Saturday, December 1, 2018

12:43 PM

13 Bahan MPASI untuk Kekebalan Tubuh


Memasuki tahap Mpasi, Ibu pasti bingung menentukan menu makan untuk bayi. Perut bayi yang kecil, membuat Ibu harus pintar mengatur menu dan menentukan bahan makanan. Makanan penuh nutrisi pasti merupakan pilihan utama. Namun tahukah Ibu, jika dalam satu mangkuk makanan si kecil, Ibu juga bisa memberinya nutrisi yang cukup sekaligus kekebalan tubuh?

Kunci terpenting untuk mendapatkan dua manfaat di atas memilih bahan makanan MPASI yang bisa meningkatkan system kekebalan tubuh si kecil. Nah, berikut disajikan 13 daftar bahan makanan yang bisa membantu Ibu dalam menyajikan MPASI untuk kekebalan tubuh si kecil.

13 Bahan MPASI untuk Kekebalan Tubuh


1. Buah Jeruk
Kebanyakan orang beralih ke vitamin C setelah menderita pilek untuk membangun system kekebalan tubuh. Vitamin C diduga meningkatkan produksi sel darah putih yang merupakan kunci utama untuk melawan infeksi.

Buah jeruk yang populer termasuk:

    jeruk bali
    jeruk
    jeruk keprok
    jeruk lemon
    jeruk nipis
   

Karena tubuh si kecil tidak memproduksi atau menyimpan vitamin C, maka si kecil membutuhkan asupan vitamin setiap hari secara berkelanjutan. Hampir semua buah jeruk kaya akan vitamin C. Dengan berbagai macam pilihan, mudah untuk menambahkan perasan vitamin ini ke makanan apa pun.

Cobalah memberi jeruk baby pada si kecil di sela-sela waktu makan.

2. Paprika merah

Bahan MPASI untuk Kekebalan Tubuh
Jika Ibu pikir buah jeruk mengandung vitamin C paling banyak dari buah atau sayuran, maka Ibu keliru. Satu ons paprika merah mengandung dua kali lebih banyak vitamin C dibanding jeruk. Selain itu, paprika juga sumber kaya beta karoten. Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, vitamin C dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Beta carotene membantu menjaga mata dan kulit sehat.

Namun pemberian paprika merah dan juga bumbu pedas ke bayi tidak boleh sembarangan. Beberapa bayi memiliki perut yang sensitive. Ibu harus menunggu setidaknya si kecil berumur setahun untuk mulai memberi sedikit tambahan paprika ke makanannya.

3. Brokoli

Brokoli mengandung vitamin dan mineral. Dikemas dengan vitamin A, C, dan E, serta banyak antioksidan dan serat, brokoli adalah salah satu sayuran sehat yang dapat Ibu berikan pada si kecil. Kunci untuk menjaga nutrisinya agar tetap utuh adalah dengan memasaknya sesedikit mungkin, atau kalau bisa disajikan mentah.

Baca lebih lengkap tentang brokoli di Brokoli untuk Mpasi dan Cara Pengolahannya.

4. Bawang putih

Bawang putih ditemukan di hampir semua masakan di dunia. Bumbu ini memiliki nilai tinggi dalam memerangi infeksi. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, bawang putih juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperlambat pengerasan arteri. Sifat-sifat penguat-kekebalan dari bawang putih tampaknya berasal dari konsentrasi senyawa-senyawa yang mengandung sulfur, seperti allicin.

Ibu bisa menambakan bawang putih ke bubur atau sayur si kecil agar mendapatkan MPasi untuk kekebalan tubuh yang lezat.

Baca juga: Rempah dan Bumbu Aromatik untuk MPasi si Kecil.

5. Jahe

Jahe adalah bahan lain yang bisa membantuk kekebalan tubuh si kecil. Jahe bisa membantu mengurangi peradangan seperti pada sakit radang tenggorokan dan penyakit inflamasi lainnya. Jahe juga bisa membantu mengurangi rasa mual. Jahe juga bisa membantu mengurangi rasa sakit kronis.

Ibu bisa menambahkan jahe saat membuat kaldu atau sayur untuk si kecil. Tambahkan sedikit saja agar rasa pahitnya tidak membuat si kecil berpaling dari makanannya.

6. Bayam

Bayam masuk dalam daftar bahan MPasi untuk kekebalan tubuh bukan hanya karena kaya vitamin C. Sayuran ini juga dikemas dengan banyak antioksidan dan beta karoten, yang bisa  meningkatkan kemampuan melawan infeksi sistem kekebalan tubuh si kecil.

Mirip dengan brokoli, bayam paling sehat ketika dimasak sesedikit mungkin sehingga mempertahankan nutrisi. Namun, pemasakan ringan meningkatkan vitamin A dan memungkinkan nutrisi lain dilepaskan dari asam oksalat.

Lebih lanjut tentang bayam, Ibu bisa baca di artikel Puree Bayam untuk Makanan Bayi.


7. Yoghurt

Pilihlah yogurt yang memiliki tulisan "live and active cultures" pada labelnya, seperti yogurt Yunani. Active cultures pada yogurt bisa merangsang sistem kekebalan si kecil untuk membantu memerangi penyakit. Yogurt juga menjadi sumber vitamin D yang bagus untuk kekuatan tulang, membantu mengatur system kekebalan dan meningkatkan pertahanan alami tubuh terhadap penyakit.

Untuk si kecil, Ibu bisa mencoba memberinya yogurt plain, tambahkan puree buah untuk menetralisi rasa asam agar lebih disukai bayi.

Baca selengkapnya di Manfaat Yogurt untuk Makanan Bayi

8. Almond

Untuk mencegah dan memerangi pilek, vitamin C cenderung dianggap lebih penting daripada vitamin C. Namun, vitamin E sebenarnya merupakan kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak, yang berarti membutuhkan kehadiran lemak untuk benar-benar  bisa diserap. Kacang-kacangan, seperti almond, dikemas dengan vitamin dan juga memiliki lemak sehat.

Pemberian almond utuh untuk bayi sangat tidak direkomendasikan karena bisa menyebabkan resiko tersedak. Namun Ibu bisa menggunakan almond bubuk sebagai tambahan pada kue, susu atau puree.

9. Kunyit

Kunyit sudah dikenal sebagai bahan yang mengandung zat anti-inflamasi dalam mengobati osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kurkumin yang tinggi, yang memberikan warna khas kunyit, dapat membantu mengurangi kerusakan otot.

Ibu bisa menambahkan kunyit pada sayuran dan makanan lain si kecil.

10. Pepaya
Pepaya adalah buah lain yang mengandung vitamin C. Pepaya juga memiliki enzim pencernaan yang disebut papain yang memiliki efek anti-inflamasi. Pepaya juga memiliki kandungan potasium, vitamin B, dan folat yang cukup untuk kesehatan.

Untuk lebih lanjut, Ibu bisa menemukan artikel tentang papaya di sini Pepaya untuk Mpasi Bayi


11. Kiwi

Seperti pepaya, kiwi secara alami penuh dengan nutrisi penting, termasuk folat, potasium, vitamin K, dan vitamin C. Vitamin C meningkatkan sel darah putih untuk melawan infeksi, sementara nutrisi lainnya dari kiwi menjaga agar seluruh tubuh si kecil berfungsi dengan baik.

Untuk lebih lanjut tentang kiwi, Ibu bisa membaca di artikel Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi.


12. Unggas

bahan Mpasi untuk kekebalan tubuh

Saat anak sakit, sup ayam adalah pilihan tepat untuk membuatnya lebih baik. Sup ayam bisa membantu mengatasi gejala pilek dan juga membantu melindungi si kecil. Unggas, seperti ayam dan kalkun, tinggi vitamin B-6.

Vitamin B-6 adalah pemain penting dalam banyak reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Vitamin ini juga penting untuk pembentukan sel darah merah yang baru dan sehat. Kaldu yang dibuat dengan merebus tulang ayam mengandung gelatin, chondroitin, dan nutrisi lain yang bermanfaat untuk penyembuhan usus dan kekebalan.




13. Kerang

Barangkali tidak terlintas dalam pikiran Ibu untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil dengan kerang. Namun ternyata, beberapa jenis kerang mengandung zinc.
Zinc tidak mendapatkan banyak perhatian seperti banyak vitamin dan mineral lainnya, tetapi tubuh kita membutuhkannya sehingga sel-sel kekebalan tubuh kita dapat berfungsi sebagaimana dimaksud.

Varietas kerang yang tinggi seng meliputi:

    Kepiting
    remis
    lobster
    kerang

Memberikan bayi kerang adalah hal bagus, tetapi harus dalam jumlah yang cukup karena terlalu banyak zinc sebenarnya bisa menghambat fungsi system kekebalan tubuh.

Jika Ibu ingin tahu lebih lanjut tentang kerang, maka Ibu bisa membacanya di artikel Kerang untuk Makanan Bayi.


Demikianlah 13 bahan Mpasi untuk kekebalan tubuh yang bisa Ibu coba berikan pada si kecil. Ibu tidak perlu memberinya dalam jumlah banyak per sekali makan, tambahkan secukupnya dan variasikan menu agar si kecil tidak bosan.

Tuesday, October 2, 2018

8:07 AM

Kenali Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa pada bayi bisa terjadi kapan saja. kenali ciri-ciri bayi terkena intoleransi laktosa agar Ibu bisa mengetahuinya sejak awal.

Ibu mungkin tahu bahwa laktosa adalah gula yang biasa ditemukan dalam produk susu, termasuk ASI. Jenis makanan ini bisa membangun perkembangan untuk si kecil, untuk itu intoleransi laktosa pada bayi bisa menjadi sebuah mimpi buruk dan membuat kesehatan pencernaan mereka menjadi buruk.

Apa Itu Intoleransi Laktosa?


Intoleransi laktosa adalah gangguan di mana seseorang tidak dapat mencerna laktosa yang ada dalam produk susu. Padahal laktosa adalah karbohidrat penting untuk bayi. Laktosa ini harus dipecah oleh enzim laktase.

Jadi, jika tubuh bayi tidak dapat menghasilkan laktase yang cukup, ia tidak akan dapat memecah laktosa atau mendapatkan energi dari produk susu.

Hal ini sering menyebabkan perut kembung yang parah, kolik dan bahkan diare jika dibiarkan tidak terkendali.

Jenis Intoleransi Laktosa


Biasanya, intoleransi laktosa ada tiga jenis, yaitu:
  • Intoleransi laktosa kongenital: Jenis intoleransi ini terjadi karena kekurangan enzim laktase, yang pada dasarnya memetabolisme laktosa yang dikonsumsi bayi.
  • Intoleransi laktosa primer: Jenis intoleransi khusus ini terjadi ketika bayi lahir dengan tingkat laktase rendah.
  • Intoleransi laktosa sekunder: Ini terjadi jika bayi sudah menderita penyakit tertentu seperti sembelit atau diare dan ia mengembangkan intoleransi laktosa transien.

Jenis-jenis intoleransi ini kadang-kadang sulit untuk diidentifikasi secara langsung , sehingga Ibu harus benar-benar memperhatikan si kecil.

Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Ibu perlu mengetahui ciri ciri bayi terkena intoleransi laktosa  untuk memastikan apakah si kecil memang menderita hal ini atau tidak.

Biasanya ciri-ciri intoleransi ini berbeda pada setiap bayi.  Namun secara umum, ada kondisi-kondisi yang bisa dijadikan ciri ciri bayi terkena intoleransi laktosa.

•    Perut kembung,
•    Sakit perut
•    Diare,
•    Angin yang terperangkap di perut bayi,
•    BAB berair,
•    Kolik,
•    Sering menangis atau tidak nyaman,
•    Pergerakan perut menimbulkan suara bising,
•    Muntah

Setiap atau sebagian besar dari ciri-ciri ini bisa terjadi beberapa menit atau beberapa jam setelah bayi mengonsumsi susu atau produk susu. Namun, karena beberapa ciri di atas seringkali muncul bertepatan dengan masalah kesehatan, misalnya demam, maka orangtua kadang sulit untuk mengidentifikasi gejalanya sebagai gejala intoleransi laktosa.

Tetapi jika Ibu menduga bahwa si kecil mengalami intoleransi laktosa, Ibu harus membawanya ke dokter anak tanpa penundaan. Dokter dapat melakukan tes tertentu sebagai bagian dari pemeriksaan.
Tes untuk Memeriksa Intoleransi Laktosa pada Bayi

Umumnya, dokter melakukan tes Dimona atau tes napas hidrogen. Tetapi terkadang, itu tidak layak untuk dilakukan pada bayi. Karena itu, dokter biasanya lebih suka menjalankan tes tinja.

Jika tinja terlalu asam, yang berarti tingkat pH kurang dari 5,5, maka bayi memiliki kemungkinan menderita intoleransi laktosa.

Di sisi lain, jika tinja tidak terlalu asam, gejala-gejala di atas yang muncul pada bayi, bisa jadi disebabkan oleh kondisi medis yang lain.

Kenali Ciri-ciri Bayi Terkena Intoleransi Laktosa

Cara Merawat Intoleransi Laktosa pada Bayi


Umumnya, dokter akan mendiagnosa bayi dengan intoleransi laktosa jika mendeteksi tidak hanya satu tetapi setidaknya dua atau tiga gejala. Hal ini terutama berlaku untuk intoleransi laktosa kongenital.

1. Intoleransi Laktosa Kongenital

Kurangnya penambahan berat badan, muntah terus menerus, diare dan kolik dapat dianggap sebagai gejala intoleransi laktosa.

Sekarang, jika gejala-gejala ini lebih dibuktikan oleh tes tinja, maka Ibu harus berhenti memberikan produk susu dengan segera pada bayi.

Ada beberapa formula susu bebas laktosa yang tersedia di pasar yang dapat Ibu coba. Tetapi jangan berhenti memberinya ASI, kecuali dokter meminta lain. Dalam kasus langka dan akut, dokter mungkin meminta Ibu untuk berhenti menyusui untuk memeriksa apakah gejalanya kambuh kembali.

2. Intoleransi Laktosa Primer

Dalam kasus intoleransi laktosa primer pada bayi, dokter mungkin merekomendasikan memberikan produk bebas laktosa selama beberapa waktu sebagai periode percobaan. Periode ini bisa berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada tingkat keparahan kondisi.

3. Intoleransi Laktosa Sekunder


Jika seorang bayi menderita intoleransi laktosa sekunder, ia bisa saja mengalami diare berat atau muntah. Pada titik ini, Ibu mungkin disarankan untuk menghentikan produk-produk berbasis laktosa untuk sementara waktu sampai si kecil sembuh.

Begitu ia pulih, Ibu bisa mulai memberinya produk susu atau produk berbasis susu. Biasanya periode penghentian ini membantu bayi untuk menambah berat badan dan menjadi lebih baik dan mereka dapat mencerna produk berbasis laktosa dalam jangka panjang.

Terlepas dari jenis intoleransi laktosa apa yang diderita bayi, ingatlah bahwa itu dapat terjadi kapan saja. Intoleransi laktosa tidak hanya terjadi pasa masa ekslusif susu atau ASI, bisa juga pada masa MPASI.

Namun, seorang anak dengan intoleransi laktosa bawaan dan primer akan memiliki masalah dengan produk susu dan produk berbasis susu sejak lahir. Untuk anak dengan intoleransi laktosa sekunder, kondisinya bisa membaik seiring waktu.


Monday, July 23, 2018

9:51 AM

Cara Membuat Jus Prune untuk Bayi Sembelit

Memanfaatkan jus prune dan cara membuat jus prune untuk bayi sembelit

Salah satu cara mengamati kesehatan bayi adalah dengan mengamati isi popoknya. BAB yang lancar, dengan tekstur dan konsistensi yang tepat menunjukkan bahwa si kecil mengonsumsi makanan yang tepat dan juga memiliki kesehatan yang baik. Beda halnya jika si kecil menderita masalah ketika BAB, entah itu sembelit atau pun ada darah di kotorannya.

Salah satu masalah tersebut adalah konstipasi atau sembelit. Sembelit terjadi bisa karena beberapa faktor, di antaranya makanan yang kurang serat, kurang air, masalah pencernaan atau bahkan alergi. Apa pun penyebabnya, sembelit itu bisa menyakiti bayi.

Ada beberapa cara untuk membantu bayi dalam mengatasi sembelit, Ibu bisa membacanya di artikel : Mengatasi Susah BAB (Sembelit) pada Bayi Mpasi. Salah satunya adalah konsumsi buah yang mengandung serat.

Dalam artikel ini, kita akan membahas salah satu buah tersebut, yaitu prune dan cara membuat jus prune untuk bayi sembelit.

Prune merupakan buah plum yang dikeringkan, merupakan buah yang sudah dikenal lama untuk obat alami sembelit. Prune kaya serat tidak larut serta sorektorol pencahar alami. Banyak orang dewasa menggunakan jus prune untuk meredakan sembelit, tetapi bagaimana untuk bayi?

Cara Membuat Jus Prune (Plum) untuk Bayi Sembelit


Memanfaatkan Jus Prune untuk Bayi Sembelit

Jus prune membantu memperlancar buang air besar dan mengatasi kondisi stress akibat  sembelit (sebagai bonus, prunes juga kaya akan zat besi, kalium dan banyak vitamin lain).  Prunes mengandung Sorbitol dalam jumlah besar, termasuk serat larut dan tidak larut, dan polifenol. Semua senyawa yang efektif ini memiliki sifat laksatif. Sorbitol yang ada dalam jus prune membantu meningkatkan kandungan cairan usus bayi. Hal itu akan membuat tinja lunak dan mendorong BAB dengan baik.

Menggunakan jus prune untuk bayi sembelit sangat handal dan lebih aman daripada menggunakan obat. Beberapa orang tua menemukan bahwa jus prune bahkan lebih efektif daripada obat yang mengandung psyllium dan tanpa risiko efek samping yang berbahaya.

Baca juga: Manfaat Kismis untuk Bayi dan Balita

Berapa banyak jus prune yang harus saya berikan kepada bayi saya?

Jumlah jus prune yang bisa Ibu berikan kepada bayi tergantung pada usianya. Untuk bayi di bawah 6 bulan dan belum mulai Mpasi, maka jangan memberikan jus prune untuk bayi sembelit, kecuali jika dokter sudah menyetujuinya. Mengenalkan jus prune sebelum Mpasi bisa saja membuat masalah lebih buruk.

momtastic.com menyebutkan bahwa untuk bayi di bawah 6 bulan, Ibu bisa memberikan 1 sendok makan jus prune yang diencerkan dalam 2-3 ons air (30-60 ml).  Sementara untuk bayi di atas 6 bulan, Ibu bisa memberinya jus prune murni tanpa pengenceran. Mulai beri bayi 6 bulan dengan 2 ons (60 ml) sehari tanpa menambahkan air.  Jika si kecil tidak memiliki masalah, Ibu bisa memberikannya 2-4 oz jus prune (60 ml -120 ml). Setelah 8 bulan, si kecil bisa diberikan hingga 6 ons jus setiap harinya.

Namun karena rasa jus prune begitu kuat, kadang ada beberapa bayi yang tidak menyukainya. Jika jus prune murni ditolak oleh si kecil, maka cobalah untuk mengencerkannya. Atau, untuk membuat rasa jus lebih enak, Ibu bisa menambahkan beberapa jus alami lain seperti apel dan pir. Ada beberapa Ibu yang bahkan mencampurkan jus prune dengan oatmeal.

Jangan memberi berlebihan karena sistem pencernaan bayi masih berkembang. Terlalu banyak jus prune bisa menyebabkan iritasi lambung dan diare.

Jus Prune (Plum) untuk Bayi Sembelit

Cara Membuat Jus Prune untuk Bayi Sembelit


Jus prune biasanya tersedia di pasaran dalam kemasan botolan.  Namun jika Ibu memilih untuk membuat sendiri, ada dua metode untuk membuat jus prune bagi si kecil.

Metode 1.

  • Rendam buah prune dalam air selama satu hari penuh hingga daging buahnya lunak.
  • Hilangkan lubang dari plum yang lunak, lalu masukkan ke dalam blender.
  • Tambahkan sedikit jus apel atau pisang matang untuk meningkatkan rasa jus.

Metode 2:
Cara lain untuk menyiapkan jus prune buatan sendiri adalah merebus buah dalam air.
  • Masukkan prune  ke dalam panci berisi air.
  • Letakkan panci di atas api sedang dan rebus air.
  • Sekarang keluarkan plum dan tiriskan.
  • Setelah prune mendingin hingga suhu kamar, perlahan-lahan buang bijinya dan haluskan dengan menggunakan blender.
  • Blender untuk mendapatkan pasta yang halus dan tambahkan apel atau jus buah lainnya untuk meningkatkan rasa.

Sembelit biasanya menimbulkan rasa sakit pada bayi. Jika sembelit tidak juga berhenti setelah konsumsi jus prune, maka sebaiknya Ibu memeriksakan si kecil ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.


Friday, June 22, 2018

10:22 AM

Manfaat Kismis untuk Balita dan Bayi

Pernahkah Ibu memberikan kismis untuk bayi? Berikut manfaat kismis untuk balita dan bayi yang perlu Ibu ketahui.

Kismis terbuat dari buah anggur terbaik dan termanis, yang dikeringkan dan bisa ditemukan dengan mudah pada roti atau jajanan. Sebagai sumber karbohidrat, kismis juga menawarkan zat besi yang penuh dengan manfaat untuk kesehatan bayi. Rasanya yang manis bisa menjadi alternatif permen dan cokelat.

Umur Berapa Bayi Boleh Makan Kismis?

Sebelum memberikan kismis untuk si kecil, Ibu sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:
  • Ibu tidak boleh memberikan kismis sampai bayi berusia setidaknya 7 hingga 9 bulan. Beberapa sumber juga menyebut bahwa Ibu harus menunggu si kecil berusia 8 bulan.
  • Ibu akan tahu bahwa dia siap untuk menyantap kismis ketika si kecil mulai meraih sendok ketika diberi makanan.
  • Bagian belakang atau gigi geraham umumnya muncul setelah satu setengah tahun.
  • Bayi dengan masalah fisik dan keterlambatan perkembangan merasa sulit menelan atau mengunyah. Ibu tidak harus menawarkan kismis untuk bayi dalam kasus ini. 
Baca juga: Manfaat Zucchini untuk Bayi 
manfaat kismis untuk balita dan bayi

Efek Samping Makan Kismis

Kismis manis dan kenyal, yang menimbulkan efek kesehatan yang buruk. Beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan, di antaranya:
  •  Kismis cenderung menempel pada gigi dan menimbulkan pembentukan bakteri. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempengaruhi email.
  • Disarankan untuk memberikan kismis diberikan sebagai bagian dari makanan utama. Dengan begitu, akan membantu makanan lain untuk mengeluarkan kismis dari gigi.
  • Ibu tidak boleh menawarkan kismis pada si kecil saat tidur karena akan meningkatkan bahaya tersedak.
  • Biasakan si kecil untuk menyikat sebelum tidur untuk memastikan semua residu kismis dihilangkan.
  • Jangan memberi makan kismis jika Ibu berada dalam mobil yang bergerak karena bayi mungkin mulai tersedak. Ingat, bayi kecil tidak membuat suara tercekik saat tersedak dan Ibu mungkin tidak akan menyadarinya.
  • Pastikan bahwa si kecil tidak mengonsumsi lebih dari satu kismis pada satu waktu. Buat bayi duduk di suatu tempat dan berikan kismis satu per satu.
 Baca juga: Mengatasi Sembelit pada Bayi

Manfaat Kismis untuk Balita dan Bayi

Selain efek samping seperti di atas, kismis juga memiliki manfaat untuk kesehatan si kecil. berikut manfaat kismis untuk otak dan kesehatan balita dan bayi secara keseluruhan.
  • Kismis kaya akan mineral seperti kalium, fosfor, besi, kalsium, dan magnesium yang membantu perkembangan mental dan fisik bayi dan balita.
  • Kismis mengurangi kemungkinan asidosis dengan mengurangi kadar asam dalam tubuh. Hal ini bisa membantu memastikan kesehatan yang baik.
  • Kismis adalah obat pencahar alami yang membantu mengatasi sembelit. Asupan kismis secara teratur membantu meningkatkan gerakan usus dan meningkatkan sistem pencernaan bayi. Ibu bisa memberikan kismis pada bayi setelah merebusnya dalam air dan kemudian menghancurkannya untuk membuat pasta yang halus.
  • Kismis sangat membantu selama demam. Sama seperti kurma, kismis juga bisa bertindak sebagai tonik saat demam.
  • Kismis sangat bermanfaat dalam mengobati cedera otak. Buah-buahan kering ini membantu melindungi sistem saraf pusat. Terlepas dari ini, kismis juga membantu meningkatkan memori.
  • Kismis mengandung sifat antimikroba. 

efek samping makan kismis

Sementara menurut Departemen Pertanian AS, nutrisi yang didapat dari kismis adalah sebagai berikut:
 
Gizi Nilai per 100 g Gizi Nilai per 100 g
air 15,43 g Energi 299 kkal
Protein 3,07 g Total Lipid 0,46 g
Karbohidrat 79,18 g Serat 3,7 g
Gula 59,19 g Kalsium 50 mg
Besi 1,88 mg Magnesium 32 mg
Phosphorous 101 mg Kalium 749 mg
Sodium 11 mg Seng 0,22 mg
Vitamin C 2,3 mg Thiamin 0,106 mg
Riboflavin 0,125 mg Niasin 0,766 mg
Vitamin B-6 0,174 mg Folat 5 ug
Vitamin E 0,12 mg Vitamin K 3,5 ug

Tips Memberikan Kismis 

Kismis juga tinggi kandungan gula, karena itu jangan memberikan bayi buah ini dalam porsi berlebih untuk menghindari kerusakan gigi.
  • Hindarkan jus kismis karena bisa meningkatkan kemungkinan gigi berlubang. Sebaiknya tawarkan jus ini pada bayi hanya dalam kondisi ekstrem seperti demam.
  • Menghancurkan kismis menjadi potongan kecil adalah cara terbaik untuk membuat kismis lebih mudah untuk bayi.
  • Selain dalam bentuk hancuran, Ibu juga bisa memberi kismis pada bayi lewat jus apel, oatmeal, puding, kue dan masakan lain.
Baca juga: Tips Mengatasi Bayi Trauma Sendok

Wednesday, June 20, 2018

6:00 PM

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan Cara Memasak

Manfaat Zucchini untuk Bayi dan cara memasak zucchini untuk bayi.

 Zucchini atau labu italia merupakan salah satu jenis labu musim panas (summer squash) yang bagus untuk bayi dan bisa diolah menjadi Mpasi yang sehat.  Jenis sayur ini sangat serbaguna, mengandung banyak mineral penting, bukan jenis makanan yang menimbulkan reaksi alergi, dan tidak juga menyebabkan sembelit. Untuk itulah, penting untuk Ibu menambahkan sayur ini pada makanan bayi.

Zucchini bisa didapatkan dengan mudah di swalayan. Bentuknya mirip mentimun, tetapi memiliki tekstur kulit yang berbeda. Zucchini memiliki rasa yang segar dengan cita rasa manis. Lalu, kapan sih sayur ini bisa dikenalkan pada bayi?

Kapan Mengenalkan Zucchini pada Bayi?

Ibu sudah bisa mengenalkan sayur ini sejak umur 6 bulan. Namun mengingat kulitnya sedikit keras, ada baiknya Ibu menunggu hingga umur 8 bulan untuk mengenalkan zucchini, terutama jika si kecil rentan terhadap gangguan pencernaan. Atau, Ibu bisa mengupas kulitnya agar mengurangi komplikasi kesehatan.

Walau zucchini bukan alergen umum, tetapi memastikan bahwa jenis makanan ini aman adalah prioritas. Tetap gunakan aturan 4 day wait rule, untuk memantau gejala alergi.

Baca juga: Makanan Bayi 8 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Kandungan Gizi Zucchini

Zucchini mengandung beta karoten, kalium, folat, dan vitamin C yang berguna bagi kesehatan. Selain itu, zucchini jarang menimbulkan komplikasi pencernaan seperti sembelit atau alergi. Rasanya yang lembut bisa ditambahkan pada apa saja tanpa mengubah rasa makanan itu.
Berikut kandungan gizi zucchini:

(1/2 cangkir direbus & dikeringkan dengan kulit)

VITAMIN:

Vitamin A - 1340 mg
Vitamin C - 5,5 mg
Asam pantotenat - 0,3 mg
Niasin - 0,05 mg
Riboflavin - .04 mg
Tiamin - .04 mg
Folat - 20 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil.   

MINERAL:

Kalium - 304 mg
Fosfor - 48 mg
Magnesium - 26 mg
Kalsium - 16 mg
Sodium - 287 mg
Setrika - .42 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, tembaga, mangan dan lainnya.

Baca juga: Mpasi Daging Ayam untuk Bayi

Cara Memasak Zucchini untuk Bayi

Zucchini tidak perlu dikupas, karena kandungan gizinya justru paling banyak terdapat pada kulitnya. Selain kulit, bijinya juga lembut, bisa dihaluskan dengan mudah dan tidak perlu dibuang.

Berikut cara memasak zucchini untuk bayi:

Langkah 1
Zucchini merupakan labu musim panas yang dipetik saat buahnya belum matang sempurna. Zucchini memiliki bentuk yang mirip dengan mentimun . Warnanya bervariasi, dari hijau, hijau pucat atau kuning - biasanya bergaris dan kadang-kadang rintik.

Pilihlah sayur yang kecil (5 hingga 6 inci atau lebih) karena memiliki tekstur dan rasa yang lebih bagus daripada sayur berukuran besar. Hindarkan membeli zucchini yang berbintik, pilih yang kulitnya mengkilap dan bebas noda.

Sayur ini bisa disimpan dalam kulkas selama 3 hari dengan menggunakan kantung plastik. Karena zucchini adalah sayur yang lembut, maka pastikan permukaannya benar-benar kering ketika disimpan di kulkas. Sayur beku yang dicairkan bisa menjadi sangat lembek karena mengandung banyak air.


Langkah 2
Bagilah zucchini menjadi dua bagian lebar dengan pisau. Ibu bisa memasak setengah bagiannya dalam satu waktu karena zucchini matang bisa disimpan selama dua hari. Setengahnya bisa disimpan dalam keadaan mentah.

Langkah 3
Potong ujung zucchini. Cuci sayuran secara menyeluruh di bawah aliran air dingin yang mengalir deras.

Langkah 4
Potong zucchini menjadi irisan tipis.

Langkah 5
Isi panci kecil dengan air dingin dan didihkan dengan api besar.

Langkah 6
Tambahkan irisan zucchini ke dalam panci. Tunggu sampai air mendidih kembali, lalu kecilkan nyala api ke sedang.

Langkah 7
Rebus zucchini sampai empuk, biasanya memakan waktu sekitar 10 menit.

Langkah 8
Tiriskan air dan masukkan zucchini yang sudah matang ke dalam food processor. Haluskan sayur dan sesuaikan konsistensinya. Jika puree tampak terlalu tebal, tambahkan air dingin secara bertahap, 1 sendok teh setiap kali, sampai konsistensi yang benar.

Langkah 9
Biarkan puree dingin sebelum memberikannya kepada bayi. Simpan sisa makanan dalam wadah tertutup di kulkas hingga dua hari.

Selain direbus, zucchini juga bisa dikukus. Atau jika Ibu mau, Ibu juga bisa menumis zucchini bersama labu kuning dengan sedikit minyak zaitun dan rempah-rempah. Puree zucchini bagus jika dikombinasikan dengan ubi, kentang, wortel, butternut squash dan ayam.

Baca juga:  Cara Membuat Puree Pisang untuk Bayi