Tuesday, April 24, 2018

11:40 AM

Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok

Salah satu langkah pertama dalam cara agar anak makan sendiri adalah mengajarkan bayi makan dengan sendok. Hal ini mungkin sulit bagi bayi yang baru memulai Mpasi, mengingat kemampuannya yang terbatas. Namun bersabarlah, Bu. Dengan bertambahnya umur bayi, maka kemampuannya juga meningkat.

Perkembangan setiap bayi berbeda-beda. Namun pada dasarnya, bayi mulai mengembangkan koordinasi tangan-mata yang mereka butuhkan untuk makan sendiri dengan sendok ketika mereka berusia antara 8 dan 11 bulan. Jika bayi mencoba mengambil sendok Ibu atau meniru Ibu ketika Ibu sedang makan, maka dia sudah siap dengan keterampilan baru ini.

Beberapa bayi mungkin belum siap makan dengan sendok pada satu tahun pertamanya. Jadi bersiaplah untuk memberinya banyak semangat. Gunakan  sendok yang dibuat khusus untuk bayi karena ini lebih kecil dan lebih mudah untuk digenggamnya.

Berikut langkah-langkah mengajarkan bayi makan dengan sendok.

Langkah 1

Siapkan makanan yang mudah untuk bayi makan dengan sendok, seperti sereal bayi atau pisang yang dihaluskan. Jika makanannya terlalu encer, kentalkan dengan serealia agar makanan tidak cepat menetes dari sendok.

Cara Mengajarkan Bayi Makan Sendiri dengan Sendok

Langkah 2

Beri bayi sendok kosong dan pegang satu sendok lainnya di tangan Ibu. Bawalah sendok ke mulut Ibu untuk menunjukkan cara menggunakannya. Biarkan si kecil berlatih dengan sendoknya beberapa kali atau berikan sendok Ibu jika ia meraihnya.

Baca juga: Ketika Bayi Sudah Mulai Menggunakan Sendok dan Garpu

Langkah 3
Tempatkan makanan di depan anak dan biarkan dia mencelupkan sendok ke dalamnya. Jika dia kesulitan, maka bantulah dengan menyendok sedikit makanan dengan sendok Ibu lalu tukar sendok si kecil dengan sendok yang sudah berisi makanan tersebut.

Langkah 4

Pujilah dia ketika dia menggunakan sendok dengan benar dan tetap tenang ketika dia melewatkan atau menjatuhkan makanan. Biarkan dia mengambil sendok berikutnya dan terus berlatih untuk sisa makanan. Pastikan dia cukup makan. Jika sebagian besar makanannya berakhir di nampan atau lantai, suapi dia makanan di antara upayanya untuk memberi makan dirinya sendiri.

Tips

Gunakan alas berupa koran atau tikar agar mudah dibersihkan. Untuk mengurangi kekacauan, sebaiknya taruh hanya sedikit makanan di hadapan bayi, alih-alih semangkuk penuh. Ambil alih sendok jika bayi tampak mulai bermain daripada menggunakannya untuk makan.

Baca juga: Peralatan untuk Menyiapkan Makanan Bayi

Monday, April 2, 2018

10:16 AM

Manfaat Mpasi Jagung untuk Bayi

Mpasi jagung untuk bayi terdengar bagus, terutama jagung manis. Rasanya yang manis dan warnanya yang cantik akan membuat bubur jagung bayi Ibu menjadi primadona bagi si kecil. akan tetapi, apakah mpasi jagung benar-benar memberi manfaat gizi yang cukup untuk bayi?

Jagung bisa menjadi makanan jari yang bagus untuk bayi, walaupun mungkin bukan jenis makanan terbaik untuk si kecil.  pada artikel berikut, akan dijelaskan mengenai mpasi jagung , manfaat mpasi jagung untuk bayi, nilai gizi jagung, pengaruh mpasi jagung pada bayi, dan beberapa resep bubur jagung dan mpasi jagung lainnya.

Mpasi Jagung untuk Bayi, Bolehah?

Jagung aman untuk bayi, tetapi Ibu tidak bisa memberikannya sebagai makanan padat pertama si kecil. Jagung mengandung banyak protein dan karbohidrat, menjadikannya makanan yang bagus untuk energi.

Namun jagung tidak memiliki kandungan nutrisi yang cukup. Jika dibandingkan mayoritas sauran lainnya, nilai gizi jagung masih di bawah standar. Namun jagung bisa dijadikan finger food yang bagus untuk bayi.

Berikut kandungan gizi jagung: 

Nilai gizi per 100 g (3,5 oz)
Energi360 kJ (86 kkal)
Karbohidrat18,7 g
Protein3,27 g
Lemak1,35 g
Vitamin
Vitamin A equiv9 μg
lutein zeaxanthin644 μg
Tiamin (B1)0,155 mg
Riboflavin (B2)0,055 mg
Niasin (B3)1,77 mg
Asam pantotenat (B5)0,717 mg
Vitamin B60,093 mg
Folat (B9)42 μg
Vitamin C6,8 mg
Mineral
Besi0,52 mg
Magnesium37 mg
Mangan0,163 mg
Fosfor89 mg
Kalium270 mg
Seng0,46 mg

Baca juga: Buah Bit untuk Bayi

Mpasi Jagung untuk Bayi, Kapan?

Menurut American Academy for Pediatrics (AAP), jagung dapat diperkenalkan setelah usia enam bulan ketika bayi mulai makan makanan padat. Namun, jika Ibu khawatir tentang alergi, tunggulah sampai dia berumur satu tahun. Selain itu, jagung juga sulit dicerna, sehingga disarankan untuk menunda sampai sistem pencernaan si kecil bagus.

Mpasi Jagung untuk Bayi

Selama tahun pertama kehidupan bayi, penting bagi bayi untuk mendapat nutirisi yang dibutuhkan. Jagung sebagaian besar terdiri dari karbohidrat tepung dan dianggap sebagai makanan dengan kalori kosong. menggantikan jagung dengan sayur lain yang lebih bergizi seperti brokoli, bayam, wortel dan juga tomat jauh lebih bagus.

Selain itu, jagung sulit dicerna. Makanan ini cenderung melewati sistem pencernaan dengan bentuk yang sama dengan yang masuk ke sistem.

Berikut berbagai cara yang bisa Ibu lakukan ketika ingin memberi Mpasi jagung untuk bayi.
  • Untuk bayi, berikan dalam bentuk puree atau bubur jagung bayi.
  • Ibu bisa memberikan dalam bentuk krim ketika anak sudah berumur 18-24 bulan.
  • Begitu si kecil berumur dua tahun atau lebih dan belajar menggunakan giginya yang baru tumbuh untuk mengunyah, Ibu bisa memberinya jagung matang yang dipipil.
 Baca juga: Penambahan Berat Badan Bayi Normal Setiap Bulan



Manfaat Mpasi Jagung Untuk Bayi

 Jagung menawarkan manfaat tertentu untuk bayi, yaitu:

1. Membantu Menambahan berat badan:
Sekitar 100gm jagung mengandung sekitar 350 kalori. Jika bayi  kurus, diet jagung bisa membantunya menambah berat badan. Bahkan bayi dengan berat badan normal dapat diberikan  jagung untuk menjaga berat badannya, terutama jika berhenti ASI.

2. Pertumbuhan dan perkembangan tubuh:
Jagung kaya akan B kompleks. Thiamin mendukung saraf dan perkembangan otak; niacin meningkatkan metabolisme, terutama gula, protein, dan asam lemak; dan folat membantu perkembangan sel baru.

3. Otot dan fungsi saraf:
Jagung mengandung fosfor, kalium, magnesium, dan zat besi. Fosfor mendukung kesehatan tulang; Kalium dan magnesium diperlukan untuk fungsi otot dan saraf. Besi meningkatkan perkembangan otak.

4. Melindungi sel darah:
Kehadiran antioksidan (melalui vitamin E) membuat jagung baik untuk melindungi sel dari kerusakan. Ini mengandung senyawa fenolik asam ferulic, yang merupakan agen anti-karsinogenik. Antioksidan mencegah kerusakan jaringan dan DNA di dalam tubuh.

5. Meningkatkan pencernaan:
Kehadiran serat membuat jagung menjadi pencahar yang baik. Jika bayi sering mengalami masalah konstipasi, beberapa produk jagung seperti biji jagung dan tepung jagung dapat membantu mengatasi masalah sembelit.

Biji jagung adalah obat pencahar alami dan dapat digunakan untuk meredakan sembelit. Tepung jagung juga bagus, tetapi Ibu harus membeli tepung jagung utuh dan tidak disempurnakan.

6. Penglihatan dan kulit yang baik:
Jagung kuning kaya akan vitamin A, sumber beta-karoten yang memberi penglihatan lebih baik. Beta-karoten, yang bukan merupakan bagian dari vitamin A, bertindak sebagai antioksidan yang baik untuk kulit bayi.

Pengaruh Mpasi Jagung Pada Bayi

Gula alami dalam jagung bisa berubah menjadi tepung kanji dengan cepat. karena itu, jagung dianggap tidak begitu bermanfaat bagi bayi. Efek buruknya termanifestasi dalam dua cara:
1.    Alergi
2.    Intoleransi  

1. Alergi
Alergi disebabkan karena protein yang ada di dalam jagung. Protein transfer lipid (LTP) adalah penyebab utama alergi karena tetap ada dalam jagung bahkan setelah dilakukan pemrosesan atau pemanasan dan pasca pencernaan. Alergen potensial lainnya adalah protein penyimpanan dan serbuk sari jagung.

Jagung atau pun produk berbasis jagung bisa memicu alergi seperti eksim dan rinitis alergi. Namun, jagung tidak termasuk dalam delapan alergen makanan teratas dari Food Allergen Labeling dan Consumer Protection Act of 2004.

Gejala Alergi Jagung Pada Bayi
Jika Ibu mengamati gejala-gejala ini pada bayi, maka hentikan pemberian jagung :
  • Hives atau ruam kulit
  • Mual, kram perut, gangguan pencernaan, muntah, atau diare
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Bersin
  • Sakit kepala
  • Asma dan dalam kasus yang lebih buruk anafilaksis
Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Jagung?
  • Cara pertama yang jelas untuk menangani alergi adalah menghindari produk-produk turunan jagung dan jagung.
  • Beri bayi makanan rumahan karena makanan instan bisa saja mengandung jagung dalam bentuk apa pun.
  • Jika reaksinya parah, bawa bayike dokter untuk pengobatan lebih lanjut.
Baca juga : Mengenali Jenis Ruam pada Bayi dan Anak

2. Intoleransi
Intoleransi berbeda dari alergi karena mencerminkan dalam bentuk masalah pencernaan. Bayi bisa menunjukkan gejala di bawah ini jika ia tidak tahan terhadap jagung:
  • Kembung
  • Gas
  • Sakit perut
  • Diare
Intoleransi bisa berumur pendek bila dibandingkan dengan alergi.

Resep Jagung Untuk Bayi

Berikut beberapa resep untuk bayi Anda untuk memiliki jagung dengan cara yang paling lezat:

 

 1. Puree Jagung

Bahan :
  • Satu tongkol jagung manis
  • Satu sendok teh air, ASI atau susu formula
Cara membuat:
  • Pipil jagung dari tongkolnya. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menjalankan pisau di seluruh bijinya.
  • Masukkan biji jagung ke dalam air mendidih dan biarkan mendidih sampai lunak.
  • Buatlah puree dengan mencampurkan jagung dengan sedikit air atau susu. Tambahkan lebih banyak air jika Ibu ingin konsistensi yang lebih berair.

 2. Bubur Jagung dan Labu

Resep Bubur Jagung Bayi

Bahan:
  • 1 gelas air
  • 1 cangkir susu
  • 1 cangkir labu kuning
  • Tepung jagung kuning (sesuai kebutuhan)
  • Air seperlunya
  •  Satu sendok gula cokelat
  •  ½ sendok teh jahe bubuk (opsional)
  • Sedikit garam
Cara memasak:
  • Tambahkan air, susu, dan labu dalam panci.
  • Dalam mangkuk lain, campurkan tepung jagung dengan air. Pastikan tercampur rata.
  • Tambahkan pasta jagung dan gula ke dalam campuran labu, aduk sampai campuran mengental.
  •  Tambahkan jahe dan garam.
  • Biarkan selama tiga sampai lima menit.
  •  Sajikan bubur jagung hangat untuk bayi ..

 

3. Wortel, Kentang, dan Jagung Manis

Bahan:
  • 1 wortel, cincang halus
  • 1 kentang
  • 1  sdm kacang polong
  • 2 sendok makan biji jagung manis
  • 4 sendok makan air
  • 1 sendok makan minyak zaitun
Cara memasak:
  • Tumis wortel dalam wajan yang sudah diminyaki hingga lembut.
  • Tambahkan kentang, kacang polong, jagung manis, dan air.
  •  Biarkan campuran mendidih dan kemudian didihkan selama 15 menit.




 

4. Jagung, Apel dan Ubi Jalar

Bahan:
  • 2 cangkir biji jagung
  • 1 apel dikupas
  • 1 ubi jalar
Cara Memasak:
  • Masak jagung dan kukus apel dan ubi jalar.
  • Haluskan ketiganya.
  •  Tambahkan ASI atau susu formula untuk membuatnya berair.

5.  Bubur Jagung dan Kembang Kol
Bahan:
  • 2 cangkir biji jagung
  • 1 cangkir kembang kol cincang
  • 1 cangkir yogurt
  • Lada (opsional)
Cara memasak:
  •  Masak jagung dan kukus kembang kol.
  • Haluskan keduanya dalam blender.
  • Campurkan yogurt dan lada untuk tambahan rasa.

6. Sup Jagung Manis

Bahan:
  • Jagung manis segar
  • Satu sendok makan masing-masing wortel, kacang, brokoli, dan daun bawang yang dicincang halus
  • Garam secukupnya
Cara memasak:
  •  Masak tongkol jagung dan pipil biji setelah dingin.
  • Haluskan biji jagung sesuai kebutuhan.
  • Masak sayuran lain dalam panci yang sudah diolesi mentega.
  • Masak selama dua menit, lalu tambahkan puree jagung sedikit garam, dan didihkan.
  • Tambahkan air untuk mengatur sup ke konsistensi yang diinginkan.
  •  Tambahkan sisa biji jagung dan didihkan.

Pertanyaan lain :

Apa Sirup Jagung Bagus untuk Bayi?

Hindari penggunaan sirup jagung untuk bayi karena mengandung fruktosa tinggi, karena ini adalah pemanis buatan. Sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) tidak bermanfaat, tetapi digunakan dalam formula untuk mempermanis produk.

Selain membuat bayi kelebihan berat badan, HFCS juga bisa mengatur rasa sehingga membuat bayi kecanduan makanan manis.

Bolehkah bayi makan cornflake?

Bayi satu tahun ke atas bisa makan cornflakes untuk sarapan mereka. Tetapi pilih merek yang memiliki kadar garam rendah.
Juga, jika bayi menyukai rice flake, oat flake atau oatmeal, pertimbangkan untuk memberi cornflake karena lebih baik daripada biji jagung.

Apakah tepung maizena baik untuk bayi?

Makanan bertepung, termasuk tepung maizena, tidak dianjurkan untuk bayi yang belum tumbuh gigi. Makanan ini biasanya diberikan kepada bayi karenabisa ditelan tanpa dikunyah. Namun, orang tua perlu memperhatikan bahwa dengan menelannya secara langsung, makanan tidak akan tercampur dengan air liur. Selain itu, pencernaan bayi juga belum cukup berkembang untuk mencerna maizena.

Bisakah  menggunakan tepung maizena untuk mengobati ruam popok?

Hindari penggunaan tepung maizena untuk ruam popok. Maizena dan juga kanji biasanya digunakan untuk bedan ruam secara tradisional. Selain itu, maizena juga dibuat pasta dengan  mencampur petroleum jelly lalu dioleskan pada bagian ruam.  Tetapi penggunaannya tidak bagus karena malah meningkatkan pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, gunakan bedak bayi.

Friday, March 23, 2018

11:03 AM

Buah Bit untuk Bayi & Cara Mengolahnya

Buah bit untuk bayi - Buah bit adalah adalah sayuran akar yang dikenal sangat baik untuk berbagai manfaat kesehatannya. Beberapa manfaat kesehatan untuk bayi termasuk penyembuhan untuk anemia, meningkatkan pencernaan, perlindungan hati atau hepatoprotektif, agen pembersihan untuk tubuh dan peningkatan aktivitas otak dan pengembangan.

Bit dikenal dengan beberapa nama lain seperti beetroot, bit meja, bit taman, bit merah, dll. Bit atau beet, dikenal dari zaman Yunani dan Romawi dan diyakini bermanfaat sebagai obat untuk demam dan pemurnian darah.Umumnya, bit direbus, dipanggang, dipanggang atau dimasak seperti sayuran lainnya dan juga ditambahkan ke beberapa salad.

Diyakini bahwa buah bit ini mungkin berasal di Timur Tengah di Tigris. Dari sana menyebar ke wilayah Mediterania, Turki, Iran, Eropa, Rusia dan di beberapa bagian Asia Tenggara juga. Setelah penemuan Amerika, bit juga diperkenalkan ke Benua Amerika, terutama di Amerika Selatan.

buah bit untuk bayi


Buah Bit untuk Bayi

Pertanyaan pertama yang pasti terbayang di benak orangtua adalah: kapan buah bit bisa diberikan pada bayi.

Periode ideal dan yang direkomendasikan untuk memperkenalkan bit pada bayi adalah antara 8-10 bulan. Bebebarapa sumber memang menyebut pemberian bit bisa dilakukan sejak umur 6 bulan. Namun mengingat, tingginya kandungan nitrat dalam buah bit, maka sebaiknya Ibu memundurkan mengenalkan bit pada bayi. Nitrat tidak mudah dicerna dan dapat menyebabkan kondisi yang disebut 'sindrom baby-blue' atau methemoglobinemia.  Untuk itu, berikan dia dalam porsi kecil (tidak lebih dari 1-2 sendok teh) setidaknya mulai umur 8-10 bulan.

Hindari bit jika bayi mengalami diare, karena mereka memiliki efek pencahar ringan.
Konsultasikan dengan dokter  sebelum memperkenalkan mereka, jika bayi menderita penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Beberapa dokter anak menyarankan untuk tidak memberi makan bit  segar untuk bayi karena tingkat nitrat yang tinggi.  Alergi bit sangat jarang. Namun, periksa dengan dokter sebelum  mencobanya pada si kecil.

Catatan: Jangan khawatir jika kotoran bayi berwarna merah muda. Itu adalah kondisi normal setelah makan makanan yang mengandung bit.

Baca juga: Resep Bubur Bayi 6 Bulan Buatan Sendiri

Manfaat Buah Bit untuk Bayi

Bit memainkan peran penting dalam menanamkan kesehatan keseluruhan bayi Ibu Berikut beberapa manfaat kesehatan bit untuk bayi yang harus Ibu ketahui:
  • Kesehatan keseluruhan: Bit mampu mengurangi risiko bayi mengembangkan penyakit seperti rabun senja, glositis, beri-beri, sakit kuning, dll. Bit penuh dengan mineral dan vitamin seperti vitamin A, kalsium, folat, magnesium, kalium, dan banyak lagi . Mereka juga mengandung lipid dan protein.
  • Tingkatkan kekebalan: Antioksidan yang ada dalam bit meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Membantu pencernaan: Bit kaya serat sehingga memudahkan proses pencernaan. Bit bisa menjadi alternatif bagi bayi sembelit dan juga membantu menenangkan sistem pencernaan yang bermasalah.
  • Aktivitas otak: Karena bit adalah sumber zat besi yang baik, maka bisa risiko anemia dan membantu perkembangan otak selama bulan-bulan awal. Ini meningkatkan sirkulasi darah di otak dan meningkatkan aktivitas. Betaine, zat yang hadir dalam bit, cenderung menenangkan pikiran bayi dan meningkatkan mood si kecil.
  • Pembersih alami: Bit bertindak sebagai pembersih alami terutama untuk organ seperti kantung empedu dan ginjal.
Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

 

Cara Mengolah Buat Bit untuk Bayi


Bit bukan salah satu dari makanan yang paling sangat terkontaminasi dengan pestisida, sehingga pembelian organik tidak begitu dianjurkan dan menjadi pilihan pribadi.

Ketika Ibu memilih bit untuk makanan bayi, cobalah untuk membeli bit segar. Bit berukuran sedang lebih empuk dan enak dibandingkan dengan bit besar. Banyak yang menyarankan agar memilih bit yang diamaternya tidak lebih dari  3-4 inci. Semakin besar ukuran, rasanya menjadi lebih tidak enak.

Pilih bit yang tidak memar atau tidak bercacat. Bit bisa berwarna merah, kuning dan tentu saja, warna ungu yang paling terkenal. Jika memungkinkan, belilah bit yang masih memiliki bagian atasnya yang hijau, atau memungkinkan berdaun karena akan tetap segar. Jangan melihat kotoran yang menempel pada bit sebagai sesuatu yang negative karena bagaimana pun, bit adalah sebuah umbi.

Untuk menyimpan bit, potong bagian hijau dan kemudian tempatkan dalam wadah kedap udara atau tas freezer dan letakkan di "rak sayuran" atau bagian belakang lemari es. Bit akan tetap segar selama sekitar 1 minggu asalkan tetap dingin.

Cara mengolah buah bit untuk bayi terbaik adalah dengan mengukus atau merebus. Memanggang juga merupakan cara memasak yang mudah. Bit kukus lebih mudah dibuat menjadi pure dan mengandung vitamin A beta karoten yang lebih banyak.

Jika Ibu khawatir dengan kandungan nitrat pada bit, maka merebus atau mengukus akan mampu mengurangi kandungan nitratnya. Bahkan ketika Ibu hendak memberi si kecil jus bit, maka kukuslah terlebih dahulu.

Bit harus dikupas sebelum dimakan. Bahkan orang dewasa pun tidak boleh memakan kulit bit karena tidak mudah dicerna. Potong-potong bit, baru mulai dimasak.
  •  Rebus air dalam panci sedang.
  • Tambahkan irisan bit dan masak hingga empuk (hampir 15 menit).
  • Tiriskan bit. Untuk menghentikan proses memasak, bilas dengan air dingin.
  • Haluskan bit yang sudah matang dalam blender hingga halus. Tambahkan air jika diperlukan.
Jika Ibu  lebih suka memanggang bit, cukup bungkus irisan bit dalam foil dan masak selama satu jam pada 360ºF atau 180ºC.

Sajikan irisan bit yang dicampur dengan kismis, saus apel, ubi jalar, ayam, beras merah, dll. Biasanya sekitar sepuluh bulan, bayi akan siap untuk makanan jari, dan Ibu a dapat menyajikan potongan bit yang dimasak kecil.

Ibu juga bisa menyimpan bit matang selama tiga haru dalam wadah bebas BPA di kulkas. Namun, disarankan untuk memberikan makanan yang baru disiapkan untuk bayi. Bekukan selama tiga bulan.

Buang air rebusan bit karena nitrat mungkin masuk ke dalam air selama proses memasak.

cara mengolah buah bit untuk bayi

Baca juga: Makanan untuk Bayi yang sedang Demam



Makanan Baik untuk dicampuran Dengan Bit
•    Apel
•    Kentang
•    Kacang polong
•    Summer Squash - zucchini atau kuning / berleher bengkok
•    Beras merah
•    kacang-kacangan
•    Ayam
•    Babi
•    Tahu - bit berubah menjadi warna ungu yang indah.

Beberapa Oalahan Buah Bit untuk Bayi


1. Kentang Ungu
Bahan:
  •  2 bit berukuran sedang
  • 1 wortel berukuran sedang
  • 2 kentang
  •  air
Cara memasak:
  • Cuci dan kupas wortel, bit, dan kentang. Potong menjadi irisan.
  • Kukus atau rebus dengan air sampai lunak. Setelah matang, haluskan dengan food processor. Tambahkan garam secukupnya.

2. Bit Panggang
Bahan:
  • 5 bit (ukuran sedang)
  • 1 sdm minyak zaitun
Cara Memasak:
  •  Bersihkan bit, kupas, dan iris.
  •  Olesi minyak zaitun di irisan bit dan taruh di atas loyang.
  • Panggang dengan suhu 350ºC selama sekitar sepuluh hingga 20 menit.
  • Taburkan sedikit garam sebelum disajikan.

3. Sup Bit
olahan buah bit untuk bayi

Bahan:
  •  3 bit (dikupas dan dipotong dadu)
  • 1 kentang (potong dadu)
  • 1 bawang mewah ukuran kecil (cincang / opsional)
  • 16 fl oz (2 cangkir) kaldu sayuran / kaldu buatan sendiri.
  • Yogurt 2oz (1/4 cangkir)
Cara memasak:
  • Masukkan semua bahan dalam panci (kecuali yogurt). Tambahkan air dan didihkan.
  • Masak sayuran masak sampai lunak dan kemudian buatlah puree/halusan.
  • Tambahkan yogurt segar dan sajikan.

4. Baby's Bit Mash
Bahan:
  • 2 bit  (dikupas dan dipotong)
  • 1 apel (dikupas dan dipotong)
  • 1 kentang (dikupas dan dipotong)
Cara memasak:
  • Kukus semua bahan sampai empuk (tambahkan apel di ujungnya).
  • Haluskan bahan-bahan, tambahkan air untuk mencapai konsistensi yang diinginkan.
  
5. Bubur Bit Apel
Bahan:
  • 1 bit (kupas, parut)
  • 1 apel (parut)
  • sedikit jahe segar (parut)
  • ¼ cangkir gandum
  • ½ gelas susu
Cara memasak:
  • Campur semua bahan dalam panci dan masak selama lima menit.
  • Tetap aduk sampai sayuran berubah menjadi lembut. Tambahkan lebih banyak susu ke bubur bit jika diperlukan.

 6. Jus Buah Delima dan Bit
Bahan:
  • 1 bit (dikupas, dipotong, dikukus)
  • 1 mangkok biji delima
Cara memasak:
  •  Campurkan bit kukus dan biji delima dalam blender.
  • Saring melalui saringan halus sebelum disajikan. .


Thursday, March 15, 2018

7:43 AM

Makanan untuk Bayi yang Sedang Demam

Bayi Ibu sedang panas/demam? Berikut makanan untuk bayi yang sedang demam dan juga makanan yang dilarang saat anak panas.

Demam adalah alasan paling umum mengapa orang tua membawa bayinya ke dokter. Jika bayi mengalami peningkatan suhu, wajar jika Ibu ingin melakukan apapun agar membantunya merasa lebih baik. Dengan memilih makanan terbaik untuk memberi makan bayi saat ia demam, Ibu bisa membuatnya lebih nyaman dan mempercepat penyembuhannya.

Sekilas Tentang Demam

Demam itu sendiri bukanlah penyakit; Ini cara tubuh melawan infeksi atau penyakit. Demam biasanya disebabkan karena berbagai infeksi seperti bakteri, virus, jamur atau kekebalan yang dimediasi.

Jangan panik jika anak Ibu demam, tapi ingatlah untuk tetap memerhatikan perilaku dan aktivitasnya untuk memantau tingkat keparahan penyakitnya. Setiap perubahan drastis dalam perilaku anak dapat segera dibawa ke dokter.

Gejala umum saat demam adalah:
  •     Peningkatan suhu tubuh
  •     Kehilangan selera makan
  •     Kekurangan minat
  •     Lemas
  •     Berkeringat dingin
Dalam beberapa kasus bahkan bisa ada muntah, diare, batuk & pilek tergantung infeksi. Hal yang paling penting untuk merawat semua kondisi ini dengan nutrisi yang baik untuk meringankan gejala dan membuat anak merasa nyaman.

Makanan untuk Bayi yang sedang Demam


Memberikan banyak ASI atau susu formula sangat dianjurkan jika bayi berumur di bawah setahun. ASI akan membantu mencegah si kecil mengalami dehidrasi dan memberinya nutrisi yang dibutuhkan. ASI secara khusus memberi manfaat pada bayi karena mengandung antibodi, mudah dicerna dan tindakan menyusui juga menghiburnya.

Mendorong anak untuk minum banyak cairan sangat penting saat ia menderita demam. Tubuh bisa cepat mengalami dehidrasi, terutama jika demam disertai diare atau muntah. Tawarkan cairan pada bayi sepanjang hari sekitar 1 atau 2 oz (30-60 ml)  setiap setengah jam. Cairan seperti air, minuman elektrolit, dan kaldu hangat  adalah pilihan bagus. Perhatikan baik-baik asupan cairan anak dan pastikan untuk memberi tahu dokter jika anak tidak cukup minum.
Makanan untuk Bayi yang Sedang Demam
Baca juga: Bahan Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Jika bayi sudah Mpasi, tawarkan padatan lain sesuai usia. Pilihlah makanan yang memiliki kalori tinggi, protein tinggi, rendah lemak, dan juga banyak mengandung cairan.

Dua atau 3 hari pertama, makanan untuk bayi yang sedang demam sebaiknya berupa makanan tinggi cairan seperti  sup ayam, air madu/gula, jus, susu (hanya jika tidak ada diare). Berikan makanan kecil secara berkala, setiap 2 jam yang dapat ditingkatkan secara bertahap sampai setiap 4 jam.

Sup ayam terbukti menjadi obat untuk penyakit terutama demam selama beberapa dekade. Para ilmuwan telah menentukan bahwa kombinasi antara ayam, kaldu dan sayuran bergizi yang ditemukan dalam sup ayam dapat memiliki efek penyembuhan pada tubuh. Sup ayam juga telah terbukti mengurangi peradangan di tubuh dengan menghambat produksi sel darah putih. Kehangatan sup mungkin juga memberi efek menenangkan pada anak yang sakit.  Asupan protein juga harus ditingkatkan, jadi penting untuk memberi nilai protein bergizi tinggi seperti susu, telur dan daging.

Selain itu, makanan untuk bayi yang sedang demam yang bagus adalah buah dan sayur. Buah dan sayuran penuh dengan vitamin yang akan sangat bermanfaat bagi anak saat dia melawan sumber demam. Cobalah buah antioksidan yang tinggi vitamin C, seperti jeruk dan buah sitrus lainnya.

Vitamin C sangat membantu dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh. Wortel adalah pilihan makanan yang baik untuk balita yang melawan infeksi, karena bahan makanan ini mengandung beta-karoten. Tubuh mengubah beta-karoten menjadi vitamin A, yang pada gilirannya, membantu  sel-sel putih dalam pertempuran melawan bakteri dan virus.

Sebagian besar anak-anak yang menderita demam akan mengalami penurunan nafsu makan, jadi Ibu mungkin perlu menawari mereka beberapa makanan kecil sepanjang hari. Tawarkan makanan yang tidak terlalu berat, berminyak atau pedas. Pilihan terbaik adalah dengan menawarkan makanan yang disuakai dan mudah dicerna seperti kentang tumbuk, mie atau nasi. Makanan ini biasanya mengandung kalori tinggi, yang dibutuhkan balita untuk membantu tubuhnya untuk melawan infeksi.

Baca juga: Makanan Bayi 7 Bulan untuk Kecerdasan Otak

Makanan untuk bayi yang sedang demam
  • Jus buah
  • Air gula / air madu
  • Susu
  • Air kelapa
  • Telur
  • Jus sayuran
  • Sup
  • Sereal olahan
  • Daging lembut
  • Ikan panggang
  • Buttermilk dengan sedikit garam
  • Sayuran (daun)  rebus
  • Sayuran (wortel, kacang, labu, ubi jalar dll) rebus
  • Buah kering atau kacang kering dicampur dengan susu
  • Buah jeruk dan kuning (buah sitrus)

Makanan yang Dilarang Saat Anak Panas

  • Mentega
  • Minyak sayurMakanan berserat yang bisa menyebabkan iritasi
  • Gorengan
  • Kue kering
  • Olahan berbumbu
  • Minuman dengan aroma kuat
  • Sup krim

Beberapa hal yang perlu diingat:
  • Jangan memaksa anak untuk makan jika dia tidak menyukainya, hentikan dan coba lagi beberapa saat kemudian.
  • Pastikan mereka banyak istirahat.
  • Mandikan anak dengan air hangat cenderung panas sebagai kompres alami.
  • Kenakan pakaian yang ringan dan longgar.
  • Jaga agar kamar anak lapang, berventilasi baik dan pertahankan suhu yang tepat, jangan terlalu dingin atau terlalu panas.
  • Jika demam secara konsisten melonjak di atas 102-103 selama 2-3 hari Ibu harus segera menghubungi dokter anak.
Baca juga: Makanan untuk Bayi yang sedang Diare

Tuesday, March 13, 2018

11:04 AM

Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi

Manfaat buah kiwi untuk bayi - Kiwi merupakan buah yang eksotis, berwarna hijau cerah dan tampak segar. Kandungan nutrisinya, terutam antioksidan baik untuk tubuh.begitu pun seratnya. Buah dengan serat tinggi bagus untuk pencernaan. Namun kiwi sedikit berasa asam, jadi apakah mungkin bisa diberikan untuk bayi? Bolehkah buah kiwi untuk bayi 7 bulan?

Artikel ini akan membahas mengenai manfaat buah kiwi untuk bayi, bagaimana buah tersebut bagus untuk mereka dan juga pengaruh sifat asam buah bagi kesehatan bayi.

Mengenalkan Buah Kiwi untuk Bayi


Kapan baiknya mengenalkan kiwi untuk bayi? Nah, perhatikan hal-hal berikut ya sebelum memutuskan memberikan manfaat buah kiwi untuk bayi. 
  • Lebih baik mengenalkan kiwi saat bayi berusia antara delapan dan sepuluh bulan karena sifatnya yang asam.
  • Jika bayi telah terindikasi mengalami alergi makanan atau ruam popok, maka mundurkan pengenalan buah kiwi hingga umur  10 dan 12 bulan.
  • Jika keluarga memiliki riwayat alergi makanan kiwi, maka mintalah saran dokter sebelum mengenalkan kiwi pada si kecil.
  • Meskipun sifat asamnya menyebabkan ruam mulut atau ruam popok, buah ini umumnya bukan pencetus alergi yang tinggi. Pada kenyataannya, buah kiwi sangat bergizi bagi bayi.

Fakta Nutrisi Kiwi


Buah kiwi, segar
1.00 2 inci
69.00 gram
Kalori: 42
GI: rendah
Gizi
Jumlah
vitamin C
63,96 mg
vitamin K
27,81 mcg
tembaga
0,09 mg
serat
2,07 g
vitamin E
1,01 mg (ATE)
kalium
215,28 mg
folat
17,25 mcg
mangan
0,07 mg

Manfaat Buah Kiwi untuk Bayi

Selain rasa asam, kiwi memiliki berbagai macam nutrisi. Berikut manfaat buah kiwi untuk bayi..
  • Kiwi kaya akan vitamin C, vitamin A, potasium, serat, folat, dan antioksidan.
  • Satu porsi buah kiwi untuk bayi menyediakan 230% vitamin C per hari yang direkomendasikan, yang membantu dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan lain, dan penyembuhan luka.
  • Kiwi bisa mengatasi sembelit memberikan  dan kaya akan antioksidan penangkal penyakit. Buah ini menawarkan 16% dari RDA untuk serat.
  • Buah kiwi kaya akan fitonutrien, yang memperbaiki DNA, dan melindungi beberapa jenis kanker.
  • Kiwi diyakini bisa mencegah asma, mengurangi lemak dalam darah, dan mengurangi bekuan darah pada tahap kehidupan selanjutnya.
  • Kiwi menyediakan 10% RDA untuk asam folat dan 10% RDA untuk Vitamin E.
  • Buah ini juga merupakan sumber kalsium, besi, kromium, tembaga, potassium, magnesium, dan seng .
 Baca juga: Manfaat Lobak untuk Bayi

Kapan Harus Menghindarkan Kiwi dari Makanan Bayi?


Sebaiknya Ibu tidak mengenalkan kiwi pada bayi jika bayi menunjukkan reaksi alergi terhadap pepaya, lateks, biji wijen, dan nanas karena reaksi alergi terhadap makanan ini cenderung dikaitkan dengan kiwi juga. Alergi terhadap kiwi juga biasa terlihat pada penderita demam (allergic rhinitis).

Beberapa buah seperti kiwi, jeruk, raspberry, dan stroberi dapat mengiritasi kulit di sekitar mulut bayi saat dia memakannya. Ini biasa terjadi saat dia mengalami eksim, tapi tidak berbahaya.

Gejala yang mengindikasikan alergi terhadap kiwi termasuk mulut yang sakit, pembengkakan bibir, lidah, wajah, atau muntah. Reaksi berat meliputi kesulitan bernapas dan mengi. Gejala bisa muncul sekitar dua jam setelah makan kiwi. Untuk memeriksa cara bayi bereaksi terhadap kiwi, lakukan mengenalkan makanan baru pada makanan sebelumnya dan jangan mencampurnya dengan beberapa makanan baru lainnya. Berikan hanya dalam jumlah kecil terlebih dahulu.

Cara Memilih Dan Menyimpan Kiwi Untuk Bayi?

Memilih kiwi organik selalu bagus. Namun, kiwi tidak termasuk buah-buahan yang terkontaminasi pestisida. Jangan pilih yang memiliki kulit yang memar, memiliki lekukan yang terlihat, lebih licin, atau memiliki bintik lembab. Pilih buah yang keras dan tunggu hingga matang dan lembut.
Tempatkan kiwi mentah ke dalam kantong kertas dengan pisang atau apel atau pir agar kiwi matang dalam dua hari. Kiwi dapat disimpan selama tiga sampai empat minggu di kulkas atau seminggu di luar kulkas.

Baca juga: Tekstur Makanan Bayi

Cara Membuat Puree Kiwi untuk Bayi

Manfaat buah kiwi untuk bayi

 

Seperti halnya buah lain, kiwi juga bisa diberikan dalam bentuk puree tunggal. cara membuat puree kiwi untuk bayi sangatlah sederhana, cukup dengan mengupas buah kiwi yang sudah matang, lalu haluskan dalam blender.

Buah kiwi sedikit asam, jadi selain puree tunggal, kiwi juga bisa dipadukan dengan buah lain agar rasanya menjadi lebih manis. Salah satunya adalah dengan pisang, atau bisa juga dengan apel, mangga, alpukat dan pir.

Membuat puree kombinasi ini sangatlah gampang, cukup kupas buah, bersihkan dan haluskan. Konsistensi bisa diatur dengan penambahan ASI/formula atau air. Hidangkan selagi segar dan tidak perlu dimasak.

Untuk puree yang sedikit lebih creamy, Ibu bisa menambahkan togurt alami dan beberapa tetes ekstrak vanily. 1 butir kiwi, cocok jika dikombinasikan dengan ½ cangkir yogurt. Cukup haluskan bersama-sama dan sajikan.

Selain puree, kiwi cocok dijadikan es loli karena warnanya yang hijau segar.  Caranya, puree kiwi dicampur dengan jus apel. Masukkan ke cetakan es lolu dan bekukan.

Pertanyaan Umum tentang Buah Kiwi

Apakah kiwi harus dikupas?
Jangan pernah menyajikan kiwi dengan kulit, terutama untuk bayi. Kulit susah dihaluskan, bisa membuat bayi tersedak. Ibu bisa memotong buah menjadi dua bagian, dan ambil dagingnya dengan sendok.

Bolehkah Bayi makan biji kiwi?
biji kiwi ukurannya kecil dan tidak menimbulkan bahaya tersedak. Namun ini tentu saja tergantung kemampuan bayi dalam mentolerir variasi tekstur makanan. Jika bayi masih belum bisa makan makanan kasar, maka hilangkanlah biji kiwi.

Bisakah puree kiwi dibekukan?
Tidak dianjurkan membekukan buah kiwi. Namun puree kiwi bisa dibekukan, hanya saja akan menjadi seperti pasir atau malah encer saat dicairkan.

Baca : Menyimpan dan Membekukan Makanan Bayi