Wednesday, June 20, 2018

6:00 PM

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan Cara Memasak

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan cara memasak zucchini untuk bayi.

 Zucchini atau labu italia merupakan salah satu jenis labu musim panas (summer squash) yang bagus untuk bayi dan bisa diolah menjadi Mpasi yang sehat.  Jenis sayur ini sangat serbaguna, mengandung banyak mineral penting, bukan jenis makanan yang menimbulkan reaksi alergi, dan tidak juga menyebabkan sembelit. Untuk itulah, penting untuk Ibu menambahkan sayur ini pada makanan bayi.

Zucchini bisa didapatkan dengan mudah di swalayan. Bentuknya mirip mentimun, tetapi memiliki tekstur kulit yang berbeda. Zucchini memiliki rasa yang segar dengan cita rasa manis. Lalu, kapan sih sayur ini bisa dikenalkan pada bayi?

Kapan Mengenalkan Zucchini pada Bayi?

Ibu sudah bisa mengenalkan sayur ini sejak umur 6 bulan. Namun mengingat kulitnya sedikit keras, ada baiknya Ibu menunggu hingga umur 8 bulan untuk mengenalkan zucchini, terutama jika si kecil rentan terhadap gangguan pencernaan. Atau, Ibu bisa mengupas kulitnya agar mengurangi komplikasi kesehatan.

Walau zucchini bukan alergen umum, tetapi memastikan bahwa jenis makanan ini aman adalah prioritas. Tetap gunakan aturan 4 day wait rule, untuk memantau gejala alergi.

Baca juga: Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Kandungan Gizi Zucchini

Zucchini mengandung beta karoten, kalium, folat, dan vitamin C yang berguna bagi kesehatan. Selain itu, zucchini jarang menimbulkan komplikasi pencernaan seperti sembelit atau alergi. Rasanya yang lembut bisa ditambahkan pada apa saja tanpa mengubah rasa makanan itu.
Berikut kandungan gizi zucchini:

(1/2 cangkir direbus & dikeringkan dengan kulit)

VITAMIN:

Vitamin A - 1340 mg
Vitamin C - 5,5 mg
Asam pantotenat - 0,3 mg
Niasin - 0,05 mg
Riboflavin - .04 mg
Tiamin - .04 mg
Folat - 20 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.   

MINERAL:

Kalium - 304 mg
Fosfor - 48 mg
Magnesium - 26 mg
Kalsium - 16 mg
Sodium - 287 mg
Setrika - .42 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, tembaga, mangan dan lainnya.

Baca juga: Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Cara Memasak Zucchini untuk Bayi

Zucchini tidak perlu dikupas, karena kandungan gizinya justru paling banyak terdapat pada kulitnya. Selain kulit, bijinya juga lembut, bisa dihaluskan dengan mudah dan tidak perlu dibuang.

Berikut cara memasak zucchini untuk bayi:

Langkah 1
Zucchini merupakan labu musim panas yang dipetik saat buahnya belum matang sempurna. Zucchini memiliki bentuk yang mirip dengan mentimun . Warnanya bervariasi, dari hijau, hijau pucat atau kuning - biasanya bergaris dan kadang-kadang rintik.

Pilihlah sayur yang kecil (5 hingga 6 inci atau lebih) karena memiliki tekstur dan rasa yang lebih bagus daripada sayur berukuran besar. Hindarkan membeli zucchini yang berbintik, pilih yang kulitnya mengkilap dan bebas noda.

Sayur ini bisa disimpan dalam kulkas selama 3 hari dengan menggunakan kantung plastik. Karena zucchini adalah sayur yang lembut, maka pastikan permukaannya benar-benar kering ketika disimpan di kulkas. Sayur beku yang dicairkan bisa menjadi sangat lembek karena mengandung banyak air.


Langkah 2
Bagilah zucchini menjadi dua bagian lebar dengan pisau. Ibu bisa memasak setengah bagiannya dalam satu waktu karena zucchini matang bisa disimpan selama dua hari. Setengahnya bisa disimpan dalam keadaan mentah.

Langkah 3
Potong ujung zucchini. Cuci sayuran secara menyeluruh di bawah aliran air dingin yang mengalir deras.

Langkah 4
Potong zucchini menjadi irisan tipis.

Langkah 5
Isi panci kecil dengan air dingin dan didihkan dengan api besar.

Langkah 6
Tambahkan irisan zucchini ke dalam panci. Tunggu sampai air mendidih kembali, lalu kecilkan nyala api ke sedang.

Langkah 7
Rebus zucchini sampai empuk, biasanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Langkah 8
Tiriskan air dan masukkan zucchini yang sudah matang ke dalam food processor. Haluskan sayur dan sesuaikan konsistensinya. Jika puree tampak terlalu tebal, tambahkan air dingin secara bertahap, 1 sendok teh setiap kali, sampai konsistensi yang benar.

Langkah 9
Biarkan puree dingin sebelum memberikannya kepada bayi. Simpan sisa makanan dalam wadah tertutup di kulkas hingga dua hari.

Selain direbus, zucchini juga bisa dikukus. Atau jika Ibu mau, Ibu juga bisa menumis zucchini bersama labu kuning dengan sedikit minyak zaitun dan rempah-rempah. Puree zucchini bagus jika dikombinasikan dengan ubi, kentang, wortel, butternut squash dan ayam.

Baca juga:  Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi


Monday, June 11, 2018

1:44 PM

Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi

Ibu berencana memberi Mpasi pisang untuk si kecil?

Itu rencana yang bagus, Bu. Seperti kita tahu, pisang merupakan pilihan Mpasi pertama yang bagus. buah ini kaya akan gizi dan sangat mudah dicerna perut si kecil. Untuk memberikannya, Ibu bisa mulai dengan membuat puree pisang. Nah, pada artikel ini, kita akan membahas 5 cara mudah menyiapkan puree pisang  serta cara membuat puree pisang untuk bayi.

5 Langkah Mudah Untuk Cara Mempersiapkan Pure Pisang Untuk Bayi:

Membuat pure pisang untuk bayi sangat mudah disiapkan, selain itu juga multiguna.
•    Ibu bisa  menambahkan pure pisang ke sereal harian si kecil. Ini akan menambah rasa ekstra pada makanan sehari-hari.
•    Pure pisang adalah hidangan cepat saji sekligus lezat.

1. Memilih Pisang – Segar dan Matang

Cara membuat puree pisang untuk bayi
Ada beberapa jenis pisang yang tersedia di pasaran. Biasanya, para Ibu sering memberi bayi pisang ambon. Selain itu, Ibu juga bisa memberi si kecil pisang kepok, pisang emas dan pisang susu. Sebenarnya, pisang apa pun bisa untuk bayi, asalkan matang, segar dan tidak asam. Pilihlah pisang yang bebas noda dan berwarna kuning. Jangan memilih pisang yang hijau karena belum matang. Pisang dengan bintik-bintik juga menandakan sudah kelewat matang, jadi usahakan jangan memilih jenis pisang ini.

 Baca juga: Manfaat Mpasi Jagung untuk Bayi

2. Mencuci, Mengupas dan Mengiris Pisang:

Ibu bisa langsung mengupas kulit pisang dan kemudian melumatnya.  Tetapi sangat penting untuk membersihkannya dengan baik sebelum Ibu menjadikannya puree.
  • Pertama-tama, Ibu bisa mencampur air dan cuka dalam mangkuk dengan perbandingan 3: 1. Gunakan campuran itu untuk membersihkan pisang (yang masih berkulit). Cuka membantu menghilangkan bakteri pada kulit pisang.
  • Bersihkan setiap pisang di bawah air keran (air dingin) dan keringkan. Sekarang kupas kulitnya.
  • Setelah dikupas, pisang biasanya tidak akan bertahan lama. Jadi usahakan membuat puree menjelang waktu makan.  hal ini akan membuat kesegarannya terjaga.

3. Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi 

Cara membuat puree pisang untuk bayi sangatlah mudah. Hancurkan potongan pisang menggunakan sendok hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
  • Ibu bisa menambahkan air ke pisang yang sudah dihaluskan, tetapi lakukan hal ini hanya untuk bayi yang lebih tua.
  • Untuk bayi, tambahkan ASI untuk membuat puree tipis dan ASI jauh lebih baik dari air.
  • Ibu bisa  membuat 8 ons pure dengan satu pisang segar berukuran sedang.

4. Sajikan Puree Pisang dalam Rasa Berbeda Lainnya:

Puree pisang  rasanya terlalu enak, tetapi juga bisa ditambahkan ke pure buah lainnya agar lebih enak dan lezat.
  • Ibu bisa mencoba pure pisang dengan pure buah Avocado. Rasanya benar-benar enak karena kedua buahnya sangat halus dan bisa bercampur dengan sangat baik.
  • Selain itu, cobalah dengan peach, plum, pir, stroberi, ceri, blueberry dan yogurt.
Sebelum memberikan untuk bayi, pastikan Ibu mencicipi terlebih dahulu puree itu. adakalanya jenis pisang tertentu berubah rasa menjadi sedikit asam setelah dibuat puree. Ini bisa membuat bayi terkena sembelit karena lambung mudanya tidak cukup kuat untuk mencerna asam dalam pisang.

Baca juga: Buah Bit untuk Bayi dan Cara Membuatnya 

5. Mendinginkan Sisa Puree Pisang

Sebenarnya, Ibu bisa mendinginkan puree sisa dalam wadah kedap udara hingga 3 hari. Tetapi sangat dianjurkan untuk membuat puree segar dan lezat untuk bayi. Makanan segar buatan sendiri selalu lebih enak dan lebih baik untuk kesehatan bayi.

Thursday, June 7, 2018

8:24 AM

Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Mpasi daging ayam sudah bisa diberikan untuk bayi sejak awal. Bahkan menu tunggal Mpasi ayam sangat cocok jika disajikan bersama dengan bubur beras atau oatmeal. Ayam memiliki beberapa manfaat gizi karena rendah lemak dan tinggi protein yang berguna bagi perkembangan si kecil. ayam juga bisa diolah menjadi finger food, bisa menambah rasa dan juga membuat selera makan si kecil bisa menjadi lebih baik.

Namun, kapan ayam bisa dijadikan menu Mpasi bagi si kecil? simak artikel berikut ya, Bu.

Kapan Bayi Bisa Makan Ayam? 

Mpasi daging ayam sudah bisa diberikan pada umur 6 bulan, yaitu ketika makanan padat diperkenalkan dalam makanan mereka. Ibu bisa memulai dengan menu tunggal Mpasi ayam yang sudah dicampur dengan bubur beras atau oat.Usahakan masing-masing porsi tersebut tidak lebih dari dua sendok makan. ibu bisa menambah porsi secara bertahap sesuai dengan umur bayi.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi Bayi

Manfaat Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Ayam bisa menjadi bahan Mpasi yang terbaik karena mengandung nilai gizi bagus. Berikut manfaat mpasi daging ayam yang bisa dirasakan oleh si kecil:
  • Pertumbuhan otot yang sehat: 100g ayam mengandung 18.6g protein, yang terkonsentrasi selama proses memasak dan mengalami peningkatan kuantitas. Protein sangat penting untuk pertumbuhan bayi karena memfasilitasi pertumbuhan otot. Selain itu, protein dari sumber itu mudah dicerna dan mudah diserap oleh tubuh.
  • Memperbaiki sistem peredaran darah: Ayam mengandung zat besi yang diperlukan untuk pertumbuhan sel darah merah. Ayam juga kaya potassium, yang menjaga pembuluh darah dalam kondisi baik.
  • Bagus untuk tulang: 100g ayam mengandung 15mg kalsium dan 182mg fosfor. Kedua mineral ini memainkan peran penting dalam pembentukan tulang yang kuat.
  • Vitamin memfasilitasi perkembangan otak: Ayam kaya akan vitamin termasuk C dan A. selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin B12, juga disebut cobalamin, yang sangat penting untuk perkembangan otak pada bayi.
  • Mikronutrien untuk kekebalan tubuh: Ayam mengandung zat gizi mikro seperti seng dan magnesium, yang memainkan peran penting dalam menjaga kekebalan tubuh yang sehat. 
Baca juga: Menu Makanan Bayi Mpasi 6-8 Bulan

Mpasi Daging Ayam untuk Bayi


Nilai Unit Nutrien Per 100g
Energi 215Kcal
Protein 18.6g
Lemak 15.06g
Kalsium 15mg
Besi 0,9 mg
Magnesium 20mg
Fosfor 147mg
Kalium 189mg
Sodium 70mg
Seng 1.31mg
Vitamin C 1.6mg
Vitamin B1 (Thiamin) 0,06mg
Vitamin B2 (Riboflavin) 0,12mg
Vitamin B3 (Niacin) 6,801mg
Vitamin B6 0,35mg
Vitamin B9 (Folat) 6μg
Vitamin B12 0,31μg
Vitamin A 41μg
Vitamin D 0,2 μg
Vitamin E 0,3 mg
Vitamin K 1,5 μg

Bagaimana Cara Memilih Dan Menyimpan Ayam? 

  • Pilih: Selalu beli ayam segar dari toko yang higienis. Beberapa Ibu juga lebih memilih ayam kampung dari pada ayam boiler. Itu adalah hak setiap Ibu. Setiap daging, termasuk ayam, rentan terhadap kontaminasi bakteri, oleh karena itu, usahakan agar jangan memberi ayam yang dibekukan karena bisa mengandung patogen yang membahayakan bayi.
  • Pilih ayam organik segar yang hanya diberi makanan alami, yang bebas dari antibiotik dan hormon. Jangan pernah membeli ayam asin atau dikemas, yang diproses dengan pengawet.
  • Penyimpanan: Beli sebanyak yang Ibu butuhkan untuk masakan bayi. Jangan membekukan sisa ayam atau makanan bayi yang mengandung ayam karena bakteri dapat merambat dengan mudah di dalamnya.

Bagaimana Cara Mengolah Ayam Untuk Bayi? 

Berikut ini adalah cara terbaik memasak ayam untuk bayi:
  • Panggang: Panaskan oven hingga 375ºF (190ºC). Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil sehingga matangnya merata. 1 lb atau 453g ayam membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk dimasak dengan benar. Untuk bayi, Ibu bisa menghaluskan ayam dengan air setelah dipanggang. Untuk bayi berusia 12 bulan atau lebih, Ibu dapat mencabik-cabik ayam menjadi potongan-potongan kecil.
  • Blanzir: Potong irisan tipis ayam tanpa tulang dan letakkan di panci dengan air yang cukup untuk merendamnya. Didihkan air, lalu didihkan selama 20 menit atau sampai ayam benar-benar empuk. Haluskan irisan ayam dengan air atau saring air yang kaya nutrisi untuk digunakan dalam makanan bayi lainnya.
  • Rebus: Merebus mungkin adalah cara memasak ayam yang terbaik karena melunakkan daging agar mudah dihaluskan dan membunuh patogen. Potong ayam menjadi potongan-potongan kecil dan rendam seluruhnya dalam air dalam panci mendidih. Rebus selama 30 menit atau lebih dan kemudian haluskan ayam.
Baca juga: Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Tuesday, May 29, 2018

2:12 PM

Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Selamat, bayi Ibu memasuki umur 8 bulan. Yang artinya, ragam makanan yang bisa ia makan akan makin bertambah. Ada bahan makanan baru yang sudah bisa ia coba di bulan ini, contohnya telur. Lalu bahan makanan lainnya apalagi, terutama untuk kecerdasan otaknya? Nah, untuk Ibu yang mencari  bahan makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak, ikuti terus artikel ini.

Menyediakan makanan sehat adalah kewajiban Ibu, walaupun untuk memakannya atau tidak, tetaplah hak bayi. Namun kadang, ragam makanan juga bisa memancing selera makan si kecil, lho.

Nah, untuk Ibu yang mencari makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak, Ibu bisa memadukan makanan bayi 7 bulan untuk kecerdasan otak di artikel sebelumnya, dengan bahan-bahan berikut ini.


Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Sebelumnya baca dahulu Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Blueberry

Di umur 8 bulan, bayi sudah boleh makan blueberry dan raspberry. Buah ini penuh dengan flavonoid, sehingga bisa membantu meningkatkan memori, pembelajaran, dan pemikiran umum. Selain itu, kandungan flavonoid juga bisa memperlambat penurunan kemampuan mental yang berkaitan dengan usia. 

Minyak Zaitun

Makan minyak zaitun secara teratur dapat mengurangi kerusakan otak. Lemak tak jenuh tunggal dalam buah zaitun digunakan oleh semua sel dan bisa meningkatkan transportasi oksifen agar lebih banyak ke otak.

Brokoli

Brokoli adalah makanan super untuk otak bayi. Sayuran ini mengandung DHA, yang membantu agar para neuron terhubung. Brokoli juga memiliki sifat melawan kanker dan membuat sayur ini menjadi makanan otak bayi yang sangat baik.

Makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak

Kacang-kacangan.

Salah satu makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak adalah kacang. Jenis kacang yang bisa dicoba bayi umur 8 bulan adalah kacang polong. Kacang-kacangan  memiliki lemak tak jenuh tunggal dan vitamin E, yang melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer dengan memadamkan unsur-unsur merusak sel otak yang disebut radikal bebas.

Ikan

Semua orang tahu ikan memiliki manfaat bagus untuk otak. Nah, mengonsumsi ikan secara teratur  memiliki efek pada ukuran otak (massa) dan dapat memperlambat proses penuaan otak. Minyak (lemak omega-3) hadir dalam ikan berlemak seperti salmon, tuna dan mackerel  akan mampu membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, konsentrasi, dan memori. Asam lemak  omega 3  juga bisa membantu membangun jaringan otak. Asam lemak omega 3 membantu pertumbuhan dan fungsi otak pada bayi. Konsumsi ikan secara teratur akan meningkatkan keterampilan mental anak.

Baca juga : Ikan Kembung untuk Makanan Bayi

Telur

Makanan lain yang biasanya mudah diberikan pada anak-anak adalah telur. Anak umur 8 bulan sudah boleh dikenalkan dengan kuning telur. Para peneliti telah menemukan bahwa memberikan telur pada bayi untuk sarapan akan memberi mereka asam omega-3 yang bisa melindungi otak mereka, serta vitamin E yang dapat membantu melawan depresi.

Seperti kita tahu, anak-anak memiliki pusat ingatan yang berkembang, yang terbentuk selama 6 tahun pertama kehidupan. Kolin adalah nutrisi penting dalam proses ini. Satu kuning telur memiliki sekitar 200 miligram kolin, yang memenuhi atau hampir memenuhi kebutuhan anak-anak hingga 8 tahun. Telur juga mengandung zat besi, folat, dan vitamin A dan D (jika ditingkatkan), yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal.

Menurut sebuah penelitian baru-baru ini oleh sekelompok ilmuwan, “ Telur adalah sumber nutrisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kami berhipotesis bahwa memperkenalkan telur lebih awal selama pemberian makanan tambahan akan meningkatkan nutrisi anak ... pengenalan telur secara dini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan pada anak-anak.”

Neurotransmitter mereka juga akan mendapat dorongan, jadi pastikan Ibu mengenalkan telur untuk si kecil.

Baca juga : Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak

Makanan Fermentasi.

Makanan bayi 8 bulan untuk kecerdasan otak yang tidak kalah sehatnya adalah makanan hasil fermentasi. Ada beberapa manfaat besar jika Ibu memberikan makanan hasil fermentasi pada bayi sejak dini. Sebagai pengenalan, salah satu jenis makanan yang bisa adalah tempe.  Ibu bisa menambahkan sejumlah kecil tempe ke menu makanan bayi. 

Makanan fermentasi yang lembut dan bergizi  akan bergerak melalui saluran pencernaan,  memperkenalkan probiotik - bakteri baik dan ragi yang telah terbukti mampu meningkatkan kesehatan. Jaringan dukungan yang dibuat oleh probiotik melampaui usus, mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan perilaku bayi.

Baca juga : Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok


Friday, May 25, 2018

10:46 AM

Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Oke, ini akan membuat orangtua mana pun frustrasi (dan menakutkan). Bayi yang biasanya selalu membuka mulut saat disendoki makanan dan makan dengan rakus tiba-tiba saja menutup mulut. Atau pada kasus tertentu, bayi akan menggeleng dan menangis setiap sesendok makanan diarahkan ke mulutnya. Seolah sendok itu adalah benda mengerikan, membuatnya ketakutan dan bahkan seolah trauma.

Tapi perlu Ibu ketahui, ini bisa menjadi hal yang normal. Yang perlu Ibu cari tahu adalah bagaimana cara menyesuaikan dengan kondisi barunya sehingga Ibu bisa tenang mengatasi bayi trauma sendok.

Bayi Menolak Sendok itu Normal

Bayi menolak sendok sebenarnya merupakan tonggak penting, tidak kalah pentingnya dengan gigi pertama atau langkah pertama. Kebanyakan bayi mengalami tahap perkembangan seperti ini sekitar umur 9-11 bulan, terutama ketika mereka tidak ingin memainkan peran pasif saat diberi makan. bayi ingin melakukan semuanya sendiri. Tetapi tentu saja, semua anak tersebut berkembang dengan tingkat yang berbeda. Beberapa anak bahkan tetap senang disuapi dengan sendok lebih lama, terutama bayi prematur dan bayi yang penundaan oral-motor.

Tetapi sebagian besar bayi akan menolak sendok setelah mereka berumur setahun.

Untuk mengatasi bayi trauma sendok, beberapa orangtua memutuskan untuk mengikuti metode BLW. Namun metode ini tidak selalu berhasil, terutama bagi orangtua yang mengendalikan banyak bidang kehidupan sang anak, terutama dalam hal makan. Ketika dibiarkan makan sendiri, bayi bisa saja makan kurang dari yang dia butuhkan. Atau, bayi bisa saja lebih memilih makanan tertentu sehingga gizi yang dia peroleh kurang, atau bahkan bayi malah lebih banyak bermain-main ketimbang memasukkan makanan itu ke mulutnya.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk Mpasi

Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Menyikapi kekhawatiran itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata anak kecil itu  hebat dalam mengatur diri sendiri. Mereka akan tahu rasanya lapar dan mengontrol seberapa banyak makanan yang ingin mereka makan. Lalu, jika keseimbangan nutrisi adalah kekhawatiran terbesar Ibu, sebaiknya Ibu mencatat semua makanan yang dikonsumsi bayi selama satu minggu.

Cara Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Untuk mengatasi bayi yang menolak sendok, ada beberapa hal yang patut Ibu persiapkan. Di antaranya:
  • Jika bayi mendekati umur 9 bulan, maka Ibu harus bersiaplah untuk tonggak ini. Mulailah bekerja untuk membangun repertoar bayi, mulai dari makanan jari dan keterampilan dalam menggunakan alat sehingga ia mendapatkan cukup kalori dan nutrisi ketika periode trauma sendok itu datang. Sebagian besar bayi siap untuk makanan jari sedini mungkin pada usia 6 bulan.
  • Hindari teknik tekanan halus seperti mengalihkan perhatian bayi saat makan. Memainkan "pesawat" atau menggunakan TV atau bahkan buku mungkin bisa membantu untuk mencari kelengahan bayi sehingga Ibu bisa memasukkan sendok ke mulutnya. Namun sebenarnya, hal ini justru akan berkontribusi pada aksi trauma atau menolak sendok pada bayi. Pengalihan perhatian seperti ini akan membuat waktu makan menjadi lebih tegang dan mengajarkan anak untuk mengabaikan sinyal kenyang.
  • Biarkan bayi memandu proses pemberian makan dengan sendok. Jangan pernah menipu bayi untuk membuka mulutnya atau memasukkan sendok ke mulutnya tanpa dia sadari apa yang terjadi. Ini dapat menyebabkan keengganan makan dan rasa takut akan pengalaman makan.
  • Jangan pernah memegang tangan bayi saat dia mencoba meraih sendok . Keinginannya untuk memegang sendok dan melakukannya sendiri adalah langkah perkembangan yang fantastis.
  • Jika bayi menolak sendok, mungkin Ibu sebaiknya mencoba memberinya finger food, atau makanan yang biasa dia pegang dan makan sendiri. Atau, berilah dia makanan kering yang bisa dia makan dengan tangan. Kadang bayi yang baru belajar akan lebih antusias jika diberikan kesempatan mengeksplorasi kemampuannya. Siapkan tikar khusus sehingga Ibu tidak perlu repot untuk membersihkan karena pasti akan sangat berantakan.
  • Percayai bayi untuk memilih berapa banyak dan apa yang harus dimakan, bahkan jika kelihatannya dia membutuhkan bantuan Ibu. kadang-kadang anak malah akan marah jika usahanya makan sendiri diinterupsi oleh sang ibu.  Tentu saja, tidak ada salahnya memberi makan bayi dengan sendok dari waktu ke waktu; hanya saja pastikan saja itu tidak merusak kesenangan saat makan bagi siapa pun.
  • Buat struktur makan sehingga bayi memiliki kesempatan untuk duduk dan makan makanan setiap 2-3 jam di siang hari. Dengan cara ini, bahkan jika dia menolak pada salah satu jam makan, masih ada kesempatan makan lagi di jadwal selanjutnya. Perhatikan bahwa balita dan anak-anak prasekolah tidak perlu sering makan dan dapat menunggu 3-4 jam antara makan dan camilan.
Baca juga: Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok