Wednesday, June 21, 2017

9:46 AM

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memberi Bayi Es Krim

Semua orang suka es krim, apalagi anak-anak. Namun untuk bayi, barangkali Ibu berpikir, apakah bayi saya boleh makan es krim? Lalu umur berapakah bayi boleh diberikan es krim? Apakah es krim bisa membuat anak batuk dan pilek?  Amankan es krim pabrikan jika diberikan untuk bayi? Atau, adakah  resep es krim yang aman untuk bayi?

Percaya atau tidak, makanan terlarang itu biasanya enak. Tidak hanya makanan berminyak dan berkolesterol, bahkan mie instan saja enak. Juga es krim. Untuk orang dewasa, es krim bisa jadi tidak masalah. Namun bagaimana untuk bayi?

Kapan Bayi Bisa Makan Es Krim?
Es krim merupakan produk dari susu. Meski terbuat dari susu dan krim utuh, dipasteurisasi untuk menghilangkan bakteri, bayi masih bisa peka terhadap protein susu dan bahan lainnya. Karena itu, es krim baru boleh diberikan pada bayi setelah usia 12 bulan.

Bayi biasanya mulai terpapar produk susu pada umur setahun, sehingga memungkinkan juga untuk diberikan es krim. Namun menurut beberapa asosiasi seperti Australian Guide to Healthy Eating, makanan dan minuman discretionary seperti es krim perlu dihindari untuk bayi karena merupakan sumber nutrisi yang buruk.


Mengapa Susu harus dihindari oleh bayi di bawah setahun
?
Mengenalkan makanan bergizi dan membangun rasa dari berbagai  varian makanan sehat sangat penting untuk dilakukan pada 12 bulan pertama bayi. Namun untuk es krim, sebaiknya ditunda karena beberapa hal berikut:

1. Pengawet
Hampir semua es krim yang dijual di pasaran mengandung bahan pengawet, lemak, gula, bahan buatan, dan pewarna makanan.

2. Produk Susu Harian
Es krim dibuat dengan menggunakan susu, dan Ibu sebaiknya tidak mengenalkan susu utuh pada bayi sampai dia berumur satu tahun. Bayi bisa memiliki masalah sensitivitas karena susu dan krim utuh.

3. Kemungkinan mengandung bakteri

Ketika Ibu membeli es krim dari toko atau pun membuatnya di rumah, ada kemungkinan es krim akan terkena bakteri. Paparan bakteri semacam ini bisa menyebabkan infeksi karena sistem kekebalan tubuh bayi masih lemah. Pada kasus yang parah, infeksi mungkin memerlukan perhatian medis segera.

4. Kandungan Telur
 Beberapa es krim mengandung telur sebagai bahan utama. Putih telur mengandung empat protein yang dapat menyebabkan rentang alergi mulai dari yang ringan hingga berat pada bayi di bawah usia 12 bulan.


baca juga : Manfaat Telur Puyuh bagi Bayi

5. Masalah pencernaan
Seluruh susu dan bahan lain dalam es krim sulit dicerna oleh bayi. Es krim dapat menyebabkan penumpukan gas dan rasa sakit kronis pada masalah perut atau kolik.

Tips Mengenalkan Es Krim Untuk Bayi
Konsultasi dengan dokter anak sebelum memperkenalkan es krim untuk pertama kalinya bagi bayi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat:

1. Katakan 'tidak' kepada pedagang kaki lima
Sebagian besar es krim komersial mengalami proses pasteurisasi dengan pemanasan yang bisa membunuh bakteri, tapi hati-hati dengan tempat di mana Ibu membelinya. Jangan pernah membeli es krim dari pedagang kaki lima karena tidak pernah bisa memastikan kondisi sanitasi dan penyimpanan di tempat seperti itu.

Bakteri mungkin terbentuk dalam kondisi penyimpanan yang tidak tepat. Air yang digunakan oleh penjual es krim lokal mungkin bukan kualitas terbaik. Kualitas air yang buruk bisa menyebabkan infeksi gastrointestinal pada si kecil.

Selain itu, seperti yang diambil dari tribunnews.com, Es krim yang dibuat dan dijual keliling di pinggir jalan sama sekali tidak dianjurkan meski anak sudah cukup umur untuk makan es krim. Ibu juga tidak bisa memastikan tingkat keamanan dan keselamatan bayi jika coba-coba memberinya es krim ini, beberapa alasan di antaranya:

Hindari memberikan anak es krim dari mesin. Es krim yang diolah dari mesin bisa terkontaminasi oleh Listeria, sejenis bakteri yang ada di dalam makanan yang terkontaminasi yang memproduksi racun makanan jika tabung pada mesin tidak dijaga kebersihannya dengan sempurna.

Es krim yang dibuat dan dijual keliling mungkin mengandung bakteri karena kondisinya tidak higienis, di mana mereka membuat es krim atau kualitas air dan bahan yang buruk, terutama pewarna dan pengawet kelas rendah yang digunakan. Hal ini bisa menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan bisa berbahaya.

Es krim yang disimpan ke dalam truk berjalan mungkin tidak memiliki fasilitas penyimpanan yang tepat. Ini akan menghasilkan bakteri berbahaya dalam es krim.

2. Pastikan bahannya
Bacalah daftar bahan dengan hati-hati sebelum menawarkan es krim kepada si kecil. Bahan tertentu bisa menyebabkan reaksi alergi. Beberapa bahan umum dalam es krim bisa menyebabkan alergi, seperti kacang-kacangan, kacang tanah, stroberi, telur dan pewarna. Hindari es krim yang terbuat dari susu mentah karena bisa membawa bakteri.

Pilih es krim yang lebih sederhana tanpa terlalu banyak bahan tambahan.

3. Jangan berlebihan
Mulailah dengan satu suapan kecil, jangan terlalu banyak.  Kandungan gula bisa berbahaya bagi bayi karena bisa menyebabkan kerusakan gigi potensial dan kelebihan berat badan dalam jangka panjang. Tawarkan hanya satu sendok atau dua sekaligus dan tidak lebih dari sekali dalam satu atau dua minggu.

4. Tawarkan dia alternatif
Jika bayi menyukai es krim, Ibu bisa memberinya makanan penutup seperti smoothies buah buatan sendiri, yogurt rasa, custard buah, irisan buah segar, purees buah dingin, permen, buah, dan jeli. Dinginkan makanan itu sebelum disajikan untuk memberi nuansa es krim.

Makan Es Krim Membuat bayi dan anak pilek?
Ternyata, Ibu tidak perlu khawatir si kecil akan terkena flu atau batuk setelah makan es krim. Menurut riset G.J. Connet dan B.W. Lee dari University of Singapore menemukan, penyakit infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak, seperti hidung tersumbat, pilek, dan radang tenggorokan baru akan muncul bila daya tahan saluran pernapasan terhadap udara dingin atau rendah menurun.

Dengan kata lain, pilek dan hidung tersumbat akibat makan es krim hanya akan timbul jika balita makan es krim dalam kondisi badan tidak sehat, dan dalam jumlah berlebihan.

Resep es krim vanilla buatan sendiri (12+ bulan)
Waktu persiapan: 5 menit + waktu pembekuan
Bahan-bahan:
  • 1 pisang matang (dikupas)
  • 5 stroberi (dikuliti, dipotong)
  • 1 sdm alpukat (diaduk)
  • 1/3 cangkir santan (tanpa pemanis)
  • 1 sendoh teh minyak kelapa
  • 1 sendok teh ekstrak vanili (opsional) 
Cara membuat:
  • Masukkan semua bahan ke blender dan buat pure.
  • Pindahkan ke wadah lain lalu dan bekukan selama satu jam. Keluarkan dari freezer dan aduk rata.
  • Tempatkan kembali ke freezer. Lanjutkan proses sampai mencapai konsistensi yang diinginkan.
 Baca juga : Stroberi untuk Bayi

Catatan: Gantikan stroberi dengan beberapa buah lain seperti mangga, jika bayi belum mencobanya lebih awal atau alergi terhadap buahnya.

Ibu juga bisa menggunakan kombinasi bahan lainnya untuk membuat es krim bergizi. Cobalah beberapa sayuran yang bercita rasa dan tekstur manis saat dimasak, seperti kentang tumbuk, wortel rebus dan jagung manis.

2. Es Krim Pisang 

Waktu persiapan: 5 menit + waktu pembekuan
Bahan-bahan:
  • 1 buah pisang matang yang sudah dibekukan
  • 1 sendok teh bubuk kakao
Cara membuat:

  • Masukkan pisang ke dalam blender, tambahkan bubuk kakao dan hancurkan.
  • Menambahkan selai almond butter atau selai kacang akan membuatnya menjadi makanan ringan yang sehat.
Catatan: Pisang beku sangat cocok untuk menenangkan gigi bayi yang sedang tumbuh gigi.

Thursday, June 8, 2017

10:51 AM

Manfaat Stroberi untuk Makanan Bayi

Kapan sih bayi boleh makan stroberi?
Apa saja sih resep makanan bayi yang menggunakan stroberi?

Stroberi merupakan buah beri paling populer di dunia, dengan warna cerah, bentuknya yang indah dan kandungan gizi yang mengagumkan. Stoberi juga dikenal kaya akan vitamin dan flavonoid, yang sangat baik untuk kesehatan. Sayangnya, stroberi juga bisa menyebabkan alergi pada bayi. Oleh karena itu, orangtua harus tahu kapan bayi bisa makan stroberi dan bagaimana cara mengenalkan stroberi pada bayi.

Kapan Bayi Bisa Makan Stroberi? 

Stroberi dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi. Para ahli memiliki berbagai pendapat dan pedoman tentang kapan buah-buahan ini dapat diperkenalkan dalam makanan bayi. Beberapa merekomendasikan menunggu sampai bayi berusia minimal satu tahun sebelum memulai stroberi.


Namun, di AS, sebuah laporan dari American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa pedoman ini telah dimodifikasi untuk memungkinkan anak-anak mengonsumsi stroberi sejak usia enam bulan dan seterusnya. Sementara media lokal (kompas.com), merekomendasikan pemberian stroberi mulai dari umur 8-12 bulan.

Reaksi alergi terhadap stroberi umumnya termanifestasi seperti ruam dan gatal, terutama saat buah menyentuh kulit di sekitar mulut. Terkadang reaksi berat juga bisa terjadi, seperti misalnya pembengkakan di tenggorokan. Gejala lainnya termasuk gatal-gatal di tubuh dan memburuknya asma atau eksim.

Reaksi kulit dalam menanggapi keasaman buah juga bisa berkontribusi terhadap munculnya ruam popok pada beberapa bayi, tapi hal ini tidak dianggap sebagai reaksi alergi.

Bagaimana caranya mengenalkan stroberi pada bayi?

Setelah mengetahui kapan bisa bayi makan stroberi, pertanyaan selanjutnya adalah cara memberi makan stroberi pada bayi.

1. Carilah Tanda-Tanda Bahwa Bayi  Siap untuk makan Stroberi
Stroberi bisa diberikan kepada bayi sebagai makanan jari, namun Ibu harus memastikan anak siap. Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi siap makan makanan padat meliputi:
  • Memiliki kontrol kepala yang cukup
  • Mampu duduk dengan dukungan
  • Mampu menunjukkan gerakan mengunyah
  • Berat badan terlihat
  • Peningkatan nafsu makan
  • Penasaran dengan apa yang ibu makan 

2. Puree Stroberi
Sebelum mengenalkan bayi untuk makan buah stroberi secara utuh, cobalah memberikan buah ini dalam bentuk puree. Ibu harus memiliki buah yang benar-benar matang, berwarna merah gelap dan kulit buah segar. Karena stroberi memiliki rasa yang asam, Ibu bisa memadukannya dengan bahan lain seperti ASIP, susu formula, alpukat, pisang, mangga, kiwi, pepaya, pear atau yogurt. Catatan, semua buah ini tentunya saat dicampur itu sudah dalam keadaan mentah, artinya tidak perlu dimasak lagi.

3. Bubur Beras/Oatmeal Stroberi
Selain itu, stroberi juga bisa diolah bersama oatmeal, dijadikan tambahan nutrisi dalam bubur. Tapi pastikan stroberi tidak dimasak agar tidak kehilangan gizi. Puree stroberi atau cincangan buah stroberi cukup dipakai sebagai topping atau ditambahkan saat bubur beras atau oatmeal sudah dimasak. Bisa juga ditambahkan dengan susu formula.

3. Smootie Stroberi
Smootie juga merupakan cara bagus untuk memberikan stroberi pada bayi. Caranya, blender stroberi dengan susu formula cair, hingga halus. Rasa manis susu akan mengatasi asam stroberi.

4. Potong menjadi Potongan Kecil
Stroberi bisa menyebabkan tersedak pada bayi. Cara terbaik adalah memurnikannya atau memotongnya menjadi potongan-potongan kecil. Stroberi cenderung licin dan bisa meluncur ke tenggorokan bayi sebelum dikunyah sama sekali. Sebagai makanan jari, potong stroberi menjadi potongan berukuran kecil.

Tunggu Tiga Hari sebelum Memperkenalkan Makanan Baru Lainnya
Seperti makanan baru lainnya, orang tua harus mengenalkan stroberi dengan aturan 4 day wait rule.  Ini akan membantu Ibu untuk mengidentifikasi makanan apa yang mungkin menyebabkan reaksi alergi. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi, berkonsultasilah dengan dokter anak sebelum memperkenalkan stroberi kepada bayi.

Baca juga : 4 Day Wait Rule dalam Pemberian Makanan Bayi

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi 


Apa Manfaat Memperkenalkan Stroberi untuk Bayi?

Stroberi memberi banyak nutrisi berharga bagi bayi, termasuk yang berikut ini:
  • Vitamin B, C dan K
  • Folat
  • serat makanan
  • kalium
  • Mangan
  • tembaga
  • magnesium
  • Asam lemak omega-3
  • Fenol
 Fenol adalah senyawa yang melindungi tubuh kita dari penyakit kronis seperti kanker. Senyawa ini juga membantu mendukung sistem kekebalan tubuh kita dan juga baik untuk kesehatan jantung.

Baca juga: Asam Lemak Omega 3 pada Makanan Bayi



Berapa Banyak Stroberi yang Bisa Saya Perkenalkan kepada Bayi?
Pakar kesehatan merekomendasikan memberi makan bayi usia 6 sampai 12 bulan antara 1/4 sampai 1/2 cangkir buah setiap hari.

Bagaimana Saya Memilih dan Menyimpan Stroberi?

•    Pilih stroberi
Stroberi tidak bertahan lama setelah dibeli, tapi Ibu juga sebaiknya jangan membeli buah yang hijau atau belum matang.  Buah-buahan ini mungkin hanya tersedia selama musim-musim tertentu jadi Ibu mungkin ingin mempertimbangkan untuk membekukannya. Cara terbaik adalah membekukannya secara utuh untuk menjaga kandungan vitamin buah daripada memotong, menumbuk, atau pureeing terlebih dahulu. Ibu juga bisa mempertimbangkan untuk membeli stroberi organik karena pestisida biasanya digunakan pada buah-buahan yang ditanam secara konvensional.

•    Simpan stroberi
Cuci buah-buahan dan pisahkan dengan "topi" hijau buah. Keringkan dengan menggunakan kertas. Tempatkan buah dalam satu lapisan di atas loyang dan masukkan ke dalam freezer. Bisa juga membekukannya dengan plastik khusus.

Warna dan tekstur stroberi akan berubah setelah pembekuan. Ini tidak dapat dihindari tapi Ibu bisa memercikkan jus lemon pada buah untuk mengurangi perubahan ini.

Apa Tanda Alergi Strawberry?
Tanda dan gejala alergi stroberi serupa, baik itu pada orang dewasa, anak-anak dan bayi. Stroberi bisa menimbulkan respons imun yang terlalu aktif, yang menyebabkan peningkatan pelepasan histamin. Histamines dapat menyebabkan tanda dan gejala reaksi alergi pada individu yang sensitif, terutama pada bayi yang sistem imunitasnya masih belum matang. Tanda awal alergi biasanya muncul saat kontak dengan alergen, dan ini termasuk:
  • Bintik merah pada kulit terutama bagian kulit yang bersentuhan dengan stroberi.
  • Mulut terasa kesemutan
  • Pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
Gejala selanjutnya bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menghasilkan gejala seperti:
  • Kram perut
  • mual
  • Muntah
  • diare

Beberapa individu mengalami anafilaksis, reaksi alergi parah yang mengancam jiwa yang menyebabkan kesulitan bernapas dan penurunan tekanan darah secara mendadak.

Apa Yang Dapat Saya Lakukan Jika Biji/Benih stroberi  Ditemukan pada kotoran bayi?
Jika Ibu menemukan biji stroberi pada kotoran bayi, bisa jadi bayi Ibu mengalami masalah ketika mencerna biji itu. kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik seiring dengan bertambahnya umur bayi.


Monday, June 5, 2017

1:35 PM

Manfaat Tomat untuk Mpasi Bayi

Apakah manfaat tomat bagi bayi? Bagaimana cara membuat puree tomat untuk bayi? Lalu, apakah bayi itu boleh mendapat Mpasi tomat di umur 6 bulan?

Tomat merupakan buah yang sangat mudah ditemui di pasar. Manfaat kesehatannya untuk bayi meliputi suplai vitamin A, sumber antioksidan yang baik, membantu membangun tulang yang kuat, memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperbaiki asidosis dan mengurangi kemungkinan toksisitas timbal pada anak-anak.

Manfaat Kesehatan Tomat untuk Bayi 

Tomat diyakini berasal dari Peru, Amerika Selatan dan dikonsumsi oleh suku Aztec dan Maya. Selama invasi Spanyol abad ke- 16 di Amerika Selatan, orang-orang Spanyol menemukan tomat dan membawanya ke Eropa bersama mereka. Baru pada akhir abad ke 18 , orang Eropa benar-benar makan tomat. Selama abad 16 dan 18 di Eropa, diyakini bahwa tomat beracun dan juga bisa menyebabkan kanker. Baru setelah tahun 1860-an orang keluar dari takhayul dan mulai makan tomat.

Sebagian besar orang menganggap tomat sebagai sayuran, tapi sebenarnya tomat itu buah seperti halnya seperti terong, zucchini dan labu. Tapi, bahan itu dianggap sayuran karena dikonsumsi dalam makanan utama, bukan sebagai makanan penutup atau sebagai buah biasa. Wawasan ini digunakan dalam putusan Mahkamah Agung pada tahun 1893 di Amerika Serikat saat pajak dikenakan pada sayuran impor. ( Morganelli, Biografi Tomat ).


Belakangan ini, karena penggunaan kulinernya yang tinggi, ada permintaan besar untuk tomat di seluruh dunia. Banyak negara tropis mulai memproduksi tomat dan beberapa produsen tomat terbesar di dunia termasuk China, Amerika Serikat, India, Turki, Italia, Mesir dan Spanyol.

Nutrisi dalam tomat
Database Gizi Nasional dari Departemen Pertanian Amerika Serikat mencantumkan nutrisi yang terdapat pada tomat sebagai berikut :


Komponen Gizi Nilai per 100 g Komponen Gizi Nilai per 100 g
air 94,78 g Energi 16 kkal
Protein 1,16 g Lipid total 0,19 g
Karbohidrat 3,18 g Serat 0,9 g
Kalsium 5 mg Besi, Fe 0,47 mg
Magnesium 8 mg Fosfor 29 mg
Kalium 212 mg Sodium 42 mg
Seng 0,14 mg Vitamin C 16 mg
Thiamin 0,046 mg Riboflavin 0,034 mg
Niasin 0,593 mg Vitamin B-6 0,060 mg
Folat 29 ug Vitamin A 1496 IU

Apakah tomat aman untuk diberikan kepada bayi?
Tomat adalah sayuran yang aman untuk dimasukkan ke dalam makanan bayi. Usia yang tepat untuk mengenalkannya sekitar 8-10 bulan. Dalam kebanyakan kasus, tomat tidak menyebabkan reaksi alergi, tapi berada di sisi yang lebih aman, lihat saja ruam pada kulit bayi.

Kandungan alkalin tinggi pada tomat mungkin keras untuk perut bayi. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut dan bahkan ruam di sekitar mulut sehingga tidak dianjurkan untuk bayi yang lebih muda.

Baca juga : Manfaat Belut untuk Makanan Bayi

Manfaat kesehatan tomat untuk bayi
Sumber vitamin A yang bagus: Warna merah dan oranye pada tomat sebenarnya adalah karotenoid seperti alfa-karoten dan beta-karoten. Karotenoid ini membentuk vitamin A dalam tubuh. Seperti kita ketahui, vitamin A sangat penting untuk perkembangan mata.

Sumber antioksidan yang hebat: Selain menjadi sumber karotenoid yang sangat bagus, tomat juga merupakan sumber antioksidan yang hebat. Antioksidan sangat penting bagi bayi karena bayi memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Metabolisme meningkatkan jumlah radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan DNA. Hanya antioksidan yang bisa melawannya dan menetralisirnya. Untuk itu, memberi tomat kepada bayi secara teratur bisa meningkatkan jumlah antioksidan.

Membantu membangun tulang agar lebih kuat: Tomat mengandung kalsium dan vitamin K dalam jumlah tinggi. Jumlah kalsium dan vitamin K yang terkandung dalam tomat menjadikannya salah satu sayuran yang mampu memperkuat tulang. Hal ini sangat penting pada bayi, yang memiliki tulang lemahdan perlu diperkuat seiring berjalannya waktu.

Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Bahan biokimia pada tomat bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Penguatan sistem kekebalan tubuh sangat penting, terutama pada bayi. Semakin kuat sistem kekebalan tubuh, semakin rendah bayi jatuh sakit.

Obat untuk asidosis: Meskipun, diperkirakan bahwa tomat mengandung sejumlah asam dalam jumlah besar, pada kenyataannya, tomat bereaksi dengan asam dalam tubuh sehingga meningkatkan alkalinitas dalam tubuh. Ada kemungkinan besar bayi menderita asidosis ( terlalu banyak asam dalam darah dan cairan tubuh lainnya).  Dalam kondisi seperti itu, disarankan untuk memberi jus tomat kepada bayi dengan cepat.

Mengurangi risiko keracunan timbal pada anak-anak: Tomat juga bisa mencegah toksisitas timah. Meskipun di negara maju seperti AS, Inggris dan Kanada, jumlah timbal dalam produk rumah tangga telah dihilangkan sehingga mengurangi paparan manusia terhadap timbal, tapi masih ada kasus toksisitas timah dari sumber yang tidak biasa. Tomat memiliki jumlah vitamin C. Sebuah tomat berukuran sedang mengandung 47% nilai vitamin C. yang dianjurkan setiap hari. Asupan vitamin C yang memadai membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu, vitamin C yang tinggi dalam mengurangi toksisitas timbal pada anak-anak.

Baca juga : Puree Jambu Biji untuk Bayi

Memilih Tomat
Warna dan tekstur tomat: Warna tomat berkisar dari warna hijau, kuning, oranye dan merah cerah. Tomat yang bagus tentunya adalah yang warna oranye atau merah. Kulitnya juga harus tegas, tanpa bintik lunak, retakan dan lubang.

Bagaimana cara menyimpannya? Jika Ibu memilih tomat berwarna oranye atau merah yang sudah matang, maka Ibu bisa menyimpannya di lemari es. Jika Ibu memilih tomat berwarna hijau atau kuning, maka lebih baik menyimpannya pada suhu kamar, karena perlu dipanggang lebih lanjut. Tutup tomat agar terhidar dari lalat.

Saat menyimpan tomat di kulkas, pastikan tidak ada kelembaban yang tersimpan di sekitar buahnya. Begitu Ibu membeli tomat dan sampai di rumah, biarkan tomat bernafas. Meninggalkan di tempat terbuka untuk beberapa waktu akan mengurangi kadar air dan tomat siap untuk disimpan.

Membuat Puree Tomat untuk Bayi

Bahan:
Tomat matang

Cara membuat:
  • Cuci bersih tomat
  • Celup dalam air panas untuk memudahkan mengupas kulit. Belah, kemudian buang bijinya.
  • Haluskan dengan menggunakan blender atau grinder
  • Masukkan ke mangkuk, kemudian kukus kurang lebih 5 menit.
  • Tuangkan dalam mangkok bayi, puree siap untuk dihidangkan. Bisa ditambahkan kaldu untuk mengencerkan.
  • Untuk bayi di atas 1 tahun, bisa ditambahkan gula dan garam secukupnya

Monday, May 22, 2017

9:14 AM

Aneka Resep Makanan Bayi Umur 9 -12 Bulan

Memasuki usia 9 bulan, ibu bisa memberikan si kecil makanan dengan tekstur yang lebih kental dan kasar seperti nasi tim untuk melatihnya mengunyah. Pada umur ini, biasanya bayi sudah mulai tumbuh gigi, sehingga secara otomatis dia juga mulai belajar untuk mengunyah.

Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan optimal, si kecil perlu asupan gizi lengkap dan seimbang. Gizi lengkap dan seimbang tak hanya diperlukan untuk tumbuh kembang anak, tetapi bisa juga untuk menghindarikan mereka dari berbagai macam penyakit.

Selain variasi jenis makanan, jumlah makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Hindari kekurangan atau kelebihan gizi tertentu dalam tubuh karena pada menganggu pertumbuhannya. Misalnya, kalau anak kekurangan lemak maka vitamin A, D, E dan K tidak akan tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh karena vitamin ini hanya larut dengan bantuan lemak.

Sebaliknya kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas yang bisa memicu penyakit degeneratif seperti gangguan jantung di kemudian hari.


Penting untuk diingat:
  • Hindari kacang, kecuali dalam teksur halus seperti selai.
  • Hati-hati mengonsumsi ikan, kecuali yakin betul tidak ada duri yang bisa tertelan oleh bayi.
  • Hindari daging berlemak dan garam yang dapat memicu terjadinya obesitas, tekanan darah tinggi dan jantung di kemudian hari (kecuali daging ayam rendah lemak bertekstur lembut dan daging sapi cincang yang mengandung zat besi
  • Jauhi makanan yang rasa asam dan pedas atau makanan yang memicu alergi pada usia ini. makanan tersebut bisa Ibu perkenalkan setelah usia 12 bulan.
 Baca Juga : Menu Makanan Bayi sesuai Umur Umur

 

Pola Makan Bayi Usia 9-10 Bulan

Diambil dari bonus majalah AyahBunda, berikut rekomendasi pola makan untuk bayi umur 9 bulan ke atas.

Waktu (pukul)    Menu
5.00 Pagi    ASI
7.00            Bubur Susu
9.00            Nasi Tim
10.00          ASI
12.00          Nasi Tim
14.00          ASI
16.00          Buah
17.00          Nasi tim
19.00          ASI
Tengah malam    ASI

 Baca juga : Tekstur Makanan Bayi Sesuai Umur

 
Rekomendasi menu makanan bayi 9 bulan ke atas

Varian Resep Makanan Bayi umur 9-12 tahun


Bubur Havermut Daging Panggang
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 50 gram havermut
  • 120 ml air
  • 3 sdm susu formula bubuk
Daging panggang:
  • 1 buah wortel, potong kecil
  • 2 sdm daging cincang
  • 2 sdm tahu cincang
  • 2 butir telur, kocok

Cara membuat:
•    Campur havermut dan air. Jerang di atas api kecil, masak sampai mengental. Angkat, tunggu hingga agak dingin. Tambahkan susu formula, aduk dan sisihkan.

Untuk daging panggang:
•    Panaskan oven hingga 180 derajat celsius
•    Campur wortel, daging, tahu dan telur, aduk rata
•    Siapkan mangkuk tahan panas, masukkan havermut, taruh campuran wortel di atasnya. Masukkan ke dalam oven dan panggang hingga matang, angkat.
•    Makanan bayi siap untuk disajikan


Bubur Kacang Merah Saus Mangga
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 100 gram kacang merah
  • 100 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • 100 ml susu formula cair
Saus:
  • 100 ml air
  • 50 g daging mangga, potong kecil
  • 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 2 sdt air jeruk manis

Cara membuat:
  • Rebus kacang merah sampai lunak. Angkat dan haluskan dengan blender
  • Jerang air dan daun pandan, masukkan kacang merah halus, masak sambil diaduk hingga mengental dan angkat. Tunggu hingga suhu ruangan, tuangi susu formula cair, aduk rata. Tuang ke mangkuk kecil, sajikan dengan saus mangga.
Saus: Jerang air dalam panci kecil, masukkan potongan mangga masak hingga lunak. Tuangi larutan maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk rata, angkat, tuangi air jeruk manis, aduk rata


Bunga Kol Saus Keju
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 150 gram bunga kol, potong sesuai kuntum
Saus keju:
  • 10 gram margarin
  • 1 sdm tepung maizeba
  • 150 ml air
  • 50 g keju cheddar parut
  • 2 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan dandang dan kukus bunga kol hingga lunak. Angkat, masukkan dalam piring kecil, sajikan dengan saus keju
Saus keju: lelehkan margarin dalam wajan, masukkan tepung maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk.
Tambahkan air dan keju, aduk hingga keju meleleh dan susu mengental. Angkat, biarkan agak dingin baru bubuhi susu formula. Aduk rata


Kentang Panggang isi Ayam
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 100 gram kentang, kukus, haluskan
  • 75 ml air
  • 50 gram daging ayam, rebus, cincang halus
  • 2 sdm daun bayam, rebus, cincang halus
  • 1 butir telur ayam
Saus:
  • 2 sdt margarin
  • 1 sdm tepung terigu
  • 250 ml air
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan oven hingga 180 derajat celcius
  • Campur kentang halus, air dan dagang ayam, aduk rata
  • Siapkan wadah tahan pans, masukkan setengah bagian adonan kentang, ratakan. Tambahkan daun bayam cincang dan pecahkan telur di atasnya. Tutup kembali atasnya dengan sisa kentang
  • Masukkan ke dalam oven dan panggang selama 20 menit hingga matang. Angkat, hidangkan hangat dengan saus
Saus: panaskan margarin, masukkan tepung terigu dan aduk cepat. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga mengental lalu angkat. Tunggu agak dingin dan tambahkan susu formula bubuk, aduk rata.


Pot Stroberi Susu
(untuk 4 porsi)

Bahan:
  • 150 ml air
  • ½ bungkus agar-agar putih
  • 50 gr stroberi, cincang
  • 2 putih telur, kocok kaku
Saus:
  • 50nml air
  • 1 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
  • 50 ml air
  • 1 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Jerang air, masukkan agar-agar bubuk, aduk hingga mendidih. Angkat, campur dengan stroberi cincang.
  • Campur kocokan putih telur dengan agar-agar stroberi, aduk rata
  • Siapkan pinggan tahan panas, tuangi adonan agar-agar stroberi. Biarkan hingga mengeras. Angkat, sajikan setelah dingin dengan saus susu.
  • Saus: jerang air, masukkan larutan tepung maizena, aduk hingga mengental, angkat. Biarkan hingga agak dingin dan tambahkan susu formula. Aduk rata


Puding Roti Isi Pisang
(untuk 4 porsi)

Bahan:
  • 100 gram roti tawar
  • 250 ml air
  • 100 gram pisang, potong-potong
  • 1 butir telur ayam, kocok
  • Margarin untuk mengoles
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Panaskan oven hingga 180 derajat celcius
  • Campur roti tawar dan air dalam mangkuk kecil, aduk sampai roti tawar hancur. Tambahkan ¾ bagian pisang dan telur kocok. Aduk rata
  • Siapkan loyang persegi ukuran kecil, olesi margarin dan tuang adonan roti. Susun sisa potongan pisang di atasnya, panggang 45 menit hingga matang. 
  • Angkat dan tunggu hingga dingin. bubuhi susu formula bubuk, aduk rata.


Talam Labu Kuning
(untuk 10 porsi)

Bahan:
Lapisan bawah:
  • 100 gram labu kuning, kukus, haluskan.
  • 2 sdm tepung sagu
  • 100 ml air
Lapisan atas:
  • 2 sdm tepung beras
  • 2 sendok teh tepung sagu
  • 3 sendok takar susu formula bubul

Cara memasak:
Lapisan bawah: campur labu kuning kukus dan tepung sagu. Tuangi air sedikit demi sedikit sambil diaduk. Sisihkan. Panaskan mangkuk/cetakan kecil tahan panas dalam dandang, isi masing-masing  cetakan sampai ¾ bagian mangkuk. Kukus selama 10 menit sampai matang. Angkat dan sisihkan

Lapisan atas: campur tepung beras dan tepung sagu. Tuangi air sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai rata. Jerang di atas api kecil, aduk-aduk hingga mengental. Angkat dan tunggu hingga agak dingin. Bubuhi susu formula bubuk dan aduk. Tuang ke dalam mangkuk berisi lapisan bawah. Ratakan.



Tim Roti Sayur
(untuk 2 porsi)

Bahan:
  • 40 gram roti tawar
  • 100 ml air
  • 50 gram wortel, parut
  • 50 gram tahu, potong kecil
  • 3 buah buncis, iris halus
  • 1 butir telur ayam
  • 3 sendok takar susu formula bubuk
Cara memasak:
  • Rendam roti tawar dalam air, aduk sampai lumat
  • Masukkan wortel, tahu, buncis dan telur ke dalam roti, aduk sampai tercampur rata
  • Masukkan campuran roti ke dalam mangkuk kecil tahan panas, rendam dalam loyang berisi air, kukus selama 20 menit hingga matang. Angkat, biarkan dingin, bubuhi suus formula bubuk, aduk rata




Thursday, May 18, 2017

12:05 PM

Khasiat Semangka untuk Makanan Bayi dan Balita

Umur berapa bayi boleh makan semangka? Bolehkah semangka diberikan pada bayi umur 6 bulan? Apakah bayi boleh makan semangka saat batuk? Apakah berbahaya jika semangka dicampur susu?

Berbagai macam pertanyaan itu pasti sering mampir di benak Ibu. Iya, semangka, buah yang banyak airnya ini pasti digemari bayi karena rasanya manis dan juga segar. Selain itu, buah ini juga mengandung vitamin dan antioksidan.

Manfaat Semangka
Kenapa Ibu harus memilih semangka? Karena harganya relatif murah dan gampang dibeli. Tapi bukan hanya karena itu, ada manfaat lain semangka untuk bayi.
  • Menjaga keseimbangan air: Buah ini bisa membantu menjaga tingkat hidrasi karena memiliki kandungan yang terdiri dari 93% air dan 7% daging. Komposisi ini bisa mencegah dehidrasi dan sangat baik selama musim panas. Buah ini mengandung elektrolit, yang membantu mengurangi kemungkinan terkena sengatan panas.
  • Baik untuk jantung: Kandungan lycopene semangka meningkat saat buahnya matang. Lycopene  adalah antioksidan yang baik untuk jantung dan mengurangi laju serangan asma. Semangka kaya akan karotenoid seperti neurosporena, lutein, phytofluene, phytoene, dan beta-carotene. Karotenoid membantu menjaga penglihatan tetap utuh dan menjaga kesehatan kardiovaskular.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Penting untuk menambah asupan vitamin C ke makanan bayi karena bisa membantu melawan infeksi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan membantu meningkatkan sel darah merah dan hemoglobin melalui penyerapan zat besi.
  • Meningkatkan penglihatan : Vitamin A sangat dianjurkan untuk penglihatan si kecil. Manfaat lainnya termasuk membuat kulit lebih sehat dan bercahaya, menguatkan gigi.
  • Perkembangan tulang: Semangka juga mengandung kalsium dan mangan yang membantu dalam perkembangan tulang. Kalsium penting untuk sekresi hormon. Magnesium membantu dalam membangun fungsi otot dan saraf pada bayi.
  • Vitamin B kompleks: Vitamin B kompleks mencakup berbagai vitamin yang memberikan berbagai manfaat. Vitamin ini membantu produksi sel darah merah, pengembangan sistem saraf, penguatan sistem kekebalan tubuh, fungsi otak dan perbaikan protein, dan regulasi metabolisme karbohidrat.
  •   Alat bantu pencernaan: Semangka kaya akan serat makanan sehingga bisa membantu menjaga agar saluran pencernaan tetap sehat, menyembuhkan sembelit dan buang air besar yang tidak teratur. 

Baca juga : Mengatasi Sembelit pada Bayi Mpasi

Semangka untuk Bayi
Saat mengenalkan makanan baru pada bayi, penting untuk menunggu sampai bayi bisa mengatasi teksturnya. Sebagian besar bayi sudah siap untuk makan semangka ketika berusia antara 8 dan 10 bulan. Jadi, untuk pertanyaan di atas, semangka tidak cocok untuk bayi 6 bulan karena teksturnya.

Sebelum memperkenalkan semangka, Ibu harus memperhatikan beberapa faktor. Apakah bayi sudah memiliki cukup gigi untuk mengunyah? Apakah bayi benar-benar mengunyah makanannya sebelum menelannya? Karena tekstur semangka susah hancur, maka sebaiknya jangan mengenalkannya terlalu dini.

Menyajikan semangka untuk bayi 

Semangka memiliki tekstur lembut dan berair yang mudah digigit dan ditelan. Tapi ingat, bayi  itu masih muda dan masih berusaha menemukan cara mengonsumsi berbagai jenis makanan.

Pastikan Ibu  menyajikan semangka dalam potongan kecil untuk menghindari bahaya tersedak. Jika Ibu menyajikan potongan besar, bayi bisa meletakkan seluruh potongan di mulut dan menelannya tanpa mengunyah.

Ada berbagai cara untuk menyajikan semangka bayi. Jika bayi tidak memiliki masalah mengunyah, Ibu bisa memotong semangka menjadi potongan kecil. Pastikan Ibu memperhatikan bayi saat mereka makan. Jika menurut Ibu potongannya terlalu besar untuk mulut bayi maka kurangi ukurannya.

Untuk mengurangi risiko tersedak, bayi harus selalu duduk tegak sambil makan. Juga periksa setiap potong semangka dengan hati-hati sebelum disajikan. Pastikan tidak ada bijinya.

Memberikan semangka dalam bentuk potongan kecil seperti ini lebih baik daripada jus karena jus buah meningkatkan risiko rongga gigi pada bayi. Jus semangka juga membuat bayi kehilangan minat pada makanan padat di kemudian hari. Jika bayi tidak dapat makan potongan semangka padat yang kecil, cobalah dengan menumbuknya.

Cara Memilih Semangka
 
Semangka adalah buah yang paling tidak terkontaminasi dengan pestisida  jadi Ibu bisa leluasa memilih meskipun bukan semangka organik. Tapi ingatlah hal berikut ketika Ibu memilih semangka:
  • Semangka yang tumbuh penuh akan jadi lebih berat. Kulitnya tampak halus dan sedikit kusam di atas.
  • Ibu bisa tahu apakah semangka sudah matang atau belum dengan memberikan gumpalan yang bagus dengan jari. Semangka matang harus terdengar bergema ketika ditepuk.
  • Periksa apakah permukaan luar semangka ada luka, memar  dan bintik yang kendur, yang mengindikasikan buah busuk atau lebih matang.
  • Dalam semangka yang sudah matang, titik tanah atau underbelly berubah menjadi kuning atau lembut.
  •  Jangan membeli semangka beku atau kalengan. Hindari membeli semangka potong untuk bayi karena  memiliki risiko kontaminasi yang tinggi. 
Baca juga : Alpukat untuk Bayi

Cara Menyimpan Semangka

  • Cuci buah di bawah air mengalir. Simpan di tempat yang bersih dan kering jika tidak dipotong. Menurut Departemen Pertanian AS, kadar lycopene dan beta-karoten pada semangka meningkat saat disimpan dalam suhu kamar.
  • Potong buah menjadi potongan-potongan kecil, buang bijinya, lalu beri makan ke si kecil.
  • Simpan semangka potong di kulkas dalam wadah yang kedap udara atau bungkus dengan plastik food grade dari sisi yang telah dipotong.
  • Sajikan semangka dalam suhu kamar untuk mencegah demam.

Alergi Semangka pada Bayi 

Alergi makanan menjadi perhatian utama saat mengenalkan bayi pada makanan baru. Dokter umumnya menganjurkan menyusui eksklusif selama empat sampai enam bulan pertama, jika memungkinkan. Makanan komplementer biasanya dapat dikenalkan antara usia 4 dan 6 bulan.

Carilah tanda-tanda reaksi alergi terhadap buah. Untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan reaksi alergi dengan lebih baik, jangan perkenalkan semangka dan makanan baru lainnya pada saat bersamaan. Itu karena Ibu tidak akan tahu apakah gejala alergi bayi dipicu oleh semangka atau makanan lain.

Tanda-tanda reaksi alergi terhadap semangka bisa meliputi:
•    ruam
•    diare
•    Muntah
•    Sakit kepala
•    Pilek

Bayi mungkin juga mengalami ruam setelah makan semangka karena sifat asam dari makanan. Ini mungkin bukan alergi. Tetap saja, Ibu harus berbicara dengan dokter anak jika bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi.

Amankah Mencampur Semangka dengan Susu?

Kombinasi ini memang tidak beracun, tapi bisa menyebabkan beberapa ketidaknyamanan dan menyebabkan produksi gas lebih banyak dari biasanya. Untuk bayi, lebih baik hindari minum susu setelah makan semangka atau mencampur susu pada semangka.

Ketika Batuk, bolehkah Makan semangka?
Beberapa sumber menyebutkan bahwa semangka bagus dimakan ketika batuk karena mengandung banyak air. Namun ada juga yang menyarankan agar menghindari konsumsi buah atau sayur apa pun yang bisa menyebabkan pendinginan tubuh, termasuk semangka.

Namun yang pasti, hindari juga buah semangka ketika pilek. Bila tubuh terinfeksi dingin, dingin atau bahkan tidak peduli apa penyebabnya jangan makan semangka. Jika tidak dibatasi,  makanan akan memperparah gejala pilek. Bila dingin akan menyebabkan tubuh mengalami demam tinggi, haus, sakit tenggorokan, urin berwarna gelap.