Friday, February 9, 2018

11:40 AM

Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri


Sebagian besar dokter anak menyarankan bayi diberi makanan padat setelah berusia 6 bulan. Namun ada pula dokter yang memperbolehkan bayi usia 4 bulan diberi makan, bila:
  • Berat badan bayi sudah mencapai dua kali berat badan saat lahir,
  • Bayi selalu lapar walaupun sudah minum ASI atau susu formula
  • Kekuatan fisik bayi sangat pesat, misalnya sudah bisa duduk sendiri tanpa dibantu.

Untuk menu makanan bayi umur 4 bulan selanjutnya, Ibu bisa membaca di :  Makanan untuk Bayi umur 4 – 6 Bulan
Sementara untuk makanan bayi 6 bulan, Ibu bisa melihat di postingan :  Menu Makanan Bayi MPASI 6 Bulan – 8 Bulan

Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri

Ibu bisa memberikan bayi 6 bulan dengan berbagai jenis puree buah dan sayur.  Selain itu, Ibu bisa juga memberikannya sereal bayu buatan sendiri. Sereal khusus bayi sebenarnya sudah banyak tersedia di pasaran dalam bentuk instan, tinggal diberi air matang.

Bubur bayi instan memang praktis, tetapi sebagian besar bayi menginginkan untuk membuat sendiri bubur bayi untuk buah hatinya, terutama ibu yang paham makanan organik. Biasanya para Ibu akan mencari bahan makanan dari tempat terpercaya seperti beras merah, beras putih, oatmeal atau havermut.

Bubur bayi buatan sendiri, seperti dari beras dan oatmeal, mengandung vitamin B kompleks, kalsium, serat, protein. Sereal produk pabrik biasanya mengandung zat besi tambahan, sedangkan bubur bayi sendiri berganting pada kandungan bahannya.

baca juga: Jenis Beras Yang bagus untuk Bayi

Kandungan zat besi dalam ASI sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari bayi, tetapi ketika umurnya mencapai 6 bulan, Ibu harus memberinya tambahan zat besi dari makanan atau suplemen.

Berikut resep bubur bayi 6 bulan buatan sendiri yang bisa Ibu coba:


Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri
  

Bubur Bayi Beras Merah / Oatmeal

Bahan:
  • 1.5 – 2 sdm tepung beras merah / Oatmeal
  • 175 ml -250 ml air
Cara membuat:
Campurkan tepung beras/ oatmeal dan air dalam panci kecil. jerang di atas api kecil sambil aduk-aduk hingga matang dan kental. Bubur mendidih kurang lebih 10 menit, angkat dan biarkan dingin. Kemudian cairkan dengan ASI atau susu formula.

Bubur Kabocha Puree Wortel Buncis


Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri
 
Bahan :  (untuk 2 porsi)

  • 60 gram kabocha kukus, lumatkan.
  • 30 gram wortel kukus, lumatkan
  • 30 gram buncis kukus, lumatkan
Cara membuat:
Campur semua bahan jadi satu  cairkan dengan sedikit air atau susu.  Berikan pada bayi sesuai prosi.
Ambil 1 porsi, campur dengan ASI / susu formula bila perlu. Simpan sisa di lemari pendingin bawah, tahan untuk diberikan 24 jam.

Bubur Oatmeal Prune

Bahan:
  • 2 sdm tepung oatmeal
  • 200 ml air
  • 30 gram prune pri
Cara membuat:
Campurkan tepung oatmeal dengan air, masak hingga bubur kental dan matang. Biarkan hangat sebelum dihidangkan. Hidangkan sesuai porsi, tambahkan puree prune pir. Bila bubur terlalu kental, bisa dicairkan dengan ASI/ susu formula

Bubur Beras Merah Pisang

Bahan:
  • 2 sdm tepung beras merah
  • 200 ml air
  • 30-45 gram pisang ambon atau cavendish, lumatkan
Cara membuat:
Masak  tepung beras dengan air dalam api kecil sambil diaduk hingga beras benar-benar matang selama kurang lebih 10 menit. Angkat, biarkan hangat dan tambahkan pisang, aduk rata

Bubur Barley Puree Aprikot Pir Apel

Bahan:
  • 2 sdm tepung barley
  • 200 ml air
  • 2 sdm ASI atau susu formula cair
  • 30 gram puree aprikot pir apel
Cara Membuat:
Rebus barley dan air dengan api kecil sambil diaduk hingga mendidih dan matang. Biarkan hingga hangat sebelum disajikan. Hidangkan dengan puree aprikot pir apel.

Puree Ubi Sukini Wortel

Bahan:
  • 90 gram ubi kukus, haluskan.
  • 30 gram sukini kukus, haluskan
  • 30 gram wortel kukus, haluskan
  • Air matang secukupnya
Cara membuat:
Campur semua bahan jadi satu, lumatkan dengan menambahkan ASI atau susu formula. Bila dirasa kurang cair, tambahkan air matang. Aduk rata, sajikan

Mixed Grain Cereal saus Apel

Bahan:
  • ½ sdm  tepung beras merah
  • ½ sdm tepung barley
  • ½ sdm tepung oatmeal
  • 200 ml air
  • 30 gram puree apel
Cara membuat:
Campur tepung beras, tepung barley dan tepung oatmeal dan air lalu aduk rata. Masak di atas api kecil sambil diaduk rata hingga semua bahan mendidih dan matang. Angkat, biarkan hangat lalu hidangkan dengan puree apel.

 Bubur Beras Saus Pepaya

Bahan:
  • 2 sdm tepung beras
  • 200 ml air
  • 2 sdm ASI/susu formula cair
  • 30 gram puree pepaya
Cara membuat:
Campur tepung beras dan air, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga matang dan kental. Angkat, biarkan hangat. Masukkan ASI/ susu formula cair, aduk rata. Hidangkan dengan puree pepaya.

Bubur Pisang Avokad

Bahan:
  • 50 gram pisang ambon/mas, ambil dagingnya
  • 25 gram avokad, ambil dagingnya
  • 6 sdm ASI/susu formula cair
Cara membuat:
Lumatkan pisang dan avokad, campur dengan susu dan aduk hingga rata. Sajikan segera.

Bubur Beras Merah Rasa Mangga

Bahan:
25 gram tepung beras merah
  • 100 ml air
  • 100 ml ASI/ susu formula cair
  • 75 gram mangga harum manis, potong dadu dan repus dengan air masak. haluskan.
Cara membuat:
Campur tepung beras denga 50 ml air, aduk hingga menjadi adonan yang kalis dan tidak berbutir.
Masak sisa air tadi hingga mendidih, tambahkan adonan tepung beras. Aduk hingga mengental. Angkat, tambahkan susu, aduk rata.
Hidangkan dengan memberikan saus mangga di atasnya.

Bubur Pisang Tempe

Bahan:
  • 50 gram pisang ambon, ambil dagingnya
  • 15 gram tempe, rebus dengan 50 ml air
  • 8 sdm perasan air jeruk manis/ jeruk baby
Cara membuat:
Masukan semua bahan ke dalam blender, proses sampai halus dan suapkan segera.


Bubur Polong Nasi

Bahan:
  • 30 gram kacang polong segar, cincang
  • 30 gram beras putih, rendam 1 jam
  • 300 ml kaldu
  • 1 sdm unsalted butter
Cara membuat:
Rebus kacang polong, beras dan kaldu sambil diaduk hingga matang dan kental.
Tambahkan butter/ margarin, aduk rata. Angkat
Setelah dingin, haluskan hingga lembut. tuang ke mangkuk bayi, sajikan


Tuesday, February 6, 2018

10:33 AM

Mpasi Buah Naga untuk Bayi : Manfaat dan Resep Puree


Mpasi Buah Naga untuk Bayi - Buah sehat untuk bayi, sehingga cocok dijadikan makanan pertama untuk Mpasi bayi 6 bulan. Salah satunya adalah buah naga. Mpasi buah naga sudah biasa diperkenalkan pada bayi sejak umur 6 bulan, walau di beberapa website dianjurkan untuk memulai di umur 10 bulan.

Buah ini memiliki antioksidan tinggi. Sumber kalsium, fosfor dan vitamin C. Baik juga karena kandungan seratnya yang tinggi.Ibu hanya perlu memotongnya menjadi dua dan sendok daging untuk mengeluarkannya. Buah naga jenisnya ada dua. Warna merah lebih lezat dan manis.

Mpasi Buah Naga untuk Bayi

Buah naga adalah buah yang aman untuk Mpasi bayi. Tidak ada risiko alergi yang diketahui karena konsumsi buah ini. Selain itu, buah naga adalah alternatif makanan berserat tinggi yang rendah kolesterol dan bebas sodium.

Buah naga memiliki biji-biji yang lumayan keras dan kadangkala susah hancur ketika dihaluskan. Selain itu, buah naga juga agak bersifat asam yang bisa menyebabkan efek buruk pada sistem pencernaan anak. Untuk itu, memberi buah naga sebagai buah pertama bayi kurang cocok karena kondisi pencernaan bayi belum sempurna. Jika Ibu ingin memberi buah naga untuk bayi, maka sebaiknya tunggu sampai si kecil berusia 10 bulan. Atau konsultasikan dengan dokter sebelumnya.

Walau resiko alergi terhadap buah naga jarang ditemukan, Ibu juga sebaiknya perlu menerapkan aturan menunggu 4 hari untuk mengamati reaksi  dan  memastikan si kecil tidak menunjukkan reaksi alergi pada buah naga.

Manfaat Buah Naga untuk Bayi

Anti oksidan
Buah naga mengandung antioksidan tingkat tinggi yang dikenal sebagai fenol. Ini melindungi membran sel anak dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Pemberian buah naga secara teratur bisa meningkatkan imun anak sehingga tidak cepat sakit.

Membangun Tulang yang Kuat
Buah naga kaya akan mineral seperti potassium. Potasium, bersama dengan senyawa fenolik dan flavonid lainnya membantu anak untuk menumbuhkan tulang yang padat dan kuat. Hal ini akan melindungi anak di masa depan dengan mencegah kecenderungan arthritis. Postasium juga merupakan mineral yang menjamin berfungsinya jantung dan sistem syaraf

Kaya akan Vitamin C dan Vitamin A
Vitamin C dibutuhkan untuk pengembangan tulang dan otot anak, selain itu juga baik untuk gigi dan kulit. Vitamin C juga merupakan sumber yang bagus untuk meningkatkan kekebalan tubuh.  Vitamin A  akan yang sangat baik untuk kesehatan kulit serta mata.

Tinggi Serat
Kandungan serat dalam buah naga sangat tinggi, sehingga membantu pencernaan anak agar sehat dan juga menstabilkan kandungan gula darah. Serat juga membantu anak mendapatkan berat badan yang sehat.

Menyembuhkan Konstipasi
Kosumsi banyak makanan manis sering menyebabkan sembelit dan gas pada si kecil. Tingginya jumlah serat yang ada pada buah naga membantu anak mencerna makanan dengan benar. Buah naga kaya akan serat dan akan mengatur pergerakan usus. Jadi jika anak menderita sembelit, memberi dia buah naga adalah ide bagus.

Baca juga: Mengatasi Sembelit/Susah BAB pada Bayi Mpasi

Menjaga Ginjal tetap  bersih
Kapasitas detoksifikasi buah naga dapat membantu anak  menyingkirkan segala jenis racun di ginjal. Ini membuat ginjal bersih dari unsur beracun dan akibatnya membantu menjaga saluran kemih yang sehat.

Cara Mengolah Buah Naga untuk Bayi

Ada dua jenis buah naga yang beredar di pasar, buah naga merah dan putih. Kebanyakan Ibu memilih buah naga merah untuk bayi karena lebih manis.

Langkah termudah untuk mengolah buah naga untuk bayi adalah menjadikannya jus atau puree. Jus buah naga tunggal baik untuk bayi, asalkan Ibu memastikan bahwa batunya dihaluskan dengan sempurna.

Selain puree tunggal, buah naga sangat bagus jika dicampur dengan beberapa buah seperti:

Mpasi Buah Naga Pisang
Resep Mpasi buah naga pisang sangat mudah. ibu hanya perlu menghaluskan kedua jenis buah bersama-sama, kemudian tambahkan ASI/susu formula/air untuk mengatur konsistensinya. Kedua jenis buah ini manis, sehingga bayi akan menyukainya.

Mpasi Buah Naga Apel
Resep mpasi buah naga apel juga sama mudahnya. Hanya saja, untuk bayi yang masih kecil, Ibu perlu mengukus apel agar tidak asam. Haluskan bersama-sama dan campurkan dengan ASIP/Formula untuk mencapai konsistensi yang diinginkan.

Puding Buah Naga untuk Bayi


Membuat puding buah naga untuk bayi sebenarnya sangatlah sederhana. Ibu hanya perlu memasukkan potongan buah naga, atau puree buah naga ke agar-agar yang sudah dididihkan. Baru kemudian tuangkan ke cetakan. Hindari menuangkan buah naga dalam tahap mendidihkan, itu bisa mengurangi nutrisi yang ada dalam buah naga.


Baca juga: Oatmeal untuk Mpasi 6 Bulan Bayi

Thursday, January 25, 2018

10:41 AM

Oatmeal untuk Mpasi 6 Bulan Bayi

Oatmeal untuk Bayi - Ibu pasti sudah tidak asing lagi dengan oatmeal. Makanan yang kaya serat, terbuat dari gandum. Jika Ibu sedang memikirkan makanan terbaik untuk mpasi bayi 6 bulan, maka cobalah oatmeal. Oatmeal sangat ringan, bahkan dibandingkan dengan nasi, sehingga bisa dicerna dengan mudah dan memberi banyak energi. Untuk itu, Mpasi oatmeal 6 bulan merupakan pilihan yang tepat.

Oatmeal untuk Bayi

Oatmeal merupakan salah satu sereal yang dianjurkan untuk menjadi makanan pertama bayi. Oatmeal sudah bisa diberikan untuk Mpasi mulai umur 4 bulan. Namun karena rekomendasi pemberian makanan padat baru dimulai pada umur 6 bulan, untuk itu Ibu bisa memberi oatmeal pada umur 6 bulan.

Mpasi oatmeal  6 bulan sangat bagus bagi bayi dibandingkan dengan beras. Kandungan seratnya yang lebih tinggi membuat bayi aman dari sembelit, selain itu rasa oatmeal lebih ringan dibanding beras sehingga bayi akan menyukainya. Selain itu, oatmeal juga memiliki reaksi alergi paling sedikit pada bayi dibandingkan dengan sereal dan makanan pokok lainnya.

Baca juga: Jenis Beras yang Bagus untuk  Bayi

Kandungan Gizi pada Oatmeal


Oatmeal (satu cangkir, teratur, tidak diperkaya & dimasak) Protein - 5.94g
 
VITAMIN

Vitamin A - 0 IU
Vitamin C - 0 mg
Vitamin B1 (tiamin) - .17 mg
Vitamin B2 (riboflavin) - .04 mg
Niacin - .53 mg
Folat - 14 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.
MINERAL
Kalium - 164 mg
Fosfor - 162 mg
Magnesium - 84 mg
Kalsium - 21 mg
Sodium - 9 mg
Besi - 2,11 mg
Selenium - 12 mg
Juga mengandung sejumlah kecil seng, mangan dan tembaga.

 

Manfaat Oatmeal untuk Bayi


Berikut adalah sekilas beberapa manfaat kesehatan yang didapat jika bayi diberikan Mpasi oatmeal.

Tinggi Mineral
Menurut USDA, oatmeal mengandung mineral penting. Mineral ini termasuk kalsium, besi, fosfor, magnesium, kalium, sodium dan seng. Masing-masing mineral ini menawarkan manfaat perkembangan yang berbeda bagi bayi. Misalnya kalsium dan fosfor berguna untuk membangun tulang. Besi berguna untuk meningkatkan produksi hemoglobin, magnesium membantu dalam pembangkit energi, memiliki peran dalam kesehatan tulang dan gigi, bertindak sebagai pencahar, dll. Kalium dan natrium dikenal sebagai elektrolit yang memfasilitasi aktivitas listrik di otak, sumsum tulang belakang dan pada semua otot.

Oatmeal untuk Mpasi 6 Bulan Bayi

Pasokan vitamin yang baik
Oat juga mengandung vitamin tinggi seperti thiamin, niasin, riboflavin, folat, vitamin B-6, vitamin K dan vitamin E. Vitamin ini juga mempromosikan berbagai aktivitas di tubuh dan sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sumber antioksidan yang baik
Terlepas dari vitamin dan mineral, gandum juga tinggi antioksidan. Dalam diet anak-anak antioksidan paling sedikit dibicarakan. Tapi, kehadiran antioksidan dalam makanan tetap dibutuhkan. Aktivitas antioksidan mengurangi risiko serangan radikal bebas di dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan yang baik dalam jangka panjang. Hal ini penting dalam makanan bayi.

Tinggi energi
Untuk 100g oatmeal, energi yang diberikannya hampir 400 kkal. Jumlah ini jauh lebih tinggi tinggi bila dibandingkan dengan makanan lain. Makanan energi tinggi sangat dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya yang cepat.

Mudah dicerna
Meskipun oatmeal menyediakan energi dalam jumlah yang baik, makanan ini sangat mudah dicerna. Setiap makanan yang mudah dicerna sangat baik untuk bayi, karena sistem pencernaan mereka bisa mengolahnya dengan lebih mudah.  Hal ini menjadikannya makanan yang ideal karena memiliki energi tinggi dan mudah dicerna.

Pencahar Alami
Oatmeal tinggi serat makanan. Jumlah serat makanan sebanding dengan gandum. Serat makanan ini umumnya tidak dicerna, tetapi menyerap air di usus besar dan membuat tekstur kotoran menjadi lebih lembut sehingga mudah untuk dibuang. Gerakan usus yang bebas dan teratur juga akan mendorong nafsu makan pada bayi.

Baca juga: Mengatasi Susah BAB (Sembelit) Bayi


Merk Oatmeal Untuk Bayi

Oatmeal didapat dengan menggiling gandum, tetapi karena negara kita tidak menghasilkan biji gandum, Ibu bisa membeli oatmeal yang sudah jadi. Merk oatmeal yang banyak di pasaran adalah Quaker, dengan dua jenis. Ada yang instan(warna merah) ada pula yang berwarna biru (harus dimasak). Kedua merk Quaker ini bisa diberikan pada bayi tetapi lebih disarankan yang biru.
Selain Quaker, ada juga merk Heinz, Gerber, Lil’Bits, HappyBaby, dan lainnya. Apa pun merknya bisa, asalkan komposisinya murni gandum utuh. Perhatian cara memasak di label kemasan dengan teliti, begitu juga tanggak kedaluwarsanya.



Cara membuat Bubur Oatmeal untuk Mpasi Bayi

Seperti halnya beras, Ibu bisa menghaluskan oatmeal sebelum dimasak hingga menjadi tepung. Tepung oatmeal ini harus disimpan dalam wadah tertutup agar kedap udara. Selain itu, Ibu bisa juga memasak oatmeal terlebih dahulu, baru kemudian dihaluskan.

Saat memasak bubur oatmeal ini, gunakan ¼ hingga 1/3 cangkir oatmeal bersama 1-2 cangkir air. Aduk terus bubur agar tidak mengental. Tunggu hingga dingin, baru cairkan lagi dengan ASI atau susu formula. Penggunaan susu sangat baik, terutama bagi bayi yang baru Mpasi karena rasanya yang akrab di lidah bayi.

Selain susu, Ibu juga bisa memasak oatmeal dengan menggunakan kaldu.

Untuk pemberian pertama, baiknya Ibu memberikan bubur oatmeal tunggal, jangan dicampur dengan bahan lain. Setelah bayi lulus tes alergi oatmeal dan bahan lain, baru berikan bubur plus puree bahan lainnya.

Oatmeal bisa dikombinasikan dengan banyak jenis makanan, baik itu buah, sayur, daging, telur puyuh,  produk olahan susu seperti keju dan bahkan karbohidrat lain. yang perlu Ibu pastikan adalah bahan itu sudah lulus uji alergi dan sudah boleh diberikan pada bayi, sesuai dengan chart makanan yang ada.

Tambah EVOO dan alpukat juga bagus untuk meningkatkan asupan lemak untuk bayi.

Baca juga: Makanan untuk Bayi Umur 4-6 Bulan

Thursday, January 18, 2018

9:22 AM

Manfaat Asparagus untuk Bayi

Apa Ibu kehabisan ide sayur untuk dikenalkan untuk bayi? Kalau Ibu mau, cobalah asparagus. Salah satu jenis sayur ini sangat sehat, sehingga bagus untuk bayi. Artikel berikut akan mengupas manfaat asparagus untuk bayi, resep asparagus dan juga cara mengolah asparagus untuk bayi.

Kapan Bisa Mengenalkan Asparagus untuk Bayi?

Asparagus adalah sayuran yang sangat sehat sehingga Ibu bisa mulai bisa memberikannya setelah tahap penyapihan awal usai. Asparagus kaya akanVitamin C , vitamin B, serat, dan bahkan asam folat. Semua ini sangat penting untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi secara keseluruhan.

Mengenalkan asparagus sebagai makanan atau sayur mpasi bayi 6 bulan mungkin bukan pilihan yang baik. Sama seperti kembang kol dan brokoli, asparagus juga bisa menyebabkan perut kembung. Karena perut bayi masih cukupsensitif, dia mungkin akan sulit mencerna asparagus. Gas bisa menyebabkan kolik, yang akan membuat bayi tidak nyaman dan rewel.

Waktu terbaik untuk mengenalkan asparagus pada bayi  adalah saat berusia antara 8-10 bulan. Pada saat itu Ibu pasti sudah mengenalkan makanan lain ke bayi dan mengenalkan asparagus akan lebih mudah pada perut si kecil. Jika bayi menderita masalah pencernaan, kenalkan asparagus setelah si kecil berulang tahun yang pertama.

Kandungan Gizi Asparagus


Berikut adalah sekilas grafik gizi untuk asparagus:


PARAGUS, COOKED 1 CUP = 180 GRAMS [1]
NUTRIENTDRI/DV
Vitamin K101%
Folate67%
Copper33%
Vitamin B124%
Selenium20%
Vitamin B219%
Vitamin C18%
Vitamin E18%
Manganese14%
Phosphorus14%
Fiber14%
Potassium12%
Vitamin B312%
Choline11%
Zinc10%
Vitamin A10%
Iron9%
Protein9%
pantothenic acid8%
Vitamin B68%
Magnesium6%
Calcium4%
Baca juga: Durian untuk Bayi, Bolehkah?

 Manfaat Asparagus Bayi

Manfaat asparagus pada bayi meliputi kandungan serat makanan, yang akan mengatur pergerakan usus bayi dan mencegah sembelit. Sayur ini juga mengandung  vitamin B kompleks yang membantu fungsi metabolisme bayi.

Kandungan Vitamin A, C dan E yang ditemukan di asparagus akan membantu membuat sistem kekebalan tubuh bayi kuat dan melawan kemungkinan infeksi. Hal ini juga baik untuk mencegah kanker di tahun-tahun berikutnya.

Vitamin K dalam asparagus membantu menguatkan tulang bayi. Selain itu, juga bagus untuk membantu menjaga ancaman penyakit Alzheimer.

Manfaat Asparagus untuk Bayi


Cara Mengolah Asparagus untuk Bayi

Asparagus yang tersedia di pasaran biasanya berupa asparagus batangan. Untuk mendapatkan manfaat asparagus untuk bayi, maka pilihlah batang dan warna yang masih segar. Perhatikan pula kuntumnya, cari kuntum bunganya utuh, tidak sobek. Kini tersedia varietas asparagus mini (baby asparagus).

Bagian bawah asparagus biasanya bertekstur keras dan berkayu. Bagian yang bisa diberikan pada bayi adalah sepanjang 10 cm dari  pucuknya yang seperti kuntum bunga. Sementara itu, bagian batang yang keras bisa dikupas dan dimasak bagian dalamnya sebagai kaldu sayur.

Asparagus ini bisa dikukus atau dipanggang. Untuk anak yang lebih tua, bisa diolah menjadi finger food. Untuk bayi yang lebih muda, bisa dicincang untuk ditambahkan ke bubur bayi, isian nuget atau sup krim. Atau untuk anak di atas satu tahun, asparagus bisa digoreng sebagai tempura.

Baca juga: Aneka Resep Masakan Bayi umur 9-12 Bulan

Lima Ide Resep Untuk Asparagus Untuk Bayi:

Ingatlah untuk berbicara dengan dokter bayi sebelum menambahkan asparagus ke makanan bayi.
Berikut adalah lima ide resep yang akan membantu Ibu mempersiapkan asparagus untuk bayi dengan cara yang lezat, sehat dan mudah:

Asparagus dan Apple Puree:

Bahan:
  •  ½ buah apel (diiris)
  • 4 batang asparagus
  • 4 cangkir stok sayuran lain
Cara Memasak:
  • Kukus semua bahan hingga matang, pastikan apel dan asparagus empuk.
  • Setelah dingin, puree semua bahan hingga halus.

Sup Krim Asparagus

 Bahan:
  • 1 sdm yogurt
  • 3 batang asparagus yang dimasak (cincang)
  •  2 sdm keju krim
Cara Memasak:
  • Campur keju krim dan yogurt, lalu tambahkan asparagus yang dimasak.
  • Ibu bisa menggunakan resep ini sebagai saus, atau mengoleskan ke roti.

Asparagus dan Telur:

Bahan:
  • 2 butir telur
  • 2 sdm keju krim
  • 2 batang asparagus matang (cincang)
  • 1 sdm mentega
Cara Memasak:
  • Panaskan mentega di wajan. Kocok telur dan tambahkan ke dalam panci, aduk rata.
  • Tambahkan keju krim dan asparagus.
  • Masak sampai adonan mengeras.


Thursday, January 11, 2018

12:11 PM

Durian untuk Bayi, Bolehkah?

Durian, si raja buah menjadi favorit banyak orang dewasa. Namun bagaimana untuk bayi? Apakah bayi boleh makan durian?

Durian merupakan buah yang sarat akan manfaat. Selain rasanya yang enak dan membuat ketagihan, durian juga memiliki beberapa manfaat bagi tubuh.

Dari banyaknya manfaat, harusnya durian itu bisa menjadi makanan sehat untuk bayi. Namun apakah demikian adanya?


Dilansir dari health.detik.com, durian termasuk buah yang bisa diberikan untuk bayi. Hanya saja, pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh para Ibu selanjutnya adalah, seberapa banyak buah yang boleh dimakan oleh bayi dan pada umur berapa anak boleh makan durian?

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Durian?

Dari babyment.com, durian baru dianjurkan untuk dikenalkan pada bayi umur setahun. Ibu bisa mengenalkan rasa durian pada umur ini tetapi dengan asupan yang terbatas.  Untuk bayi di bawah umur 12 bulan, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi durian karena kandungan gulanya. Gula pada durian memang termasuk gula buah atau fruktosa yang jauh lebih sehat daripada sukrosa, tetapi kandungannya yang tinggi bisa membawa pengaruh buruk bagi bayi. Seperti kita tahu, asupan gula terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah pada gigi bayi, menyebabkan obesitas, memperberat beban ginjak dan juga bisa mengembangkan  resiko diabetes. Itulah sebabnya bayi di bawah setahun dianjurkan untuk menghindari gula dan garam.

baca juga: Penambahan Gula dan Garam pada Makanan Bayi 


Durian juga mengandung alkohol dan berserabut. Durian yang dikenal  bersifat ‘panas’ bisa menyebabkan gas. Selain itu, durian juga bisa merangsang asam lambung. Memberikan secara berlebih, terutama pada bayi dengan kondisi pencernaan yang belum sempurna akan menjadi sangat riskan. Bayi bisa panas dalam, menderita sakit perut dan pada akhirnya sembelit.

Baca juga: 7 Hal Umum Penyebab Sakit Perut pada Bayi

Manfaat Durian untuk Bayi

Durian mengandung banyak nutrisi yang penting untuk bayi. Nutrisi itu termasuk:  lemak, protein, karbohidrat, vitamin C, Vitamin B2, vitamin B1, kalsium, serat, asam folat, zinc, magnesium, dan besi. Selain itu, mengenalkan durian juga  bagus untuk memperkaya varian rasa yang dikenal si kecil. Seperti kita tahu, di masa depannya, akan semakin banyak jenis makanan yang menawarkan rasa durian. Terbiasa dengan rasa ‘aneh’ itu sejak kecil akan memudahkannya untuk menerima makanan tersebut.

Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter jika Ibu ingin mengenalkan durian pada bayi. Pastikan Ibu mengawasi si kecil saat mengkonsumsi buah ini. Pilihlah daging buahnya yang sudah matang sempurna dan lembut. Pastikan bayi tidak memakan biji muda durian  karena bagian ini mengandung cyclopropene atau siklopropena yang bisa berefek racun untuk tubuh.


Baca juga: Manfaat Buah Melon untuk Bayi dan Balita

My Blog List