Monday, September 24, 2012

Ketika Dia Harus Ditinggalkan

Apa kira-kira yang membuat seornag ibu sedih? Ah meninggalkan anaknya. Iya, hari ini berasa banget sayang ninggalin Cyuta. Hari ini dia diam di rumah denpasar, jauh dari tempat kerja, tidak bisa nengokin sat jam istirahat seperti biasa. Ditambah Bapaknya lagi keluar kota, entah kenapa semakin enggan ninggalin dia. Apalagi apalagi, pagi-pagi saat disusuin dia bengong, lihat neneknya minta digendong. Serasa ditinggalkan dia rasanya (ababil banget, irinya itu loh). Ah, sampai saat ini saya memang kadang masih suka iri kalau dia ingin digendong orang lain kalau sedang sama saya. Gimana gitu rasanya, serasa mau ditinggalkan. hikhikhik...

tapi tadi sebelum berangkat, dia bangun begitu saja dari tidurnya. Dia tak gendong, tak ciuin bertubi tubi pipi sama dagunya. Tumben, dia tidak protes. Bahkan tertawa-tertawa. Padahal direbahkan sedikit aja dia udah protesnya minta ampun.

Ah, meninggalkanmu adalah sebuah rasa sedih.

No comments:

Post a Comment