Wednesday, July 19, 2017

9:35 AM

Manfaat Daun Kelor untuk Makanan Bayi dan Balita


Apakah daun kelor bisa digunakan untuk Mpasi bayi?
Apakah efek samping makan daun kelor?
Bagaimana cara memasak daun kelor untuk bayi dan anak?
Apa saja manfaat daun kelor untuk mpasi?


Kaya akan vitamin dan nutrisi, daun kelor menawarkan banyak manfaat kesehatan bagi anak. Sayur ini adalah antioksidan yang baik dan juga bisa membantu anak  menyingkirkan semua racun. Selain itu kelor bisa melawan peradangan dan infeksi pada anak. Hal ini dikenal untuk meningkatkan energi, melawan kemungkinan kanker, mendetoksifikasi sistem tubuh anak, meningkatkan kekebalan tubuh, menyembuhkan infeksi ringan, dan memperbaiki kulit disertai banyak manfaat lainnya. Daun kelor biasanya dianggap aman dan juga bisa dimakan oleh anak-anak.

Memberi Daun kelor pada bayi dan Anak: 

Daun kelor merupakan sayur bergizi tinggi sehingga bagus untuk pemenuhan gizi buruk. Dikutip dari http://moringamavens.com, bayi di atas 6 bulan bisa diberikan daun kelor tetapi dalam bentuk serbuk. Hal ini sesuai dengan rekomendasi organisasi kesehatan dunia. Ibu dapat menambahkan sekitar 10 - 15gram serbuk daun kelor ke setiap 100 g susu formula untuk memperkuat dan meningkatkan nilai gizi susu.

Lalu untuk daun kelor yang bukan bubuk bagaimana? Adakah efek samping pemberian daun kelor untuk bayi?
Sampai saat ini, belum ada sumber pasti yang merekomendasikan daun kelor untuk Mpasi bayi.  Daun kelor mengandung serat yang tinggi, tetapi masih sangat sulit dicerna oleh bayi. Selain itu, rasa daunnya yang juga pahit, sehingga sulit diberikan pada bayi.


Untuk amannya, Ibu sebaiknya menunggu hingga bayi berumur satu tahun untuk memberikan daun kelor. Ibu bisa menambahkan beberapa helai daun kelor pada sup atau menghaluskan daun matang untuk ditambahkan pada makanan bayi. Atau, daun kelor bisa juga diolah menjadi sayur bening sebagai pengganti bayam.

Bagaimana caranya mengurangi rasa pahit pada daun kelor?
Ibu bisa memanfaatkan kapur sirih. Rebus daun kelor bersama kapur sirih hingga mendidih, setelah itu saring. Daun kelor siap untuk diolah lebih lanjut.

Untuk 1 poundnya, kelor mengandung:
•    3 kali zat besi dari bayam
•    4 kali kalsium yang ditemukan dalam susu
•    3 kali potasium pisang
•    2 kali protein yang ditemukan dalam yogurt dan jumlah protein yang hampir sama ditemukan pada telur
•    7 kali vitamin C jeruk

Baca juga : Bayam untuk Makanan Bayi



Manfaat Kesehatan Kelor 

Daun kelor menawarkan berbagai manfaat kesehatan bagi anak Ibu. Beberapa manfaat tercantum di bawah ini:

Meningkatkan Energ.
Dikemas dengan vitamin dan nutrisi, daun kelor pasti akan meningkatkan tingkat energi anak Anak yang sedang tumbuh membutuhkan banyak energi. Energi dibutuhkan untuk menopang pertumbuhannya.

Meningkatkan Imunitas.
Daun kelor dikenal dengan potensinya untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak dan akan bisa membantu tubuh untuk melawan bakteri biasa.

Meningkatkan Metabolisme
Selama tahap pertumbuhan, metabolisme anak berada pada masa puncaknya. Namun, ketika anak sakit atau menghadapi komplikasi fisik atau emosional, tingkat metabolisme turun seketika. Ibu bisa memberinya daun kelor karena bahan ini adalah sumber sayuran kaya mineral, sehingga bisa memastikan metabolisme anak Ibu tetap baik. Daun kelor juga bisa memastikan bahwa anak memperoleh berat dan tinggi badan yang diperlukan selama tahap pertumbuhan.

Mengembangkan Struktur Sel
Daun kelor adalah salah satu dari sedikit sumber nabati yang mengandung asam amino. Komponen protein ini di daun kelor menjadikannya sumber makanan yang ideal untuk memastikan perkembangan sel yang kuat pada anak Ibu.

Ginjal Sehat & Hati
Daun kelor memiliki potensi detoksifikasi yang hebat sehingga akan berdampak positif pada ginjal dan hati anak Ibu. Mengingat jumlah junk food yang biasanya dikonsumsi anak masa kini, detoksifikasi alami seperti daun kelor adalah pilihan yang baik.

Melawan Infeksi
Daun kelor dikenal secara global karena sifat anti-inflamasinya. Zat ini terdapat lebih banyak dalam bubuk daun kelor. Jika anak menderita  batuk dan demam atau adanya infeksi ringan maka pemberian bubuk daun kelor pasti akan membantu dalam jangka panjang.

Meningkatkan kesehatan Mata
Jika anak Ibu terus-menerus terpapar media audio-video elektronik maka ada kemungkinan besar dia menderita gangguan mata. Namun, kabar baiknya adalah sumber nabati yang baik dan aman seperti daun kelor benar-benar dapat meningkatkan penglihatan anak. Sumber vitamin A yang baik, bubuk daun kelor dapat membantu anak menjaga penglihatannya yang berharga.

Sembuhkan luka
Apakah anak Ibu seorang yang aktif dan menyukai olahraga? Tapi Ibu takut anak akan terluka? Jangan khawatir, Ibu cukup mengoleskan bubuk daun kelor pada luka anak. Luka akan lebih cepat sembuh. Hal yang sama juga berlaku untuk bekas luka.

Bagus untuk Kulit
Kaya vitamin A, C dan E, daun kelor adalah sumber makanan yang fantastis untuk meningkatkan kesehatan kulit anak secara keseluruhan. Daun kelor akan membantu menghilangkan ruam dan iritasi. Oleskan bubuk daun kelor pada kulit, bisa juga digunakan sebagai masker.

Mengobati Mood Swings
Anak mengalami berbagai reaksi kimia secara teratur. Fase proses pertumbuhan konstan ini dapat mengurangi kesehatan emosionalnya. Konsumsi daun kelor bisa membantu untuk mengurangi mood swings. Selain itu, daun kelor juga bisa mengurangi potensi depresi pada anak.

Memperbaiki Rambut
Daun kelor mengandung vitamin dan asam amino tepat yang dibutuhkan untuk pembentukan protein keratin. Protein ini merupakan komponen yang sangat penting untuk memastikan pertumbuhan rambut anak-anak. Selain itu, daun kelor juga kaya akan vitamin A, bubuk daun kelor akan membantu dalam proses pertumbuhan rambut. Hal ini juga mengurangi potensi ketombe pada anak.

Baca juga : Mengurangi Kutu dan Telur Kutu pada Bayi dan Anak


Monday, July 17, 2017

10:06 AM

Manfaat Kentang untuk Makanan Bayi (plus Resep Mpasi Kentang)

Bolehkah bayi 6 bulan makan kentang?
Apa saja sih manfaat kentang untuk bayi umur 7, 8,9,10 bulan?
Bolehkah bayi makan kentang setiap hari?
Resep Mpasi kentang untuk bayi.

Kentang adalah sayuran paling populer dan tersedia secara luas di hampir seluruh belahan dunia. Manfaat kentang untuk bayi meliputi perbaikan kesehatan gastrointestinal, perlindungan hati, khasiat antivirus, perlindungan kulit dan penyembuhan luka bakar kulit. Tanaman itu sendiri dapat tumbuh dalam berbagai kondisi cuaca dan karenanya, kentang bisa didapatkan dengan mudah.

Kentang adalah makanan bayi yang tinggi akan pati
Kentang diyakini berasal dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan antara 8000 dan 5000 SM. Orang-orang Spanyol yang pertama kali menamai umbi ini. Nama yang mereka berikan adalah 'patata' atau 'batata' yang kemudian ditransformasikan menjadi kentang dalam bahasa Inggris.

Pada awal abad ke -20, kentang telah menjadi salah satu sayuran yang sangat populer di dunia barat dan pada pertengahan abad ke -20, kentang juga memasuki sebagian besar negara dunia ketiga. Saat ini, konsumen kentang terbesar di dunia adalah China yang memproduksi 74 juta ton pada tahun 2010. Produsen tertinggi kedua adalah India dengan produksi 36 juta ton. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan tahun 2008 sebagai 'Tahun Internasional Kentang' untuk menciptakan kesadaran tentang kentang di negara-negara berkembang sebagai tanaman dengan potensi aspek komersial.


Umur berapa Bayi boleh makan kentang?

Kentang adalah salah satu sayuran sederhana yang bisa dengan senang hati diperkenalkan pada makanan awal bayi Anda. Kentang mudah dicerna dan menyuplai energi agar bayi bisa aktif. Namun karena kandungan kalori tinggi dan kandungan nutrisi yang rendah, lebih baik mengenalkan kentang kepada anak Anda antara usia 8-10 bulan. Kentang biasanya tidak menimbulkan risiko alergi sehingga Ibu bisa juga mengenalkannya sejak usia 7 bulan. Banyak orang tua memilih untuk menunggu sampai usia 10 bulan untuk mengenalkan kentang pada bayi sehingga bayi mendapatkan lebih banyak nutrisi dari makanan padat lainnya.


Baca juga : Ubi Jalar untuk Makanan Bayi

Gizi pada Kentang
Nilai gizi Kentang Putih sebenarnya tidak terlalu tinggi. Kentang mengandung sejumlah vitamin A dan Vitamin C, serta potassium, komponen pati mereka tinggi. Karbohidrat menyumbang 252 kalori dalam 1 kentang putih panggang.

Kentang Putih: (1 ukuran sedang - dipanggang)

VITAMIN:
Vitamin A - 0 IU
Vitamin C - 20 mg
Niacin - 2,17 mg
Folat - 14 mcg
Vitamin B1 (tiamin) - .16 mgMengandung beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.     MINERAL:
Kalium - 610 mg
Fosfor - 78 mg
Magnesium - 39 mg
Kalsium - 8 mg
Sodium - 8 mg
Selenium - 5,7 mg
Besi - .55 mg
Berisi seng, mangan dan lainnya

Bolehkah Bayi Makan Kentang Setiap hari?
Untuk orang dewasa, kentang aman untuk dimakan setiap hari, tetapi harus dicampur dengan bahan makanan lain agar mendapat nilai gizi yang seimbang. Namun pada beberapa bayi, kentang bisa menyebabkan gas. Jadi, sebaiknya Ibu tidak memberikan puree kentang setiap hari dan memberikan pada bayi dua kali seminggu. Kentang juga tidak akan menyebabkan sembelit pada bayi. 

Manfaat kesehatan kentang 

Memperkenalkan kentang pada bayi Anda memiliki manfaat kesehatan seperti:

Persediaan vitamin dan mineral: Kentang memasok jumlah vitamin dan mineral yang cukup walaupun tidak sebanding dengan sayuran lainnya.

Penting untuk kesehatan gastrointestinal: Kentang mengandung gula alkalin tinggi, gula ini dapat membantu menurunkan kadar asam dalam tubuh. Hal ini berlaku untuk bayi dan balita karena pada beberapa kasus, mereka masih rentan dengan keasaman. Selain itu, kentang dapat membantu mencegah fermentasi dalam usus dan meningkatkan pertumbuhan bakteri ramah.

Melindungi hati: Studi sekarang menunjukkan bahwa kentang itu baik untuk hati. Kulit kentang khususnya telah diketahui sangat efektif dalam melindungi hati dari kerusakan kimia. Mengkonsumsi kentang dengan kulitnya utuh bisa sangat membantu hati.

Sifat antiviral: Studi telah menunjukkan bahwa kentang, khususnya, kentang fleshed merah mengandung biokimia yang disebut anthocyanin. Antosianin ini menghentikan pertumbuhan virus influenza.

Perlindungan kulit: Kentang juga bisa digunakan untuk perlindungan kulit. Vitamin C, pati dan enzim yang ada dalam kentang sangat membantu dalam memberi nutrisi pada jaringan kulit. Jus kentang dengan alkalinitasnya memiliki tindakan antiseptik melawan kulit mati, membuat kulit sehat dan bercahaya.

Menyembuhkan luka bakar pada kulit: Selain memberi cahaya sehat ke kulit, kentang juga sangat berguna dalam penyembuhan luka bakar minimal 1 derajat. Potongan kentang yang baru diiris bisa langsung ditempelkan pada luka bakar selama paling sedikit 15 menit sampai 1 jam. Selain luka bakar, irisan kentang juga bisa digunakan untuk peradangan yang disebabkan oleh gigitan serangga dan dermatitis.

Cara Mengolah kentang untuk bayi

Memilih kentang : Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang berpotensi terkontiminasi dengan pestisida, jadi jika Ibu mau, pilihkan yang organik. Carilah kentang yang kencang dan bebas dari retakan, noda, atau titik-titik lunak. Hindari kentang yang sudah mulai bertunas karena itu berarti sudah tua. Satu kentang medium menghasilkan sekitar lima ons pure.

Bersihkan dan kupas: Saat Ibu mulai memberi kentang pada bayi, bersihkan dan kupas lapisan luar kentang. Dengan membersihkan dan mengelupas, Ibu menghilangkan kotoran dan juga residu pestisida apa pun di permukaan.

Usahakan untuk Mengukus: Selama tahap awal, beri hanya kentang kukus yang dipotong kecil-kecil. Ibu juga bisa mencoba menumbuk kentang. Jangan merebus kentang atau sayuran apa pun. Merebus akan mengurangi kandungan  vitamin dan mineral penting

Berikan hanya sejumlah kecil kentang: Kentang mengandung jumlah pati yang lebih tinggi dan jumlah vitamin dan mineral yang relatif rendah. Jadi, Ibu bisa menambahkan hanya beberapa sendok teh kentang ke dalam makanan bayi sebagai perkenalan.

Ide makanan bayi dengan kentang:
  •  Sebagai makanan jari (fingerfood), potong kentang dengan ukuran kecil kemudian kukus.
  • Haluskan kentang kukus bersama ubi jalar.
  • Haluskan kentang dan campur dengan susu formula, tambahkan sedikit bawang putih cincang yang sudah dipanggang/ditumis dengan mentega.
  • Haluskan kentang dan campur dengan kaldu ayam, tambahkan tumisan bawang putih sebagai perasa (untuk bayi yang lebih tua)
  • Haluskan kentang hangat dan campur dengan keju parut.
  • Campur puree kentang dengan butternut squash, wortel, Kacang hijau, Kacang polong, kacang-kacangan, daging ayam, daging sapi, ikan atau babi.
Baca juga : Manfaat brokoli untuk Makanan Bayi

Resep Mpasi dengan Menggunakan Kentang


Pure Kentang

Bahan:
Kentang - 1 ukuran sedang (varietas segar & putih)
Susu Formula - 1 scoop
Air - 3 sampai 4 tblspn

Metode:

Ambil kentang segar dan tegas. Kupas dan kubus itu. Cuci dengan baik di air dingin. Potong kentang kecil-kecil, lalu kukus. Angkat setelah matang, lalu dinginkan.
Haluskan kentang dengan blender, campur dengan susu formula cair hingga mencapai konsistensi yang diinginkan.
Suapkan pada bayi.

Puree kentang Putih dan Brokoli/Wortel
Bahan:
•    Brokoli kukus /Wortel Kukus
•    Kentang
Petunjuk:
Langkah 1: Rebus, kukus atau panggang kentang sampai empuk.
Langkah 2: Haluskan sesuai kebutuhan, tambahkan air/susu formula/ASIP.
Langkah 3: Tambahkan brokoli kukus/wortel kukus dan aduk hingga rata

Kentang Putih dan Squash
Bahan:
•    3 kentang putih sedang
•    1 butternut kecil atau acorn squash
Petunjuk:
1. Kukus atau panggang squash dan kentang bersama sampai empuk.
2. Haluskan sesuai kebutuhan, tambahkan air/suus formula/ASIP sesuai kebutuhan.
3.Ibu juga bisa memotong atau dadu untuk makanan jari



Wednesday, June 21, 2017

9:46 AM

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberi Bayi Es Krim

Semua orang suka es krim, apalagi anak-anak. Namun untuk bayi, barangkali Ibu berpikir, apakah bayi saya boleh makan es krim? Lalu umur berapakah bayi boleh diberikan es krim? Apakah es krim bisa membuat anak batuk dan pilek?  Amankan es krim pabrikan jika diberikan untuk bayi? Atau, adakah  resep es krim yang aman untuk bayi?

Percaya atau tidak, makanan terlarang itu biasanya enak. Tidak hanya makanan berminyak dan berkolesterol, bahkan mie instan saja enak. Juga es krim. Untuk orang dewasa, es krim bisa jadi tidak masalah. Namun bagaimana untuk bayi?

Kapan Bayi Bisa Makan Es Krim?
Es krim merupakan produk dari susu. Meski terbuat dari susu dan krim utuh, dipasteurisasi untuk menghilangkan bakteri, bayi masih bisa peka terhadap protein susu dan bahan lainnya. Karena itu, es krim baru boleh diberikan pada bayi setelah usia 12 bulan.

Bayi biasanya mulai terpapar produk susu pada umur setahun, sehingga memungkinkan juga untuk diberikan es krim. Namun menurut beberapa asosiasi seperti Australian Guide to Healthy Eating, makanan dan minuman discretionary seperti es krim perlu dihindari untuk bayi karena merupakan sumber nutrisi yang buruk.


Mengapa Susu harus dihindari oleh bayi di bawah setahun
?
Mengenalkan makanan bergizi dan membangun rasa dari berbagai  varian makanan sehat sangat penting untuk dilakukan pada 12 bulan pertama bayi. Namun untuk es krim, sebaiknya ditunda karena beberapa hal berikut:

1. Pengawet
Hampir semua es krim yang dijual di pasaran mengandung bahan pengawet, lemak, gula, bahan buatan, dan pewarna makanan.

2. Produk Susu Harian
Es krim dibuat dengan menggunakan susu, dan Ibu sebaiknya tidak mengenalkan susu utuh pada bayi sampai dia berumur satu tahun. Bayi bisa memiliki masalah sensitivitas karena susu dan krim utuh.

3. Kemungkinan mengandung bakteri

Ketika Ibu membeli es krim dari toko atau pun membuatnya di rumah, ada kemungkinan es krim akan terkena bakteri. Paparan bakteri semacam ini bisa menyebabkan infeksi karena sistem kekebalan tubuh bayi masih lemah. Pada kasus yang parah, infeksi mungkin memerlukan perhatian medis segera.

4. Kandungan Telur
 Beberapa es krim mengandung telur sebagai bahan utama. Putih telur mengandung empat protein yang dapat menyebabkan rentang alergi mulai dari yang ringan hingga berat pada bayi di bawah usia 12 bulan.


baca juga : Manfaat Telur Puyuh bagi Bayi

5. Masalah pencernaan
Seluruh susu dan bahan lain dalam es krim sulit dicerna oleh bayi. Es krim dapat menyebabkan penumpukan gas dan rasa sakit kronis pada masalah perut atau kolik.

Tips Mengenalkan Es Krim Untuk Bayi
Konsultasi dengan dokter anak sebelum memperkenalkan es krim untuk pertama kalinya bagi bayi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat:

1. Katakan 'tidak' kepada pedagang kaki lima
Sebagian besar es krim komersial mengalami proses pasteurisasi dengan pemanasan yang bisa membunuh bakteri, tapi hati-hati dengan tempat di mana Ibu membelinya. Jangan pernah membeli es krim dari pedagang kaki lima karena tidak pernah bisa memastikan kondisi sanitasi dan penyimpanan di tempat seperti itu.

Bakteri mungkin terbentuk dalam kondisi penyimpanan yang tidak tepat. Air yang digunakan oleh penjual es krim lokal mungkin bukan kualitas terbaik. Kualitas air yang buruk bisa menyebabkan infeksi gastrointestinal pada si kecil.

Selain itu, seperti yang diambil dari tribunnews.com, Es krim yang dibuat dan dijual keliling di pinggir jalan sama sekali tidak dianjurkan meski anak sudah cukup umur untuk makan es krim. Ibu juga tidak bisa memastikan tingkat keamanan dan keselamatan bayi jika coba-coba memberinya es krim ini, beberapa alasan di antaranya:

Hindari memberikan anak es krim dari mesin. Es krim yang diolah dari mesin bisa terkontaminasi oleh Listeria, sejenis bakteri yang ada di dalam makanan yang terkontaminasi yang memproduksi racun makanan jika tabung pada mesin tidak dijaga kebersihannya dengan sempurna.

Es krim yang dibuat dan dijual keliling mungkin mengandung bakteri karena kondisinya tidak higienis, di mana mereka membuat es krim atau kualitas air dan bahan yang buruk, terutama pewarna dan pengawet kelas rendah yang digunakan. Hal ini bisa menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan bisa berbahaya.

Es krim yang disimpan ke dalam truk berjalan mungkin tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang tepat. Ini akan menghasilkan bakteri berbahaya dalam es krim.

2. Pastikan bahannya
Bacalah daftar bahan dengan hati-hati sebelum menawarkan es krim kepada si kecil. Bahan tertentu bisa menyebabkan reaksi alergi. Beberapa bahan umum dalam es krim bisa menyebabkan alergi, seperti kacang-kacangan, kacang tanah, stroberi, telur dan pewarna. Hindari es krim yang terbuat dari susu mentah karena bisa membawa bakteri.

Pilih es krim yang lebih sederhana tanpa terlalu banyak bahan tambahan.

3. Jangan berlebihan
Mulailah dengan satu suapan kecil, jangan terlalu banyak.  Kandungan gula bisa berbahaya bagi bayi karena bisa menyebabkan kerusakan gigi potensial dan kelebihan berat badan dalam jangka panjang. Tawarkan hanya satu sendok atau dua sekaligus dan tidak lebih dari sekali dalam satu atau dua minggu.

4. Tawarkan dia alternatif
Jika bayi menyukai es krim, Ibu bisa memberinya makanan penutup seperti smoothies buah buatan sendiri, yogurt rasa, custard buah, irisan buah segar, purees buah dingin, permen, buah, dan jeli. Dinginkan makanan itu sebelum disajikan untuk memberi nuansa es krim.

Makan Es Krim Membuat bayi dan anak pilek?
Ternyata, Ibu tidak perlu khawatir si kecil akan terkena flu atau batuk setelah makan es krim. Menurut riset G.J. Connet dan B.W. Lee dari University of Singapore menemukan, penyakit infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak, seperti hidung tersumbat, pilek, dan radang tenggorokan baru akan muncul bila daya tahan saluran pernapasan terhadap udara dingin atau rendah menurun.

Dengan kata lain, pilek dan hidung tersumbat akibat makan es krim hanya akan timbul jika balita makan es krim dalam kondisi badan tidak sehat, dan dalam jumlah berlebihan.

Resep es krim vanilla buatan sendiri (12+ bulan)
Waktu persiapan: 5 menit + waktu pembekuan
Bahan-bahan:
  • 1 pisang matang (dikupas)
  • 5 stroberi (dikuliti, dipotong)
  • 1 sdm alpukat (diaduk)
  • 1/3 cangkir santan (tanpa pemanis)
  • 1 sendoh teh minyak kelapa
  • 1 sendok teh ekstrak vanili (opsional) 
Cara membuat:
  • Masukkan semua bahan ke blender dan buat pure.
  • Pindahkan ke wadah lain lalu dan bekukan selama satu jam. Keluarkan dari freezer dan aduk rata.
  • Tempatkan kembali ke freezer. Lanjutkan proses sampai mencapai konsistensi yang diinginkan.
 Baca juga : Stroberi untuk Bayi

Catatan: Gantikan stroberi dengan beberapa buah lain seperti mangga, jika bayi belum mencobanya lebih awal atau alergi terhadap buahnya.

Ibu juga bisa menggunakan kombinasi bahan lainnya untuk membuat es krim bergizi. Cobalah beberapa sayuran yang bercita rasa dan tekstur manis saat dimasak, seperti kentang tumbuk, wortel rebus dan jagung manis.

2. Es Krim Pisang 

Waktu persiapan: 5 menit + waktu pembekuan
Bahan-bahan:
  • 1 buah pisang matang yang sudah dibekukan
  • 1 sendok teh bubuk kakao
Cara membuat:

  • Masukkan pisang ke dalam blender, tambahkan bubuk kakao dan hancurkan.
  • Menambahkan selai almond butter atau selai kacang akan membuatnya menjadi makanan ringan yang sehat.
Catatan: Pisang beku sangat cocok untuk menenangkan gigi bayi yang sedang tumbuh gigi.

Thursday, June 8, 2017

10:51 AM

Manfaat Stroberi untuk Makanan Bayi

Kapan sih bayi boleh makan stroberi?
Apa saja sih resep makanan bayi yang menggunakan stroberi?

Stroberi merupakan buah beri paling populer di dunia, dengan warna cerah, bentuknya yang indah dan kandungan gizi yang mengagumkan. Stoberi juga dikenal kaya akan vitamin dan flavonoid, yang sangat baik untuk kesehatan. Sayangnya, stroberi juga bisa menyebabkan alergi pada bayi. Oleh karena itu, orangtua harus tahu kapan bayi bisa makan stroberi dan bagaimana cara mengenalkan stroberi pada bayi.

Kapan Bayi Bisa Makan Stroberi? 

Stroberi dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi. Para ahli memiliki berbagai pendapat dan pedoman tentang kapan buah-buahan ini dapat diperkenalkan dalam makanan bayi. Beberapa merekomendasikan menunggu sampai bayi berusia minimal satu tahun sebelum memulai stroberi.


Namun, di AS, sebuah laporan dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa pedoman ini telah dimodifikasi untuk memungkinkan anak-anak mengonsumsi stroberi sejak usia enam bulan dan seterusnya. Sementara media lokal (kompas.com), merekomendasikan pemberian stroberi mulai dari umur 8-12 bulan.

Reaksi alergi terhadap stroberi umumnya termanifestasi seperti ruam dan gatal, terutama saat buah menyentuh kulit di sekitar mulut. Terkadang reaksi berat juga bisa terjadi, seperti misalnya pembengkakan di tenggorokan. Gejala lainnya termasuk gatal-gatal di tubuh dan memburuknya asma atau eksim.

Reaksi kulit dalam menanggapi keasaman buah juga bisa berkontribusi terhadap munculnya ruam popok pada beberapa bayi, tapi hal ini tidak dianggap sebagai reaksi alergi.

Bagaimana caranya mengenalkan stroberi pada bayi?

Setelah mengetahui kapan bisa bayi makan stroberi, pertanyaan selanjutnya adalah cara memberi makan stroberi pada bayi.

1. Carilah Tanda-Tanda Bahwa Bayi  Siap untuk makan Stroberi
Stroberi bisa diberikan kepada bayi sebagai makanan jari, namun Ibu harus memastikan anak siap. Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi siap makan makanan padat meliputi:
  • Memiliki kontrol kepala yang cukup
  • Mampu duduk dengan dukungan
  • Mampu menunjukkan gerakan mengunyah
  • Berat badan terlihat
  • Peningkatan nafsu makan
  • Penasaran dengan apa yang ibu makan 

2. Puree Stroberi
Sebelum mengenalkan bayi untuk makan buah stroberi secara utuh, cobalah memberikan buah ini dalam bentuk puree. Ibu harus memiliki buah yang benar-benar matang, berwarna merah gelap dan kulit buah segar. Karena stroberi memiliki rasa yang asam, Ibu bisa memadukannya dengan bahan lain seperti ASIP, susu formula, alpukat, pisang, mangga, kiwi, pepaya, pear atau yogurt. Catatan, semua buah ini tentunya saat dicampur itu sudah dalam keadaan mentah, artinya tidak perlu dimasak lagi.

3. Bubur Beras/Oatmeal Stroberi
Selain itu, stroberi juga bisa diolah bersama oatmeal, dijadikan tambahan nutrisi dalam bubur. Tapi pastikan stroberi tidak dimasak agar tidak kehilangan gizi. Puree stroberi atau cincangan buah stroberi cukup dipakai sebagai topping atau ditambahkan saat bubur beras atau oatmeal sudah dimasak. Bisa juga ditambahkan dengan susu formula.

3. Smootie Stroberi
Smootie juga merupakan cara bagus untuk memberikan stroberi pada bayi. Caranya, blender stroberi dengan susu formula cair, hingga halus. Rasa manis susu akan mengatasi asam stroberi.

4. Potong menjadi Potongan Kecil
Stroberi bisa menyebabkan tersedak pada bayi. Cara terbaik adalah memurnikannya atau memotongnya menjadi potongan-potongan kecil. Stroberi cenderung licin dan bisa meluncur ke tenggorokan bayi sebelum dikunyah sama sekali. Sebagai makanan jari, potong stroberi menjadi potongan berukuran kecil.

Tunggu Tiga Hari sebelum Memperkenalkan Makanan Baru Lainnya
Seperti makanan baru lainnya, orang tua harus mengenalkan stroberi dengan aturan 4 day wait rule.  Ini akan membantu Ibu untuk mengidentifikasi makanan apa yang mungkin menyebabkan reaksi alergi. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi, berkonsultasilah dengan dokter anak sebelum memperkenalkan stroberi kepada bayi.

Baca juga : 4 Day Wait Rule dalam Pemberian Makanan Bayi

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi 


Apa Manfaat Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi?

Stroberi memberi banyak nutrisi berharga bagi bayi, termasuk yang berikut ini:
  • Vitamin B, C dan K
  • Folat
  • serat makanan
  • kalium
  • Mangan
  • tembaga
  • magnesium
  • Asam lemak omega-3
  • Fenol
 Fenol adalah senyawa yang melindungi tubuh kita dari penyakit kronis seperti kanker. Senyawa ini juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh kita dan juga baik untuk kesehatan jantung.

Baca juga: Asam Lemak Omega 3 pada Makanan Bayi



Berapa Banyak Stroberi yang Bisa Saya Perkenalkan kepada Bayi?
Pakar kesehatan merekomendasikan memberi makan bayi usia 6 sampai 12 bulan antara 1/4 sampai 1/2 cangkir buah setiap hari.

Bagaimana Saya Memilih dan Menyimpan Stroberi?

•    Pilih stroberi
Stroberi tidak bertahan lama setelah dibeli, tapi Ibu juga sebaiknya jangan membeli buah yang hijau atau belum matang.  Buah-buahan ini mungkin hanya tersedia selama musim-musim tertentu jadi Ibu mungkin ingin mempertimbangkan untuk membekukannya. Cara terbaik adalah membekukannya secara utuh untuk menjaga kandungan vitamin buah daripada memotong, menumbuk, atau pureeing terlebih dahulu. Ibu juga bisa mempertimbangkan untuk membeli stroberi organik karena pestisida biasanya digunakan pada buah-buahan yang ditanam secara konvensional.

•    Simpan stroberi
Cuci buah-buahan dan pisahkan dengan "topi" hijau buah. Keringkan dengan menggunakan kertas. Tempatkan buah dalam satu lapisan di atas loyang dan masukkan ke dalam freezer. Bisa juga membekukannya dengan plastik khusus.

Warna dan tekstur stroberi akan berubah setelah pembekuan. Ini tidak dapat dihindari tapi Ibu bisa memercikkan jus lemon pada buah untuk mengurangi perubahan ini.

Apa Tanda Alergi Strawberry?
Tanda dan gejala alergi stroberi serupa, baik itu pada orang dewasa, anak-anak dan bayi. Stroberi bisa menimbulkan respons imun yang terlalu aktif, yang menyebabkan peningkatan pelepasan histamin. Histamines dapat menyebabkan tanda dan gejala reaksi alergi pada individu yang sensitif, terutama pada bayi yang sistem imunitasnya masih belum matang. Tanda awal alergi biasanya muncul saat kontak dengan alergen, dan ini termasuk:
  • Bintik merah pada kulit terutama bagian kulit yang bersentuhan dengan stroberi.
  • Mulut terasa kesemutan
  • Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Gejala selanjutnya bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menghasilkan gejala seperti:
  • Kram perut
  • mual
  • Muntah
  • diare

Beberapa individu mengalami anafilaksis, reaksi alergi parah yang mengancam jiwa yang menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah secara mendadak.

Apa Yang Dapat Saya Lakukan Jika Biji/Benih stroberi  Ditemukan pada kotoran bayi?
Jika Ibu menemukan biji stroberi pada kotoran bayi, bisa jadi bayi Ibu mengalami masalah ketika mencerna biji itu. kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik seiring dengan bertambahnya umur bayi.


Monday, June 5, 2017

1:35 PM

Manfaat Tomat untuk Mpasi Bayi

Apakah manfaat tomat bagi bayi? Bagaimana cara membuat puree tomat untuk bayi? Lalu, apakah bayi itu boleh mendapat Mpasi tomat di umur 6 bulan?

Tomat merupakan buah yang sangat mudah ditemui di pasar. Manfaat kesehatannya untuk bayi meliputi suplai vitamin A, sumber antioksidan yang baik, membantu membangun tulang yang kuat, memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperbaiki asidosis dan mengurangi kemungkinan toksisitas timbal pada anak-anak.

Manfaat Kesehatan Tomat untuk Bayi 

Tomat diyakini berasal dari Peru, Amerika Selatan dan dikonsumsi oleh suku Aztec dan Maya. Selama invasi Spanyol abad ke- 16 di Amerika Selatan, orang-orang Spanyol menemukan tomat dan membawanya ke Eropa bersama mereka. Baru pada akhir abad ke 18 , orang Eropa benar-benar makan tomat. Selama abad 16 dan 18 di Eropa, diyakini bahwa tomat beracun dan juga bisa menyebabkan kanker. Baru setelah tahun 1860-an orang keluar dari takhayul dan mulai makan tomat.

Sebagian besar orang menganggap tomat sebagai sayuran, tapi sebenarnya tomat itu buah seperti halnya seperti terong, zucchini dan labu. Tapi, bahan itu dianggap sayuran karena dikonsumsi dalam makanan utama, bukan sebagai makanan penutup atau sebagai buah biasa. Wawasan ini digunakan dalam putusan Mahkamah Agung pada tahun 1893 di Amerika Serikat saat pajak dikenakan pada sayuran impor. ( Morganelli, Biografi Tomat ).


Belakangan ini, karena penggunaan kulinernya yang tinggi, ada permintaan besar untuk tomat di seluruh dunia. Banyak negara tropis mulai memproduksi tomat dan beberapa produsen tomat terbesar di dunia termasuk China, Amerika Serikat, India, Turki, Italia, Mesir dan Spanyol.

Nutrisi dalam tomat
Database Gizi Nasional dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mencantumkan nutrisi yang terdapat pada tomat sebagai berikut :


Komponen Gizi Nilai per 100 g Komponen Gizi Nilai per 100 g
air 94,78 g Energi 16 kkal
Protein 1,16 g Lipid total 0,19 g
Karbohidrat 3,18 g Serat 0,9 g
Kalsium 5 mg Besi, Fe 0,47 mg
Magnesium 8 mg Fosfor 29 mg
Kalium 212 mg Sodium 42 mg
Seng 0,14 mg Vitamin C 16 mg
Thiamin 0,046 mg Riboflavin 0,034 mg
Niasin 0,593 mg Vitamin B-6 0,060 mg
Folat 29 ug Vitamin A 1496 IU

Apakah tomat aman untuk diberikan kepada bayi?
Tomat adalah sayuran yang aman untuk dimasukkan ke dalam makanan bayi. Usia yang tepat untuk mengenalkannya sekitar 8-10 bulan. Dalam kebanyakan kasus, tomat tidak menyebabkan reaksi alergi, tapi berada di sisi yang lebih aman, lihat saja ruam pada kulit bayi.

Kandungan alkalin tinggi pada tomat mungkin keras untuk perut bayi. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dan bahkan ruam di sekitar mulut sehingga tidak dianjurkan untuk bayi yang lebih muda.

Baca juga : Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Manfaat kesehatan tomat untuk bayi
Sumber vitamin A yang bagus: Warna merah dan oranye pada tomat sebenarnya adalah karotenoid seperti alfa-karoten dan beta-karoten. Karotenoid ini membentuk vitamin A dalam tubuh. Seperti kita ketahui, vitamin A sangat penting untuk perkembangan mata.

Sumber antioksidan yang hebat: Selain menjadi sumber karotenoid yang sangat bagus, tomat juga merupakan sumber antioksidan yang hebat. Antioksidan sangat penting bagi bayi karena bayi memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Metabolisme meningkatkan jumlah radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan DNA. Hanya antioksidan yang bisa melawannya dan menetralisirnya. Untuk itu, memberi tomat kepada bayi secara teratur bisa meningkatkan jumlah antioksidan.

Membantu membangun tulang agar lebih kuat: Tomat mengandung kalsium dan vitamin K dalam jumlah tinggi. Jumlah kalsium dan vitamin K yang terkandung dalam tomat menjadikannya salah satu sayuran yang mampu memperkuat tulang. Hal ini sangat penting pada bayi, yang memiliki tulang lemahdan perlu diperkuat seiring berjalannya waktu.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Bahan biokimia pada tomat bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penguatan sistem kekebalan tubuh sangat penting, terutama pada bayi. Semakin kuat sistem kekebalan tubuh, semakin rendah bayi jatuh sakit.

Obat untuk asidosis: Meskipun, diperkirakan bahwa tomat mengandung sejumlah asam dalam jumlah besar, pada kenyataannya, tomat bereaksi dengan asam dalam tubuh sehingga meningkatkan alkalinitas dalam tubuh. Ada kemungkinan besar bayi menderita asidosis ( terlalu banyak asam dalam darah dan cairan tubuh lainnya).  Dalam kondisi seperti itu, disarankan untuk memberi jus tomat kepada bayi dengan cepat.

Mengurangi risiko keracunan timbal pada anak-anak: Tomat juga bisa mencegah toksisitas timah. Meskipun di negara maju seperti AS, Inggris dan Kanada, jumlah timbal dalam produk rumah tangga telah dihilangkan sehingga mengurangi paparan manusia terhadap timbal, tapi masih ada kasus toksisitas timah dari sumber yang tidak biasa. Tomat memiliki jumlah vitamin C. Sebuah tomat berukuran sedang mengandung 47% nilai vitamin C. yang dianjurkan setiap hari. Asupan vitamin C yang memadai membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu, vitamin C yang tinggi dalam mengurangi toksisitas timbal pada anak-anak.

Baca juga : Puree Jambu Biji untuk Bayi

Memilih Tomat
Warna dan tekstur tomat: Warna tomat berkisar dari warna hijau, kuning, oranye dan merah cerah. Tomat yang bagus tentunya adalah yang warna oranye atau merah. Kulitnya juga harus tegas, tanpa bintik lunak, retakan dan lubang.

Bagaimana cara menyimpannya? Jika Ibu memilih tomat berwarna oranye atau merah yang sudah matang, maka Ibu bisa menyimpannya di lemari es. Jika Ibu memilih tomat berwarna hijau atau kuning, maka lebih baik menyimpannya pada suhu kamar, karena perlu dipanggang lebih lanjut. Tutup tomat agar terhidar dari lalat.

Saat menyimpan tomat di kulkas, pastikan tidak ada kelembaban yang tersimpan di sekitar buahnya. Begitu Ibu membeli tomat dan sampai di rumah, biarkan tomat bernafas. Meninggalkan di tempat terbuka untuk beberapa waktu akan mengurangi kadar air dan tomat siap untuk disimpan.

Membuat Puree Tomat untuk Bayi

Bahan:
Tomat matang

Cara membuat:
  • Cuci bersih tomat
  • Celup dalam air panas untuk memudahkan mengupas kulit. Belah, kemudian buang bijinya.
  • Haluskan dengan menggunakan blender atau grinder
  • Masukkan ke mangkuk, kemudian kukus kurang lebih 5 menit.
  • Tuangkan dalam mangkok bayi, puree siap untuk dihidangkan. Bisa ditambahkan kaldu untuk mengencerkan.
  • Untuk bayi di atas 1 tahun, bisa ditambahkan gula dan garam secukupnya