, ia langsung mingkem.

Trik menghadapi anak GTM kala itu sih kebanyakan pada variasi menu dan juga mengubah suasana makan. Memang idealnya suasana makan anak itu di kursi makan, namun mereka itu bayi, anak kecil yang tidak diam. Jadi daripada keras kepala dan ngotot, saya bela-belain gendong dia kemana-mana, mencari keramaian yang kiranya bisa mengalihkan perhatiannya, membuatnya bengong, mangap dan hap... kesempatan deh sendok masuk.

Trik ini tidak selalu berhasil sih karena Acyuta sering bosenan anaknya. Pas dia mangap, sendok mendekat, eh dia mingkem lagi. Aduh-aduh....

cara singkat, ujung sendok diisi makanan, selipkan ke bibirnya yang mingkem. Saat dia icip-icip kan mulutnya terbuka sedikit dan sendok tak selipkan di mulutnya. Kesannya seperti pemaksaan sih, baca-baca juga bisa bikin anak trauma, namun apa daya?

Cara neneknya lebih sadis yaitu dengan memaksanya makan. Saya berani-beraniin tegur, biarlah dulu dia tidak makan daripada dipaksa begitu. Takutnya trauma.

hahah... semoga masa-masa ini tidak terulang lagi. Masa makan pagi yang awalnya 1.5 jam sekarang sudah jadi setengah jam. Ah... leganya. Badannya juga sudah tambah montok.

Ah iya, share menu kali-kali aja memang menu yang tak kasih belakangan membuatnya lebih berselera.

Sarapan : Kacang Merah rebus + Keju + Sufor
Maksi + Maksor : Nasi tim + tumisan ayam, tahu, tomat, keju, seledri, daun bawan + sayur-sayuran.
Camilan pagi : Puree Apel/Pear + melon/pepaya

Ada juga beberapa resep makanan yang saya dapat di milis yang setelah dicobain ibu-ibu disana, bisa mengalahkan si GTM itu. Lihat resepnya di label resep makanan bayi ya.

Selamat makan, Acyuta. Mommy love U. Muahhh

Friday, October 12, 2012

9:20 AM

Berubah Berubah Berubahhh

ada yang berubah belakangan ini. Yang biasanya belanja di pasar, sekarang doyan banget belanja di supermarket. Belanjanya juga ga tanggung-tanggung, belanja sayur plus tahu. Plis deh, belanja tahu aja ke supermartet? bukan nya di pasar dekat rumah banyak tuh penjual tahu?

Heheheh... beginilah emak sok modern. Berbekalkan berbagai ilmu dari milis, sayah ingin memberikan makanan-makanan bergizi buat di baby. Bergizi tentu saja memang tidak harus mahal, namun yah, udah dibilang ilmu dari milis ntu ilmu bule alias produk makanannya kebanyakan produk bule, maka si baby jadi pemakan makanan impor.

Ga bermaksud ga sih, cuman gimana ya, pengen gitu ngikutin saran-saran ibu di milis. apalagi jika makanan itu emang disukai sama si baby. Makanya, saya yang biasanya ogah ke supermarket karena pasti boros, rajin nyambangin Tiara buat beli tofu, bayam merah, EVOO hingga kabocha. emang sih, makanan tersebut ga ada di pasar tradisional. makanya, saya bilang berubah berubah berubah.

Tetapi ga semua berbau impor kok. Hanya bahan makanan tertentu yang saya beli di supermarket. Contohnya ya, bahan makanan diatas. Yang lain macam sayur yang gampang ditemui di pasar, tetap pasar lah. kan lagi jamannya ngirit gitu.

Tapi entah kenapa, kok pengen aja ya ke supermarket lagi?
Ampun deh...